Anda di halaman 1dari 40

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Operasi Pembubutan Proses pemotongan logam banyak ditemukan pada industri manufaktur,

proses ini mampu menghasilkan komponen yang memiliki bentuk rumit dengan tingkat akurasi yang tinggi. Prinsip pemotongan logam dapat diartikan sebagai sebuah proses dari sebuah alat potong yang bersentuhan dengan sebuah benda kerja untuk membuang permukaan benda kerja tersebut dalam bentuk geram. Untuk melakukan proses pemotongan harus diperhitungkan kekuatan material yang akan dipotong dengan kekuatan pahat yang akan digunakan. Pahat potong yang digunakan harus lebih keras dari material (benda kerja) juga harus disesuaikan dengan kecepatan potong pada proses tersebut. Untuk kecepatan potong yang lebih tinggi dibutuhkan pahat potong yang lebih kuat. Salah satu contoh proses pemotongan logam adalah proses bubut. Proses ini terjadi dengan cara alat potong bergerak translasi terhadap benda kerja yang berputar bersama pencekam (chuck), sehingga terjadi pemotongan logam dan menghasilkan geram. Gambar 2.1 adalah skematis dari sebuah proses bubut dimana n adalah putaran poros utama, f adalah pemakanan, dan a adalah kedalaman potong. Pada proses bubut terdapat tiga parameter utama yang berpengaruh terhadap gaya potong, peningkatan panas, keausan, dan kondisi permukaan benda kerja yang dihasilkan. Ketiga parameter itu adalah kecepatan potong (V), pemakanan (f), dan kedalaman potong (a). Kecepatan potong adalah kecepatan keliling benda kerja dengan satuan meter per menit (m/min), pemakanan adalah perpindahan atau jarak tempuh pahat tiap satu putaran benda kerja dengan satuan milimeter per putaran (mm/rev), dimana arah pemakanan adalah sejajar poros spindel (aksial), kedalaman potong adalah tebal material terbuang pada arah radial dengan satuan milimeter (mm). Bagian-bagian serta tatanama (nomenclature) dari alat potong yang digunakan pada proses bubut dijelaskan pada Gambar 2.2. Menurut Kalpakjian & Schmid (2006), pahat kanan adalah pahat yang bergerak dari kanan ke kiri seperti pada gambar 2.1.

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2.1. Skematis proses pembubutan (Sumber: Kalpakjian & Schmid, 2006)

Gambar 2.2. Tatanama pahat kanan (Sumber: Kalpakjian & Schmid, 2006) Menurut Rochim (1993), setiap proses pemesinan terdapat lima elemen dasar yang perlu dipahami, yaitu : 1. Kecepatan potong (cutting speed ) 2. Kecepatan makan (feeding speed) 3. Kedalaman potong (depth of cut) 4. Waktu pemotongan (cutting time) :V : Vf :a : tc (m/min) (mm/min) (mm) (min) (cm3/min)

5. Laju pembuangan geram (material removal rate) : Z

Elemen dasar pada proses bubut dapat diketahui menggunakan rumus yang dapat diturunkan berdasarkan gambar 2.3 berikut ini.

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2.3. Proses bubut (Sumber: Rochim, 1993) Benda Kerja ; do = diameter awal (mm) (mm) (0 ) (0 ) (mm) (mm) (mm/rev) 2.1 (mm)

dm = diameter akhir lt = panjang pemesinan Pahat ;


kr = sudut potong utama

o = sudut geram Mesin Bubut ; a= a = kedalaman potong

do dm 2

f = gerak makan n = putaran poros utama (rpm) Dengan diketahuinya besaran-besaran

di

atas

sehingga

kondisi

pemotongan dapat diperoleh sebagai berikut : 1. Kecepatan potong dimana : d = V=

.d.n 1000

(m/min)

2.2

d = diameter rata-rata

do + dm do 2

(m/min)

2.3

Kecepatan potong maksimal yang diizinkan tergantung pada : a. Bahan benda kerja, dimana makin tinggi kekuatan bahan, makin rendah kecepatan potong.

