P. 1
contoh jurnal refleksi

contoh jurnal refleksi

|Views: 2,729|Likes:
Dipublikasikan oleh Pei Sian
jurnal refleksi
jurnal refleksi

More info:

Published by: Pei Sian on Feb 23, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/08/2014

pdf

text

original

Unit 2C - Penilaian

UNIT 3 Jurnal Reflektif

USAID DBE3 Relevant Education for Youth

115

diharapkan guru dapat meningkatkan kemampuan berefleksi tentang proses dan hasil belajar mengajar di kelas. • Menggunakan Jurnal Refleksi sebagai salah satu sarana pengembangan profesionalisme guru. Pada waktu diminta berefleksi dan menuliskan hasil refleksinya. Sarana yang dapat membantu guru melakukan refleksi adalah Jurnal Reflektif. tidak mengulangi kesalahan yang sama. akan dapat menemukan kelebihan dan kelemahan proses belajar mengajar mereka. USAID DBE3 Relevant Education for Youth 117 . Dengan mempelajari cara refleksi dan mempraktikkannya selama dan sesudah pelatihan. Tujuan dan Hasil Belajar Diakhir kegiatan ini peserta mampu: • Membedakan tulisan dalam Jurnal yang deskriptif dan reflektif.Unit 3 . • Melakukan refleksi tentang proses pembelajaran yang dialami selama pelatihan dan menuliskannya dalam Jurnal Reflektif. merenungkan dan menganalisis apa saja yang dilakukannya dan pengaruhnya pada pembelajaran murid. Dalam unit 1 ini guru akan berlatih berefleksi dan menuliskan hasil refleksi mereka dalam Jurnal Reflektif. banyak guru yang hanya mendeskripsikan apa yang terjadi dan menilai peristiwa-peristiwa pada kulitnya saja. Guru yang dapat berefleksi. dan mencari jalan keluar untuk memecahkan kelemahan mengajar yang ditemukannya dan masalah belajar yang dihadapi siswanya.Jurnal Reflektif Unit 3 Jurnal Reflektif Pendahuluan Kemampuan merefleksikan pelaksanaan belajar mengajar sehari-hari di kelas merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dikembangkan guru. Guru akan terbantu untuk meneruskan dan memperbaharui hal-hal yang sudah baik. Jurnal Reflektif merupakan kumpulan catatan perenungan dan analisis guru tentang proses belajar mengajar sehari-hari di kelas serta rencana tindak lanjut untuk hal-hal yang ditemukan dalam perenungannya.

4. 3. 6. 4. Proyektor LCD Laptop atau personal computer untuk presentasi Layar proyektor LCD Fasilitator harus tetap siap dengan persiapan alternatif apabila peralatan yang diharapkan tidak tersedia. 5. Sumber dan Bahan 1. 2. 3. namun peserta duduk berdasarkan kelompok mata pelajaran.2 3 potongan kertas pendek untuk tiap peserta (untuk menulis YA atau TIDAK) Waktu Waktu yang digunakan untuk unit ini adalah 90 menit. satu untuk setiap peserta untuk menuliskan jurnal reflektif mereka Kertas plano Spidol Tayangan handout 2. 118 USAID DBE3 Relevant Education for Youth . ICT 1.Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna .Paket Pelatihan 3 Pertanyaan Kunci Apakah yang harus ada dalam Jurnal Reflektif guru supaya Jurnal Reflektif tersebut bermanfaat bagi perbaikan proses belajar mengajar guru? Petunjuk Umum Kegiatan dilaksanakan secara pleno.1 dan 2. 2. Buku tulis.

Unit 3 . di MGMP. Extension • Curah pendapat tentang pengembangan profesionalisme guru Curah pendapat tentang kegiatan refleksi • • Membahas diagram siklus refleksi Membedakan jurnal reflektif dari yang deskriptif Menulis jurnal belajar Mendiskusikan jurnal yang ditulis Memperbaiki jurnal • • • • • • Menulis jurnal reflektif di akhir kegiatan pelatihan setiap hari dan setelah kembali ke sekolah Membahas kemungkinan siswa menulis Jurnal Refleksi secara infomal selama pelatihan.Jurnal Reflektif 5. Perincian Langkah-langkah Kegiatan Introduction (10 menit) (1) Peserta duduk berdasarkan mata pelajaran. tujuan sesi. dan pertanyaan kunci yang sebaiknya USAID DBE3 Relevant Education for Youth 119 . 6. di sekolah. (2) Fasilitator menjelaskan latar belakang. Scanner LCD yang berprojector Energizer Ringkasan Sesi Introduction 10 menit Menjelaskan latar belakang dan tujuan sesi Connection 15 menit Application 60 menit Reflection 5 menit Peserta menilai diri sendiri seberapa jauh tujuan unit ini tercapai dan pertanyaan kunci terjawab.

