Anda di halaman 1dari 17

HERNIA DIAFRAGMATIKA

Oleh : Yuni Prilita Sari NIM. PO7224311040

Pengertian

1. Suatu benjolan/penonjolan isi perut ke rongga dada melalui lubang kongenital 2. Penonjolan usus melalui lubang abdomen atau lemahnya area dinding abdomen.

Etiologi/Penyebab

Pada hernia tipe Bockdalek, diafragma berkembang secara tidak wajar atau usus mungkin terperangkap di rongga dada pada saat diafragna berkembang.

Tanda Dan Gejala


1. Gangguan pernapasan kronis 2. Sianosis ( warna kulit kebiruan akibat kekurangan O2) 3. Takipneu ( Pernapasan yang cepat) 4. Asimetris pada bentuk dada 5. Takikardi ( denyut jantung yang cepat )

MANAJEMEN KEBIDANAN PADA Neonatus Cukup Bulan usia 2 hari dengan Hernia Diafragmatika

LANGKAH II INTERPRETASI DATA DASAR


DIAGNOSA Neonatus Cukup Bulan nY,K usia 2 hari dengan Hernia Diafragmatika DASAR DASAR DS : Bayi Ny.K rujukan dari RS. PKT Bontang lahir dengan SC. Saat lahir bayi menangis merintih serta sesak nafas. Bayi lahir tanggal 11-12-2012, dengan kehamilan cukup bulan DO : KU : Lemah Kesadaran : Samnolent N: 142x/menit T : 36, 50C RR : 98 x/menit BB : 3000 gram

Pemeriksaan fisik : Pada dada asimetris saat bernafas, terdengar bising usus di rongga dada sebelah kiri, tampak tarikan dinding dada. Pada abdomen teraba cekung, teraba kosong ( Skafoid ) Pemeriksaan penunjang : ECHO : Situs Solitus, dextropeksi ;Overidag AB + 50%; VSD +, ASD +. Hb : 11, 2 gr% Bilirubun Indirek : 8, 0 mg/dl Bilirubin Direk : 0,5 mg/dl Eritrosis : 3,25/uL Leukosit :18,7/uL Trombosit :178.000/uL Hematokrit : 35, 8 %

MASALAH Tidak ada

DASAR Tidak ada

LANGKAH III MENGIDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL DAN MENGANTISIPASI PENANGANAN

Sindrom Gagal Napas Data Dasar : RR : 98x/menit, sesak napas,tarikan dinding dada + Antisipasi : Pemberian O2

LANGKAH IV MENETAPKAN KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA

Lapor dr. mengenai kondisi klien dan hasil laboratorium

LANGKAH V MENYUSUN RENCANA ASUHAN YANG MENYELURUH


1. Observasi KU, kesadaran dan tanda-tanda vital tiap jam 2. Berikan oksigen dengan menggunakan headbox 3. Lapor dr. jaga mengenai kondisi klien saat ini 4. Observasi intake cairan klien 5. Observasi output cairan klien 6. Berikan injeksi sesuai advice dokter 7. Lakukan pengambilan darah 8. Berikan cairan lipofundin sesuai advice dokter. 9. Lakukan dokumentasi pada lembar observasi klien.

LANGKAH VI PELAKSANAAN LANGSUNG ASUHAN / IMPLEMENTASI


1. Mengobservasi keadaan umum klien, kesadaran, dan tanda-tanda vital tiap jam, melalui monitor yang telah terpasang, lalu mencatat hasil pada lembar kardeks yang telah tersedia. 2. Memberikan oksigen pada klien dengan menggunakan headbox , kecepatan aliran 6 liter/menit. 3. Melapor pada dokter jaga mengenai kondisi klien saat ini serta hasil laboratorium klien.

4. Mengobservasi intake cairan/infus cairan klien melalui infus pump yang telah terpasang, cairan yang diberikan adalah D10% 148 cc + 4 cc nabic/24 jam, dengan kecepatan 11 cc/ jam. 5. Mengobservasi output cairan yaitu cairan keluar dari selang OGT, Lalu BAB dan BAk pada diaper klien, kemudian ditimbang pada alat yang telah tersedia, dan selanjutnya hasil penimbangan dituliskan pada lembar kardeks. 6. Memberikan injeksi sesuai advice dokter yaitu cefotaxime dengan dosis 2x 150 mg, melalui jalur intravena. 7. Melakukan pengambilan dara sebanyak 1 cc untuk contoh darah dan pemeriksaan darah lengkap. 8. Memberikan cairan lipofundin sesuai advice dokter yaitu 30 cc melalui syringpump dengan kecepatan 11cc/jam. 9. Melakukan pendokumentasian atau pencatatan setelah melakukan tindakan pada lembar observasi klien dan status klien.

LANGKAH VII EVALUASI


Tanggal : 13-12-2012 Pukul : 21.00 - Keadaan umum lemah, kesadaran : somnolent, N = 136 x/menit, RR = 82x/menit, T. 36,50C. GCS : Eya = 2, Motorik = 5, Verbal = 3, total 10 - Oksigen telah diberikan dengan kecepatan 6 liter/menit. - Lapor dokter telah dilakukan , Hasil : - Persiapan Transfusi PRC 25 cc - Pre transfusi, diberi Lasix 2,8 mg - Post transfusi, Ca glukonas : 25 cc - Bayi puasa

- Intake cairan infus yang telah masuk sebanyak 104,5 cc


- Output cairan ; BAK = 75 cc; BAB = 5 cc; OGT= 8,5 cc warnah keruh kecoklatan - Jam 17.00 injeksi cefotaxime telah diberikan

Jam 18.oo cairan lipofundin telah diberikan dan dilakukan pengambilan darah. - hasil cek lab Darah : - HB= 15,9 gr % - Eritrosit = 4,64 /uL - Leokosit = 21.900 uL - Hematokrit = 47.8 % - Trombosit = 251.000 uL

PENDOKUMENTASIAN KEBIDANAN
S : Bayi Ny. K rujukan dari RS. PKT Bontang dengan persalinan SC, kehamilan cukup bulan. Bayi lahir tanggal 11-12-2012, saat lahir bayi menangis dan merintih , serta sesak nafas. O : Ku : Lemah, Kesadaran : somnolent, N = 142 x/menit; RR = 98 x/menit, T = 36,50C Pemeriksaan Fisik pada dada asimetris saat bernafas, tampak tarikan dinding (+), terdengar bising usus di rongga dada sebelah kiri. Abdomen tampak cekung, teraba kosong.

Pemeriksaan penunjang : ECHO : Situs Solitus, dextropeksi ;Overidag AB + 50%; VSD +, ASD +. Hb : 11, 2 gr% Bilirubun Indirek : 8, 0 mg/dl Bilirubin Direk : 0,5 mg/dl Eritrosis : 3,25/uL Leukosit :18,7/uL Trombosit :178.000/uL Hematokrit : 35, 8 %

A : Neonatus Cukup Bulan usia 2 hari dengan Hernia Diafragmatika P : 1. Observasi KU, kesadaran dan tanda-tanda vital tiap jam 2. Berikan oksigen dengan menggunakan headbox 3. Lapor dr. jaga mengenai kondisi klien saat ini 4. Observasi intake cairan klien 5. Observasi output cairan klien 6. Berikan injeksi sesuai advice dokter 7. Lakukan pengambilan darah 8. Berikan cairan lipofundin sesuai advice dokter. 9. Lakukan dokumentasi pada lembar observasi klien.