Anda di halaman 1dari 78

SILATURRAHIM PENDIDIKAN ANAK ISLAM SPAI KECAMATAN TRUCUK KLATEN

Sekretariat : Masjid Al Hidayah Sumber Kulon Sumber Trucuk Klaten 57467. Telp 081336347511. Email dan facebook : Rosyada_123@Yahoo.co.id, Blog Web : spaitrucuk.wordpress.com

1.Blind Leader
April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Tujuan permainan ini adalah untuk melatih keseimbangan otak peserta outbound. Langkah yang harus dilakukan oleh peserta outbound adalah tiap-tiap peserta dalam outbound training ditutup matanya, kecuali yang ditunjuk sebagai leader, mengikuti jalur yang sudah dibuat. Dengan arahan Leader, peserta berjalan mengikuti jalur tanpa menyentuh pembatas. Orang yang pertama memasuki garis finish ditetapkan sebagai pemenang. Pemaknaan dalam permainan ini adalah bagaimana seorang bisa tampil sebagai pemimpin (leader) dan bagaimana rasanya dipimpin orang lain. Saling percaya antar sesama divisi dalam perusahaan.

2. Pipa Bocor
March 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Tujuan permainan ini adalah mengatasi berbagai masalah. Alat bantu dalam permainan ini meliputi pipa bocor, penyangga, ember/kaleng, bola pimpong. Prosedur dalam permainan ini adalah : 1. Masing-masing kelompok diminta berlomba mengeluarkan bola pimpong yang ada dalam pipa bocor dengan menggunakan air.

2. Cara menuangkan air ke dalam pipa hanya boleh menggunakan ember yang telah disediakan dengan waktu yang telah ditentukan Pemaknaan dalam permainan ini adalah bagaiman mengatur strategi kerjasama kelompok, strategi menyelesaikan masalah dan kepemimpinan

3. Evakuasi Bambu
May 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan ini adalah melatih kerjasama yang komunikatif. Alat bantu yang digunakan adalah bambu, air, tali dan bola pimpong Prosedur dalam permainan ini adalah : 1. Tiap kelompok berlomba mengeluarkan bola dari dalam bambu dengan cara menuangkan air ke dalam bambu. 2. Cara menuangkannya, bambu yang berisi air hanya boleh diangkat dengan menggunakan tali yang telah disediakan 3. Saat melakukan evakuasi, anggota badan tidak boleh melewati batas aman dari daerah yang telah ditentukan Pemaknaan dalam permainan ini adalah : 1. 2. 3. 4. Bagaimana langkah peserta dalam melaksanakan tugas ini Strategi apa saja yang peserta gunakan untuk menyelesaikan tugas ? Mampukan mereka bekerjasama dengan baik ? Siapakah yang mampu memimpin dan berkomunikasi dengan baik

4. Folding Karpets
April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Jenis games ini dimainkan dengan alat bantu sebuah karpet atau terpal plastik atau kain yang ukurannya 1 meter persegi untuk 8-10 orang. Ukuran karpet dapat disesuaikan dengan jumlah peserta yang akan ikut bermain maupun tingkat kesulitan yang ingin diberikan, lebih banyak peserta maka dibutuhkan karpet yang lebih luas. Instruksi 1. Pertama, seluruh peserta diminta naik ke atas karpet dan 2. Setelah aba-aba dimulai mereka harus dapat membalik karpet tersebut 3. Kelompok harus bekerja sama dalam menemukan cara dan kemudian membalik karpet tersebut. Target Kelompok yang paling cepat membalik karpet dianggap sebagai pemenang. Larangan dan Hukuman

1. Orang-orang yang berada di atas karpet tersebut tidak boleh turun ataupun menyentuh tanah. 2. Jika melakukan pelanggaran tersebut maka kelompok dianggap gagal melakukan tugasnya.

5. Trush Fall
April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Perintahkan seseorang untuk berdiri di atas drum atau bangku menghadap ke depan. Peserta lainnya berada di bawah, dan saling mengaitkan tangan yang satu dengan yang lainnya. Tujuannya adalah menangkap orang yang berada di atas drum pada saat peserta outbound tersebut menjatuhkan diri. Teaching pointnya adalah : o o o o o Mengembangkan rasa percaya diri pada peserta outbound Mengembangkan rasa percaya diri pada orang lain Mengembangkan kerjasama kelompok. Mengembangkan sikap bekerja dengan fokus yang dalam Melatih keberanian mengambil resiko

6. Human Ladder
April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Peserta berpasangan berhadap-hadapan dan berdiri sejajar. Setiap pasangan memegang kayu (ukuran 1-1,5 m), dan berdiri berjajar membuat seperti anak tangga. Ketinggian bisa bervariasi. Peserta outbound training menaiki anak tangga yang dipegang oeh temannya. Peserta yang telah dilewati menuju ke depan untuk membuat anak tangga berikutnya. Debriefing : - Apa yang dirasakan pada saat menaiki anak tangga - Apa yang dirasakan saat dilewati Apakah rasa percaya kepada orang lain membuat anda mudah melewati tantangan ini? Teaching point : Trush- Tanggung jawab- Pasrah- Menjadi peserta aktif

7. Hell Barier
April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainanoutbound ini adalah melatih mengerjakan sesuatu sesuai dengan tahapannya untuk mencapai puncak yang diharapkan. Alat bantu dalam permainan outbound ini meliputi jaring, karmentel, kong, snappling, webbing, kaos tangan dan helm. Adapun prosedur dalam permainan ini adalah : 1. Setiap peserta diminta memanjat jaring tali setinggi 6 meter. 2. Fasilitator memasangkan kelengkapan pengaman sebelum peserta melaksanakan tugas tersebut 3. Fasilitator memberikan arahan dan motivasi agar peserta berhasil melewati bambu dengan sebaikbaiknya. 4. Fasilitator memegang tali pengaman untuk menjaga keselamatan peserta. 5. Saat pelaksanaan peserta yang lain menunggu giliran. Tujuan dalam games outbound ini adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mampukah semua peserta melaksanakan tugasnya dengan baik ? Adakah peserta yang merasa takut akan ketinggian ? Apa kunci keberhasilan mereka ? Apa yang menjadi penyebab kegagalan ? Apa yang dirasakan peserta sewaktu mencapai puncak ? Apa makna dari kegiatan ini ?

8. Titanic (kapal tenggelam)


April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Semua anggota tim diminta untuk berdiri di atas kain, seakan akan mereka berada dia atas sebuah kapal yang akan tenggelam. Tidak ada bagian dari kaki berdiri diluar kain. Setelah mereka berhasil berdiri, maka instruktur outbound menghitung satu sampai lima hitungan. Apabila berhasil, kain dilipat menjadi lebih kecil. Kemudian dilakukan kembali proses seperti semula. Kelompok yang mampu berdiri di atas kain yang terkecil adalah pemenangnya. Teaching point : Membangun kebersamaan Menunjukkan untuk kesuksesan tim, diperlukan pengorbanan Perlunya anggota tim untuk menyatu dengan kelompok. Pengaturan strategi dalam pemecahan masalah Berfikir kreatif

9. Solo
April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Dari nama game nya sudah kelihatan solo = sendirian. Jadi semua peserta dibuat berpencar satu dengan lainnya. duduk/tidur menyendiri selama sekitar 2 jam antara pukul 22.00-24.00. Kemudian menuliskan semua pertanyaan berdasarkan daftar pertanyaan yang dibuat mencakup : Visi kehidupan, visi pribadi, visi keluarga dan visi organisasi. Melihat kelemahan-kelemahan diri dan menyusun langkah-langkah untuk memperbaikinya. Melihat kekuatan diri yang dimiliki. Merefleksikan kualitas keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.

Teaching point : Membangun visi kehidupan memahami kelemahan-kelemahan diri melihat diri dan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki. Meningkatkan rasa percaya diri

10. Birthday Line Up


April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Semua peserta diminta berdiri di atas papan. Kemudian mereka diminta untuk mengatur barisan mereka berdasarkan bulan hari ualng tahun mereka atau berdasarkan tinggi badan. Mereka tidak boleh berbicara dalam menyusun barisan itu. Teaching point : Melatih konsentrasi pada tugas. Mengembangkan cara berkomunikasi yang efektif Melatih untuk berinovasi Aplikasi praktis dalam proses pemecahan masalah Kepemimpinan bersama

11. Jembatan birma


April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan outbound training permainan ini adalah melatih percaya diri untuk menghadapi segala ujian dan rintangan dalam kehidupan. Alat bantu dalam out bound training permainan ini meliputi bambu,karmentel,kong,snappling, webbing dan helm. Adapun prosedur dalam permainan Birma Crosser adalah : 1. 2. 3. 4. Setiap peseta diminta meniti bambu yang telah disediakan dengan ketinggian 2 m dan panjang 15 m Fasilitator memasangkan kelengkapan pengaman sebelum peserta melaksanakan tugas tersebut Fasilitator memberikan arahan dan motivasi agar peserta berhasil melewati bambu dengan sebaikbaiknya. 5. Fasilitator memegang tali pengaman untuk menjaga keselamatan peserta. 6. Saat pelaksanaan peserta yang lain menunggu giliran Pemaknaan dalam program outbound permainan ini adalah : 1. Mampukah semua peserta melaksanakan tugasnya dengan baik ? 2. Adakah peserta yang merasa takut akan ketinggian ? 3. Apa kunci keberhasilan mereka ? 4. Apa yang menjadi penyebab kegagalan ? 5. Melatih Kepercayaan diri 6. Berani mengambil keputusan

12. Flying Fox


April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Dalam sebuah kegiatan outbound training, Sepertinya tidak lengkap bila tidak ada Flying fox. Game ini sendiri termasuk dalam kategori High Impact, sehingga dibutuhkan peralatan yang memadai, safety yang memadai dan juga tenaga operator maupun instruktur yang mempunyai pengalaman yang cukup untuk memainkan games ini. Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan permainan ini adalah : Carmantel, Sling Baja, Carabiner, Harnes, Pulley, Helm, dll. Cara mainnya sederhana. Setiap peserta training outbound disuruh untuk meluncur dari ketinggian melalui tali/sling yang teah disediakan. Tujuan permainan ini adalah : Melatih peserta untuk cepat mengambil keputusan Melatih keberanian Merubah pola piker Memberi pengalaman baru pada peserta outbound

Hal yang harus diperhatikan : Masalah keamanan Masalah pengalaman intruktur outbound Games ini beresiko tinggi, sehingga diharapkan untuk tidak melakukan cobacoba/bereksperimen hal yang tidak perlu

13. Escape From The Island


April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Game ini termasuk dalam kategori Middle Game. Peralatan yang dibutuhkan diantaranya adalah : Tali Carmantel, Tali rafiah, Bambu ukuran 1,5 m. Cara Permainan : Peserta outbound training dibagi dalam 2 atau 3 kelompok. Masing2 kelompok diberikan satu buah bambu. Tali carmantel diikatkan pada sebuah pohon/penyangga setinggi 1,2 m. Tali rafiah dibuat melingkari pohon membentuk seperti sebuah pulau. Kemudian dibuat garis lurus pembatas seolah-olah seperti sebuah pantai. Peserta outbound diminta untuk menyeberangi pulau menuju pantai tanpa menyentuh tanah (dalam hal ini berfungsi sebagai laut). Apabila ada peserta outbound yang menyentuh tanah, maka seluruh anggota groupnya harus kembali kedalam pulau, dan dimulai lagi dari awal. Pemenangnya adalah team yang berhasil keluar dari pulau semua terlebih dahulu. Tujuan permainan? Melatih kekompakan team Melatih personal untuk cepat bertindak dan mengambil keputusan Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman Melatih kesabaran Melatih kekuatan fisik peserta outbound

14. Volley Ballon


April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Games outbound ini termasuk dalam kategori Fun game. Penuh dengan keceriaan dan tawa, selain itu memiliki makna yang dalam. Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini adalah : Balon yang diisi air, kain pembatas, tali rafiah dan kain untuk melempar balon berukuran 11 m. Cara permainannya adalah : Peserta outbound dibagi dalam dua team, paling ideal masing-masing team berjumlah 16 orang. Tali rafiah dibuat berbentuk kotak seperti lapangan volley mini dan kain pembatas dibuat sebagai net. Masing-masing peserta diminta untuk memegang ujung kain. Satu kain pelempar untuk 4 orang. Peserta outbound melempar balon dengan menggunakan kain pelempar yang dipegang oleh 4 orang. Team lawan bertugas menangkap balon dengan kain, kemudian melempar lagi seperti semula. Team dengan nilai point terbanyak adalah pemenangnya. Teaching point : Melatih kekompakan team Mengetahui kelebihan dan kekurangan teman Kerjasama Kecerdasan mengatur strategi

15. Hunter My Name


April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Game ini termasuk dalam kategori low game. Peralatan yang dibutuhkan untuk memainkan game ini adalah :Kertas yang di potong ukuran 105 cm. Pulpen, dan webbing atau tali dibuat melingkar berdiameter kurang lebih 1meter.Cara permainan : Peserta outbound dibuat menjadi beberapa kelompok. Masing-masing peserta diminta untuk menuliskan namanya masing-masing pada kertas kecil yang sudah disediakan. Kemudian kertas tersebut digulung dandi aduk/diacak. Seluruh peserta outbound diminta untuk masuk kedalam webbing/tali yang sudah disediaka n instruktur. 3 atau 4 anggota kelompok ditutup matanya. Kemudian instruktur outbound menyebar kertas yang berisi nama seluruh peserta outbound di lapangan/area outbound. Seluruh peserta diminta untuk mencari namanya masing2 dalam waktu yang teah ditentukan oleh instruktur outbound. Peserta dilarang keluar lingkaran group dalam mencari nama mereka. Teaching point : Melatih kekompakan group Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman kita Cepat bertindak dan mengambil keputusan Mengetahui strategi yang baik dalam suatu permasalahan. Berfikir kreatif dan inovatif

16. Mencari Harta Karun April 15, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Game ini termasuk dalam kategori Middle Game. Peralatan yang dibutuhkan adalah Bambu ukuran 1,8 m, 4 buah. Tali atau webbing, buah jeruk,buah salak, buah lainnya, penutup mata/slayer. Cara permainan. Buah diikat pada seutas tali kemudian digantung pada ketinggian sekitar 3meter. Peserta outbound dibagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diberikan 4 buah bambu dan 2 buah tali. Seluruh anggota kelompok diminta untuk membuat tandu dengan kreasinya sendiri-sendiri. Setelah tandu selesai, instruktur menyuruh peserta outbound berkumpul dan menjelaskan bahwa tandu yang mereka buat belum tentu mereka yang memakainya. Kemudian instruktur outbound mengundi tandu untuk menentukan siapa memakai tandu siapa. Setelah masing-masing kelompok mendapatkan tandu, seluruh anggota kelompok memakai penutup mata/slayer, kecuali ketua kelompoknya. Kemudian ketua kelompok naik ke atas tandu dan diangkat oleh seluruh anggota kelompok yang memakai penutup mata. Ketua kelompok memerintahkan anak buahnya untuk menuju lokasi harta karun (buah) yang sudah ditentukan oleh instruktur outbound. Kelompok yang berhasil mendapatkan buah(harta karun) paling dulu adalah pemenangnya. Teaching point : Melatih kekompakan group Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman kita Cepat bertindak dan mengambil keputusan Mengetahui strategi yang baik dalam suatu permasalahan. Berfikir kreatif dan inovatif Siap memimpin dan siap dipimpin Mengetahui bahwa kita mempunyai keterbatasan

17. Time Bomb


April 16, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Game ini termasuk dalam kategori low game. Peralatan yang dibutuhkan untuk memainkan game ini adalah : a. Tambang plastik b. Kayu/bambu yang ujungnya diset sedemikian rupa sehingga berlubang dan bisa dipakai untuk menaruh bola c. Bola Plastik d. Tali rafiah Persiapan alat : Tambang plastik dipotong berukuran 1,5 m, kemudian diikatkan pada kayu. Masing-masing kayu memiliki 8-10 ujung tambang plastik. Cara permainan/ gamesnya : Instruktur outbound membagi peserta dalam beberapa kelompok yang terdiri antara 8-10 orang. Kemudian masing-masing kelompok diminta untuk mengambil satu buah kayu yang sudah diikatkan tambang plastik dan satu buah bola plastik. Instruktur outbound menyiapkan garis start dan finish menggunakan tali rafiah. Seluruh peserta outbound diminta untuk memegang ujung tali, setiap orang mendapat satu utas tali. Kelompok harus bisa menstabilkan kayu, sehingga apabila bola plastik ditaruh di atas kayu, bola tersebut tidak jatuh. Seluruh peserta menuju garis start, kemudian bola ditaruh di atas kayu. Peserta mulai berjalan menuju garis finish. Apabila bolanya jatuh, maka game harus diulangi kembali mulai dari garis start kembali. Kelompok pemenang adalah yang mencapai garis finish terlebih dahulu tanpa membuat bolanya jatuh. Teaching point : Kerjasama kelompok/team Melatih Konsentrasi Mengatur ritme kerja Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman

18. Spider`s Web


April 16, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Teaching point : o Sinergi antar team dan intra team o Mengembangkan komunikasi yang efektif o Mengembangkan strategi bersama o Membangun kepercayaan diri anggota team o Melatih proses pemecahan masalah o Mengerti kebutuhan akan adanya koordinasi seorang pemimpin dan kesediaan menerima masukan dari anggota o Memahamani saling ketergantungan antar sesama. Perlengkapan : Cara permainan: Fasilitator harus menyiapkan sarang laba-laba diantara dua tonggak/pohon. Sarang laba-laba tersebut harus memiliki lobang yang besarnya cukup untuk setiap peserta. Setiap anggota team harus melewati sarang labalaba tersebut. Kalau menyentuh tali, semua peserta harus ulang lagi dari awal. Debriefing : Seringkali peserta tidak melakukan kerjasama antar team. Yang mereka lakukan biasanya adalah kerja intra team mereka sendiri. Kalau hal itu terjadi, tanyakan mengapa mereka tidak mau bekerja sama? Tanyakan, apa hubungan permainan ini dengan pekerjaan di tempat kerja? Konsekuensi kalau menyentuh tali dan semua peserta harus kembali. Kaitkan dengan manajemen kualitas kerja? Tonggak/pohon Tali Helm

19. Air Bridge (jembatan udara)


April 16, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Game ini termasuk dalam kategori middle game Teaching point : Berfikir kreatif dengan paradigma baru Pemecahan masalah Peningkatan kualitas kerja Kerjasama kelompok dalam sinergi

Perlengkapan : -

Komunikasi yang efektif Ketahanan menghadapi stress.

Lapangan dengan ukuran 40-40 m Tiga buah bangku/krat minuman botol/tong besar untuk masing-masing team Tiga lembar papan tebal untuk masing-masing team Stop watch

Cara permainan : Peserta diminta menuju lokasi yang jaraknya 30 meter dari garis start dengan dara menggeserkan jembatan yang mereka buat. Separuh anggota kelompok berdiri di atas papan yang ditaruh diatas bangku. Separuh anggota yang lain bertugas menggeser bangku untuk track jembatan berikutnya. Apabila anggota kelompok ada yang terjatuh, maka game dimulai lagi dari awal. Kelompok pemenang adalah yang bisa mencapai garis finish paling cepat. Debriefing : Menanyakan teaching point yang diperoleh Bagaimana mereka mengatur strategi dalam pemecahan masalah Perilaku apa yang menunjang keberhasilan kelompok

20. Crocodille River


April 16, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Game ini termasuk dalam kategori middle game Teaching point : Perlengkapan : Lapangan dengan ukuran 40-40 m Tiga buah bangku/krat minuman botol/tong besar untuk masing-masing team Tiga lembar papan tebal untuk masing-masing team Stop watch Berfikir kreatif dengan paradigma baru Pemecahan masalah Peningkatan kualitas kerja Kerjasama kelompok dalam sinergi Komunikasi yang efektif Ketahanan menghadapi stress.

