PENGARUH PERSEPSI MUTU PELAYANAN KEBIDANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KEBIDANAN DI RSUD Dr. H.

SOEMARNO SOSROATMODJO BULUNGAN KALIMANTAN TIMUR

TESIS
Untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat sarjana S2

Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Minat Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak

Oleh: Dadang Hermanto NIM: E4A008009

PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPENOGORO SEMARANG 2010

Pengesahan Tesis Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa tesis yang berjudul :

PENGARUH PERSEPSI MUTU PELAYANAN KEBIDANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KEBIDANAN DI RSUD Dr. H. SOEMARNO SOSROATMODJO BULUNGAN KALIMANTAN TIMUR
Disiapkan dan disusun oleh : Nama : Dadang Hermanto Nim : E4A008009 Telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 22 juni 2010 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima Pembimbing Utama, Pembimbing Pendamping,

Dra. Atik Mawarni, M.Kes. NIP. 196306241990032003 Penguji

Lucia Ratna Kartika Wulan,SH, M.Kes. NIP. 196612191994022001 Penguji

Septo Pawelas Arso, SKM, MARS Nip. 1972301997021001

Sri Widayati, S.SI.T, M.Kes NIP.196005171981022001

Semarang, 24 juni 2010 Universitas Diponegoro Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Ketua Program

dr. Martha Irene Kartasurya, M.Sc, Ph.D Nip. 196407261991032003

PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Dadang Hermanto NIM : E4A008009 Menyatakan bahwa tesis judul :

“PENGARUH

PERSEPSI

MUTU

PELAYANAN KEBIDANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KEBIDANAN DI RSUD Dr.H.SOEMARNO SOSROATMODJO BULUNGAN KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2010” merupakan : 1. Hasil karya yang dipersiapkan dan disusun sendiri 2. Belum pernah disampaikan untuk mendapatkan gelar pada program Magister ini ataupun pada program lain Olah karena itu pertanggungjawaban tesis ini sepenuhnya berada pada diri saya Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya

Semarang, Juni 2010 Penyusun

Dadang Hermanto NIM : E4A008009

RIWAYAT HIDUP

Nama Tempat, tanggal lahir Agama Alamat

: Dadang Hermanto : Karawang, 27 Nopember 1974 : Islam : Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur

Pendidikan yang telah ditempuh : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tahun 1987, lulus SDN Melati Tegal Sawah, Karawang, Jabar Tahun 1990, lulus SMPN Long Ikis, Pasir, Kaltim Tahun 1993, lulus SPK Balikpapan, Kaltim Tahun 2002, lulus AKPER Pemprop Samarinda, Kaltim Tahun 2008, lulus S.1 Keperawatan UGM Yogyakarta, D.I. Yogyakarta Tahun 2008, hingga saat ini terdaftar sebagai mahasiswa Program

Pasca Sarjana Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Administrasi Kebijakan Kesehatan Minat Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak Universitas Diponegoro Semarang. Pengalaman Kerja 1. 2. :

Tahun 1993 s/d 1995, bekerja di perusahaan swasta. Tahun 1995 s/d saat ini, bekerja sebagai Pegawai Negri Sipil di Instansi RSUD Dr.H.Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten bulungan, Kalimantan Timur.

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang selalu mencurahkan rahmat, hidayat dan inayahnya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan tesis yang berjudul “Pengaruh Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Kebidanan di RSUD Dr.H.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Tahun 2010”. Penyusunan tesis ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister Kesehatan Masyarakat pada Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Administrasi Kebijakan Kesehatan Minat Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak Universitas Diponegoro Semarang. Peneliti menyadari, tanpa dukungan, bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak, tesis ini tidak akan tersusun dengan baik. Peneliti mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya Kepada : 1. dr. Martha Irene Kartasurya, M.Sc, Ph. D selaku ketua Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro beserta staf yang telah memberi kesempatan kepada peneliti untuk melanjutkan studi dan membantu selama proses pendidikan. 2. Dra. Atik Mawarni, M.Kes, S\selaku pembimbing utama yang telah memberikan kesempatan dan waktunya untuk membimbing penulis hingga terselesaikannya penulisan tesis ini. 3. Lucia Ratna Kartika Wulan, SH.,M.Kes, Selaku pembimbing kedua yang telah 4. 5. 6. membimbing dan senantiasa memotivasi penulis hingga terselesaikannya penulisan tesis ini. Septo Pawelas Arso, SKM, MARS, selaku penguji tesis yang telah banyak memberikan masukan demi perbaikan tesis ini. Sri Widayati, S.Sit.,M.Kes, selaku penguji tesis yang telah banyak memberikan masukan guna perbaikan tesis ini. Direktur RSUD. Dr.H.Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten Bulungan Kalimantan Timur, yang telah memberikan ijin lahan penelitian, motivasi dan bantuan lainya hingga selesainya penulisan tesis ini. 7. Keluarga tercinta yang senantiasa selalu memberikan dukungan moril

maupun materil selama ini 8. 9. Teman-teman MIKM UNDIP 2008 untuk kebersamaannya dari awal kuliah hingga akhir Semua pihak-pihak yang telah banyak membantu penulis yang tidak dapat disebutkan satu persatu Penulis menyadari bahwa penulisan tesis ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi isi maupun cara penyusunan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi kesempurnaan laporan ini di masa mendatang. Penulis berharap, semoga laporan tesis ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca umumnya dan bagi penulis pada khususnya.

Semarang, Juni 2010

................................................ Teknik Penngolahan dan Analisis Data ....... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A................................................... Manfaat Penelitian ..................... B...................................................... D..................................................................................................................................... D.. Gambaran Umum Rawat Inap Kebidanan .......................................... 5................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA A......................... 4................ BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.......................................................................... DAFTAR GAMBAR ................................ Diskripsi Analisis Multivariat Variabel Penelitian ...................... E....................................... v vii viii xi xii xiii xv 1 9 9 9 11 12 12 16 21 22 25 26 32 33 33 35 35 35 36 36 36 36 38 42 47 49 51 52 68 74 74 78 79 BAB III METODE PENELITIAN A......... ABSTRAK .................................................................................... 7................................... 1........................................................................................... Defenisi Operasional ...... Rancangan Penelitian ........................ Persepsi . B....................... D........................ E. DAFTAR SINGKATAN.......................................... Pertanyaan Penelitian ................................................................................................................................ Jenis Penelitian ........................... Ruang Lingkup ..... Diskripsi Analisis Bivariat Variabel Penelitian ......... Perumusan Masalah ......................... Harapan .......... G......................................... prosedur Sampel dan Sampel Penelitian... Latar Belakang Masalah .................................................... Kepuasan ......................... C.............. Hipotesis Penelitian .......... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN .......................................................................................................................................... 8.............................................................................................................................................. 6... B....... BAB I PENDAHULUAN A........ Variabel Penelitian....................... E...................................................... Keaslian Penelitian ....................................................................... Mutu .................................................................. C.............DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR.............................. Metode Pengumpulan Data ....................... Kerangka Konsep Penelitian .............................................................................. DAFTAR LAMPIRAN .................. 2......... Tujuan Penelitian ........................................................................................................................................................................ Instrumen Peneliti dan Cara Penelitian ................................................. DAFTAR TABEL ......................... B................... Diskripsi Karakteristik Responden .......... Pelayanan Kebidanan di Rumah sakit .................. Diskripsi Analisis Univariat Variabel Penelitian ............ F........................... F............ Saran ....................................................... Pendekatan Waktu Pengumpulan Data ........................ Populasi Penelitian ............... Kesimpulan ........................ D.................. 3........ C... DAFTAR ISI ... Keterbatasan Penelitian........... B.... Kerangka Teori ............ F..................................................... C.........

..... N : 817..... H...Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur..... 4. H......1 Tabel................... Hasil Rekapan Keluhan atau Pengaduan Pasien / Keluarga Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr......5 52 Tabel.. 1... Keaslian Penelitian... Distribusi Responden Berdasarkan Umur Pasien Rawat Inap Kebidanan di RSUD Dr. Hasil Rekapan Keluhan atau Pengaduan Pasien / Keluarga Pasien Terhadap Pelayanan petugas di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr......5 Tabel....................... Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur....... Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Tahun 2010................. Diskripsi Fasilitas Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.3 Tabel...........H...2 Indikator Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr...... Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010...........Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur............ H...............H.... Besar Sampel Tiap Kelas Perawatan Di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr......... 4....... Jumlah Pasien Kebidanan Berdasarkan Karakteristik Pasien Pengunjung Baru dan Lama di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr................................. Hasil Jawaban Persepsi Ketanggapan Pelayanan Kebidanan Responden di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr..........Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Bulungan....... 1.. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Tahun 2010....... Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010....... Diskripsi Petugas Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr......... n : 120..... 4... 4...............1 Tabel..4 12 37 49 50 51 51 Tabel...6 53 Tabel. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan 4 5 Tabel........Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur pada tanggal 11 Juni 2009 s/d 23 Juli 2009.....8 55 .....4 7 Tabel.... Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan. 1.. 4....Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur pada tanggal 11 Juni 2009 s/d 23 Juli 2009....3 7 Tabel.H......2 Tabel.......... H...H.. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010.............1 Tabel........ H.... H.. Distribusi Frekuensi Persepsi Keandalan Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr..... Pekerjaan dan Pembayaran Pasien Rawat Inap Kebidanan di RSUD Dr.7 55 Tabel.H..............DAFTAR TABEL Halaman Tabel... 3. 1........ 4...............4..... Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur ................ 1. Hasil Jawaban Persepsi Keandalan Pelayanan Kebidanan Responden di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr..... H. 4........ Distribusi Persepsi Ketanggapan terhadap Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.. H...

........ 4........Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010..... 4........18 Tabel.................H..........Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010....H.............Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010.12 60 Tabel. Distribusi Persepsi Kepuasan Pasien (Kecepatan) di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr...............Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010.. 4................ H.......... 4...........22 74 ................. 4............... H......... 4......9 Distribusi Persepsi Jaminan terhadap Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr...............Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010....... Distribusi Persepsi bukti langsung terhadap Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr...... Hasil Jawaban Persepsi Empati Pelayanan Kebidanan Responden di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr..............Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010...................................H.......13 62 Tabel..................................H.... Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010.................... Hasil uji hubungan antara persepsi mutu pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien di Unit Rawat Inap RSUD Dr..... Tabel Silang Persepsi Empati dengan Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.17 65 65 68 70 Tabel.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010............ Distribusi Variabel Persepsi Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr......................... 4..H.. 4....H. Tabel Silang Persepsi Keandalan dengan Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr... 4......... 4.......................... H.. Distribusi Persepsi Empati terhadap Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr......20 Tabel.H......... Hasil Jawaban Persepsi Jaminan Pelayanan Kebidanan Responden di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr................. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010........... Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010...16 Tabel..H.......15 Tabel............Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010................... 4................................. 4.......................................11 Tabel.. H.. 4.........H.19 71 Tabel... Soemarno Sosroatmodjo Bulungan 57 Tabel.. Tabel Silang Persepsi Bukti Langsung dengan Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr................... H.. Tabel Silang Persepsi Jaminan dengan Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr..Tabel....................... Tabel Silang Persepsi Ketanggapan dengan Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr..... 4...21 72 73 Tabel.........10 58 60 Tabel............14 62 Tabel...Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010..................... Hasil Jawaban Persepsi Bukti Langsung Pelayanan Kebidanan Responden di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr...........

...........Tabel.... Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Tahun 2009.........23 Tabel............... H. Hasil Analisis Pengaruh Variabel Bebas Pada Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.....24 Kalimantan Timur Tahun 2010.... Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Tahun 2009..... H.. 4........... 4... Hasil Analisis Regresi Multivariat Metode Enter pada Dimensi Mutu Terhadap Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr................. 74 75 ................

......1 Faktor-fakto yang mempengaruhi persepsi..........1 Kerangka Konsep........................2 Kerangka Teori......DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar........ 2. 3......... Gambar..................... 2... 22 32 35 ................................................ Gambar.

5 Surat Permohonan Menjadi Responden Surat Persetujuan Responden Quesioner Penelitian Surat Persetujuan Menjadi Asisten Peneliti Lampiran Hasil . 1 Lampiran. 3 Lampiran.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran. 2 Lampiran. 4 Lampiran.

DAFTAR SINGKATAN AVLOS ASTEK AKI ANC BOR BTO BUMN BUMD BB HPHT HB ICU MDG NGT UGD JAMKESDA : Average Length of Stay / Rata-rata Lamanya Pasien Dirawat :Asuransi Tenaga Kerja : Angka Kematian Ibu : Ante Natal Care : Bed Occupancy Ratio/ Angka Penggunaan Tempat Tidur : Bed Turn Over / Angka Perputaran Tempat Tidur : Badan Usaha Milik Negara : Badan Usaha Milik Daerah : Berat Badan : Hari Pertama Haid Terakhir : Haemoglobin : Intensiv Care Unit : Mellinnium Development Goals : Nasogastrik Tube : Unit Gawat Darurat : Jaminan Kesehatan Daerah JAMKESMAS : Jaminan Kesehatan Masyarakat KB PMS POIR PONED PONEK PROTAP RSU : Keluarga Berencana : Penyakit Menular Seksual : Post Operative Infection Rate : Pelayanan Obstetri Neonatal Esensial Dasar : Pelayanan Obstetri Neonatal Esensial Konprehensif : Prosedur Tetap : Rumah Sakit Umum .

Analisis. Objektif. Plannin : Spesialis Obstetri dan Genekologi : Tinggi Badan : Total Quality Manajemen : Turn Over Interval / Tenggang Perputaran .RSUD SOP SOAP SpOG TB TQM TOI : Rumah Sakit Umum Daerah : Standar Oprasinal Prosedur : Subjektif.

H. Pencapaiannya dapat diukur dengan tingkat kepuasan. penguasaan komunikasi terapeutik. Pada mutu bukti langsung: menyediakan ruang tunggu untuk keluarga pasien. petugas yang judes dan cerewet. Jenis penelitian adalah survai analitik dengan pendekatan cross sectional. Soemarno Sostroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur xvi + 79 halaman + 30 tabel + 3 gambar + 5 lampiran Pelayanan kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. empati dan bukti langsung.038. . bukti langsung tidak baik 53. Hasil penelitian persepsi keandalan baik 58.3% dan persepsi kepuasan pasien tidak puas 53. ketanggapan baik 50. costumer servis. empati tidak baik 58.3%. jaminan baik dan tidak baik sama besar 50 % .3%. Kesimpulan bahwa untuk meningkatkan kepuasan pasien maka perlu perbaikan mutu empati dan bukti lansung pelayanan kebidanan secara bersama-sama. lambatnya pemberian pelayanan atau pengobatan.866) dan bukti langsung (p=0. jaminan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi mutu pelayanan kebidanan terhadap kepuasan pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan.3%. Kepuasan. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan belum sesuai harapan dikarenakan masih adanya pernyataan ketidakpuasan pasien/keluarga pasien tentang pemeriksaan pasien yang tidak tepat waktu. OR=2. pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur yang terdiri dari kuesioner persepsi mutu pelayanan kebidanan dan persepsi kepuasan pasien.0001. Disarankan kepada Unit Rawat Inap Kebidanan untuk meningkatkan mutu empati: mengedepankan keramahan dalam pelayanan pelatihan.8%. Analisis data menggunakan chi-square untuk menguji hubungan dan regresi logistik untuk menguji pengaruh. Mutu. OR=11.Universitas Diponegoro Program Pascvasarjana Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak 2010 ABSTRAK Dadang Hermanto Pengaruh Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Kebidanan Di RSUD Dr. H. keandalan. ketanggapan. pengadaan alat-alat kebutuhan dasar pasien. Pasien Rawat Inap Kepustakaan : 36 (1991-2009). Mutu pelayanan kebidanan ditinjau dari 5 dimensi mutu yaitu. jumlah sampel sebanyak 120 pengambilannya dengan teknik konsekutif sampling. Secara bersamaan variabel yang berpengaruh adalah empati (p=0. pemisahan antara kamar mandi pasien dengan kamar mandi umum dan penempatan petugas khusus yang bertugas membersihkan serta mengawasi kebersihan unit rawat inap kebidanan.571). petugas kurang terampil saat melakukan tindakan dan ruangan kamar mandi/wc kotor. Kata kunci : Pelayan Kebidanan.

p:0. Results of this study showed good perception on validity (58. unskilled workers when doing actions. assurance. separating patient’s bathroom and public bathroom and allocate special workers to clean and monitor cleanliness of the obstetric inpatient unit.3%) and unsatisfied patient perception (53. and dirty bathrooms and toilets.Diponegoro University Postgraduate Program Master’s Program in Public Health Majoring in Health Policy Administration Sub Majoring in Maternal and Child Health Management 2010 ABSTRACT Dadang Hermanto The Influence of Obstetric Service Quality Perception towards Obstetric Inpatient Satisfaction at Dr. inpatients : 36 (1991-2009) . empathy and direct evidence. The objective of the study is to know the influence of obstetric service quality perception towards patient satisfaction in the obstetric inpatient unit. Soemarno Sosroatmodjo general hospital Bulungan has not met expectations. Key words Bibliography : Obstetric service. Unsatisfied statements are still reported by patients or their families regarding patient examination that is not done on time. both empathy quality and obstetric service direct evidence improvements are needed. Direct evidence qualities includes providing waiting room for family of patients. poor direct evidence (53. Emphaty (OR= 11.886. to increase patient satisfaction. responsiveness. impolite and talkative workers.038) were the influencing variables when taking into account other variables in the analysis.8%). good responsiveness (50. It is suggested to the obstetric inpatient unit to improve empathy quality: prioritize politeness in the training service. Soemarno Sostroatmodjo Bulungan East Kalimantan xvi + 79 pages + 30 tables + 3 figures + 5 enclosures Obstetric service in the obstetric inpatient unit of Dr.3%). slow in giving service or medication. Consecutive sampling was performed to obtain 120 study samples. H. good and poor assurance were in equal proportion (50%). Obstetric service quality viewed from 5 quality dimensions consists of validity. quality. p:0. satisfaction. In conclusion. mastering therapeutic communication and customer service.3%). A chi-square test to test the existence of association and a logistic regression analysis to test the existence of influencing variables were implemented. provision of patient basic-need instruments. H. Structured interview using obstetric service quality perception and patient satisfaction perception questionnaires were used to collect the data.571.3%). This was an analytic survey with cross sectional approach. poor emphaty (58.0001) and direct evidence (OR=2. Achievement can be measured by the level of satisfaction.

000 kelahiran hidup atau setiap jam.000 kelahiran hidup sampai tahun 2005 dan 75 per 100. Angka Kematian Ibu menurut SKRT tahun 1995 adalah 373 per 100. Latar Belakang Pada saat ini permasalahan pokok yang dihadapi bangsa Indonesia adalah masalah kesehatan yang terjadi pada kelompok ibu dan anak. Terkait dengan tingginya AKI. 2 orang ibu bersalin meninggal dunia karena berbagai sebab.000 kelahiran hidup. Kematian pada masa maternal mencerminkan kemampuan negara dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.000 kelahiran hidup sampai tahun 2015. AKI tersebut masih jauh dari target internasional yaitu 125 per 100. yang ditandai antara lain masih tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). persalinan dan tumbuh kembang anak. Berdasarkan hasil konferensi Internasionan Kependudukan dan Pembangunan (international Conference Population Development (ICPD)) di Kairo. hasil survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 menunjukan bahwa sebesar 228 per 100. Masalah kesehatan ibu dan anak masih tetap menempatkan posisi penting karena menyangkut kualitas sumber daya manusia yang paling hulu yaitu masa kehamilan.BAB I PENDAHULUAN A. hasil Assessment Safe Motherhood di Indonesia tahun 1990/1991 menyebutkan diantaranya bahwa Kematian ibu terjadi 10 kali lebih sering pada saat persalinan dibandingkan pada masa kehamilan1. .

Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Sebagai sarana pelayanan kesehatan milik Pemerintah Daerah Bulungan Propinsi Kalimantan Timur. dan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di Rumah Sakit Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Propinsi1. H. dan Rawat Inap di Unit Kebidanan. pelayanan pasien dilakukan di poliklinik obsgin ataupun di UGD yaitu pada pasien kebidanan dengan kegawatan atau pasien yang datang diluar jam kerja (jam 08. yaitu pelayanan kebidanan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kebidanan sesuai dengan tingkat kepuasan ratarata penduduk dan penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan yang telah ditetapkan2. H. pasien diperbolehkan pulang atau . RSUD Dr. H. dalam menjalankan kebijakan mengenai penyelenggaraan pelayanan kesehatan maternal. Pelayanan pasien kebidanan di RSUD Dr.00).00 – 13.Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB adalah dengan diselenggarakannya pelayanan kesehatan maternal dan neonatal dasar berkualitas yaitu Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas. RSUD Dr. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur menyediakan pelayanan tersebut di Unit Gawat Darurat (UGD). petugas yang profesional dan kualitas pelayanan yang bermutu. Pasien di poliklinik obsgin ataupun UGD setelah di diagnosis atau di terapi. H. Poliklinik Obstetrik dan Genekologik (Obsgin). seharusnya memiliki sarana pelayanan yang memadai. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur berasal dari pasien rujukan ataupun non rujukan. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur sebagai tempat rujukan primer dari puskesmas ataupun sarana kesehatan lain yang ada di wilayah Bulungan. RSUD Dr.