. Kolom catatan biasanya lebih sering kosong. jumlahTIDAK < YA = merugi) 2) Fasilitator memberikan pertanyaan selanjutnya. Hal ini akan sangat berguna sebagai masukan ketika guru menyusun dan melaksanakan ulang RPP tersebut. Fasilitator kemudian meminta kelompok menyimpulkan apakah mereka termasuk orang-orang yang beruntung atau merugi dalam hidupnya. kepribadian sebagai pendidik? Peserta menjawab dengan jujur YA atau TIDAK sebanyak 3 kali secara individual tanpa diskusi. Sejak pertama mengajar hingga saat ini. (kesimpulan: jumlah YA>TIDAK = beruntung. apakah anda telah berkembang menjadi guru yang semakin baik atau profesional dari segi: 1. a. catatan reflektif tersebut bisa juga dilampirkan pada RPP yang telah lewat sehingga setiap RPP yang telah digunakan memiliki catatan proses pelaksanaannya. Tujuan dan pertanyaan kunci membimbing peserta mengevaluasi diri pada akhir sesi untuk mengetahui apakah mereka telah bisa mencapai tujuan sesi. kelas. yaitu berisi hari/tanggal mengajar. Kertas pendek kemudian dikumpulkan di tengah meja kelompok dan dihitung jumlah ’YA’ dan ’TIDAKNYA’ nya. Kegiatan-kegiatan apa sajakah yang telah dilakukan guru sehingga mereka bisa berkembang menjadi guru yang lebih baik atau profesional? 120 USAID DBE3 Relevant Education for Youth . Jawaban ditulis di potongan kertas pendek tanpa nama. RPP menjadi lebih bagus dan pelaksanaan proses belajar mengajar lebih efektif karena guru telah belajar dari kelebihan dan kekurangan proses yang telah lewat.. 3. yaitu: b. Kemudian Jumlah ’YA’ dibandingkan dengan jumlah ’TIDAK’.Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna . Catatan untuk Fasilitator Banyak guru yang telah menulis Jurnal Mengajar atau Agenda Kelas. 2. dan catatan. Jurnal Mengajar atau Agenda Kelas selama ini lebih bersifat administratif. penguasaan bidang studi. Catatan yang reflektif akan menjadi pembimbing guru untuk bisa mengajar lebih baik dan tidak mengulang kesalahan yang sama. uraian kegiatan. jam ke.Paket Pelatihan 3 diingat peserta selama mengikuti sesi ini. Jurnal Mengajar atau Agenda Kelas tersebut bisa dibuat lebih inspiratif dengan cara menuliskan refleksi guru pada kolom catatan. 1 Connection (15 menit) 1) Fasilitator memulai diskusi dengan mengajak peserta menjawab pertanyaan berikut.. kemampuan mengajar. ketidakhadiran siswa. Atau.

