Anda di halaman 1dari 23

Pemodelan

Materi 6

Tujuan Pembelajaran
Di akhir perkuliahan mahasiswa mampu
Memodelkan Mencari Solusi fisibel awal Mencari Solusi Optimal

Untuk Persoalan Transportasi

Persoalan Transportasi
Menentukan berapa banyak komoditas yang harus dikirim dari sejumlah sumber ke sejumlah tujuan
Sumber: Pabrik, Gudang, dsb. Tujuan: Gudang, Toko, dsb.

Model Transportasi
Meminimumkan total ongkos pengiriman Digunakan untuk sistem distribusi yang ada

Data Model Transportasi


Sumber-sumber yang ada, masingmasing dengan kapasitas kirim/periode Tujuan-tujuan yang ada, masing-masing dengan kebutuhan/periode Ongkos kirim/unit dari setiap sumber ke setiap tujuan

Contoh Persoalan Transportasi


DesMoines (kap =100 unit) Cleveland (keb =200 unit)

Albuquerque (keb =300 unit)

Boston (keb =200 unit) Evansville (kap =300 unit)

Fort Lauderdale (kap =300 unit)

Ongkos Transportasi
Dari (Sumber) Ke (Tujuan) Boston

Albuquerque

Cleveland

Des Moines Evansville


Fort Lauderdale

$5 $8
$9

$4 $4
$7

$3 $3
$5

Tabel Transportasi
Tujuan Sumber

..

Suplai

1 2 : m
Kebut

a1 a2
Jumlah yang dibutuhkan :

am
b1 b2 bn

Tabel Transportasi
Sumber 1

Ongkos mengirim 1 Tujuanunit dari sumber ke 2 tujuan . . n Suplai

1 2 : m
Kebut

x 11 c 11 x 12 c 12 . . x 21 c 21 x 22 c 22 . .
: : : : : :

x 1n c 1n x 2n c 2n
: :

a1 a2
:

x m1 c m1 x m2 c m2 . .

x mn c mn
bn

am

b1

b2

..

Tabel Transportasi
Tujuan Sumber

1 2 :

x 11 x 21
:

x 12

.. ..

Suplai

x 1n
:

a1 a2
:

.. x x 22Jumlah yang bisa2n


dikirim dari sumber : ke tujuan : : : :

m
Kebut

x m1
b1

x m2
b2

..

x mn
bn

am

Tabel Transportasi
Dari Des Moines (D) Evansville (E) Fort Lauderdale (F) Kebutuhan Gudang Ke Albuquerque (A)
5

Boston (B)
4

Cleveland (C)
3

Kapasitas Pabrik 100 300

300
700

300

200

200

Langkah Penyelesaian
1. Definisikan persoalan 2. Masukkan data ke dalam tabel (matriks) Transportasi 3. Periksa keseimbangan suplai dengan kebutuhan. Jika total suplai sama dengan total kebutuhan, lanjutkan ke langkah 4. Jika tidak, gunakan sumber atau tujuan dummy (sesuai kebutuhan)

Langkah Penyelesaian
4. Tentukan solusi fisibel awal Northwest Corner Rule (NWC) Least Cost Method (LC) Vogels Approximation Method (VAM) 5. Tentukan solusi optimal

Tabel Transportasi Total Kebutuhan Total Suplai


Dari
Ke Albuquerque Boston (A) (B)
5 4

Cleveland Dummy (C)


3
0

Kap Pabrik 250 300 300 700

Des Moines (D) Evansville (E) Fort Lauderdale (F) Kebutuhan Gudang 300

200

200

150

Kapasitas baru Des Moines

Northwest Corner Rule


Pengisian dimulai dari kotak di pojok kiri atas (northwest corner) dan berakhir di pojok kanan bawah Nilai Xij pada setiap kotak ditetapkan dengan membandingkan kapasitas tersedia di baris i dengan kebutuhan di kolom j Xij = min { si , dj }

Solusi fisibel awal dengan NWC


Dari Des Moines (D) Evansville (E) Fort Lauderdale (F) Kebutuhan Gudang Ke Albuquerque (A) 100 200
5

Boston (B)
4

Cleveland (C)
3

Kapasitas Pabrik 100

100 100

3 5

300 300

200

300

200

200

700

Least Cost Method


Pengisian dimulai dari kotak dengan Cij terkecil Nilai Xij pada setiap kotak ditetapkan dengan membandingkan kapasitas tersedia di baris i dengan kebutuhan di kolom j Xij = min { si , dj }

Solusi fisibel awal dengan LC


Dari Des Moines (D) Evansville (E) Fort Lauderdale (F) Kebutuhan Gudang
300

Ke Albuquerque (A)
5

Boston (B)
4

Cleveland (C)
3

Kapasitas Pabrik 100

100
8

200

100

3 5

300 300

300

200

200

700

Vogels Approximation Method


1. Pada setiap baris dan setiap kolom tentukan penalty, yaitu selisih dua ongkos terkecil 2. Pilih baris atau kolom dengan penalty terbesar 3. Lakukan pengisian kotak dengan prinsip ongkos terkecil 4. Kembali ke langkah 1

Solusi fisibel awal dengan VAM


Dari Des Moines (D) Evansville (E) Fort Lauderdale (F) Kebutuhan Gudang
200

Ke Albuquerque (A)
5

Boston (B)
4

Cleveland (C)
3

Kapasitas Pabrik 100

100
8 4

200
9 7

100

3 5

300 300

100

300

200

200

700

Menentukan Solusi Optimal


1. Tentukan nilai-nilai multiplier Ui pada baris dan Vj pada kolom. Awali dengan U1 = 0 dan untuk setiap variabel basis berlaku:
U i V j C ij

2. Jika U i V j - C ij 0 untuk setiap variabel non-basis maka solusi basis saat ini sudah optimal

Menentukan Solusi Optimal


3. Jika tidak, maka variabel non-basis dengan nilai U i V j - C ij paling positif akan menjadi entering variabel
Catatan: Untuk persoalan maksimasi, jika U i V j - C ij 0 untuk setiap variabel non-basis maka solusi basis sudah optimal. Jika tidak maka variabel non-basis

dengan U i V j - C ij paling negatif akan menjadi entering variabel

Menentukan Solusi Optimal


4. Dari kotak entering variabel buatlah loop tertutup yang berakhir di kotak entering variabel juga. Garis loop harus melalui variabel basis dan pergerakannya hanya boleh vertikal atau horizontal 5. Tandai setiap ujung loop dengan (+) dan () secara bergantian, mulai dari e.v

6. Kotak di ujung loop bertanda (-) dengan nilai var basis terkecil akan menjadi l.v

Menentukan Solusi Optimal


7. Lakukan penyesuaian nilai variabel basis dengan melakukan penambahan atau pengurangan sesuai tanda 8. Kembali ke langkah 1