Anda di halaman 1dari 8

ANTI ANXIETAS

Sinonim

: PSYCHOEPRICS, MINOR TRANQUILIZERS, ANXIOLITICS, ANTIANXIETY DRUGS, ANSIOLOTIKA

Terbagi Dalam : 1. Benzodiazepin


-

Alprazolam, Klordiazepoksid, Klonazepam, Klorazepam, Dlazepam, Lorazeam Quazepam, Midazolam, estazolam, nobalzam, dll

2. Non benzodiazepine - Sulpride, Buspirone , Hydroxizine Kerja Farmakologis Farmakokinetik - Onset efek yang cepat adalah penting bagi pasien yang menggunakan dosis tunggal benzodiazepine untuk menenangkan suatu episode ledakan kecemasan atau untuk tertidur dengan cepat. - Benzodiazepin 2-keto memiliki waktu paruh dalam plasma 30 sampai lebih dari 100 jam. Quazepam, suatu benzodiazepin 2-Thione, mengikuti jalur metabolisme yang sama dengan benzodiazepin 2-keto. - 3-hydroxy benzodiazepin memiliki waktu paruh yang singkat (10 sampai 30 jam). - Alprazolam memiliki waktu paruh 10 - 15 jam - Estazolam memiliki waktu paruh 10 - 24 jam

- Triazolam memiliki waktu paruh yang paling pendek (2 sampai 3 jam) dari semua benzodiazepin yang diberikan per oral.

Farmako Dinamik - Benzodiazepin berikatan dengan tempat spesifik pada vector GABAA dan menyebabkan peningkatan afinitas reseptor GABAA untuk neuro transmiternya GABA.Peningkatan afinitas untuk GABA menyebabkan aktivasi saluran ion, dan dengan demikian, lewatnya ion clorida yang lebih banyak kedalam neuron.

Indikasi terapik - Kecemasan - Insomnia - Depresi - Gangguan panik dan phobia sosial - Gangguan bipolar - Akathisia Interaksi Obat - Benzodiazepine + CNS depressants (Phenobarbital, alcohol, obat antipsikosis, antidepresi, opiat) merupakan potensial efek sedasi dan penekanan pusat napas, risiko timbulnya respiratory failure.

- Benzodiazepine + CNS stimulants (amphetamine, caffeine, appetite, sehingga efek benzodiazepine menurun.
-

Benzodiazepine + Neuroleptika = manfaat efek klinis dari benzodiazepine mengurangi kebutuhan dosis neuroloptik, sehingga risiko efek samping neuroloptika mengurang.

Dosis dan Pemberian Pengaturan dosis - Pengaturan dosis tidak perlu seperti neuroloptika dan anti depresan. Mulai dengan dosis awal (dosis anjuran) naikkan dosisi setiap 3-5 hari sampai mencapai dosis optimal dipertahankan 2-3 minggu diturunkan 1/8 x setiap 2-4 minggu bila kambuh dinaikkan lagi dan bila tetap efektif dipertahankan 4-8 minggu tapering off. Lama Terapi - Pemakaian benzodiazepine dalam waktu lama untuk pasien yang mengalami kecemasan kronis seringkali bermanfaat. Pada sindrom anxietas yang disebabkan factor situasi eksternal, pemberian obat tidak lebih dai 1-3 bulan. Penghentian Terapi - Secara bertahap (stepwise)agar tidak menimbulkan gejala lepas obat (withdrawal symptoms). - Sindroma putus benzodiazepine terdiri dari kecemasan, ketegangan, doforesis, kegelisahan, iritabilitas, kelelahan, perasaan melayang, tremor, insomnia, dan kelemahan.