Application (60 menit) 1. (alternatif jawaban: berpikir. 2 3) Fasilitator menyampaikan bahwa pada sesi ini peserta akan belajar melakukan kegiatan yang bisa dilakukan secara pribadi yang bisa membantu guru menjadi lebih profesional. Fasilitator bertanya: 4) • Apa yang dilakukan seorang guru ketika dia melakukan refleksi? Peserta melakukan curah pendapat. seminar. USAID DBE3 Relevant Education for Youth 121 . b. Memperkenalkan Siklus Refleksi (15 menit) a. Fasilitator menyampaikan bahwa beberapa jurnal yang telah ditulis guru kebanyakan masih berupa deskripsi perisiwa saja.Jurnal Reflektif Fasilitator membimbing guru curah pendapat singkat tentang kegiatan-kegiatan yang bisa membuat mereka berkembang lebih profesional (lihat catatan 2). yaitu kegiatan refleksi. memikirkan dengan sungguh-sungguh suatu peristiwa. dan lokakarya. merenung. menulis karya ilmiah. bergantian mengamati dan diamati ketika mengajar.1 yang berisi diagram siklus refleksi dan meminta peserta untuk membandingkannya dengan ide yang muncul pada curah gagasan kemudian menndiskusikannya.Wakil kelompok menyampaikan hal-hal yang sebaiknya dilakukan seorang guru ketika melakukan refleksi (lihat catatan 3). mempertanyakan. korespondensi dengan pakar dan sejawat. melakukan studi banding. mengikuti pelatihan. dsb). melakukan penelitian tindakan kelas. dan yang lain). lesson study. banyak membaca bacaan yang bermanfaat. Catatan untuk Fasilitator Beberapa kegiatan yang bisa menjadi sarana bagi guru untuk mengembangkan diri adalah mengikuti kegiatan MGMP. Fasilitator menyampaikan bahwa pada dasarnya refleksi berkaitan dengan kegiatan merenung. menganalisis berbagai kemungkinan. Fasilitator membagikan handout 3.Unit 3 . Kumpulan catatan hasil refleksi bisa disebut sebagai Jurnal Reflektif. mengevaluasi kebermanfaatannya . Jurnal yang bermanfaat bagi perkembangan profesionalisme guru adalah jurnal yang mengandung unsur refleksi. bercermin secara lahir dan batin. mengamati. melaksanakan refleksi terhadap tindak pembelajarannya. dan merencanakan tindak lanjut untuk perbaikan. berdiskusi dengan sejawat.

bermanfaat/tidak bermanfaat? Menganalisis untuk memahami mengapa peristiwa tersebut terjadi. Fasilitator membagikan notebook / buku tulis dan meminta peserta menulis jurnal reflektif atas pengalaman belajar mereka pada UNIT 2C. mengikuti kegiatan MGMP. 3. Yang disebut peristiwa misalnya adalah mengikuti kegiatan pelatihan. 122 USAID DBE3 Relevant Education for Youth . Setelah berpasangan. b. sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar. sebagian bersifat deskriptif dan yang lain lebih reflektif. c. analisis penyebab. menemukan. dll. Fasilitator menyampaikan bahwa yang penting dari jurnal reflektif adalah adanya evaluasi kebermanfaatan/kelemahan-kelebihan. Fasilitator meminta setiap wakil kelompok untuk menyampaikan kesimpulannya. peserta diminta membaca. kelompok menyimpulkan jurnal manakah yang lebih reflektif yang memberikan inspirasi perbaikan pembelajaran. Secara berpasangan.2) • • • 2. dan rencana ke depan karena orientasi jurnal reflektif adalah semakin meningkatnya kemampuan guru saat ini dan esok.Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna . murid-murid malas tidak mau belajar. dan merencanakan suatu tindak lanjut untuk perbaikan. mengungkapkan perasaan atau pikiran guru tentang peristiwa yang dialami mengevaluasi peristiwa tersebut: apakah peristiwa tersebut merupakan hal yang baik/buruk. (Lihat handout 3. murid-murid antusias mengikuti pembelajaran. Membahas contoh refleksi (15 menit) a. Fasilitator meminta peserta untuk menggunakan siklus refleksi untuk menilai contoh-contoh tersebut. Fasilitator menayangkan/membagikan “contoh jurnal belajar”. Fasilitator meminta peserta mengingat status mereka sebagai peserta dalam pelatihan dan menggunakan diagram siklus refleksi sebagai panduan menulis. mencoba tehnik mengajar baru. Praktik menulis refleksi di Jurnal Reflektif (15 menit) a. menyimpulkan apakah yang seharusnya atau sebaiknya dilakukan kalau peristiwa tersebut terjadi lagi. b.Paket Pelatihan 3 Catatan untuk Fasilitator Apakah yang dilakukan seorang guru ketika berefleksi? Alternatif jawaban: 3 • mendeskripsikan peristiwa yang dialami. dan membahas perbedaan di antara contoh jurnal tersebut dengan menemukan kata/frase/ kalimat yang menunjukkan berpikir reflektif.