Cara permainan : Peserta diminta menuju lokasi yang jaraknya 30 meter dari garis start dengan dara menggeserkan jembatan yang mereka buat. Seluruh anggota kelompok berada di atas papan.Tantangan terberat adalah memindahkan

papan dan bangku, tanpa turun dari papan/tanpa menyentuh tanah. Apabila anggota kelompok ada yang terjatuh, maka game dimulai lagi dari awal. Kelompok pemenang adalah yang bisa mencapai garis finish paling cepat. Debriefing : Menanyakan teaching point yang diperoleh Bagaimana mereka mengatur strategi dalam pemecahan masalah Perilaku apa yang menunjang keberhasilan kelompok

21. Bangun Rakit


April 16, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Teaching point : Menyusun perencanaan yang strategik Mengimplementasikan perencanaan strategik Kerjasama antar kelompok kerja dalam satu sinergi Komunikasi yang efektif Leadership Kemampuan mengalokasikan sumber daya Kemampuan mengatasi ketakutan akan tenggelam

Perlengkapan yang diperlukan : Instruksi : Tim anda ditugaskan untuk membangun sebuah rakit yang akan digunakan untuk menyeberangkan anggota team kesuatu tujuan dengan selamat. Tim diberi waktu 15 menit untuk merencanakan rakit. Tim diberi kesempatan untuk mencoba rakitnya sebelum digunakan untuk menyeberang. Bila dalam percobaan tidak safe, maka team harus membangun rakit ulang agar safe. Debriefing : Arahkan keluaran peserta untuk dapat mengungkapkan bagaimana perasaan masing-masing peserta dengan kegiatan tersebut (takut, menarik, menantang, melelahkan, membosankan) Bambu ukuran 3,5 meter, 4 buah Bambu ukuran 3 meter, 8 buah Empat buah drum plastik Tali /webbing Tali plastik Gergaji Palu Meteran Selembar kertas manila dan spidol untuk perencanaan Pelampung Helm Dayung

Arahkan keluaran peserta pada bagaimana proses pembuatan/penyusunan rakit (mulai observasi, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasannya) Arahkan kepada peserta tentang siapa berperan sebagai apa.

22. All Stand Up


April 16, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Teaching point : Memahami pentingnya fungsi orang lain dalam kesuksesan kerja Memecah kebekuan (ice Breaking) dengan saling bersentuhan fisik Memahami bahwa kekurangan anggota team ( terlalu gemuk atau terlalu kecil) bukan merupakan kendala untuk kinerja team. Perencanaan strategik Pergeseran paradigma kerja.

Cara permainan : Permainan dimulai dengan sepasang anggota team duduk berhadap-hadapan. Ujung kaki saling dikaitkan dan tangan berpegangan. Kemudian mereka diminta untuk berdiri bersama. Apabila berhasil, maka jumlahnya ditambah menjadi 2,3,4 hingga seluruh team yang ada berdiri bersama berbarengan. Kemudian tantangan diubah, dimulai dari 2 orang lagi dengan duduk saling membelakangi. Peserta diminta berdiri dengan bantuan punggung temannya, tangan tidak usah berpegangan. Kemudian dilanjutkan hingga berdiri seluruh team nya. Mereka dipersilahkan mengatur strategi agar sama-sama bisa berdiri serempak. Debriefing : Faktor penunjang keberhasilan? Perasaan setelah berhasil? Implikasi ke tempat kerja?

23. Hollahop Berpindah


April 16, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Kategori game ini adalah termasuk low game dan biasa digunakan untuk game pemecah kebekuan (Ice Breaking). Alat : Hollahop, tali, webbing Cara Permainan : Peserta outbound training dibagi menjadi beberapa kelompok besar. Kemudian insruktur outbound memerintahkan seluruh anggota kelompok berpegangan tangan sehingga membentuk garis lurus. Hollahop ditaruh di ujung kanan, kemudian peserta outbound diminta untuk memindahkan hollahop tersebut ke sebelah kiri tanpa memutus pegangan tangan. Kemudian tantangan di ubah dengan menggunakan tali, kemudian dengan menggunakan webbing. Apabila sudah maka tantangan berikutnya adalah, hollahop ditaruh di sebelah kanan, webbing ditaruh disebelah kiri. Kemudian peserta diminta memindahkan benda tersebut ke sisi yang berseberangan secara bersamaan. Tujuan : Melatih kerjasama team Mengetahui kecerdasan peserta Sebagai game pemecah kebekuan Berfikir kreatif dan inovatif

24. Frantic Balloon


April 21, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Teaching point : Memahami perubahan lingkungan bisnis terhadap strategi organisasi. Berubahnya lingkungan bisnis menuntut perubahan strategi Menyusun perencanaan strategik Mengimplementasikan rencana yang disusun Kerjasama dalam kelompok

Lokasi : Dilapangan terbuka kira-kira seperempat lapangan bola Perlengkapan : Balon dalam jumlah 4x jumlah peserta dan stopwatch Cara permainan : Setiap anggota diminta untuk meniup dua buah baloon dengan ukuran cukup besar. Semua peserta outbound training akan melambungkan bola tersebut ke angkasa dengan menepuknya dari bawah ke atas. Peserta diberitahu bahwa balon akan ditambah oleh fasilitator dari waktu ke waktu. Tolok ukur sukses adalah berapa banyak balon yang dapat ditangkap dan tidak pecah dalam kurun waktu 10 menit. Tim diberi waktu sekitar 10 menit untuk membuat perencanaan strategik. Setelah percobaan pertama, tim dipersilahkan untuk mencoba lagi dan diberi waktu untuk membuat perencanaan srategik lagi. Debriefing : Apa yang merupakan teaching pointnya Faktor apa yang menentukan kecepatan kerja Hal-hal yang menjengkelkan di saat kegiatan dan bagaimana mengatasi kejengkelan tersebut. Kalau dihubungkan dengan dunia kerja dan kehidupan organisasi apa arti permainan tersebut.

25. Ball Tossing


April 21, 2010 By: yudho Category: Uncategorized Teaching point : Fokus pada pekerjaan Sensitivitas terhadap orang lain Pelayanan prima Inovasi

Perlengkapan : Tiga buah bola plastik Stopwatch Pluit

Cara permainan : Game ini termasuk dalam kategori fun game dan ice breaking. Peserta diminta untuk membentuk lingkaran dengan wajah menghadap ketengah dan berhadapan dengan peserta lain. Selanjutnya peserta diminta untuk melempar sebuah bola kepeserta lain dengan menyebutkan namanya sendiri dan nama orang yang diberi bola. Selanjutnya orang yang diberi bola juga menyebut namanya dan memberikan kepada orang lain sambil menyebut nama orang lain. hal yang sama dilakukan secara bergantian pada peserta lainnya. Tolok ukur : Kesuksesan tim dinilai dari berapa banyak kesalahan menyebut nama sendiri dan nama orang lain.

Jumlah bola jatuh Debriefing : Menanyakan pengalaman individu dari permainan Perilaku peserta yang mendukung dan menghambat kesuksesan tim

26. TOXIC WASTE


April 21, 2010 By: yudho Category: Uncategorized Permainan ini biasa dikenal dengan sebutan masukkan air ke dalam botol Alat yang dibutuhkan : Permainan : Tim harus memindahkan cairan beracun dari satu container (diwakili oleh botol) ke container yang lain. Aturan Main : Fasilitator outbound memberikan instruksi : Tipe Peserta tidak boleh berbicara satu sama lain. Alat bantu yang dapat digunakan hanya berupa tali-tali yang tersedia. Tidak boleh memasuki area radiasi, bila ada seorang peserta yang menginjak maka permainan harus diulang dari awal lagi. Cairan tidak boleh tumpah, apabila tumpah permainan diulang dari awal. Dianggap selesai bila tali-tali yang dipergunakan kembali keluar lingkaran. Botol air mineral yang diberi tali. Setiap botol dibeli tali minimal 10 buah botol air mineral ditaruh tegak di atas tanah dengan tutup terbuka

: Strategic Game

Target : team work dalam mencapai target, inovasi-kreativitas , disiplin, melatih kesabaran, mengetahui kekurangan dan kelebihan rekan kerja, komunikasi yang efektif terhadap rekan kerja

27. ALMOST INFINITE CIRCLE


April 21, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Peralatan yang dibutuhkan : Tali rafiah yang dipotong sepanjang 80cm. Masing-masing peserta outbound training mendapatkan satu buah. Stopwatch Persiapan : Instruktur outbound memerintahkan seluruh peserta outbound untuk berpasangan dua-dua. Kemudian setiap orang mengikatkan tali rafiah dipergelangan tangannya, dengan saling menyilang dengan pasangannya Permainan : Peserta diminta untuk dapat melepaskan tali yang terikat dengan tali pasangannya, dimana tali tersebut masing-masing terikat di kedua pergelangan tangan masing-masing orang. Aturan Main :

Tidak boleh memotong tali. Tidak boleh membuka simpul yang mengikat ke pergelangan tangan

Teaching point : Problem solving Melatih kesabaran Mengetahui kekurangan dan kelebihan orang lain. Saling pengertian

Mau tau kunci dari permainan ini? sepertinya anda harus menghubungi manajemen outbound malang di marketing@outboundmalang.com

28. Tupai dan Pemburu


March 21, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Games ini termasuk dalam kategori ice breaking. dan jenisnya fun games. Pendahuluan dan Persiapan Permainan dapat dilakukan di ruangan yang cukup besar atau pun di halaman, dengan jumlah peserta tidak terbatas, lebih baik dengan jumlah kelipatan 3 plus 1. Misalnya 13, 16, 22, atau 31dst. Instruksi dan petunjuk permainan

Awalnya kita minta peserta membentuk lingkaran, kemudian secara cepat kita minta mereka membentuk kelompok-kelompok yang terdiri dari 3 orang, sehingga pasti akan tersisa satu orang yang tidak mempunyai kelompok. Dari 3 orang tersebut kita minta satu orang menjadi tupai yang akan jongkok/merunduk, berada di antara 2 rekan lainnya yang membentuk pohon dengan cara berpegangan tangan saling berhadapan, seperti pada permainan ular naga panjangnya. Fasilitator akan mulai dengan memberikan cerita, di mana dalam ceritanya akan diselipkan kata PEMBURU, ANGIN, dan BADAI. o Jika disebut kata PEMBURU, maka semua tupai harus pindah ke pohon yang lain, jadi berpindah ke kelompok lainnya, secepatnya.Pohon tetap diam di tempat. o Jika disebut kata ANGIN, maka yang berpindah adalah pohon, tanpa boleh melepas pegangan tangannya, mencari tupai yang lain. o Namun jika yang disebut adalah BADAI, maka semua harus berpindah dan berganti peran, boleh jadi tupai atau pohon dan sebaliknya. Cerita akan dilanjutkan oleh satu orang yang tidak mendapat tempat/pasangan, dan diteruskan hingga beberapa kali Pada saat berpindah, orang yang bercerita harus ikut segera mencari kelompok dan peran sebagai tupai/pohon yang kosong.

Variasi Untuk lebih meriah, minta mereka untuk mencari kelompok / posisi yang ada di seberangnya pada saat melakukan perpindahan.

29. Game Arung Jeram


March 22, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan pelaksanaan : Kerjasama team/regu Kekompakan regu Saling membantu antara yang kuat dan yang lemah Menetapkan strategi manajemen secara tepat dan bersama-sama Menempatkan diri dengan tepat saat bertindak /saat menjalankan tugas.

Peralatan yang dibutuhkan : 1. Tali besar (berdiameter 4-5 cm/seukuran tali perahu/bisa juga menggunakan webbing. Panjangnya disesuaikan dengan jumlah group yang bermain 2. Kedua ujung tali harus diikat dengan kuat

Cara permainan : Semua anggota regu duduk melingkar dengan kedua kaki menjulur (selonjor) ke dalam lingkaran

Kedua tangan tiap anggota regu memegang tali, jarak anggota regu 0,5m-1m. Jika jarak semakin rapat, maka semakin baik. Setiap anggota regu berusaha berdiri secara bersamaan. Saat berdiri kedua kaki/lutut tidak boleh ditekuk (harus tetap lurus) Setelah dapat berdiri bersamaan, kemudian berusaha duduk bersamaan kembaliDiusahakan jangan ada peserta yang jatuh

30. Scorpion
March 22, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan : Kerjasama antar anggota maupun tim Mengatur strategi Kekompakan dalam satu team work Mengenali kekuatan/kemampuan team nya dan kemampuan team lawan.

Cara permainan : Tiap tim/regu terdiri dari 10-15 orang Setiap tim berdiri berbaris dan berpegangan pada pinggang orang yang ada didepannya Anggota yang paling depan bertindak sebagai kepala kalajengking, sedangkan yang paling belakang bertindak sebagai ekornya. Pegangan tidak boleh lepas selama permainan berlangsung Kepala kalajengking harus berusaha memegang ekor lawan. Pemenang adalah yang lebih dahulu memegang ekor lawan. Bila dalam permainan berlangsung, apabila ada tim yang pegangannya lepas, maka team tersebut dinyatakan kalah Ulangi 2-3 kali sampai benar-benar ada pemenangnya

31. Stik Goyang


March 23, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan :

Menjalin kerjasama dan toleransi antar anggota Belajar menerima dan siap kapan pun harus bisa memberi kesempatan kepada orang lain Berlatih menghadapi segala rintangan atas asas kebersamaan.

Alat yang dibutuhkan untuk permainan ini :


Tali, jumlah tali disesuaikan dengan jumlah peserta. Panjang tali sekitar 3 meter Tongkat/bambu yang panjangnya sekitar 2-3 meter Aneka halang rintangan

Cara permainan :

Tiap anggota tim berhak memegang seutas tali, boleh diseblah kanan, boleh disebelah kiri Letakkan tongkat di tengah tarikan utas tali, dimana tali dalam keadaan kondisi kencang Tim menempuh suatu perjalanan penuh rintangan dengan jarak bebas. Tim pemenang adalah yang mencapai finish lebih dahulu tanpa membuat tongkat jatuh Apabila tongkat jatuh maka harus mulai lagi dari start.

32.Ball Estafet
March 23, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan : 1. 2. 3. 4. Alat :

Kerjasama team Pembagian tugas (manajemen) Mengatur diri dan waktu untuk bertindak dan memberikan kesempatan Mengatur strategi bermain bersama-sama

Bola kecil, masing-masing regu satu buah Bambu/pipa plastik yang telah dibelah dua, sepanjang 50cm. Masing-masing orang 1 buah.

Cara permainan :

Tiap anggota regu memegang 1 buah bambu yang sudah dibelah Tetapkan jarak tempuh estafet (10-15 meter). Semakin jauh jaraknya, semakin bagus Seluruh peserta berusaha mengatur gerak bola yang meluncur di dalam bambu, sehingga bisa mencapai tujuan Bagian terakhir adalah memasukkan bola kedalam ember plastik Saat bola meluncur tidak boleh tersentuh tangan/jari Bola bergerak hanya melalui satu jalur (bambu) Bila bola jatuh, maka harus dimulai dari awal (start)

33. The Opposite


March 23, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Pendahuluan dan Persiapan Games ini dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan. Peserta dibagi dalam 3-4 kelompok yang terdiri dari 6-10 orang. Instruksi dan petunjuk permainan

Setiap kelompok diminta membentuk barisan ke belakang seperti kereta, dengan tangan memegang bahu atau pinggang kawan yang ada di depannya. Jika memungkinkan, minta mereka memeluk rekan yang ada didepannya masing-masing. Kemudian kita beri aba-aba untuk mereka secara bersama-sama bergerak ke kiri atau ke kanan atau ke depan ke belakang sesuai instruksi,

Peserta harus bergerak dengan cara melompat bersama, tanpa boleh barisannya putus atau rusak. Setelah beberapa kali mencoba ke arah yang sesuai dengan instruksi, maka kemudian mereka harus melakukan gerakan yang berlawanan dengan instruksi yang diberikan.

Larangan dan hukuman


Barisannya tidak boleh putus atau rusak. Minta mereka untuk tidak bersuara (yang dapat dijadikan alat bantu komando) pada saat melakukan gerakan. Bagi kelompok yang salah atau ada anggota kelompoknya salah melakukan pergerakan maka kelompok tersebut harus gugur

Target

Permainan terus dilanjutkan hingga didapat pemenang, yaitu yang tidak pernah melakukan kesalahan

Variasi

Untuk mendistorsi, kita dapat memberi instruksi dengan ditambahkan gerakan tangan atau kita melompat juga sambil memberi instruksi. Games ini dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan.

34. Water Estafet


March 23, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan :

Kerjasama team Mengatur cara kerja yang efektif Pembagian tugas/menempatkan personel dengan tepat Kekompakan antar anggota team

Peralatan yang dibutuhkan :


Ember berisi air Gelas plastik yang bagian bawahnya diberi lubang Sebuah botol plastik

Cara permainan

Peserta duduk dalam posisi berbanjar Peserta outbound paling depan bertugas mengambil air, sedangkan peserta paling belakang bertugas menuang air ke dalam botol Gelas yang telah berisi air secara estafet diberikan kepada rekan dibelakangnya melalui kepala Lubang gelas hanya boleh ditutup oleh jari tangan saja Menggunakan batas waktu tertentu Botol yang berisi air terbanyak dengan batas waktu tertentu adalah pemenangnya

35. Kereta Terpanjang


March 24, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan/games : 1. Kerjasama antar anggota dan team 2. Mengatur strategi dan kreativitas 3. Menempatkan diri sesuai dengan kemampuan yang dimiliki Aturan permainan/games outbound : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Peserta tiap-tiap kelompok outbound terdiri dari 8-10 orang Seluruh peserta sebaiknya menggunakan celana panjang Gunakan lokasi/tempat yang tidak becek Dilakukan serentak dan terdiri dari beberapa regu Tiap regu memiliki jumlah yang sama Tiap regu berusaha keras membuat timnya menjadi regu dengan deretan paling panjang Peserta boleh menggunakan apa saja yang saat itu dibawa sebagai penyambung (dompet, kartu, tali sepatu, ikat pinggang, badan, dll) 8. Tidak diperkenankan melepas baju 9. Regu pemenang adalah yang membuat deretan yang terpanjang

36. Piring Keseimbangan


March 24, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan ini adalah : 1. Melatih kecermatan dalam menggunakan strategi 2. Melatih kesabaran 3. Kerjasama kelompok Alat yang harus disiapkan : 1. Piring 2. Balon (ditiup sebelum permainan dimulai) Cara permainan/games : 1. Permainan ini dilakukan secara kelompok 2. Peserta melakukan permainan ini secara estafet. Jadi anggota kelompok harus berjajar dengan jarak 10-15 m 3. Peserta pertama membawa balon dari garis start menuju ke peserta kedua, kemudian peserta kedua ke peserta ketiga. Begitu seterusnya sampai finish Aturan : 1. Bola harus selalu berada di dalam piring selama peserta berjalan 2. Kelompok yang menang adalah kelompok yang sampai ke garis finish

37. Meteor Garden


March 24, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan : 1. 2. 3. 4. 5. Meningkatkan kekompakan kelompok Kecermatan Kecepatan Bertindak cepat Bisa mengatur strategi

Alat yang digunakan : 1. 2. 3. 4. Bola plastik sebanyak mungkin dengan berbagai ukuran Tali/ rafiah untuk daerah pembatas bagi peserta Dua kantong plastik besar untuk tempat bola Penghalang (kain)

Cara permainan : 1. Permainan meteor garden dimainkan secara kelompok. Jumlah anggota kelompok antara 10-15 orang 2. Instruktur dan fasilitator melemparkan bola dari balik penghalang, dan peserta harus dapat menangkap bola, tetapi harus tetap berada di garis pembatas yang berbentuk persegi 3. Lemparan bola dilakukan dengan cepat dan tidak beraturan, agar peserta kesulitan menangkapnya 4. Setelah bola ditangkap, langsung dimasukkan kedalam kantong plastik yang telah disediakan Aturan : 1. Peserta tidak boleh keluar dari garis pembatas selama menangkap bola 2. Bola yang tidak tertangkap tidak boleh diambil peserta 3. Kelompok yang paling banyak menangkap bola adalah pemenangnya.