Universitas Sumatera Utara

b. Bahan pahat, dimana semakin tinggi kekerasan pahat, semakin tinggi kecepatan potong. c. Besar asutan, dimana semakin besar gerak makan, semakin rendah kecepatan potong. d. Kedalaman potong, dimana semakin besar kedalaman potong, semakin rendah kecepatan potong. 2. Kecepatan pemakanan 3. Waktu pemotongan 4. Laju pembuangan geram Vf = f . n tc = lt Vf (mm2) (cm /min)
3

(mm/min) (min) (cm3/min) 2.7

2.4 2.5 2.6

Z=A.V A= f . a

maka, dimana,

Z= V . f . a

2.8

A = penampang geram sebelum terpotong

Sudut potong utama (principal cutting edge angle/kr) adalah sudut antara mata potong utama dengan laju pemakanan (Vf), besarnya sudut tersebut ditentukan oleh geometri pahat dan cara pemasangan pahat pada mesin bubut. Untuk nilai pemakanan (f) dan kedalaman potong (a) yang tetap maka sudut ini akan mempengaruhi lebar pemotongan (b) dan tebal geram sebelum terpotong (h) sebagai berikut : Lebar pemotongan b=

a sin r f sin r

(mm) 2.9

Tebal geram sebelum terpotong

h=

(mm) 2.10

Dengan demikian penampang geram sebelum terpotong adalah : A = f . a = b . h (mm) 2.11

2.2

Mesin Bubut CNC ET 242

2.2.1 Pengertian Mesin CNC Mesin CNC (Computer Numerically Controlled) secara singkat dapat diartikan suatu mesin yang dikontrol oleh komputer dengan menggunakan bahasa numerik (perintah gerakan dan berhenti dengan menggunakan kode angka dan huruf) (Lilih, 2001). Misalnya jika diberikan perintah M04, maka spindel

Universitas Sumatera Utara

mesin akan berputar berlawanan terhadap arah jarum jam, sedang jika diberikan perintah M03 maka spindel mesin akan berputar searah jarum jam. Dengan adanya mesin CNC pekerjaan operator dapat dikurangi dan digantikan dengan perintah yang telah dimasukkan dalam mesin sehingga selama mesin sedang beroperasi, operator hanya mengawasi jalannya proses pemesinan benda kerja, tentunya hal ini mempermudah serta mempercepat pengerjaan suatu produk. Mesin CNC memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan mesin perkakas konvesional sejenis. Keuntungan mesin CNC antara lain: produktivitas tinggi, ketelitian pengerjaan tinggi, waktu produksi lebih cepat, biaya pembuatan lebih murah, kapasitas produksi lebih besar, dapat digabung dengan mesin lain, dalam hal ini adalah mesin CAD/CAM dengan perangkat tambahan sehingga pemakaian mesin CNC akan lebih efektif, dan masih banyak lagi keuntungan mesin CNC yang lain. (Wirawan S, 2003). Salah satu kelemahan dalam penggunaan fasilitas

berteknologi tinggi seperti mesin CNC terutama pada harganya yang relatif mahal dan membutuhkan operator mesin yang memiliki pengetahuan yang cukup untuk dapat mengoperasikan mesin CNC. Selain itu mesin bubut CNC juga membutuhkan perawatan yang khusus. Penggunaan mesin CNC memiliki keunggulan yaitu ekonomis untuk pembuatan produk massal. Secara umum mesin bubut CNC dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu mesin bubut CNC Training Unit (TU) dan Mesin bubut Production Unit (PU). Kedua jenis mesin tersebut pada prinsip kerjanya sama hanya dalam penerapan dan penggunaannya yang berbeda. Mesin bubut CNC Training Unit digunakan untuk latihan pembubutan dasar, mengerjakan pekerjaan ringan dan ukuran benda kerja yang relatif kecil. Mesin bubut CNC Production Unit digunakan untuk membuat produk, sehingga mesin ini dilengkapi dengan aksesoris atau perlengkapan yang lebih kompleks dan mahal, seperti sistem cairan pendingin otomatis, sistem chuck otomatis, konveyor pembuangan tatal (chip) dan lain-lain. Salah satu contoh mesin bubut PU adalah mesin bubut CNC ET 242.

