Anda di halaman 1dari 34

DEHIDRASI

Oleh : B 18 Ketua Sekretaris Nagusman Danil Radi Tri Hadrian Rahayu Ulfani Aprilia kartini Uthami Ulfah Vanessya Adekanov : Nanda Rizky Fathiya : Rachmah Kurniasari (1102009200) (1102009231) (1102009199) (1102009232) (1102009233) (1102009288) (1102009289) (1102009290)

UNIVERSITAS YARSI FAKULTAS KEDOKTERAN TAHUN PELAJARAN 2009-2010

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 1

Skenario 1 : DEHIDRASI

Seorang anak perempuan, umur 4 tahun, dibawa ke UGD RS karena mengalami mencret lebih sejak 3 hari sebelum ke RS, sehari lebih dari 10 kali, disertai dengan muntah dan kembung. Anak merasa haus dan jumlah kencingnya sedikit (tanda-tanda dehidrasi dan gangguan keseimbangan cairan). Sebelum dibawa ke rumah sakit, ibunya telah memberikan larutan gula garam dengan konsentrasi larutan dan cairan yang sesuai, berupa larutan padat cair. Sebagai seorang muslim, ibu penderita diwajibkan memenuhi hak dalam perawatan anak berupa segera membawa ke rumah sakit bila diare tidak berhenti dan memberi anaknya minuman sesuai dengan etika minum dalam islam. Di RS, penderita segera diberikan infus cairan kristaloid (elektrolit). Hasil pemeriksaan labolatorium menunjukkan : Kadar Natrium : 130 mEq/l, Kalium : 2,0 mEq/l, Klorida : 95 mEq/l.

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 2

Step 1 Define Learning Objectives


1.

TIK. Memahami larutan dan cairan TIU. 1.1. Menjelaskan pengertian larutan dan cairan 1.2. Menjelaskan Klasifikasi larutan dan cairan 1.3. Menjelaskan fungsi larutan dan cairan

2. TIK. Memahami larutan padat cairan

TIU.

2.1. Menjelaskan pengertian larutan padat cair 2.2. Menjelaskan sifat-sifat larutan padat cair 2.3.Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan pada larutan padat-cair

3.

TIK. Memahami keseimbangan cairan tubuh TIU. 3.1. Menjelaskan berbagai kompartemen cairan tubuh 3.2. Menjelaskan persentase kompartemen tubuh berdasarkan umur dan gender 3.3. Menjelaskan perbedaan susunan cairan kompartemen tubuh 3.4.Menjelaskan intake dan output cairan tubuh 3.5. Menjelaskan faktor-faktor keseimbangan cairan tubuh TIK. Memahami tentang gangguan keseimbangan cairan tubuh (dehidrasi) TIU. 4.1. Menjelaskan pengertian dehidrasi 4.2. Menjelaskan dan memahami macam-macam dehidrasi 4.3. Menjelaskan faktor yang menyebabkan dehidrasi 4.4. Menjelaskan gejala-gejala dehidrasi TIK. Memahami dan menjelaskan dehidrasi yang terjadi pada anak TIU. 5.1. Faktor-faktor yang menyebabkan dehidrasi pada anak 5.2. Gejala dehidrasi yang terjadi pada anak 5.3.Penanganan dehidarasi pada anak TIK. Memahami mengenai mineral : Natrium (Na), Kalium (K), dan Klorida (Cl) TIU. 6.1.Menjelaskan sumber-sumber dan kebutuhan mineral : Natrium (Na), Kalium (K), Klorida (Cl) dan Kalsium (Ca) 6.2.Menjelaskan peranan mineral Natrium (Na), Kalium (K), Klorida (Cl) dan Kalsium (Ca) sebagai ko-faktor dalam reaksi enzim 6.3.Menjelaskan penyakit bila kelebihan dan kekurangan mineral (Na, K, Cl) dalam tubuh 6.4.Menjelaskan absorbsi, transport, distribusi, sekresi mineral : Natrium (Na), Kalium (K), Klorida (Cl) dan Kalsium (Ca) TIK. Memahami mengenai gangguan keseimbangan elektrolit (Na, K) dalam tubuh TIU. 7.1. Memahami dan menjelaskan gangguan keseimbangan Natrium (Na) 7.2. Memahami dan menjelaskan gangguan keseimbangan Kalium (K)

4.

5.

6.

7.

8.

TIK. Memahami tentang etika minum dalam islam TIU. 8.1. Menjelaskan tata cara etika minum dalam islam.

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 3

Step 2 Information Gathering and Private Study

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 4

Step 3 Share The Result on Information Gathering and Private Study

1. TIK. Memahami larutan dan cairan

1.1. Menjelaskan pengertian larutan dan cairan Definisi Larutan Larutan adalah campuran yang homogen dari dua atau lebih macam zat yang terdiri dari solute ( zat terlarut) dan solvent ( zat pelarut) Secara teoritis bedasarkan definisi larutan maka ada sembilan kemungkinan macam larutan : a.Bila solven : suatu cairan Solute : gas, zat padat atau cairan lain b.Bila solven : zat padat Solute : gas, cairan, atau zat padat lain c.Bila solven : gas Solute : cairan, zat padat atau gas lain Definisi cairan Cairan : bahan yang langsung mengalir secara alamiah, bukan padat atau gas. 1.2. Menjelaskan Klasifikasi larutan dan cairan Macam-macam larutan Berdasarkan kepekatan :
Larutan encer Larutan pekat

: Larutan yang mengandung relatif sedikit solute (zat yang dilarutkan) dalam larutan : Larutan yang mengandung banyak solute(zat yang dilarutkan) dalam larutan : Larutan dimana ada keseimbangan antara solute padat dan solute dalam larutan : Larutan yang mengandung jumlah solute yang kurang dari larutan jenuh

Larutan jenuh Larutan tak jenuh

Berdasarkan daya hantar listrik:


1. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, dibedakan

atas :

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 5

a. Elektrolit Kuat Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang kuat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (alpha = 1) a. Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. b. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. c. Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain b. Elektrolit Lemah Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar: 0 < alpha < 1 a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain 2. Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak berion). a. b. c.
d.

Tergolong ke dalam jenis ini misalnya: Larutan urea Larutan sukrosa Larutan glukosa Larutan alkohol, dsb Berdasarkan kemampuan menyerap :

Larutan ideal yaitu larutan yang memenuhi Hukum Roult. Pada larutan ideal tidak terjadi penyerapan atau pelepasan kalor pada saat pencampuran larutan Larutan tak ideal yaitu larutan yang tidak memenuhi hukum Roult. Larutan tak ideal ini dapat dibagi dua yaitu: a. Larutan yang mengalami pelepasan kalor pada saat pencampuran sehingga merupakan larutan yang mengalami penyimpangan positif dari hukum Roult b. Larutan yang mengalami penyerapan kalor pada saat pencampuran yang menghasilkan penyimpangan negatif dari hukum Roult. Berdasarkan wujud / fasanya Solvent No 1 2 3 Fasa Cair Cair Cair Contoh Air Aseton Air Fasa Cair Gas Padat : Solut Contoh Alkohol Asetilen Garam Spiritus Zat untuk las Larutan garam
Page 6

Larutan

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

4 5 6 7 8 9

Padat Padat Padat Gas Gas Gas

Pd Cd Au O2 Udara O2

Gas Cair Padat Gas Cair Padat

H2 Hg Ag He Minyak wangi naftalen

Gas oven Amalgam gigi Sinsin Gas untuk menyelam Spray Kamfer

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 7

Macam-macam cairan
a.

Cairan Intrasel : Cairan yang terdapat didalam sel tubuh manusia.Volumenya lebih kurang 33% berat badan (60% air tubuh total). Kandungan air intrasel lebih banyak dibanding ekstrasel. Contoh : kalium sebagai kation utama, fosfat sebagai anion

b. Cairan Ekstrasel

: Cairan yang terdapat diluar sel tubuh. Cairan ekstrasel terdiri :

Cairan intersisium atau cairan antar-sel, yang berada diantara sel-sel. Cairan intravaskuler, yang berada dalam pembuluh darah yang merupakan bagian air dari plasma darah. Cairan transeluler, yang berada dalam rongga-rongga khusus, misalnya cairan otak (likuor serebrospinal), bola mata, sendi. Cairan ekstrasel berperan sebagai: - Pengantar semua keperluan sel (nutrient,oksigen,berbagai ion, dan regulator hormon)
- Pengangkut C

, sisa metabolisme, bahan toksik atau bahan yang telah mengalami detoksifikasi dari sekitar lingkungan sel. Contoh : Na sebagai kation, klorida sebagai anion

1.3. Menjelaskan fungsi larutan dan cairan Fungsi Larutan : Secara umum larutan berfungsi untuk membentuk suatu zat baru antara solut(zat yang dilarutkan) dan solvent(zat pelarut)

Fungsi Cairan : a. Mengatur suhu tubuh Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik. b. Melancarkan peredaran darah Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh. Proses tersebut akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung. c. Membuang racun dan sisa makanan
Ske 1 : DEHIDRASI-B.18 Page 8

Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air seni, dan pernafasan. d. Kulit Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh.

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 9

e. Pencernaan Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar. f. Pernafasan Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas ke kaca, maka akan terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca. g. Sendi dan otot Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu, perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko kejang otot dan kelelahan. h. Pemulihan penyakit Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang.
2. TIK. Memahami larutan padat cairan

2.1. Menjelaskan pengertian larutan padat cair Larutan padat cair adalah campuran heterogen antara padat dan cair. 2.2. Menjelaskan sifat-sifat larutan padat cair
a. Senyawa yang terdiri dari kation berikut umumnya mudah larut dalam air, yaitu :

Li+, Na+, K+, NH4+


b. Senyawa yang terdiri dari anion berikut umumnya mudah larut dalam air, yaitu :

NO3-, ClO3-, CH3COO-, Cl-, Br-, I- (kecuali dengan Ag+, Pb+2, Hg+22, SO4= ( kecuali dengan Pb+2,Sr+2,dan Ba+2)
c. Semua senyawa yang tidak terdiri dari ion-ion pada I dan II umumnya sulit

larut/tidak larut dalam air.


2.3.Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan pada larutan padat-

cair Faktor faktornya : 1. Sifat dari solute dan solvent Solute yang polar akan larut dalam solvent yang polar pula. Misalnya garam-garam anorganik larut dalam air. Solute yang nonpolar larut dalam

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 10

solvent yang nonpoar pula. Misalnya alkaloid basa (umumnya senyawa organik) larut dalam kloroform. 2. Cosolvensi Cosolvensi adalah peristiwa kenaikan kelarutan suatu zat karena adanya penambahan pelarut lain atau modifikasi pelarut. Misalnya luminal tidak larut dalam air, tetapi larut dalam campuran air dan gliserin atau solutio petit. 3. Temperatur - Zat padat umumnya bertambah larut bila suhunya dinaikkan, zat padat tersebut dikatakan bersifat endoterm, karena pada proses kelarutannya membutuhkan panas. - Beberapa zat yang lain justru kenaikan temperatur menyebabkan tidak larut, zat tersebut dikatakan bersifat eksoterm, karena pada proses kelarutannya menghasilkan panas. Contoh : KOH dan K2SO4 Berdasarkan pengaruh ini maka beberapa sediaan farmasi tidak boleh dipanaskan, misalnya : a. Zat-zat yang atsiri, Contohnya : Etanol dan minyak atsiri. b. Zat yang terurai, misalnya : natrium karbonas. c. Saturatio d. Senyawa-senyawa kalsium, misalnya : Aqua calsis. 4. Pengaruh tekanan pada kelarutan Perubahan tekanan pengaruhnya kecil terhadap kelarutan zat padat dan cair. Menurut hukum Henry (William Henry: 1774-1836) massa gas yang melarut dalam sejumlah tertentu cairan (pelarutnya) berbanding lurus dengan tekanan yang dilakukan oleh gas itu (tekanan partial), berada dalam kesetimbangan dengan larutan itu. Contohnya : kelarutan oksigen dalam air bertambah menjadi 5 kali jika tekanan partial-nya dinaikkan 5 kali. Hukum ini tidak berlaku untuk gas yang bereaksi dengan pelarut, misalnya HCl atau NH3 dalam air.

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 11

3. TIK. Memahami keseimbangan cairan tubuh

Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air dan zat terlarut. Komponen tunggal terbesar dari tubuh adalah air. Air adalah pelarut bagi semua zat terlarut dalam tubuh baik dalam bentuk suspensi maupun larutan. 3.1. Menjelaskan berbagai kompartemen cairan tubuh Seluruh cairan tubuh didistribusikan di antara dua kompartemen utama yaitu : 1. Cairan Intrasel Volume cairan intrasel sebesar 60% dari cairan tubuh total atau sebesar 36% dari berat badan orang dewasa. Persentase volume cairan intrasel pada anak-anak lebih sedikit dari pada orang dewasa. Kation yang penting di dalam cairan intrasel adalah Kalium dan anion utamanya adalah Pospat. Peranan cairan intrasel: Dalam proses replikasi Mempertahankan volume dan osmolalitas cairan ekstrasel

2. Cairan ekstrasel Volume cairan ekstrasel sebesar 40% dari cairan tubuh total atau sekitar 24% berat badan orang dewasa. Kation utama dalam cairan ekstrasel adalah Natrium sedangkan anion utamanya adalah klorida. Peranan cairan ekstrasel : Pengantar semua keperluan sel (nutrien, O2, regulator hormon) Pengangkut CO2, sisa metabolisme dan bahan toksik.

Cairan ekstrasel dibagi menjadi 3 kompartemen : Cairan interstitium : cairan yang berada di antara sel-sel sebesar 30% dari cairan tubuh total atau 18% dari berat badan orang dewasa. Cairan intravaskular : yang berada di dalam pembuluh darah sebesar 10% dari cairan tubuh total atau sekitar 6% dari berat badan orang dewasa Cairan transelular : yang berada di dalam rongga-rongga khusus seperti caran otak, cairan sendir dan cairan gastriontestinal.

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 12

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 13

3.2. Menjelaskan persentase kompartemen tubuh berdasarkan umur dan gender Presentase dari berat air dibanding dengan berat badan total disebut Air Tubuh Total ( TBW, total body water), bervariasi menurut : 1. umur, 2. jenis kelamin, 3. dan kandungan lemak tubuh. Air membentuk sekitar 60% dari berat badan seorang pria dewasa dan sekitar 50% dari berat badat seorang wanita. Jaringan otot memiliki kandungan air paling tinggi dibandingkan jaringan lemak, oleh karena itu orang gemuk mempunyai TBW relatif kecil dari berat badannya dibandingkan dengan orang kurus. a. Pada bayi baru lahir komponen air sekitar 75% dari beret badan totalnya. b. Pada pria dewasa kira-kira 40% berat badannya Proporsi Cairan Berdasarkan Usia Jenis Bayi Baru Lahir Cairan 40 % Intraseluler Cairan Ekstraseluler Plasma 5% (Intravaskuler) Interstitial 35 % Total Cairan 80 % Usia 3 bulan 40 % 5% 25 % 70 % Dewasa 40 % 5% 15 % 60 % Lansia 27 % 7% 18 % 52 %

3.3. Menjelaskan perbedaan susunan cairan kompartemen tubuh 1. Kation Kation utama dalam cairan ekstraselular : sodium (Na+), sedangkan kation utama dalam cairan intraselular : potassium (K+). Suatu sistem pompa terdapat di dinding sel tubuh yang memompa keluar sodium dan potassium ini. 2. Anion Anion utama dalam cairan ekstraselular : klorida (Cl-) dan bikarbonat (HCO3-), sedangkan anion utama dalam cairan intraselular : ion fosfat (PO43-).
- Kation utama pada cairan ekstraseluler : natrium ( Na ), dan anio-anion utama

klorida ( Cl ) dan bikarbonat ( HCO3 ) konsentrasi dari elektrolit-elektrolit ini rendah dalam cairan intraseluler. - Kation utama pada cairan intraseluler adalah kalium ( K ),dan anion utama adalah fosfat ( HPO4 ), konsentrasi elektron-elektron ini rendah dalam cairan ekstraseluler. Ion natruim dalan cairan ekstraseluler memegang peranan penting dalam mengendalikan volume cairan tubuh total, sedangkan kalium dalam cairan intraseluler penting dalam mengendalikan volume sel.
Ske 1 : DEHIDRASI-B.18 Page 14

3.4 Menjelaskan intake dan output cairan tubuh Intake (Range) AIR (ml) Air minum = 1600 Air dalam makanan = 700 Air hasil oksidasi = 300 TOTAL = 2500 Output (range) 1.Urine 2.Feces 3.Kulit 4.Paru-paru TOTAL = 1500 = 200 = 500 = 300 = 2500

3.5 Menjelaskan faktor-faktor keseimbangan cairan tubuh 1. Usia Asupan cairan individu bervariasi berdasarkan usia. Dalam hal ini, usia Berpengaruh terhadap : a. proporsi tubuh, b. luas permukaan tubuh, c. kebutuhan metabolik, d. serta berat badan.

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 15

- Bayi dan anak pada masa pertunbuhan memiliki proporsi cairan tubuh

banyak dibandingkan orang dewasa. Karenanya, jumlah cairan yang diperlukan dan jumlah cairan yang hilang juga lebih besar dibandingkan orang dewasa. - Besarnya kebutuhan cairan pada bayi dan anak-anak juga dipengaruhi oleh laju metabolik yang tinggi serta kondisi ginjal mereka yang belu matur dibandingkan ginjal orang dewasa. - Kehilangan cairan dapat terjadi akibat pengeluaran cairan yang besar dari kulit dan pernapasan. Pada individu lansia, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit sering disebabkan oleh masalahjantung atau gangguan ginjal 2. Aktivitas Aktivitas hidup seseorang sangat berpengaruh terhadap kebutuhan cairan dan elektrolit. Aktivitas menyebabkan peningkatan proses metabolisme dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan penigkatan haluaran cairan melalui keringat. Dengan demikian, jumlah cairan yang dibutuhkan juga meningkat. Selain itu, kehilangan cairan yang tidak disadari (insensible water loss) juga mengalami peningkatan laju pernapasan dan aktivasi kelenjar keringat. 3. Iklim - Normalnya, individu yang tinggal di lingkungan yang iklimnya tidak terlalu panas tidak akan mengalami pengeluaran cairan yang ekstrem melalui kulit dan pernapasan. Dalam situasi ini, cairan yang keluar umumnya tidak dapat disadari (insensible water loss, IWL). - Besarnya IWL dipengaruhi : a. suhu lingkungan Individu yang tinggal di lingkungan yang bertsuhu tinggi atau di dearah dengan kelembapan yang rendah akan lebih sering mengalami kehilangan cairan dan elektrolit. Umumnya, akan kehilangan cairan sebanyak 700 ml/jam Orang yang bekerja berat di lingkungan yang bersuhu tinggi,mereka dapat kehilangan cairan sebanyak lima liter sehari melalui keringat. sedangkan orang yang tidak biasa berada di lingkungan panas dapat kehilangan cairan hingga dua liter per jam. b. Tingkat metabolisme, c. Usia. 4. Diet Diet seseorang berpengaruh juga terhadap asupan cairan dan elektrolit. Jika asupan makenan tidak seimbang, tubuh berusaha memecah simpanan protein dengan terlebih dahulu memecah simpanan lemak dan glikogen. Kondisi ini menyebabkan penurunan kadar albumin. 5. Stress Kondisi stress berpengaruh pada kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh. Saat stress, tubuh mengalami peningkatan metabolism seluler, peningkatan konsentrasi glukosa darah, dan glikolisis otot. Mekanisme ini mengakibatkan retensi air dan natrium. Disamping itu, stress juga menyebabkan peningkatan produksi hormone anti deuritik yang dapat mengurangi produksi urine.
Ske 1 : DEHIDRASI-B.18 Page 16

6. Penyakit Trauma pada jaringan dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit dari sel atau jaringan yang rusak (mis. Luka robek, atau luka bakar). Pasien yang menderita diare mengalami peningkatan kebutuhan cairan akibat kehilangan cairan melalui saluran gastro intestinal. Gangguan jantung dan ginjal juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Saat aliran darah ke ginjal menurun karena kemampuan pompa jantung menurun, tubuh akan melakukan penimbunan cairan dan natrium sehingga terjadi retensi cairan dan kelebihan beban cairan (hipervelomia). Lebih lajut, kondisi ini dapat menyebabkan edema paru. Urine dikeluarkan dalam jumlah yang cukup untuk menyeimbangkan cairan dan elektrolit serta kadar asam dan basa dalam tubuh. Apabila asupan cairan banyak, ginjal akan memfiltrasi cairan lebih banyak dan menahan ADH sehingga produksi urine akan meningkat. Sebaliknya, dalam keadaan kekurangan cairan, ginjal akan menurunkan produksi urine dengan berbagi cara. Peningkatan reabsorpsi tubulus, retensi natrium dan pelepasan renin. Apabila ginjal mengalami kerusakan, kemampuan ginjal untuk melakukan regulasi akan menurun. Karenanya, saat terjadi gangguan ginjal (mis, gagal ginjal) individu dapat mengalami oliguria (produksi urine kurang dari 400 ml/ 24 jam) sehingga anuria (produksi urine kurang dari 200 ml/ 24 jam) 7. Tindakan Medis Beberapa tindakan medis menimbulkan efek sekunder terhadap kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh. Tindakan pengisapan cairan lambung dapa menyebabkan penurunan kadar kalsium dan kalium. 8. Pengobatan Penggunaan beberapa obat seperti Diuretik maupun laksatif secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kehilangan cairan dalam tubuh. Akibatnya, terjadi defist cairan tubuh. Selain itu, penggunaan diuretik menyebabkan kehilangan natrium sehingga kadar kalium akan meningkat. Penggunaan kortikostreroid dapat pula menyebabkan retensi natrium dan air dalam tubuh. 9. Pembedahan Pasien yang menjalani pembedahan beresiko tinggi mengalami ketidakseimbangan cairan. Beberapa pasien dapat kehilangan banyak darah selama perode operasi, sedangkan beberapa pasien lainya mengalami kelebihan beban cairan akibat asupan cairan berlebih melalui intravena selama pembedahan atau sekresi hormon ADH selama masa stress akibat obat- obat anastesia. 10. Sel-sel lemak Semakin banyak tubuh mengandung lemak maka semakin berkurang kandungan air dalam tubuh.
4. TIK. Memahami tentang gangguan keseimbangan cairan tubuh (dehidrasi)

4.1. Menjelaskan pengertian dehidrasi


Ske 1 : DEHIDRASI-B.18 Page 17

Dehidrasi merupakan keadaan dalam berkurangnya volume air tanpa elektrolit (natrium) atau berkurangnya air jauh melebihi berkurangnya natrium dari ekstrasel. Hal ini terjadi natrium dari ekstrasel tinggi lalu cairan di intrasel masuk ke ekstrasel. Dehidrasi ini menyebabkan berkurangnya 60% cairan intasel dan 40% cairan ekstrasel. Keadaan ini terjadi bila cairan yang keluar dari tubuh melebihi cairan yang masuk. 4.2. Menjelaskan dan memahami macam-macam dehidrasi Pembagian dehidrasi berdasarkan tonisitas dan kadar natriumnya: 1. Dehidrasi isotonik Dehidrasi ini tidak menyebabkan terjadi perubahan konsentrasi elektrolit darah. Hal ini terjadi bila kadar natrium dalam plasma 130-150 mEq/l. 2. Dehidrasi hipotonik Dehidrasi ini terjadi bila konsentasi elektrolit darah menurun. Hal ini terjadi bila kadar natrium dalam plasma kurang dari 130 mEq/l. Dehidrasi jenis ini juga disebut sebagai dehidrasi hiponatremia. 3. Dehidrasi hipertonik Dehidrasi ini terjadi bila konsentasi elektrolit darah naik, biasanya disertai dengan rasa haus dan gejala neorologi. Hal ini terjadi bila kadar natrium dalam plasma lebih dari 150 mEq/l . dehidrasi jenis ini juga disebut sebagai dehidrasi hipernatremia. Dehidrasi juga dibagi berdasarkan derajatnya, yaitu : 1. Dehidrasi ringan Dehidrasi ini terjadi bila tubuh kehilangan cairan mencapai 5% berat badan. 2. Dehidrasi sedang Dehidrasi ini terjadi bila tubuh kehilangan cairan diantara 5-10% berat badan. 3. Dehidrasi berat Dehidrasi ini terjadi bila tubuh kehilangan cairan lebih dari 10% berat badan. Untuk mempertahankan volume plasma, tubuh akan menggunakan cairan intrasel dan intrasisial, sehingga terjadi dehidrasi intersel. Oleh karena itu rehidrasi baru dianggap lengkap bila baik cairan ekstrasel maupun cairan intrasel dan intersisial sudah kembali normal. Kehilangan cairan berlebih dapat terjadi melalui : 1. Kulit, misalnya banyak berkeringat pada udara panas, demam, luka bakar, dan sebagainya. 2. Traktus digestivus, misalnya melalui muntah-muntah, diare, fistel,dan lain-lain. 3. Traktur urinarius, misalnya diabetes insipidus, diabetes melitus. 4. Paru-paru, misalnya hiperventilasi 5. Pembuluh darah, misalnya pendarahan.
Ske 1 : DEHIDRASI-B.18 Page 18

4.3. Menjelaskan faktor yang menyebabkan dehidrasi Aktivitas Orang yang banyak aktivitasnya lebih banyak mengeluarkan cairan tubuh melalui keringat dari pada orang yang tidak beraktivitas.

Diare. Diare merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah besar. Di seluruh dunia, 4 juta anak anak mati setiap tahun karena dehidrasi akibat diare. Usia . Semakin tua usianya, kerja organ semakin menurun

Muntah.Muntah sering menyebabkan dehidrasi karena sangat sulit untuk menggantikan cairan yang keluar dengan cara minum. Berkeringat. Tubuh kehilangan banyak cairan saat berkeringat. Kondisi lingkungan yang panas akan menyebabkan tubuh berusaha mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat. Bila keadaan ini berlangsung lama sementara pemasukan cairan kurang maka tubuh dapat jatuh ke dalam kondisi dehidrasi. Diabetes. Peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes atau kencing manis akan menyebabkan banyak gula dan air yang dikeluarkan melalui kencing sehingga penderita diabetes akan mengeluh sering kebelakang untuk kencing. Luka bakar. Penderita luka bakar dapat mengalami dehidrasi akibat keluarnya cairan berlebihan pada pada kulit yang rusak oleh luka bakar. Kesulitan minum. Orang yang mengalami kesulitan minum oleh karena suatu sebab rentan untuk jatuh ke kondisi dehidrasi.

Gastroenteritis. Ini adalah penyebab paling umum dehidrasi. Jika disertai muntah dan diare, dehidrasi akan semakin mudah terjadi. Stomatitis. Nyeri dapat membatasi asupan oral. Diabetic ketoasidosis (DKA). Dehidrasi ini disebabkan oleh diuresis osmotik. Penurunan berat badan disebabkan oleh kehilangan cairan yang berlebihan dan katabolisme jaringan. Rehidrasi cepat, dapat menimbulkan hasil neurologis yang buruk. DKA sangat spesifik dan memerlukan perawatan yang intensif. Demam penyakit. Demam mengakibatkan peningkatan insensible loss water dan dapat mempengaruhi nafsu makan. Pharyngitis. Ini dapat mengurangi asupan oral.

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 19

Congenital adrenal hiperplasia. berhubungan dengan hipoglikemia, hipotensi, hiperkalemia, dan hiponatremia. Heat stroke. Hyperpyrexia, kulit kering, dan perubahan status mental dapat terjadi. Cystic Fibrosis. mengakibatkan kerugian natrium dan klorida keringat, menempatkan pasien pada risiko hiponatremia, hipokloremia dan dehidrasi parah. Diabetes insipidus. output urin yang berlebihan yang sangat encer dapat mengakibatkan kerugian besar air bebas dan hipernatremia.

Tirotoksikosis. Berat badan yang diamati, meskipun nafsu makan meningkat. Diare terjadi

Respon awal tubuh terhadap dehidrasi antara lain : 1. Rasa haus untuk meningkatkan pemasukan cairan yang diikuti dengan 2. Penurunan produksi kencing untuk mengurangi seminimal mungkin cairan yang keluar. Air seni akan tampak lebih pekat dan berwarna gelap. Jika kondisi awal ini tidak tertanggulangi maka tubuh akan masuk ke kondisi selanjutnya yaitu : 1. Mulut kering. 2. Berkurangnya air mata. 3. Berkurangnya keringat. 4. Kekakuan otot. 5. Mual dan muntah. 6. Kepala terasa ringan terutama saat berdiri. Selanjutnya tubuh dapat jatuh ke kondisi dehidrasi berat yang gejalanya berupa gelisah dan lemah lalu koma dan kegagalan multi organ. Bila ini terjadi maka akan sangat sulit untuk menyembuhkan dan dapat berakibat fatal. Mengobati dehidrasi Prinsip utama pengobatan dehidrasi adalah penggantian cairan. Penggantian cairan ini dapat berupa banyak minum, bila minum gagal maka dilakukan pemasukan cairan melalui infus. Tapi yang utama disini adalah penggantian cairan sedapat mungkin dari minuman. Keputusan menggunakan cairan infus sangat terggantung dari kondisi pasien berdasarkan pemeriksaan dokter. Keberhasilan penanganan dehidrasi dapat dilihat dari produksi kencing. Penggunaan obat obatan diperlukan untuk mengobati penyakit penyakit yang merupakan penyebab dari dehidrasi seperti diare, muntah dan lain lain. Dehidrasi dapat dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut : 1. Lingkungan. Dehidrasi yang disebabkan oleh faktor lingkungan sangat mungkin untuk dilakukan pencegahan. Jika memungkinkan, aturlah jadwal kegiatan atau aktifitas fisik yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Jangan melakukan aktifitas berlebihan pada siang hari. 2. Olahraga. Orang yang berolah raga pada kondisi cuaca yang panas harus minum lebih banyak cairan. 3. Umur. Umur muda dan tua sama beresikonya untuk mengalami dehidrasi.

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 20

Dehidrasi bukan kondisi yang tidak dapat dicegah namun bila terjadi dan tertangani dengan baik maka kondisi yang tidak diinginkan bisa dihindari. 4.4. Menjelaskan gejala-gejala dehidrasi Tanda dan Gejala Dehidrasi Dehidrasi Ringan Sedang Kehilangan berat 3-5 6-9 badan (%) Kondisi umum Haus, sadar, Haus, sadar, gelisah hipotensi postural Dehidrasi Berat 10 atau lebih

Biasanya sadar; ektremitas dingin, lembab, sianotik, kulit jari tangan dan kaki berkerut; kejang otot Nadi radial Kecepatan dan Cepat dan lemah Cepat, sangat lemah,kadang tekanan normal tidak teraba Respirasi Normal Dalam, mungkin Dalam dan cepat cepat Fontanella anterior Normal Cekung Sangat cekung Tekanan darah Normal Normal atau Rendah, mungkin tidak sistolik rendah: hipotensi terukur ortostatik Elastisitas kulit Cubitan segera Cubitan kembali Cubitan tidak segera kembali kembali perlahan Mata Normal Cekung Sangat cekung Air mata Ada Tidak ada atau Tidak ada berkurang Keluaran kencing Normal Jumlah berkurang Anuria/oliguria berat dan pekat Gejala dehidrasi pada usia lanjut Gejala klasik dehidrasi seperti rasa haus, lidah kering, penurunan turgor dan mata cekung sering tidak jelas. Gejala klinis paling spesifik yang dapat dievaluasi adalah penurunan berat badan akut lebih dari 3%. Tanda klinis obyektif lainya yang dapat membantu mengindentifikasi kondisi dehidrasi adalah hipotensi ortostatik. Berdasarkan studi di Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUIRSCM : a. Ditemukan aksila lembab/basah, b. Suhu tubuh meningkat dari suhu basal, c. Diuresis berkurang, d. Berat jenis (bj) urin lebih dari atau sama dengan 1,019 (tanpa adanya glukosuria dan proteinuria), e. Rasio blood urea nitrogen/kreatinin lebih dari atau sama dengan 16,9 (tanpa adanya perdarahan aktif saluran cerna) maka kemungkinan terdapat dehidrasi pada usia lanjut adalah 81%. Kriteria ini dapat dipakai dengan syarat: tidak menggunakan obat obat sitostatik, tidak ada perdarahan saluran cerna, dan tidak ada kondisi overload (gagal jantung kongensif, sirosis hepatis dengan hipertensi portal, penyakit ginjal kronik stadium terminal, sindrom nefrotik).
5. TIK. Memahami dan Menjelaskan Dehidrasi pada Anak Ske 1 : DEHIDRASI-B.18 Page 21

Dehidrasi adalah keadaan dimana berkurangnya volume air tanpa elektrolit (natrium) atau berkurangnya air jauh melebihi berkurangnya natrium dari cairan ekstrasel. Dibandingkan orang dewasa, bayi dan balita lebih rentan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar air dalam tubuh ,tingginya metabolisme dan imaturitas ginjal. 5.1 Menjelaskan Faktor Penyebab Dehidrasi pada Anak Diare Pada saat mengalami diare, anak kerap kehilangan nafsu makan dan seringkali tidak mau minum. Akibatnya, cairan yang masuk dan keluar dari tubuh tidak seimbang. Tak hanya itu, sejumlah mineral penting, seperti sodium, potasium, dan klorida juga ikut terbuang.
Pneumonia

Bayi atau balita yang mengalami pneumonia atau radang paru-paru biasanya mengalami demam tinggi dan napas terengah-engah. Hal ini akan membuat cairan, berupa uap air, yang keluar dari paru-paru juga meningkat. Penanganan yang terlambat atau tidak tepat bisa mengakibatkan dehidrasi. Kurang Makan dan Minum Kondisi ini jarang terjadi, pasalnya kalau lapar atau haus umumnya bayi akan menangis minta makan atau minum. Namun mungkin saja saat anak sedang sakit, ia kehilangan nafsu makan dan minum. Jika hal ini terjadi selama 3 - 5 hari maka dehidrasi bisa terjadi. 5.2 Memahami Gejala Dehidrasi pada Anak Mengenali gejala dehidrasi pada anak, baik yang ringan, sedang maupun yang berat bisa membantu dalam mengevaluasi tingkat dehidrasi pada anak. Serta merupakan langkah preventif terhadap dehidrasi.Berikut merupakan gejala dehidrasi: Dehidrasi Ringan Pada dehidrasi ringan jarang terjadi gejala yang signifikan pada anak, sehingga biasanya anak baru merasakan kondisi patologis dehidrasi pada tahapan dehidrasi sedang. Pada tahapan dehidrasi ringan tubuh juga kehilangan cairan mencapai 5% berat badan. Serta perkiraan defisit cairan berikar antara 30-50mL/kg sehingga dianjurkan agar anak banyak minum air sehingga tidak berlanjut pada dehidrasi sedang. Dehidrasi Sedang Pada dehidrasi sedang sudah terlihat tanda patologis pada anak, sehingga terjadi perubahan kondisi fisik yang signifikan, diantaranya :

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 22

Anak menangis tanpa air mata Mulut dan bibir kering. Jika tubuh kekurangan cairan hampir seluruh tubuh akan menjadi kering. Kondisi ini biasanya ditandai pada bagian mulut dan bibir yang kering. Penurunan berat badan, pada dehidrasi sedang tubuh kehilangan cairan diantara 5% - 10% berat badan. Lihat ubun-ubunnya, bila cekung, atau lebih cekung dari biasanya kemungkinan besar merupakan dehidrasi. Jarang buang air kecil (BAK). Waspadai jika air seni yang keluar sangat sedikit dan berwarna gelap. Mata anak tampak cekung dan seakan terbenam.

Tidak bergairah, lemas dan selalu mengantuk, seperti; hanya tergolek di tempat tidur tanpa aktivitas yang berarti. Perkiraan defisit cairan 60-90 mL/kg Kulit tampak pucat, kering dan tidak elastis. Untuk lebih memastikan cobalah mencubit kulit anak secara perlahan. Bayi yang mengalami dehidrasi, setelah dicubit, kulitnya tidak akan cepat kembali normal. Demam, terjadi peningkatan suhu tubuh sampai 38 C bahkan lebih. Dehidrasi Berat

Pada dehidrasi berat tubuh kehilangan cairan > 10% berat badan. Selain itu pada tahapan ini keadaan anak juga semakin kritis sehingga dibutuhkan perawatan intensif serta dibutuhkan terapi rehidrasi parenteral melaui infus. Berikut merupakan gejala dehidrasi berat: - Kesadaran anak menurun, napas jadi cepat dan denyut jantung meningkat. Hilang kesadaran. Hal ini karena cairan yang sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh berkurang, maka seluruh sistem kerja organ tubuh menjadi terganggu dan otak tidak berfungsi secara sempurna. - Pengeluaran cairan makin tidak sebanding dengan kebutuhan tubuh, yakni bisa mencapai 200-250 cc/kg BB dalam sehari. Kondisi ini membuat berat badan anak turun secara drastis, yaitu lebih dari 10% BB asalnya. - Tangan dan kaki yang dingin dan lembab - Ketidakmampuan untuk minum - Hilangnya keelastisan tubuh secara keseluruhan - Jika menangis tidak ada air mata - Lapisan lendir yang sangat kering pada mulut - Berkuranganya volume air seni 5.3 Menjelaskan Penanganan Dehidrasi pada Anak Dehidrasi sering dikategorikan berdasarkan osmolaritasnya (Gangguan distribusi air dalam tubuh) dan tingkatan kekurangan cairan, yang dapat membantu dalam menentukan terapi cairan yang akan diberikan. Berdasarkan kadar sodium serum, kebanyakan anak-anak mengalami : a. dehidrasi isotonik (130-150 mEq/L), b. dehidrasi hipertonik (lebih dari 150 mEq/L) c. dehidrasi hipotonik (kurang dari 130 mEq/L). Tingkat keparahan dehidrasi ditentukan dari jumlah cairan tubuh yang hilang atau presentase kehilangan berat badan, sehingga dehidrasi :
-

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 23

a. ringan (kurang dari 50 mL/kg, atau kurang dari 5%), b. sedang (50-100 mL/kg, atau 5 -10%),

c. dan berat (100 mL/kg, atau lebih dari 10%). Menentukan derajat dehidrasi dibutuhkan untuk menentukan pengobatan mana yang sesuai, selain itu juga dilakukan pemeriksaan fisik pada anak,urin dan berat badan. Dehidrasi diatasi dengan pemberian cairan yang jumlahnya dihitung sebagai berikut: 1. Previous loss atau defisit, yaitu jumlah cairan yang telah hilang. Biasanya berkisar antara 5-15% berat badan. 2. Normal water losses yang terdiri dari urin ditambah jumlah cairan yang hilang melalui penguapan pada kulit dan pernafasan. 3. Concomitant losses yaitu jumlah cairan yang hilang melalui muntah dan diare ( kira-kira 25 ml/kgbb/24 jam), dengan suction, parasentesis asites dan sebagainya. Jenis Cairan untuk Rehidrasi Cairan Rehidrasi Oral (CRO) Biasanya diberikan pada penderita dehidrasi ringan dan sedang. Formula lengkap mengandung NaCl, KCL,NaHC dan glukosa: Oralit CRO yang tidak mengandung keempat komponen diatas: larutan gula garam, larutan tepung beras-garam, air kelapa, berdasarkan penelitian, air tajin mengandung glukosa polimer, yaitu gula yang mudah diserap dan dicerna tubuh. Protein poliglukosa yang dikandung dalam tepung tajin pun dapat membuat feses lebih padat. Cairan Rehidrasi Parental Pada pasien dengan dehidrasi berat, cairan yang diberikan secara parental.jenis cairannya adalah RL (Ringer Lactate) jumlah cairan yang akan diberikan infuse, tergantung dari tingkat dehidrasi sesuai dengan umur dan berat badan.

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 24

Rehidrasi Parental untuk Dehidrasi Berat Komposisi larutan RL pada bayi (<12 bulan) : 1 jam pertama : 30 ml/kgbb 5 jam berikutnya : 70ml/kgbb Komposisi larutan RL pada anak (>12 bulan) : 1 jam pertama : 30 ml/kgbb 3 jam berikutnya : 70 ml/kgbb
6. TIK. Memahami tentang Mineral ; Natrium (Na), Kalium (K) dan Klorida (Cl)

Sumber dan Kebutuhan Mineral 1. Natrium (Na) Sumber : garam dapur, roti, keju, ketan, tiram, biskuit, gandum, wortel, lobak, bayam, kol, telur, kerang.

Kadar normal : 135 mEq / L Fungsi : kation utama dalam cairan ekstrasel, mempertahankan tekanan osmotik, cairan tubuh, preservasi iritabilitas normal otot dan permeabilitas sel. Kelebihan : Hipernatremia Kekurangan : Hiponatremia, penyakit addison, berat badan menurun. Eksresi : keringat (20-50 mEq/L), urine (5-35 mg), feses (20-50 mg), kulit (25 mg). Absorpsi : mudah diserap oleh ileum, pada tubulus proksimal (dipengaruhi oleh hormon aldosteron, norepinefrin, angiotensin II), lengkung henle (kotranspor NaCl), dan lengkung henle (kotranspor Na Cl). Distribusi Natrium dalam tubuh

Cairan atau Jaringan Seluruh darah Plasma Sel Jaringan otot Jaringan saraf 2. Kalium (K)

Mg/dl atau 100 gr 160 330 85 60 160 312

mEq / L 70 143 37

Sumber : jeruk, pisang, hati sapi, daging sapi, brokoli, ayam, daging anak kerbau. Kadar normal : 3,5 5 mEq / L
Page 25

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Fungsi : kation utama dalam cairan intrasel, mempengaruhi keseimbangan asam basa dan tekanan osmotik, penting untuk metabolisme, penting dalam biosintesis protein, penting pada fungsi saraf dan otot.

Kelebihan : hiperkalemia Kekurangan : hipokalemia

Eksresi : dipengaruhi oleh perubahan keseimbangan asam basa dan aktivitas korteks adrenal. Di usus, di eksresi dengan cairan pencernaan lalu difiltrasi oleh glomerulus ginjal dan desokresi di tubulus. Absorpsi : pada usus halus. Dsitribusi Kalium dalam tubuh

Cairan atau Jaringan Seluruh darah Plasma Sel Jaringan otot Jaringan saraf 3. Klorida (Cl)

Mg/dl atau 100 gr 200 20 440 250 400 530

mEq / L 50 5 112

Sumber : garam dapur Kadar normal : 96 - 106 mEq / L

Fungsi : anion utama cairan ekstraseluler, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, mengatur tekanan osmotik, peranan khusus dalam darah karena fungsinya pada pergeseran klorida, membentuk asam hidroklorida dalam getah lambung.

Kelebihan : hiperkloremik Kekurangan : hipokloremik

Eksresi : tergantung oleh natrium, jika tubuh banyak kehilangan natrium, tubuh pun akan kehilangan klor. Tetapi, klor juga dapat lebih banyak hilang pada saat kehilangan cairan lambung oleh muntah-muntah atau pada obstruksi pilorus atau duodenum Distribusi klorida dalam tubuh

Cairan atau Jaringan


Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Mg/dl atau 100 gr

mEq / L
Page 26

Seluruh darah Plasma atau serum Sel Cairan spinal Jaringan otot Jaringa saraf

250 365 190 440 40 171

70 103 53 124

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 27

TABEL KEBUTUHAN MINERAL DALAM TUBUH Bayi Anak-anak dan remaja Usia (tahun) 0 0,5 0,5 1 13 46 7 10 11 + Dewasa Natrium (mg) 115 350 250 750 325 975 450 1350 600 1800 900 2700 110 - 3300 Kalium (mg) 350 925 425 1275 550 1650 775 2325 1000 3000 1525 4575 1875 - 5625 Klorida (mg) 275 200 400 1200 500 1500 700 2100 925 2775 1400 4200 1700 - 5100

7. TIK. Memahami tentang Gangguan Keseimbangan Elektrolit (Na,K) dalam Tubuh

7.1 Memahami dan Menjelaskan Gangguan Keseimbangan Natrium Natrium merupakan kation utama di dalam cairan ekstraselular. Kadarnya di dalam tubuh diatur oleh ginjal dan dipengaruhi oleh hormon aldosteron. Fungsinya di dalam tubuh : Aktivitas neuromuskular transmisi dan konduksi impuls syaraf Cairan tubuh - Mengatur osmolalitas vaskular - Mengatur keseimbangan air, bila kadar natrium meningkat akan terjadi retensi air

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 28

Selular Pompa natrium (Na) - kalium (K) : Na masuk ke dalam sel sedangkan K keluar dari sel secara terus menerus untuk mempertahankan keseimbangan air dan aktivitas neuro muskular. Bila Na masuk ke dalam sel maka akan terjadi depolarisasi (aktivitas sel), tapi bila Na keluar dari sel maka K akan masuk ke dalam sel dan terjadi repolarisasi Aktivitas enzim Asam basa Mengatur keseimbangan asam basa Nilai normalnya di darah : 135-146 mEq/liter atau mmol/liter Nilai normalnya di urin : 40-220 mEq/liter/hari
-

Etiologi Hiponatremia Asupan makanan - rendahnya kadar Na di makanan kurang dari 135 mEq/L - asupan air yang berlebihan : mengakibatkan pengenceran cairan ekstrasel - anoreksia nervosa - pemberian infus Dekstrosa 5 % yang berkepanjangan Keluarnya natrium dari saluran pencernaan - muntah, diare, aspirasi dari saluran cerna - operasi saluran cerna - bulimia - kehilangan potassium Keluarnya natrium dari ginjal - gangguan tubulus ginjal : tidak respon terhadap ADH pengeluaran Na, Cl dan air - diuretik Pengaruh hormon - ADH menyebabkan peningkatan reabsorbsi air dari tubulus distal cairan ekstraselular menjadi lebih banyak mengandung air kadar Na berkurang - Penurunan hormon adreno-kortikal : penyakit kelenjar adrenal (Addison) produksi hormon adreno-kortikal berkurang pengeluaran Na dan retensi K Manifestasi Klinis Hiponatremia Manifestasi klinis hiponatremia bervariasi tergantung pada jumlah natrium yang hilang. Hiponatremia ringan biasanya asimptomatik (tidak bergejala), dan gejala awal biasanya berupa mual dan muntah. Gangguan saluran cerna : mual, muntah, diare, perut nyeri dan keram Gangguan jantung : hipotensi Gangguan neuromuskular : kelemahan otot Lain-lain : kulit kering, pucat, membran mukosa kering,sakit kepala,depresi,kejang 7.2 Memahami dan Menjelaskan Gangguan Keseimbangan Kalium Kalium (K) merupakan kation terbanyak di dalam sel tubuh, sebanyak 90 % terdapat di cairan intrasel dan 2-3 % terdapat di cairan ekstrasel. Kadar K di dalam sel 150 mEq dan di cairan ekstrasel 3,5 5,3 mEq. Fungsi kalium di dalam tubuh : Aktivitas neuromuskular - transmisi dan konduksi impuls syaraf - kontraksi otot rangka, otot polos dan jantung
Ske 1 : DEHIDRASI-B.18 Page 29

Cairan tubuh - mengatur osmolalitas intraselular Selular - pompa natrium (Na) - kalium (K) : Na masuk ke dalam sel sedangkan K keluar dari sel secara terus menerus untuk mempertahankan keseimbangan air dan aktivitas neuro muskular. Bila Na masuk ke dalam sel maka akan terjadi depolarisasi (aktivitas sel), tapi bila Na keluar dari sel maka K akan masuk ke dalam sel dan terjadi repolarisasi - aktivitas enzim untuk metabolisme selular Asam basa mengatur keseimbangan asam basa Etiologi Hipokalemia Asupan makanan - rendahnya kadar K di makanan kurang dari 3.5 mEq/L - malnutrisi, kelaparan, diet yang tidak seimbang - anoreksia nervosa - alkoholisme Keluarnya kalium dari saluran pencernaan - muntah, diare, aspirasi dari saluran cerna - operasi saluran cerna, fistula saluran cerna - bulimia Keluarnya kalium dari ginjal - fase diuresis (poliuria) gagal ginjal akut - diuretik, terutama diuretik yang tidak hemat kalium - hemodialisis, peritoneal dialisis Pengaruh hormon - penggunaan steroid, terutama kortison dan aldosteron dapat meningkatkan ekskresi kalium dan retensi natrium - stress, menyebabkan peningkatan produksi steroid di dalam tubuh - penggunaan licorice (mengandung asam gliserat) yang berlebihan, memiliki efek seperti aldosteron Gangguan fungsi selular - trauma, kerusakan jaringan, luka bakar, operasi - menyebabkan banyak kalium yang dilepaskan ke dalam cairan intra vaskular Redistribusi kalium - alkalosis metabolik, menarik kalium masuk ke dalam sel - insulin, menarik glukosa dan kalium ke dalam sel Manifestasi Klinis Hipokalemia Defisit kalium dapat memperlambat kontraksi otot, baik otot rangka maupun otot saluran pencernaan. Gangguan saluran cerna : anoreksia, mual, muntah, diare, distensi abdomen, gangguan peristaltik dan ileus Gangguan neuromuskular : kelemahan otot, penurunan refleks tendon, paralisis otot pernafasan Gangguan ginjal : poliuria dan polidipsia

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 30

8. TIK. Memahami tentang Etika Minum dalam Islam

8.1 Menjelaskan tata cara etika minum dalam islam Aktivitas minum merupakan aktivitas yang lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Berikut merupakan etika minum menurut islam:
o

Meniatkan minum untuk dapat beribadah kepada Allah agar bernilai pahala

Segala perkara yang mubah dapat bernilai pahala jika disertai dengan niat untuk beribadah. Oleh karena itu, maka niatkanlah aktivitas minum kita dengan niat agar dapat beribadah kepada Allah. o Memulai minum dengan membaca basmallah. Diantara sunnah Nabi adalah mengucapkan basmallah sebelum minum. Hal ini berdasarkan hadits yang memerintahkan membaca bismillah sebelum makan. Bacaan bismillah yang sesuai dengan sunnah adalah cukup dengan bismillah tanpa tambahan arRahman dan ar-Rahim.
Dari Amr bin Abi Salamah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang berada di dekatmu. (HR Thabrani dalam Mujam Kabir)

Minum dengan tangan kanan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,Jika salah seorang dari kalian hendak makan, hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya. (HR. Muslim)

Tidak bernafas dan meniup air minum.

Termasuk adab ketika minum adalah tidak bernafas dan meniup air minum. Ada beberapa hadits mengenai hal ini:Dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya. (HR. Bukhari Muslim) Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan, Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan orang tidak mau meminumnya lebih-lebih jika orang yang meniup tadi bau mulutnya sedang berubah. Ringkasnya hal ini disebabkan nafas orang yang meniup akan bercampur dengan minuman. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang dua hal sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupinya. Ske 1 : DEHIDRASI-B.18 Page 31

Bernafas tiga kali ketika minum.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu beliau mengatakan, Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam minum beliau mengambil nafas di luar wadah air minum sebanyak tiga kali. Dan beliau bersabda,Hal itu lebih segar, lebih enak dan lebih nikmat. Anas mengatakan, Oleh karena itu ketika aku minum, aku bernafas tiga kali. (HR. Bukhari no. 45631 dan Muslim no. 2028). Yang dimaksud bernafas tiga kali dalam hadits di atas adalah bernafas di luar wadah air minum dengan menjauhkan wadah tersebut dari mulut terlebih dahulu, karena bernafas dalam wadah air minum adalah satu hal yang terlarang sebagaimana penjelasan di atas.

Larangan minum langsung dari mulut teko/ceret. Menurut sebagian ulama minum langsung dari mulut teko hukumnya adalah haram, namun mayoritas ulama mengatakan hukumnya makruh. Dari Kabsyah al-Anshariyyah, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masuk ke dalam rumahku lalu beliau minum dari mulut qirbah yang digantungkan sambil berdiri. Aku lantas menuju qirbah tersebut dan memutus mulut qirbah itu. (HR. Turmudzi no. 1892, Ibnu Majah no. 3423 dan dishahihkan oleh Al-Albani) Hadits ini menunjukkan bolehnya minum dari mulut wadah air. Untuk mengkompromikan dengan hadits-hadits yang melarang, al-Hafidz Ibnu Hajar al-Atsqalani mengatakan, Hadits yang menunjukkan bolehnya minum dari mulut wadah air itu berlaku dalam kondisi terpaksa.

Minum dengan posisi duduk. Terdapat hadits yang melarang minum sambil berdiri. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya. (HR. Ahmad) Mengenai hadits di atas, ada ulama yang berkesimpulan minum sambil berdiri diperbolehkan, meski yang lebih utama adalah minum sambil duduk. Diantara ulama tersebut adalah Imam Nawawi dan Syaikh Utsaimin. Meskipun minum sambil berdiri diperbolehkan, namun yang lebih utama adalah sambil duduk karena makan dan minum sambil duduk adalah kebiasaan Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Tenang, perlahan dan tidak terburu buru. Jangan bersikap rakus sehingga tampak mulut penuh dengan suapan, dan jangan meniupniup makanan atau minuman yang menunjukkan sikap tidak sabar. Dari Ibnu Abas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: Janganlah kalian minum dengan sekali tegukan seperti minumnya unta, tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali tegukan. Ucapkanlah

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 32

bismillah jika kalian minum dan alhamdulillah jika kalian selesai minum. (HR. Turmidzi).

Menutup bejana air pada malam hari. Biasakan diri kita untuk menutup bejana air pada malam hari. Sebagaimana hadits dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda, Tutuplah bejana-bejana dan wadah air. Karena dalam satu tahun ada satu malam, ketika ituturun wabah, tidaklah ia melewati bejana-bejana yang tidak tertutup, ataupun wadah air yang tidak diikat melainkan akan turun padanya bibit penyakit. (HR. Muslim)

Tidak minum berlebihan Minum berlebihan pada saat makan sangat tidak dianjurkan karena dapat mengganggu pencernaan, hendaknya minum beberapa saat sebelum dan sesudah makan.

Tidak minum dengan menggunakan tempat dari emas dan perak Diriwayatkan dari Ummu Salamah RA,dia berkata,Rasullullah SAW bersabda:Orangorang yang makan dan minum dengan bejana emas dan perak, sungguh telah menuangkan ke dalam perutnya api dari neraka (HR. Muslim) Minum dengan tiga tegukan dimulai basmalah dan diakhiri dengan hamdalah Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA,dia berkata,Rasulullah SAW bersabda, Janganlah kalian minum seperti minumnya unta,tetapi minumlah dengan minum dua-dua (teguk) atau tiga-tiga (teguk),hendaknya kalian membaca basmalah ketika minum dan membaca hamdalah setelah minum.(HR.Tirmidzi) DAFTAR PUSTAKA

Behrman R.E. et al (1999), Ilmu Kesehatan Anak Nelson edisi 15, ab.A.Samik Wahab, Jakarta, EGC. Ganong, WF, (2007), Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 21,ab. M. Djauhari Widjajakusumah, Jakarta, EGC. http: // halalmui.org/diambil pada minggu, 28 Februari 2010 pukul 15.55 wib. http: //kalbe.co.id/dehidrasi anak.html.diambil pada sabtu, 27 Februari pukul 16.20 wib
http://ekajayaartikel.blogspot.com/2009/10/cairan Ske 1 : DEHIDRASI-B.18 Page 33

http://emedicine.medscape.com/article/906999-overview http://habibiezone.wordpress.com/2009/12/07/tata-cara-makan-menurut-islam
http://www.scribd.com/doc/17059905/Cairan-Dan-Elektrolit-Dalam-Tubuh-Manusia-dan-elektrolittubuh.html) http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/01/%E2%80%9Cvitamin-mineral-dan-air%E2%80%9D/

Martin D.W. et al (1985), Biokimia Harper edisi 20,ab. I. Darmawan, Jakarta, EGC.
Murray, K Robert , Daryl K Granner, Peter A Mayes. 2003. Biokimia Harper Ed.25. Jakarta : EGC

Price, Sylvia Anderson (2005), Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit edisi 6,ab. Huriawati Hartanto, Jakarta, EGC. Sherwood, Lauralee (2001), Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem edisi 2, Jakarta, EGC.
Sudoyo, W Aru, Bambang setiyohadi, Idrus Alwi. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Ed.5 . Jakarta : Interna Publishing

Sukmariah M, Karmiati A (1990), Kimia Kedokteran edisi 2, Binarupa Aksara, Jakarta. www.blogdokter.net/2009/06/20/dehidrasi/

Ske 1 : DEHIDRASI-B.18

Page 34