III (1 PNS. ruang perawatan yang terdiri dari ruang perawatan kelas I { dengan fasilitas 1 tempat tidur. pasien partus normal. 2 box bayi. Jamkesmas/jamkesda digunakan oleh masyarakat dikategorikan miskin dan Astek digunakan oleh karyawan swasta atau perusahaan. ruang tindakan (untuk prosedur klinik ringan dan sedang). Pasien di unit rawat inap kebidanan berasal dari pasien rujukan atau non rujukan yang terdiri dari pasien umum (bayar sendiri) dan pasien dengan menggunakan asuransi kesehatan yaitu Askes digunakan oleh Pegawai Negri Sipil (PNS) dan Pegawai Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD). 1 non PNS) . 2 tenaga Dokter umum (1 PNS. 4 tenaga D. Air Conditioner (Ac). persalinan lama. perdarahan saat kehamilan (abortus). 2 non PNS) dan 2 tenaga kebersihan (non PNS) 3. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur memiliki fasilitas ruang pemeriksaan. 7 tenaga Bidan D. lemari pasien. H. 1 box bayi. kelas II ( dengan fasilitas 2 tempat tidur. ketuban pecah dini. 5 box bayi. lemari pasien. Pasien yang dirawat di unit kebidanan kasus penyakitnya sangat bervariasi diantaranya.dirawat di unit rawat inap kebidanan bagi pasien yang memerlukan perawatan lebih lanjut. Jumlah tenaga dan jenis tenaga di unit rawat inap kebidanan RSUD Dr. H. Ac.I (PNS). kamar mandi diluar). hipertensi dalam kehamilan (pre/eklamsi). 3 tenaga Perawat D. Ac. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur terdiri dari 1 tenaga Dokter SpOG berstatus PNS. kamar mandi diluar). lemari pasien. malpresentasi atau malposisi. Unit Rawat Inap Kebidanan di RSUD Dr. kamar mandi diluar}.III (1 PNS. anemia dalam kehamilan. 2 non PNS). . dan kelas III (dengan fasilitas 8 tempat tidur.

perencanaan.. pelaksanaan dan evaluasi. diagnosis. . Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2009 (60. Indikator BOR ALOS TOI 2006 78% 5 3 2007 74% 4 1 Tahun 2008 61% 4 2 Trend 2009 60. begitupun dengan dokter dan petugas lainnya. tindakan curetase.Indikator Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. H. embriotomi. tindakan. pengkajian. Tahun 2006 s/d 2009. Data pencapaian indikator pelayanan kebidanan di unit rawat inap kebidanan RSUD Dr. Average Length of Stay/Rata-rata lamanya pasien dirawat (ALOS) dan Turn Over Interval/Tenggang perputaran (TOI) pada tahun 2006 sampai dengan 2009 adalah sebagai berikut. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur berdasarkan Bed Occupancy Ratio/Angka penggunaan tempat tidur (BOR).1. H. 2009 Tabel 1. petugas mengacu pada standar asuhan pelayanan profesinya masing-masing. partisipasi klien dan evaluasi. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur. Tabel 1. Bidan dalam memberikan pelayanan dirawat inap kebidanan mengacu pada asuhan kebidanan meliputi metode. H. ekstraksi vakum. dan kasus lainnya. diagnosis.II Bulungan.32% 4 2 Turun Turun Turun Indikator 60-85% 6-9 hari 1-3 hari Sumber : Rekam medik RSUD Tk. perencanaan. Perawat memberikan pelayanan mengacu pada asuhan perawatan meliputi pengkajian.32%) mengalami penurunan dibandingkan BOR pada tahun 2006 sampai dengan 2009. menunjukan besarnya Bed Occupancy Ratio (BOR) atau pemanfaatan tempat tidur di unit rawat inap kebidanan RSUD Dr.kehamilan ganda. Dalam memberikan pelayanan kepada pasien.1. sectio sesarea).

Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Bulungan tahun 2006 s/d 2009. praktek bidan dengan memberikan pelayanan persalinan atau pospartum yang dilakukan secara home care. Faktor eksternal yaitu pesaing yang memberikan pelayanan kesehatan maternal diluar Rumah sakit seperti praktek dokter. sebagai contoh pasien mengatakan bidan atau perawat bersikap kurang ramah kepada pasien/keluarga pasien dalam memberikan pelayanan.2 Jumlah Pasien Kebidanan Berdasarkan Karakteristik Pasien Pengunjung Baru dan Lama di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2006 sampai dengan 2009 adalah sebagai berikut: Tabel 1. H.II Bulungan. 2009 . pemeriksaan lebih teliti. Pelayanan di praktek-praktek tersebut lebih diminati karena menurut anggapan pasien pelayanannya lebih cepat.Penurunan BOR tahun 2007 sampai tahun 2009 dapat disebabkan faktor internal seperti kualitas pelayanan ataupun kualitas sarana perasarana yang kurang baik.155 2008 477 355 832 2009 470 347 817 Sumber : Rekam medik RSUD Tk. tidak ada ditempat atau sulit dihubungi ketika dibutuhkan pasien karena sedang ada kegiatan lain. Berdasarkan data jumlah pasien kebidanan menurut karakteristik pasien pengunjung baru dan lama di unit rawat inap kebidanan RSUD Dr.220 2007 742 413 1. dimana mutu pelayanan yang diberikan belum sesuai dengan yang diharapkan pasien. dokter/bidan lebih perhatian. No 1 2 Karakteristik Pasien Pengunjung Baru Pengunjung Lama Jumlah 2006 812 408 1. waktu konsultasi lebih lama. dokter Spesialis Obstetrik Genekologi yang melayani pasien di unit rawat inap kebidanan. H.

mesin vacum ekstrasi. akan tetapi untuk menampung dan menindaklanjuti segala keluhan atau pengaduan pasien/keluarga dan pengguna layanan kesehatan lain. menunjukan pasien rawat inap kebidanan berdasarkan karakteristik pasien pengunjung baru dan lama mengalami penurunan dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2009 secara terus menerus. H.Tabel 1.III kebidanan/keperawatan bagi tenaga D. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dengan upaya penambahan jumlah tenaga pelayanan di unit rawat kebidanan. Asuhan kebidanan (2 bidan).2. meja ginekologi. dan pelatihan lainnya yang dilakukan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Propinsi atau oleh penyelenggara lainnya. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur sehubungan dengan keadaan tersebut diatas adalah secara bertahap melakukan renovasi dan pengecetan bangunan rawat inap kebidanan. Pemberian kompensasi diberikan berupa insentif bagi petugas jaga sore dan malam dan lain-lain. mengikutkan pelatihan seperti TQM dan Manajemen bangsal/konflik bagi Kepala Unit rawat inap.I bidan atau Perawat. Penanganan kegawatan Kebidanan (2 bidan). . monitor USG 3 dimensi. Sedangkan upaya perbaikan mutu dengan cara melakukan studi atau penelitian tentang mutu dan kepuasan pasien selama ini belum dilakukan. pihak manajerial rumah sakit telah menyediakan kotak saran/pengaduan dan team khusus. Upaya yang telah dilakukan oleh manajerial RSUD Dr. Costumer Service Rumah Sakit (2 bidan). dan lain-lain. penambahan alat-alat medis dan non medis seperti. infus/transfusi pump digital. dari total 9 orang pada tahun 2006 menjadi 17 orang tenaga pelayanan pada tahun 2009. program pendidikan D.

No 1 2 3 4 5 Keluhan/ Pengaduan Kepedulian petugas pelayanan kebidanan Sikap petugas kebidanan Kondisis rungan kebidanan Keandalan pelayanan kebidanan oleh petugas Ketanggapan/kecepatan petugas dalam memberikan pertolongan atau merespon keluhan pasien Jumlah Sumber: Bidang Perawatan Kasi Litbang tahun 2009 Berdasarkan uraian hasil studi pendahuluan ditemukan beberapa ketidak puasan pasien menyangkut dimensi mutu layanan seperti keandalan petugas. dimana pemeriksaan pasien tidak tepat waktu. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur pada tanggal 11 Juni 2009 s/d 23 Juli 2009.3.4. seperti lambatnya Jumlah 5 4 4 3 3 Jumlah 4 8 6 4 22 19 . Hasil Rekapan Keluhan atau Pengaduan Pasien/Keluarga Pasien Terhadap Pelayanan Petugas di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Hasil Rekapan Keluhan atau Pengaduan Pasien/Keluarga Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur pada tanggal 11 Juni 2009 s/d 23 Juli 2009. H.Berdasarkan studi pendahuluan yang diperoleh data hasil rekapan tentang keluhan atau pengaduan pasien/keluarga pasien berdasarkan subjeknya (petugas) di unit rawat inap kebidanan RSUD Dr. H. No 1 2 3 3 Keluhan/ Pengaduan Dokter Bidan Perawat Petugas lain Jumlah Sumber: Bidang Perawatan Kasi Litbang tahun 2009 Ungkapan keluhan atau pengaduan pasien/keluarga pasien adalah sebagai berikut Tabel 1. waktu pelayanan yang lama. H. ketanggapan petugas. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur pada tanggal 11 Juni 2009 s/d 23 Juli 2009 diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1.

Dimana mutu dalam kaitannya dengan kepuasan adalah segala sesuatu yang dirasakan atau dianggap atau dipersepsikan oleh seseorang (pelanggan) sebagai mutu . lambatnya petugas menanggapi keluhan pasien. dan seterusnya Keadaan mutu pelayanan rawat inap kebidanan yang belum sesuai dengan yang diharapkankan pasien. empati seperti petugas yang kurang memperhatikan pasien. petugas tidak membantu pasien ketika pasien kesulitan ke kamar mandi/makan dan bukti langsung seperti ruangan yang kotor. 5 4 .mendapatkan pelayanan atau pengobatan. membuat peneliti tertarik untuk melakukan pengkajian secara ilmiah pada permasalahan mutu layanan rawat inap kebidanan dan kepuasan yang ditinjau dari sisi persepsi pasien. tidak nyaman. petugas sering salah dalam memasang infus. jaminan . seperti petugas jaga judes dan cerewet. alat-alat kebutuhan pasien rusak. Sedangkan kepuasan sesuai pernyataan Kotler (1997) merupakan tingkat perasaan seseorang (pelanggan) setelah membandingkan antara kinerja atau hasil yang dirasakan (pelayanan yang diterima dan dirasakan) dengan yang diharapkan . dan ungkapan ketidak kepuasan pasien tersebut .

D. dan bukti langsung pelayanan kebidanan di unit rawat inap kebidanan RSUD Soemarno Sostroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur. Soemarno Sostroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur secara terus menerus dari tahun 2006 sampai dengan 2009. H. empati. jaminan. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur. H. . Pertanyaan Penelitian Berdasarkan permasalahan diatas maka pertanyaan penelitian adalah. H. Tujuan Umum Untuk mengetahui pengaruh persepsi mutu pelayanan kebidanan terhadap kepuasan pasien rawat inap kebidanan di RSUD Dr. ketanggapan. jaminan. C.B. dan menurunnya jumlah kunjungan pasien baru dan lama di unit rawat inap kebidanan di RSUD Dr. tidak sesuai harapan pemerintah bahwa Rumah Sakit Kabupaten/Kota sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan maternal neonatal seharusnya dijadikan rujukan pasien maternal untuk mendapatkan pelayanan kesehatan (kebidanan). menyangkut keandalan. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur. Rumusan Masalah Adanya penurunan Bed Occupancy Ratio (BOR). berbeda dengan pernyataan baik (puas) pasien terhadap pelayanan kesehatan maternal yang terdapat diluar rumah sakit (praktek dokter/bidan). empati. Tujuan Penelitian 1. ketanggapan. bukti langsung pelayanan) terhadap kepuasan pasien rawat inap kebidanan di RSUD Dr. khususnya di unit rawat inap kebidanan. Pernyataan ketidakpuasan pasien terhadap mutu pelayanan kebidanan. “apakah ada pengaruh persepsi mutu pelayanan kebidanan (persepsi keandalan.

h. H. ketanggapan. f. empati. e. . Mengtahui pengaruh secara bersama-sama ( persepsi keandalan. g. Mendiskripsikan karakteristik responden b. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur.2. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur . Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur . empati dan bukti langsung pelayanan kebidanan dan kepuasan pasien. Mendiskripsikan persepsi keandalan. c. jaminan. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur . bukti langsung ) terhadap kepuasan pasien rawat inap kebidanan RSUD Dr. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur . ketanggapan. H. d. H. Mengetahui hubungan persepsi ketanggapan pelayanan Kebidanan dengan kepuasan pasien rawat inap kebidanan RSUD Dr. H. H. Mengetahui hubungan persepsi bukti langsung pelayanan Kebidanan dengan kepuasan pasien rawat inap kebidanan RSUD Dr. H. Tujuan Khusus a. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur . Mengetahui hubungan persepsi keandalan pelayanan Kebidanan dengan kepuasan pasien rawat inap kebidanan RSUD Dr. Mengetahui hubungan persepsi empati petugas pelayanan Kebidanan dengan kepuasan pasien rawat inap kebidanan RSUD Dr. Mengetahui hubungan persepsi jaminan petugas pelayanan Kebidanan dengan kepuasan pasien rawat inap kebidanan RSUD Dr. jaminan.

Lingkup tempat Penelitian dilakukan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. . H. Lingkup waktu Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada bulan Maret s/d April 2010. penelitian dilaksanakan berkaitan dengan Ilmu Kesehatan Masyarakat yang berhubungan dengan Analisis Kebijakan Kesehatan khususnya sub bidang Kesehatan Ibu dan Anak. Lingkup masalah Dalam penelitian ini masalah dibatasi pada persepsi mutu pelayanan pasien terhadap kepuasan pasien rawat inap kebidanan RSUD Dr. Lingkup materi Berdasarkan materinya. H. Ruang Lingkup 1. 2. Lingkup metode Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian jenis observasional dan bersifat analitik. dan metode wawancara dengan kuesioner terpimpin. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur 3. pendekatan waktu pengumpulan data secara belah bintang atau cross sectional. 4. 5.E.

Keaslian Penelitian Tabel 1. Bagi Peneliti menambah pengetahuan tentang bagaimana melakukan penelitian khususnya mengenai persepsi mutu dan kepuasan pasien di unit rawat inap kebidanan rumah sakit. H. 3. menambah bahan kepustakaan baik sebagai referensi bahan pembelajaran. Manfaat Penelitian 1. Keaslian Penelitian Nama Peneliti Caecilia Hendriani (2006) Judul Analisis Harapan dan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Persalinan Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang Adi Kuntoro (2006) Analisis Mutu Pelayanan Persalinan Ditinjau dari Sisis Persepsi dan Harapan Pasien Post Partum di Rumah Bersalin Insan Medika Semarang Yadi Suryadi (2009) Analisis Pengaruh Persepsi Mutu Layanan Antenatal Care (ANC) Terhadap Kepuasan Ibu Hamil di Pskesmas Lamepayung Kabupaten Kuningan Propinsi Jawa Barat Tahun 2009 Menganalisis Pengaruh Persepsi Mutu Layanan Antenatal Care (ANC) Terhadap Dadang Hermanto (2010) Pengaruh Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan Terhadap Kepuasan Pasien di Ruangan Kebidanan RSUD Dr. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Mengetahui pengaruh persepsi mutu pelayanan kebidanan terhadap kepuasan Tujuan Mengetahui Tingkat kesesuaian antara harapan dan kepuasan pasien Mengetahui Pengaruh Persepsi Pasien post partum terhadap harapan . khususnya pelayanan pasien di unit rawat inap kebidanan. Bagi Rumah Sakit digunakan sebagai bahan masukan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Bagi MIKM UNDIP. G. 2.5.F. maupun bahan referensi peneliti lain.

kebersihan) dan variabel terikat harapan pelayanan persalinan Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatifkuantitatif menggunakan analisis tingkat kepentingan dan kinerja/ kepuasan pelanggan dengan diagram kartesius. profesionalism e. Variabel yang diteliti yaitu mutu pelayanan persalinan (prosedur. empathy dan tangibles dan variabel terikat kepuasan ibu hamil terhadap ANC Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik Dadang Hermanto (2010) pasien rawat inap kebidanan di RSUD Dr. H. kecepatan. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional jumlah sampel 120 responden Variabel penelitian yaitu Persepsi keandalan. Yadi Suryadi (2009) Kepuasan Ibu Hamil di Pskesmas Lamepayung Kabupaten Kuningan Propinsi Jawa Barat Jenis penelitian kuantitatif dengan survai analitik. pendekatan cross. penampilan. perhatian. ketanggapan. empati. kecepatan. dan bukti langsung. Adi Kuntoro (2006) penggunaan fasilitas persalinan di Rumah Bersalin Insan Medika Semarang Jenis penelitian observational dengan pendekatan crosssectional Jumlah sample 44 responden Variabel yang diteliti yaitu persepsi pelayanan persalinan (tingkat kelancaran. Variabel yang diteliti yaitu persepsi reliability.Nama Peneliti Caecilia Hendriani (2006) Tujuan terhadap pelayanan persalinan di RS Panti Wilasa Citarum Semarag Jenis penelitian observational dan survey dengan pendekatan crosssectional terhadap 47 pasien.sectional Jumlah Sample 106 responden. perhatian. Pengumpulan data dengan cara 2x wawancara (saat di RS dan di rumah). keterampilan. biaya pelayanan persalinan) dan variabel terikat yaitu harapan dan kepuasan pasien Analisis data secara diskriptif kuantitatif dengan menggunakan diagram kartesius. jaminan. assurance. Dan variabel terikat yaitu kepuasan pasien rawat ianap kebidanan Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik Metodologi Penelitian . responsivenes.

90%) Yadi Suryadi (2009) Secara bersama-sama dimensi yg berpengaruh terhadap kepuasan adalah reliability . 2010) dengan penelitian lain (Caecilia Hendriani 2006. Adi Kuntoro 2009 populasinya Ibu hamil dengan jumlah . empati dan tangible Dadang Hermanto (2010) Secara bersama-sama dimensi yg berpengaruh terhadap kepuasan adalah empati dan bukti langsung Perbedaan penelitian ini (Dadang hermanto. Lokasi penelitian yaitu: Caecilia Hendriani 2006 dan Adi Kuntoro 2006 penelitian dilakukan di Rumah Sakit yang ada di Semarang.52%) yaitu antara harapan dan kepuasan pasien terhadap kecepatan pelayanan persalinan Adi Kuntoro (2006) Ada kesesuaian antara persepsi dengan harapan (97. Populasi dan sampel yaitu: penelitian Caecilia Hendriani 2006 dan Adi Kuntoro 2006 populasinya Ibu pospartum dengan jumlah sampel 47 dan 44. Adi Kuntoro 2009 tentang mutu pelayanan ANC sedangkan penelitian Dadang Hermanto tentang mutu pelayanan kebidanan secara menyeluruh 3.Nama Peneliti Caecilia Hendriani (2006) Hasi Tingkat kesesuaian terbesar (74. Adi Kuntoro 2006. Adi Kuntoro 2009 penelitian dilakukan di Rumah Sakit Kuningan Jawa Barat sedangkan penelitian Dadang Hermanto Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Bulungan Kalimantan Timur 2. Yadi Suryadi 2009) diantaranya : 1. Variabel peneltian yaitu: penelitian Caecilia Hendriani 2006 dan Adi Kuntoro 2006 tentang mutu pelayanan persalinan.assurance.