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2.4 Mesin bubut CNC ET 242

2.2.2 Prinsip Kerja Mesin Bubut CNC ET 242 Mesin bubut CNC ET 242 adalah mesin bubut yang dikontrol oleh komputer, sehingga semua gerakan akan berjalan secara otomatis sesuai dengan perintah program yang diberikan, sehingga dengan program yang sama mesin CNC dapat diperintahkan untuk mengulangi proses pelaksanaan program secara terus-menerus (kontinyu). Mesin bubut CNC ET 242 ini menggunakan sistem persumbuan dengan dasar sistem koordinat Carthesius (searah jarum jam). Sistem persumbuan tersebut seperti terlihat pada gambar dibawah

Gambar 2.5 Sumbu-sumbu mesin bubut CNC ET 242 Prinsip kerja mesin bubut CNC ET 242 adalah benda kerja berputar sedangkan tool bergerak kearah horizontal maupun vertikal. Untuk arah gerakan persumbuan tersebut diberi lambang persumbuan sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

1. Sumbu X bergerak ke arah vertikal (melintang) terhadap garis sumbu spindel mesin. 2. Sumbu Z bergerak ke arah horizontal (memanjang) terhadap garis sumbu spindel mesin.

2.2.3 Bagian-bagian Utama Mesin Bubut CNC ET 242 2.2.3.1 Sistem Pengendali Sistem pengendali merupakan bagian dari mesin CNC berupa panel yang terdiri dari tombol-tombol dan dilengkapi dengan monitor. Selain itu sistem pengendali juga dilengkapi dengan perlengkapan tambahan. Sistem pengendali merupakan layanan langsung untuk berhubungan dengan operator. Bagan panel pengendali terlihat seperti gambar di bawah ini.

Gambar 2.6 Bagan panel pengendali mesin bubut CNC ET 242 (Sumber: Emco, 1990) Keterangan gambar: 1. Monitor 2. Dek kaset

Universitas Sumatera Utara

3. Tombol mode 4. Tombol address 5. Tombol angka 6. Tombol fungsi 7. Tombol softkey 8. Tombol jalan manual 9. Tombol kecepatan poros utama 10. Tombol perlengkapan 11. Tombol reset 12. Tombol mulai siklus 13. Tombol feedhold 14. Tombol kecepatan pengasutan 15. Tombol darurat Fungsi dari setiap bagian dari pengendali diatas adalah sebagai berikut: 1. Monitor atau layar berfungsi untuk menampilkan informasi tentang mode utama, submode, sajian dalam mm atau inci, nomor program, status antar aparat, alarm, sajian tombol-tombol pengendali yang aktif, pengaturan sumbu utama, dan penunjukkan kunci-kunci yang tidak terlihat dibalik layar (softkey). 2. Dek kaset berfungsi sebagai tempat pemasangan kaset pada mesin untuk pembacaan dan penyimpanan program ke kaset atau floppy disk. 3. Tombol mode berfungsi untuk mengatur mode utama mesin, terdiri dari empat tombol yaitu mode eksekusi, edit, manual dan otomatis. 4. Tombol address berfungsi untuk mengetik perintah address, terdiri dari tombol N, G, M, X, Z, U, W, V, F, S, T dan masing-masing dilengkapi fungsi kedua yaitu O, PSO, P, I, K, R, /, D, L dan TO. 5. Tombol angka berfungsi untuk memasukkan data berupa angka, terdiri dari tombol 0 sampai dengan 9, titik (.) dan +/-. 6. Tombol fungsi berfungsi untuk mengatur fungsi-fungsi tertentu, terdiri dari tombol STORE NEXT, PREV, MAN JOG, tombol pengatur kecepatan poros utama dan pengatur feed.