38.Mengurai Benang Kusut


March 24, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Tujuan permainan : 1. Melatih kerjasama team 2. Meningkatkan kekompakan team 3. Mengatur strategi dalam menghadapi masalah Alat yang dibutuhkan : Tidak ada Cara permainan : 1. Permainan dilakukan berkelompok dengan jumlah anggota kelompok 6-10 orang 2. Instruktur memerintahkan masing-masing kelompok untuk untuk membentuk lingkaran 3. Kemudian semua peserta harus bergandengan tangan dengan cara : tangan kanan kepada teman si A, tangan kiri kepada teman si B. Jadi kedua tangan tidak boleh berpegangan kepada orang yang sama 4. Tugas kelompok adalah harus mengurai tangan yang asalnya tak beraturan (kusut) menjadi terurai, tanpa melepas tangan. 5. Team yang tangannya terlepas dinyatakan gagal (diskualifikasi) 6. Tim yang mampu mengurai paling cepat adalah pemenangnya.

39. Menara Manusia


March 24, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Melatih kerjasama tim Melatih kekompakan tim Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman Menumbuhkan sikap rela berkorban demi kesuksesan bersama Mengembangkan strategi untuk tercapainya tujuan

Cara permainan :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Peserta dibagi dalam beberapa kelompok Tugas kelompok adalah membuat menara manusia setinggi-tingginya Peserta dibebaskan membuat strategi apapun untuk membuat menara tersebut Peserta tidak diperkenankan menggunakan alat bantu apapun Waktu permainan dibatasi 10-20 menit Kelompok dengan menara tertinggi adalah pemenangnya

40. Pindah Kursi


March 24, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Games ini cocok dimainkan di dalam ruangan sebagai game pemecah kebekuan (ice breaking). Cara permaiannya adalah sebagai berikut : Semua peserta diminta duduk melingkar. Anda mulai aktifitas ini dengan mengatakan: Setiap orang yang me-makai sepatu berwarna coklat pindah 5 kali ke samping kanan. Peserta pelatihan yang sesuai dengan kriteria itu menghitung orang di samping kanan sampai orang kelima. Setelah itu ia menghampiri kursi itu. Tentu saja masih ada orang yang menempati kursi itu. Karena itu dia harus menyuruh penghuninya pergi. Caranya dengan memberi perintah sesuai dengan kriteria orang tersebut. Misalnya dia adalah guru sekolah minggu, maka perintahnya begini:Setiap orang yang jadi guru Sekolah Minggu, pindah ke samping kiri 3 kali. Tentu saja, kadangkala ada lebih dari satu orang yang sesuai dengan kriteria itu. Akibatnya mereka akan berebutan memberi perintah. Acara menjadi sedikit kacau. Di sinilah serunya aktifitas ini. Namun Anda tidak perlu campur tangan. Biarkan mereka yang mengatur diri mereka sendiri. Permainan ini dikutip dari serial Permainan Asyik. penerbit Andi dan penerbit Metanoia.

41. Do You Love Me?


March 25, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan : 1. Melatih menemukan kesamaan 2. Bermain strategi 3. Melatih kejujuran Alat : Sepatu atau kertas tebal sebagai tanda Cara permainan : 1. Permainan ini dilakukan dalam kelompok besar 2. Seluruh peserta membentuk satu lingkaran besar, dan setiap peserta mempunyai posisi sendirisendiri dengan diberi tanda sepatu atau kertas tebal 3. Seorang peserta sebagai relawan berada di tengah, lalu bertanya kepada peserta lain, apakah kamu mencintaiku? Para peserta lain bebas menjawab ya atau tidak

4. Apabila mengatakan ya, maka seluruh peserta harus pindah tempat dari posisi awal keposisi yang lain. Relawan tersebut berusaha merebut posisi dalam barisan 5. Apabila peserta yang ditanya menjawab tidak, maka ia harus memberi alasan. Misalnya karena saya mencintai orang yang memakai sepatu hitam. Maka seluruh peserta yang memakai sepatu hitam harus mencari posisi (tempat) lain dengan cara berpindah tempat. Dan relawan tersebut juga berusaha merebut barisan. 6. Peserta yang tidak mengenakan sepatu warna hitam tetap pada posisinya. 7. Peserta yang tidak mendapatkan posisi dalam lingkaran, menggantikan relawan tersebut. 8. Peserta harus jujur apabila menemukan kesamaan dalam dirinya 9. Dalam berebut posisi, peserta tidak boleh merebut peserta lain yang telah mendapatkan posisi

42. Water War


March 25, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Teaching point : Kejujuran peserta Kekompakan peserta Keberanian peserta Kemampuan peserta outbound dalam mengatur strategi Ketahanan peserta dalam menghadapi situasi yang tertekan

Game ini tergolong dalam kategori middle impact. Dibutuhkan kekuatan fisik, ketahanan dan keberanian dalam memainkan games ini. Paling cocok apabila dimainkan di Malam hari dengan area hutan yang agak luas Cara Permainan : 1. Peserta outbound training dibagi dalam dua kelompok besar. 2. Masing-masing peserta outbound dibekali peluru/amunisi berupa air yang dibungkus dalam plastik gula (plastik kiloan), masing-masing peserta mendapat 10 peluru. 3. Kedua kelompok besar tersebut kemudian diperintahkan untuk menunjuk seorang jenderal, sebagai pimpinan perang. 4. Kemudian kedua kelompok dipisahkan dengan jarak minimal 100 m. 5. Peserta outbound diperkenankan mengatur strategi sendiri untuk melumpuhkan lawan 6. Peserta yang terkena peluru air, dianggap mati dan harus keluar dari permainan 7. Kelompok yang berhasil membunuh jenderal lawan adalah pemenangnya. 8. Game ini sangat bagus bila dimainkan malam hari.

43. Bangun Kastil


March 25, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Pendahuluan dan Persiapan Games ini dapat juga dijadikan alat LGD (Leaderless Group Discussion) karena dalam games ini diperlukan perencanaan dan strategi serta paembagian tugas. Komunikasi dan insiatif juga dapat diamati dalam games ini. Fasilitator mesti cermat dalam mengobservasi dan mencatat hal-hal penting untuk didiskusikan dalam debrief. Cocok digunakan untuk pelatihan indoor maupun dalam kegiatan outdoor training Alat yang diperlukan hanyalan 3-5 bungkus sedotan untuk setiap kelompok yang terdiri dari 6-10 orang. Cara permainan

Berbekal sedotan yang ada, setiap kelompok diminta membuat sebuah istana yang indah dan kokoh. Lama waktunya ditentukan oleh fasilitator, bisa 15-30 menit, tergantung jumlah sedotan yang akan diberikan kepada kelompok.

Yang tidak boleh dilakukan adalah : Mereka tidak boleh menggunakan alat bantu yang lain. Target peserta pelatihan Pemenangnya adalah kelompok yang dapat membuat istana paling bagus dan paling kokoh. Uji konstruksi dapat dilakukan untuk melihat kekokohan. Variasi

Sebagai variasi, dapat juga digunakan sedotan yang berbeda-beda warna diantara kelompokkelompok yang ada, dan mereka diijinkan untuk saling barter, untuk membuat bangunannya lebih indah. Biasanya dinamika dalam interkasi antar kelompok menjadi lebih menarik. Jika memungkinkan sediakan hadiah bagi pemenang agar dapat lebih memeriahkan suasana.

Alat yang dibutuhkan:

3-5 bungkus sedotan untuk setiap kelompok yang terdiri dari 6-10 orang

44. Ring Berpindah


March 28, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Game outbound ini termasuk dalam kategori middle games. Dibutuhkan kekuatan, kecerdasan, dan kecepatan untuk memainkan games ring berpindah. Peralatan yang dibutuhkan : Ring berdiameter 15-20 cm, masing-masing kelompok 10 buah Tongkat bambu berukuran 3m, masing-masing kelompok dua buah Tali rafiah/tambang plastik kecil

Cara permainan : 1. 2 buah Bambu 3 meter didirikan dengan jarak kurang lebih 10 meter, untuk masing-masing kelompok 2. 10 buah ring dimasukkan kedalam bambu. 3. Ujung atas bambu diikat dengan tali rafiah/tambang plastik, dihubungkan dengan bambu pasangannya. 4. Instruktur memerintahkan peserta outbound training untuk berdiri di masing-masing bambu yang telah disediakan 5. Tugas kelompok adalah memindahkan ring dari satu bambu ke bambu yang lain tanpa menyentuh tali. 6. Ring yang dipindahkan tidak boleh sekaligus, artinya kelompok harus memindahkan satu demi satu ring tersebut sampai habis 7. Kelompok outbound diberi waktu 10 menit untuk berdiskusi menentukan cara terbaik untuk memindahkan ring tersebut. 8. Kelompok yang berhasil memindahkan ring tercepar adalah pemenangnya. Teaching point : Kekompakan team Team work/kerjasama yang bagus. Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman kita Kesabaran Kepedulian terhadap sesama

45. This Is My Chair


March 28, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan games outbound ini : 1. Berpikir dan bergerak cepat 2. Mengatur strategi 3. Melatih konsentrasi Alat : Kursi, yang jumlah kurang dari peserta outbound dalam satu kelompok Cara Permainan : 1. Permainan ini dilakukan berkelompok, dengan jumlah kelompok sebaiknya 10 orang 2. Peserta membentuk lingkaran dan ditengah-tengahnya diletakkan 9 kursi, jarak kursi dengan peserta 6-10 meter 3. Setelah aba-aba (peluit atau yang lainnya), peserta dengan berebut berusaha untuk duduk pada kursi yang telah disediakan. Pada akhirnya pasti terdapat 1 peserta yang tidak mendapatkan tempat duduk. Maka peserta tersebut harus mundur dari permainan. 4. Selanjutnya kursi dikurangi satu, untuk 9 peserta. 5. Begitu seterusnya sampai tinggal 1 kursi dan 2 peserta 6. Peserta tidak boleh mendorong peserta lain dengan keras sampai menimbulkan luka fisik 7. Peserta tidak boleh bergerak mendahului aba-aba 8. Peserta yang tidak mendapatkan tempat duduk tidak boleh minta kepada peserta lain.

46. Pipa Air


March 28, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan Permainan : Mengatur strategi Kerjasama/team work Membangun kekompakan team (team building)

Alat yang dibutuhkan : Pipa air minimal ukuran 1 dim dengan panjang 1 meter. (masing-masing peserta mendapatkan satu buah) Ember kecil Ember besar Lokasi permainan harus dekat dengan sumber air (laut, sungai, danau, kolam renang, kolam, dll) Cara permainan/pelaksanaan: 1. Masing-masing peserta outbound dibuat berkelompok dengan anggota kelompok sekitar 8-10 orang 2. Seluruh anggota kelompok bertugas memegang pipa, kecuali satu orang yang bertugas menuangkan air ke dalam pipa.

3. Peserta outbound harus berusaha mengalirkan air dengan menggunakan pipa yang diletakkan di atas pundak. 4. Peserta yang paling belakang bertugas menuangkan air ke dalam pipa. Peserta yang lain sambungmenyambung berusaha mengalirkan air ke peserta di depannya tanpa menumpahkan ait di tengah jalan 5. Peserta yang paling depan bertugas menuangkan air ke dalam ember Peraturan : Permainan ini hanya diberikan waktu maksimal 5 menit. Kelompok dengan air terbanyak adalah pemenangnya. 1. Untuk membuat game lebih menarik, permainan dapat dilakukan yang kedua kali dengan seluruh peserta matanya tertutup, kecuali yang bertugas menuang dan mengambil air.

47. Mutiara Dalam Kerang


March 28, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Games ini termasuk dalam kategori fun games. Sangat cocok sebagai ice breaking (game untuk memecah kebekuan peserta outbound). Fun dan penuh dengan keceriaan. Cara permainan : 1. Pertama-tama peserta outbound dibuat dalam suatu lingkaran besar. 2. Instruktur outbound memberikan aturan permainan dalam keadaan peserta posisi lingkaran besar. 3. Bila instruktur berkata 2 dan 5, artinya seluruh peserta membentuk kelompok, 2 orang berada di dalam lingkaran, sedangkan 5 orang berada di luar lingkaran 4. Bila instruktur berkata 5 dan 3 artinya seluruh peserta membentuk kelompok dengan 5 orang berada di dalam lingkaran, sedangkan 3 orang berada di luar lingkaran. 5. Peserta yang tidak mendapatkan kelompok harus keluar dari permainan untuk mendapatkan hukuman ala outbound. 6. Games ini dapat digunakan untuk mencari kelompok secara acak Tujuan permainan : 1. Melatih peserta outbound training untuk cepat dalam bertindak 2. Melatih peserta outbound training untuk memiliki komunikasi yang efektif

48. Ball Train


March 28, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan ini adalah : 1. 2. 3. 4. Melatih konsentrasi peserta outbound training Termasuk dalam kategori Low Impact Melatih team work yang solid dalam team Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman

Alat yang dibutuhkan

1. Bola plastik (sejumlah peserta), bagi yang ingin berhemat bola nya bisa diganti dengan Ballon. Namanya jadi Ballon Train. Cara permainan : 1. Permainan dilakukan berkelompok, dengan jumlah kelompok sebaiknya antara 10-12 orang 2. Instruktur outbound memerintahkan seluruh peserta untuk berbaris berbanjar 1 di masing-masing kelompoknya. 3. Antara peserta yang satu dengan yang lain dipisahkan oleh bola plastik yang ditempelkan di punggung peserta yang di depan dan diperut peserta yang dibelakangnya. 4. Peserta outbound berjalan menuju garis finish yang telah ditentukan oleh instruktur outbound (jaraknya kurang lebih 30 m dari start) 5. Peserta tidak boleh menyentuh bola dengan tangannya 6. Pada saat berjalan, bola tidak boleh jatuh. Apabila jatuh, harus kembali lagi dari start. 7. Kelompok yang sampai garis finish terlebih dahulu adalah pemenangnya

49. Telur Sakti


March 28, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan Permainan : 1. 2. 3. 4. 5. Membangun kekompakan tim Problem solving Melatih daya fikir peserta outbound Belajar memimpin dan belajar dipimpin Cepat mengambil keputusan yang sulit

Alat dan bahan yang diperlukan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Gunting Kantong plastik TELOR Tali rafiah Kardus mie instant Bambu, masing-masing kelompok 4 buah yang dipotong berdiameter 3 cm dan panjangnya 80 cm

Cara permainan : 1. Goal dari games ini adalah peserta menjatuhkan telur hingga menyentuh tanah tanpa membuat telur tersebut pecah. 2. Telur digantung dengan ketinggian kurang lebih 1,5 m dari tanah 3. Seluruh kelompok outbound masing-masing mendapatkan gunting, kantong plastik, kardus mie instant, bambu 4 buah. 4. Peserta outbound diminta untuk membuat suatu bangunan bebas, asalkan ketika telur digunting dan jatuh di bangunan/semacam penadah tersebut, telur itu tidak pecah. 5. CATATAN : Telur harus MENYENTUH TANAH 6. Peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi selama 5 menit sebelum membuat bangunan 7. Peserta yang telurnya tidak pecah adalah pemenangnya 8. Waktu membuat bangunan dibatasi maksimal 10 menit.

50. My Pencil
March 28, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan : 1. 2. 3. 4. Alat : 1. 2. 3. 4. Pensil Botol Tali Penutup mata Melatih kekompakan Melatih kesabaran Kerjasama tim (team work) Melatih konsentrasi dalam dunia kerja

Cara permainan : 1. Peserta outbound dibagi dalam beberapa kelompok, dengan masing-masing kelompok berjumlah 10 orang 2. Seluruh peserta matanya ditutup dengan kain penutup kecuali satu peserta. 3. Pencil diikat dengan tali, masing-masing peserta mendapat satu buah tali. Tali diikatkan pada pinggang peserta. 4. Seluruh peserta berdiri membelakangi botol. Dengan arahan peserta outbound yang tidak ditutup matanya, seluruh peserta berusaha memasukkan pencil ke dalam botol. 5. Peserta tidak boleh memegang tali. 6. Peserta harus konsentrasi mengikuti petunjuk. 7. Kelompok yang berhasil memasukkan pencil terlebih dahulu adalah pemenangnya

51. Find Your Family


March 05, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Games outbound ini termasuk kategori fun game. Sangat cocok untuk dipakai ice breaking dan untuk mencari kelompok secara acak. Tujuan permainannya adalah : Melatih konsentrasi Melatih kekompakan Melatih kesabaran Melatih indra pendengar Melatih daya ingat

Alat yang digunakan : Penutup mata (slayer atau yang lainnya) Tali rafiah untuk pembatas

Cara permainan games 1. Sebelum permainan dimulai, arena diberi garis pembatas dulu, tergantung kondisi lapangan 2. Semua peserta outbound berada dalam area 3. Semua peserta outbound diberi secarik kertas yang bertuliskan suara binatang, misal : MEONG, GUK, CIT, PETOK, dll 4. Masing-masing suara binatang maksimal 10 buah kertas (tergantung jumlah kelompok yang akan dibentuk) 5. Semua peserta outbound diminta menutup matanya dengan slayer 6. Peserta outbound harus mencari keluarganya dengan cara menyuarakan suara yang telah dibaca mereka sebelumnya 7. Waktu pencarian dibatasi 8. Peserta tidak boleh keluar arena 9. Peserta tidak bersuara selain suara yang telah ditentukan

52.Get Our Dream


March 05, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan Permainan : 1. Melatih sikap pantang menyerah dalam menggapai impian 2. Mampu belajar dari pengalaman yang salah Alat : 1. Tali plastik kecil 2. Carabineer 3. Kerta bertuliskan impian peserta Cara permainan : 1. Tali diikatkan pada pohon-pohon 2. Kerta bertuliskan impian ditempatkan pada pohon dengan posisi kertas terbalik, sehingga tulisan tidak terlihat 3. Peserta diberi carabineer 4. Permainan ini diumpamakan peserta dalam posisi menggantung pada tali dengan kaki tidak menyentuh tanah, sehingga mereka harus menggunakan carabineer untuk tetap bisa menggantung 5. Pada saat peserta berpindah dari tali yang satu ke yang lain, mereka terlebih dahulu harus mengaitkan carabineer dengan tali tersebut. 6. Peserta harus tetap berjalan mencari kertas yang bertuliskan impian mereka sendiri. 7. Apabila peserta menemukan impian temannya, maka harus dikembalikan ke tempat semula 8. Setelah peserta menemukan impian mereka sendiri, peserta harus kembali ke posisi start dengan cara yang sama

53. Two Line Bridge


March 05, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Two line bridge atau jembatan dua tali termasuk dalam kategori high impact. Game high rope ini memberikan tantangan baru kepada peserta outbound training agar mereka lebih berani dalam mengambil keputusan. Peralatan yang digunakan : - Peralatan high rope seperti : Carmantel, webbing, carabiner, helm, harness, dll Sebelum permainan, tim outbound training harus memasang dahulu lintasan yang akan dilalui peserta untuk melakukan two line bridge. Lintasan sebaiknya berjarak kurang lebih 20-30 meter dengan ketinggian 6 meter dari tanah. Kalau sudah siap, maka peserta dipersilahkan satu persatu untuk menyeberanginya. Perhatian : Games ini berbahaya, jadi harus dilakukan oleh yang ahli dan perpengalaman. Jangan mencobacoba untuk melakukan experiment kalau belum berpengalaman.

54. Changing name


March 06, 2010 By: yudho Category: Uncategorized Teaching Point : 1. 2. 3. 4. Melayani pelanggan (customer) dengan baik Menghilangkan struktur hirarki dalam organisasi Melatih konsentrasi kerja Cara baik untuk mengakrabkan peserta outbound dengan saling menyebutkan nama.

