Anda di halaman 1dari 9

Tujuan Pembelajaran umum :

Setelah mempelajari resume ini diharapkan mahasiswa memahami pengertian dari rangkaian seri, paralel dan potensiometer.

Tujuan dari dibuatnya resume ini diantaranya :


1. Dapat memahami bentuk rangkaian resistor seri dan paralel

2. Dapat membuat rangkaian resistor seri dan paralel 3. Dapat menghitung nilai hambatan total dari rangkaian resistor seri dan paralel 4. Dapat memahami definisi potensiometer 5. Dapat menghitung nilai resistansi pada potensiometer 6. Sebagai panduan untuk mahasiswa/i agar dapat memahami materi tentang mata kuliah rangkaian listrik.

Penggunaan resistor dalam rangkaian elektronika bisa dirangkai secara seri, paralel atau gabungan dari keduanya (kombinasi seri-paralel). Rangkaian seri adalah menderetkan lebih dari 1 resistor dalam satu garis, Sedangkan rangkaian paralel adalah merangkai resistor secara sejajar. Cara menghitung resistor total (Rt) untuk rangkaian resistor seri adalah hasil penjumlahan dari harga-harga resistor yang diseri tersebut. Sedangkan nilai resistor total untuk rangkaian paralel harus dihitung dulu 1/Rt atau Rt pangkat (-1). Potensiometer adalah jenis resistor variable yang nilai hambatanya dapat diatur langsung menggunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar poros engkol atau menggeser kenop untuk potensio geser. Jenis potensiometer yang sering dijumpai di pasaran adalah potensiometer yang dilengkapi dengan sakelar maupun yang tidak dilengkapi dengan sakelar. Potensiometer digunakan untuk volume, bass dan sebagainya. Dimana nilainya tercantum pada badan potensio itu sendiri.

1. Rangkaian Seri
Resistor dengan rangkaian seri memiliki rangkaian dengan resistor yang disusun segaris dengan resistor lainnya. Dua resistor dikatakan seri jika ujung terminal dari dua elemen tersebut terhubung dalam satu simpul dan ujung elemen yang lain tidak terhubung dalam satu simpul (terpisah). Gambar 1.1 Pada penghitungan hambatan total (Rt) dari rangkaian seri, resistor memiliki rumus :
VVVV 2 = + + 1 I I= =2 I I = 1 RRR R 2 = + + 1
3 3 3

Kemudian, pada penghitungan arus total (It) dari rangkaian seri, arus pada setiap resistor memiliki jumlah yang sama satu sama lain dan sama dengan I total, sehingga :
V V+ 2 = VV + 1 I I= 2 = = I 1 I RR R R 2 = + + 1
3 3 3

Pada penghitungan tegangan total (Vt) dari rangkaian seri, resistor memiliki rumus : V V+ =V V +
1 2 3

I I= 2 = I = I1 R R R1 2 = R + +

3 3

Resistor dengan rangkaian seri biasa digunakan untuk tegangan besar karena pada rangkaian seri terjadi pengurangan tegangan pada setiap resistor.

2. Rangkaian paralel
Pada rangkaian paralel, resistor disusun dengan menggabungkan masing-masing ujungnya menjadi satu sehingga aliran elektron dapat terbagi ke dalam beberapa jalur. Untuk mengenal karakteristik lain pada paralel perhatikan ilustrasi berikut ini. Gambar 2.1 Untuk menghitung resistansi total pada resistor yang disusun secara seri dan paralel memerlukan suatu perhitungan matematika yang tidak terlalu sulit. Jika menghitung resistansi total pada resistor seri dapat dilakukan cara menjumlahkan secara langsung seluruh resistor yang terhubung seri sedangkan pada resistor paralel Sumber : gambar 1.1: www.ustudy.in membutuhkan perhitungan khusus.
Gambar 2.1 : www.adipedia.com 1

Untuk menghitung tahanan ( R ) total pada rangkaian paralel adalah sebagai berikut :

Gambar 2.2

Gambar 2.3

Kemudian, pada penghitungan arus total (It) dari rangkaian paralel, arus dari sumber menyebar mengalir kesetiap cabang sehingga: Itotal = I1 + I2 + I3 Hambatan yang dihubungkan paralel, tegangan antara ujung2 hambatan adalah sama, sebesar V.

V=V1=V2=V3 Gambar 2.4

Resistor pengganti
Resistor pengganti dipakai jika slah satu resistor tidak dapat dicari besarnya, misalnya saja jika dalam rangkaian R1R3 R2R4, maka rangkaian tsb harus diganti : R1, R2 dan R5 diganti menjadi Ra, Rb dan Rc. Dan dapat dirumuskan sebagai berikut :

R .R2 1 Ra = R +2 +5 R R 1 R2 .R5 Rb = R +2 +5 R R 1 R .R5 1 Rc = R +2 +5 R R 1


Gambar 2.5 Dan secara Gambar 2.2, 2.3, 2.4 : www.adipedia.com: Sumber : umum, rangkaian pengganti dapat dirumuskan

Gambar 2.6

3. Rangkaian Gabungan
Rangkaian gabungan adalah rangkaian yang merupakan kombinasi dari rangkaian seri dengan rangkaian paralel. Pada rangkaian ini penghitungan nilai hambatannya biasanya dengan mencari nilai hambatan dari rangkaian paralel terlebih dahulu, kemudian mendapatkan hambatan pengganti dan dijumlahkan dengan rangkaian seri nya.