Universitas Sumatera Utara

7. Tombol softkey berfungsi untuk memilih kunci-kunci yang tidak terlihat dibalik layar dan tergantung pada mode yang sedang aktif. 8. Tombol jalan manual berfungsi untuk menggerakkan eretan secara manual. 9. Tombol kecepatan poros utama berfungsi untuk mengatur kecepatan poros utama. 10. Tombol perlengkapan berfungsi untuk mengaktifkan peralatan

perlengkapan antara lain tombol pelumas dan penggerak bantu. 11. Tombol reset berfungsi untuk membersihkan tampilan layar dan menghentikan jalannya program. 12. Tombol mulai siklus berfungsi untuk memulai program. 13. Tombol feedhold berfungsi untuk menghentikan sementara gerakan feed. 14. Tombol kecepatan pengasutan berfungsi untuk mengatur kecepatan pengasutan. 15. Tombol darurat berfungsi untuk menghentikan jalannya mesin (program) dalam keadaan darurat.

2.2.3.2 Bagian Mekanik 1. Motor utama Motor utama adalah motor penggerak spindel untuk memutar benda kerja yang dicekam pada chuck. Motor yang digunakan adalah jenis motor arus bolak-balik (AC) dengan kecepatan yang bervariasi. Jenjang putaran motor adalah 1500 7000 rpm dan daya masukan 10 kW. 2. Eretan Eretan (support) adalah bagian mesin bubut yang berfungsi sebagai penghantar pahat sepanjang alas mesin (bed). Eretan adalah gerak persumbuan jalannya mesin. Untuk mesin bubut CNC ET 242 mempunyai dua fungsi gerakan yaitu gerakan vertikal (sumbu X) dan horisontal (sumbu Z). 3. Motor penggerak eretan Motor penggerak eretan berfungsi menggerakkan eretan secara vertikal maupun horizontal, masing-masing eretan mempunyai motor penggerak sendiri, yaitu penggerak sumbu X dan penggerak sumbu Z.

Universitas Sumatera Utara

4. Stasiun Piranti Stasiun piranti (turret) pada mesin bubut digunakan untuk menjepit pemegang alat potong (tool holder). Stasiun piranti terdiri dari 8 stasiun (tempat pemasangan tool holder) yang dapat diindeksikan baik secara manual maupun secara otomatis, dimana salah satunya merupakan tempat pemasangan setting gauge. Untuk proses pengerjaan dengan mesin bubut CNC dapat menggunakan lebih dari satu alat potong, karena 99 nomor data alat potong dapat tersimpan dalam memori mesin. 5. Pemegang alat potong Pemegang alat potong (tool holder) yang digunakan pada mesin bubut adalah jenis penjepit manual. Fungsi penjepit digunakan untuk menjepit pahat agar dapat melakukan penyayatan benda kerja. Bentuk penjepit ini sesuai dengan bentuk rumah alat potong dan bentuk pahat yang digunakan. 6. Pahat (piranti potong) Pahat merupakan piranti yang langsung bersentuhan dengan material benda kerja yang berputar sehingga terjadi proses pemotongan. Pahat sisipan yang dapat dipasang dan dilepas dari toolholder sering disebut juga dengan insert. Insert biasa dipakai pada mesin bubut CNC. Terdapat empat jenis pahat yang paling umum digunkan untuk pembubutan biasa yaitu pahat roughing, finishing (copying), parting-off (grooving) dan threading. Huruf R pada tool data berarti radius ujung pahat dalam satuan milimeter, sedangkan huruf L berarti posisi pahat.