. sedangkan penelitian Dadang Hermanto analisis data dengan regresi logistik. 4. Analisis data Caecilia Hendriani 2006 dan Adi Kuntoro 2006 menggunakan analisis kepentingan dengan diagram kartesius.sampel 106 sedangkan penelitian Dadang Hermanto semua Ibu yang di rawat inap di Unit Kebidanan dengan jumlah sampel 120.

baik berupa kebutuhan yang dinyatakan maupun kebutuhan yang tersirat2. Pengertian Mutu Secara umum. Mutu 1. Mutu Pelayanan Kesehatan Mutu pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan yang sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk serta penyelenggaraannya sesuai dengan standar dan kode etika profesi2. proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan4. Mutu atau Kualitas yaitu merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk. manusia. hukum. etika. serta masyarakat konsumen. mutu pelayanan kesehatan diartikan berbeda sebagai berikut2: 1. Secara umum pengertian mutu pelayanan kesehatan adalah derajat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan dengan menggunakan potensi sumber daya yang tersedia di rumah sakit atau puskesmas secara wajar. mutu (quality) dapat didefinisikan sebagai keseluruhan karakteristik barang atau jasa yang menunjukan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan konsumen. Selain itu. Menurut pasien/masyarakat adalah empati. tanggap. dan efektif serta diberikan secara aman dan memuaskan sesuai norma. jasa. dan sosial budaya dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan pemerintah. sesuai . 2. efisien. menghargai.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

Menurut petugas kesehatan adalah bebas melakukan segala sesuatu secara professional sesuai dengan ilmu pengetahuan. sifat. dan peralatan yang memenuhi standar. Dalam praktik sehari-hari melakukan penilaian ini tidaklah mudah. serta ciri-ciri pelayanan kesehatan. wujud. Tiap orang tergantung dari latarbelakang kepentingan masing-masing dapat melakukan penilaian dari dimensi berbeda2. Menurut manajer/anministrator adalah mendorong manajer untuk mengatur staf dan pasien/masyarakat dengan baik. dan ramah. Yang dimaksud dengan hakekat dasar tersebut adalah memenuhi kebutuhan dan tuntutan para pemakai jasa pelayanan yang apabila berhasil dipenuhi akan menimbulkan rasa puas (client satisfaction) terhadap pelayanan kesehatan yang diselenggarakan2. 3. ataupun kepatuhan terhadap standar pelayanan. Penyebab utamanya ialah karena mutu pelayanan tersebut bersifat multidimensional. 3. 4. 2.kebutuhan. Untuk mengatasi adanya perbedaan dimensi tentang masalah mutu pelayanan kesehatan seharusnya pedoman yang dipakai adalah hakekat dasar dari diselenggarakannya pelayanan kesehatan tersebut. Menurut yayasan/pemilik adalah menuntut pemilik agar memiliki tenaga profesional yang bermutu dan cukup. baik terhadap tingkat kesempurnaan. keterampilan. Dari batasan ini dapat dipahami bahwa mutu pelayanan dapat diketahui apabila sebelumnya telah dilakukan penilaian. Dimensi Mutu Karena jasa tidak kasat mata serta kualitas teknik jasa tidak selalu dapat .

dievaluasi secara akurat, pelanggan berusaha menilai kualitas jasa berdasarkan apa yang dirasakannya, yaitu atribut-atribut yang mewakili kualitas proses dan kualitas pelayanan. Menurut zaithaml dan M.T. Bitner (1996) dan juga Adrian Palmer (2001) ada lima dimensi mutu pelayanan yang perlu diperhatikan yaitu4: a. Reliability (keandalan) yaitu kemampuan untuk melaksanakan jasa yang dijanjikan dengan tepat dan terpercaya, misalya; pelayanan pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan yang cepat dan tepat, jadwal pelayanan dijalankan secara tepat, prosedur pelayanan yang tidak berbelit-belit. b. Responsiveness (ketanggapan) yaitu kemampuan untuk membantu pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat atau tanggap, misalnya; kemampuan dokter, bidan/perawat untuk tanggap menyelesaikan keluhan pasien, petugas memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti, tindakan cepat pada saat pasien membutuhkan. c. Assurance (jaminan) yaitu pengetahuan atau kesopanan petugas serta kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan kenyakinan, misalnya; pengetahuan dan kemampuan medis menetapkan diagnosa, keterampilan petugas dalam bekerja, pelayanan yang sopan dan ramah, jaminan keamanan, kepercayaan status social, dll.

d. Empaty (empati) yaitu rasa peduli, memberikan perhatian pribadi kepada pasien, misalnya; memberikan perhatian secara khusus kepada setiap pasien, kepedulian terhadap keluhan pasien, pelayanan kepada semua pasien tanpa membedakan status, dll. e. Tangibles (Bukti langsung) yaitu penampilan fasilitas fisik, peralatan, personel dan media komunikasi, misalnya; kebersihan, kerapihan dan

kenyamanan

ruangan,

penataan

interior

dan

eksterior

ruangan,

kelengkapan, persiapan dan kebersihan alat, penampilan, kebersihan penampilan petugas. 4. Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan a. Indikator Indikator adalah petunjuk atau tolak ukur , indikator adalah

fenomena yang dapat diukur, indikator mutu asuhan kesehatan atau pelayanan kesehatan dapat mengacu pada indikator yang relevan berkaitan dengan struktur, proses, dan outcomes . 1). Indikator Struktur o o o Tenaga kesehatan frofesional (dokter, perawat dan sebagainya) Perlengkapan dan peralatan kedokteran termasuk obat-obatan Metode : Adanya standar operating prosedure masing-masing unit, dan sebagainya 2). Indikator Proses Memberikan petunjuk tentang pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan, prosedur asuhan yang ditempuh oleh tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya. Apakah telah sebagaimana mestinya sesuai dengan prosedur, pemeriksaan, diagnosa, pengobatan, dan penanganan seperti yang seharusnya sesuai dengan standar. 3). Indikator outcomes Merupakan indikator hasil daripada keadaan sebelumnya yaitu input dan proses seperti: o Bed Occupancy Ratio/ Angka penggunaan tempat tidur (BOR), Turn Over Interval/Tenggang perputaran (TOI), Average Length of Stay/Rata-rata lamanya pasien dirawat (AVLOS).
6

o

Angka kesembuhan penyakit, Angka kematian, Angka infeksi nasokomial, Komplikasi perawatan, Kepuasan pasien dan sebagainya. Sasaran (ojectivess) dari progran quality asurrence (QA) tersebut

seperti yang dikemukakan kelompok kerja WHO adalah “ untuk menjamin bahwa tiap-tiap pasien menerima pelayanan kesehatan, pemeriksaan diagnostik dan terapi, untuk menghasilkan sebanyak mungkin outcome pelayanan kesehatan yang optimum untuk pasien, kensisten dengan keadaan dari art of medical science, dan dengan faktorfaktor biologi seperti usia pasien, penyakit, diagnosa sekunder yang sesuai, kepatuhan terhadap pengaturan terapi, dan faktor-faktor lain yang berkaitan; dengan pengeluaran yang minimal dari sumber daya yang diperlukan untuk memenuhi hasil tersebut; pada resiko luka dan cacad yang diteima paling rendah akibat terapi; dengan kepuasan pasien yang maksimal dalam proses perawatannya, interaksinya dengan sistem pemeliharaan kesehatan, dan hasil yang didapat” . B. Persepsi 1. Pengertian Persepsi Persepsi ialah interpretasi tentang apa yang diinderakan atau dirasakan individu (Bower). Persepsi merupakan suatu proses pengenalan maupun proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu (Gibson) 7. Persepsi adalah pengamatan yang merupakan kombinasi penglihatan, penciuman, pendengaran serta pengalaman masa lalu. Persepsi dinyatakan sebagai proses menapsir sensasi-sensasi dan memberikan arti kepada stimuli. Persepsi merupakan penafsiran realitas dan masing-masing orang memandang realitas dari sudut perspektif yang berbeda8.
6

Gerakan c. tingkat pendidikan. pengalaman dan pengharapan. Kedekatan Karakteristik 1. Pekerjaan 3.2. Sikap. pekerjaan. budaya. pekerjaan. sebagaimana gambar 2. hal ini dipengaruhi oleh: a) Tingkat pengetahuan dan pendidikan seseorang b) Faktor pada pemersepsi/pihak pelaku persepsi dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti sikap.1. Latar belakang f. Umur 4. Bunyi d. kepribadian dan pengalaman hidup individu9. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi8 . Ukuran e. lingkungan fisik.2. Waktu b. Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Terdapat sejumlah faktor yang dapat berpengaruh untuk memperbaiki dan mendistorsi persepsi kita yang berbeda dalam melihat suatu objek yang sama. motivasi. Hal baru b. situasi dan target. Pendidikan 2.1. berikut. 3. latar belakang sosial ekonomi. umur dan status sosial. Kepentingan c. Pengharapan Faktor situasi a. Faktor pemersepsi a. Tahapan persepsi Diketahui tiga faktor tahap persepsi yaitu pemersepsi. Keadaan/situasi c. kepentingan atau minat. Variabel lain yang ikut menentukan persepsi adalah umur. Pengalaman d. Ketiga tahap tersebut dipengaruhi oleh faktor karakteristik seperti pendidikan. motivasi b. Status sosial Persepsi Gambar. Keadaan sosial Faktor target a.

Penyebabnya. Kendati demikian. Kepuasan 1. . sehingga masing-masing komponen signifikan dapat ditelaah secara lebih spesifik10. evaluatif. Hingga saat ini definisi kepuasan pelanggan masih banyak diperdebatkan. dan psikologis yang berkontribusi terhadap terwujudnya kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan. Pengertian Kepuasan Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang (pelanggan) setelah membandingkan antara kinerja atau hasil yang dirasakan (pelayanan yang diterima dan dirasakan) dengan yang diharapkannya4. Dengan demikian proses persepsi dipengaruhi oleh pengalaman masa lalunya yang tersimpan dalam memori8. Di lain pihak. Menurut Kolter (1997) kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang sebagai hasil dari perbandingan antara prestasi atau produk yang dirasakan dan yang diharapkannya5. orientasi program dipandang lebih mampu mengungkap pengalaman konsumsi secara keseluruhan dibandingkan orientasi hasil. akan disimpan dalam memorinya dan akan digunakan sebagai referensi untuk menghadapi stimuli baru.Persepsi setiap orang terhadap suatu objek dapat berbeda-beda. Disatu pihak. setidaknya ada dua tipe yang domain. kepuasan pelanggan dipandang sebagai outcome atau hasil yang didapatkan dari pengalaman konsumsi barang atau jasa spesifik (outcome-oriented approach). kepuasan pelanggan juga kerapkali dipandang sebagai proses (processoriented approach). Orientasi proses menekankan perseptual. oleh karena itu persepsi mempunyai sifat subjektif. C. Semua apa yang telah memasuki indra dan mendapatkan perhatiannya. yang dipengaruhi oleh isi memorinya. belakangan ini prosess-oriented approach lebih dominan.

Sistem keluhan dan saran Dengan menyediakan kotak saran. c. dan lain-lain untuk memberikan kesempatan seluas luasnya kepada pasien atau pelanggan untuk menyampaikan keluhan. Kepuasan pelanggan merupakan promosi terbaik. Ghost Shopping (Pembelanja Misterius) Metode ini. e. f. c. Pelanggan semakin kritis dalam memilih produk. Kepuasan pelanggan merupakan asset perusahaan terpenting. . pelanggan menjamin pertumbuhan dan perkembangan g.2. Los Costomer Analisis Organisasi kesehatan menghubungi para pelanggan yang telah berhenti membeli atau telah beralih ke organisasi pelayanan kesehatan lain agar dapat memahami mengapa hal ini terjadi dan supaya dapat mengambil kebijakan perbaikan/penyempurnaan selanjutnya. Metode mengukur kepuasan pelanggan a. b. Pelanggan puas akan kembali. organisasi pelayanan kesehatan mempekerjakan beberapa orang atau (ghost shopper) untuk berperan atau bersikap sebagai pasien/pembeli potensial produk/pelayanan organisasi pelayanan kesehatan lain yang kemudian melaporkan temuannya sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan organisasi. Kepuasan pelanggan merupakan sarana untuk menghadapi kompetisi dimasa yang akan datang. 3. dan pendapat mereka. saran. d. b. Manfaat kepuasan Manfaat kepuasan yaitu 4: a. Pelanggan yang puas mudah memberikan referensi. Kepuasan perusahaan. hotline service. komentar.

10. tingkat penghasilan. kompetensi pribadi. seperti10: a. harapan pelanggan merupakan keyakinan pelanggan sebelum mencoba atau membeli suatu produk dan jasa. pos. Harga b. Tingkat Harapan Pelanggan Tiga level atau tingkat harapan pelanggan mengenai mutu4 : a. Faktor yang mempengaruhi kepuasan Tanggapan yang diberikan pasien mengenai kepuasan akan dipengaruhi oleh beberapa karakteristik demografis dan sosio-psikologis dan demografi diantaranya: usia. Harapan pelanggan yang paling sederhana berbentuk asumsi . Survai Kepuasan Pelanggan Untuk mengetahui kepuasan pelangan para pemasar juga dapat melakukan berbagai penelitian atau survai mengenai kepuasan pelanggan misalnya melalui kuesioner. Pelanggan menilai produk atau jasa berdasarkan itemitem spesifik. 4. tingkat pendidikan. yang dijadikan standar atau acuan dalam menilai kinerja produk atau jasa tersebut11. Keramahan staf layanan pelanggan 5. Fasilitas layanan d. Harapan 1. telepon. dan seterusnya2.d. 2. Umumnya proses ini terdiri atas dimensi-dimensi kunci kepuasan pelanggan. Pengertian Harapan Menurut Oslon dan Dover. Dimensi kepuasan pelanggan Berbagai penelitian memilah kepuasan pelanggan kedalam komponenkomponennya. Kecepatan layanan c. gaya hidup. status pernikahan. ataupun wawancara langsung. D.

Pemanfaatan informasi yang diperoleh dari hasil riset pasar dalam suatu kerangka strategik. Semua rumah sakit dapat melayani pelayanan kesehatan maternal. c. Untuk memenuhi harapan pelanggan. dituntut dapat memberikan pelayanan prima atau unggul. Harapan lebih tinggi dari level pertama yaitu kepuasan pelanggan dicerminkan dalam pemenuhan persyaratan atau spesifikasi. 2.b. c. Pelayanan Kebidanan di Rumah Sakit 1. pada umumnya telah dibentuk komite mutu atau komite akreditasi sangat menentukan. Pelayanan Maternal di Rawat Inap Kebidanan Rawat inap (opname) adalah istilah yang berarti proses perawatan pasien oleh tenaga kesehatan profesional akibat penyakit tertentu. Melayani kesehatan maternal gawat darurat (PONEX) Tenaga yang tersedia di RS PONEX adalah dokter ahli. b. tetapi masuk dalam pelayanan peristi (perinatal Resiko Tinggi) 12. Untuk pelayanan maternal terkait dengan proses akreditasi rumah sakit. sampai saat ini untuk pelayanan maternal secara khusus belum ada. Harapan yang lebih tinggi dari level kedua yaitu pelanggan menuntut kesenangan atau jasa yang bagus sehingga membuatnya tertarik. Dalam pelaksanaan jaminan mutu RS. Pengembangan database yang lebih akurat dibandingkan dengan organisasi yang lain. di mana pasien . dengan mengembangkan: a. Pelayanan Kesehatan Maternal di Rumah Sakit a. c. Kemampuan memahami kebutuhan. E. keinginan dan harapan pelanggan b. bidan dan perawat.

amniotomi . rupture perineum dan rupture vagina). prolapsus tali pusat. perdarahan setelah bayi lahir (atonia uteri. seksio sesarea dan seterusnya. Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal normal diantaranya: Persalinan normal. Dengan prosedur klinik diantaranya: perawatan pra. retensio plasenta. dan seterusnya. hipertensi kehamilan.diinapkan di suatu ruangan di rumah sakit . persalinan lama. kehamilan ektopik terganggu. mola hidatidosa). c. penyakit menular seksual (PMS) dan kehamilan. 3. robekan perineum tingkat III dan IV. ketuban pecah dini. penjaitan robekan porsio. Standar Asuhan Kebidanan Bagi Bidan di Rumah Sakit Standar Pelayanan Kebidanan2 : a. anemia dalam kehamilan. tubektomi. nifas normal dan bayi baru lahir normal b. kuretase. Ruang rawat inap adalah ruang tempat pasien dirawat13. malpresentasi dan malposisi. rupture uteri). intra dan post operatif seksio sesarea. Lingkup pelayanan rawat inap kebidanan dirumah sakit selain sebagai penyelengara pelayanan obstetric neonatal emergensi komprehensif (PONEK) juga memberikan pelayanan14 : a. embriotomi. Standar I : Falsafah dan tujuan . ekstrasi vakum / cunam. distorsi bahu. masalah janin. persalinan sungsang. histerektomi subtotal atau total. Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal dengan masalah diantaranya: perdarahan pada kehamilan muda (abortus. infeksi dalam kehamilan. kehamilan ganda. infeksi dalam persalinan dan nifas. manajemen aktif kala III. perdarahan kehamilan lanjut dan persalinan (plasenta previa. solution plasenta.

Pengelola pelayanan kebidanan memiliki visi, misi, filsofi dan tujuan pelayanan serta organisasi pelayanan sebagai dasar untuk melaksanakan tugas pelayanan yang efektif dan efesien. b. Standar II : Administrasi dan pengelolaan Pengelola pelayanan kebidanan memiliki pedoman pengelola pelayanan. Standar pelayanan, prosedur tetap dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan pelayanan yang kondusif pelayanan kebidanan akurat. c. Standar III : Staf dan pimpinan Pengelola pelayanan kebidanan mempunyai program pengelolaan sumber daya manusia, agar pelayanan kebidanan berjalan efektip dan efisien. d. Standar IV :Falsafah dan peralatan Tersedia sarana dan peralatan untuk mendukung pencapaian tujuan pelayanan kebidanan sesuai dengan beban tugasnya dan fungsi institusi pelayanan. e. Standar V : Kebijaksanaan dan prosedur Pengelola pelayanan kebidanan memiliki kebijakan dalam yang memungkinkan terjadinya praktek

penyelenggaraan pelayanan dan pembinaan personil menuju pelayanan yang berkualitas. f. Standar VI : Pengembangan staf dan program pendidikan Pengelola pelayanan kebidanan memiliki program pengembangan staf dan perencanaan pendidikan, sesuai dengan kebutuhan pelayaan. g. Standar VI : Standar asuhan Pengelola pelayanan kebidanan memiliki standar asuhan/ manajemen kebidanan yang diterapkan sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kepada pasien. h. Standar VII : Standar evaluasi dan pengendalian mutu

Pengelola pelayanan kebidanan memiliki program dan pelaksanaan dalam evaluasi dan pengendalian mutu pelayanan kebidanan yang dilakukan secara berkesinambungan. 4. Standar Praktek Kebidanan a. Standar I : Metode Asuhan Asuhan kebidanan dilaksanakan dengan metode manajemen kebidanan dengan langkah: Pengumpulan data, Penentuan diagnosa, Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi dan dokumentasi. b. Standar II : Pengkajian Pengumpulan data tentang status kesehatan klien dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Data yang diperoleh dicatat dan dianalisis. Anamnesis o Biodata (nama ibu, usia, alamat, pekerjaan, agama, pendidikan terakhir, dan identitas suami). o o Riwayat kehamilan ini (HPHT, gerak janin, dan masalah/ keluhan). Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu (jumlah kehamilan, jumlah anak hidup, kelahiran prematur, keguguran, jarak, jenis persalinan, riwayat perdarahan, tekanan darah tinggi, berat bayi lahir, dan masalah/kelahiran lain). o Riwayat kesehatan yang sedang dan pernah diderita (masalah kardiovaskular, hipertensi, diabetes, malaria, PMS, atau lainnya). o Riwayat sosial ekonomi (status perkawinan, respons terhadap kehamilan dan persalinan, riwayat KB, dukungan keluarga,

pengambilan keputusan dalam keluarga, gizi yang dikonsumsi, gaga hidup, serta rencana tempat dan pertolongan persalinan). o Keadaan umum dan tanda vital (TB, BB, tekanan darah, nadi, suhu,

dan pernapasan). o Kepala dan leher (edema, mata pucat/ikterik, pembesaran/tumor kelenjar limfe/tiroid, penonjolan jugularis). o Payudara (bentuk, ukuran, simetris, tumor, keadaan puting susu, cairan yang keluar, dan jaringan parut). o Abdomen dan uterus (bekas luka operasi, tinggi fundus uteri, dan denyut jantung janin). o o Ekstremitas (edema, pucat, dan refleks). Anogenital (luka, varises, pembengkakan, massa, dan pengeluaran cairan). o o Panggul (pemeriksaan bimanual dilakukan atas indikasi). Darah (hemoglobin, golongan darah).

c. Standar III : Diagnosa kebidanan Diagnosa kebidanan dirumuskan berdasarkan analisis data yang telah dikumpulkan. d. Standar IV :Rencana asuhan Rencana asuhan kebidanan dibuat berdasarkan diagnosa kebidanan e. Standar V : Tindakan Tindakan kebidanan dilaksanakan berdasarkan rencana dan perkembangan keadaan klien: tindakan kebidanan dilanjutkan dengan evaluasi keadaan klien.

f.

