Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Jaringan periodontal gigi terdiri atas gingiva, ligamentum periodontal,

tulang alveolar, dan sementum.1 Masing-masing komponen jaringan periodontal sangat beragam jika dilihat dari lokasi, struktur jaringan, komposisi biokimiawi, maupun komposisi kimiawi. Namun semua bagian tersebut memiliki fungsi yang sama dan tak terpisahkan dalam menjalankan fungsinya tersebut. Salah satu jaringan periodontal adalah sementum. Istilah sementum berasal dari Bahasa Latin caementum atau "cement": partikel batu yang digunakan untuk membuat adukan semen.2 Sementum adalah lapisan jaringan penghubung yang mengapur yang melapisi akar gigi.3 Sementum merupakan jaringan yang menyerupai tulang yang menutupi akar dan menyediakan perlekatan bagi serabut periodontium utama.4 Dengan beberapa paparan di atas, sangat penting bagi kita untuk memahami sementum yang meliputi anatomi, histologi, dan fisiologinya.

1.2 1. 2. 3. 4. 5.

Rumusan Masalah Bagaimana anatomi sementum? Bagaiaman histologi sementum? Apakah fungsi sementum? Bagaimanakah proses pembentukan sementum? Apa saja kelainan pada sementum?

1.3 1. 2. 3. 4. 5.

Tujuan Mengetahui anatomi sementum. Mengetahui histologi sementum. Mengetahui fungsi sementum. Mengetahui proses pembentukan sementum. Mengetahui kelainan pada sementum.

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Anatomi Sementum Sementum membentuk lapisan yang sangat tipis pada daerah servikal akar

dan tebalnya bertambah pada daerah apikal.5 Struktur anatomi sementum berdasarkan pembentuknya:3 1. Acellular, Aflibrillar Cementum (AAC: merah) AAC terbentuk pada pinggiran servik enamel mengikuti penyempurnaan praerupsi pematangan enamel, dan kadang-kadang juga selama erupsi gigi. Ini kemungkinan disekresi oleh sementoblast. 2. Acellular, Extrincic-fiber cementum (AEC: biru muda) AEC membentuk pra dan post secara erupsi. AEC disekresikan oleh fibroblast. Pada bagian apikal akar, ini meliputi bagian sementum campuran fiber (mixed-fiber cementum). 3. Cellular, Intrinsic-fiber Cementum (CIC: biru) CIS dibentuk pre dan post secara erupsi. CIC disintesis oleh sementoblat, tetapi tidak mengandung fiber ekstrinsik Sharpey. 4. Cellular, Mixed-fiber Cementum (CMC: oranye/biru muda) CMC dibentuk oleh sementoblast dan fibroblast; ini merupakan kombinasi dari sementum fiber intrinsik selular dan sementum fiber ekstrinsik aselular.

Cementoenamel Junction Sumber: Foundation of Periodontics four the Dental Hygienist

Perlindungan akar dari sementum terjadi karena salah satu dari tiga hubungan antara enamel dan mahkota gigi. Secara berurutan, sementum dapat tumpang

tindih dengan enamel, bertemu enamel, atau ada celah antara sementum dan enamel. Urutan ini juga disebut sebagai OMG (overlap, meet, gap).6 a. Overlap pada 60% dari seluruh kasus, sementum tumpang tindih dengan enamel pada jarak yang pendek. b. c. Meet pada 30% dari seluruh kasus, sementum bertemu dengan enamel. Gap pada 10% dari seluruh kasus, ada suatu celah kecil antara sementum dan enamel (membuka area dentin). Pasien dapat mengalami

ketidaknyamanan (sensitivitas dentin) selama penggunaan instrumen. Penggunaan anastesi lokal dapat membantu selama penggunaan instrumen, dan desentisisasi area sensitif harus dilakukan dengan penggunaan instrumen secara berlanjut.