Gambar 2.7 Pahat roughing, finishing, grooving dan threading yang digunakan pada mesin bubut CNC ET 242. (Sumber: Emco, 1990)

Universitas Sumatera Utara

2.2.4 Pengoperasian Mesin Bubut CNC ET 242 Pada mesin bubut CNC ET 242 terdapat 4 mode operasi yaitu mode otomatis, edit, eksekusi, dan manual, dimana masing masing mode diaktifkan dengan tombol AUTOMATIC, EDIT, EXC dan MAN. Mode edit berfungsi untuk melakukan pemuatan atau penulisan program secara langsung (on line) maupun dari kaset. Pada mode edit juga memungkinkan untuk mengedit program yang telah tersimpan. Pada mode manual, mesin dapat dioperasikan secara manual contohnya menggerakkan eretan, memutar poros spindel, mengindeksikan turret dan sebagainya. Hal ini dimungkinkan dengan cara menekan tombol yang sesuai dengan gerakan yang diinginkan. Pada mode eksekusi dan otomatis, mesin dapat dioperasikan dengan cara menjalankan program yang telah tersimpan dalam memori mesin dengan terlebih dahulu membuka program tersebut pada mode edit. Mesin Bubut CNC ET 242 hanya dapat dioperasikan melalui panel pengendali. Panel pengendali adalah panel yang terdiri dari tombol-tombol yang berfungsi untuk mengendalikan operasi mesin. Panel pengendali terdiri dari beberapa kelompok tombol antara lain: 1. Tombol alamat (address) 2. Tombol mode 3. Tombol softkey 4. Tombol fungsi, dan 5. Tombol pengendali. a. Tombol alamat Tombol alamat terdiri dari beberapa tombol beserta fungsinya seperti di bawah ini: Tabel 2.1 Tombol alamat dan fungsinya. Tombol Arti Alamat N Alamat O Alamat G PSO Fungsi Untuk nomor blok Untuk nomor program Fungsi G Pergeseran posisi titik nol

Universitas Sumatera Utara

Alamat M Alamat P Alamat X, Z Alamat I, K Alamat U, W Alamat R Garis miring Alamat F Alamat D Alamat S Alamat L

Fungsi M Parameter dalam siklus Data jalan dalam absolut Parameter titik pusat lingkaran Data jalan dalam inkremental Parameter R Tanda untuk blok lompat Asutan dan kisar ulir Parameter siklus Putaran spindel Adres lompat Memanggil program tersimpan

Alamat T Data alat potong Sumber: Emco, 1990. b. Tombol mode

Alat potong Masukan data alat potong

Tombol mode berfungsi sebagai tombol untuk memilih mode yang akan diaktifkan. Tombol mode terdiri atas beberapa tombol yaitu: Tabel 2.2 Tombol mode dan fungsinya. Tombol Mode Manual Fungsi Pelayanan manual

Edit

Masukkan program dengan program relevan, masukan data untuk penggeseran dan alat potong, mode antar aparat, monitor pemakai.

Universitas Sumatera Utara

Eksekusi

- Pemrosesan buffer penyimpan blok. - Pemanggilan alat potong dan penggeseran posisi sedemikian, sehingga harganya

tersajikan pada mode manual. - Mode JOG dengan suatu inkremen yang diinginkan. Otomatis - Program tersimpan dapat dimulai dari blok manapun. - Program tersimpan dijalankan dalam mode blok tunggal, mode blok lompat, mode

penjajagan atau uji jalan tanpa gerakan sumbu sumbu. Sumber: Emco, 1990. c. Tombol softkey Tombol softkey berfungsi untuk memilih sub menu dari masing-masing mode dan tertera pada bagian bawah layar monitor. i. Softkey pada mode manual antara lain grafik hidup, status, mode sajian, referensi dan ganti alat potong. ii. Softkey pada mode eksekusi antara lain grafik hidup, status dan mode sajian. iii. Softkey pada mode edit antara lain port kaset, port RS 232 dan port parallel. iv. Softkey pada mode otomatis antara lain grafik hidup, ststus, mode sajian, penjajagan, tunggal dan lompat. d. Tombol fungsi Tombol fungsi berguna sebagai tombol yang berhubungan dengan penulisan program maupun perintah pada mesin. Tabel 2.3 Tombol fungsi dan fungsinya. Tombol Mode Edit Eksekusi Manual Fungsi Dalam bidang CNC, ENTER berarti: - Menyimpan ke memori - Pengukuhan fungsi pengendali

