Anda di halaman 1dari 42

DAFTAR LAMPIRAN

No.
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21.

Jenis Lampiran
Daftar Kebutuhan Peralatan Praktikum Daftar Kebutuhan Bahan Umum Dan Bahan Khusus Praktikum Daftar Kebutuhan Prasarana Laboratorium Daftar Inventaris Perabotan Laboratorium Buku Inventaris Alat & Bahan Laboratorim Buku Panduan Pengelolaan Laboratorium IPA Program Tahunan Laboratorium IPA Format / Blangko Kartu Stok Format Formulir Permintaan Alat Dan Bahan Kartu Reparasi Kartu Alat / Bahan Yang Rusak Daftar Alat Dan Bahan Sesuai Dengan LKS Label Alat Buku Catatan Harian Kegiatan Laboratorium Buku Prosedur Operasi (Pos) Kerja Di Laboratorium Daftar Hadir Rapat Koordinasi Diawal Kegiatan Program Semester Kegiatan Praktikum Tata Tertib Penggunaan Laboratorium IPA Jadwal Kegiatan Laboratorium Buku Petunjuk Penyimpanan Alat Dan Bahan Laboratorium Laporan Kegiatan Laboratorium

Hal

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No. 26 Tahun 2008 tentang standar Tenaga Laboratorium Sekolah / Madrasah dijadikan acuan bagi pengembangan kompetensi Kepala Laboratorium. Dengan standar tersebut diharapkan seluruh kepala Laboratorium IPA di Indonesia memiliki kompetensi yang layak sebagai kepala laboratorium. Lebih lanjut permediknas NO. 26 tahun 2008 menyatakan, seorang kepala laboratorium harus memenuhi empat dimensi kompetensi yaitu kompetensi kepribadian,sosial,managerial, dan professional.Dimensi kompetensi kepribadian dan sosial merupakan dimensi kompetensi generik untuk semua tenaga laboratorium, sedangkan dimensi kompetensi managerial dan kompetensi professional adalah karakteristik untuk kepala laboratorium. Kemampuan kepala Laboratorium dalam mengarahkan, memberdayakan, menggerakkan,dan mengembangkan sumber daya laboratorium IPA bergangtung kepada kompetensi magerial seorang Kepala Laboratorium. Kegiatan tatap muka (in servis-1) merupakan modal awal untuk menjalani praktek lapangan on the job learning selama kurang lebih 3 minggu. Dengan OJL peserta diklat dapat memperaktekkan bagaimana membuat pengadministrasian laboratorium IPA sebagaimana layaknya dan sesuai dengan standar pengelolaan. B. Tujuan Kegiatan On The Job Learning bertujuan untuk menerapkan mata diklat yang diperoleh calon kepala laboratorium pada In Servis Learning 1 dalam mengelola laboratorium berkaitan dengan fungsi meneger, yaitu perancanaan, penataan, administrasi, pengamanan, perawatan dan pengawasan. C. Kompetensi Sasaran Hasil yang diharapkan dalam OLJ ini adalah: 1. Calon Kepala Laboratorium IPA dapat meningkatkan kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengelolaan serta pendayagunaan laboratoriun dan peralatan secara maksimal. 2. Calon Kepala Laboratorium IPA dapat menerapkan sistem administrasi laboratorium sesuai dengan standar pengelolaan. 3. Calon Kepala Laboratorium IPA dapat meningkatkan kualitas serta profesionalisme dalam mengelola laboratorium sekolah.

BAB II PELAKSANAAN KOMPETENSI MANAJERIAL A. Kerajinan Sistem Manajerial di Laboratorium Laboratorium memegang peranan penting sebagai pusat kegiatan praktikum bagi siswa. Pengalolaan laboratorium berkaitan dengan pengelolaan dan penggunaan, fasilitas laboratorium ( bangunan peralatan laboratorium, bahan-bahan kimia dan sebagainya), serta aktifitas yang dilaksanakan di laboratorium membutuhkan keahlian khusus baik yang bersifat teknis maupun manajerial dalam rangka menjaga dan mengembangkan fungsi dan peranan laboratorium. Laboratorium pada lembaga pendidikan tidak hanya turut bertanggung jawab dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesi saja, melainkan juga harus mampu menghasilkan berbagai produk sains. Laboratorium juga merupakan tempat untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru. Sampai saat ini laboratorium ideal hanya dinyatakan secara fisik dan kelengkapannya serta proporsi antara alat dengan pemakai serta kualitas alat. Sementara dalam pengelolaannya belum profesional.Setiap komponen alat laboratorium memiliki masa susut dan potensi kerusakan. Tanpa adanaya maintenance yang baik akan mempersingkat umur dan daya guna alat.Demikian pula tanpa pengelolaan yang baik, laboratorium hanya sebatas kumpulan alat yang teratur namun tidang fungsional. Pengalolaan Laboratorium IPA idealnya ditangani oleh beberapa elemen. Tentu saja kelengkapan SDM pengelolaan lab.IPA di sekolah pada kenyataannya harus menyasuaikannya dengan ketersediaan SDM. Tulisan akan mengupas kondisi ideal terlebih dahulu. Gambar berikut menyajikan struktur organisasi laboratorium. Gambar 1. Struktur Organisasi Laboratorium Sekolah