Standar VI : Partisipasi klien Tindakan kebidanan dilaksanakan bersama-sama klien dan keluarga dalam rangka peningkatan pemeliharaan dan pemulihan.

g. Standar VII : Pengawasan

: merencanakan pelayanan yang akan diberikan. F. terperinci. masalah dan kebutuhan. serta jelas dengan catatan yang berorientasi pada masalah. : mencatat hasil pemeriksaan. h. : mencatat diagnosis. i. Standar VII : Evaluasi Evaluasi asuhan dilaksanakan terus menerus seiring dengan tindakan kebidanan yang dilaksanakan dan evaluasi dari rencana yang telah dirumuskan.Monitor/pengawasan terhadap klien dilaksanakan secara terus menerus dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan klien. Kerangka Teori . Standar IX : Evaluasi Asuhan kebidanan didokumentasikan sesuai dengan standar dokumentasi asuhan kebidanan yang diberikan o Seluruh hasil pemeriksaan dan asuhan dicatat dengan lengkap. o Menggunakan metode SOAP: S (Subjektif) O (Objektif) A (Analisis) P (Planning) : mencatat semua keluhan pasien.

Kesembuhan c. teori Zeithaml & M. Kematian d.Bitner (1996). Administrasi b. Pemeriksaan c. Jumlah pasien b . Bukti langsung KEPUASAN KENYATAAN KARAKTERISTIK 1. Pengobatan e. D. Metode Standar proses a. Umur 2. Diagnosa d.T. Empati 5. Pendidikan 3. Keandalan) 2. Oliver (1980) . Status sosial Gambar 2. Pekerjaan 4.Standar mutu pelayanan kebidanan RS Standar struktur a. Jaminan 4. Kerangka Teori Keterangan: = Tidak diteliti Sumber: Modifikasi.Wijono (1999). dst HARAPAN PERSEPSI DIMENSI MUTU 1. Tenaga c.1. Penanganan Standar outcome a. Peralatan d. Kepuasan. Ketanggapan 3.

H. 3. Variabel Penelitian Variabel penelitian dalam penelitian ini terdiri dari: Variabel Bebas yaitu: 1. 5. Pendidikan 4. Kelas perawatan 3. Ada hubungan antara persepsi ketanggapan dengan kepuasan pasien rawat inap Kebidanan di RSUD Dr. Pekerjaan 5. Hipotesis Penelitian Hipotesis pada penelitian ini adalah : 1. Pembayaran B. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur . Umur 2. H. Persepsi Keandalan Persepsi ketanggapan Persepsi jaminan Persepsi empati Persepsi Bukti langsung Variabel Terikat yaitu: Kepuasan pasien Variabel Konponding yaitu : Karakteristik Pasien 1.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 2. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur 2. Ada hubungan antara persepsi keandalan dengan kepuasan pasien rawat inap Kebidanan di RSUD Dr. 4.

3. H. Ada pengaruh secara bersama-sama antara persepsi keandalan. Ada hubungan antara persepsi bukti langsung dengan kepuasan pasien rawat inap Kebidanan Kalimantan Timur 6. ketanggapan. Ada hubungan antara persepsi empati dengan kepuasan pasien rawat inap Kebidanan di RSUD Dr. Ada hubungan antara persepsi jaminan dengan kepuasan pasien rawat inap Kebidanan di RSUD Dr. Kerangka Konsep Penelitian . H. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur 5. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan C. H. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur 4. H. jaminan. empati dan bukti langsung terhadap kepuasan pasien rawat inap Kebidanan RSUD Dr. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Klimantan Timur di RSUD Dr.

maka dibuat kerangka konsep sesuai dengan tujuan penelitian sebagai berikut. Pendekatan waktu pengumpulan data .Berdasarkan kerangka teori. dengan menggunakan pendekatan survei analitik15. Kerangka Konsep D. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif.1. Rancangan Penelitian 1. Variabel Bebas Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan Persepsi keandalan Variabel Terikat Persepsi Ketanggapan Kepuasan Pasien terhadap pelayanan kebidanan Persepsi Jaminan Persepsi Empati Karakteristik Pasien Persepsi Bukti langsung Variabel Konpondingl Keterangan Tidak di analisis secara inferensial Gambar 3. 2.

pengukuran variabel bebas dan variabel terikat dilakukan secara bersamaan15. Populasi penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang dirawat inap diruang kebidanan RSUD Dr. Prosedur sampel dan sampel penelitian Teknik pengambilan sampel dilakukan non rondom (non probability sampling) dengan teknik “konsekutif sampling”.Pendekatan waktu pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan belah bintang (cross sectional) yaitu Wawancara dilakukan pada subyek penelitian hanya sekali saja. Penentuan jumlah populasi penelitian ini didasarkan pada jumlah kunjungan pasien tahun 2009 sebanyak 817 pasien. 3. yaitu semua subjek yang datang. (d)² 18 17 Keterangan : n N : Jumlah sampel : Jumlah populasi . yang terdiri dari pasien kelas I. 4. H. sesuai ketentuan populasi diatas dan telah memenuhi kreteria inklusi dan ekslusi yang ditentukan pada penelitian ini selama masa penelitian . kelas II dan kelas III.16. 5. Metode pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada responden yaitu menggunakan kuesioner terpimpin mengenai pertanyaan dimensi mutu. Pengambilan sampel secara proporsional dihitung dengan mengunakan uraian sebagai berikut : Rumus N n = ___________ 1 + N . Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur.

Besar Sampel Tiap Kelas Perawatan Di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. (0. Pasien telah dirawat inap di ruang kebidanan RSUD Dr. III) dengan 18 menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus Ni ni = 1+N n Keterangan ni n Ni N : Jumlah sampel tiap kelas : Jumlah sampel seluruhnya : Jumlah populasi tiap kelas : Jumlah populasi seluruhnya Sehingga besar sampel tiap kelas perawatan dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut: Tabel 3.1.(d)² : Tingkat penyimpangan terhadap populasi yang diinginkan (d= 0. . H.77 = 120 1 + 817 . H. II.084) 817 n = ______________ = 120.084)² Dari 120 responden tersebut akan diambila secara proporsional tiap kelas perawatan dari tiga kelas perawatan (kelas I. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur minimal 3 hari. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur N : 817. n : 120 Jumlah Populasi tiap Jumlah sampel tiap No Kelas kelas kelas 1 I 118 17 2 II 236 35 3 III 463 68 Total 817 120 Kriteria inklusi untuk penentuan sampel tersebut adalah: a.

Persepsi keandalan adalah penilaian responden terhadap kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan benar. perawat atau petugas kesehatan lainnya pada saat pasien rawat inap kebidanan RSUD Dr. Kreteria eksklusi adalah : Pasien merupakan pegawai RSUD Dr. H. 6. Cara pengukuran menggunakan wawancara dengan panduan kuesioner terstruktur terdiri dari pertanyaan favourable dan unfavourable. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur. b. Sedangkan pada pertanyaan unfavourable skoring diberikan terbalik. 3 bila jawaban ‘setuju’. c. misalnya memberikan informasi yang jelas. Definisi operasional variabel penelitian dan skala pengukuran a.05) yang berarti distribusi data tidak normal. H. dan 4 bila jawaban ‘sangat setuju’. Maka pembuatan kategori dilakukan berdasarkan nilai median yaitu x ≥ 18 = baik dan x < 18 = tidak baik . bidan. H. Mampu menjawab pertanyaan penelitian. Berdasarkan hasil uji normalitas kolmogorov-smirnov diperoleh p= 0. Bersedia menjadi responden. menyelesaikan keluhan pasien dan tindakan yang segera oleh dokter. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur.001 (p<0.b. di unit rawat inap kebidanan RSUD Dr. seperti kemapuan petugas dalam mendiagnosa penyakit. Jawaban pertanyaan favourable diberi skor 1 bila jawaban ‘sangat tidak setuju”. Soemarno Sosroatmodjo . menyembuhkan ataupun mengurangi keluhan pasien. 2 bila jawaban ‘tidak setuju’. Persepsi Ketanggapan pelayanan kebidanan adalah penilaian responden terhadap kemauan petugas untuk membantu pasien.

Jawaban pertanyaan favourable diberi skor 1 bila jawaban ‘sangat tidak setuju”. Maka pembuatan kategori dilakukan berdasarkan nilai median yaitu x ≥ 21 = baik dan x < 21 = tidak baik. dan 4 bila jawaban ‘sangat setuju’. sikap dan prilaku baik. 3 bila jawaban ‘setuju’.0001 (p<0. c.Bulungan Kalimantan Timur membutuhkan.5 = baik dan x < 15. resiko atau ragu-ragu.05) yang berarti distribusi data tidak normal. . misalnya tersedianya tenaga dokter. Sedangkan pada pertanyaan unfavourable skoring diberikan terbalik.0001 (p<0. 2 bila jawaban ‘tidak setuju’. keterampilan / kemampuan.05) yang berarti distribusi data tidak normal. Cara pengukuran menggunakan wawancara dengan panduan Jawaban kuesioner terstruktur terdiri dari pertanyaan favourable. memberikan tindakan bebas dari segala bahaya. pertanyaan diberi skor 1 bila jawaban ‘sangat tidak setuju”. kesopanan. Persepsi empati pelayanan kebidanan adalah penilaian responden tentang perhatian atau rasa peduli petugas dalam pelayanan meliputi sikap dokter. 2 bila jawaban ‘tidak setuju’. Cara pengukuran menggunakan wawancara dengan panduan kuesioner terstruktur terdiri dari pertanyaan favourable dan unfavourable. Berdasarkan hasil uji normalitas kolmogorov-smirnov diperoleh nilai p= 0. d. Persepsi jaminan pelayanan kebidanan adalah penilaian responden terhadap kepastian pelayanan yang dapat mengatasi keluhan pasien. bidan.5 = tidak baik. Berdasarkan hasil uji normalitas kolmogorov-smirnov diperoleh nilai p= 0. 3 bila jawaban ‘setuju’. dan 4 bila jawaban ‘sangat setuju’. Maka pembuatan kategori dilakukan berdasarkan nilai median yaitu x ≥ 15. perawat atau petugas kesehatan lainnya yang memiliki pengetahuan.

3 bila jawaban ‘setuju’. e. Cara pengukuran menggunakan wawancara dengan panduan kuesioner terstruktur terdiri dari pertanyaan favourable dan unfavourable. dan 4 bila jawaban ‘sangat setuju’. memahami keluhan/kebutuhan pasien rawat inap kebidanan RSUD Dr.bidan. 2 bila jawaban ‘tidak setuju’. Jawaban pertanyaan favourable diberi skor 1 bila jawaban ‘sangat tidak setuju”. 3 bila jawaban ‘setuju’. perhatian pribadi. H. perawat atau petugas kesehatan lainnya. H. dan 4 bila jawaban ‘sangat setuju’. kelengkapan dan kebersihan alat medis atau non medis. 2 bila jawaban ‘tidak setuju’. Sedangkan pada pertanyaan unfavourable skoring diberikan terbalik. perawat atau petugas kesehatan lainnya dengan mengutamakan kepentingan pasien. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur. kebersihan.05) yang berarti distribusi data tidak normal.0001 (p<0. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur. Maka pembuatan kategori dilakukan berdasarkan nilai median yaitu x ≥ 13 = baik dan x < 13 = tidak baik. Berdasarkan hasil uji normalitas kolmogorov-smirnov diperoleh nilai . berinteraksi/berkomunikasi yang baik. Persepsi bukti langsung pelayanan kesehatan adalah penilaian responden meliputi penampilan dokter. bidan. kerapihan dan kenyamanan ruangan pasien rawat inap kebidanan RSUD Dr. Sedangkan pada pertanyaan unfavourable skoring diberikan terbalik. Cara pengukuran menggunakan wawancara dengan panduan kuesioner terstruktur terdiri dari pertanyaan favourable dan unfavourable. Jawaban pertanyaan favourable diberi skor 1 bila jawaban ‘sangat tidak setuju”. Berdasarkan hasil uji normalitas kolmogorov-smirnov diperoleh nilai p= 0.

Pengukuran dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi dokumen responden.10 = puas dan x < 50.10 = tidak puas. H.05) yang berarti distribusi data tidak normal. Variabel Kontrol 1) Umur adalah bilangan tahun terhitung sejak lahir sampai dengan tahun dimana pasien menjadi responden pada penelitian ini. f. Cara pengukuran menggunakan wawancara dengan panduan kuesioner terstruktur. 2 bila jawaban ‘tidak sesuai’.080 (p>0. ketersediaan sarana/prasarana yang dibutuhkan pasien. meliputi Kecepatan / kesegeraan petugas memberikan pertolongan (pelayanan).0001 (p<0. g. Skala pengukuran dengan klasifikasi : a) Minimum b) Mean c) Maksimum . Maka pembuatan kategori dilakukan berdasarkan nilai median yaitu x ≥ 39 = baik dan x < 39 = tidak baik. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur.p= 0. Jawaban pertanyaan diberi skor 1 bila jawaban ‘sangat tidak sesuai”.05) yang berarti distribusi data normal. Kepuasan pasien rawat inap kebidanan adalah interprestasi responden tentang kesesuaian antara harapan dengan yang diterima. misalnya kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga. Berdasarkan hasil uji normalitas kolmogorov-smirnov diperoleh nilai p= 0. dan 4 bila jawaban ‘sangat sesuai’. Maka pembuatan kategiri dilakukan berdasarkan nilai mean yaitu x ≥ 50. 3 bila jawaban ‘sesuai’. dan keramahan petugas dalam memberikan pelayanan di unit rawat inap kebidanan RSUD Dr.

b. Cara mengukur : Wawancara dengan menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi dokumen. pertanyaan pengukuran variabel persepsi mutu pelayanan kebidanan dan kepuasan pasien yang meliputi. Skala pengukuran ordinal dengan klasifikasi : a) Pendidikan Dasar (SD dan SMP) b) Pendidikan Menengah (SLTA) c) Pendidikan Tinggi (Akademi dan Perguruan Tinggi) 7. Instrumen penelitian dan cara penelitian a. oleh karena itu dilakukan uji Validitas dan Reabilitas .2) Pendidikan adalah pendidikan formal yang dicapai oleh responden. peneliti dibantu 20 19 . Kuesioner dikembangkan sendiri oleh peneliti mengacu pada reperensi yang ada. empati dan Bukti langsung pelayanan kebidanan. jaminan. Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari tiga kelompok pertanyaan yaitu karakteristik responden. persepsi keandalan. Cara Penelitian Cara pengambilan data yang akan dilakukan pada penelitian ini meliputi: 1) Persiapan yaitu peneliti mengurus perijinan dan sosialisasi pada instansi tempat penelitian. misalnya ijazah pendidikan terakhir atau kartu keluarga. ketanggapan. Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini alat untuk mengumpulkan data menggunakan kuesioner terstruktur dengan pertanyaan tertutup yaitu pertanyaan yang kemungkinan jawabannya sudah ditentukan lerlebih dahulu dan responden tidak diberi kesempat memberikan jawaban lain . merekrut asisten peneliti.

keluarga atau orang terdekat responden diperbolehkan membantu mengisi koesioner berdasarkan jawaban yang diberikan responden. Pada proses pengisian kuesioner. cara pengisian kuesioner. Uji validitas dan reliabilitas Uji validitas dan realibilitas kuesioner pada penelitian ini akan dilakukan di RSUD Abdul Rivai Tanjung Redep kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur. Dalam hal ini melakukan korelasi masing – masing score pertanyaan dengan total score . c. Jadi validitas ingin mengukur apakah pertanyaan dalam kuesioner yang sudah peneliti susun betul-betul dapat mengukur apa yang hendak di ukur21. dengan jumlah sempel 30 respoden. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. 2) Pelaksanaan yaitu koesioner dibagikan pada responden untuk diisi. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Pengukuran tingkat validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan korelasi antara skor butir pertanyaan dengan total score konstruk atau variabel. 3) Penyelesaian yaitu peneliti atau asisten peneliti mengumpulkan kembali kuesioner yang telah dibagikan dan dilakukan koreksi kelengkapannya satu persatu untuk kemudian dilakukan tabulasi data.asisten peneliti yang telah dipilih memberikan penjelasan pada responden yang telah memenuhi kreteria inklusi dan eksklusi tentang maksud dan tujuan penelitian. dengan hipotesa22 : . kesediaan untuk memberikan penjelasan bila dibutuhkan dan kerahasiaan responden dalam penelitian.

. setelah di uji coba terdapat 1 pertanyaan tidak valid yaitu pertanyaan nomor 22. 4) Persepsi empati pelayanan kebidanan Pertanyaan diajukan berjumlah 5 pertanyaan. 2) Persepsi ketanggapan pelayanan kebidanan Semua pertanyaan tentang persepsi ketanggapan setelah dilakukan uji coba kuesioner menunjukan nilai p<0. terdapat 1 pertanyaan tidak valid yaitu pertanyaan nomor 16 sehingga pertanyaan tersebut dikeluarkan dari daftar pertanyaan karena pertanyaan yang tersisa sudah mewakili persepsi jaminan pelayanan kebidanan.05 yang berarti pertanyaan tersebut adalah valid.Ho : Skor butir pertanyaan berkorelasi positif dengan total score konstruk Ha : Skor butir pertanyaan tidak berkorelasi postif dengan total score konstruk Hasil pengujian validitas instrumen adalah sebagai berikut : 1) Persepsi keandalan pelayanan kebidanan Semua pertanyaan tentang persepsi keandalan setelah dilakukan uji coba kuesioner menunjukan nilai p<0. 5) Persepsi bukti langsung pelayanan kebidanan Semua pertanyaan tentang persepsi bukti langsung setelah dilakukan uji coba kuesioner menunjukan nilai p<0.05 yang berarti pertanyaan tersebut adalah valid 3) Persepsi jaminan pelayanan kebidanan Dari 6 pertanyaan yang diajukan. Setelah dilakukan revisi dan dilakukan uji validitas hasilnya menjadi valid.05 yang berarti semua pertanyaan tersebut adalah valid. .

disimpulkan bahwa konstruk bersifat reliabel. disimpulkan bahwa konstruk bersifat reliabel. karena pertanyaan yang tersisa sudah mewakili persepsi kepuasan pasien terhadap pelayanan kebidanan.60 22.4 dan 5.6) Persepsi kepuasan pasien Dari 22 pertanyaan yang diajukan setelah di uji valitas. terdapat 4 pertanyaan yang tidak valid yaitu pada pertanyaan nomor 2. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. kemudian ke empat pertanyaan itu di keluarkan dari daftar pertanyaan tanpa direvisi. Jawaban responden terhadap pertanyaan dikatakan reliabel jika masing – masing pertanyaan dijawab secara konsisten atau jawaban tidak boleh acak oleh karena masing – masing pertanyaan hendak mengukur hal yang sama.60). 2) Hasil cronbach alpha untuk konstruk persepsi ketanggapan pelayanan kebidanan diperoleh nilai sebesar 0. 3) Hasil cronbach alpha untuk konstruk persepsi jaminan pelayanan . Hasil pengujian realibilitas sebagaimana dijelaskan dibawah ini : 1) Hasil cronbach alpha untuk konstruk persepsi keandalan pelayanan kebidanan diperoleh nilai sebesar 0.6367 (> 0. suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika nilai cronbach alpha > 0. Uji Reliabilitas dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh responden memberikan jawaban yang konsisten terhadap kuesioner yang diberikan.60). Pengukuran reliabilitas butir pertanyaan dilakukan dengan sekali pengukuran.3.6435 (> 0.

5) Hasil cronbach alpha untuk konstruk persepsi bukti langsung pelayanan kebidanan diperoleh nilai sebesar 0. .8177 (> 0. disimpulkan bahwa konstruk bersifat reliabel.60).906 (> 0. 3) Tabulating yaitu mengelompokan data sesuai dengan tujuan penelitian kemudian dimasukan dalam tabel yang telah disiapkan. relevansi dan keseragaman satuan data.60). dilakukan penjumlahan atau pengurangan dan diberi kategori sesuai dengan tujuan penelitian. keterbacaan tulisan.6287 (> 0.82 (> 0. keajegan atau kesesuaian jawaban.kebidanan diperoleh nilai sebesar 0. Teknik pengolahan dan analisa data a. disimpulkan bahwa konstruk bersifat reliabel. 4) Hasil cronbach alpha untuk konstruk persepsi empati pelayanan kebidanan diperoleh nilai sebesar 0. 6) Hasil cronbach alpha untuk konstruk persepsi kepuasan pasien diperoleh nilai sebesar 0.60). Pengolahan data Hasil pengumpumpulan data dari tiap tahapan dirangkum dan diperpaduan selanjutnya dilakukan teknik pengolahan data yang meliputi : 1) Editing yaitu meneliti kembali kelengkapan pengisian. 8. 2) Koding yaitu mengklasifikasikan jawaban responden menurut macamnya dengan cara menandai masing-masing jawaban dengan tanda kode tertentu. Setiap pertanyaan yang telah diberi nilai.60). kejelasan jawaban. disimpulkan bahwa konstruk bersifat reliabel. disimpulkan bahwa konstruk bersifat reliabel.