Universitas Sumatera Utara

Otomatis

- Pemanggilan T atau Pencatat PSO, N, O, INT, pengambil alihan langsung data alat potong

Edit Eksekusi

Kata harus dikukuhkan dengan ENTER bila dimasukkan. Jika memasukkan kata misal G01, G01 muncul pada layar tapi tidak tersimpan sampai ENTER ditekan.

Manual

Masukan harga F, S harus dikukuhkan dengan ENTER.

Edit Eksekusi Edit Eksekusi Edit

Melompat maju secara blok

Melompat kembali ke blok awal (tombol ENTER ditekan bersamaan dengan tombol SHIFT) Pemanggilan alat potong atau pencatat

penggeseran posisi Edit Eksekusi Manual SHIFT disini berarti mengalihkan. Bila tombol tersebut ditekan, LED tombol SHIFT menyala. LED nya akan padam, bila tombol ditekan

Otomatis kembali. Edit Eksekusi Otomatis Edit Eksekusi Bila kursor berada pada kata, menekan tombol SHIFT dan ENTER bersamaan berarti kembali ke awal blok Manual Spindel berputar berlawanan arah jarum jam bila menekan tombol SHIFT dan ON bersamaan Edit Eksekusi Edit Eksekusi Edit Eksekusi Menghilangkan tanda alarm Menghapus masukan terakhir (angka) C.E. = Clear Entry berarti menghapus masukan. Memilih alamat sebelah atas pada tombol alamat

Universitas Sumatera Utara

Manual Otomatis Edit Eksekusi Edit Penghapusan blok dalam memori program dan buffer penyimpan blok. Eksekusi Edit Eksekusi Manual Edit C. PR. = Clear Program berarti menghapus program. Nomor program harus dipilih. Layar harus menyajikan "found/ ditemukan". Edit Eksekusi Otomatis Edit Membuka halaman dari program terpanggil (secara blok). Penyimpanan blok dari buffer penyimpan blok ke dalam memori utama. Blok diakhiri dengan STORE NEXT. Pada saat yang sama terjadi lompatan ke blok berikutnya. Catatan: STORE NEXT harus ditekan meskipun setelah meralat dalam satu blok. Jika tidak harga ralatan tidak terambil alih ke dalam memori utama. Edit Eksekusi Otomatis Sumber: Emco, 1990. e. Tombol pengendali Tombol pengendali adalah tombol yang digunakan untuk mengendalikan mesin. Pengerjaan balik secara blok dalam program. Penghapusan blok dalam buffer penyimpan blok C. W. = Clear Word berarti menghapus kata. Kata harus dipilih. C. BL. = Clear Block berarti menghapus blok.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.4 Tombol pengendali dan fungsinya. Tombol Arti dan Fungsi Tingkat putaran spindel Mengatur putaran spindel Tingkat asutan Mengatur kecepatan asutan aktif sebesar 0% - 120% (kecuali pada penguliran) Tombol gerak manual (Manual Jog) Untuk mengerakkan eretan secara manual, tombol MAN JOG (manual jog) harus ditekan bersamaan dengan tombol arah. Tombol spindel ON Menghidupkan spindel Tombol spindel OFF Mematikan spindel Tombol satu benda kerja Mengaktifkan mode satu benda kerja Tombol pelumasan pusat Menghidupkan dan mematikan pompa pelumasan Tombol penggerak bantu ON Menghidupkan penggerak bantu (eretan) Tombol penggerak bantu OFF Mematikan penggerak bantu (eretan) Tombol revolver pahat Mengindeksikan revolver pahat, tombol revolver pahat harus ditekan bersamaan tombol MAN JOG Tombol pendingin Menghidupkan dan mematikan aliran air pendingin (coolant)

Universitas Sumatera Utara

Tombol alat pencekam Membuka dan menutup alat pencekam (chuck) Tombol kepala lepas (tail stock) Menggerakkan sumbu kepala lepas Sumber: Emco, 1990.