Kepala Sekolah

Kepala Laboratorium

Guru Mata Pelajaran Fisika

Guru Mata Pelajaran Biologi

Teknis/ laboran

a). Kepala Sekolah a. Memberitugas kepada personil-personil yang menjadi tanggung jawabnya. b. Menegaskan program kerja laboratorium dan mendisposisikan program yang dapat di laksanakan dan tidak dapat dilaksanakan dengan memberikan masukan dan pertimbangan terhadap program yang diajukan. c. Memberika bimbingan, motifasi, dan pemantauan dan efaluasi kinerja kepala labortorium, guru mata pelajaran dan laporan d. Membantu pengalokasian dana oprasional untuk kegiatan laboratorium sesuai dengan program kerja yang telah di susun. b). kepala laboratorium Kepala laboratorium berwenang dan bertanggung jawab untuk merencanakan melaksanakan, mengembangkan, mengevaluasi dan menindak lanjuti seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan laboratorium IPA. Tugas Pokok Kepala Laboratorium: 1. Perencanaan dan pengembangan lab a. Menyusun rencana pengembangan lab b. Merencanakan penggunaan lab c. Mengembangkan administrasi lab d. Menyusun prosedur operasional standar ( POS ) kerja lab yang terintegrasi dengan kesehatan dan keselamatan kerja serta penanganan bahan berbahaya dan beracun. 2. Pengelolaan kegiatan lab a. Menkoordinasikan kegiatan praktikum dengan guru mata pelajaran IPA untuk menyusun buku pedoman pelaksanaan praktikum ataupun membuat publikasi karya ilmiah. b. Menyusun jadwal kegiatan lab c. Membantu pelaksanaan kegiatan lab d. Mengefaluasi kegiatan lab e. Menyusun laporan kegiatan lab 3. Pembagian tugas teknisi dan laporan lab a. Merumuskan rincian tugas teknisi dalam laporan b. Menentukan jadwal kerja teknisi dan laporan c. Mengsupervisi teknisi dan laporan d. Membuat laporan secara pridik tiap semester 4. Memantau sarana dan prasarana lab a. Memantau kondisi dan keamanan bahan serta alt lab b. Memantau kondisi keamanan bangunan lab c. Mendisain ruangan lab d. Mengusulkan kepada kepala sekolah untuk pengadaan alat dan behan praktek 5. Mengefaluasi kinerja teknisi dan laboran dalam kegiatan lab a. Menilai kinerja teknisi dan laboran

b. Menilai hasil kerja teknisi dan laporan c. Menilai kegiatan lab d. Mengefaluasi program lab untuk perbaikan selanjutnya c). Guru Mata Pelajaran Berwenang dan bertanggung jawab secara teknisi dalam pemanfaatan peralatan lab. 1. Merencanakan pemanfaatan lab sekolah a. Membuat daftar dan merencanakan kebutuhan bahan peralatan dan suku cadang lab. b. Memanfaatkan kata log sebagai acuan dalam merencanakan bahaan, peralatan, suku cadang lab. 2. Mengatur penyimpanan bahan, peralatan perkakas dan suku cadang lab a. Mencatat bahan, peralatan, dan fasilitas lab dengan memanfaatkan peralatan teknologi informasi dan komunikasi. b. Mengatur tata letak bahan, peralatan dan fasilitas lab IPA. 3. Menyiapkan penuntun kegiatan praktikum . 4. Berkordinasi dengan laboran untuk menyiapkan paket bahan dan rangkaian peralatan yang siap pakai untuk kegiatan praktikum. 5. Bersama laboran mengkordinir penataan ruang lab IPA berdasarkan desain yang dibuat kepala lab d). Teknisi dan Laboran Mengacu pada standar kompetensinya, tupoksi teknisi laboratorium adalah: 1. Membantu pendidik dalam menyusun kebutuhan alat dan bahan serta pengadaannya untuk kegiatan praktik; 2. Menjamin agar semua peralatan yang diperlukan untuk kegiatan praktik telah tersedia dan siap pakai; 3. Membuat bahan dasar menjadi bahan siap pakai untuk praktik peserta didik dan pendidik. 4. Mendokumentasikan alat,bahan,fasilitas dan kegiatan laboratorium. 5. Menyiapkan sarana kesehatan dan keselamatan kerja dilaboratorium. 6. Menangani pertolongan pertama pada kescelakaan(P3K) dilaboratorium. 7. Merencanakan program perbaikan peralatan laboratorium. 8. Memperbaiki kerusakan peralatan laboratorium. 9. Merancang dan membuat peralatan praktik sederhana. 10. Menangani limbah praktik laboratorium. 11. Menyusun manual penggunaan alat,serta 12. Membuat laporan semester dan tahunan kebutuhan,penggunaan peralatan dan bahan praktik. Sementara itu tupoksi laboran adalah sebagai berikut : 1. Menjaga keamanan ruang dan peralatan laboratorium 2. Melayani penggunaan ruang,kebutuhan peralatan dan bahan praktik peserta didik dan pendidik. 3. Menginventarisasi dan mendokumentasikan semua peralatan,bahan,dokumen termasuk petunjuk penggunaan alat dan fasilitas laboratorium. 4. Mendeteksi dan memperbaiki peralatan laboratorium dengan kerusakan ringan.