2.2 Histologi Sementum Komposisi organik sementum didominasi oleh kolagen tipe I, komponen berserat dari berbagai jaringan, di antara proteoglikan dan air. Komposisi mineralnya 45 sampai 50% dari volumenya dan tersusun sebagian besar oleh kalsium dan fosfat dalam bentuk hidroksiapatit.2 Komponen sementum dewasa:6 Matriks organik terdiri dari kerangka yang padat kolagen yang berikatan dengan gel seperti substansi ekstraseluler sekitar. Bagian mineral terbentuk dari kristal hidroksiapatit (kalsium dan fosfat). Tidak mengandung pembuluh darah ataupun saraf (hipersensitivitas permukaan akar terjadi ketika sementum hilang dari permukaan dentin. Dentin adalah bagian yang sensitif saat disikat atau disentuh instrumen kedokteran gigi. Karakteristik sementum:7 Membungkus dentin pada seluruh bagian akar dan gigi Kekuatan 40 KHN Ketebalan 15 sampai 60 m dan 150 sampai 200 m Warna kuning muda

Komposisi Kimia Anorganik Organik - 50% - 50%

Ada lima tipe sementum, yaitu berdasarkan waktu pembentukan, berdasarkan ada tidaknya sel dengan matriksnya, berdasarkan asal fiber berkolagen matriksnya, berdasarkan bahan pembentuk dan selnya, serta berdasarkan lokasi dan polanya.7 Berdasarkan waktu pembentukkan - sementum primer - sementum sekunder Berdasarkan ada tidaknya sel dengan matriknya - sementum seluler Ciri-cirinya:6 1. 2. Mengandung sementosit dengan jaringan mineralnya. Terbentuk setelah erupsi gigi dan kurang mengapur dari pada sementum aseluler. 3. 4. Ketebalan berkisar antara 150 sampai 200 m. Dibentuk oleh sedikit serat Sharphey.

- sementum aseluler Ciri-cirinya:6 1. 2. Tidak mengandung sementosit di dalam jaringan bermineralnya. Terbentuk pertama kali dan membungkus sekitar bagian ketiga servikal atau setengah dari akar. 3. Sementum aseluler baru tidak terbentuk selama gigi masih hidup (kondisi sehat) 4. Ketebalan sekitar 30 sampai 60 m. Hingga saat ini, penghilangan sementum secara sengaja merupakan perawatan sementum yang tidak terlindungi oleh migrasi apikal JE (Junctional Epitelium). Penghilangan sementum pada setengah mahkota akar harus dihindari; selama bertahun-tahun, pemakaian instrumen secara terus-menerus dapat menghilangkan seluruh sementum dan membuka dentin. Perlindungan terhadap sementum

adalah baik karena kehilangan sementum akan diikuti dengan terbukanya tubul dentin dan hilangnya perlekatan serat PDL dengan permukaan akar.

Sumber: http://neuromedia.neurobio.ucla.edu/campbell/toothan dgingiva/wp_images/159_cementums.gif

Berdasarkan asal fiber berkolagen matriksnya - fiber intrinsik yang disebabkan aktivitas sementoblas - fiber ekstrinsik yang disebabkan oleh penggabungan fiber ligamen periodontal

Macam-macam tipe sementum adalah:6 - sementum serabut intrinsik aseluler primer Ini adalah sementum yang pertama kali terbentuk dan telah ada sebelum serabut periodontium utama terbentuk sempurna. Jaringan ini meluas dari tepi servikal ke sepertiga akar gigi dan mengelilingi seluruh akar pada sejumlah gigi lainnya (insisif dan kaninus). Di daerah permukaan, sementum lebih termineralisasi dibandingkan di daerah dekat dentin dan mengandung kolagen yang awalnya dihasilkan oleh sementoblas dan kemudian oleh fibroblas. - sementum serabut ekstrinsik aseluler primer Ini adalah sementum yang terus-menerus terbentuk sekitar serabut periodontium primer setelah keduanya telah digabungkan ke dalam sementum serabut intrinsik aseluler primer. - sementum serabut intrinsik seluler sekunder Sementum ini memiliki penampilan seperti tulang dan hanya memainkan peran yang kecil dalam perlekatan serabut. Sementum ini lebih sering di bagian apeks akar premolar dan molar.

- sementum serabut campuran seluler sekunder Sementum ini adalah suatu tipe adaptif dari sementum seluler yang melibatkan serabut periodontium sambil terus berkembang. Distribusi dan perluasannya sangat bervariasi dan dan dapat dikenali oleh adanya inklusi sementosit, tampilannya yang berlapis-lapis, dan keberadaan sementoid di permukaannya. - sementum afibril aseluler Ini adalah sementum yang terdapat pada email yang tidak berperan dalam perlekatan serabut. Dua tipe sementum berdasarkan lokasi dan polanya - sementum intermediet