Peralatan yang dibutuhkan :

1. Bola/yang lainnya dipakai untuk melempar Cara permainan : Permainan ini sangat bagus dipakai untuk ice breaking (game awal/game pemecah kebekuan) dalam suatu pelatihan atau kegiatan outbound. Bisa dimainkan indoor (dalam ruangan) maupun outdoor (diluar ruangan). Dimainkan pada awal pelatihan, bahkan kalau bisa sebelum peserta sempat memperkenalkan dirinya kepada yang lain. Peserta diminta untuk berdiri dan membentuk lingkaran. Kalau peserta belum saling mengenal, mereka kita minta untuk memperkenalkan diri. Setelah semua peserta memperkenalkan diri, peserta diminta untuk saling melempar bola dan saling menangkap bola dengan menyebut nama dan orang yang akan dituju untuk menangkap bola yang akan dilempar. Mereka yang salah menyebutkan nama diri sendiri atau orang yang akan dituju dikenakan sangsi tertentu, misalnya dengan meminta maaf. Untuk beberapa menit pertama, mungkin anda akan banyak mengenakan sangsi tersebut. Kesuksesan tim diukur dari berapa banyak kesalahan yang dibuat. Makin sedikit, makin sukses tim tersebut. Agar lebih menarik permainan dilanjutkan dengan menambah jumlah bolanya. Menjadi 2 atau 3 bola. Selamat mencoba.

55. Menjahit Manusia


March 12, 2010 By: yudho Category: Uncategorized Game ini bisa dimainkan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Peserta pelatihan outbound di bagi dalam beberapa tim, yang jumlahnya masing-masing tim antara 7-10 orang. Masingmasing kelompok diberikan spidol yang diikat dengan tali rafiah yang cukup panjang. Cara permainan (games) 1. Peserta diminta instruktur untuk berbaris menyamping di masing-masing kelompok 2. Atas perintah instruktur outbound, peserta mulai memasukkan spidol yang diikat rafiah ke dalam bajunya. Dengan cara : dari lengan baju sebelah kiri peserta pertama, ke pundak. Dalam tubuh, menuju ke bawah (rok atau celana) kiri. Menyeberang ke kaki kanan, terus naik ke paha. Ke tubuh terus keluar melalui pundak sebelah kanan, kemudian ke lengan kanan. 3. Peserta kedua mulai melakukan proses yang sama. 4. Begitu seterusnya, hingga peserta terakhir. 5. Kelompok outbound yang paling pertama menyelesaikan games ini adalah pemenangnya. Tujuan permainan : 1. Kekompakan team/tim 2. Menunjukkan bahwa sesuatu yyyannng tadinya dianggap tidak mungkin, dapat terwujud bila ada dorongan dan pendapat kolektif yang serempak dan kompetitif 3.

Diskusi : Apa yang muncul dibenak peserta ketika mendengar nama permainan menjahit manusia? Dimana letak hikmah dari permainan ini. Bagaimana agar bisa cepat selesai Apakah diperlukan figur pemimpin dalam permainan ini? Apa hubungan persepsi dengan permainan ini?

56. Riddle
July 13, 2010 By: yudho Category: Uncategorized Games ini bisa dimainkan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor) training Seluruh peserta pelatihan diberikan sebuah kuis berupa pertanyaan yang berbentuk riddle (sekali dibacakan dan tidak bisa diulangi lagi), peserta yang dapat menjawab pertanyaan paling banyak dengan benar adalah pemenangnya. Tujuan permainan : Menunjukkan pengaruh persepsi oleh pemikiran umum mengakibatkan pemikiran negatif atau bias dari kenyataan sebenarnya. Melatih konsentrasi Melatih IQ

Cara permainan : Instruktur/fasilitator menyiapkan 5 buah pertanyaan dalam bentuk riddle. Tidak ada pilihan, semua peserta harus konsentrasi penuh agar bisa menjawab pertanyaan tersebut. Masing-masing soal hanya butuh waktu 20 detik untuk menjawab. Kelima pertanyaan itu adalah : 1. Ketika memasuki sebuah gudang tua di bawah tanah. Seorang ibu hanya membawa korek api untuk membuat penerangan, karena tidak ada lampu disana. Ia menjumpai tiga buah benda untuk membantu mebuat api : kertas agak sedikit basah pinggirnya, kayu tipis kering, dan secarik kain yang kering. Mana yang akan dinyalakan terlebih dahulu?? 2. Seorang ayah sedang jalan-jalan naik mobil dengan anaknya yang masih berusia 5 tahun. Tiba-tiba ditikungan ada sapi menyeberang dan ia tidak bisa mengendalikan mobil sehingga bagian sebelah kiri mobil menabrak pohon. Si anak pingsan dan luka hingga berdarah di pelipisnya. Ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, langsung menuju instalasi gawat darurat. Sampai disana ada seorang dokter dan suster yang membantu membopong anak kecil itu. Tiba-tiba dokter langsung berteriak keras Oh, anakku! mengapa dokter itu berkata demikian??? 3. Seorang tamu yang baru datang di penginapan, dipinggir kota pada jam 18.00. ketika dikamar melihat jam weker manual yang sudah lama. Ia ingin sekali dibangunkan jam 07.00 pagi. Ketika jam berdering dan membangunkkannya, berapa jam ia istirahat? 4. Sepasang mempelai yang sudah 35 tahun menikah tampak bahagia ketika di poto bersama. Hari ini istrinya merayakan hari ualng tahunnya yang ke 53. Siapa yang lebih sering berulang tahun?? Seorang pria atau wanita?? 5. Dll pertanyaan berbentuk riddle bisa anda kreasikan sendiri.

Mau tahu jawaban dari keempat pertanyaan di atas? . Wah sepertinya anda harus memikirkan dulu, kalau tidak bisa menjawab, silahkan request kuncinya ke manajemen kami di

57. Tusuk Ballon


March 13, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Games ini termasuk dalam kategori low games. Peralatan yang dibutuhkan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Ballon Tali tambang plastik Paku besar Tali rafiah Tongkat bambu kurang lebih 1,5 m Penutup mata

Cara permainan : 1. Ballon ditiup hingga besar. Digantung dengan tali rafiah kurang lebih setinggi 1,5 m. 2. Peserta outbound training dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok antara 8-10 orang 3. Tongkat bambu di set sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota kelompok kebagian satu buah tali untuk dipegang. 4. Paku besar diikatkan di ujung tongkat bambu. 5. Instruktur outbound memerintahkan peserta untuk menusuk balon secara bersamaan dengan waktu tertentu 6. Apabila sudah berhasil, agar games menjadi lebih menarik, seluruh anggota kelompok ditutup matanya, kecuali ketua kelompoknya. Dan games dimulai kembali 7. Selamat mencoba Teaching point : 1. 2. 3. 4. Kekompakan team/tim Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman kita Melatih kesabaran. kompetisi

58. Tiup Balon


July 14, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Anda Pernah meniup ballon? Saya yakin jawabannya adalah ya. Anda pernah meniup balon sampai pecah? Kalau menjawab pertanyaan ini jawabannya bisa beragam Nah, game outbound berikut ini hanyalah permainan sederhana. Yaitu meniup balon sampai pecah. Sangat cocok digunakan untuk ice breaking atau pemecah kebekuan. Sebagai awalan dalam melakukan kegiatan outbound dan juga berfungsi untuk pemanasan. Alat yang dibutuhkan : Balon sejumlah peserta pelatihan outbound Cara melakukan permainan : Peserta diberikan balon, masing-masing satu buah. Kemudian peserta diminta meniup balon tersebut sampai pecah.. Nah. Kira-kira bagaimana menurut anda reaksi peserta? Pasti akan bermacam-macam reaksinya Sambil meniup balon, instruktur outbound memberi motivasi : bahwa kita harus bisa berubah bahwa tidak ada perubahan yang tidak memerlukan pengorbanan.. dan seterusnya.

59. Mini Labirin


March 14, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Games ini termasuk dalam kategori middle games. Bisa dimainkan di dalam maupun diluar ruangan (indoor maupun outdoor) Peralatan yang dibutuhkan : 1. 2. 3. 4. 5. Tambang plastik Kelereng Triplek diameter 11 meter Gabus Tutup mata/slayer

Cara permainan : 1. Triplek digunakan sebagai alas untuk membuat labirin mini. Gabus dipotong-potong sedemikian rupa untuk membuat sekat-sekat sebagai labirin nya 2. Kelereng digunakan sebagai alat yang harus dikeluarkan peserta di lubang tertentu pada mini labirin 3. Tambang plastik dipakai sebagai alat untuk memegang mini labirin tersebut 4. Peserta outbound secara berkelompok diminta untuk memegang satu buah tali yang diikatkan pada mini labirin. 5. Kemudian secara bersama-sama berusaha mengeluarkan kelereng ke lubang tertentu di dalam labirin tersebut. 6. Peserta yang paling cepat mengeluarkan kelereng adalah pemenangnya 7. Permainan/games dilanjutkan dengan seluruh peserta ditutup matanya, kecuali ketua kelompoknya. 8. Selamat mencoba .. Teaching point : 1. Melatih kesabaran 2. Melatih kekompakan tim 3. Mengetahui kekurangan dan kelebihan orang lain

60. Perang Balon


April 19, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan Permainan :

Memberikan kesegaran kepada peserta dalam meluapkan emosi Melatih kecepatan dalam bertindak

Alat yang digunakan : 1. Balon (1 peserta 1 buah) 2. Tali (untuk mengikat balon) Cara Permainan : 1. Bagikan satu buah balon dan seutas tali (kurang lebih 60cm) kepada masing-masing peserta outbound. 2. Instruktur memerintahkan peserta untuk meniup balon masing-masing 3. Balon yang sudah ditiup kemudian diikatkan dengan tali dan diikatkan dengan salah satu kaki peserta (kanan atau kiri) 4. Instruktur menjelaskan kepada peserta tujuan permainannya, yaitu memecahkan balon peserta lain sebanyak mungkin tanpa membuat balon yang ada dikakinya pecah 5. Permainan dimulai ketika ada aba-aba dari instruktur 6. Bagi peserta yang balonnya meletus, harus meninggalkan lokasi permainan dan tidak boleh menginjak balon temannya lagi 7. Peserta terakhir yang balonnya tidak pecah adalah pemenangnya. 8. Setelah permainan usai, ajaklah peserta untuk berdialog, apa yang mereka rasa, mereka dengar dan mereka lihat selama kegiatan tadi. Why? Pelajaran apa yang didapat?

61. Caterpillar Race


April 19, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Namanya juga caterpillar (ulet bulu). Dalam permainan ini kita akan membuat sesuatu yang mirip ulet bulu. Game ini ada juga yang menyebutnya game kaki seribu. Termasuk dalam kategori middle game. Penuh fun dan keceriaan di dalamnya. Bagaimana cara memainkannya? Baik kita mulai. 1. Bagilah peserta outbound training dalam beberapa kelompok (sebaiknya satu kelompok terdiri dari 7-12 orang). 2. Tentukan garis start dan garis finishnya terlebih dahulu. 3. Instruktur outbound memerintahkan peserta untuk berbaris dikelompoknya masing-masing dengan posisi duduk, dimana kedua kaki peserta diletakkan di paha temannya yang berada di depannya, sehingga kaki seluruh peserta outbound tidak ada yang menyentuh tanah. Tentunya peserta yang berada didepan tetap menyentuh tanah kakinya. 4. Tugas kelompok adalah berjalan dengan menggunakan tangan sampai ke garis finish.

5. Pada saat berjalan, anggota kelompok tidak boleh terputus. 6. Masing-masing kelompok berlomba sampai garis finish. 7. Yang paling cepat adalah pemenangnya. Apa manfaat dari permainan ini? 1. 2. 3. 4. 5. Melatih kekompakan tim. Bisa menempatkan seseorang pada posisi yang tepat. Mengatur strategi kelompok. Mengetahui kekurangan dan kelebihan orang lain. SELAMAT MENCOBA

62. Fashion Show


March 20, 2010 By: yudho Category: Uncategorized Termasuk dalam kategori low game. Fun dan penuh keceriaan. Tujuan dari permainan ini adalah : 1. 2. 3. 4. Melatih kecepatan dalam berfikir Melatih kekompakan tim Cepat bertindak Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman

Apa sih peralatan yang dibutuhkan untuk memainkan game ini? 1. 2. 3. 4. 5. Helm Jaket/rompi Sarung Kaos kaki Sepatu

Bagaimana cara memainkan game ini? Sederhana saja kok. Mula-mula peserta outbound dibagi menjadi beberapa tim. Setiap tim mendapat perlengkapan seperti tersebut di atas. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Tentukan dulu garis start dan garis finish nya Masing-masing tim berada di garis start. Semua perlengkapan tadi di taruh di garis yang lain (jaraknya sekitar 15 meter) Instruktur outbound bertugas memberikan aba-aba Begitu terdengar aba-aba, maka peserta pertama segera berlari mengambil helm dan memakainya. Setelah helm dipakai, segera berlari menuju garis start. Setelah peserta pertama tiba di garis start, helm dilepaskan dan dipakai kan ke peserta kedua Peserta kedua berlari menuju peralatan, kemudian memakai rompi/jaket Peserta kedua berlari menuju start, kemudian melepas helm dan rompi. Kedua peralatan tadi dipakaikan ke peserta ketiga. Peserta ketiga berlari menuju peralatan, kemudian memakai sarung. Segera setelah sarung terpakai, berlari menuju garis start dan memakaikannya ke peserta berikutnya. Begitu seterusnya sampai peserta terakhir memakai semua perlengkapan yang ada. Apabila peserta kelompok lebih dari 5 orang, perlengkapan bisa ditambah, seperti celana, gelang, ikat pinggang, dll

12. Peserta mengambil peralatan harus sesuai dengan urutan yang telah ditentukan oleh instruktur 13. Peserta harus memakai serapi mungkin 14. Kelompok tercepat adalah pemenangnya. 15. Selamat mencoba

63. Roda Manusia


March 26, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Game roda manusia termasuk dalam kategori middle game. Permainan sederhana, fun dan memerlukan team work yang cerdas. Tujuan : Tujuan dari game ini adalah untuk melatih team work Mengetahui kekurangan dan kelebihan orang lain Mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Mengatur strategi team

Alat yang dibutuhkan : Peralatan yang dibutuhkan adalah anda harus membuat Ban Luar dulu. Yaitu terpal dengan lebar 1 meter dipotong memanjang (terpal bisa diganti dengan bahan lain asal bahan tersebut kuat dan tidak mudah robek. kemudian dijahit ujungnya sehingga berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 2 meter. Cara Permainan : 1. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok, dengan masing-masing kelompok berjumlah sekitar 8-10 orang 2. Instruktur outbound menentukan dulu garis start dan garis finish nya. 3. Seluruh peserta outbound diminta untuk masuk dalam lingkaran dengan cara terpal (roda luar) didirikan dan dikembangkan, kemudian di injak salah satu bagian, sedangkan bagian lainnya dipegang menggunakan tangan. 4. Kemudian instruktur outbound memerintahkan untuk mulai kegiatan menuju garis finish yang telah ditentukan. 5. Tim yang sampai lebih dulu ke garis finish adalah pemenangnya.

6. Apabila ada peserta yang terjatuh dan keluar dari roda, tim tersebut harus mulai kembali dari garis start. 7. Selamat mencoba, semoga sukses

64. Sedotan dan Kentang


March 27, 2010 By: yudho Category: Uncategorized Game berikut ini sangat cocok untuk kegiatan ice breaking, baik untuk pelatihan indoor maupun outdoor. Sangat cocok untuk pemanasan maupun pengisi waktu sela dalam kegiatan outbound training maupun dalam kegiatan pelatihan lainnya. Alat yang digunakan : 1. Sedotan 2. Kentang Cara permainan : Sederhana saja. Berilah seluruh peserta outbound training masing-masing satu buah kentang dan satu buah sedotan. Instruktur outbound memberi pengarahan mengenai game kali ini. Kegiatan kita kali ini adalah membuat sedotan tembus terhadap kentang, sehingga sedotannya bisa keluar dari sisi yang satu ke sisi yang lain. Tentunya akan banyak reaksi macam-macam dari peserta outbound. Ada yang berhasil, dan akan jauh lebih banyak lagi yang tidak berhasil. Teaching point : 1. Melatih kecepatan peserta outbound training untuk cepat bertindak dan tidak ragu-ragu 2. Pengaturan strategi. Mau tahu kuncinya bagaimana supaya sedotan bisa tembus kentang, tanpa membuat sedotan tersebut patah atau tidak bengkok? Tampaknya anda harus menghubungi kami di executive Adventure outbound malang SUKSES SELALU BUAT ANDA

65. Blind Train


April 18, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Tujuan Permainan : 1. 2. 3. 4. Melatih kekompakan team/tim Melatih kepercayaan kepada pemimpin Pengaturan strategi Menempatkan orang di tempat yang tepat

Cara permainan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Peserta outbound training di bagi dalam beberapa kelompok tim. Tiap-tiap kelompok berjumlah antara 8-10 orang Instruktur outbound menentukan garis finish terlebih dahulu Seluruh peserta outbound membuat barisan satu banjar kebelakang Seluruh mata peserta outbound ditutup oleh penutup mata/slayer. Peserta yang paling belakang bertindak sebagai masinis. Instruktur outbound mengumpulkan masinis kemudian diberi briefing cara permainan dan diberitahu garis finishnya. 8. Seluruh masinis kembali kekelompoknya masing-masing, berdiri diposisi paling belakang barisan. 9. Cara berjalan adalah, dengan cara menepuk bahu kanan untuk belok ke kanan. Menepuk bahu kiri untuk belok ke kiri. Menepuk dua-duanya untuk jalan lurus. Mulut tidak boleh berbicara sama sekali. 10. Kelompok pertama yang sampai di garis finish adalah pemenangnya.

66. Impossible Castle


April 18, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan Permainan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mengatur strategi Kerja yang efektif Mengetahui kekurangan dan kelebihan orang lain Percaya kepada pemimpin Ketepatan Melatih kesabaran

Alat dan bahan :

1. 2. 3. 4. 5.

Tali pramuka (2 meter) sebanyak separuh dari jumlah peserta Kaleng susu Bola Kotak susu/balok kayu berukuran 20 cm Bambu bulat panjang 30 cm.

Cara Permainan 1. Peserta outbound dibagi dalam beberapa kelompok. Jumlah anggota kelompok kalau bisa genap (8,10,12) 2. Masing-masing anggota kelompok berpasang-pasangan. 3. Masing-masing pasangan diberi seutas tali pramuka dan dipegang masing-masing ujungnya. 4. Tugas kelompok adalah membangun sebuah kastil dengan bahan-bahan yang sudah ditentukan oleh instruktur outbound. 5. Peserta outbound tidak boleh memegang bahan tersebut dengan tangan. 6. Alat yang digunakan untuk memindahkan barang dan membangun kastil adalah tali pramuka. 7. Bangunan disusun berdiri tegak dengan urutan : 1. Kaleng, 2. Kotak susu, 3. Bambu, 4. Bola. 8. Kelompok yang paling cepat mendirikan bangunan adalah pemenangnya. 9. Selamat mecoba. Semoga sukses.

67. Lifting Water


April 19, 2010 By: yudho Category: Games Outbound Tujuan permainan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kerjasama tim Kekompakan Melatih kehati-hatian Melatih kesabaran Mengatur strategi tim Membangun jiwa kompetisi

Alat yang digunakan : 1. Tongkat pramuka sejumlah peserta. 2. Ember (jumlah sesuai dengan jumlah kelompok outbound) Cara permainan 1. Permainan dilakukan secara beregu/berkelompok dengan jumlah masing-masing kelompok sekitar 810 orang 2. Masing-masing peserta outbound mendapatkan satu buah tongkat pramuka 3. Instruktur outbound menentukan titika start dan titik finish nya terlebih dahulu (jaraknya sebaiknya antara 5 sampai 10 meter). 4. Letakkan ember yang telah diisi dengan air (tak perlu penuh) di titik start sejumlah regu yang bertanding. 5. Instruktur outbound memberi aba-aba mulai. Seluruh peserta outbound mulai mengangkat air menuju titik finish.

Aturan main : 1. Dalam mengangkat ember yang berisi air, peserta hanya boleh menggunakan tongkat, tidak boleh memakai tangan. Ember bisa diangkat dengan tongkat caranya menyentuhkan ujung tongkat ke bibir ember. 2. Permainan diulang lagi bila ember terjatuh atau dianggap gagal. 3. Pemenang adalah kelompok yang paling dahulu sampai titik finish tanpa menjatuhkan ember. 4. Selamat mencoba. 5. Semoga sukses selalu untuk anda Executive adventure Outbound Malang hotline : 081233342777 www.outboundmalang.com

68. Satu Tujuan


April 20, 2010 By: yudho Category: Uncategorized Tujuan games outbound ini : 1. 2. 3. 4. 5. Alat : 1. 2. 3. 4. Serangkaian tali Triplek (ukuran 40cmx40cm) Bola pingpong Kertas dibentuk segitiga. Kerja sama kelompok Melatih jiwa kepemimpinan (leadership) Melatih komunikasi yang efektif. Membangun jiwa kompetisi. Menempatkan orang pada tempatnya.