Pemilihan obat dan potensi - Spectrum klinis benzodiazepine meliputi efek anti anxietas, antikonvulsan, anti insomnia, premedikasi tindakan operatif. - Clobazam - Lorazepam - Alprazolam - Sulpiride 50 Kontraindikasi
-

Pasien dengan hipersensitif terhadap benzodiazepine

- Glaucoma - Myasthenia gravis - Chronic pulmonary insufficiency - Chronic renal or hepatic disease Gejala Overdosis atau Intoksikasi - Kesadaran menurun, lemas, jarang yang sampai dengan koma - Pernapasan, tekanan darah, denyut nadi menurun sedikit
-

Ataksia, disertai confusion, reflek fisiologis menurun

ANTI DEPRESAN Penggolongan - Obat Anti depresi TRISIKLIK amitriptyline, imipramine,clomipramine, tyenaptine

- Obat Anti depresi TETRASIKLIK Maprotiline, Milanserin, Amoxapine - Obat Anti depresi MAOI Reversible moclobemide - Obat Anti depresi SSRI sertraline, Paroxetine, Fluvoxamine, Fluoxetine, Duloxetine, Citalopram - Obat Anti depresi ATYPICAL Trazodone, Mirtazapine, Veniafaxine INDIKASI PENGGUNAAN Selama paling sedikit 2 minggu dan hamper setiap hari mengalami :v - Rasa hati yang murung - Hilang minat dan rasa senang - Kurang tenaga hingga mudah lelah dan kendur kegiatan Kegiatan diatas disertai gejala-gejala : - Penurunan konsentrasi pikiran dan perhatian
-

Pengurangan rasa harga diri dan percaya diri

- Pikiran perihal dosa dan diri tidak berguna lagi - Pandangna suram dan pesimistik terhadap masa depan - Gagasan atau tindakan mencederai diri atau bunuh diri - Gangguan tidur - Pengurangan nafsu makan Sindrom depresi kerja anti depresan

aminergic neurotransmitter (nor adrenalin, serotonin, dopamin) pada celah sinaps neuron di SSP

aktifitas reseptor serotonin

EFEK SAMPING - Sedasi (rasa mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja psikomotor menurun, kemampuan kognitif menurun dll) - Efek Anti kolinergik (mulut kering, retensi urin, penglihatan kabur, konstipasi,sinus takikardia,dll) - Efek Anti adrenergic alfa ( perubahan EKG, Hipotensi) - Efek Neurotoksik (tremor halus, gelisah, agitasi, insomnia) CARA PENGGUNAAN Mengingat efek sampingnya pemilihan obat anti depresan sebaiknya mengikuti urutan (step care) berikut :
-

Step 1 = golongan SSRI (Fluoxetine, setraline, dll)

- Step 2 = golongan trisiklik (Amitripline, dll) - Step 3 = golongan tetrasiklik (maprotiline,dll Golongan atypical ( trazodone, dll)

Golongan MAOI Reversible ( Moclobemide) PENGATURAN DOSIS 1. Initiating dosage (test dose)untuk mencapai dosis anjuran selama 1 minggu ex: Amitriptyline: 25 mg/h = hr 1 dan 2 50 mg/h = hr 3 dan 4 100 mg/h = hr 5 dan 6

2. Titrating dosage (optimal dose)mulai dosis anjuran sampai dosis efektifdosis optimal ex: Amitriptyline 150 mg/h = 7 hr s/d 14 (mgII) Mgg III : 200 mg/h Mgg IV : 300 mg/h 3. Stabilizing dosage (stabilization dose)dosis optimal yang dipertahankan selama 2-3 bulan ex: Amitriptyline 300 mg/h (dosis optimal 2-3 bln)diturunkan sampai dosis pemeliharaan

4. Maintaining dosage (maitenance dose) selama 3-6 bln, biasanya dosis pemeliharaan = dosis optimal ex: Amitriptyline 150 mg/h selama 3-6 bln

5. Tapering dosage (tapering dose)selama 1 bulan ex: Amitriptyline

150 mg/h 100 mg/h (1mgg) 100 mg/h 75 mg/h (1mgg) 75 mg/h 50 mg/h (1mgg) 50 mg/h 25 mg/h (1mgg)

KONTRA INDIKASI Penyakit jantung koroner, MCI khususnya pada usia lanjut Glaukoma, retensi urin, hipertropi prostat, gangguan fungsi hati, epilepsi Pada wanita hamil tidak dianjurkan menggunakan TCA oleh karena resiko teratogenik besar (khususnya trimester kedua) dan TCA di-ekskresi pada ASI.