P. 1
Materi 5. Penyusunan & an KTSP-SMA

Materi 5. Penyusunan & an KTSP-SMA

4.75

|Views: 420|Likes:
Dipublikasikan oleh Denok sisilia

More info:

Published by: Denok sisilia on Feb 20, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

original

PENYUSUNAN

KTSP

Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

1

LANDASAN
•UU
No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional •PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan •Standar Isi Kompetensi •Standar Lanjut
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006 2

Pengertian
Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan Lanjut pendidikan.
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006 3

Prinsip Pengembangan KTSP
• • • • • •

• berpusat pada potensi, perkembangan,

kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. beragam dan terpadu tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni relevan dengan kebutuhan kehidupan menyeluruh dan berkesinambungan belajar sepanjang hayat seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Lanjut
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006 4

KTSP
SEKOLAH DAN KOMITE SEKOLAH ME-NGEMBANGKAN KTSP dan SILABUSNYA berdasarkan:  KERANGKA DASAR KURIKULUM, dan  STANDAR KOMPETENSI LULUSAN, DI BAWAH 5 - Sosialisasi SMA 2006 SUPERVISI Materi
Lanjut

DINAS 5

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DIKEMBANGKAN SESUAI DENGAN:  SATUAN PENDIDIKAN,  POTENSI DAERAH/KARAKKARAKTERISTIK DAERAH,  SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT Lanjut SETEMPAT, dan
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

6

KOMPONEN KTSP A.
TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN B. STRUKTUR dan MUATAN KTSP C. KALENDER PENDIDIKAN
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

Lanjut

7

A. TUJUAN PENDIDIKAN
Tercantum tujuan pendidikan menengah: “ meningkatkan kecerdasan, pengetahu-an, kepribadian, ahlak mulia, serta ke-terampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Catatan: Karena tujuan dimaksud masih sangat umum, maka sebagai acuan dalam penyusunan program kerja, Sekolah harus menjabarkan tujuan tsb. di atas menjadi Visi, Lanjut dan Misi Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006 8 Tujuan Sekolah yang lebih terukur

• Berorientasi ke depan • Dikembangkan bersama oleh seluruh

A. VISI SATUAN PENDIDIKAN

warga sekolah • Merupakan perpaduan antara langkah strategis dan sesuatu yang dicitacitakan • Dinyatakan dalam kalimat yang padat bermakna • Dapat dijabarkan ke dalam tujuan dan indikator keberhasilannya. • Berbasis nilai Lanjut Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006 9 • Membumi (kontekstual)

• TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA

BAGAIMANA MENYUSUN VISI

• TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN
suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – Lanjut Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006 10 seperti apa yg diinginkan untuk

apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah.

• TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH

• Setiap tahapan dirumuskan dalam

kalimat dipindai setiap • Kemudian rumusan/ka-limat untuk mendapatkan kata kunci • Rumuskan visi dari kata kunci tersebut secara singkat padat bermakna (tidak lebih dari 25 kata Visi ini, bisa • Berdasarkan ditentukan missinya (Sejumlah langkah strategis menuju visi yang Lanjut telah dirumuskan) SMA 2006 Materi 5 - Sosialisasi 11

B. STRUKTUR DAN MUATAN KTSP • Struktur dan muatan KTSP pada

jenjang pendidikan dasar dan menengah tertuang dalam Standar Isi, yang dikembangkan dari kelom-pok mata pelajaran sbb.
– – – – – Agama dan ahlak mulia Kewarganegaraan dan kepribadian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Estetika Jasmani, olahraga dan kesehatan
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

Lanjut

12

• Muatan KTSP meliputi :
1. 2. 3. 4. 5.
Mata pelajaran Muatan lokal Kegiatan Pengembangan diri Pengaturan beban belajar Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan kelulusan 6. Pendidikan kecakapan Hidup 7. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Lanjut
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

13

1. Mata Pelajaran
Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketram- pilan/Bahasa asing lain). • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru pembelajaran. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum.
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

Lanjut

14

2. Muatan Lokal
 Muatan
lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi se-suai dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan da-erah.  Substansi muatan lokal ditentu-kan oleh satuan
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006 15

Muatan Lokal
Berisi tentang program/mata pelajaran muatan lokal yang diselenggarakan secara terstruktur dan tersistem oleh sekolah, yang mencakup : Jenis, Mekanisme Pemilihan, Strategi Penyelenggaraan dll.
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006 16

Dalam pengembangan Mulok mem- perhatikan hal-hal sbb:  Substansi yang akan dikembangkan,
materinya materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain, atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mata Pelajaran tersendiri;  Merupakan mata pelajaran wajib yang diselenggarakan melalui pembelajaran intra kurikuler (masuk dlm. Struktur kurikulum);  Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka).  Sekolah harus menyusun SK, KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselengga- rakan oleh sekolah. Lanjut
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006 17

 Substansinya dapat berupa progarm 
keterampilan produk dan jasa Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester, mengacu pada karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah. Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran, sesuai dengan minat dan kemampuan sek. Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah ynag relevan dengan substansi mulok
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006 18

 