3. selanjutnya hasil pengolahan data dianalisis secara diskriptif maupun analitik.4) Entry data yang telah siap diolah dimasukan dalam alat pengolahan data. variabel persepsi mutu pelayanan kebidanan dan kepuasan pasien. Analisis data 1. b. . Proses ini menggunakan uji Chi-Square . Analisis multivariat Dilakukan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat atau secara bersamaan terhadap variabel terikat menggunakan uji statistik regresi logistik. 2. Analisis univariat Untuk menggambarkan karakteristik responden. dengan nilai signifikansi (p) 5 % atau 1 %. Analisis bivariat Dilakukan analisis tabulasi silang antara variabel bebas dan variabel terikat untuk mencari hubungan antar variabel.

H. post histerektomi.298 kelahiran hidup. anemia kehamilan. eklamsia. letak sungsang.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. abortus. Angka kematian Ibu dan Anak pada tahun 2009 tercatat 2 kasus. balita 4 kasus dari 2. Fasilitas pelayanan kebidanan di unit rawat inap kebidanan terbagi dalam beberapa ruangan yang digambarkan dalam tabel berikut : Tabel 4. pasien dengan menggunakan asuransi kesehatan antara lain. Pasien di Unit rawat inap kebidanan merupakan pasien rujukan dari puskesmas atau praktek dokter dan pasien yang datang sendiri (non rujukan) yang masuk melaui poli klinik rawat jalan atau Unit Gawat Darurat (UGD). perdarahan persalinan. Pasien rawat inap kebidanan terdiri dari pasien umum. hiperemisis gravidarum. ketuban pecah dini. Jaminan Kesehatan Masyarakat/Daerah (Jamkesmas/jamkesda). dan asuransi tenaga kerja (Astek). post curetase. Jumlah Jumlah Fasilitas Keterangan Kamar Bed . Soemarno Sosroatmodjo merupakan bagian dari Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit. H. post secsio caesare. dan lainnya. bayi 8 kasus. kehamilan ganda. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur . neonatal 34 kasus.1 Deskripsi Fasilitas Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Gambaran Umum Rawat Inap Kebidanan Unit Rawat Inap Kebidanan di RSUD Dr. preeklamsia. Diagnosis pasien rawat inap di unit kebidanan sangat bervareasi diantaranya persalinan normal/beresiko. Asuransi Kesehatan (Askes).

(4) pembayaran. 4 D. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur adalah sebagai berikut : Tabel 4.30 s/d 20. Jadwal kerja petugas pelayanan kebidanan dibagi dalam 3 shift yaitu jaga pagi dari jam 07.30 s/d 08.III SLTP Sumber: Bidang Kepegawaian RSUD Dr.30 s/d 14. H.00. jaga sore dari jam 13. Soemarno Sosroatmodjo B.00 dan jaga malam dari jam 19. Karakteristik responden ini secara lengkap disajikan pada Tabei 4.Ruang pemeriksaan dan tindakan Ruang Observasi Ruangan petugas Kelas I Kelas II Kelas III Dan lain-lain 1 1 1 3 3 1 2 2 3 6 8 Pemeriksaan obsgin pasien baru masuk dan prosedur klinik ringan dan sedang Post prosedur klinik / post oprasi Kantor dan tempat jaga Ruang perawatan Ruang perawatan Ruang perawatan Unit rawat inap kebidanan dipimpin oleh seorang kepala unit (kepala ruangan kebidanan) yang bertanggung jawab terhadap pelayanan pasien di unit rawat inap kebidanan. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur . terdiri dari.00 dengan jumlah petugas jaga masing-masing shift adalah 2 orang bidan atau perawat. kecuali shift jaga pagi jumlah petugas pelayan kebidanan lebih banyak (4 atau 5 orang petugas).I.2 Deskripsi Petugas Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Pemeriksaan pasien dilakukan oleh dokter spesialis obsgen (Sp. . Deskripsi Karakteristik Responden Deskripsi karakteristik responden pada penelitian ini.OG) setiap pagi sedangkan sore dan malam hari pemeriksaan atau pengobatan pasien menjadi tanggungjawab dokter jaga ( dokter umum). H. (1) umur. Distribusi petugas unit rawat inap kebidanan rumah sakit umum Dr.III 6 D. (2) pendidikan.1. (3) pekerjaan dan. H. Petugas Dokter Spesialis Obsgen Dokter Umum Kepala Unit perawatan kebidanan Perawat Bidan Lain-lain Jumlah 1 1 1 3 10 1 Status PNS PTT PNS 1 PNS 2 Honorer 8 PNS 2 Honorer Honorer Pendidikan Spesialis Dokter Umum D.I D.

sebagian besar responden pada penelitian ini berpendidikan Dasar sebesar 45 %. H. Pekerjaan dan Pembayaran Pasien Rawat Inap Kebidanan di RSUD Dr.2 100 24. Soemarno Sosroatmodjo. H. pendidikan tinggi sebesar 14.Tabel 4. pekerjaan dan pembayaran. usia responden yang termuda yaitu usia 16 tahun sedangkan yang tertua usia 62 tahun. D.3 Distribusi Responden Berdasarkan Umur Pasien Rawat Inap Kebidanan di RSUD Dr.3 32. S. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Tahun 2010 No Karakteristik Umur 1 Minimum Mean Maksimum 19 Tahun 31 tahun 62 Tahun Tabel 4.8 %.I. sisanya berpendidikan menengah sebesar 40.2 100 20. . Umumnya pekerjaan responden adalah sebagai petani (32.2 %.8 23.8 %) biaya perawatan responden selama di RSUD Dr. SLTP) Pendidikan Menengah (SLTA) Pendidikan Tinggi (D.8 100 3 4 Tabel 4. H.3 menunjukkan bahwa responden penelitian rata-rata berusia 31 tahun.8 14.4 menunjukkan karakteristik responden berdasarkan karakteristik pendidikan. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Tahun 2010 No Karakteristik n % 2 Pendidikan Pendidikan Dasar (SD.5 %) dan sebagian besar (50.3 5.0 50.0 40.5 10.I ) Jumlah Pekerjaan PNS Swasta Petani Wiraswasta Buruh Jumlah Pembayaran Bayar Sendiri Jamkesmas Askes Astek Jumlah 54 49 17 120 29 28 39 13 11 120 24 61 28 7 120 45.III. pembayarannya menggunakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Tabel 4.2 23.8 9.4 Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan.

Karakteristik responden diatas secara umum menggambarkan tingkat pendidikan yang masih rendah dan secara ekonomi termasuk keluarga miskin. untuk kategori baik adalah sebesar (58. H. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur.6 Hasil Jawaban Persepsi Keandalan Pelayanan Kebidanan Responden di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Hasil penilaian tersebut berdasarkan hasil jawaban responden terhadap pernyataan mengenai dimensi mutu keandalan pelayanan kebidanan sebagaimana disajikan pada tabel 4. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 Persepsi Keandalan Baik Tidak Baik Jumlah f 70 50 120 % 58. Deskripsi Persepsi Mutu 1.5 Distribusi Frekuensi Persepsi Keandalan Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. C.3 %) dan kategori tidak baik sebesar (41. 4.7 100.3 41. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 SS n % n S % n TS % n STS % Pernyataan . 4. H. H.5 menunjukan bahwa hasil analisis pada persepsi mutu keandalan pelayanan kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.3 : Tabel. Persepsi Keandalan Tabel. oleh karena itu pembiayaan kesehatan masih tergantung bantuan pemerintah melalui program jamkesmas dengan ketentuan pelayanan kesehatan gratis dan perawatan diruang kelas III. Tabel 4.7 %).

0 81 67.4 saya menjadi lebih baik 5. asuhan keperawatan atau asuhan kebidanan dengan sebaik-baiknya tanpa membedakan kelas perawatan (Quality Of Care) 6.0 0 0 4. perawat atau bidan 27 22. pemeriksaan dasar : tekanan darah. Tindakan pertolongan pasien yang dilakukan petugas selalu berhasil 17 14.8 dan mereka menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut 6.5 91 75. Saya diberikan obat minum atau suntik sesuai dengan jadwal 25 20.7 3.2 yang telah diberitahukan pada saya sebelumnya 6 5.0 81 67. Berdasarkan Surat Keputusan nomor 436/Menkes/SK/VI/1993 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit dan Kewajiban Rumah Sakit.5 27 22. dokter lansung dapat mengetahui penyakit saya. Tiga hari setelah menjalani perawatan badan saya menjadi lebih segar dan nyaman 1 0.3 69 57. TS=Tidak setuju. semua pasien yang dirawat inap wajib diberikan asuhan medis.8 2 1.5 34 28.5 0 0 Keterangan : SS=Sangat setuju. Oleh karena itu semua pasien yang dirawat di unit rawat inap kebidanan diperiksa atau dilakukan pengobatan sesuai standar asuhan secara continue. Pengobatan yang dilakukan dokter tidak membuat kesehatan 16 13. Setiap hari saya selalu diperiksa oleh dokter. suhu .2 88 73. 2.8 2 1. seperti kemampuan dokter dalam mendiagnosa penyakit. STS=Sangat tidak setuju Persepsi keandalan pelayanan kebidanan dapat ditinjau dari kemampuan petugas memberikan pelayanan dengan benar.8 89 74. Misalnya visite dokter.5 31 25.1.5 0 0 6 5. S=Setuju. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan.7 0 0 12 10.3 15 12. menyembuhkan atau mengurangi keluhan dan kemampuan petugas merawat pasien.

Kenyataan ini menunjukan perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan. Keadaan ini dirasakan oleh beberapa responden yang dibuktikan dengan adanya pernyataan responden tentang ketidakmampuan petugas dalam melakukan pertolongan terhadap pasien sebesar 27.2 %. kemampuan (skill) petugas pelayanan kebidanan (dokter). Persepsi Ketanggapan . denyut nadi.tubuh.5 % dan ketidakmampuan dokter dalam memberikan pengobatan yang tepat sebesar 29. sepsis) membutuhkan waktu lebih lama. karena belum sesuai dengan arah kebijakan pelayanan kesehatan maternal yang menghendaki sarana kesehatan seharusnya memiliki petugas profesional dan kualitas pelayanan yang bermutu . respirasi dan lainnya sesuai indikasi.3 % dan pemberian pengobatan pasien sesuai indikasinya sebesar 95 %. sesuai hasil Millennium Development Goals (MDG) bahwa terlambatnya mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai di tempat rujukan berkonstribusi secara tidak langsung terhadap kematian dan kesakitan ibu . 23 1 2. eklamsia berat. Keadaan ini telah dirasakan oleh responden dan diungkapkan dalam hasil penelitian menunjukan bahwa petugas selalu melakukan pemeriksaan fisik pasien setiap hari sebesar 98. Hal ini apabila peningkatan mutu tersebut tidak diwujudkan beresiko terhadap tingginya angka kesakitan bahkan angka kematian ibu (AKI). Sesuai fungsinya rumah sakit adalah sebagai pusat rujukan dan sebagai penyelenggara pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (PONEK) . 1 kompleksitas kasus dan penanganan pasien yang sulit mengakibatkan proses pengobatan dan penyembuhan pada kasus-kasus tertentu (misalnya perdarahan berat.

8 79 65.8 %). Penilaian ini didasarkan hasil jawaban responden terhadap pernyataan mengenai mutu ketanggapan pelayanan kebidanan sebagaimana ditampilkan pada tabel berikut : Tabel 4.7 menunjukan bahwa hasil analisis pada persepsi mutu ketanggapan pelayanan kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.Tabel 4. % n S % n TS % n STS % Pernyataan 31 25. Petugas tidak segera menggantikan cairan infus pasien yang habis SS % n S % n TS % n STS % 14 11. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur.2 100. H. untuk kategori baik adalah sebesar (50. H.8 10 8.4 85 70.8 0 0 Lanjutan tabel 4.4 0 0 22 18.8 49.7 Distribusi Persepsi Ketanggapan terhadap Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.2 41 34. H. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 SS n 1.8 13 10. Tabel 4.8 Pernyataan n 3. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 Persepsi Ketanggapan Baik Tidak Baik Jumlah F 61 59 120 % 50.8 Hasil Jawaban Persepsi Ketanggapan Pelayanan Kebidanan Responden di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Petugas segera melakukan pemeriksaan ketika pasien tiba di ruang pemeriksaan 2. dan kategori tidak baik sebesar (49.7 59 49.2 %).2 6 5. Petugas segera melakukan pertolongan ketika pasien mengalami keluhan yang serius atau terjadi kegawatan.0 .

6.7 Keterangan : SS=Sangat setuju. telah dirasakan baik oleh responden seperti kesegeraan petugas terhadap penanganan kegawatan pasien sebesar 89. makan atau minum apabila diperlukan 0 1. S=Setuju.8 75 62.2 % dan tindak lanjut penaganan kegawatan pasien oleh dokter sebesar 86. Petugas langsung memberi penjelasan saat pasien bertanya 25 20.3 0 kepada dokter penanggung jawab.7 73 60.0 2 mengenai keadaan penyakitnya 7.8 44 36.8.. Fungsi rumah sakit yang mewajibkan memberikan pertolongan dan pengobatan segera tanpa meminta jaminan terlebih dahulu. TS=Tidak setuju. ganti pakaian.7 16 13.4. adanya prioritas problem solving dalam asuhan medis atau asuhan keperawatan (kebidanan) dengan tidak membedakan kelas perawatan (Quality Of Care)6.7 19 15. STS=Sangat tidak setuju Hasil analisis persepsi ketanggapan menunjukan bawa secara umum ketanggapan petugas dalam memberikan pelayanan kebidanan telah memenuhi harapan pasien terbukti dengan hasil jawaban responden yang disajikan pada tabel 4. 26 21. Petugas secepatnya melaporkan keluhan pasien yang serius. tidak adekuatnya pemasukan cairan infus pada pasien yang mengalami perdarahan akan mengakibatkan shok hipovolemik sehingga menimbulkan kolaps vaskuler dan mengakibatkan .8 55 45. menunjukan bahwa petugas masih kurang tanggap dalam pengelolaan infus pasien sedangkan pemberian infus yang adekuat sangat penting bagi pasien yang membutuhkan. 18 15.7 2 1.5 0 0 5. Adanya pernyataan responden tentang kurangnya ketanggapan petugas saat menggantikan cairan infus yang habis sebesar 60. Petugas memberi tahu pasien/keluarga pasien secepatnya ketika ada resep obat yang harus di beli.8 21 17.0 86 71. kewajiban dokter melakukan pertolongan segera sebagai tugas perikemanusiaan. Petugas membantu pasien ke kamar mandi/wc.7 %.9 %. sebagai contoh.5 18 15.

9 Distribusi Persepsi Jaminan terhadap Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. H. 3. Soemantri (1999) mengungkapkan bahwa komplikasi yang sering terjadi pada pasien kebidanan adalah terjadinya perdarahan dan kejadian itu bertanggung jawab atas 28 % kematian Ibu25. Sehingga untuk meminimalkan kesalahan petugas dalam pengelolaan infus pasien. Tabel 4. suhu tubuh. 2.1 32 26.0%).2 69 57.0 100.8 menunjukan proporsi penilaian responden terhadap mutu dimensi jaminan pelayanan kebidanan adalah sama yaitu baik (50. denyut nadi) selalu di perhatikan petugas setiap saat . maka perlu diadakan upaya perbaikan kualitas petugas dalam pengelolaan infus pasien melalui uji kompetensi petugas disertai dengan pengawasan.8 3 respirasi.0 %) dan Tidak baik (50.10 Hasil Jawaban Persepsi Jaminan Pelayanan Kebidanan Responden di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Persepsi Jaminan Tabel 4. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 SS n 1.0 50. Pengobatan yang diberikan dokter pasti manjur % n S % n TS % n STS % 0 Pernyataan 29 24.7 0 2.gagal jantung akhirnya terjadi kematian24. H. Hasil jawaban responden terhadap pernyataan mengenai mutu Jaminan pelayanan kebidanan disajikan pada tabel dibawah ini : Tabel 4. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 Persepsi Jaminan Baik Tidak Baik Jumlah F 60 60 120 % 50.5 13 10.5 . 35 29. Keadaan umum kesehatan saya (tekanan darah.2 59 49.

satu kali oleh petugas jaga sore dan satu kali oleh petugas jaga malam menjelang pergantian tugas jaga.2 0 memuaskan 5.7 16 13. denyut nadi.3 5 4. Berdasarkan KUHP pasal 170 dan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 924/Menkes/SK/XII/1986 tentang berlakunya kode etik rumah sakit Indonesia bagi rumah sakit di seluruh indonesia. ketentuan yang menyangkut hak dan kewajiban pasien.8 % responden yang menyatakan bahwa petugas selalu memeriksa keadaan umum kesehatan pasien setiap saat.2 4.1 71 59. resiko atau ragu-ragu. S=Setuju.3 75 62. STS=Sangat tidak setuju 0 4. pemeriksaan tekanan darah. yang mengacu pada standar evaluasi pasien dalam asuhan kebidanan yang digunakan sebagai standar asuhan pelayanan6. Pelayanan perawatan yang diberikan petugas kepada pasien pasti 22 18. Setiap tindakan medis yang akan dilakukan petugas terhadap saya. kegiatan tersebut sudah sesuai dengan harapan responden terbukti dengan adanya 80.2 33 27. respirasi dan keadaan umum pasien selalu dilakukan secara rutin terhadap semua pasien sedikitnya dilakukan satu kali oleh petugas jaga pagi. dokter dan rumah sakit yaitu dokter wajib memberikan informasi yang adekuat tentang perlunya tindakan medik . suhu tubuh. Sesuai hasil pengamatan di unit rawat inap kebidanan. keterampilan/kemampuan dan memberikan tindakan bebas dari segala bahaya.5 23 19. petugas pasti dapat mengatasinya dengan tepat 31 25. Ketika terjadi kegawatan pada pasien. petugas pasti menjelaskan 11 9.3.2 Persepsi jaminan ditinjau berdasarkan penilaian responden terhadap kepastian pelayanan yang dapat mengatasi keluhan pasien yaitu tersedianya petugas kesehatan yang memiliki pengetahuan. TS=Tidak setuju.8 68 56.5 5 mengenai tindakan tersebut dengan sejelas-jelasnya kepada saya/keluarga saya Keterangan : SS=Sangat setuju.

11 Distribusi Persepsi Empati Terhadap Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.H.7 %). H. Hasil pada tabel 4. Sejalan hasil penelitian Tukimin (2005) bahwa pemberian kesenjangan komunikasi yang kurang adekuat dapat menimbulkan komunikasi sehingga menimbulkan perasaan kurang puas sekaligus pasien dapat menjawab petugas kurang informatif atau kurang jujur menyampaikan kendala layanan26. Pembuatan kategori didasarkan hasil jawaban responden .7 %).7 58.11 menunjukan bahwa hasil analisis pada persepsi mutu empati pelayanan kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.yang bersangkutan serta resiko yang dapat ditimbulkannya dan pasien berhak mendapatkan informasi tentang hal-hal yang mengenai penyakitnya6. Ketentuan tersebut belum sepenuhnya dilaksanakan oleh petugas pelayanan kebidanan.3 100.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 Persepsi Empati Baik Tidak Baik Jumlah f 50 70 120 % 41.7 %). Hal ini sesuai dengan pernyataan responden yang menyatakan bahwa petugas tidak memberikan penjelasan yang rinci ketika akan melakukan tindakan medis kepada pasien (31. nilai ini lebih kecil dari pada kategori tidak baik yaitu sebesar (58. untuk kategori baik sebesar (41. Persepsi Empati Tabel 4. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur. 4.

4 0 4. STS=Sangat tidak setuju Persepsi empati pelayanan kebidanan ditinjau dari perhatian.8 % responden yang menyatakan bahwa petugas memberikan pelayanan tanpa membeda-bedakan pasien.0 79 65. Petugas terkadang mengelus daerah yang terasa sakit sambil menenangkan saya.5 1. rasa peduli petugas meliputi sikap dalam memberikan pelayanan kebidanan.3 78 65.12 Hasil Jawaban Persepsi Empati Pelayanan Kebidanan Responden di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. ras. S=Setuju. Petugas menanggapi keluhan pasien dengan menggerutu 5 % n S % n TS % n 3 STS % 2.5 Pernyataan 8.7 43 35. H.terhadap pernyataan mengenai mutu empati pelayanan kebidanan.2 57 47.8 2 dalam membantu petugas lain untuk mengatasi keluhan pasien Keterangan : SS=Sangat setuju. agar memberikan pelayanan kepada pasien tanpa membedakan suku. Petugas ketika menyuntikan obat dilengan atau di bokong pasien 10 dilakukan dengan pelan-pelan dengan penuh perasaan 2.6 % responden menyatakan bahwa petugas saat menanggapi keluhan pasien . Sebagaimana diatur dalam kode etik rumah sakit (Kepmenkes RI Nomor 924/Menkes/SK/XII/1986).8 26 21.8 61 50.8 31 25.3 0 0 0 2. 3. TS=Tidak setuju.8 16 13. Ketetapan tersebut telah menjadikan petugas untuk tidak membedakan pasien dalam memberikan pelayanan kebidanan seperti yang diungkapkan 75. agama.5 58 48. Petugas berinteraksi dengan pasien tanpa membeda-bedakan 12 10. Sesuai hasil jawaban responden pada tabel 4. sebagaimana ditampilkan pada tabel berikut : Tabel 4. seks dan status sosial pasien (duty of care) 6.7 3 i 5.12 sebesar 86.2 4.0 29 24.7 79 65. memahami keluhan atau kebutuhan pasien. Petugas rela terlambat pulang 8 6. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 SS n 1.