Sumber: Textbook of Dental and Oral Histology and Embryology with MCQs

Dinamakan sementum intermediet karena lokasinya berada di antara dentin dan (yang akan menjadi) sementum fibrilar (ditemukan pada bagian sementodentinal junction ) dari sementoblas yang berasal dari folikel atau kantung gigi. Dapat bersifat sebagai sementum maupun dentin.1,2
-

sementum campuran bertingkat sementum matriksnya.8 campuran bertingkat terbentuk dari fiber ekstrinsik (Sharpheys) dan intrinsik (kolagen) dan mengandung sel pada

2.3

Fungsi Sementum Fungsi yang paling utama dari sementum adalah:9 1. Menyediakan media perlekatan ke serat-serat kolagen dari ligamen periodontal. Dalam hypophosphatasia, yang merupakan penyakit

keturunan, terdapat kelonggaran dan kehilangan dini gigi sulung anterior. Hal ini karena hampir tidak ada kehilangan total dari sementum. 2. Sementum lebih keras daripada tulang alveolar dan tidak memiliki suplai darah, dan tidak menunjukkan resorpsi dibawah kekuatan pengunyahan atau ortodonti, integritas gigi dipertahankan dan tulang alveolar yang bersifat elastis secara alami mengalami perubahan bentukyang memenuhi persyaratan ortodotik. 3. Sementum memiliki aset endapan terus menerus dan melakukan patchwork atau perbaikan untuk kerusakan seperti fraktur atau resorpsi dari permukaan akar. 4. Deposisi sementum reguler pada puncak akar membantu untuk mengisi ketinggian gigi yang hilang karena pemakaian oklusal atau membantu dalam erupsi pasif gigi. 5. Pelindung dentin pada akar gigi.

2.4

Sementogenesis

Sumber: Textbook of Dental and Oral Histology and Embryology with MCQs

Sementogenesis merupakan proses pembentukan sementum. Selama pembentukan email, korona gigi di tutupi oleh epithelium dental, bagian basal epithelium ini merupakan kantong epithelial hertwig. Sebelum sementoblas terbentuk, sel-sel jaringan pengikat yang berkontak dengan permukaan gigi berdeferensiasi menjadi sementoblas. Sementoblas inilah yang akan

berdiferensiasi menjadi sementum. Pada proses deposisi sementum yang baru,

maka akan terbentuk suatu batas yang disebut reversal line, antara sementum yang baru dan lama.1

2.5

Kelainan Sementum Di bawah ini merupakan contoh dari kelainan sementum:1,2 1. Hipersementosis Hipersementosis merupakan penebalan dari sementum. Hipersementosis ini terlokalisasi pada satu gigi atau pada seluruh gigi geligi.

Sumber: Cementum, apical morphology and hypercementosis: a probable adaptive response of the periodontal support tissues and potential orthodontic implications

2. Sementoma Sementoma merupakan masa sementum yang biasanya terletak dibagian apical gigi, dapat melekat atau tidak melekat sama sekali. Dianggap sebagai salah satu neoplasma odontogenik, ataupun kelainan pembentukan pada waktu perkembangan. Sementoma ini banyak terdapat pada wanita daripada laki-laki dan lebih banyak terdapat di mandibula dari pada maksila.

DAFTAR PUSTAKA (1) Newman, M. G., H. H. Takei, P. R. Klokkevold. 2006. Carranza's Clinical Periodontal, Tenth edition. Elsevier : Missouri. (2) Alberto Consolaro, Renata B. Consolaro, Leda A. Francischone. Cementum, apical morphology and hypercementosis: a probable adaptive response of the periodontal support tissues and potential orthodontic implications. Jurnal. 2012. (3) Herbert Wolf, Edith Rateitschak-Pluss. Color Atlas of Dental Medicine: Periodontology. 2005. Germany: Thieme. h. 14. (4) Richard E. Walton, Mahmoud Torabinejad. Prinsip dan Praktik Ilmu Endodonsi (Edisi 3). Jakarta: EGC. 2008. h. 23-24. (5) Hiranya, M., dkk. 2010. Ilmu Pencegahan Penyakit Keras Dan Jaringan Pendukung Gig I. Jakarta : EGC.
(6) Jill S. Nield-Gehrig, Donald E. Willmann. Foundation of Periodontics four

the Dental Hygienist. 2007. USA: Lippincott Williams & Wilkins. h. 32-33. (7) Vijay Wadhwan. Practical Manual of Oral Anatomy and Histology. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publisher (P) Ltd. 2008. h. 8. (8) Chandra. Textbook of Dental and Oral Histology and Embryology with MCQs. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publisher (P) Ltd. 2007. h. 138138 (9) Blomm & Fawcett. 2002. Buku Ajar Histologi Edisi 12. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.