Anda di halaman 1dari 30

CASE REPORT : OTITIS MEDIA AKUT

Ledya Lusi Crista Simanjuntak

Anatomi Telinga

DEFINISI

Peradangan pada sebagian atau seluruh dari selaput permukaan telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid.

Akut

3 minggu

Subakut Otitis Media Kronis

3-8 minggu

2 bulan 3x/6 bulan, atau 4x/tahun, ada periode sembuh sempurna

Rekuren

Patofisiologi

Faringitis Rinitis Tonsilitis

Edem Mukosa

Tekanan cavum timpani (-)

Supurasi
Permeabilitas Transudasi serosa Gangguan drainase

Menekan membran timpani Iskemi kapiler nekrosis

ISPA

Tuba Oklusi

Perforasi

Gejala

Penurunan pendengaran Demam Telinga terasa penuh / nyeri belakang telinga otorrhea

Tanda klinis

Stadium oklusi tuba Eustachius


Retraksi membran tympani Membran tympany tampak pucat

Stadium hiperemis
Membran tympany hiperemis Sekret eksudat serusa yang sukar dilihat

Stadium supurasi
Bulging membran tympani Nadi dan suhu meningkat Nyeri telinga bertambah berat, rewel

Tanda klinis cont.

Stadium perforasi
Ruptur

membran tympany Discharge Nadi dan suhu menurun Nyeri berkurang

Stadium resolusi
Sekret

bekurang dan semakin kering

TERAPI

Stadium Tuba Oklusi


Dekongestan Efedrin HCL 0,5%(<12 Th), 1%(>12 Th) Antibiotik

Stadium Hiperemis

Dekongestan Analgetik Kortikosteroid Antibiotik minimal 7 hari.


Ampisilin 50-100 mg/kg BB/hari 4 dosis Amoksisilin 40mg/kg BB/hari 3 dosis Eritromisin 40 mg/kg BB/ hari

TERAPI cont.

Stadium Supurasi

Antibiotik Miringotomi

Stadium Perforasi obat cuci telinga H2O2 3% selama 3-5 hari Antibiotik adekuat

Stadium resolusi

Antibiotika 3 minggu bila tidak ada perbaikan membrane timpani, secret dan perforasi.

TERAPI cont.

Pengobatan anak-anak yang cenderung mengalami OMA:


Medis Pemberian antibiotic dosis rendah dalam jangka waktu hingga 3 bulan. Pembedahan

Pemasangan tuba ventilasi Untuk mengeluarkan secret Miringotomi Gagal profilaksis secara medis / Alergi Antibiotik

Antibiotik

First line therapy


Amoxicillin cotrimoxazole

40-50 mg/kg/hari (3 dosis)

Second line therapy


Amoxicillin clavulanate dosis) Ceftriaxone ciprofloxacin

90 + 6,4 mg/kg/hari (2

Third line therapy


Clindamycin Eritromycin Azitromycin

30-40 mg/kg/hari (3 dosis)

KASUS

Identitas

Nama Umur Jenis Kelamin Alamat No. MR Tanggal

: An. R : 6 tahun : perempuan : Plumpang : 77 86 95 : 16 Januari 2013

Anamnesis

Keluhan Utama Keluar cairan putih dari telinga kiri Keluhan Tambahan Nyeri telinga, pendengaran berkurang Riwayat Perjalanan Penyakit 2 hari SMRS tiba-tiba keluar cairan dari telinga kiri pasien. Cairan tersebut berwarna putih kekuningan, kental dan tidak berbau. Keluhan dialami pasien saat sedang menonton. Pasien hanya menggunakan cotton bud untuk membersihkan liang telinganya dan tidak memberikan obat apapun juga. Pasien juga mengaku batuk pilek berulang sudah 1 minggu disertai demam, selain itu pasien juga merasa telinganya sakit dan pendengarannya berkurang pada telinga kiri. Kemudian 2 hari yang lalu setelah keluar cairan dari telinganya, demam turun dan telinga tidak sakit lagi. Namun pendengaran masih berkurang

Anamnesis con.

Riwayat Penyakit Terdahulu Pasien tidak pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya
Riwayat Sakit Dalam Keluarga Dalam keluarga tidak ada yang pernah mengalami penyakit yang sama dengan pasien Riwayat Alergi Pasien tidak pernah mempunyai riwayat alergi

Pemeriksaan

Telinga
Kanan
Normotia Tidak ada kelainan, Fistula (-), Abses (-) Tidak ada kelainan, Fistula (-), Abses (-)

Telinga Luar
Daun Telinga

Kiri
Normotia Tidak ada kelainan, Fistula (-), Abses (-) Tidak ada kelainan, Fistula (-), Abses (-)

Preaurikuler

Infraaurikuler

Tidak ada kelainan, Fistula (-), Abses (-)

Retroaurikuler

Tidak ada kelainan, Fistula (-), Abses (-)

Kanan
Lapang Merah Muda (-) (+)

Liang Telinga
Lapang/ Sempit Warna Sekret Serumen

Kiri
Lapang Merah Muda (+) Kental keputihan (+)

Tidak ada kelainan

Sekret putih, kental tak berbau

Kanan
intak Putih keabuan seperti mutiara (+) arah jam 5

Membran Timpani
Utuh Warna Reflek Cahaya

Kiri
Perforasi (+) sentral hiperemis (-)

Tidak ada kelainan

Perforasi sentral

Uji pendengaran
Rinne Weber Schwabach Audiogram

Kanan
+

Kiri
-

Lateralisasi ke kiri Sama Dengan Pemeriksa Memanjang

Tidak Dilakukan

Hidung
Kanan
Tidak Ada Kelainan Hiperemi Edem, Hiperemi Edem, Hiperemi Tidak Ada Kelainan Tidak Ada Kelainan Ditengah Tidak Ada Kelainan Polip -

Rinoskopi Anterior
Vestibulum Nasi Mukosa Konka Inferior Konka Media Meatus Inferior Meatus Media Septum Nasi Sekret Massa

Kiri
Tidak Ada Kelainan Hiperemi Edem, Hiperemi Edem, Hiperemi Tidak Ada Kelainan Tidak Ada Kelainan Ditengah Tidak Ada Kelainan Polip -

Kanan
Tidak dilakukan

Rinoskopi Posterior
Khoana

Kiri
Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Mukosa

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Muara Tuba Eustachius


Massa

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Transiluminasi : Tidak ada kelainan Mulut


Gigi

: tidak ada kelainan Gusi : tidak ada kelainan Lidah : tidak ada kelainan Saliva : tidak ada kelainan

Leher
Kelenjar

Limfoid Kelainan Lain

: tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

Tenggorok

Faring

Mukosa Uvula Arkus Faring Tonsil


: merah muda : ditengah : tidak ada kelainan


: merah muda : T1-T1 : (-) : (-) : (-) : (-) : (-)

Mukosa Ukuran Kripta Detritus Perlekatan Sikatrik Peritonsil

Laring (Laringoskopi Indirek) Tidak dilakukan

Diagnosa Kerja

AS Otitis Media Akut Stadium Perforasi + Rhinitis

Tata Laksana

Medikamentosa:
Amoxcillin 40-50 mg/kg/hari dibagi dalam 3 dosis Obat cuci telinga H2O2 3% selama 3-5 hari Dekongestan Kortikosteroid Mukolitik

Edukasi
Telinga

jangan kemasukan air Pasien dipulangkan dan diminta kontrol 7 hari lagi