Unit 3 . Pesan Utama Jurnal reflektif dapat menjadi sumber inspirasi untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Sharing Jurnal Reflektif (15 menit) a. Fasilitator menayangkan salah satu contoh refleksi yang dibuat peserta dan mengkaji tingkat reflektifnya berdasarkan siklus refleksi (untuk penguatan) d. Fasilitator meminta peserta memperbaiki bagian jurnal (aspek analisis). b. c. Reflection (5 menit) Fasilitator menayangkan tujuan dan pertanyaan kunci sesi ini dan meminta peserta mengevaluasi diri untuk mengukur seberapa jauh mereka telah mencapai tujuan sesi. setiap hari di akhir pelatihan peserta menuliskan refleksinya atas proses belajar yang mereka alami dikaitkan dengan status mereka sebagi guru yang selalu belajar untuk menjadi lebih baik. Fasilitator meminta peserta untuk saling mengembalikan jurnal Reflektif kepada pemiliknya dan pemilik memperbaiki jurnal berdasarkan masukan teman. Peserta membahas di antara mereka (di MGMP atau secara informal pada jam-jam istirahat selama pelatihan) kemungkinan penerapan Jurnal Reflektif untuk para siswa dan manfaat yang bisa dimunculkan dari penerapan itu. Selama pelatihan.Jurnal Reflektif 4. USAID DBE3 Relevant Education for Youth 123 . Fasilitator meminta peserta saling bertukar jurnal dan membahas apakah Jurnal yang dibaca sudah reflektif berdasar atas siklus refleksi. 2. Pada dasarnya penulisan jurnal reflektif yang dilakukan secara teratur akan meningkatkan mutu proses pembelajaran dan sekaligus profesionalisme mereka . Extension 1.

Kesimpulan Apa yang seharusnya dilakukan/sebaiknya dilakukan? 4. Evaluasi Apa yang baik/tidak baik.1 Siklus Refleksi 1. Deskripsi Deskripsikan apa yang terjadi/apa yang anda lihat/apa yang anda alami/apa yang anda lakukan.Paket Pelatihan 3 Handout Peserta 3. bermanfaat/tidak bermanfaat dari peristiwa/ pengalaman tersebut? 124 USAID DBE3 Relevant Education for Youth . Rasa dan Pikiran Apa yang anda rasakan/ pikirkan sehubungan dengan yang anda alami? 5. Rencana ke depan Kalau mengalami/melakukan lagi. 6. apa yang akan dilakukan? 2.Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna . Analisis Apa yang anda pahami dari peristiwa/pengalaman itu? Mis: Mengapa hanya beberapa anak yang aktif bekerja dalam kerja kelompok? 3.

Contoh 1: Juni 2009 Aku memfasilitasi kegiatan whole school training sesi 1 dengan peserta 60 orang yang terdiri atas 5 kelompok dari 4 sekolah mitra beserta KS. Ada beberapa hal yang mestinya bisa dilaksanakan lebih maksimal. anak-anak 4" lumayan aktif. Kenapa mereka tidak paham perintah USAID DBE3 Relevant Education for Youth 125 . Tapi aku belum merasa puas. Tapi. Aku kurang bisa bergerak leluasa terutama ketika mendampingi peserta dalam berdiskusi karena jarak kursi yang terlalu dekat. (Catatan refleksi seorang guru yang juga menjadi fasilitator pelatihan) Contoh 2: 23 Maret 2009 Yang menarik dalam pelajaran ini adalah adanya tukar pendapat dan argumentasi karena peserta saling bisa berlatih mengungkapkan gagasan/idenya serta berlatih menggunakan argumentasi yang masuk akal kepada peserta lain. Setelah saya dekati ternyata mereka tidak paham bahwa nanti mereka harus menerangkan pada kelompok asalnya sendiri-sendiri dan itu dinilai. Besok pagi aku berharap tempat pelatihan betul bisa pindah ke ruang aula. (Catatan refleksi seorang peserta pelatihan) Contoh 3: 15 Juni 09 Hari ini saya terapkan Jigsaw. dan ketua MGMP. Begitu tahu itu mereka kaget lalu mau ikut berdiskusi dan membaca bab yang didiskusikan. Bagus. Peserta sangat antusias dan aktif mengikuti sesi. pengawas. Manakah dari beberapa contoh berikut yang reflektif yang memberikan inspirasi bagi yang menulis untuk berkembang menjadi guru/ fasilitator yang lebih baik.Unit 3 .Jurnal Reflektif Handout Peserta 3. Jadi yang pasif itu karena tidak mengira akan harus menerangkan pada temannya nanti.2 Berikut ini adalah contoh refleksi dari beberapa guru. Kalau diam saja kan mereka bisa ketinggalan. beberapa yang lain kurang sekali partisipasinya dalam diskusi kelompok ahli. Besok aku akan ajak teman-teman menata ruang sedemikian rupa supaya fasilitator bisa bergerak lebih leluasa dan bisa mendampingi peserta dalam kerja kelompok dengan lebih intensif. Terbukti mereka luar biasa aktif mereaksi yel-yel dan menjawab pertanyaan individual dan kelompok. Akibatnya aku tidak bisa betul-betul mengetahui mutu pekerjaan peserta. yaitu penataan ruang dan pengelolaan waktu. Di samping itu juga ada hal-hal baru yang dapat kita terima.