5. 6. 7. 8.

Menjaga kebersihan alat dan lingkungan laboratorium. Menyimpan dan memelihara alat dan bahan praktik. Menangani limbah laboratorium sesuai dengan prosedur keselamatan dan kesehatan. Membuat laporan kerusakan peralatan laboratorium dan mengusulkan program perbaikannnya,serta 9. Membuat laporan semester dan tahunan kebutuhan,penggunaan peralatan dan bahan praktik. Manajemen laboratorium adalah bagian dari manajemen pendidikan.Menurut Campbell (1994) manajemen pendidikan adalah manajemen kelembagaan yang bertujuan menunjang perkembangan dan penyelenggaraan pengajaran dan pembelajaran.Oleh karena itu manajemen pendidikan tidak lain daripada penerapan hasil pikiran rasional untuk mengorganisasikan kegiatan yang menunjang pembelajaran.Penerapannya menghasilkan pengetahuan manajemen yang mengkaji dan meneliti prinsip-prinsip dasar yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai karena manajemen harus mencapai tujuannya dengan memilih berbagai kemungkinan sebagai pengaruh kebijakan atau politik.Manajemen selalu meletakkan kepribadian atau kepedulian terhadap unsur manusia didalamnya. Pengelolaan laboratorium IPA yang baik,menunjang proses pembelajaran IPA sejalan dengan pendapat Christoper Day (2002) efektivitas pembelajaran salah satunya dipengaruhi oleh fasilitas yang dimiliki sekolah.Laboratorium merupakan salah satu fasilitas yang harus dimiliki sekolah guna menunjang proses pembelajaran IPA.Pengelolaan laboratorium yang baik diharapkan mampu memenuhi kebutuhan siswa. Laboratorium IPA merupakan tempat yang penting demi keberlangsungan pembelajaran IPA,terutama berkaitan dengan materi yang membutuhkan pendekatan inkuiri.Pada saat ini keberadaan laboratorium ini menjadi hal yang sangat penting terutama bagi guru IPA di SMP Negeri 14 Bulukumba.Berbeda dengan SMA yang laboratoriumnya memiliki struktur yang jelas dan mempunyai petugas khusus yang senantiasa mengatur administrasi dan manajemen laboratorium. B.Upaya Penataan Sistem Manajerial Laboratorium 1.Merencanakan kegiatan dan pengembangan laboratorium. a.Menyusun rencana pengembangan Laboratorium.

1.Menyusun kebutuhan peralatan praktikum.

PEMERINTAH KABUPATEN BULUKUMBA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA SMP NEGERI 14 BULUKUMBA Jl.Pendidikan No.15 Jawi-Jawi Kec.Bulukumpa Kab.Bulukumba

LABORATORIUM IPA
KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM IPA PADA KEGIATAN PRAKTIKUM KELAS IX

Kebutuhan untuk Tahun 2013

Semester Genap

NO 1 2

URAIAN PRASARANA Perabotan Meja Kursi

JUMLAH

20 Buah 25 Buah

Peralatan Mikroskop Gakvanometer

10 Buah 5 Buah

Bahan Habis Pakai Serbuk Besi

1 Botol

Diusulkan Tanggal

10 Januari 2013

Kepala laboratorium IPA

Nirmawati,S.Pd
NIP.19780805 200212 2 009

2.Menyusun kebutuhan bahan umum dan khusus untuk praktikum.


PEMERINTAH KABUPATEN BULUKUMBA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA SMP NEGERI 14 BULUKUMBA Jl.Pendidikan No.15 Jawi-Jawi Kec.Bulukumpa Kab.Bulukumba

LABORATORIUM IPA
KEBUTUHAN BAHAN LABORATORIUM IPA

Kebutuhan untuk Tahun 2013

Semester Genap

NO 1 2 3 4 5 6 7 8

Jenis Peralatan Spiritus Alkohol Aquades Air Raksa Methyl Blue Methyl Red Vaseline HCl

jumlah 2 Botol 2 Botol 2 Botol 500 Ml 1 Botol 1 Botol 1 Bungkus 1 Botol

Diusulkan Tanggal

10 Januari

2013

Kepala laboratorium IPA

Nirmawati,S.Pd
NIP.19780805 200212 2 009

3.Menyusun kebutuhan prasarana laboratorium

4.Menginventarisasi sarana prasarana laboratorium Inventaris perabotan laboratorium IPA


PEMERINTAH KABUPATEN BULUKUMBA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA SMP NEGERI 14 BULUKUMBA Jl.Pendidikan No.15 Jawi-Jawi Kec.Bulukumpa Kab.Bulukumba