Pelaksanaan. 1. Permainan ini dilakukan secara kelompok. Masing-masing kelompok terdiri antara 7-10 orang 2. Masing-masing kelompok dibekali 2 rangkaian tali, sebuah bola ping pong dan triplek yang diberi pembatas kertas segitiga. 3. Seorang peserta outbound dari tiap-tiap kelompok diminta memegang selembar triplek yang telah ditempeli kertas segitiga, di atas triplek tersebut di beri bola ping pong. 4. Peserta tersebut pada dada dan kakinya (pas lutut) dipasangi serangkaian tali, yang masing-masing tali dipegang minimal oleh 3 orang. 5. Tali sudah dirangkai sedemikian rupa sehingga ditengahnya berbentuk lubang yang cukup untuk satu orang tanpa membuat orang tersebut tersentuh tali. 6. Masing-masing kelompok outbound diminta berjalan menuju garis finish dengan peserta pembawa triplek yang berisi bola. 7. Peserta yang membawa triplek tidak boleh menyentuh tali dan menjaga agar bola pingpong tidak keluar dari segitiga kertas. 8. Peserta yang memegang tali harus meregangkan tali supaya lingkarannya tidak menyentuh peserta yang membawa triplek.

9. Bila bola keluar dari pembatas ataupun peserta pemegang triplek menyentuh tali, maka kelompok tersebut harus mengulang dari awal. Debriefing : Dapatkah kelompok tersebut membawa bola dengan selamat? Bagaimana sikap pemimpin kelompok dalam memimpin perjalanan kelompoknya. Bagaimana komunikasi yang tercipta selama permainan?

69. Stepping Carpets


August 25, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Tujuan Permainan: 1. 2. 3. 4. Alat : Tempat pijakan berbentuk kotak (bisa terbuat dari karpet yang dipotong ataupun dengan menggunakan karton). Sebanyak 3 buah untuk masing-masing tim. Cara Permainan: 1. Permainan dilakukan dengan cara berkelompok dengan jumlah kelompok 7-10 orang. 2. Tetapkan jarak tempuhnya, start dan finish, dengan jarak yang menyesuaikan. (semakin jauh semakin baik). 3. Beri setiap kelompok 3 buah pijakan. 4. Tugas tim/kelompok adalah menempuh jarak sampai finish dengan menggunakan 3 buah pijakan tersebut. 5. Selama permainan, kaki tidak diperbolehkan menyentuh tanah. Bila menyentuh tanah, maka tim tersebut dinyatakan gugur dan harus mengulang lagi dari awal. 6. Tim yang berhasil sampai duluan ke finish dengan baik, dinyatakan sebagai pemenang Kerja sama tim (team building) Menunjukkan bahwa untuk kesuksesan tim dibutuhkan pengorbanan anggota tim. Perlunya anggota tim untuk menyatu dengan tujuan kelompok. Pengaturan staregi.

70. Flying Eggs


April 25, 2010 By: yudho Category: Uncategorized Tujuan Permainan : 1. Meningkatkan kerjasama tim 2. Melatih sikap kehati-hatian. 3. Melatih psikomotorik (kasar dan halus). Alat Telur sejumlah kelompok/tim yang ada. Pelaksanaan : 1. Bagi peserta outbound dalam beberapa tim. Masing-masing tim beranggotakan 8-10 orang. 2. Tiap kelompok membentuk barisan sesuai dengan kelompoknya masing-masing dengan jarak 5-10 meter. 3. Peserta pertama menerima sebuah telur dari instruktur outbound, lalu melemparkannya ke peserta tim yang ada didepannya. Dalam menerima telur, peserta menggunakan kaos yang dipakainya. Setelah menerima telur, telur tersebut dilemparkan kembali ke peserta berikutnya. Begitu seterusnya sampai ke peserta terakhir. 4. Kelompok yang memecahkan telur dianggap gagal/gugur. 5. Kelompok yang berhasil memindahkan telur dari awal sampai akhir tanpa membuat telur tersebut pecah, dinyatakan sebagai pemenang. 6. Semoga sukses selalu untuk anda.

71. Sirkuit Yang Kelebihan Beban


October 11, 2010 By: yudho Category: Uncategorized Garis besar Ini merupakan latihan yang menunjukkan kepada peserta bagaimana mengidentifikasi sumber stress. Tujuan 1. Mengidentifikasi sumber stress. Waktu yang dibutuhkan 15 menit. Jumlah peserta Tidak dibatasi.

Materi yang dibutuhkan Sebuah pulpen dan kertas untuk masing-masing peserta dan sebuah diagram Papan Sirkuit yang telah dipersiapkan untuk ditunjukkan oleh fasilitator. Prosedur 1. Mulailah diskusi tentang apa saja sumber stress yang utama bagi masing-masing individu. 2. Berikan sebuah pulpen dan kertas bagi masing-masing peserta. Mintalah mereka untuk menulis sumber stress yang utama selama 3 atau 4 menit. 3. Setelah selesai, tunjukkan Papan Sirkuit dan mintalah masing-masing peserta memberitahukan salah satu sumber stress mereka. Setelah ini diidentifikasi, letakkan di dalam salah satu ruang kosong pada diagram. 4. Setelah diagram penuh, katakan kepada peserta bahwa mereka mirip dengan papan sirkuit ini. Papan sirkuit bisa kelebihan beban (rusak) jika diminta menangani terlalu banyak hal. Sama halnya kita akan kelebihan beban (rusak) bila diminta menangani terlalu banyak hal. 5. Pimpinlah diskusi tentang tekhnik manajemen stress. Poin diskusi 1. Miripkah kita dengan papan sirkuit itu? 2. Adakah yang merasa tertekan dengan latihan ini? Mengapa? 3. Tekhnik apa yang kita gunakan untuk menghindari kelebihan beban? Variasi 1. Dapat dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 5-7 peserta. Sumber Diambil dari Circuit Overland, Nancy Loving Tubesing dan Donald A. Tubesing, Latihan Terstruktur Manajemen Stress,.Vol. 2, Whole Person Press, Duluth MN, 1983.

72. STRAW CASTLE


January 25, 2011 By: yudho Category: Games Outbound Games ini dapat juga menjadikan LGD (Leaderless Group Discussion) karena dalam games outbound ini diperlukan perencanaan dan strategi serta pembagian tugas. Komunikasi dan inisiatif juga dapat diamati dalam games ini. Fasilitator outbound mesti cermat dalam mengobservasi dan mencatat hal hal penting untuk didiskusikan dalam debrief. Games ini dapat dimainkan di dalam ruangan. Alat yang diperlukan hanyalah 3 5 bungkus sedotan untuk setiap kelompok yang terdiri dari 6 10 orang. Instruksi dan petunjuk permainan : - Berbekal sedotan yang ada, setiap kelompok diminta membuat sebuah istana yang indah dan kokoh.

- Lama waktunya ditentukan oleh fasilitator outbound, antara 15 30 menit, tergantung jumlah sedotan yang akan diberkan kepada kelompok. Larangan : - Mereka tidak boleh menggunakan alat bantu yang lain Target : Pemenangnya games ini adalah kelompok yang dapat membuat istana paling bagus dan paling kokoh. Uji konstruksi dapat dilakukan untuk melihat kekokohan Variasi : - Sebagai variasi, dapat juga digunakan sedotan yang berbeda beda warna diantara kelompok kelompok yang ada, dan mereka diijinkan untuk saling barter, untuk membuat bangunannya lebih indah. Biasanya dinamika didalam interaksi antar kelompok menjadi lebih menarik. - Jika memungkinkan sediakan hadiah bagi team pemenang agar dapat lebih memeriahkan suasana. Tool : 3 5 bungkus sedotan untuk setiap kelompok yang terdiri dari 6 10 orang

73. Lifting Water Together


January 27, 2011 By: yudho Category: Uncategorized Tujuan Permainan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kerjasama tim Kekompakan Kehati-hatian Kesabaran Pengaturan strategi Leadership Membangun jiwa kompetisi

Alat dan Bahan


Tongkat ukuran 1,5 meter (tiap orang mendapat 1 buah) Ember (tiap kelompok mendapat 1 buah)

Cara Permainan : 1. orang 2. 3. 4. Permainan ini dimainkan secara berkelompok/beregu dengan jumlah anggota antara 8-10 Masing-masing anggota kelompok outbound memegang satu buah tongkat Tetapkan titik start dan finish dengan jarak 8-10 meter Letakkan ember yang telah diisi dengan air (tak perlu penuh) di titik start.

5. Masing-masing kelompok berusaha mengangkat ember yang telah diisi air ke titik finish yang telah ditentukan dengan menggunakan tongkat yang ada

Peraturan 1. Dalam mengangkat ember yang berisi air, peserta outbound hanya diperbolehkan dengan menggunakan tongkat, yakni dengan cara menyentuh ujung tongkat ke ember. 2. Permainan diulang dari titik start apabila ember jatuh. 3. Selamat mencoba Executive adventure outbound Malang selalu berusaha mencari game-game baru dalam kegiatan outbound training yang kami laksanakan.

74. Karapan Sapi games


May 13, 2011 By: yudho Category: Games Outbound Karapan Sapi berasal dari Pulau Madura Jawa Timur Indonesia, yang merupakan jenis olah raga pacu yang menggunakan dua ekor sapi untuk membawa seorang joki, tentunya dengan sebuah kereta yang menyerupai bajak sawah. Dalam permainan outbond karapan sapi ini, tidak menggunakan dua ekor sapi. Jadi jangan salah paham ya, karena kita akan gunakan istilah karapan sapi sebagai nama dari permainan outbond. Permainan ini merupakan pertandingan yang menyerupai karapan sapi, setiap kelompok terdiri dari 3 orang. 2 orang bertugas menarik karapan dan 1 orang sebagai jokinya.Panitia menyediakan 4 buah karung goni yang akan digunakan sebagai karapannya. Aturan mainnya setiap kelompok akan bertanding secara bertahap. Sebagai persiapan, masing-masing kelompok yang bertanding mendapat 1 karung goni, 2 orang bersiap untuk menyeret karung goni dan 1 orang duduk sambil berpegang erat diatas karung goni. Setelah aba-aba mulai terdengar, barulah setiap kelompok yang telah siap berada digaris start bergerak menyeret karung goninya menuju garis finish. Pemenangnya adalah yang tercepat mencapai garis finish dan joki tidak terjatuh dari karungnya. Perlengkapan yang disiapkan : Karung goni sesuai dengan jumlah kelompok. Tujuan dari permainan ini adalah :

Membangun kerjasama kelompok, dengan strateginya. Untuk membuat perlombaan antar kelompok.

Saran :

Lakukan permainan ini pada tempat yang rata dan kering, hamparan pasir dipantai sangat cocok untuk permainan ini.

75. Polisi dan Penjahat


May 13, 2011 By: yudho Category: Games Outbound Permainan diikuti oleh lebih dari 20 peserta, dengan formasi bergandengan tangan membuat satu lingkaran, tentunya dengan posisi berdiri. Pemandu mengkaitkan sebuah hulahop pada salah satu gandengan tangan yang telah membentuk lingkaran tersebut. selanjutnya searah jarum jam berputar, pemandu mengkaitkan sebuah sarung pada salah satu gandengan tangan dengan jarak kira-kira 10 peserta. jika peserta sudah siap, pemandu memberi aba-aba kepada peserta untuk memindahkan hulahop dan sarung kepada peserta dalam lingkaran, bergerak searah jarum jam, tentunya tidak diperbolehkan melepas gandengan tangan. Hulahop dalam permainan ini, diibaratkan sebagai polisi yang bergerak mengejar penjahat. Sedangkan sarung adalah adalah penjahat yang berusaha berlari menghindari kejaran polisi. Permainan akan berakhir jika posisi hulahop dan sarung bertemu pada salah satu peserta dalam lingkaran, selanjutnya peserta ini akan diberi hukuman. Peralatan yang dibutuhkan : Sebuah hulahop dan sarung. Tujuan Permainan : Untuk mencairkan suasana selama kegiatan.

76. Susun Cerita


May 13, 2011 By: yudho Category: Games Outbound Permainan ini bertujuan melatih seseorang untuk membuat sebuah opini, dan merupakan permainan kompetisi antar kelompok. pemandu menyediakan beberapa lembar kertas yang berisi sebuah gambar dan harus berbeda dengan yang lainnya. Jumlah kertas bergambar haruslah sama dengan jumlah peserta yang mewakili kelompoknya. Langkah awal kelompok yang beradu, membuat barisan saling berhadapan dengan kelompok lainnya, bisa juga semua peserta membuat formasi lingkaran. Intinya pemandu akan meletakan kertas bergambar ditengah-tengah para peserta agar semua peserta dapat mengambilnya secara bersamaan. Setelah siap, pemandu memberi aba-aba agar semua peserta segera mengambil kertas bergambar secara bersamaan, ingat tiap peserta harus mengambil satu lembar kertas. Setelah semua peserta mendapat kertas bergambar, pemandu mempersilahkan masing-masing kelompok untuk berdiskusi menyusun gambar menjadi sebuah cerita menarik.

Kemudian, saatnya setiap kelompok harus membawakan ceritanya kepada semua peserta lainnya. Caranya, masing masing anggota kelompok harus berbaris membawa dan menunjukan gambar sesuai urutan cerita. dimulai dari anggota yang pertama, mulai menceritakan bagian ceritanya masing-masing. Kemudian dilanjutkan sesuai urutan dalam barisan tersebut. Jadi masing-masing anggota mendapat kesempatan untuk bercerita, namun isi cerita harus berkaitan dengan isi cerita anggota sebelumnya. Penilaiannya adalah berdasarkan isi cerita yang sesuai dan menarik. Perlengkapan yang disiapkan : Kertas dengan tema gambar sejumlah peserta. Tujuan dari permainan ini adalah :

Mengajak setiap peserta untuk dapat berdiskusi dalam kelompoknya. Memberi kesempatan kepada peserta untuk berbicara di depan umum, melalui cerita yang dibawakan

77. Game Topi Rimba


May 18, 2011 By: yudho Category: Uncategorized Semua peserta dibagi menjadi dua kelompok, dengan jumlah yang sama, semisal kita ambil contoh jika masing-masing kelompok terdiri dari 10 peserta. Kemudian kedua kelompok tersebut berdiri berhadaphadapan dengan kelompok lainnya, satu orang berhadapan dengan satu orang pada kelompok lainnya, dengan jarak 10 meter. Buatlah garis ditengah yang memisahkan kedua kelompok tersebut. Kemudian gantilah nama peserta dengan sistim penomoran bilangan secara urut, dalam hal ini 1 sd 10. Posisikan agar kedua kelompok berdiri berhadapan dengan kelompok lain. Dua peserta yang berhadapan memiliki nomor yang sama. Letakan 10 topi rimba pada garis yang memisahkan kelompok tersebut, sebelumnya topi rimba telah ditandai dengan penomoran 1 sd 10. Masing-masing dua peserta yang berhadapan dan memiliki nomor yang sama, akan berebut 1 topi rimba yang sesuai dengan nomornya. Jika pemandu memberikan aba-aba dengan meneriakan salah satu nomor,misalnya nomor 5. Maka peserta nomor 5 harus segera berebut topi rimba nomor 5, begitu seterusnya sampai semua topi berhasil diperebutkan. Pemenangnya adalah kelompok yang paling banyak merebut topi rimba. Perlengkapan yang disiapkan :

10 topi rimba untuk diperebutkan, atau anda dapat mengganti dengan benda yang lain. Kertas untuk dengan tulisan nomo1 sd 10, untuk nomor dada.

Tujuan dari permainan ini adalah :


Membuat perlombaan antar kelompok. Masing masing peserta harus berkonsentrasi terhadap aba-aba pemandu. Ketangkasan peserta dalam berlomba.

78. Tali Kusut

May 19, 2011 By: yudho Category: Games Outbound Merupakan jenis permainan kelompok yang terdiri dari 6 orang atau lebih, instruktur menyiapkan tali rafia sepanjang 1 meter, dengan jumlah sama dengan pemain saat itu. Kemudian ujung-ujung tali dipertemukan jadi satu dalam pegangan tangan instruktur. Dimulai dengan aba-aba, setiap pemain diwajibkan menarik 1 ujung tali di tangan kanan dan 1 ujung tali di tangan kiri. Penarikan ujung tali dilakukan serentak. Setelah kita perhatikan, kemungkinan besar pemain tidak dapat menarik ujung tali yang sama, namun menarik ujung tali yang ditarik oleh para pemain lainnya. Dan terbentuklah formasi hubungan tali yang kusut. Tantangannya, satu kelompok tersebut harus merapikan hubungan tali kusut tadi menjadi sebuah formasi lingkaran yang rapi, tentunya dengan dihitung waktu penyelesaiannya. Peralatan yang disiapkan : tali rafia

79. Pindah Kalung tali


May 19, 2011 By: yudho Category: Games Outbound Merupakan jenis permainan kompetisi antar kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 sampai 10 orang peserta. Cara bermain adalah, masing-masing kelompok membuat satu garis barisan dengan berdiri. Kemudian berusaha memindah kalung tali dari peserta paling kanan ke kiri barisan. Dalam memindahkan kalung tali tidak boleh menggunakan tangan. Pemenangnya adalah kelompok yang tercepat memindah kalung tali tersebut. Perlengkapan yang disiapkan : Tali tampar untuk kalung sesuai jumlah kelompok. Tujuan dari permainan ini adalah :

Membangun kerjasama tim. Menguji ketangkasan setiap peserta dalam permainan ini.

80. Intelegensia Leader


May 20, 2011 By: yudho Category: Games Outbound Merupakan permainan kompetisi individu untuk mencari ketua kelompok. Intelegensia leader sangat mengandalkan daya ingat, dan semua peserta harus mengikuti kompetisi ini. Untuk peserta dengan nilai tertinggi dan menduduki rangking 1 dan 2, akan ditunjuk sebagai leader dalam kelompok. Permainannya adalah, setiap beserta diberikan lembar soal yang berisi 20 pertanyaan yang sangat mudah. Instruktur menyiapkan lembar kunci jawaban yang boleh dicontek oleh setiap peserta, namun urutan nomor pada lembar kunci jawaban tidak sesuai dengan urutan pertanyaan pada lembar soal. Dan peserta hanya boleh menulis nomor angka dalam menjawab. Pada saat mencontek, lembar kunci jawaban berada 5 meter didepan posisi peserta. Peserta harus beranjak melihat kunci dan harus meninggalkan lembar soal pada posisi awal. Dalam intelengensia leader permainan dibatasi oleh waktu, masing-masing 3 menit untuk dapat menjawab pertanyaan. Pada akhir permainan, semua lembar soal yang berisi jawaban di kumpulkan dan dinilai oleh instruktur. Setelah mendapat 2 leader, seluruh jumlah peserta dibagi menjadi 2 kelompok. Alat alat yang dibutuhkan adalah : Stopwatch, Lembar soal dengan 20 pertanyaan mudah sebanyak jumlah peserta, Lembar kunci jawaban sebanyak 5 lembar.

Tujuan dari permainan ini adalah :


Mengasah daya ingat masing masing peserta. Mencari ketua kelompok, karena peserta yang memiliki nilai terbaik akan ditunjuk untuk memimpin kelompok.