Muter-muter kesana kemari dulu. Akan saya lihat apakah itu bisa membuat tiap anak aktif. Kalau tidak enak-enakan saja mereka seperti tadi. lain kali coba saya bikin saja poster atau carta alur kerja jigsaw yang bisa saya pakai berulang kali kalau saya menerapkan jigsaw. Itu berarti saya harus tetapi merancang tugas individu untuk tiap kegiatan kelompok. meskipun peserta adalah pejabat..Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna . Selain itu sepertinya kalau dalam diskusi kelompok anak-anak harus diberi beban pribadi. Selain itu handout 5. Akibatnya diskusi tidak langsung fokus.Paket Pelatihan 3 saya untuk kegiatan jigsaw? Memang agak rumit.) Contoh 4: Pelatihan berjalan lancar. (Catatan refleksi guru yang juga seorang pelatih) 126 USAID DBE3 Relevant Education for Youth . tapi saya merasa cukup jelas menerangkan alur kerja jigsaw. (Catatan refleksi seorang guru setelah menggunakan pembelajaran kelompok model jigsaw. Semua kegiatan pelatihan terutama pengisian hand out dan pemajangan hasil kerja dilaksanakan sesuai dengan skenario pelatihan.1. Sayang. Oke. tentang bedah kasus KS tidak jelas. Jadi dalam diskusi kelompok tetap harus ada tugas pribadi. tidak semua sekolah mitra dihadiri KSnya. Apa karena perintah saya sampaikan secara lisan saja? Mungkin.

Saya tahu kata bu guru pokoknya nulis ciri-ciri binatang. Yang diterangkan banyak lagi. dengan adanya tradisi menulis Jurnal Refleksi siswa akan terbiasa menuangkan pikiran dan perasaannya secara tertulis. past tense. Bingung ah. dengan menulis jurnal refleksi. besarnya. Kebiasaan menulis Jurnal Refleksi oleh siswa (biasa disebut sebagai Jurnal Belajar) memiliki beberapa manfaat. apa yang belum dan seharusnya masih perlu dia ketahui serta merencanakan langkah-langkah untuk mendapatkan apa yang seharusnya dia ketahui.Jurnal Reflektif Bacaan Tambahan Jurnal Reflektif oleh Siswa Jurnal Reflektif adalah semacam buku catatan yang digunakan oleh para siswa untuk menuangkan pendapat / perasaan mereka tentang proses belajar tentang suatu hal (misalnya: perumpamaan. Warnanya. dengan membaca Jurnal Refleksi siswa. Dapat kata-katanya itu dari mana. gur (wali kelas. Ketika membaca refleksi siswa ini guru bisa memberikan bantuan yang tepat. siswa tidak sekedar larut dalam kebingungannya tapi juga mencoba mencari sebab mengapa dia bingung dan jalan keluar apa yang bisa dia usahakan atau pertolongan apa yang dia butuhkan dan kemana atau kepada siapa dia bisa meminta tolong. Sulit. USAID DBE3 Relevant Education for Youth 127 . Pertama. Ketika merasa bingung. dll. dan juga guru BK). Dengan demikian kemampuan menulis siswa mendapatkan sarana untuk berkembang secara alami. Ketiga. Saya juga akan minta contoh. Tapi dapat kata-katanya dari mana.Unit 3 . Saya akan minta Bu Diah menerangkan lagi dalam bahasa Indonesia. Bu guru sudah menerangkan tapi saya tetep ndak ngerti karena Bu Diah bicara terlalu banyak bhs. berat jenis. berapa kakinya. Kedua. Saya tidak betul-betul ngerti bagaimana sih menulis teks deskripsi. siswa belajar mengevaluasi proses belajar yang sedang dia alami. cocok dengan keadaan riil siswa. misalnya. Sebagai pendidik yang baik guru perlu lebih banyak memahami siswanya dengan baik dengan cara mengamati dan mendengarkan siswa. dll). Pengetahuan guru tentang siswa akan membimbing guru menghasilkan pembelajaran yang lebih tepat sasaran. guru mapel. bisa lebih memahami pikiran dan perasaan siswa tentang proses belajar yang diikutinya. Contoh: Minggu ini saya belajar tentang teks deskripsi. Inggrisnya dan cepaaaat sekali. Jurnal Refleksi membantu siswa mengidentifikasi apa yang sudah dia ketahui / pahami. serta membaca perasaan dan proses berpikir siswa seperti yang tertuang dalam Jurnal Refleksi siswa.