LABORATORIUM IPA
INVENTARIS PERABOTAN LABORATORIUM IPA

Tahun 2013 No 1 2 3 4 5 Jenis Perabotan Meja Zat Bangku Lemari Zat Lemari Alat

Kepala Laboratorium Nirmawati,S.Pd


NIP.19780805 200212 2 009

Jumlah 5 30 5 5

Kondisi(a,b,c,d,e) a a b c

Keterangan: a.kondisi baik d.Tidak layak pakai

b.Kurang baik e.Perlu dibenahi

c.Jumlah tidak mencukupi

INVENTARIS PERALATAN LABORATORIUM IPA(terlampir) b.Merencanakan pengelolaan laboratorium. 1.Membuat buku panduan pengelolaan laboratorium (terlampir) 2.Menyusun program tahunan pengelolaan laboratorium (terlampir) c.Mengembangkan sistem administrasi laboratorium 1.Menyiapkan lembar/blangko administrasi laboratorium (terlampir) 2.Melaksanakan administrasi alboratorium berdasarkan format/blangko yang telah disiapkan d.Menyusun Prosedur Operasi Standar kerja di laboratorium (terlampir) 2.Menelola kegiatan Laboratorium a.Mengkoordinasikan kegiatan praktikum dengan Guru 1.rapat koordinasi dengan guru IPA(Daftar hadir dan hasil rapat terlampir)

2.Menyusun program semester (terlampir) 3.Menysun tat tertib penggunaan laboratorium (terlampir)

b.Menyusun jadwal kegiatan laboratorium

JADWAL KEGIATAN PRAKTIKUM IPA SMP NEGERI 14 BULUKUMBA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012-2013 Jam Hari Ke Guru 1 2 3 4 5 6 7 Senin
VII a VII a VII e VII c VII c VII d VII d VII e
VIII a VIII a VIII a

Selasa

Rabu
VIII b VIIIb

Kamis
IXA IXA IXB IXB

Jumat

Sabtu
IXE IXE

IXD IXD IXF IXF

Keterangan: 1.Nirmawati,S.Pd 2.Nurbaya,S.Pd 3.Hj.Hudaya,S.pd 4.Sahabuddin,S.Pd 5.Hudaya B,A,Md.pd

c.Memantau pelaksanaan kegiatan laboratorium. d.Memantau kondisi dan keamanan alat/bahan laboratorium(menyusun petunjuk penyimpanan alat dan bahan praktikum) (terlampir) e.Mengevaluasi kegiatan laboratorium f.Menyusun laporan kegiatan laboratorium (terlampir) 3.Merumuskan tugas teknisi dan laboran laboratorium sekolah a.Tugas teknisi laboratorium 1.Membantu pendidik dalam menyusun kebutuhan alat dan bahan serta pengadaannya untuk kegiatan praktik. 2.Menjamin agar semua peralatan yang diperlukan untuk kegiatan praktik telah tersedia dan siap dipakai. 3.Membuat bahan dasar menjadi bahan siap untuk praktik peserta didik dan pendidik. 4.Mendokumentasikan alat,bahan fasilitas dan kegiatan laboratorium. 5.Menyiapkan sarana kesehatan dan keselamatan kerja dilaboratorium. 6.Menangani pertolongan pertama pada kescelakaan(P3K) dilaboratorium. 7.Merencanakan program perbaikan peralatan laboratorium. 8.Memperbaiki kerusakan peralatan laboratorium. 9.Merancang dan membuat peralatan praktik sederhana. 10.Menangani limbah praktik laboratorium.

11.Menyusun manual penggunaan alat,serta 12.Membuat laporan semester dan tahunan kebutuhan,penggunaan peralatan dan bahan praktik. b.Tugas laboran 1.Menjaga keamanan ruang dan peralatan laboratorium 2.Melayani penggunaan ruang,kebutuhan peralatan dan bahan praktik peserta didik dan pendidik. 3.Menginventarisasi dan mendokumentasikan semua peralatan,bahan dokumen termasuk petunjuk penggunaan alat dan fasilitas laboratorium. 4.Mendeteksi dan memperbaiki peralatan laboratorium dengan kerusakan ringan. 5.Menjaga kebersihan alat dan lingkungan laboratorium. 6.Menyimpan dan memelihara alat dan bahan praktik. 7.Menangani limbah laboratorium sesuai dengan prosedur keselamatan dan kesehatan. 8.Membuat laporan kerusakan peralatan laboratorium dan mengusulkan program perbaikannnya,serta 9.Membuat laporan semester dan tahunan kebutuhan,penggunaan peralatan dan bahan praktik.

4.Memantau sarana dan prasarana laboratorium sekolah a.Memantau kondisi dan keamanan bahan serta alat laboratorium. b.Memantau kondisi dan keamanan bangunan laboratorium c.Membuat laporan bulanan dan tahunan tentang kondisi dan pemanfaatan laboratorium.