2.2.5 Sistem Pemrograman Mesin Bubut CNC ET 242 Mesin CNC adalah mesin yang dikendalikan oleh perintah berupa kode numerik dimana kumpulan kode ini akan membentuk sebuah program NC. Suatu program NC berisi semua perintah dan informasi yang diperlukan untuk pengerjaan benda kerja (Emco, 1990). Maka, faktor yang penting pada pekerjaan mesin-mesin CNC adalah memrogram. Memrogram CNC adalah bagian persiapan pekerjaan dan meliputi pengetahuan mengenai bahasa mesin itu sendiri. Menurut Hollebrandse (1993), memrogram adalah menetapkan dalam kode dari posisi-posisi perkakas itu terhadap benda kerjanya, dimana diperhitungkan dengan aspek-aspek teknologi dari hasil pekerjaan dan kemungkinan-kemungkinannya dari mesin, perkakas dan benda kerja. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis sebuah program CNC, antara lain: 1. 2. Petunjuk-petunjuk benda kerja yang bersangkutan. Metode-metode pengerjaan. Seorang programmer harus mempunyai pengetahuan yang mendasar dan pengertian yang berhubungan dengan : 1. 2. 3. 4. Gambar kerja. Urutan pengerjaan. Aspek teknologi pada metode produksi yang digunakan. Teknik pemasangan/pemuatan benda kerja dan piranti. Program itu dibangun dari perintah-perintah yang ditulis dalam kode ISO ataupun DIN, yang dapat dikerjakan dengan mengendalikannya. Sebuah program dibagi lagi dalam aturan-aturan, tiap aturan mulai dengan sebuah nomor aturan. Beberapa cara pengendalian menempatkan kata-kata dalam urutan tertentu. Cara pengendalian mesin CNC itu sebenarnya merupakan proses menyusun informasi, yang terdiri dari huruf-huruf dan angka-angka (kode alfanumerik), dalam fungsi-

Universitas Sumatera Utara

fungsi mesin dan gerakan-gerakan. Dengan demikian, persyaratan agar hasil produksi sesuai keinginan perancang adalah bahwa cara-cara pengendalian itu telah berisi informasi dan cara yang benar. Di dalam informasi dikenal dari sejumlah paket petunjuk, garis-garis arah dan untuk pembuatannya memerlukan syarat pengetahuan di bidang konstruksi dan pengetahuan yang lengkap atas mesin yang akan digunakan. Informasi tersebut dapat dibedakan menjadi: 1. Informasi geometri. 2. Informasi teknologi. Informasi geometri adalah informasi yang berhubungan dengan bentuk dan ukuran dari bahan kasar (stock) dan bentuk akhir dan ukuran produk. Informasi geometri merupakan bagian program CNC yang berisi koordinat-koordinat lintasan atau titik posisi sumbu. Ada tiga jenis koordinat yang terdapat pada informasi geometri antara lain: 1. Point entry (positioning) adalah posisi (koordinat) peletakan awal tool sebelum penyayatan. 2. Toolpath adalah titik titik koordinat yang dilintasi oleh tool. 3. Point exit (lift off) adalah posisi (koordinat) pembebasan tool setelah penyayatan. Informasi teknologi berisi antara lain tentang kecepatan pemakanan atau asutan (feeding) dan kecepatan putaran spindel, dimana harus memperhitungkan beberapa hal antara lain: 1. Material benda kerja 2. Piranti-piranti yang digunakan 3. Kondisi pembubutan (kecepatan potong, asutan dan kedalaman potong) 4. Metode pemasangan piranti/pemuatan benda kerja 5. Pengerjaan dan urutannya satu sama lain 6. Toleransi ukuran dan bentuk, kualitas permukaan, piranti-piranti dan petunjuk-petunjuk pembubutan.