Respons stress ini sangat merugikan pasien yang sedang sakit karena selain akan memperberat menurunnya cadangan dan daya tahan tubuh. Hal tersebut menunjukan belum maksimalnya kepedulian dan perhatian petugas terhadap pasien.13 Distribusi Persepsi bukti langsung terhadap Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Sebagai contoh dengan mengelus daerah yang nyeri dapat 24 yang pada gilirannya meningkatkan morbiditas dan mengalihkan/mengurangi rasa nyeri.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 Persepsi Bukti Langsung Baik Tidak Baik Jumlah f 56 64 120 % 46.3 %.H. Pernyataan responden lainnya seperti kurang berempatinya petugas terhadap penderitaan yang dialami pasien sebesar 36. Sikap tidak baik petugas tersebut dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman pada pasien dan dapat menimbulkan respon stress. juga akan mengundang resiko terjadinya tromboemboli mortalitas . meningkatkan kebutuhan oksigen otot jantung. kurangnya kepedulian petugas sebesar 27. Persepsi Bukti lansung Tabel 4.7 %. Hasil pada tabel 4.3 100.sambil menggerutu.7 53. 24 5. sedangkan disisi lain pasien sangat membutuhkan perhatian dan bantuan petugas.13 menunjukan bahwa hasil analisis pada persepsi . mengganggu fungsi respirasi dengan segala konsekuensinya. atau adanya Proses Modulasi (interaksi antara sistem analgesik endogen dengan imput nyeri) yang dapat menekan impuls nyeri pada kornu posterior medulla spinalis .5 % dan kurangnya perhatian petugas terhadap pasien sebesar 48.

Aliran air di kamar mandi/wc mengalir dengan lancar 10.8 82 68.8 6 5.7 93 77.7 22 18.5 .2 97 80.5 14 11. 6.8 92 76.mutu bukti langsung pelayanan kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.3 22 18. Ruangan pemeriksaan pasien terlihat bersih.7 %.7 5. Lanjutan tabel 4.0 75 62.5 13 10.dengan baik 5.0 14 11.4 18 15. H.3 n STS % 0 Pernyataan 29 24.0 23 19.8 17 14.7 19 15. Alat-alat di ruang tindakan kebidanan berfungsi.0 18 15.2 87 72. Penilaian ini didasarkan hasil jawaban responden terhadap pernyataan mengenai mutu ketanggapan pelayanan kebidanan sebagaimana ditampilkan pada tabel berikut : Tabel 4.2 19 15. untuk kategori baik adalah sebesar 46. Ruangan perawatan kebidanan terasa nyaman.5 Pernyataan n 2. Alat-alat tenun di ruang perawatan bersih 7. Ruangan tidakan kebidanan bersih 4.2 0 0 0 0 19 15.6 74 61. Tersedia alat-alat kebutuhan dasar pasien untuk buang air kecil/besar bagi pasien harus istirahat di tempat tidur.7 9 7.7 26 21.0 0 2.3 14 11.8 78 65.3 24 20. Alat-alat yang diperlukan untuk pemeriksaan pasien tersedia dengan lengkap 3. 8.14 % n S % n 4 TS % 3. dan kategori tidak baik sebesar 53. H.3 76 63.Penerangan di kamar mandi/wc cukup terang SS % n S % n TS % n 5 0 0 0 0 STS % 4.0 78 65 21 17. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur. Kamar mandi/wc pasien bersih 9.3 %.5 3 6 0 3 2.14 Hasil Jawaban Persepsi Bukti Langsung Pelayanan Kebidanan Responden di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 SS n 1.

baju olag raga pada hari jum’at. Akan tetapi dalam tabel 4. .7 9 7.Secara umum petugas kebidanan berpakaian seragam saat bekerja 37 30.Secara umum petugas 26 21.7 2 1. terutama tentang kebersihan dan penerangan kamar mandi/wc pasien. telah berdampak disiplin yang kuat pada semua petugas pelayanan dalam berpakaian. akan tetapi di bangsal kelas tiga dengan kapasitas 8 tempat tidur hanya terdapat satu kamar mandi/wc umum (pasien dan keluarga pasien).7 0 0 Keterangan : SS=Sangat setuju. Kebijakan tersebut berdampak baik terhadap kedisiplinan petugas dalam berseragam dan penampilan terbukti dengan pernyataan lebih dari 97 % responden menyatakan bahwa petugas kebidanan berpakaian rapi dan berpakaian seragam saat bekerja. S=Setuju.11.13 juga menunjukan lebih dari 22 % responden menyatakan bahwa sarana pelayanan yang ada belum sesuai dengan harapannya.8 80 66.7 85 70. Hal tersebut sesuai hasil pengamatan di unit rawat inap kebidanan yaitu fasilitas di kamar perawatan kebidanan kelas I dan kelas II terdapat kamar mandi/wc pada setiap kamar. TS=Tidak setuju.30) bagi semua karyawan rumah sakit yang diadakan setiap hari.6 80 66.8 kebidanan berpenampilan bersih 12. pada penyataan persepsi bukti langsung pelayanan kebidanan diantaranya kamar mandi/wc pasien. STS=Sangat tidak setuju Adanya kebijakan Direktur Rumah Sakit mengenai aturan apel pagi (jam 07.Secara umum petugas kebidanan berpakaian rapi saat bekerja 13.5 0 0 38 31. penggunaan seragam putih bagi petugas pelayanan pada hari senin sampai rabu. baju seragam dinas otoritas unit pelayanan masing-masing hari rabu dan kamis.5 0 0 3 2.

Dukungan sarana sangat penting dalam menentukan kondisi kesehatan pasien secara tidak langsung.7 53.H.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 . Pembuatan kategori didasarkan hasil jawaban responden terhadap pernyataan mengenai kepuasan pasien yang terdiri dari sangat sesuai (SS).16 Distribusi Kepuasan Pasien (Kecepatan) di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Tidak sesuai (TS) dan sangat tidak sesuai (STS). sebab dengan lingkungan yang tidak bersih akan memicu timbulnya penyakit baru (infeksi nasokomial) terutama pada ibu yang mendapatkan prosedur klinik ( Oprasi. persalinan. Seperti ungkapan Petersdorf (1991) bahwa dari seluruh pasen yang dirawat di RS 5 % diantaranya terkena infeksi nasokomial (Shock sepsis) dan mempunyai angka mortalitas yang tinggi yaitu antara 40-90 % . 26 6.H. terpasang NGT.3 100.3 %). nilai tersebut lebih kecil dari kategori tidak puas yaitu sebesar (53. 4. untuk kategori puas sebesar (46. infus dan lainnya).15 Distribusi Variabel Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. kuretase. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 Kepuasan Pasien Puas Tidak Puas Jumlah f 56 64 120 % 46.0 Hasil pada tabel 4.7 %).15 menunjukan bahwa hasil analisis pada Kepuasan pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Cateter. Adapun hasil jawaban kepuasan pasien disajikan pada tabel berikut ini : Tabel 4. sesuai (S). H. Kepuasan Pasien Tabel.

3 5.5 n 0 STS % 0 38 31. Ketika petugas masuk ke ruang perawatan pasien.7 9.5 60 50 44 36.7 8 6.2 10 4 6 3. taplak meja.6 11 9.0 keluhan yang serius atau terjadi kegawatan.8 64 53.8 13 10.7 12 10 4.3 4.0 51 42.5 4 5 3. Petugas segera datang ketika pasien membutuhkan bantuannya 7 5. Ruangan perawatan kebidanan terasa nyaman 12.2 24 20.0 14 11. Ruangan kebidanan bersih 11. Petugas segera melakukan pemeriksaan ketika pasien tiba di ruang pemeriksaan SS n % n S % n 9 TS % 7.7 73 60.8 67 55.2 7 5. Alat-alat tenun (seprai. Alat-alat yang diperlukan untuk pemeriksaan pasien tersedia dengan lengkap 14.8 38 31.0 8. Di ruangan kebidanan disediakan ruang tunggu untuk keluarga pasien 13.2 71 59.2 49 40.3 40 33. 3.0 15 12.0 21 17. Pasien masuk ke ruangan kebidanan diterima petugas dengan ramah 7. Saat memberikan pelayanan kesehatan petugas memperlakukan pasien 10 dengan baik 10.3 66 55.5 42 35.2 27 22.2 13 10. gorden. Petugas bersikap baik ketika berhadapan dengan pasien atau keluarga pasien 8.3 59 49.8 46 38.8 0 0 28 23.3 77 64.Pernyataan 1. 5.8 7 5.7 71 59. Petugas memberi tahu pasien/keluarga pasien secepatnya ketika ada resep 28 23. Petugas segera melakukan pertolongan ketika pasien mengalami 47 39.5 28 23.3 7 5.8 2.3 obat yang harus di beli.2 66 55.dll) di ruang perawatan terlihat rapi 8.8 .3 88 73. Petugas langsung memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga pasien ketika pasien menanyakan keadaan penyakitnya 6.4 67 55.4 21 17.0 32 26.4 12 10.8 12 10.5 6 5.4 0 0 22 18. petugas menyapa pasien 4 3.0 29 24.

TS=Tidak sesuai.0 10 7 5.0 47 39.5 %. diagnosa kebidanan.2 9 Keterangan : SS=Sangat sesuai.5 23 19.Tersedia alat-alat kebutuhan dasar pasien untuk buang air kecil/besar yang cukup 16. S=Sesuai. hal ini yang membuat pasien merasa puas karena merasa dirinya aman dan telah diperhatikan dengan baik.2 %. dan melakukan pemeriksaan ketika tiba di ruang kebidanan sebesar 92.8 81 67.15. diantaranya terdapat metode tentang pengkajian pasien.16 menggambarkan adanya kepuasan pasien terhadap kecepatan petugas terutama dalam melakukan pertolongan ketika pasien mengalami keluhan yang serius atau terjadi kegawatan sebesar 94. Walaupun dalam hal kecepatan petugas telah sesuai harapan pasien akan tetapi dalam hal keramahan.4 7. tindakan yaitu berdasarkan prioritas masalah yang diutamakan pada pasien dengan kegawatan atau membutuhkan penanganan segera14.7 10 0 0 8.2 13 10.8 38 31.8 8. rencana asuhan. Aliran air di kamar mandi/wc mengalir dengan lancar 18.2 49 40. TS=Sangat tidak sesuai Kepuasan Pasien dinilai berdasarkan interprestasi responden tentang kesesuaian antara harapan dengan yang diterima meliputi kecepatan/kesegeraan petugas dalam memberikan pertolongan.5 13 10.3 60 50. hai ini ditunjukan oleh pernyataan responden yaitu .8 85 70.8 12 10. ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan pasien dan keramahan petugas dalam memberikan pelayanan kebidanan. Kamar mandi/wc pasien bersih 17. sebagai contoh profesi bidan memiliki Standar Asuhan Kebidanan. Adanya standar asuhan yang digunakan petugas dalam memberikan pelayanan. Hasil jawaban responden pada tabel 4. sarana dan prasarana pelayanan kebidanan yang disediakan masih jauh dari harapan pasien. sikap petugas dalam memberikan pelayanan kebidanan. Penerangan di kamar mandi/wc cukup terang 23 19.

kebersihan ruangan dan kelengkapan peralatan yang dipakai29. Kemudian pernyataan lainnya seperti lebih dari 50 % responden yang menyatakan tidak adanya ruang tunggu yang disediakan untuk keluarga 28 pasien dan lebih dari 40 % responden menyatakan bahwa kebersihan dan kenyamanan sarana pelayanan kebidanan belum sesuai harapannya. kapasitas. Menurut Yamit (2001). atau perlakuan tidak langsung . Hal ini sesuai dengan hasil Penelitian Trimumpuni (2009) yang menyatakan bahwa perawat yang kurang berempati dalam menjalankan tugas asuhan keperawatan mempunyai resiko klien rawat inap tidak puas sebesar 2 kali lebih besar daripada perawat yang menjalankan tugasnya dengan penuh rasa empati 27 dan hasil penelitian tukimin (2005) menyatakan bahwa keramahan petugas merupakan problem yang masih di rasakan oleh sebagian pasien. ramah. 30 D. tanggap. bahwa kepuasan terhadap suatu produk/jasa tergantung dengan bukti langsung yang didapatkan seperti kelengkapan alat (sarana). Analisis Bivariat Variabel Penelitian 1.lebih dari 50 % responden menyatakan bahwa petugas tidak ramah dan kurang bersikap baik terhadap pasien atau keluarga pasien saat memberikan pelayanan. bentuk ketidak ramahan bisa dalam wujud sikap dan perlakuan langsung petugas terhadap pasien atau pasien sebelahnya yang ikut menyinggung sesama perasaan pasien. Dalam bukunya Pohan (2007) menjelaskan bahwa aspek-aspek yang mungkin mempengaruhi kepuasan pasien rawat inap diantaranya adalah petugas melayani dengan sopan. kualitas dan dukungan prasarana yang baik .17 Tabel Silang Persepsi Keandalan dengan Kepuasan Pasien di Unit Rawat . Hubungan Persepsi Keandalan dengan Kepuasan Pasien Tabel 4.

051 Total n 72 48 120 % 60. dimana pada responden dengan persepsi keandalan baik cendrung menyatakan puas (76.17 dapat dilihat pola sebaran data menunjukan adanya hubungan persepsi mutu keandalan pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien.0001.8 %) lebih besar dari pada mengatakan tidak puas (45. Semakin tidak baik persepsi responden terhadap mutu keandalan pelayanan kebidanan.001 Pada tabel 4.3 13 56 Value = 11. hasil ini memiliki makna ada hubungan yang signifikan antara persepsi mutu keandalan pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien.2 100 35 64 df = 1 54. Berdasarkan hasil perhitungan dengan Chi Square test (continuity correction) diperoleh nilai p = 0. . Hasil penelitian tersebut sejalan dengan hasil penelitian Suryadi (2009).Inap Kebidanan RSUD Dr.7 100 p = 0.3 %) sedangkan responden persepsi keandalan tidak baik cendrung menyatakan tidak puas (54.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 Persepsi keandalan Kepuasan pasien Puas Tidak Puas n % n % 43 76.01). dan responden yang memiliki persepsi mutu yang tidak sesuai dengan harapannya besar resiko 2.001 (p<0.0 100 Baik Tidak Baik Total Continuity Correction 23. maka Ho ditolak dan Ha diterima.H.0 40.156 kali terjadinya ketidakpuasan terhadap pelayanan ANC di Puskesmas Lamepayung Kuningan 31. yang menggambarkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi ibu hamil tentang mutu pelayanan ANC pada dimensi reliability (kehandalan) p=0. maka responden semakin tidak puas terhadap layanan kebidanan.8 29 45.2 %).7 %) lebih besar dari pada menyatakan puas (23.

7 100 36 20 56 Value = 6.627 Tidak Puas n 25 39 64 df = 1 Total n 61 59 120 % 50. hasil ini memiliki makna ada hubungan yang sangat signifikan antara persepsi mutu ketanggapan pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien.18 Tabel Silang Persepsi Ketanggapan dengan Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.7 %).1 60. Sejalan dengan hasil penelitian Suryadi (2009) yang menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi ibu hamil tentang mutu layanan ANC pada dimensi responsiveness (daya tanggap) dengan tingkat kepuasan pasien (p=0.8 49. dimana pada responden dengan persepsi ketanggapan baik cendrung menyatakan puas (64. maka Ho ditolak dan Ha diterima.010 (p<0. 32 .01).2. maka responden semakin tidak puas terhadap layanan kebidanan.004) .9 %) lebih besar dari pada menyatakan puas (35.3 %) lebih besar dari pada mengatakan tidak puas (39.010 Hasil analisis pada tabel 4.18 menunjukan pola sebaran data yang menggambarkan adanya hubungan persepsi mutu ketanggapan pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien.H. Berdasarkan hasil perhitungan dengan Chi Square test (continuity correction) diperoleh nilai p = 0.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 Persepsi ketanggapan n Baik Tidak Baik Total Continuity Correction Kepuasan pasien Puas % 64.3 35. Hubungan Persepsi Ketanggapan dengan Kepuasan Pasien Tabel 4.2 100 % 39.9 100 p =0. Semakin tidak baik persepsi responden terhadap mutu ketanggapan pelayanan kebidanan.1 %) sedangkan responden dengan persepsi ketanggapan tidak baik cendrung menyatakan tidak puas (60.

hasil ini memiliki makna ada hubungan yang signifikan antara persepsi mutu jaminan pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien.8 100 Baik Tidak Baik Total Continuity Correction p = 0.8 %) lebih besar dari pada mengatakan tidak puas (25 %) sedangkan responden dengan persepsi jaminan tidak baik cendrung menyatakan tidak puas (75 %) lebih besar dari pada menyatakan puas (23. dimana pada responden dengan persepsi jaminan baik cendrung menyatakan puas (76.0 13 23.000 Hasil tabulasi silang persepsi jaminan tabel 4. maka responden semakin tidak puas terhadap layanan kebidanan. Hubungan Persepsi Empati dengan Kepuasan Pasien Tabel 4.0001 (p<0.19 menunjukan adanya hubungan persepsi jaminan pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien.2 48 75.3.008 df = 1 Total n 59 61 120 % 49.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 Persepsi jaminan Kepuasan pasien Puas Tidak Puas n % n % 43 76.19 Tabel Silang Persepsi Jaminan dengan Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.2 50.01).0 56 100 64 100 Value = 30. Hubungan Persepsi Jaminan dengan Kepuasan Pasien Tabel 4.H.8 16 25.20 Tabel Silang Persepsi Empati dengan Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap . Semakin tidak baik persepsi responden terhadap mutu jaminan pelayanan kebidanan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan Chi Square test (continuity correction) diperoleh nilai p = 0.2 %). maka Ho ditolak dan Ha diterima. 4.

H.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 Persepsi empati n Baik Tidak Baik Total Continuity Correction Kepuasan pasien Puas % 69. maka Ho ditolak dan Ha diterima.01).4 100 39 17 56 Tidak Puas n 10 54 64 df = 1 Total n 49 71 120 % 40.6 84.8 59.6 %) lebih besar dari pada mengatakan tidak puas (15.H.2 100 % 15. maka responden semakin tidak puas terhadap layanan kebidanan.20 menunjukan bahwa pada responden dengan persepsi empati baik cendrung menyatakan puas (69.4 %). Berdasarkan hasil perhitungan dengan Chi Square test (continuity correction) diperoleh nilai p = 0. Semakin tidak baik persepsi responden terhadap mutu empati pelayanan kebidanan.21 Tabel Silang Persepsi Bukti Langsung dengan Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur tahun 2010 .4 %) lebih besar dari pada menyatakan puas (30. 28 5.4 100 Value = 62. Hubungan Persepsi Bukti langsung dengan Kepuasan Pasien Tabel 4.Kebidanan RSUD Dr.895 p = 0.0001 (p<0.000 Hasil tabulasi silang pada tabel 4. hasil ini memiliki makna ada hubungan yang sangat signifikan antara persepsi mutu empati pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien. Hal ini sejalan dengan penelitian Trimumpuni (2009) yang menyatakan bahwa petugas yang kurang berempati dalam menjalankan tugas asuhan keperawatan mempunyai resiko klien rawat inap tidak puas sebesar 2 kali lebih besar daripada perawat yang menjalankan tugasnya dengan penuh rasa empati .6 30.6 %) sedangkan responden persepsi empati tidak baik cendrung menyatakan tidak puas (84.

3 %) lebih besar dari pada menyatakan puas (50 %).05).8 100 % 29. hasil ini memiliki makna ada hubungan yang sangat signifikan antara persepsi mutu bukti langsung pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien.2 60. dimana pada responden dengan persepsi bukti langsung baik cendrung menyatakan puas (50 %) lebih besar dari pada mengatakan tidak puas (29. Semakin tidak baik persepsi responden terhadap mutu bukti langsung pelayanan kebidanan.3 100 p = 0. Hasil perhitungan dengan Chi Square test (continuity correction) diperoleh nilai p = 0. maka Ho ditolak dan Ha diterima. Rekapitulasi hasil pembahasan analisis hubungan persepsi mutu pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien berdasarkan tabulasi silang (chi square) yang telah diuraikan sebelumnya.037 28 28 56 Value = 4. Hasil ini sejalan hasil penelitian Suryadi (2009) yang menyatakan bahwa responden yang memiliki persepsi mutu bukti langsung pelayanan ANC tidak baik mempunyai resiko tidak puas sebesar 2.828 kali lebih besar daripada responden yang memiliki persepsi mutu bukti langsung pelayanan ANC baik .7 %) sedangkan responden dengan persepsi bukti langsung tidak baik cendrung menyatakan tidak puas (70. maka responden semakin tidak puas terhadap layanan kebidanan.7 70.037 (p<0.355 Pada tabel 4. disajikan 32 .Persepsi bukti langsung n Baik Tidak Baik Total Continuity Correction Kepuasan pasien Puas % 50 50 100 Tidak Puas N 19 45 64 df = 1 Total n 47 73 120 % 39.21 dapat dilihat pola sebaran data yang menunjukan adanya hubungan persepsi mutu bukti langsung pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien.