BAB III PELAKSANAAN KOMPETENSI PROPESIONAL A.Kajian Tentang Penanganan Secara Propesional di Laboratorium Kerja laboratorium tentunya melibatkan aktivitas penggunaan alat-alat laboratorium,bahan-bahan fisik,kimiawi,biologis serta prosedur kerja yang beraneka ragam.Rangkaian kerja laboratorium berpotensi munculnya resiko kecelakaan kerja yang dapat memberi dampak bagi kesehatan dan keselamatan diri siswa,baik secara fisik ,mental dan sosial.Hal ini memberi konsekuensi bagi upaya pencegahan dan penanganan resiko atau dampak keselamatan dan kesehatan kerja yang harus dipikirkan dan diperhatikan Guru IPA Kepala laborotarium dan laboran,sebagai penanggung jawab kegiatan laboratorium,guna pencegahan timbulnya gangguan kesehatan sekaligus mempertahankan keselamatan semua pihak yang terlibat dalam aktivitas laboratorium khususnya siswa.Semakin tinggi intensitas dan ragam kerja laboratorium,maka makin tinggi pula resiko kecelakaan lkerja yang mungkin dapat terjadi. Ada tiga faktor penting yang sangat mempengaruhi bagaimana situasi kerja dilaboratorium dapat terbentuk.Secara internal kesadaran dan pemahaman siswa terhadap dirinya sendiri memegang peran vital bagi persiapan dan proses kerja laboratorium.Hal ini menyangkut kemampuan kerja laboran yang bisa mereka lakukan,latar belakang kesehatan serta ketahanan kondisi baik fisik maupun mental.Faktor kedua yaitu faktor eksternal baik aspek fisik tempat kerja (laboratorium) seperti kondisi bangunan ,ketersediaan meja dan kursi dan suasana,maupun aspek sosial yang bersumber dari orang (siswa) lain.,akan berpengaruh bagi bentuk interaksi yang terjadi antara keduanya.Pemahaman dan pengkondisian yang baik akan faktor internal,eksternal dan proses interaksi ini dapat memberi dampak bagi kondisi keselamatan dan kesehatann kerja. Keamanan adalah faktor yang seharusnya menjadi perhatian yang paling besar dalam kegiatan laboratorium,tetapi umunya yang selama ini terjadi adalah justru kebalikannya.Pengelolaan (manajemen) resiko keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium IPAtidak sekedar menyangkut aspek teknis persiapan pelaksanaan dan aktiviataspasca kegiatan laboratorium ,namun yang juga penting adalah kesadaran dan pemahaman perihal kesiapan mental psikologis,potensi resiko dan penanganannya. Prinsip promotif-persuasip ,preventif,perlindungan dan penanganan secara tepat dan terpadu perlu diperhatikan guru,siswa dan laboran dalam melaksanakan aktivitas kerja laboratorium.Menangani resiko kecelakaan kerja perlu dilakukan secara tenang dan diupayakan penciptaan kondisi nyaman,melalui identifikasi resikoatau bahaya,pengurangan mental resiko secara mental-psikologis ,pemberian tindakan secara tepat dan pemberian tindakan tindak lanjut.Lebih dari itu persiapan pengembangan dan evaluasi berkala sistem manajemen resiko keselamatan dan kesehatan kerja dilaboratorium perlu dilakukan demi tercapainya situasi belajar yang nyaman dan menjamin keselamatan semua yang terlibat di aktivitas laboratorium. B.Upaya penataan secara propesional Laboratorium 1.Menyusun Prosedur Operasi Standar (POS) Panduan Pelaksanaan Praktikum. Prosedur ini dibuat untuk kegiatan praktikum IPA di SMP Negeri 14 Bulukumba