3. Pengembangan Diri
• ekivalen 2 jam pembelajaran • bertujuan memberikan kesempatan

kepa-da peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat, dan kondisi masing-masing peserta didik. pengembangan diri • kegiatan difasilitasi dan/atau dibimbing oleh guru, konselor, Guru BK atau tenaga Materi 5 - Sosialisasi 19 kependidikan lain. SMA 2006

Kegiatan Pengembangan Diri
Berisi tentang penjelasan program Pengem-bangan Diri yang diselenggarakan oleh Sekolah, yang mencakup: Jenis Kegiatan, Mekanisme dan Strategi Pelaksanaannya. Dalam menyusun programnya memper-hatikan hal-hal sbb: - Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan silabus. - Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi) bukan kuantitatif
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

Lanjut

20

- Dapat dilaksanakan dalam bentuk

kegi-atan Pelayanan Konseling (kehidupan pribadi/sosial, kesulitan belajar, karir ), atau kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kreativitas / kepribadian siswa seperti: Kepramukaan, Kepemimpinan, KIR dll. - Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS.
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

Lanjut

21

 Berisi tentang jumlah beban belajar

4. Pengaturan Beban Belajar

per MP, per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksana-kan di sekolah, yang ditetapkan dengan mempertimbangkan hal-hal sbb:  Sekolah dapat mengatur alokasi waktu utk setiap MP pada smt ganjil dan genap dlm satu th pelajaran sesuai dg. Kebutuhan, tetapi Jml. Beban belajar per tahun Lanjut secara keseluruhan SMA 2006 tetap. Materi 5 - Sosialisasi 22

• Alokasi waktu kegiatan Praktik diper-

hitungkan sbb: 2 JPL praktik di seko-lah setara dg 1 JPL ttp muka, dan 4 JPL praktik di luar sek setara dg 1 JPL ttp muka. • Sekolah dpt memanfaatkan alokasi Tambahan 4 JPL dan alokasi waktu penugasan terstruktur dan tidak terstruktur sebanyak 0% – 60% (Maks. 60 % X 36 JPL = 21 Jpl) untuk kegiatan remedial, pengayaan, penambahan jam praktik dll, sesuai dg. Potensi dan kebutuhan siswa dlm mencapai Lanjut kompetensi pd. Mata pelajaran tertentu. 23 Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

5. Ketuntasan Belajar
• Berisi tentang Kriteria dan melanisme
penetapan Ketuntasan Minimal Per Mata Pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dg mempertimbangkan hal-hal sbb: • Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %, dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. • Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dg mempertimbangkan: kemampuan rata2 siswa, kompleksitas, SD pendukung. • Sek dpt menetapkan KKM dibawah batas kriteria ideal, ttp secara bertahap hrs dpt mencapai kriteria ketuntasan ideal.
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

Lanjut

24

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
• Berisi
tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan, serta streategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh Sekolah. Program disusun mengacu pada hal2 sebagai berikut: • Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Pembinaan SMA • Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

Lanjut

25

7. Penjurusan
• Berisi
tentang kriteria dan meka-nisme Penjurusan serta strategi-/kegiatan Penelusuran bakat, minat dan prestasi yang diberlakukan oleh Sekolah, yang disusun dengan mengacu pada: • Panduan penjurusan yang akan disusun oleh Dit. PSMA
Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

Lanjut

26

8. Pendidikan Kecakapan Hidup
Berisi tentang penjelasan tentang program kecakapan hidup yang diselenggarakan oleh sekolah, yang mencakup: Jenis Program , mekanisme dan strategi pelaksanaannya. Dalam menyusun program memperhatikan hal-hal sbb: - Mencakup kecakapan pribadi, sosial, akademik dan atau vokasional. - Menjadi bag integral dari semua MP yang dapat disajikan secara terintegrasi dan/atau berupa paket/modul yg. Direncanakan secara khusus dan terintegrasi. - Dapat diperoleh dr satuan pend ybs dan/atau dr satuan pend formal/non formal lain, apabila sekolah ybs. Tidak memiliki SD Lanjut Materi - Sosialisasi SMA 2006 27 pendukung yang 5memadai.

9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
Berisi penjelasan tenang Prog. Keunggulan lokal dan global (misalnya: Program SBI) yang mencakup: Jenis, Mekanisme dan Startedi pelaksanaan di sekolah, disusun dengan mempertimbangkan hal2 sbb: - Substansinya mencakup aspek: Ekonomi, Budaya, Bahasa, TIK, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. - Dapat merupakan bagian dari semua MP Lanjut - Dapat diperoleh- Sosialisasi SMA 2006didik dari peserta Materi 5 28 satuan pendidikan formal lain dan/atau

C. Kalender Pendidikan
Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah, yang disusun

sesuai dng kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana tercantum - dalam2006 Standar Isi. 29 Lanjut Materi 5 Sosialisasi SMA

Mekanisme PENYUSUNAN KTSP
Analisis
• Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi, SKL, Panduan KTSP

• Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi

Naskah KTSP Diberlakukan

Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

Lanjut

30

Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah-/madrasah. Kegiatan ini dpt berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah dan/atau kelompok sekolah/madrasah yg diselenggarakan dlm jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf, reviu dan revisi, serta finalisasi. Langkah yg lebih rinci dari masingmasing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006 31

Materi 5 - Sosialisasi SMA 2006

32

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->