771 2.120 1.541 7. yang mampu menjelaskan variabel yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien.003 .000 .235 Hasil pada tabel 4.25.0001 0. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Tahun 2010 No 1 2 3 4 5 Variabel Keandalan Ketanggapan Jaminan Empati Bukti langsung P-value 0.797 8.22 Hasil uji hubungan antara persepsi mutu pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien di Unit Rawat Inap RSUD Dr.381 0. Persepsi Ketanggapan. analisis yang digunakan adalah dengan uji regresi logistik.019 1.750 1.391 0.152 0.560 0.877 df 1 1 1 1 1 sig .0001 0.006 .23 Hasil Analisis Pengaruh Variabel Bebas Pada Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. .211 SE 0. Persepsi Empati dan Persepsi Bukti langsung) mempunyai batas signifikansi pvalue ≤ 0.01 0.383 0. H. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur.037 0.009 .23 menunjukan bahwa semua variabel bebas pada penelitian (Persepsi Keandalan.001 0. H.055 Wald 6.427 13. H. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Tahun 2009 Variabel Persepsi Keandalan Persepsi Ketanggapan Persepsi Jaminan Persepsi Empati Persepsi Bukti Langsung B 1.dalam tabel berikut ini : Tabel 4.037 Keterangan Berhubungan Berhubungan Berhubungan Berhubungan Berhubungan E. sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat. Tabel 4.822 1.470 14.000 Exp-B 2. Analisis Multivariat Variabel Penelitian Pengaruh mutu pelayanan kebidanan terhadap kepuasan pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Melaiui uji tersebut diharapkan dapat diperoleh model regresi yang baik. Selanjutnya masing-masing variabel tersebut dimasukan dalam uji statistik multivariat. Persepsi Jaminan. yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima.822 2.

474 .055 Upper Bound 6. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Tahun 2009 95% Confidence Interval for Exp[B) Lower Bound Persepsi Empati Persepsi Bukti Langsung . maka pasien dengan persepsi empati tidak baik besar resiko menimbulkan ketidakpuasan terhadap pelayanan kebidanan 2.767 1 .24 Hasil Analisis Regresi Multivariat Metode Enter pada Dimensi Mutu Terhadap Kepuasan Pasien di Unit Rawat Inap Kebidanan RSUD Dr. Variable (s) entered on step 1: BUKTI2.454 4. H. H.571 dan variabel persepsi bukti langsung memiliki p= 0.05.{B) sebesar 2.321 1 .24 dapat diketahui bahwa kedua variabel memiiiki nilai p-value < 0.Setelah dilakukan analisis multivariat menggunakan metode enter.866 yang berarti bahwa secara bersama-sama variabel mutu persepsi empati dan bukti langsung pelayanan kebidanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap di RSUD Dr.866 4.880 28.5 x lebih besar dari pada persepsi empati baik dan pada pasien dengan persepsi bukti langsung tidak baik besar resiko menimbulkan ketidakpuasan terhadap pelayanan kebidanan 11 x lebih besar dari pada persepsi bukti langsung baik.571 1. Bila dilihat dari besarnya pengaruh.000 11.264 Variabel B SE Wald df sig Exp'B 2. (B) sebesar 11. yaitu variabel persepsi empati memiliki p= 0.856 a.0001 dan Exp.EMPATI2 Dari hasil uji statistik multivariat pada tabel 4. dengan berbagai macam variasi dalam memasukan variabel bebas secara bersama-sama.038 dan Exp.944 . Sehingga untuk meningkatkan kepuasan pasien maka perlu perbaikan mutu empati dan bukti langsung pelayanan kebidanan secara bersamasama. Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur.038 2. diperoleh hasil model terbaik sebagaimana disajikan pada tabel berikut : Tabel 4. .453 29.

Sejalan dengan Rencana Strategis Bisnis RSUD. Dr. sesuai standart. akan merubah image mutu pelayanan rumah sakit pemerintah yang tercipta selama ini. H. menyenangkan. artinya dalam memberikan pelayanan keperawatan seseorang dituntut untuk memberikan pelayanan yang ramah. sopan. sesuai kebutuhan dan ramah6. meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan baik sarana maupun prasarana dan perbaikan kinerja termasuk sikap dan prilaku petugas pelayanan. sehingga pelanggan akan selalu mengingat pelayanan di RSUD Dr H Soemarno Sosroatmodjo33. antara lain dengan penanganan pelayanan yang cepat. Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten Bulungan tahun 2009-2013 yang menjelaskan bahwa dengan pelayanan yang prima. petugas yang profesional dan memiliki sarana yang memadai sehingga bersama fasilitas kesehatan lainnya turut mendukung tercapainya tujuan pembangunan Millennium Development Goals (MDG) 2015 yaitu perbaikan kesehatan maternal. Seperti diungkapkan dalam definisi mutu pelayanan kesehatan menurut pasien atau masyarakat bahwa mutu adalah empati. tanggap. ramah. menghargai dan memiliki empati terhadap apa yang dirasakan pasien34. Adrian (2005) menyatakan bahwa . sudah seharusnya memiliki kualitas pelayanan yang bermutu. menghargai. Unit Rawat Inap Kebidanan yang merupakan bagian dari Rumah sakit yang memiliki peran penting dalam pelayanan obstetrik neonatal emergensi klinic seperti yang dicantumkan dalam Strategic Making Pregnancy Safer. Demikian pula menurut Nursalam menyatakan bahwa pelayanan keperawatan bukan hanya sekedar proses memberi dan menerima (take and give) akan tetapi seorang perawat (petugas) dituntut untuk mampu berprilaku yang “care”. Oleh sebab itu perlu dilakukan berbagai upaya perbaikan dan faktor pendukung jangka panjang seperti peningkatan mutu empati dan bukti langsung dengan pendidikan/pelatihan petugas berdasarkan kompetensi.

dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang terampil. memiliki sarana yang lengkap dan berfungsi sebagaimana mestinya serta berfokus pada pertolongan Ibu.dengan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi. kematian bayi baru lahir dan anak pada seluruh anggota masyarakat yang terpapar dengan resiko seumur hidup (lifetime risk). . 2. Keterbatasan Penelitian Adapun keterbatasan atau kelemahan pada penelitian ini yaitu : 1. bayi baru lahir dan anak (KIA) akan membawa dampak terhadap penurunan jumlah kesakitan. Tidak dilakukan Independent Interviu sehingga penyebab tidak bisa diketahui dengan jelas. F. Kuesioner kepuasan pasien tidak memuat keseluruhan yang ada di kuesioner persepsi mutu pelayanan kebidanan. kematian Ibu.

89. df=1. Ada hubungan antara persepsi jaminan pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien ( x²= 6. 6. exp. persepsi jaminan adalah sama besar antara yang baik dengan tidak baik (50 % ). exp. p=0.0001.435.8 %). persepsi ketanggapan sebagian besar baik (50. p=0. p=0. menggunakan Jamkesmas.571) yang berarti besar .8 %).005 ). 8.010 ). persepsi bukti langsung sebagian besar tidak baik (53. 2. df=1. Ada hubungan antara persepsi ketanggapan pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien ( x²= 7.724. bekerja sebagai petani (32.5 %) dan pembayaran biaya perawatan (50. Responden penelitian rata-rata berusia 31 tahun. 45 % Berpendidikan rendah. Secara bersama-sama variabel mutu yang berpengaruh terhadap kepuasan adalah persepsi empati (p=0.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN B.866) dan persepsi bukti langsung (p=0.3 %). Ada hubungan antara persepsi Empati pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien ( x²= 28.001 ).014 ) 4. Ada hubungan antara persepsi bukti langsung pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien (x²=10. persepsi empati sebagian besar tidak baik (58. 7. 3.(B)=2. Kesimpulan 1. 5.3 %). p = 0.038.3 %). df=1. p=0.0001 ). df=1.026.623.3 %) dan persepsi kepuasan pasien sebagian besar tidak puas (53. Ada hubungan antara persepsi keandalan pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien ( x²= 6.(B)=11. df=1. Persepsi responden pada dimensi mutu keandalan sebagian besar baik (58.

Untuk meningkatkan kepuasan pasien maka perlu perbaikan mutu empati dan bukti lansung pelayanan kebidanan secara bersama-sama C. mengadakan studi-studi kasus atau seminar kasus 2. Saran Disarankan kepada Unit Rawat Inap Kebidanan 1. Pada mutu bukti langsung perlu menyediakan ruang tunggu untuk keluarga pasien. pemisahan antara kamar mandi pasien dengan kamar mandi umum.resiko menimbulkan ketidakpuasan terhadap pelayanan kebidanan adalah 2. pengadaan alat-alat kebutuhan dasar pasien (seperti urinal. Pada ketanggapan perlu meningkatkan keterampilan perawat/bidan dalam pengelolaan cairan infus dengan cara uji kompetensi.5 kali pada mutu empati dan 11 kali pada mutu bukti langsung. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara mengikutkan petugas dalam pelatihan penguasaan komunikasi terapeutik. penempatan petugas khusus ruangan yang bertugas . 3. 4. bersikap sabar dalam menghadapi/ menanggapi keluhan pasien. meningkatkan pendidikan dengan memberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mengaktifkan pengawasan oleh team keperawatan. mengikutkan petugas dalam pelatihan-pelatihan penanganan kasus kebidanan. costumer servis dan pemberian reward atau punishment. Pada keandalan perlu dilakukan uji kompetensi sesuai profesi petugas masing-masing. stekpan). Pada empati perlu lebih mengedepankan keramahan petugas dalam memberikan pelayanan kebidanan.

serta mengawasi kebersihan unit rawat inap .membersihkan kebidanan.

. ed. Jakarta: Rineka Cipta.P. RSUD dr. Quality & Satisfaction. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. S.DAFTAR PUSTAKA 1. 17. Yogyakarta: Marknesis. Panduan Mutu Pelayanan Kesehatan Maternal. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan Teori. Costomer Satisfaction and Beyond. Jakarta: Salemba Medika. Masri. Surabaya. 13. 5. Azwar.. D. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 2003. 1. T. S. Prawirohardjo. Service.. 1. Prawiroharjo. 14.S. F.. Tjiptono. D.H. Satrianegara MF. L.B. Manajemen Rumah Sakit. 3. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 4. . Wijono. S. 2000. 11. A. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press. 2008. 2009. Measuring Customer Satisfaction. Data Kepegawaian Sostroatmodjo Bulungan 2009: Bulungan. 2009. Marknesis. I. Jakarta: JNPKKR-POGI. Y. Strategi dan Aplikasi. Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan Aplikasi Prinsip Lingkaran Pemecahan Masalah. 16. 2001. ed. 1992.P. 2000.. F. Sari.. Buku Ajar Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan Serta Kebidanan.. Yogyakarta: CV Andi Offset. 1995. 1996.. S. Airlangga University Press 7. Jateng. Gadjah Mada University Press.. ed.S. Bagian Kepegawaian. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Untuk Menaikan Pangsa Pasar . Rangkuti.. Yogyakarta. J. 1997. 9.D.. Manajemen Pemasaran Usaha Kesehatan. Trisnantoro. 6. 2. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Siegel. 2002. 2003. Notoatmojo. 10. 12... 2005. Jakarta Rineka Cipta. Metodologi Penelitian Kesehatan.. 2004: PUKSMPFA Prop Jateng. 8. Pendidikan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta: PT Pustaka Indonesia. S. Statistik Nonparametrik. Buku Pandan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Survey.. 15. Supranto. I.Soemarno 4. 2009.

EGC. Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Dalam Implementasi Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) Di Ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Cirebon (Studi Kualitatif dan Kuantitatif) Universitas Diponegoro Semarang. Jakarta. Dobb G. Bulungan. Aplikasi dalam praktek . Depkes RI. 2000.H. Santoso. Media Pressindo. 2009 (Tidak Dipublikasikan) 28. 1999. Ekonisia 31.Analisis Pengaruh Persepsi Mutu Layanan Antenatal Care (ANC) Terhadap Kepuasan Ibu Hamil di Pskesmas Lamepayung Kabupaten Kuningan Propinsi Jawa Barat. RSUD Dr. Reliabilitas dan Validitas. 2007. Universitas Diponegoro Semarang. cet. Suryadi. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Yogyakarta: Pustaka pelajar. Thesis. 2003. Analisis Pengaruh Persepsi Mutu Pelayanan Asuhan Keperawatan Terhadap Kepuasan Klien Rawat Inap di RSUD Puri Asih Salatiga. Sylvia.Analisis Regresi dan Uji Hipotesis. Jakarta 25. 2005. 22. 21.. Soemantri et. 1995. Manajemen Keperawatan. Upaya Penurunan AKI di Indonesia untuk Makalah Kerja MDG.S.D.RSU. 2009. Semarang. A et. 20. Multiple organ failure. Sunyoto.al (eds).Jaminan Mutu Layanan Kesehatan Dasar-Dasar Pengertian dan Penerapan. words mean what I say they mean.. ed. 1991 8(4):157-159 27. Yogyakarta. 2009 33. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. Singgih. H. Zulian. Rencana Strategis Bisnis RSUD.Yogyakarta 23. Mengolah Data Statistik Secara Profesional. 26. Maternal Morbidity and Mortality Study: CHNIII/Household Health Survey 1995. Tesis. Azwar.2009 (Tidak Dipublikasikan) 29. 2000. 2001. Tesis. Trimumpuni.Soemarno Sostroatmodjo.Nursalam. Jakarta: Elex Media Komputindo.. Jakarta 30. in intensive care word. Dirjen Bimkes 24. EGC. Pohan. Soemarno Sostroatmodjo Kabupaten Bulungan tahun 2009-2013. 32. Unipersitas Diponegoro.al. 3. Dr. Ghojali.I. Konsep klinis proses-proses penyakit.18. S.1. MOH and National Institute of Health Research and Development. 1997. Semarang: Badan Penerbit UNDIP 19. Yamit.Tukimin. Jakarta: Elex Media Komputindo.2009.

Hendriani. Semarang. 2006.keperawatan profesional. Salemba Medika.2005. 36.Priode Kritis dalam Rentang Kehamilan.Thesis. Unipersitas Diponegoro. Thesis.Analisis Harapan dan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Persalinan Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang. 2006. dan Nifas dan Berbagai Jenjang Pelayanan Bagi Upaya Penurunan Kematian Ibu.G. USAID 35.Semarang. Persalinan. Adriaansz. Health Service Program.Analisis Mutu Pelayanan Persalinan Ditinjau dari Sisi Persepsi dan Harapan Pasien Postpartum di Rumah Sakit Bersalin Insan Medika Semarang. Unipersitas Diponegoro.Khuntoro. Jakarta 2002 34. .. Bayi dan Anak.

Correlation is significant at the 0.636 .016 30 . Correlation is significant at the 0.002 30 X12 Correlation is significant at the 0.788 .539 .581 . (2-tailed) N .05 level (2-tailed).371 . 3 Persepsi terhadap jaminan dalam pelayanan kebidanan X14 Skor Total Pernyataan Jaminan Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .408 .05 level (2-tailed).511 .001 30 X20 . (2-tailed) N .002 30 X11 .435 .029 30 X18 .01 level (2-tailed).551 .019 30 X2 .01 level (2-tailed).041 30 X4 .454 .011 30 X22 .002 30 Correlation is significant at the 0.000 30 X15 .004 30 X3 . Correlation is significant at the 0.003 30 X5 . (2-tailed) N . 2.456 .044 30 X23 .05 level (2-tailed).528 .373 .01 level (2-tailed).000 30 X17 .498 .399 .538 .389 .012 30 X9 .002 30 X6 Correlation is significant at the 0.376 .043 30 X16 .Soemarno Sostroatmodjo 1.426 .545 . Persepsi terhadap ketanggapan dalam pelayanan kebidanan X7 Skor Total Pernyataan Ketanggapan Pearson Correlation Sig.Uji Validitas Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan dan Kepuasan Pasien Rawat Inap Kebidanan di RSUD Dr.025 30 X21 . 4 Persepsi terhadap empati dalam pelayanan kebidanan X19 Skor Total Pernyataan Empati Pearson Correlation Sig.005 30 X10 .034 30 X8 .H. Persepsi terhadap keandalan dalam pelayanan kebidanan X1 Skor Total Pernyataan Keandalan Pearson Correlation Sig.

399 .670 (**) . 5 Persepsi terhadap bukti langsung dalam pelayanan kebidanan X24 Skor Total Pernyataan Bukti Langsung Pearson Correlation Sig.392 .05 level (2-tailed).000 30 X2 .4 . . 6 Persepsi kepuasan pasien rawat inap kebidanan dalam pelayanan kebidanan X1 Skor Total Pernyataan Kepuasan pasien Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .630 (**) .706 (**) .004 30 X3 .001 30 X5 .593 (**) .Correlation is significant at the 0.654 .029 30 X25 .461 .000 30 X1 .69 (* .004 30 X31 .001 30 X12 .05 level (2-tailed).629 (**) .033 30 X29 . Correlation is significant at the 0.400 .513 .696 (**) .000 30 X3 .0 Correlation is significant at the 0.002 30 X28 .01 level (2-tailed).693 (**) . Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N .588 (**) .391 .005 30 X6 .001 30 X10 .029 30 X27 .510 .000 30 X32 .541 .000 30 X8 .000 30 X7 .00 3 ** Correlation is significant at the 0.685 (**) .502 (**) .648 (**) .032 30 X26 .000 30 X9 .000 30 X4 .565 (**) .01 level (2-tailed).000 30 X11 .010 30 X30 .01 level (2-tailed).

7.6435 N of Items = 7 3.0 Reliability Coefficients N of Cases = 30.0 30.8277 . 3.0 30. Reliability Persepsi Ketanggapan R E L I A B I L I T Y (A L P H A) A N A L Y S I S S C A L E Mean 1.0 30. 4.0667 3.4795 . 3. 5.0 30.3000 3.H. 2. X1 X2 X3 X4 X5 X6 3.7649 . 5.6074 .4498 . Reliability Persepsi Jaminan . Reliability Persepsi Keandalan R E L I A B I L I T Y L P H A) A N A L Y S I S S C A L E (A Mean 1.6367 N of Items = 6 2.0 Alpha = .7120 . 2.9333 3.Soemarno Sostroatmodjo 1. KT1 KT2 KT3 KT4 KT5 KT6 KT7 2. 6.0 30.0 30.0333 2.6149 .6513 .8087 Cases 30.6814 .0 30. 4.2667 3.0 30.Uji Reliability Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan dan Kepuasan Pasien Rawat Inap Kebidanan di RSUD Dr.9667 Std Dev .0 30.0 30.0 Alpha = .1333 Std Dev .0 30.9667 3.9000 3.0 Reliability Coefficients N of Cases = 30.3000 2.4661 .6814 Cases 30. 6.3333 3.9000 1.1333 2.4498 .

2.6618 . 3.8667 2.6287 N of Items = 5 5.0 30.0 Reliability Coefficients N of Cases = 30.7333 2. 3.3051 .0 Reliability Coefficients N of Cases = 30.9333 2.5713 .0 30.1667 Std Dev .0 30.0 30.3790 Cases 30.R E L I A B I L I T Y (A L P H A) A N A L Y S I S - S C A L E Mean 1.0 30.6618 . 4. 5.0 Alpha = . Reliability Persepsi Empati R E L I A B I L I T Y (A L P H A) A N A L Y S I S S C A L E Mean 1. 4.8200 N of Items = 5 4.3198 .0 Alpha = .9333 3.0333 3.1000 3.7397 .6397 .9000 2. Reliability Persepsi Bukti Langsung . E1 E2 E3 E4 E5 2.8000 Std Dev . 2.0 30.0 30.6915 .5509 Cases 30.9000 2. 5. J1 J2 J3 J4 J5 2.0 30.