Prosedur Pelaksanaan Praktikum adalah sebagai berikut: a.Sebelum Praktek 1.Kepala laboratorium mengeck kesiapan dan kelayakan alat yang akan digunakan satu pekan sebelum kegiatan praktikum dimulai. 2.Kepala laboratorium dan guru mata pelajaran mengecek kesiapan LKS yang akan digunakan untuk kegiatan praktikum. 3.Laboran menyerahkan daftar bon alat kepada siswa untuk diisi alat apa yang akan dipinjajam. 4.Laboran menyerahkan alat kepada ketua dan anggota kelompok siswa. 5.Ketua kelompok bersama guru mata pelajaran bersama-sama mengecek kelayakan alat yang dipinjam,jika terjadi ketidak layakan alat akan dikembalikan kepada laboran dan dicatat dalam buku kerusakan alat. 6.Guru mata pelajaran harus mengisi Berita Acara Praktikum yang diketahui oleh Kepala Laboratorium sebelum melakukan praktikum. b.Selama Praktek 1.Siswa tidak diperkenankan membawa tas masuk ke dalam laboratorium. 2.Siswa harus mengisi buku daftar hadir yang telah disiapkan mulai jam praktik sampai selesainya praktik. 3.Guru menjelaskan cara penggunaan alat kepada siswa baik yang standar maupun yang dipinjam sesuai dengan fungsinya. 4.Siswa menggunakan alat sesuai dengan fungsi dan petunjuk praktik dan diamati oleh guru mata pelajaran. c.Setelah praktik 1.Siswa membersihkan alat yang telah digunakan dan mengembalikannya kepada laboran. 2.Laboran memeriksa kelayakan alat jika rusak/hilang maka laboran menctat sebagi alat yang ditinggalkan yang harus diganti oleh peminjam. d.Lain-lain 1.Sebelum menggunakan alat-alat praktikum,siswa harus memahami petunjuk penggunaan alat itu sesuai dengan petunjuk penggunaan yang telah disampaikan oleh guru mata pelajaran. 2.Siswa harus memperhatikan dan mematuhi peringatan yang biasa tertera pada alat. 3.Siswa harus memahami fungsi dan peruntukan alat alat praktikum dan menggunakan alat-alat tersebut hanya untuk aktivitas yang sesuai dengan fungsi dan peruntukannya. 4.Seluruh peralatan praktikum yang digunakan harus dipastikan aman dari benda/logam tajam,api/panas yang berlebih atau yang lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan alat tersebut. 5.Tidak melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan kotor,coretan,goresan atau lainnya pada badan alat-alat praktikum yang digunakan. 2.Menetapkan Ketentuan mengenai Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3) Upaya kesehatan dan keselamatan kerja laboratorium melingkupi pengelolaan sebelum aktivitas kerja (pre-activity) saat kegiatan (in doing process) sampai dengan penanganan resiko(risk talking action).Ruang lingkup ini menjadi tanggung jawab guru,kepala laboratorium dan laboran sekolah secara bersama.Meski tidak sedikit sederhana dan berpotensi menambah

beban pekerjaan namun tanggung jawab moral bagi terciptanya situasi atau lingkungan belajar yang nyaman dan memberi jaminan keselamatan bagi siswa adalah tujuan utama.

a.Hal-hal mendasar Pra-Kerja Hal-hal mendasar yang perlu diperhatikan sebagai persiapan kerja adalah: 1.Adanya kesepakatan (kontrak) tentang keselamatan bnersama antara guru,siswa dan bila memungkinkan orang tua.dalam hal ini upayakan keterlibatan siswa dalam menyususn atau membuat aturan,prosedur dan rencana tindakan darurat. 2.Sosialisasi prosedur keselamatan dan kebijakan regulasi lainnya melalui model atau poster 3.mengenal baik keberadaan sistem keamanan dan keselamatan kerja di sekolah seperti jalur evakuasi/penyelamatan letak pemadam api/kebakaran.intalasi air dan lain-lain. 4.Pengetahuan keberadaan tempat-tempat pelindungan,catatan atau peringatan penting termasuk kontak darurat (polisi,Rumah sakit,Dokter ,pemadam kebakaran dll). 5.Pastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam kegiatan praktik di laboratorium terlindungi dari resiko kecelakaan seperti panas,bahan kimia,proyektil logam,debu alergik parasit dan lain-lain. 6.Perhitungkan ukuran atau jumlah siswa(dalam kelompok) yang terlibat dalam aktivitas laboratorium secara proporsional.Hal ini juga perlu mempertimbangkan kapasitas ruang laboratorium dan sarana pendukung seperti meja,kursi atau alat-alat laboratorium. 7.Pastikan ada larangan untuk tidak makan dan minum didalam laboratorium(terlebih ketika kegiatan pengamatan,percobaanatau investigasi sedang berlangsung) 8.Jangan menyimpan bahan-bahan kimia dan biologis(termasuk spesimen)didalam lemari penyimpan/lemari es yang sama dengan penyimpan makanan. 9.Pastikan siswa memahami larangan minum menggunakan gelas/plastik yang digunakan untuk kegiatan praktikum. 10.Beri label(penanda) peralatan-peralatan dan bahan-bahan kimia termasuk informasi tentang kandungan dan resiko-resikonya. 11.Simpan bahan-bahan kimia ditempat yang sesuai. 12.Pastikan siswa memahami bahwa bahan-bahan kimia tidak bisa dicampur hanya untuk bersenang-senang.hal serupa juga berlaku untuk peralatan listrik atau yang menggunakan aliran listrik. 13 .Hati-hati dalam penggunaan ekstensi kabel upayakan untuk tidak menggunakannya. 14.Pahami resiko bahaya baik dari bahan atau perangkat sebelum memulai aktivitas.Guru hendaknya melakukan preparasi sebelum siswa melaksanakan kegiatan laboratorium,Selain itu juga lakukan pemeriksaan petunjuk keamanan kimia atau toksitas. 15.Pastikan alat-alat dan perangkat laboratorium dalam keadaan baik sebelum digunakan. 16.Pastikan ketersediaan perangkat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) untuk penanganan awal darurat. 17.Upayakan memeriksa kesehatan atau identifikasi kelainan kesehatan seperti alergi,epilepsi Dll. 18.Perhatikan pakaian dan penampilan seperti rambut panjang,sepatu atau sandal dan pakaian,selain itu pergunakan alat-alat pelindung tubuh. 19.Pahami dan coba prosedur atau prinsip kerja berbagai alat termasuk pengetahuan tentang kandungan zat bahan dan penanganannya. b.Hal-hal pencegahan Kecelakaan saat Kerja 1.Awasi siswa dengan seksama selama kegiatan laboratorium>Strategi atau pendekatan pola