Gambar 3.1

4. Potensiometer
Potensiometer adalah komponen yang digunakan sebagai hambatan yang dapatdiubah (resistor variabel). Potensiometer terbagi menjadi dua jenis yaitu jenis potensio putar dan potensio geser. Gambar 4.1 Penerapan potensiometer dalam rangkaian elektronika diantaranya sebagai pengatur volume, bass, dan treble Potensiometer yang tersedia di pasaran terdiri dari

beberapa jenis, yaitu: potensiometer karbon, potensiometer wire wound dan potensiometer metal film. 1. Potensiometer karbon Potensiometer yang terbuat dari bahan karbon harganya cukup murah akan tetapi kepressian potensiometer ini sangat rendah biasanya harga resistansi akan sangat mudah berubah akibat pergeseran kontak.
Sumber : Gambar 2.6 : www.adipedia.com 2.Gambar 3.1, 4.1 : www.linksukses.com Potensiometer gulungan kawat (wire wound)

Potensiometer yang menggunakan gulungan kawat nikelin yang sangat kecil ukuran penampangnya. Ketelitian dari potensiometer jenis ini tergantung dari ukuran kawat yang digunakan serta kerapihan penggulungannya. 3. Metal film Potensiometer yang menggunakan bahan metal yang dilapiskan ke bahan isolator

a. Wire Wound

b. Tahanan Geser Gambar 4.2. Macam Potensiometer

c. Karbon

Potensiometer karbon dan metal film jarang digunakan untuk kontrol industri karena cepat aus. Potensiometer wire wound adalah potensiometer yang menggunakan kawat halus yang dililit pada batang metal. Ketelitian potensiometer tergantung dari ukuran kawat. Kawat yang digunakan biasanya adalah kawat nikelin. Potensiometer linier adalah potensiometer yang perubahan tahanannya sangat halus dengan jumlah putaran sampai sepuluh kali putaran (multi turn). Untuk keperluan sensor posisi potensiometer linier memanfaatkan perubahan resistansi, diperlukan proteksi apabila jangkauan ukurnya melebihi rating, linearitas yang tinggi hasilnya mudah dibaca tetapi hati-hati dengan friksi dan backlash yang ditimbulkan, resolusinya terbatas yaitu 0,2 0,5%

Gambar 4.3 Pada potensiometer penghitungan nilai resistansinya menggunakan rumus :

EL =

R2 E R1 + R2

Sumber : Gambarpada rangkaian resistor seri arusnya tetap? 1. Mengapa 4.2, 4.3 : www.linksukses.com

Jawaban : Karena hanya terdapat satu jalur yang dilalui arus. 2. Mengapa pada rangkaian resistor paralel tegangannya tetap? Jawaban: Karena terdapat loop tertutup yang membuat tegangan melewati satu jalur di masing-masing loop. 3. Penerapan potensiometer dalam rangkaian elektronika power amplifier berfungsi sebagai ? Jawaban : Pengatur volume, bass, dan treble. 4. Pada rangkaian elektronika equalizer, potensiometer berfungsi sebagai ? Jawaban : Pengatur filter frekuensi suara.
5. Sebutkan kelemahan dari penggunaan potensiometer ?

Jawaban : 1. Cepat aus akibat gesekan 2.Sering timbul noise terutama saat pergantian posisi dan saaat terjadi lepas kontak 3. Mudah terserang korosi 4. Peka terhadap pengotor

6. Jelaskan definisi dari potensiometer linier ! Jawaban : Potensiometer linier adalah potensiometer yang perubahan tahanannya sangat halus dengan jumlah putaran sampai sepuluh kali putaran (multi turn).

7. Diketahui R1 = 15, R2 = 100, dan R3 = 47, berapakah nilai RTotal jika

disusun paralel? Jawaban : Rtotal paralel: RTotal= 1 / {(1/R1)+(1/R2)+(1/R3)} RTotal= 1 / {(1/15)+(1/100)+(1/47)} RTotal= 10.2

8. Perhatikan gambar di bawah ini! Berapakah nilai hambatan total dari rangkaian tersebut!

Jawaban : Rtotal = R1 + (RA) ............... 1 1/RA = 1/R2 + 1/R3 1/RA = 1/30 + 1/30 1/RA = 2/30 RA = 15 ohm ................ 2 21 Rtotal = R1 + RA Rtotal = 15 + 15 Rtotal = 30 Ohm

http://www.sentra-edukasi.com/2009/06/materi-elektro-potensiometer.html www.linksukses.com

http://ilmu-elektronika.co.cc/index.php/arus-searah-dc/rangkaian-seri-danparalel.html Electrical and Electronic Principles and Technology, Third Edition, John Bird, Elsevier Ltd, 2007. Lesson In Electric Circuits, Volume I - DC, Tony R. Kuphaldt, Fifth Edition. DOE Fundamentals Handbook, Electrical Sciene, Volume 1 of 4, U.S. Department of Energy, Washington, D.C. 20585.
DOE Fundamentals Handbook, Electrical Sciene, Volume 2 of 4, U.S.

Department of Energy, Washington, D.C. 20585.