81. Berlindung dalam Lingkaran


May 20, 2011 By: yudho Category: Games Outbound Buatlah sebuah garis lingkaran pada tanah tempat bermain, perkirakan semua peserta dapat berdiri di dalam lingkaran itu. Aturlah agar peserta yang sedang berada dalam lingkaran dapat dijangkau oleh tangan salah satu peserta yang berada diluar garis lingkaran. Permainannya adalah satu peserta yang berada di luar lingkaran berusaha memegang peserta yang ada di dalam lingkaran, namun peserta yang berada dalam lingkaran berusaha menghindar dan tidak boleh keluar dari garis lingkaran. Begitu juga peserta yang berada di luar lingkaran tidak boleh masuk ke dalam lingkaran. Jika ada peserta yang berada di dalam lingkaran terpegang tangan oleh peserta di luar lingkaran, maka peserta tersebut harus mengganti posisi sebagai peserta yang berada diluar lingkaran. Perlengkapan yang disiapkan adalah : Tali rafia dan pasak untuk membuat marka lingkaran pada tanah. Tujuan Merupakan permainan yang dapat diikuti oleh semua peserta dan hanya permainan ketangkasan untuk menghindar pegangan peserta yang ada di luar lingkaran. Permainan ini sangat menghibur

82 Permainan Kreativitas
Games dapat berbentuk games kreatif, motifasi, dan sebagainya. Untuk pembahasan kali ini, saya akan memberikan contoh games kreatif yang pernah saya dapatkan ketika saya mengikuti acara Training for Trainer "Smart Training To Be a Smart Trainer" pada tahun 2007. Lesson Plan: 1. Tema Kreativitas 2. Objek Mahasiswa 3. Objektive o Peserta dapat menjelaskan apa itu kreativitas o Peserta dapat berpikir kreatif o Peserta dapat mempraktekan dan mengaplikasikan kreativitas lewat permainan 4. Materi
o o o o

Pengertian kreativetas Games yang berhubungan dengan kreativitas Teknik kreatif Beradaptasi (membaca situasi), mampu menghargai pemberian orang lain sebesar apapun ---} role play ada yang berperan sebagai pengamen dan yang diamen

5. Metode Cara dan teknik penyampaian materi training yang digunakan games dan simulasi-simulasi dilakukan setelah materi selesai disampaikan lewat games, setelah itu dilakukan evaluasi 6. Waktu 50 menit

7. Media
Seluruh anggota badan 8. Kegiatan
o

Opening Untuk membuat kelas fokus, attention, dan interest sehingga peserta dapat digiring menuju pembelajaran Ice breaking: "Besar-kecil" atau bernyanyi bersama dengan lagu yang berbeda: 1. Peserta berdiri menghadap trainer dan pandangan fokus pada trainer 2. Kemudian trainer menjelaskan aturan permainan, sebagai berikut: "Perhatikan jika saya menyebutkan kata (stimulus) "SEMUT" maka tangan kita membuat lingkaran "besar" dan jika saya menyebutkan kata "GAJAH" maka tangan kita membentuk lingkatan "kecil" 3. Penyebutan kata (stimulus) makin lama makin cepat frekuensinya

Penyampaian materi Untuk meyampaikan materi dimulai dari penilaian games yang berhubungan dengan kreativitas yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas seorang anak untuk bisa berpikir secara kreatif pada saat situasi yang mendesak walaupun sebaiknya lebih bagus pada saat kapanpun kreativitas itu dapat dimunculkan. Jenis games baiknya yang dapat memunculkan madness dan mind storming, misalnya:

Bernyanyi dengan nada yang berbeda Peserta sebelah kanan diminta menyanyikan lagu "topi saya bundar" dengan nada "burung kakak tua" dan peserta sebelah kiri menyanyikan lagu "potong bebek angsa" dengan nada "pelangi-pelangi" Tujuan: untuk melatih konsentrasi

Merangkai kata Kelompok pertama diminta untuk melanjutkan kata-kata terakhir yang telah diucapkan oleh trainer dalam sebuah kalimat, begitu juga sebaliknya kelompok selanjutnya harus mengucapkan kalimat yang terdiri dari bagian kalimat yang terdiri dari bagian kata terakhir yang telah diucapkan kelompok sebelumnya (kelompok pertama), dan begitu seterusnya sampai ada kelompok yang tidak bisa melanjutkan kata

Evaluasi dan summary Simulasi untuk menerapkan materi Devinisi kreatifitas

1. Merupakan suatu kapasitas untuk menciptakan ssesuatu yang orisinil, yang berlaku untuk apapun yang dilakukan orang 2. Aktifitas kognitif ataupun prose berfikir yang menghasilkan gagasan yang baru dan berguna 3. Kreatif, merupakan kemampuan menggunakan seluruh lapisan otak (kanankiri, depan-belakang) untuk meng-create sesuatu atau menciptakan sesuatu baik itu konsep ataupun karya yang berbeda tapi berkualitas Teknik kreatif 1. Seni menyeruak Semakin banyak informasi yang anda miliki tentang sebuah masalah 2. Belajar dari resiko Belajar dari kesalahan 3. Kecemasan adalah kaki tangan kreatifitas dalam keadaan terdesak, panik dapat memaksa memunculkan kreativitas

84. Dimana Tempat Duduk Saya?


Permainan ini dilakukan untuk membuat peserta training melakukan aktifitas gerak atau peregangan otot-otot atau untuk mencairkan suasana yang tegang. Dengan bergerak, aliran darah menjadi lebih lancar; kelenjar getah bening menjadi lebih aktif memproduksi zat- zat yang menyaring racun, virus, bakteri; dan membuat peserta menjadi lebih bergairah dan bersemangat dalam menerima pengalaman baru. Durasi : 5 menit (bisa dilakukan di sela-sela acara pelatihan) Peralatan : Satu buah Bel / Lonceng kecil, Kursi sejumlah peserta Jumlah Peserta : > 25 orang Teknis : a. Fasilitator menyiapkan sebuah bel atau lonceng kecil. b. Fasilitator mengumumkan kepada peserta untuk melakukan aktifitas yang diinstruksikan. Bagi yang tidak melakukan akan diberikan hukuman misalkan didenda Rp 1.000,- per sekali hukuman yang nantinya uang tersebut akan dipakai untuk makan-makan bersama atau kegiatan lainnya yang disepakati bersama setelah acara pelatihan selesai. c. Instruksinya adalah begitu bel atau lonceng berbunyi maka peserta harus berpindah tempat duduk. d. Biasanya ketika berpindah tempat duduk, peserta akan memilih untuk berpindah ke tempat duduk yang ada di hadapannya (jika forum diatur dalam bentuk U). Untuk forum yang diatur seperti di alam kelas (kursi berderet menghadap ke guru) maka biasanya mereka akan berpindah ke samping kiri atau kanannya. e. Untuk forum dengan bentuk U, maka fasilitator bisa menambahkan input bahwa cara yang efektif untuk berpindah tempat adalah dengan berpindah ke kursi di sebelah kiri atau kanannya. Nilai yang terkandung : a. Peserta diajarkan untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Terkadang saking sibuknya, kita semua hanya semata-mata mengejar harta atau kekayaan yang ada di depan mata kita (kacamata kuda) tanpa meluangkan waktu untuk bersosialisasi dan mengenal lingkungannya. Seperti sifat manusia, hanya melihat yang ada di depannya maka dalam permainan ini, kita diingatkan untuk juga melihat kepada rekanrekan peserta yang ada di sebelah kiri dan kanan kita. b. Dengan bergerak dan melakukan aktifitas bersama-sama, maka peserta dapat lebih mengakrabkan diri untuk mengenal peserta training lainnya. Hal ini penting! Mengapa? Pertama, karena peserta yang mengikuti training tersebut mempunyai kemiripan `hobi' dengan kita (mengikuti tema seminar atau pelatihan yang sama) sehingga bias memperluas jaringan koneksi kita. Kedua, karena mereka adalah orang- orang yang mungkin kelak di kemudian waktu bisa membantu kita (bekerja sama atau menawarkan kesempatan bisnis) karena kemiripan `hobi' tadi tersebut.

Games tersebut terdapat di Buku Laris Koleksi Games Seru : untuk Ice Breaker, Team Work, Leadership, Creativity, & High Ropes (PERTAMA di Indonesia yang dilengkapi dengan VCD Panduan) yang tersedia di Toko Buku Terkemuka di kota Bapak/Ibu atau lewat Penerbit di blog

85. Puisi Berantai


Pendahuluan dan Persiapan Games ini dapat dimainkan di kelas maupun di luar ruang. Fungsi utamanya lebih sebagai Icebreaking ataupun acara sela dalam sebuah meeting. Diperlukan whiteboard atau flipchart dengan spidol yang cukup. Instruksi dan petunjuk permainan Caranya, bagi peserta dalam 2 kelompok dan mulailah dengan memberikan instruksi sbb:

Kelompok diminta menyusun sebuah puisi yang indah, dimana proses penyusunan puisi tersebut harus dilakukan oleh seluruh anggota kelompok. Setiap anggota kelompok boleh menuliskan satu kata atau beberapa kata di whiteboard/flipchart secara bergantian dan kata-kata tersebut harus melanjutkan apa yang sudah dituliskan rekan sebelumnya. Untuk memulai kompetisi membuat puisi ini, minta 2 kelompok mengambil jarak dari whiteboard dan berbaris ke belakang. o Setelah aba-aba dimulai, orang pertama baru boleh bergerak mengambil spidol dan menuliskan kata-kata. o Jika orang pertama selesai maka dia harus meletakkan spidol dan kembali ke barisan untuk kemudian anggota kelompok dibelakangnya segera maju mengambil spidol dan menuliskan kata-kata di whiteboard. o Demikian dilanjutkan hingga ke anggota kelompok terakhir. Setelah selesai, kelompok harus membacakan puisinya, dengan cara dibacakan orang-perorang apa yang dituliskan di whiteboard/flipchart, lengkap dengan kreasi gaya dan intonasi.

Target Pemenangnya adalah kelompok yang bisa membuat puisi lebih cepat dan juga indah, termasuk juga dalam penyampaiannya. Variasi

Kelompok bisa dikembangkan lebih banyak tergantuk jumlah peserta training, namun biasanya makin banyak anggota tiap kelompok, biasanya makin seru dan menarik hasil puisinya. Fasilitator bertindak sebagai juri, jika ada atasan peserta ataupun observer lain, dapat juga dilibatkan sebagi juri.

Tools:

White Board / Flip Chart Spidol

Semoga Berguna!

86. Icebreaking
) Teknis Membagikan amplop teman rahasia kepada para peserta. Peserta diminta mengamati teman rahasianya sesuai dengan yang tertulis di amplop dari awal training, kemudian di akhir training diberi ungkapan ekspresi. Main games : RUJAKAN Rule of the Game: Para pesera saling berebut kursi apabila pemandu mengucapkan katarujakan atau menyebut nama salah satu buah. Jika pemandu menyebut rujakan maka seluruh peserta harus berpindah tempat duduk. Namun jika , pemandu hanya menyebut nama salah satu nama buah, maka peserta yang mendapat nama buah itu saja yang pindah. Bagi peserta yang kalah akan mendapatkan hukuman yakni menggantikan posisi pemandu di depan dan member instruktruksi kepada peserta lainnya. Metode Presentasi Sharing dengan peserta Permainan MEDIA: Amplop Kursi/tempat duduk MATERI Games Rujakan DURASI 15 menit

87. ICE BREAKING DAN ORIENTASI


A. Pendahuluan

Sudah menjadi kebiasaan di setiap pelatihan, ketika memulai melaksanakan sebuah training (latihan) terlebih dahulu dimulai suatu segmen peleburan dan pendahuluan yang kemudian dikenal dengan Ice Breaking dan Orientasi. Secara sederhana kedua istilah ini tidak dapat dipisahkan secara jelas, keduanya ibarat dua mata uang logam yang menyatu pada satu kesatuan arti dan mempunyai makna yang sangat signifikan terhadap kesuksesan dan tercapainya target sebuah pelatihan. Dengan kata lain tak heran bila orientasi dan ice breaking menjadi momok yang selalu dibicarakan di antara pengelola training sebagai penentu kesuksesan pelatihan di hari-hari berikutnya. Pada tulisan yang singkat ini, untuk menjelaskan secara detail mengenai ice breaking dan orientasi, penulis sengaja memisahkan antara dua istilah ini. Hal ini bukan dimaksudkan untuk memisahkan makna keduanya, tapi hanya sekedar sistematisnya pembahasan.

B.

Ice Breaking 1. Pengertian

Ice Breaking adalah padanan dua kata Inggris yang mengandung makna memecah es. Istilah ini sering dipakai dalam training dengan maksud menghilangkan kebekuan-kebekuan di antara peserta latihan, sehingga mereka saling mengenal, mengerti dan bisa saling berinteraksi dengan baik antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dimungkinkan karena perbedaan status, usia, pekerjaan, penghasilan, jabatan dan sebagainya akan menyebabkan terjadinya dinding pemisah antara peserta yang satu dengan yang lainnya. untuk melebur dinding-dinding penghambat tersebut, diperlukan sebuah proses ice breaking. 2. Tujuan Tujuan dilaksanakan ice breaking ini adalah : a. Terciptanya kondisi-kondisi yang equal (setarap) antara sesama peserta dalam forum training. b. Menghilangkan sekat-sekat pembatas di antara peserta, sehingga tidak ada lagi anggapan si anu pintar, si anu bodoh, si anu kaya, si anu bos dan lain sebagainya, yang ada hanyalah kesamaan kesempatan untuk maju. c. Terciptanya kondisi yang dinamis di antara peserta d. Menimbulkan kegairahan (motivasi) antara sesama peserta untuk melakukan aktivitas selama training berlangsung. 3. Metode Banyak metode yang dapat dilakukan dalam ice breaking ini, di antaranya : a. Metode Ceramah, pelatih melakukan terlebih dahulu ceramah pembuka yang pada hakikatnya menjelaskan tentang beberapa hal, antara lain : pentingnya kesatuan dalam suatu komunitas, persamaan hak di antara sesama peserta, perlakukan yang sama, tim building, kesadaran potensi, kerjasama antar kelompok dll. b. Metode Studi Kasus, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta untuk ikut andil memecahkan persoalan-persoalan praktis sehari-hari yang ditawarkan oleh pelatih, tujuannya adalah ; Untuk melihat potensi awal yang dimiliki masing-masing peserta baik dari segi afektif, kognitif maupun psikomotornya. Membiasakan peserta untuk berinteraksi dengan kelompoknya yang baru, dengan bertanya, menanggapi atau mengamati peserta lain. Memberikan pengertian bahwa sejak hari itu mereka akan menjadi sebuah keluarga (sanak famili) sampai kapanpun. c. Metode Sinetik, yaitu sebuah metode pengembangan sumbang saran, dimana dalam suatu pemecahan masalah dipadukan berbagai pendapat dari berbagai disiplin ilmu sehingga memunculkan solusi yang lebih kreatif terhadap persoalan yang muncul. d. Metode Lorong Penuh Liku, metode ini dimulai dari membaca beberapa halaman dari buku, kemudian dipaksa untuk membuat keputusan. Berdasarkan keputusan itu peserta diinstruksikan untuk membuka pada suatu halaman tertentu yang telah disusun secara acak. Kemudian diberikan sebuah skenario yang berdasarkan keputusan yang telah dibuat dan keputusan lebih lanjut akan mengirim anda ke halaman muka atau halaman-halaman belakang dari buku, sampai akhirnya peserta keluar dari lorong-lorong tersebut, mungkin setelah melakukan beberapa langkah-langkah yang salah. (untuk penggunaan teknik ini, pelatih harus terlebih dahulu mempersiapkan bahanbahannya). e. Metode Simulasi dan Permainan, metode ini merupakan metode yang paling mudah dilakukan, pelatih mempersiapkan beberapa permainan yang bertujuan untuk memecah kebekuan (ice breaking games) peserta. Permainan ini banyak sekali bentuknya, di antaranya adalah ; permainan lempar kokarde, pesan berantai, ziq-zaq dan lain-lain. Tujuan simulasi ini adalah : - Terciptanya keakraban di antara peserta. - Masing-masing peserta dapat menghafal nama dan beberapa identitas penting peserta lainnya. - Tertanamnya anggapan bahwa mereka adalah satu kesatuan (solidaritas) bila satu sakit, yang lain akan ikut merasakannya.

4. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Ice Breaking 1. Seorang pelatih haruslah mempunyai naluri (feeling) khusus yang kuat ketika melakukan proses ice breaking. Ia harus tahu saat peserta sudah lebur atau belum dan masih harus dileburkan. Ketika peserta belum lebur namun ice breaking sudah dihentikan, hal ini akan menyusahkan sewaktu penyajian materi berikutnya. 2. Saat melakukan ice breaking, seorang pelatih harus sudah dapat mendeteksi, (minimal beberapa orang dari peserta sudah masuk dalam memorinya) tentang potensi awal, sikap, sifat dan karakteristik special seorang peserta. 3. Waktu yang disediakan untuk melakukan ice breaking sangat kondisional, tergantung kepada tingkat keleburan peserta. Ada peserta yang mudah lebur dan ada yang sulit lebur, karena perbedaan pendidikan, latar belakang, dll yang sangat signifikan. Oleh karena itu seorang pelatih harus mempunyai beberapa jurus simpanan yang harus dikeluarkannya bila peserta sulit mengalami peleburan antara satu dengan yang lainnya. 4. Menimbulkan kesan positif, seorang pelatih haruslah dipandang oleh peserta dalam pandangan yang positif, baik dari segi pendapat, sikap, sifat dan interaksinya dengan peserta, karena tidak menutup kemungkinan nanti seorang pelatih akan menjadi tempat curhat paling dipercaya bagi peserta yang mengalami persoalan-persoalan khusus. C. Orientasi 1. Pengertian Orientasi yang dimaksudkan disini adalah suatu proses pemberian pemahaman kepada peserta, tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan latihan yang sedang diadakan. Pada hakikatnya orientasi yang dilakukan pada saat pelatihan adalah berusaha menjawab tiga pertanyaan penting, yaitu : a. Sedang apa mereka (para peserta) dalam acara ini ? b. Apa yang mesti mereka lakukan ? c. Hal-hal apa saja yang akan mereka temui ? 2. Tujuan Adapun tujuan dilakukan orientasi ini adalah : a. Menghilangkan kebingungan peserta tentang apa yang sebenarnya mereka ikuti. b. Meluruskan motivasi awal mereka untuk mengikuti pelatihan tersebut c. Memberikan pemahaman tentang hal-hal apa saja yang mesti mereka lakukan selama mengikuti pelatihan tersebut d. Memberikan gambaran ringkas tentang hal-hal yang akan mereka temui selama mengikuti pelatihan (dengan tidak memberitahu hal-hal yang sangat rahasia/esensil). e. Memunculkan komitmen dan kesediaan mereka untuk mengikuti acara ini dari awal hingga akhir dengan penuh perhatian dan kesadaran diri. 3. Metode Metode yang dapat digunakan dalam melakukan orientasi adalah ceramah dan diskusi. Ceramah dimaksudkan untuk menjelaskan kepada seluruh peserta tentang : a. Apa sebenarnya pelatihan yang sedang berlangsung, tujuan, target, kedudukan panitia, tugas dan wewenang pelatih, organisasi pelatih, ruangan-ruangan yang ada di tempat diselenggarakannya pelatihan yang boleh dan tidak boleh peserta masuk ke dalamnya. b. Tugas-tugas terstruktur, resume, sistem penilaian peserta, aspek-aspek (ranah) penilaian, bobot penilaian, dispensasi izin dan kriteria lulus peserta. c. Seluruh hal-hal yang berkenaan dengan proses pelatihan (asal tidak hal-hal yang paling esensial dan rahasia dalam pelatihan tersebut) 4. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Orientasi

a.

Setiap peserta tentunya mempunyai motivasi masing-masing untuk mengikuti pelatihan, motivasi awal ini ada yang baik dan ada yang perlu diluruskan. Dalam orientasilah sebaiknya motivasi awal setiap peserta diluruskan dan diarahkan. b. Sewaktu melaksanakan orientasi, hendaklah diungkapkan dengan sejelas-jelasnya apa saja mengenai pelatihan yang akan mereka ikuti, layani setiap pertanyaan yang muncul dan jelaskan apa adanya, jangan memanipulasi keadaan. c. Waktu yang disediakan untuk orientasi tergantung kepada keadaan, namun untuk memudahkan ; jika peserta tidak meragukan lagi (tidak muncul lagi pertanyaan) saat itu orientasi dapat dinyatakan selesai. d. Waktu akan mengakhiri orientasi, semua peserta dapat diikat dengan satu komitmen yang disampaikan secara lisan satu persatu bahwa mereka siap dan bersedia menjadi peserta pelatihan tersebut. Jika ada yang tidak mau menyatakan komitmennya, sebaiknya peserta tersebut mengundurkan diri dari awal.