pengawasan bisa diatur dalam kesepakatan atau kontrak belajar,Uppayakan pola pendekatan yang dilakukan utamanya melalui pendekatan psiko-emosional. 2.Pastikan bahwa semua siswa telah membaca dan memahami prosedur kerja kegiatan/percobaan yang harus dilakukan. 3.Pastikan bahwa tangan siswa dan bagian tubuh lainnya dalam keadaan kering sebelum menyambungkan perangkat berlistrik. 4.Cegah kontaminasi dengan tidak mengembalikan sisa bahan kimia kedalam tempat semula. 5.Pastikan limbah atau sampah khususnya limbah B3,terbuang dengan aman sesuai dengan klasifikasinya. 6.Penanganan segera segala bentuk kecelakaan. 7.Matikan gas dan peralatan listrik lainnya setelah selesai kegiatan. 8.Pastikan segera mencuci tangan atau bagian tubuh yang lain setelah melakukan kegiatan. 9.Ingatkan ssiwa untuk mengembalikan kondisi laboratorium pada kondisi bersih dan nyaman kembali. 10.Pastikan semua manajemen kerja laboratorium diselesaikan secara baik,termasuk kebutuhan higien laboratorium dan diri siswa. c.Penanganan/Pertolongan Pertama Kecelakaan Kerja. Pertolongan Pertama(First-Aid) merupakan penanganan segera terhadap kecelakaan untuk mencegah resiko bahaya yang lebih parah/besar baik fisik maupun mental terhadap si korban melalui tindakan medis mendasar.Pada dasarnya tindakan medis dasar ini bisa diupayakan untuk dilakukan oleh orang awam.Hal-hal yang perlu dilakukan untuk memberi tindakan pertolongan pertama adalah: 1.Bersikap tenang,tidak panik dan berpikir jernih untuk menciptakan kondisi tenang dan nyaman untuk si korban dan oirang lain. 2.Melakukan identifikasi bahaya dan seleksi penanganan secara jernih melalui analisa gejala-gejala yang ada serta jenis obat dan penanganan yang tepat. 3.Memberikan bantuan penanganan sesegera mungkin secara tepat dan refresentatif termasuk menghubungi tenaga medis yang lebuh berkompoten untuk penanganan yang lebih baik atau segera mengirimkan korban ke rumah sakit.Secara spesifik tindakan penanganan terhadap kecelakaan dapat dilakukan untuk kasus-kasus kontaminasi bahan kimia,kebakaran atau luka karena infeksi. 4.Kontaminasi bahan kimia pada mata atau kulit. Segera basuh mata dengan air jernih yang mengalir minimal 15 menit atau sampai gejala resiko berkurang jangan gunakan obat yang tidak diyakini pengaruh klinisnya sampai tenaga medik menangani. 5.Kebakaran yang mengenai kulit Bila minor,basuh dengan kapas basah dan beri krim pelembab pencegah iritasi.Bila mayor jangan basuh dengan air tetapi langsung lilit dengan kasa kering dan upayakan korban tetap dalam keadaan hangat untuk menghindari syok.Bila kerbakaran terjadi pada baju kerja atau material lain,segera padamkan api dengan kain/selimut basah,busa pemadam atau air pancuran I 6.Luka atau infeksi Jika luka minor dan darah mengucur gunakan sarung tangan non-alergik untuk mengendalikan pendarahan.Sekiranya ada luka yang terbuka bersihkan dengan alkohol dan tutup dengan krim dan perban. 3.Menerapkan prosedur penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Penyimpanan bahan-bahan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kecepatan pemakaiannya,jumlahnya diupayakan sedikit mungkin. Cara-cara penyimpanan bahan kimia ini disesuaikan dengan sifat-sifat bahayanya seperti dibawah ini: 1.Bahan-bahan kimia yang mudah meledak (eksplosif) dapat disimpan ditempat (bangunan) Yang terisolir dari bangunan-bangunan lainnnya dilengkapi dengan pintu tahan api. 2.Bahan-bahan kimia yang mudah menguap dan terbakar disimpan ditempat yang jauh dari sumber api. 3.Bahan-bahan yang mudah menguap dan bertekanan tinggi harus dilindungi dari cahaya matahari .Ventilasi udara dalam ruangan harus baik. 4.Bahan-bahan oksidator jangan ditempatkan bersana dengan bahan-bahan yang mudah terbakar (bahan organik dan perediksi) Ventilasi udara dalam ruangan harus baik. 5.Bahan-bahan korosif disimpan ditempat yang kering ,suhunya rendah namun tidak dibawah titik bekunya. 6.Bahan kimia yang mudah bereaksi dengan air,disimpan ditempat yang jauh dari sumber air. 7.Bahan kimia yang bila disimpan ditempat yang sama dapat menimbulkan reaksi yang merugikan (panas yang tinggi ,zat baru yang bersipat racun) 8.Bahan-bahan kimia yang mudah terurai membentuk racun apabila berhubungan dengan panas,air atau asam tidak diperkenankan disimpan berdekatan dengan bahan-bahan kimia yang mudah menyala/menguap.Suhu ruangan harus rendah dan kering. Selain cara-cara diatas ada faktor-faktor lain yang harus diperhatikan oleh petugas didalam laboratorium antara lain: a.Ruangan bekerja berventilasi baik,jika memindahkan bahan kimia pekat atau mengencerkan sebaiknya dikerjakan dalam lemari asam. b.Bila terjadi tumpahan asam pekat hendaklah dinetralkan dulu dengan basa (soda kapur) baru diencerkan dengan air,bila tumpahan dalam jumlah besar disiapkan pemadam kebakaran (imam Khasani 1994) c.Botol-botol harus berlabel tidak bocor dan selalu tertutup.Kalau diperlukan petugas harus menggunakan alat-alat perlindungan personil seperti masker,sarung tangan dan kacamata pengaman.Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) harus selalu tersedia.