1333 2.4498 . 3.0 30.2000 2.0 30.0 30. 17.0 30.6644 .0 30.0 30.5477 .2626 .4342 .5833 .0 30.0 30. B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 B13 3. 11.3790 .0 30.8333 2.1000 3.0 30.6513 .0667 3.0 30.0 30.6074 .0 30. Reliability Kepuasan Pasien Mean 1.0 Std Dev .4983 1.0 30. 11.2667 3.5667 3.5713 .8000 2.0 30.0667 3.5561 . 15. 6.0 30. 12.4138 .9333 3. 9.8584 .0 Alpha = .1000 2.6288 .0 Reliability Coefficients N of Cases = 30.0 30.7333 2.0 30.8000 2. 14.9000 2.8667 3. 5.0 30. 7. 4.8177 N of Items = 13 6. 4.4842 .0 30. 7.5833 . 10.1000 2.5833 .4000 3.4983 . 9.0 30.0 30. 2. 8. 8.0333 2. X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 3.7000 2. 18. 10.0000 2.5713 .9060 N of Items = 18 Uji Normalitas .0 30.6989 .0 30.4000 Reliability Coefficients N of Cases = 30.8667 2.0 30.9000 2.0 30.6288 .4000 3.0333 2.5477 . 12.0 30. 13.5208 .4983 .8000 Std Dev . 2.8667 2.4842 Cases 30. 5.0 30. 3.5208 .8667 3. 6.9667 3. 13. 16.R E L I A B I L I T Y (A L P H A) A N A L Y S I S Mean - S C A L E Cases 30.4026 .7144 .9333 2.6618 .8333 3.0 30.0 Alpha = .6149 .

000 Statistic .130 .073 120 .142 .000 . .000 . 106.48 13.00 a Lilliefors Significance Correction Descriptives Statistic 17. Persepsi kepuasan pasien rawat inap kebidanan dalam pelayanan .957 . Error .000 Std.000 .402 Keandalan Ketanggapan Jaminan Empati Bukti Langsung Mean Median Mean Median Mean Median Mean Median Mean Median a Lilliefors Significance Correction 2. . Persepsi pasien terhadap mutu pelayanan kebidanan Descriptives Statistic mutu pely Mean Median Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov(a) Statistic mutu pely df Sig.954 .198 .50 13.181 .165 df 120 120 120 120 120 Sig.186 .00 Std.174 .856 .000 .00 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov(a) Keandalan Ketanggapan Jaminan Empati Bukti Langsung Statistic .000 .88 15.950 Shapiro-Wilk df 120 120 120 120 120 Sig.943 .2321 . Error .767 21.1.00 39. Statistic Shapiro-Wilk df Sig.197 .86 18.960 120 .001 .167 .940 .000 14.000 .72 39.00 20.000 .37 106.

00 Tests of Normality Std. Error .kebidanan Descriptives Statistic 50.080 a Lilliefors Significance Correction .055 Statistic . .080 df 120 Sig.981 Shapiro-Wilk df 120 Sig. .482 Kepuasan Mean Median Kolmogorov-Smirnov(a) Statistic Kepuasan .10 50.

3 100.0 Valid Percent 58.7 100.3 100.7 58.3 100.0 Frequency Valid Tidak Baik Baik Total 60 60 120 Percent 50.3 46.8 100.0 50.0 50.Frequencies Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan Keandalan Cumulative Percent 41.2 100.0 Percent 58.0 Frequencies .0 Frequency Valid Tidak Baik Baik Total 64 56 120 Percent 53.0 100.0 Valid Percent 49.7 100.3 100.7 100.8 100.0 Percent 49.7 58.3 46.2 50.7 100.0 100.0 Valid Percent 50.0 Valid Percent 41.2 50.0 Frequency Valid Tidak Baik Baik Total 50 70 120 Percent 41.0 Bukti Langsung Cumulative Percent 53.0 100.3 41.0 Empati Frequenc y Valid Tidak Baik Baik Total 70 50 120 Cumulative Percent 58.3 41.7 100.0 Jaminan Cumulative Percent 50.0 Ketanggapan Frequenc y Valid Tidak Baik Baik Total 59 61 120 Cumulative Percent 49.0 Valid Percent 53.

000 Exact Sig.0% AND2 Tidak baik Baik Total Count % within PUAS2 Count % within PUAS2 Count % within PUAS2 Puas 13 23.3 100.224 120 df 1 1 1 1 Asymp.051 12.0 Valid Percent 53. 0 cells (.676 12.0 Crosstabs Keandalan * Kepuasan Crosstab PUAS2 Tidak puas 35 54.3% 64 100.0% Chi-Square Tests Value 12. (2-sided) Exact Sig.7% 29 45.000 . Computed only for a 2x2 table b. (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correctiona Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases . Sig.001 .0% 72 60.000 . The minimum expected count is 22.7 100. Ketanggapan * Kepuasan .8% 56 100.7 100.000 a.0 Cumulative Percent 53.0% 120 100.0%) have expected count less than 5.2% 43 76.001 .0% Total 48 40.3 46.327b 11.Persepsi Kepuasan Pasien PUAS Frequency Valid Tidak puas Puas Total 64 56 120 Percent 53.40. (2-sided) .3 46.

627 7. (2-sided) .0% TANGGAP2 Tidak baik Baik Total Count % within PUAS2 Count % within PUAS2 Count % within PUAS2 Chi-Square Tests Value 7.3% 64 56 100.005 a. Sig.000 . (2-sided) Exact Sig.000 Exact Sig. Computed only for a 2x2 table b. Computed only for a 2x2 table b.2% 61 50.006 .539 120 df 1 1 1 1 Asymp.000 . Empati * Kepuasan . (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a .603b 6.000 . Sig.8% 120 100.0% 100.2% 120 100.0% JAMINAN2 Tidak baik Baik Total Count % within PUAS2 Count % within PUAS2 Count % within PUAS2 Chi-Square Tests Value 32. Jaminan * Kepuasan Crosstab PUAS2 Tidak puas Puas 48 13 75.656 31. (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a . The minimum expected count is 27.7% 25 36 39. The minimum expected count is 27. 0 cells (.006 Exact Sig.0% Total 59 49.0% Total 61 50. (2-sided) Exact Sig.0% 23.690 7.8% 59 49.0%) have expected count less than 5.Crosstab PUAS2 Tidak puas Puas 39 20 60.008 33.0%) have expected count less than 5.007 .000 .000 a.9% 35.53.0% 100.010 .047b 30. (2-sided) .8% 64 56 100.53.0% 76.780 120 df 1 1 1 1 Asymp.2% 16 43 25.006 . 0 cells (.1% 64.

8% 120 100.0% 100.3% 50.129 120 df 1 1 1 1 Asymp. The minimum expected count is 21. (2-sided) .2% 120 100.000 .024 Exact Sig.026 .0% 19 28 29.023 .20. Computed only for a 2x2 table b.0% EMPATI2 Tidak baik Baik Total Count % within PUAS2 Count % within PUAS2 Count % within PUAS2 Chi-Square Tests Value 66.196 5.172b 4. (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a . .0% 100.6% 64 56 100.0%) have expected count less than 5.895 82.0%) have expected count less than 5.0% Total 73 60.4% 30.0% 64 56 100. Computed only for a 2x2 table b. (2-sided) .2% 49 40. (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a .037 .000 .93.7% 50. 0 cells (. The minimum expected count is 18.481 120 df 1 1 1 1 Asymp.000 Exact Sig.6% 69.355 5.000 . Bukti Langsung * Kepuasan Crosstab PUAS2 Tidak puas Puas 45 28 70.018 a.000 a.000 .0% Total 71 59. (2-sided) Exact Sig.8% 47 39. Sig.587 65. Sig.0% BUKTI2 Tidak baik Baik Total Count % within PUAS2 Count % within PUAS2 Count % within PUAS2 Chi-Square Tests Value 5.032b 62. (2-sided) Exact Sig.Crosstab PUAS2 Tidak puas Puas 54 17 84. 0 cells (.4% 10 39 15.023 .

Variable(s) entered on step 1: ANDAL2.066 .I.057 Nagelkerke R Square .009 .000 df 0 Sig.000 df 0 Sig. .797 7.019 -1.002 Exp(B) 3.028 Cox & Snell R Square .E.155 a.096 Hosmer and Lemeshow Test Step 1 Chi-square .143 a.005 Exp(B) 2. Jaminan * Kepuasan Pasien Model Summary Step 1 -2 Log likelihood 157.866 S.0% C.662 Wald 6. Variable(s) entered on step 1: TANGGAP2. Variables in the Equation 95.f Lower 1.383 .612 Cox & Snell R Square .0% C. Ketanggapan * Kepuasan Pasien Model Summary Step 1 -2 Log likelihood 155.I.062 Nagelkerke R Square .083 Hosmer and Lemeshow Test Step 1 Chi-square .120 -1. .077 Hosmer and Lemeshow Test Step 1 Chi-square .771 .003 .Logistic Regression Bivariat Keandalan * Kepuasan Pasien Model Summary Step 1 -2 Log likelihood 157.446 Step a 1 TANGGAP2 Constant B 1. .288 Step a 1 ANDAL2 Constant B 1.000 df 0 Sig. .814 Cox & Snell R Square .072 Nagelkerke R Square . Variables in the Equation 95.766 df 1 1 Sig.E.944 df 1 1 Sig.944 S.for Lower 1.391 . .541 9. . . .622 Wald 8.

E.0% C.Variables in the Equation 95.681 df 1 1 Sig.211 -8.I.475 df 4 Sig.037 -1.164 a.E.000 Variables in the Equation 95.186 Wald 14.000 Exp(B) 1.805 S.607 Cox & Snell R Square .for Lower 1.305 Variables in the Equation 95.750 .822 .560 -7.619 df 1 1 Sig.E.000 .000 .006 .178 Hosmer and Lemeshow Test Step 1 Chi-square 21.142 df 1 1 Sig.for Lower 1.235 . Variable(s) entered on step 1: EMPATI. .877 15.338 Step a 1 JAMINAN2 Constant B 1.152 2.286 Cox & Snell R Square .fo Lower 1. Empati * Kepuasan Pasien Model Summary Step 1 -2 Log likelihood 147.133 Nagelkerke R Square .807 S.I. .328 df 7 Sig.150 Nagelkerke R Square .0% C. Bukti Langsung * Kepuasan Pasien Model Summary Step 1 -2 Log likelihood 145. .003 Exp(B) 2.613 Wald 7.200 Hosmer and Lemeshow Test Step 1 Chi-square 8. .000 a. .000 Exp(B) 1.109 Step a 1 BUKTI Constant B .470 14.298 Step a 1 EMPATI Constant B .0% C.055 2. .000 a.381 .639 S. .076 Wald 13.427 8. . . Variable(s) entered on step 1: BUKTI.I. Variable(s) entered on step 1: JAMINAN2.

308 Nagelkerke R Square . .000 .695 .I.453 1.038 .474 -5.000 . .005 a.017 Wald 32.0% C.581 Cox & Snell R Square .321 29.f Lower 5.866 .880 Step a 1 Step b 2 EMPATI2 Constant BUKTI2 EMPATI2 Constant B 2.016 df 2 Sig. Block 1: Method = Enter Model Summary Step 1 -2 Log likelihood 120.303 S.972 . Variable(s) entered on step 2: BUKTI2.412 Hosmer and Lemeshow Test Step 1 2 Chi-square .618 4.282 .571 11.992 .Logistic Regression Multivariat Block 1: Method = Forward Stepwise (Conditional) Model Summary Step 1 2 -2 Log likelihood 124.000 . .412 Hosmer and Lemeshow Test Step 1 Chi-square .581 Cox & Snell R Square .992 Variables in the Equation 95.454 .378 .982 120.308 Nagelkerke R Square .894 32.444 .E. .351 1.000 Exp(B) 12.767 27.000 . b.019 2.781 .548 -3.944 2.207 df 1 1 1 1 1 Sig.055 4. . Variable(s) entered on step 1: EMPATI2.016 df 0 2 Sig.

767 27.321 29.Variables in the Equation 95.880 Step a 1 BUKTI2 EMPATI2 Constant B .E. .571 11.453 1. .000 Exp(B) 2. Variable(s) entered on step 1: BUKTI2.000 .0% C.303 S.866 . .944 2.474 -5.I.055 4. EMPATI2.f Lower 1.207 df 1 1 1 Sig.005 a.038 .454 .017 Wald 4.

Lampiran 1 Surat Permohonan Menjadi Responden Kepada Responden Terhormat Dengan hormat. Semua informasi yang diberikan akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan mempengaruhi mutu pelayanan.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur”. Saya mahasiswa program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang.H. dan institusi rumah sakit. Bersama ini kami lampirkan surat persetujuan untuk menjadi responden. Untuk itu kami mohon kesediaan responden untuk turut berpartisipasi dalam memberikan informasi yang kami perlukan. Atas . perhatian dan kesediaannya kami mengucapkan terima kasih. Data ini dapat digunakan sebagai dasar acuan dalam hal pengembangan mutu pelayanan. bermaksud melaksanakan penelitian yang berjudul “ Pengaruh Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Kebidanan di RSUD Dr. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi pasien.

...................................... manfaat penelitian dan tata cara pengisian kuesioner .. Jenis kelamin :................................Peneliti Dadang Hermanto.............................................................................. Umur :...............Kep Lampiran 2 Surat Persetujuan Responden Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama :....................... Alamat :....... Peneliti telah memberi penjelasan tentang tujuan penelitian....... Bersedia menjadi responden penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa program program Pascasarjan Universitas Diponegoro Semarang................................................................................................................ S.......................

.....dan lain-lain. 2010 Tanda tangan Responden Lampiran 4 Surat Persetujuan Menjadi Asisten Peneliti Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : ............. Demikian persetujuan ini saya berikan tanpa ada paksaan dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.... Bulungan...............

.............. Pendidikan : ........................................................................... Jenis kelamin : ....................................... Demikian surat persetujuan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.............................................................. Bulungan......... Masa kerja : ......................... Pekerjaan : ..... 2010 Tanda tangan .............................................H.......Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Kalimantan Timur” dan akan mentaati aturan yang telah disepakati dengan peneliti.......................... Alamat : ...........................Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur Kalimantan Timur dengan judul Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan terhadap Kepuasan Pasien di Ruang Kebidanan RSUD Dr.................................................................................................. Menyatakan bersedia menjadi asisten peneliti di Ruang Kebidanan RSUD Dr.........................H.....

. Karakteristik pembayaran Bayar sendiri Askin / Jamkesmas..... I : Askes.. : : : Wiraswasta Buruh ...................... Astek......... 7..... :........ Pekerjaan PNS Swasta Petani 6.. Tanggal masuk 3.......... Berilah tanda silang (x) pada kolom yang telah disediakan sebagai jawaban anda... Isilah pertanyaan yang menggunakan titik-titik dibawah ini............................... :...... b. Lampiran 3 KUESIONER PENELITIAN I..... Pendidikan 5............... Umur 4.. 1.. Ruang kelas perawatan Kelas..... Nama / Inisial 2. Daftar Pertanyaan Tentang Identitas Petunjuk: a._______________ NIP......

Keterangan : SS : Sangat setuju S : Setuju TS : Tidak setuju STS : Sangat tidak setuju Berilah tanda silang (x) atau cek (√) pada kolom yang telah disediakan sebagai jawaban anda No A 1 2 3 Pernyataan Persepsi Keandalan Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan. II Kelas.H. Tindakan pertolongan pasien yang dilakukan petugas selalu berhasil Saya diberikan obat minum atau suntik sesuai dengan jadwal yang telah diberitahukan pada saya sebelumnya SS S TS STS . Petunjuk Pengisian : Dalam pernyataan-pernyataan berikut ini. Anda diminta untuk menilai menurut penilain anda sendiri tentang pelayanan kebidanan di RSUD Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur.Kelas. Daftar pertanyaan tentang persepsi pasien terhadap mutu pelayanan kebidanan di Ruang Kebidanan RSUD Dr.Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur. III II. dokter lansung dapat mengetahui penyakit saya.

petugas pasti dapat mengatasinya dengan tepat Pelayanan perawatan yang diberikan petugas kepada pasien pasti memuaskan Setiap tindakan medis yang akan dilakukan petugas terhadap saya. ganti pakaian. perawat atau bidan dan mereka menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut Tiga hari setelah menjalani perawatan badan saya menjadi lebih segar dan nyaman Persepsi Ketanggapan Petugas segera melakukan pemeriksaan ketika pasien tiba di ruang pemeriksaan Petugas segera melakukan pertolongan ketika pasien mengalami keluhan yang serius atau terjadi kegawatan. Ketika terjadi kegawatan pada pasien. suhu tubuh. makan atau minum apabila diperlukan Pertanyaan Persepsi Jaminan Pengobatan yang diberikan dokter pasti manjur Keadaan umum kesehatan saya (tekanan darah. Petugas tidak segera menggantikan cairan infus pasien yang habis Petugas memberi tahu pasien/keluarga pasien secepatnya ketika ada resep obat yang harus di beli. Petugas langsung memberi penjelasan saat pasien bertanya mengenai keadaan penyakitnya Petugas membantu pasien ke kamar mandi/wc. denyut nadi) selalu di perhatikan petugas setiap saat . petugas pasti menjelaskan mengenai tindakan tersebut dengan sejelas-jelasnya kepada saya/keluarga saya Persepsi Empati Petugas ketika menyuntikan obat dilengan atau di bokong pasien dilakukan dengan pelan-pelan dengan penuh perasaan SS S TS STS 16 17 18 D 19 .4 5 6 B 7 8 9 10 11 12 13 No C 14 15 Pengobatan yang dilakukan dokter tidak membuat kesehatan saya menjadi lebih baik Setiap hari saya selalu diperiksa oleh dokter. Petugas secepatnya melaporkan keluhan pasien yang serius. respirasi. kepada dokter penanggung jawab.

Keterangan : SS : Sangat sesuai S : Sesuai TS : Tidak sesuai STS : Sangat tidak sesuai Berilah tanda silang (x) atau cek (√) pada kolom yang telah disediakan sebagai jawaban anda . Petugas menanggapi keluhan pasien dengan menggerutu Petugas berinteraksi dengan pasien tanpa membeda-bedakan pasien. Petugas rela terlambat pulang dalam membantu petugas lain untuk mengatasi keluhan pasien Persepsi Bukti langsung Ruangan pemeriksaan pasien terlihat bersih. Alat-alat yang diperlukan untuk pemeriksaan pasien tersedia dengan lengkap Ruangan tidakan kebidanan bersih Alat-alat di ruang tindakan kebidanan berfungsi. Petunjuk Pengisian : Pernyataan –pernyataan berikut ini menggambarkan norma-norma yang berlaku dalam pelayanan kebidanan di rawat Inap kebidanan RSUD Soemarno Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur.20 21 22 23 E 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Petugas terkadang mengelus daerah yang terasa sakit sambil menenangkan saya. Kamar mandi/wc pasien bersih Aliran air di kamar mandi/wc mengalir dengan lancar Penerangan di kamar mandi/wc cukup terang Secara umum petugas kebidanan berpenampilan bersih Secara umum petugas kebidanan berpakaian rapi saat bekerja Secara umum petugas kebidanan berpakaian seragam saat bekerja Daftar pertanyaan tentang kepuasan pasien III.dengan baik Ruangan perawatan kebidanan terasa nyaman. Anda dimohon menilai tingkat kesesuaian antara masing-masing pernyataan dengan kenyataan pelayanan kebidanan yang diterima. Alat-alat tenun di ruang perawatan bersih Tersedia alat-alat kebutuhan dasar pasien untuk buang air kecil/besar bagi pasien harus istirahat di tempat tidur.

.. gorden. .. taplak meja.....2010 Terima kasih atas bantuan Bapak / Ibu / Saudara ... petugas memperlakukan saya dengan baik Ruangan kebidanan bersih Ruangan perawatan kebidanan terasa nyaman Di ruangan kebidanan disediakan ruang tunggu untuk keluarga pasien Alat-alat yang diperlukan untuk pemeriksaan pasien tersedia dengan lengkap Alat-alat tenun (seprai..... .... Petugas segera datang ketika pasien membutuhkan bantuannya Petugas memberi tahu pasien/keluarga pasien secepatnya ketika ada resep obat yang harus di beli... Petugas langsung memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga pasien ketika pasien menanyakan keadaan penyakitnya Pasien masuk ke ruang kebidanan diterima petugas dengan ramah Petugas bersikap sopan ketika berhadapan dengan pasien atau keluarga pasien Ketika petugas masuk ke ruang perawatan pasien. petugas selalu menyapa pasien Saat memberikan pelayanan kesehatan......dll) di ruang perawatan terlihat rapi Tersedia alat-alat kebutuhan dasar pasien untuk buang air kecil/besar yang cukup Kamar mandi/wc pasien bersih Aliran air di kamar mandi/wc mengalir dengan lancar Penerangan di kamar mandi/wc cukup terang SS S TS STS 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Semarang..No 1 2 3 4 Pernyataan Petugas segera melakukan pemeriksaan ketika pasien tiba di ruang pemeriksaan Petugas segera melakukan pertolongan ketika pasien mengalami keluhan yang serius atau terjadi kegawatan......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful