Anda di halaman 1dari 3

Nama NIM Jurusan

: Chindy Alies Chinthya Lumantow : 1106139 : Pendidikan Kimia A 2011 KIMIA ORGANIK 1

Tanggal: 13 Februari 2013

TUGAS 1:

a. Perkembangan Kimia Organik (termasuk senyawa karbon)! b. Perkembangan Senyawa Organik dan Senyawa Anorganik! c. Perbedaan antara Senyawa Organik dan Senyawa Anorganik! d. Apa itu flavonoid?

Jawaban: a. Perkembangan Kimia Organik (termasuk senyawa karbon) Kimia Organik merupakan cabang studi ilmiah dari ilmu kimia yang mempelajari tentang struktur, sifat, komposisi, reaksi dan sintesis senyawa organik. Selain itu, kimia organik perlu dipelajari karena semua organisme hidup tersusun atas senyawa-senyawa organik contohnya rambut, kulit, otot, obat bahkan DNA. Senyawa organik dibangun terutama oleh atom C (karbon) dan H (hidrogen), dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan belerang. Sejarah kimia organik ini dimuali sejak pertengahan abad 17, pertama kali istilah organik dan anorganik diperkenalkan oleh Karl Wihem Scheele (1742-1786) pada waktu itu tidak dapat dijelaskan perbedaan antara senyawa yang diperoleh dari organisme hidup (hewan dan tumbuhan) dengan senyawa yang diperoleh dari bahan-bahan mineral. Senyawa yang diperoleh dari tumbuhan dan hewan sangatlah sulit untuk diisolasi kemudian saat dimurnikan senyawa-senyawa yang diperoleh itu mudah terdekomposisi sedangkan senyawa anorganik tidak. Sehingga pada tahun 1770 Torben Bergman (ahli kimia dari Swedia) menggambarkan penjelasan ini sebagai perbedaan senyawa organik dan anorganik. Kemudian pada tahun 1807, Jons Jakob Berzelius (1779-1848) mengemukakan teori bahwa senyawa-senyawa organik hanya dapat dibuat di dalam tubuh makhluk hidup dengan bantuan daya hidup (vital force), sehingga senyawa organik tidak mungkin dapat dibuat atau dimanipulasi di laboratorium sebagaimana yang dapat dilakukan pada senyawa anorganik. Tetapi, teori vital force ini tidak bertahan lama ketika Michael Chevreul (1816) menemukan sabun sebagai hasil reaksi antara basa dengan lemak hewani (dapat dipisahkan dalam beberapa senyawa organik murni yang disebut dengan asam lemak), untuk pertama kalinya senyawa organik lemak diubah menjadi senyawa lain yaitu asam lemak dan gliserin tanpa intervensi dari vital force. Selain itu juga, pada tahun 1828 Friedrich Wohler, mampu mereaksikan perak sianat dengan ammonium klorida menjadi