88. PASS THE BALL


Adapaun langkah-langkah yang penulis lakukan diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Guru meminta siswa untuk membentuk lingkaran apabila dalam kelas kecil (tidak lebih dari 24 siswa) dimana guru menjadi bagian dari lingkaran tersebut tapi apabila kondisi kelas besar dapat dilakukan dengan cara dibentuk 4 kelompok dan masing-masing kelompok membentuk barisan 2. guru meminta siswa untuk memainkan Pass the Ball dengan cara memberikan bola ke siswa tanpa memberikan petunjuk yang jelas 3. setelah bola mulai bergulir guru menghentikan game dengan alasan kurang menarik dan memberikan satu aturan yaitu memberikan bola dengan tangan kanan dari arah belakang 4. setelah berjalan guru kembali mengehentikan permainan dengan alasan yang sama kemudian menambah aturan baru dengan cara sambil bernyanyi 5. Setelah berjalan guru kembali menghentikan permainan dan memberikan aturan lainnya dan begitu seterusnya sampai siswa menjadi kacau dan melakukan protes kepada guru 6. guru kemudian berupaya memperbaiki keadaan dengan betul-betul membuat aturan main yang jelas dan tegas dengan sangsi yang tegas pula bagi pelanggarnya seperti : memberikan bola dengan tangan kanan lewat belakang, mata harus ditutup, menyanyikan lagu nasional sambil bermain, apabila bola jatuh maka akan diberikan sangsi yang disepakati bersama dan seterusnya berdasarkan masukan dari siswa itu sendiri. 7. permainan pun dapat dilanjutkan sampai bola kembali pada guru 8. Setelah selesai bermain guru melakukan brainstorming dengan siswa tentang apa yang mereka rasakan dengan bermain pass the Ball?, apa yang harus dikoreksi dari permainan tersebut, apa yang dirasakan setelah aturannya menjadi jelas dan tegas, kenapa dalam permainaan kita membutuhkan aturan main yang jelas dan sebagainya sampai akhirnya siswa secara tidak sengaja telah mulai membentuk opini akan pentingnya norma dalam kehidupan masyarakat dan guru mengeksplor pengetahuan siswa akan norma-norma yang selama ini berlaku di masyarakat.

89. APA KABAR ?


Prosedur : Sampaikan pada audience, buat kesepakatan diawal bila kita bertanya sesuatu maka audience harus menjawab dengan kata-kata yang disepakati. o o Tanya kabar ini bisa bermacam-macam, missal: Tanya : Bagaimana kabarnya pada pagi hari ini! Jawab: Alhamdulillah, luar biasa Allahu akbar!

o o

Tanya : How are you today? Jawab: Excellent.! Atau Fantastic!

Keterangan : kata-kata yang diucapkan bisa bervariasi, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan kita.

90. IKUTI APA YANG SAYA KATAKAN


Prosedur: Pertama sampaikan peraturannya kepada audience. Setelah semuanya paham barulah dimulai. Kalau perlu berilah contoh/praktekan sekali saja: Kata kunci kita pada permainan ini adalah instruksi : Ikuti Apa Yang Saya Katakan peserta disuruh mengikuti kata-kata trainer. Trainer bisa memilih beberapa benda atau hewan untuk disebutkan, misalnya: o ayam-ayam, itik-itik, ayam itik itik ayam,(diulang-ulang sampai beberapa kali). Setelah cukup puas membuat peserta senang, katakan: ada berapa ayam? (biasanya peserta akan bingung dan terdiam di sini, kebanyakan dari mereka bahkan minta agar permainan diulang) o ikuti saja kemauan mereka, diulang beberapa kali dengan tetap menyebutkan instruksi permainan ini. Mungkin akan keluar jawaban-jawaban berupa angka-angka, katakan bahwa semua jawaban salah! Maka harus diulangi lagi. Setelah beberapa lama, biasanya audience akan sadar terhadap instruksinya, sehingga jawabannya pun akan benar. Karena yang disuruh bukan menghitung ayam atau itiknya, tapi untuk mengikuti yang dikatakan trainer. Inti dari permainan ini adalah konsentrasi, aitu untuk mengenali dan melaksanakan instruksi yang diberikan, bukan untuk menghitung jumlah ayam atau itik.

91. TEBAK APA YANG SAYA KATAKAN


Prosedur : Sampaikan instruksi permainan ini: tebak apa yang saya katakan Sanbil menunjukkan jempol, trainer mengucapkan ini ayam Ketika menunjukkan telunjuk trainer mengucapkan yang ini sapi Kemudian ketika menunjukkan jari tengah trainer mengucapkan kalo yg ini kerbau.

Tanyakan kepada peserta sudah paham atau belum, praktekan sekali untuk mengetest kepahaman mereka, setelah dirasa paham, barulah trainer menjalankan aksinya.

Peserta diminta menebak apa yang trainer katakana, katakana seperti contoh diatas, setelah selesai, katakan Kalo yang ini tetapi kita menunjuk pada jari kelingking. Biasanya peserta akan bingung dan protes. Ulangi lagi dengan variasi lain. Sampai terjawab dengan benar. Ketika peserta telah memahami instruksi diatas, maka ia akan mengikuti kata kunci tanpa memperhatikan jari mana yang kita tunjukkan. Jawaban yang benar adalah bila trainer menyebutkan ini, maka jawabannya adalah ayam dst,

92. BREAK THE RULE


Prosedure: Ketika trainer menanyakan sesuatu dengan jawaban Iya atau Tidak maka peserta harus menjawab dengan tingkah laku yang berbeda dari biasanya Jika jawabannya Iya maka peserta diharuskan untuk menggelengkan kepalanya. Jika jawabannya Tidak maka peserta diharuskan untuk menganggukkan kepalanya. Dari permainan ini menjelaskan tentang betapa sussahnya kita merubah sebuah kebiasaan. Perubahan itu tidak akan secara tiba-tiba bisa dilakukan namun pastinya bertahap.

93. Ice Breaking dalam Pembelajaran


Menurut Dryden & Vos (2000) belajar akan efektif bila proses pembelajaran dilaksanakan dengan suasana yang menyenangkan (joyfull learning). Ada beberapa hal yang mendukung efektivitas hasil belajar siswa diantaranya siswa belajar dalam kondisi senang, guru menggunakan berbagai variasi metode dan teknik, menggunakan media belajar menarik dan menantang, penyesuaian dengan konteks, pola induktif, dan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran. Ice breaking dalam pembelajaran, perkuliahan, atau pelatihan sangat membantu dalam membuat suasana belajar yang menyenangkan. Caranya dapat secara integratif atau secara khusus diberikan dalam sela atau jeda dalam proses pembelajaran. Berikut beberapa contohnya: Harta benda dalam dompet/tas Minta peserta memilih dua benda yang mereka bawa di dompet atau tas mereka yang penting bagi mereka. Minta masing-masing peserta untuk menjelaskan kenapa itu penting. Yang Menarik dari Saya (1) Minta peserta mengenalkan dirinya, memberikan nama mereka dan sesuatu yang menarik tentang mereka sendiri (misalnya, nama saya Agus pernah menjadi pembalap Motor Cross). (2) Orang berikutnya mengenalkan diri dan orang sebelum dia yang telah mengenalkan diri (misalnya nama saya Urip tukang foto dan dia Agus pernah menjadi pembalap Motor Cross). (3) Prosesnya berlanjut sampai semuanya telah dikenalkan, dengan seluruh kelompok membantu jika ada yang terlupakan. Halo-Hai Fasilitator mengucapkan kata HALO peserta diminta menjawab HAI atau sebaliknya. Variasikan dengan

mengucapkannya menjadi 2 atau 3 kata. Hal tersebut dapat membantu mengembalikan konsentrasi peserta. Cari saya (1) Sebelum sesi, buat daftar sepuluh karakteristik yang mungkin bisa diterapkan ke dalam kelompok (misalnya, memiliki anak remaja; adalah ibu dari tiga anak). (2) Perbanyak/copy daftar tersebut dan bagikan ke tiap peserta. (3) Berikan 10 - 15 menit agar semua orang berbaur dan mencari nama sebanyak mungkin untuk mengisi tiap karateristik yang dituliskan dalam daftar. Menuliskan Huruf Peserta menulis huruf tetapi dengan menggunakan anggota tubuh sambil mengucapkan huruf tersebut dengan keras. Menggambar Bangun Datar Peserta menggambar bangun datar dengan anggota tubuh. Mencari Teman Mencari teman dengan cara menirukan bunyi, menirukan gerakan atau tanya jawab untuk membentuk kelompok. Menghitung Jumlah Segi Empat pada Papan Catur Beri peserta gambar papan catur dan minta mereka menghitung berapa jumlah segi empat yang ada dalam waktu yang sangat singkat. Deskripsikan Hasil Pengamatan Beri benda (pena, pensil, penghapus, atau benda apa saja yang ada di meja pelatihan) dan minta mereka menuliskan deskripsi tentang benda tersebut minimal 50 kalimat (Kemampuan mengobservasi). Lempar Bola Tepuk Tangan Minta peserta bertepuk tangan satu kali setiap kali fasilitator melemparkan bola/bola terlepas dari tangan fasilitator. Memberikan hukuman bagi peserta yang salah bertepuk tangan atau tidak bertepuk tangan. Teka-Teki Memberikan teka-teki ringan dan lucu dan memberi penghargaan bagi yang bisa menjawab. Menggambar Sambil Menutup Mata Peserta berpasangan, salah seorang memberi instruksi kepada pasangannya untuk menggambar sesuatu dalam keadaan mata tertutup. Dicari yang tercepat selesai gambarnya dan bagus. Menonton Film Memutarkan film singkat, video clip dan meminta mereka mengapresiasinya. Cari jawaban yang paling masuk akal atau sebaliknya. Kekuatan Memori Beri sederetan kata-kata beri waktu beberapa saat kemudian hapus tulisan dan minta mereka menyebutkan atau menuliskan lagi kata-kata tersebut. Lalu tampilkan lagi sederetan kata yang berbeda dan ajak peserta menyanyikannya dengan melodi lagu yang sangat akrab ditelinga mereka. Hapus tulisan dan minta mereka menulis/menyebutkan katakata yang ada dalam lagu. Minta mereka membandingkan perolehan kata pertama dan yang kedua. Minta mereka mengambil benang merah dari kegiatan tersebut. Mencari Teman dengan Suara Hewan Tulislah nama-nama hewan dalam sebuah kertas kecil dan berikan kepada peserta untuk mencari anggota kelompok dengan menyuarakan suara hewan. Perlu diperhatikan bahwa nama hewan harus yang tidak sensitif dengan kultur masyarakat.

Kereta Api Peserta diminta berbaris berurutan dengan memegang pundak peserta yang ada di depannya. Ajak peserta berkeliling ruangan sambil menyanyi naik kereta api tut..tut..tut..siapa hendak turut dan seterusnya..

94. Game untuk Perkenalan


Siapa Dia? Langkah-langkah :

Minta semua peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran Minta seorang peserta untuk memperkenalkan nama dan satu hal lain mengenai dirinya dalam bentuk satu kalimat pendek (menyebut, hobi, atau tempat tinggal,), misal: Nama saya Retno, hobi baca buku. Mintalah peserta kedua untuk mengulang kalimat peserta pertama, baru kemudian memperkenalkan dirinya sendiri, misal : teman saya Retno, hobi baca buku, saya Rahnat, hobi main catur. Peserta ketiga harus mengulang kalimat 2 peserta sebelumnya sebelum memperkenalkan diri, demikian seterusnya sampai seluruh peserta memperoleh gilirannya. Apabila peserta tidak dapat mengingat nama dan apa yang dikatakan 2 peserta lainnya, maka ia harus menanyakan langsung pada yang bersangkutan: siapa nama Anda? atau siapa nama Anda dan apa hobi Anda?

Kisah Angka-Angka Permainan ini dipakai agar peserta mengenal satu sama lain dengan cara santai dan menghapuskan kekakuan. Langkah-langkah :

Mintalah seluruh peserta berhitung dari nomor 1 dan seterusnya sampai selesai (habis) Minta setiap peserta mengingat nomor urutnya masing-masing dengan baik, jika perlu lakukan pengujian dengan menyebut secara acak beberapa angka dan minta peserta yang disebut nomornya untuk menyahut ya!, atau tunjuk beberapa orang peserta secara acak dan tanyakan ia nomor urut berapa. Tegaskan sekali lagi apakah mereka benar benar mengingat nomor urutnya masing masing. Setelah yakin, jelaskan bahwa Anda akan menyampaikan suatu berita atau suatu cerita tertentu di mana dalam sepanjang cerita itu akan disebut sejumlah angka angka. Peserta yang disebut angka atau nomor urutnya diminta segera berdiri dan langsung meneriakkan namanya keras keras kepada seluruh peserta lain. Jika terlambat 3 detik, peserta dikenakan hukuman ramai ramai oleh peserta lain. Tanyakan kepada peserta apakah mereka paham peraturan tersebut?, jika perlu ulangi sekali lagi dan berikan contoh. Mulai bercerita, misalnya : saudara saudara, latihan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lima bulan yang lalu, tapi karena beberapa hal, barulah tiga bulan yang lalu ada kejelasan dan kemudian

dipersiapkan oleh delapan orang panitia .. dst. Atau cerita lain yang Anda karang sendiri pada saat itu ( yang penting, dalam cerita itu ada disebutkan angka angka nomor urut peserta setiap satu kalimat atau setiap selang satu menit ). Lakukan sampai separuh peserta tersebut nomornya atau seluruhnya (bergantung kepada kecepatan Anda dan peserta dan sesuai dengan waktu yang tersedia) Lakukan diskusi dengan peserta tentang apa makna permainan ini dan dapat digunakan untuk apa saja dalam kegiatan latihan, termasuk perasaan perasaan peserta sendiri. Simpulkan

Mencari Jodoh Langkah-langkah :


Buatlah kalimat pendek yang berhubungan dengan materi pelajaran yang akan diberikan , misal : Bersama Membangun Kepedulian. Kalimat yang dibuat sebanyak setengah dari jumlah peserta, kalau peserta 20 orang, harus disediakan 10 kalimat. Pecahlah kalimat tersebut ke dalam dua bagian dan ditulis di kertas, satu kertas berisi kalimat Bersama Membangun dan satu kertas berisi kata Kepedulian. Gulunglah kedua kertas yang berisi tulisan tadi. Bagikan kertas kertas tergulung yang sudah disiapkan sebanyak jumlah peserta (apabila peserta ganjil, satu orang berpasangan dengan pemandu sendiri ) Minta peserta untuk membuka gulungan kertas masing masing dan membaca isinya yaitu sepotong kalimat yang belum lengkap. Minta peserta untuk mencari pasangannya masing masing agar kalimat itu menjadi lengkap. Minta setiap pasangan berkenalan dan mendiskusikan arti kalimat tersebut. Minta peserta berkumpul lagi dan meminta setiap pasangan memperkenalkan pasangannya dan menyampaikan arti kalimat kepada peserta yang lain.

Berdirilah Jika Langkah-langkah :


Minta semua peserta untuk duduk membentuk lingkaran, lalu pemandu berdiri di tengah. Jelaskan kepada peserta bentuk permainannya, yaitu setiap pemandu mengucapkan kalimat, peserta mengucapkan kalimat, peserta diminta berdiri apabila kalimat itu sesuai dengan dirinya; misal : Keluarga saya adalah keluarga pedagang.. ; Saya seorang perempuan yang berani bicara di depan publik. dsb. Ucapkan kalimat kalimat yang relevan dengan keadaan peserta (jangan sampai ada peserta yang tidak pernah berdiri), contoh contoh kalimat misalnya : Saya adalah petugas lapangan - Saya lahir di pedesaan - Saya lahir di kota besar - Saya memiliki hobby membaca, dsb

Setelah selesai, minta seluruh peserta untuk memperkenalkan nama, asal, dan hal lain yang berkenaan dengan dirinya secara singkat

95. Game untuk menghangatkan, kerjasama dan komunikasi

1. Menghitung Mundur Dalam pendampingan terhadap kelompok belajar di tengah masyarakat atau siswa, kita sudah biasa menganggap bahwa masyarakat atau siswa hanyalah penerima informasi, dan bukan pemberi atau sumber informasi. Mengubah kebiasaan atau cara pandang yang sudah lama kita miliki, merupakan hal sulit. Kita biasanya selalu menggunakan kacamata kita. Kita menggunakan bahasa, simbol, gambar, informasi dan teknologi yang berasal dari kebudayaan kita. Kita tidak memperhatikan apa kesulitan yang dialami masyarakat atau siswa untuk menerima halhal yang tidak biasa bagi mereka. Sebenarnya, program yang kita kembangkan perlu dinilai menurut kacamata masyarakat atau siswa, berdasarkan apa yang mereka butuhkan, dengan cara yang mudah diterima mereka. Langkah langkah :

Minta peserta untuk berdiri mambentuk suatu lingkaran. Setiap peserta menghitung secara bergiliran mulai dari 1 sampai 50 (atau sejumlah peserta) Pada saat menghitung, minta peserta memenuhi peraturan : setiap angka tujuh atau kelipatan tujuh, angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan. Apabila ada peserta yang salah melaksanakan tugasnya, maka permainan dimulai dari awal. Sesudah 3 4 ronde, permainan tahap 1 selesai Permainan tahap 2 dimulai dengan cara yang sama seperti di atas, tetapi hitungannya dimulai dari angka 50 mundur terus sampai dengan angka 1. Peraturan yang diterapkan juga sama, yaitu setiap angka tujuh atau angka kelipatan tujuh , angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan. Setelah 3-4 ronde, permainan selesai. Minta peserta untuk mendiskusikan : (1) Manakah yang lebih baik banyak terjadi kesalahan, cara 1 atau cara 2 ? (2) Mengapa demikian ? (3) Kira-kira, apa hubungannya permainan ini dengan cara kerja kita dalam kelompok belajar atau di tengah tengah kehidupan masyarakat kita ( apakah mudah mengganti kebiasaan pendekatan dari atas dengan yang dari bawah ) ?.

2. Memahat Patung Permainan ini bisa dipakai untuk menyadarkan peserta bahwa manusia tidak bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain. Langkah langkah :

Minta beberapa orang peserta untuk tampil ke depan; Minta satu orang untuk menjadi pemahat patung, satu orang lainnya menjadi patung itu sendiri. Minta pemahat patung untuk mulai bekerja menjadikan patung itu sesuai dengan keinginannya dengan cara membimbing posisi kepala, kaki, tangan, tubuh patungnya (misal : tangan kanan ke atas, tangan kiri memegang kepala, lutut kanan bertumpu di lantai, kepala belok ke kiri, dsb) Minta patung untuk menuruti semua posisi yang diminta oleh pemahat (selama proses, pemahat dan patung tidak boleh saling berbicara) Setelah selesai, ajukan pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan membuat patung sesuai keinginannya sendiri ? Ajukan juga pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan untuk dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ?

Kemudian diskusikan bersama peserta : Apakah manusia bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ? Apakah anak anak bisa ? Apakah orang dewasa bisa ? Bagaimana tanggapan peserta tentang permainan ini ?