BAB IV PENUTUP A.Kesimpulan 1.Laboratorium IPA harus dirancang dan dibangun dengan memenuhi kriteria baku yang mempertimbangkan unsur kesehatan,keamanan,peraturan-peraturan yang bertujuan agar laboratorium dapat memberi manfaat secra optimal dengan mengeliminasi resiko secara minimal dengan manajemen yang sesuai dengan standar pengelolaan laboratorium dalam hal perencanaan,pengorganisasian,pelaksanaan dan pengawasan. 2.Pengelolaan (manajemen) resiko keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium IPA tidak sekedar menyangkut aspek teknispersiapan pelaksanaan,dan aktivitas pasca kegiatan laboratorium namun yang juga penting adalah kesadaran dan pemahaman perihal kesiapan mental psikologis potensi resiko dan penanganannya. B.Saran-saran Dengan telah disusunnya On The Job Learning ini diharapkan kepada seluruh Kepala Laboratorium mampu mengimplementasikannya sehingga fungsi dari Laboratorium IPA dapat secepat mungkin terwujud dan diharapkan pula,lampiran-lampiran ini dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan setiap kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium IPA

DAFTAR PUSTAKA Ersam Taslim(2006) Peningkatan Propesionalisme penanggung jawab Laboratorium.Makalah disajikan pada Lokakarya Perancangan Praktikum yang relevan KBK Fakultas Eksacta di FPMIPA UNLAM Banjar Masin 10 Agustus 2006. Di Unduh pada tanggal 24 Januari 2013 Kemendiknas (2010),Materi ajar Pengembangan Kompetensi Manajemen dan Organisasi di Laboratorium Kimia. Subiantoro, Agung (2011) Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Sains,Materi yang disampaikan pada Pelatihan Pengelolaan Laboratorium Sains Sekolah Bagi guru-guru sains SMP/MTs Kabupaten Temanggung di FPMIPA UNY,Oktober 2011. Diunduh pada Tanggal 23 Januari 2013

LAMPIRAN LAMPIRAN 1.Daftar Kebutuhan Peralatan Praktikum

2.Daftar Kebutuhan Bahan Umum dan Bahan Khusus Praktikum

3.Daftar Kebutuhan Prasarana Laboratorium

4.Daftar Inventaris Perabotan Laboratorium

5. Buku Inventaris Alat dan Bahan Laboratorium

6.Buku Panduan Pengelolaan Laboratorium IPA

7.Program Tahunan Laboratorium IPA

8.Format /Blangko Kartu Stok

9.Format Formulir Permintaan Alat dan Bahan Praktikum

Formulir Permintaan Alat/Bahan


A B. C. Nama Guru. Mata Pelajaran SK/KD/Materi : : :

D.

Jenis Alat/Bahan

E. F. G.

Tempat Praktikum/Demonstrasi Hari/Tanggal Penggunaan Jam

:Lab./Kelas.. : .. :Ke..Pagi

Bulukumpa:

2013

Nirmawati,S.Pd
NIP.19780805 200212 2 009

10.Kartu Reparasi

11.Kartu Alat/Bahan yang rusak

12.Daftar Alat dan Bahan sesuai dengan LKS

13.Label Alat

14.Buku Catatan Harian Kegiatan Laboratorium

15.Buku Prosedur Operasi Standar (POS) Kerja di Laboratorium

16.Daftar Hadir Rapat Koordinasi di Awal Kegiatan

17.Program Semester Kegiatan Praktikum

18.Tata Tertib Penggunaan Laboratorium IPA

19.Jadwal Kegiatan Laboratorium

15.Buku Petunjuk Penyimpanan Alat dan Bahan Laboratorium

21.Laporan Kegiatan Laboratorium