ammonium sianat (AgxCN+NH4ClNH4CN+AgCl(s)), dengan menguapkan pelarut air untuk memperoleh kristal pada ammonium sianat, ternyata pemanasan lama menyebabkan ammonium sianat menjadi senyawa organik yaitu urea (sebelumnya ditemukan dalam urin manusia) sehingga sejak saat itu banyak senyaaw organik yang diproduksi di laboratorium, bahkan para ahli kimia mampu mensintesis senyawasenyawa organik baru. Dalam kimia organik, atom terpenting yang dipelajari adalah atom karbon, meskipun demikian atom lainnya pun dipelajari (hidrogen, nitrogen, oksigen, fosfor, sulfur dan atom lainnya). Kenapa atom karbon sangat penting? Karena atom karbon termasuk dalam golongan 4A, memiliki 4 elektron valensi yang dapat digunakan untuk membentuk 4 ikatan kovalen, pada tabel periodik atom karbon menempati posisi tengah dalam kolom periodenya oleh karena itu atom disebelah kiri karbon memilki kecenderungan memberikan electron sedangkan di sebelah kanan cenderung menarik electron (Li, Be, B, C, N, O, F, Ne), atom karbon juga dapat berikatan satu sama lainnya membentuk rantai panjang/cincin, selain itu juga karbon sebagai elemen tunggal mampu membentuk bermacam senyawa dari sederhana seperti metana hingga senyawa yang kompleks seperti DNA. Saat ini, kimiawan mampu mensintesis senyawa karbon dalam laboratorium seperti obat, pewarna, polimer, pengawet makanan, pestisida dan lain-lain. b. Perkembangan Senyawa Organik dan Senyawa Anorganik Senyawa organik, secara garis besar perkembangannya sudah saya ulas dalam penjelasan diatas. Diantara beberapa golongan organik adalah senyawa alifatik(rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya), hidrokarbon aromatic(senyawa yang mengadnung paling tidak 1 cincin benzene), senyawa heterosiklik(atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya) dan polimer (molekul rantai panjang gugus berulang). Contoh senyawa organik adalah methanol, etanol, aseton (senyawa polar), metana, kloroform,n-heksana(senyawa tidak polar/kurang polar). Senyawa anorganik, didefinisikan sebagai senyawa pada alam yang umumnya menyusun material/benda tak hidup berasal dari jasad mati (air,angina, tanah, cuaca. Iklim dll), dengan kata lain adalah senyawa apa saja yang tidak yergolong senyawa organik. Banyak senyawa anorganik adalah senyawa ionik (gabungan kation anion dengan ikatan ionik). Kelas penting dari garam-garam anorganik adalah oksigen, karbonat,sulfat dan halide dan biasanya merupakan konduktor buruk dalam keadaan padat. Banyak senyawa anorganik yang ditandai fdengan titik leleh tinggi. Dengan teori VSEPR atau denga teori valensi banyak struktur senyawa anorganik dapat dijelaskan,

manun ada senyawa anorganik yang tidak masuk dalam kelompok ini sangat penting (teori maupun praktis) contohnya ammonia, diboran, senyawa gas mulia dan lain-lain. c. Perbedaan Antara Senyawa Organik dan Senyawa Anorganik

No 1 2

3 4 5 6 7

Senyawa organik Kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis Senyawa organik lebih mudah terbakar, dan memberikan hasil akhir CO2, H2O, dan hasil sampingan lainnya., perubahan warna menjadi hitam Strukturnya lebih rumit Semua senyawa organik mengandung unsur karbon Hanya dapat larut dalam pelarut organik CH4, C2H5OH, C2H6 dsb. Umumnya bersifat non-elektrolit

Senyawa Anorganik Berasal dari sumber daya alam mineral ( bukan makhluk hidup) Tidak mudah terbakar, tidak mengalami perubahan warna

9 10

Reaksi berlangsung lambat Contoh: campuran alcohol (C2H5OH), H2SO4 dan KMnO4 Ikatan molekulnya kovelen Titik didih dan titik lebur rendah

Struktur sederhana Tidak semua senyawa anorganik yang memiliki unsur karbon Dapat larut dalam pelarut air atau organik NaF, NaCl, NaBr, NaI dsb. Umumnya bersifat elektrolit (konduktor listrik dalam larutannya) Reaksi berlangsung cepat Contoh: larutan FeSO4, H2SO4 dan KMnO4 Ikatan molekulnya ionik dan koveln polar Titik didih dan titik lebur tinggi

d. Apa itu flavonoid? Senyawa yang mengandung dua cicin aromatik terdiri dari 15 atom karbon dengan susunan C6-C3-C6, yang umumnya ada pada tumbuhan. Ada tiga kelompok umum yang dipelajari yaitu antosianin(pigmen berwarna yang ada pada bunga warna merah, ungu dan biru, buah tertentu, batang, daun dan akar), flavonol, dan flavon. Quercetin dan myricetin adalah jenis flavonoid yang melindungi sel CaCO-2 yang terdapat pada saluran pencernaan dar oksidasi rantai ganda DNA. Flavonoid bersifat polar sehinggan mudah larut dalam pelarut polar seperti: air, etanol, aseton, butanol, dll. Flavanoid adalah senyawa yang dapat menguap dengan mudah jika berada dalam kondisi murni.