Pertanyaan Refleksi apa yang bisa diberikan? Para guru bisa merancang sendiri pertanyaan-pertanyaan yang bisa mendorong siswa untuk merenungkan proses belajar mereka. 5. Wali kelas membaca Jurnal Refleksi dan memberikan tanggapan terhadap isinya.Paket Pelatihan 3 Mengelola Jurnal Reflektif Siswa Kapankah siswa menulis Jurnal Refleksi? Apakah setiap saat selesai pembelajaran setiap mapel? Ataukah setiap minggu untuk setiap mapel? Hal ini bisa dibicarakan dalam rapat guru mapel. Siswa tidak perlu menulis untuk setiap mapel kecuali kalau semua guru mapel dan siswa setuju. motivasi. guru BK. dan KS. Pertanyaan bisa diubah-ubah sesuai dengan kondisi dan situasi setempat. guru bisa mencoba untuk meminta siswa menulis Jurnal Refleksi seminggu sekali. Apakah Jurnal Reflektif diberi nilai? Apresiasi atau penghargaan yang paling tepat atas Jurnal Refleksi siswa adalah dalam bentuk tanggapan-tanggapan tulus guru yang ditulis di Jurnal Refleksi siswa. Tanggapan dilandasi niat untuk memotivasi.Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna . dorongan untuk lebih giat atau tindak lanjut nyata yang bisa membantu siswa mendapatkan jalan keluar atas masalah yang dia tuliskan. Namun. misalnya dalam bentuk pujian. dan lain-lain. seminggu) ini? Apa saja yang telah kamu pahami? Apa yang telah bisa kamu lakukan dengan baik? Seandainya kamu diminta melakukan lagi. 2. 4. 3. dan memberikan layanan pendidikan terbaik. membantu mencari jalan keluar. 1. Sebagai langkah awal. Hal apa yang masih membingungkan? Kira-kira mengapa kamu masih bingung? Apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi kebingungan itu? Bantuan apa yang kamu perlukan? 128 USAID DBE3 Relevant Education for Youth . dan kalau perlu menyampaikan permasalahan pembelajaran siswa pada guru yang relevan. Berikut ini hanyalah beberapa contoh yang bisa dikembangkan lebih lanjut. sebaiknya Jurnal Refleksi tidak menjadi sesuatu yang membebani. Bagaimana pendapatmu atau perasaanmu tentang proses belajar hari ini (atau. kira-kira bagaimana kamu akan melakukannya? (pertanyaan diberikan setelah siswa melakukan suatu kinerja tertentu.

Unit 3 .Jurnal Reflektif Presentasi Unit 3 USAID DBE3 Relevant Education for Youth 129 .

Paket Pelatihan 3 130 USAID DBE3 Relevant Education for Youth .Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna .

Jurnal Reflektif USAID DBE3 Relevant Education for Youth 131 .Unit 3 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->