3. Memasukan Spidol ke Botol Langkahlangkah :

Jelaskan kepada peserta bahwa sebelum membahas modul, akan dimulai dengan permainan memasukkan pensil ke dalam botol. Sebelum permainan dimulai siapkan terlebih dahulu sebuah botol yang bisa dimasuki pensil. Sebuah pensil yang diikat oleh 4 utas tali rapia, dengan panjang masing masing 2 meter. Tali rapia tersebut harus bisa ditarik ke empat arah yang berbeda. Mintalah 8 orang peserta sebagai sukarelawan, sedangkan peserta lain menjadi pengamat. Tugaskan 8 orang peserta tersebut untuk berpasangan (menjadi 4 pasang), pasangan pasangan tersebut berdiri membentuk lingkaran dimana di tengah tengah lingkaran diletakkan sebuah botol. Salah seorang dari setiap pasangan ditutup matanya dan bertugas untuk memegang tali rapia yang mengikat pensil. Pasangan yang tidak ditutup matanya, berdiri di belakang yang ditutup matanya dan memberikan perintah (aba aba) untuk memasukkan pensil tersebut ke dalam botol. Apabila peserta belum berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, mintalah mereka untuk mencoba beberapa kali sampai berhasil. Setelah selesai permainan, tanyakan kepada peserta : Mengapa mereka memilih pasangannya masing masing? Cukup mudahkah atau susah untuk memasukkan pensil ke dalam botol? Kalau mudah apa saja faktor yang mempengaruhi hal tersebut menjadi mudah? Apabila susah, apa saja yang membuat hal tersebut menjadi susah? Apa yang dirasakan oleh pasangan yang matanya ditutup? Adakah interaksi atau komunikasi antara pasangan yang satu dengan pasangan yang lain? Tanyakan kepada para pengamat, apa yang mereka amati selama proses permainan berlangsung?

Dari pertanyaan tersebut temukan kata kunci dari peserta : untuk dapat berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, memerlukan kerjasama di antara mereka, tanpa kerjasama akan sulit untuk mencapai tujuan bersama.

Bahas bersama peserta faktorfaktor yang bisa mempengaruhi dan menghambat kerjasama.

96. Game untuk menghangatkan, kerjasama dan komunikasi


1. Badai Berhembus (The Great Wind Blows) Strategi ini merupakan icebreaker yang dibuat cepat yang membuat para peserta latihan bergerak tertawa. Strategi tersebut merupakan cara membangun team yang baik dan menjadikan para peserta lebih mengenal satu sama lain. Langkah-langkah :

Aturlah kursi kursi ke dalam sebuah lingkaran. Mintalah peserta untuk duduk di kursi yang telah disediakan.

Jelaskan kepada peserta aturan permainan, untuk putaran pertama pemandu akan bertindak sebagai angin. Pemandu sebagai angin akan mengatakan angin berhembus kepada yang memakai misal : kacamata (apabila ada beberapa peserta memakai kacamata). Peserta yang memakai kacamata harus berpindah tempat duduk, pemadu sebagai angin ikut berebut kursi. Akan ada satu orang peserta yang tadi berebut kursi, tidak kebagian tempat duduk. Orang inilah yang menggantikan pemandu sebagai angin. Lakukan putaran kedua, dan seterusnya. Setiap putaran yang bertindak sebagai angin harus mengatakan angin berhembus kepada yang . (sesuai dengan karakteristik peserta, misal : baju biru, sepatu hitam, dsb)

2. Lempar spidol Permainan ini bertujuan untuk menghangatkan suasana dan menghilangkan kekakuan antar peserta dan pemandu dan antar peserta sendiri . Pelajaran yang bisa dipetik dari permainan ini adalah perlunya sikap hatihati dan cepat tanggap. Langkahlangkah :

Mintalah semua peserta berdiri bebas di depan tempat duduk masing-masing. Minta peserta bertepuk tangan ketika Anda melemparkan spidol ke udara, dan pada saat spidol Anda tangkap lagi dengan tangan, semua peserta serta merta diminta berhenti bertepuk tangan. Ulangi sampai beberapa kali. Ulangi proses ke-2 dengan tambahan selain bertepuk tangan juga bersenandung. ( bergumam ) : Mmmmm.!. Ulangi proses ke3 ini beberapa kali, dan setiap kali semakin cepat gerakannya, kemudian akhiri dengan satu anti klimaks : spidol Anda tidak dilambungkan, tapi hanya melambungkan tangan seperti akan melambungkannya ke atas (gerk tipu yang cepat !). amati : apakah peserta masih bertepuk tangan dan bergumam atau tidak ? Mintalah tanggapan dan kesan, lalu diskusikan dan analisa bersama kemudian simpulkan.

3. Sepatu Lapangan : Permainan ini bermanfaat untuk mendorong proses kerjasama Tim, bahwa dalam sebuah Tim setiap orang akan belajar mendengar pendapat orang lain dan merekam masing-masing pendapat secara cermat dalam pikirannya, sebelum memutuskan pendapat apa yang terbaik menurut kelompok. Langkah langkah :

Bagilah peserta ke dalam kelompok kelompok kecil ( 5 6 orang ), 1 orang akan menjadi pembicara kelompok. Mintalah setiap kelompok untuk mendiskusikan tentang sepatu lapangan apa yang cocok untuk bekerja di lapangan dan peralatan apa lagi yang dibutuhkan (waktunya sekitar 5 menit) Mintalah pembicara kelompok untuk mengingat pendapat yang berbeda dan pendapat yang sama dari setiap orang di kelompoknya masing-masing. Mintalah pembicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi ini seklaigus memperkenalkan nama anggota kelompoknya dan apa pendapat orang orang tersebut mengenai topik diskusi di atas. Setelah semua kelompok selesai, kemudian diskusikan : Apakah pembicara telah menyampaikan pendapat semua anggota kelompoknya secara tepat ? Apa yang dikurangi? Apa yang ditambah ? Apa yang tidak tepat.

4. Kompak

Permainan ini bermanfaat untuk menghangatkan suasana dan membentuk suasana kerja dalam Tim. Langkahlangkah :

Jelaskan kepada peserta aturan permainan ini Bagilah peserta ke dalam 5 6 kelompok, yang penting satu kelompok terdiri dari 6 orang. Mintalah masing masing kelompok untuk membuat lingkaran dan satu orang anggota dari masingmasing kelompok untuk berdiri di tengah tengah kelompoknya. Katakana bahwa permainan ini untuk mnguji kita , apakah di antara teman-teman dalam kelompok itu saling percaya kepada TIM KERJA KITA. Yang berdiri di tengah harus menutup matanya, dengan ditutup kain, kemudian menjatuhkan diri secara bebas kea rah mana saja. Sementara itu teman-teman dalam kelompoknya melingkar dan harus bertanggungjawab atas keselamatan teman yang di tengah tadi, karena permainan ini bisa bisa akan memakan korban, maka jika yang di tenagh menjatuhkan diri kepadanya dia harus siap dan bertanggungjawab untuk menahan dan melemparkannya kepada teman yang lain. Begitu seterusnya, dan minta siapa yang di tengah bisa bicara dengan cara bergiliran .

5. Bercermin Langkahlangkah :

Minta setiap peserta untuk berpasangan, 1 orang menjadi bayangan di cermin dan 1 orang menjadi seseorang yang sedang berdandan di depan cermin. Bayangan harus mengikuti gerak gerik orang yang berdandan. Keduanya harus bekerja sama agar bisa bergerak secara kompak dengan kecepatan yang sama. Minta peserta untuk mendiskusikan apa pesan dalam permainan ini.

97. Permainan (Ice Breaking) Posted on July 25, 2009 by ketutsutawijaya


Ini adalah beberapa permainan untuk memecah kebekuaan suasana saat berada dalam pertemuan atau pelatihan. Ada banyak permainan lainnya, tapi yang berhasil saya tulis (di tengah kesibukan yang tinggi, cie..ileh.. :p) cuma 4 permainan ini. Permainan yang saya tulis di sini adalah permainan yang saya dapatkan selama proses mengikuti dan mengadakan pelatihan secara langsung, sehingga jika ada yang keberatan karena hak ciptanya tidak dituliskan di sini, saya minta maaf sekali. Permainan di bawah ini saya tuliskan secara singkat. Kalau ada waktu, mungkin akan saya tambahkan lagi 1. Perkenalan Perkenalan sebaiknya dibuat meriah dan menjadi kesan pertama yang tidak terlupakan. Banyak metode yang bisa digunakan untuk membuat suasana perkenalan menjadi menarik. Di sini dijelaskan cara berkenalan yang sedikit banyak berkaitan dengan kompetensi dasar yang harus dimiliki semua orang yaitu menulis. Urutan prosesnya seperti di bawah ini: Mintalah setiap peserta untuk mengambil selember kertas dan sebuah balpoin Instruksikan pada peserta untuk membentuk lingkaran. Jika peserta jumlahnya sedikit posisinya adalah duduk melingkar, namun jika pesertanya banyak, lebih dari 15 orang, mintalah mereka berdiri dan membuat lingkarab besar.

Minta pada peserta untuk menulis nama panggilan (subyek) mereka di ujung kiri atas kertas yang dibawa. Ukuran tulisan sebaiknya tidak terlalu besar, sesuaikan dengan ukuran kertas dan balpoin yang digunakan. Lipat kertas sebanyak dua kali agar nama yang ditulis tidak terlihat. Besar lipatan sesuaikan dengan besar tulisan, tidak terlalu besar atau tidak terlalu kecil. Lakukan pengacakan. Kertas tersebut diputar ke kanan atau ke kiri dalam lingkaran tersebut sampai si pemilik kertas tidak memegang kertas miliknya lagi, namun memegang kertas milik orang lain. Mintalah peserta menulis kata predikat di kertas yang dipegangnya. Usahakan tidak menulis di bagian lipatan namun di bawah lipatan, agar kalau kertas dibuka tulisan-tulisan yang sudah dibuat berada di halaman yang sama atau tidak berada di halaman depan dan belakang. Kata predikat yang ditulis bebas, namun jika ingin membuat suasana menjadi meriah pikirkanlah jenis-jenis predikat yang harus ditulis peserta agar nantinya dapat membentuk kalimat yang lucu. Setelah selesai menulis kata predikat, lipat lagi dan lakukan pengacakan lagi. Minta peserta munulis kata obyek. Kata obyek yang ditulis juga bebas. Bisa berupa benda-benda yang ada di sekitar atau anggota badan. Kemudian lipat dan acak lagi. Terakhir minta peserta menulis kata keterangan tempat dan kata keterangan waktu. Setelah selesai, kertas tersebut dilipat menjadi gulungan kecil. Instruksikan pada peserta untuk menyerahkan gulungan kertas kecil yang dipegangnya ke teman sebelah kirinya. Lakukan terus dengan kecepatan yang terus ditingkatkan. Saling oper akan terjadi dengan cepat dan koordinasi mulai kacau karena saking cepatnya. Teriakan kata stop! untuk memberhentikan putaran kertas-kertas yang terjadi dan sekaligus mengagetkan peserta yang sedang asik saling lempar kertas. Bagi peserta yang memegang dua kertas atau tidak memegang kertas adalah peserta yang bersalah dan harus dihukum dengan membaca pertama kertas yang dipegangnya. Contoh kalimat yang dibaca seperti ini: Adi menyium bokong di pasar pada pagi hari. Perkenalan telah dimulai dengan Adi. Lanjutan seterusnya dengan kertas-kertas yang lain. Output dari sesi ini adalah mengingatkan kembali pada peserta tentang hukum SPOK yang harus dipatuhi untuk melakukan penulisan. Output lainnya adalah menyegarkan suasana ketika bekenalan satu dengan yang lain. 2. Perkenalan dan Membangun Rasa Optimis Buatlah lingkaran. Peserta diminta untuk mengambil 2 lembar kertas A4. kertas tersebut di tempel di punggung teman di sebelah kanannya. Setiap peserta membawa satu spidol. Tanyakan pada teman yang ada di sebelah kanan tersebut tentang nama panggilannya. Tulislah menurun nama panggilan tersebut di kertas yang tertempel di punggung si pemilik nama (teman yang ada di kanan). Lakukanlah permainan angin bertiup untuk mengacak peserta. Sebelumnya, fasilitator menyiapkan tempat-tempat hinggap dari masing-masing peserta. Katakan angin bertiup ke arah orang yang memakai kacamata. Lakukan sampai teracak. Minta peserta untuk mengamati satu sama lain selama proses berlangsung. Lakukan 1 menit. Kemudian, peserta secara acak menuliskan kesan yang ada pada TEMAN BARU-nya dengan cara menuliskan kesan tersebut sesuai nama yang tertempel di punggung. Fasilitator menyiapkan contoh isian kertas. Contohnya:

B = Baik U = Udik D = Diam dan pemalu I = Idaman Minta peserta untuk membuat sekreatif mungkin. Setelah itu menulis di punggung masing-masing orang, kembali ke lingkaran. Fasilitator menerangkan tentang Inbound. Inbound adalah cara melihat ke dalam diri sendiri, kita berkenalan dengan diri sendiri. Bagikan kertas kepada peserta untuk menuliskan Satu Kata saja yang dapat mewakili karakter dirinya sendiri. Mintalah peserta untuk merenung memikirkan tentang karakter diri atau siapa kita sebenarnya. Setelah selesai, bandingkan dengan kesan oleh orang lain melalui tulisan yang dibuat di punggung. Apakah ada kesamaan? Ajak peserta diskusi selama 2 menit. Setelah melakukan inbound, sekarang minta peserta untuk melihat ke sekeliling di dalam kelas. Melihat semuanya. Tetap berdiri membentuk lingkaran. Tanyakan: ruangan apa ini?, kenapa kita ada di sini?. Ulangi dua kali pertanyaan ini. tidak ada diskusi pada sesi ini. pertanyaan tidak perlu dijawab secara verbal, cukup dalam hati masing-masing. Kemudian, tanyakan lagi: apakah anda semua memiliki optimisme terhadap apa yang akan kita lakukan ini? seberapa besar optimisme itu? (gunakan skala 10 untuk mengukur optimisme ini). apa yang anda harapkan dari forum ini? Minta peserta untuk merenung 1 menit, kemudian bagikan kertas HVS dan spidol dan mintalah mereka menulis tentang apa yang dipikirkan tersebut. Tulis dengan huruf kapital dan berukuran besar. Terangkan juga untuk menggunakan peraturan menulis harus huruf kapital. Tidak boleh lebih dari 7 kata. Gunakan SPOK. Tulis dengan ukuran yang besar yang bisa dibaca dari arah mana saja dalam ruangan. Tempel kertas-kertas yang sudah ditulis dan bacalah bersama. 3. Adu Panjang Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok yang maisng-masing kelompok terdiri dari 5 6 orang. Setiap orang berbaris dalam masing-masing kelompok, berderet satu baris dari depan ke belakang. Setelah itu, instruksikan pada semua peserta untuk berlomba untuk membentuk barisan yang paling panjang. Barisan tidak boleh terputus, satu sama lain harus saling berhubungan. Kuncinya adalah peserta boleh menggunakan apa saja, khususnya barang-barang yang melekat di badannya untuk membentuk barisan yang terpanjang. Tapi kunci ini jangan diungkapkan ke peserta. Cukup instruksikan: Berlombalah untuk membuat barisan terpanjang. Biarkan para peserta berkreativitas sendiri.

Kemudian, ajak peserta untuk berdiskusi apa yang terjadi saat proses beradu panjang berlangsung, kenapa hal itu terjadi. 4. Mencari benda berharga Mintalah peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran. Instruksikan peserta untuk memikirkan benda apa yang paling berharga yang ada pada dirinya. Ajak semua peserta untuk meyakini bahwa yang dimilikinya tersebut adalah benda yang paling berharga dan harus dilindungi sebisa mungkin. Jangan biarkan peserta lainnya tahu tentan benda berharga kita itu, rahasiakan. Cukup kita sendiri yang tahu. Setelah itu, para peserta diminta untuk memikirkan di mana tempat untuk menyembunyikan benda berharga tersebut. Setelah ada ide tempat menyembunyikan langsung dengan cepat sembunyikan dan jaga hanya kita saja yang tahu tempat persembunyian itu. Semuanya rahasia. Bebaskan peserta untuk menyembunyikan barang berharga tersebut di mana saja asal tersembunyi. Kemudian, minta peserta untuk berkumpul kembali. Fasilitator kemudian membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 4 5 orang. Setelah kelompok terbentuk, minta mereka untuk membentuk lingkaran kecil namun masing-masing orang menghadap keluar, sehingga saling memunggungi. Lalu, minta mereka untuk saling menyilangkan tangannya satu sama lain. Silangan tangan harus kuat, tidak mudah lepas. Ada aturan dalam permainan itu, tidak boleh berkomunikasi dalam bentuk apapun. Semua orang harus menutup mulutnya rapat-rapat. Setelah mereka mengerti aturan ini, mintalah masing-masing kelompok kecil yang ada untuk berlomba. Lombanya adalah adu kecepatan mengumpulkan barangbarang berharga yang disembunyikan oleh masing-masing orang yang berada di masing-masing kelompok. Barang-barang yang disembunyikan tersebut tidak boleh diambil dengan tangan, karena tangan harus terus berpegangan, bersilangan, satu sama lain. Lingkaran harus tetap kuat. Terserah peserta untuk mengambil barang berharga miliknya dengan menggunakan apa saja. Akan terjadi tarik menarik dan gerak tidak tidak terkoordinasi antar peserta yang ada di kelompokkelompok. Mereka tidak berkomunikasi menyebabkan mereka harus mencari jalan lain untuk berkoordinasi agar menjadi tercepat dalam mengumpulkan barang. Barang yang tidak boleh diambil dengan tangan juga memaksa peserta untuk bekerjasama satu dengan yang lain. Pelajaran dari permainan ini adalah, pertama, komunikasi sangat penting untuk membangun koordinasi yang kuat. Kedua, kerjasama harus diutamakan karena mengambil barang tanpa tangan bukanlah hal yang mudah. 5. Percaya Teman Buatlah lingkaran-lingkaran kecil yang terdiri dari 5 6 orang. Dalam satu lingkaran ada satu orang berdiri di tengah lingkaran. Satu orang yang berdiri di tengah lingkaran tersebut menutup mata dan menyilangkan tangan di depan dada. Kemudian, orang berdiri di tengah lingkaran menjatuhkan diri dengan mata tertutup dan tangan dilipat di depan dada ke arah manapun. Menjatuhkan diri dengan bebas dan tidak kaku. Cara menjatuhkan badan adalah kaki tetap tidak berpindah, namun badan yang jatuh. Orang-orang yang berdiri mengelilinginya harus siap sedia menyangga tubuh orang yang jatuh ke arahnya. Lakukan bergantian. Setiap orang mendapatkan kesempatan untuk berdiri di tengah lingkaran dan menjatuhkan diri secara bebas.

Permainan ini dijamin menghilangkan kejenuhan dan rasa ngantuk. Tapi yang paling penting dari permainan ini adalah membangun rasa kepercayaan satu sama lain bahwa kita semua bisa saling melindungi. Fasilitator menanyakan pada semua peserta, apa yang dirasakan ketika menjatuhkan badan? Apakah ada perasaan takut atau sangat percaya dengan teman yang selalu siap melindungi?

98. ICE BREAKING


Teaching point : 1. Memahami pentingnya fungsi orang lain dalam kesuksesan kerja regu. 2. Memecah kebekuan (ice breaking) dengan saling bersentuhan fisik. 3. Memahami bahwa kekurangan anggota regu (terlalu gemuk atau terlalu kecil) bukan merupakan kendala untuk kinerja regu. 4. Perencanaan strategis. Lama permainan Perlengkapan Instruksi : 20 40 menit : Peluit : 1. Kegiatan di mulai dengan sepasang anggota regu duduk bertolak belakang di tanah dengan melipatkan kedua kaki ke arah dada. Kemudian mereka diminta untuk berdiri bersama dengan cara saling menekan punggung, tangan tidak usah berpegangan. 2. Setelah sukses dengan cara yang pertama, sepasang peserta diminta duduk berhadapan, ujung kaki diletakkan saling bersentuhan dengan kaki masing-masing pasangan. Kemudian kedua tangan peserta saling berpegangan antar pasangan. Untuk berdiri peserta diminta menarik pegangan tangan. 3. Setelah sukses dengan cara kedua, jumlah anggota ditambah dari dua jadi empat, enam, delapan dan seterusnya. 4. Mereka dipersilakan mengatur strategi agar sama-sama bisa berdiri serempak. Debriefing 1. 2. 3. 4. : Teaching point yang dirasakan. Faktor penunjang keberhasilan. Perasaan setelah berhasil. Implikasi terhadap regu.