Universitas Sumatera Utara

2.2.5.1 Struktur Program Emcotronic TM 02 Menurut Widarto (2008), suatu program NC, dilihat dari segi struktur isinya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup. Bagian pembuka selalu terletak pada bagian awal program, bagian isi terletak pada bagian tengah, dan bagian penutup terletak pada bagian akhir program Bagian pembuka (header) adalah bagian awal program yang berisi perintah-perintah pengoperasian awal suatu mesin perkakas, sebelum langkah pemesinan utama (pemotongan) dimulai. Perintah-perintah yang termasuk dalam bagian pembuka sebagai berikut: 1. Perintah untuk memindahkan titik nol mesin ke posisi tertentu agar berimpit dengan titik nol benda kerja. Perintah ini disebut pemindahan titik nol mesin (Position Shift Offset atau disingkat PSO). 2. Perintah pemilihan sistem pemrograman, apakah dikehendaki mesin bekerja dengan sistem absolut atau inkremental. 3. Perintah menentukan jumlah putaran spindel mesin dan arah putarannya. 4. Perintah menentukan besarnya kecepatan pemakanan (feeding). 5. Perintah memilih jenis alat potong dan tool offset. 6. Perintah mengalirkan air pendingin. Bagian isi suatu program NC adalah bagian inti dari pekerjaan pemesinan. Perintah-perintah pada bagian isi meliputi perintah gerak relatif alat potong terhadap benda kerja menuju titik-titik koordinat yang telah ditentukan guna melakukan proses pemotongan. Proses-proses ini dapat berupa gerak interpolasi lurus, interpolasi radius, gerakan pemosisian, membuat lubang (drilling), proses penguliran (threading), pembuatan alur (grooving), dan sebagainya tergantung dari bentuk geometri produk yang akan dihasilkan. Bagian penutup program (footer) berisi perintah-perintah untuk

mengakhiri suatu proses pemesinan. Inti perintahnya adalah memberi instruksi kepada mesin untuk berhenti dan melepas benda kerja yang telah selesai dikerjakan dan memasang benda kerja baru untuk proses pembuatan produk sejenis berikutnya. Perintah pada bagian penutup adalah perintah kebalikan atau

Universitas Sumatera Utara

berfungsi membatalkan perintah yang diberikan pada bagian pembuka dan biasanya meliputi: 1. Perintah menghentikan aliran cairan pendingin 2. Perintah menghentikan putaran spindel mesin 3. Perintah pembatalan PSO 4. Perintah pembatalan kompensasi pahat, dan 5. Perintah menutup program (end-program). Bahasa pemrograman mesin yang mendasar adalah kode ISO. Akan tetapi tidak semua pabrik memakai standar ISO ataupun DIN. Sebuah program dalam kode ISO dibangun dari kolom-kolom dan aturan-aturan. Jumlah kolom ditentukan oleh sejumlah fungsi. Sebuah program terdiri dari huruf-huruf, angkaangka dan karakter-karakter secara berurutan. Menurut Smid (2003), terdapat beberapa istilah dasar pada pemrograman pada mesin bubut CNC antara lain karakter, kata, blok dan program. Pada mesin bubut CNC ET 242 istilah-istilah tersebut disertai ketentuan yang harus diikuti dalam memrogram mesin bersangkutan. 1. Karakter Tiap unsur informasi, dalam hal ini dapat huruf, angka, titik, tanda plus atau minus atau karakter khusus. 2. Aturan (block) : Suatu aturan terdiri dari kumpulan kata-kata dan berisi semua informasi untuk melaksanakan sebuah pengerjaan. Sebuah aturan atau kaidah disebut juga blok. Dalam petunjuk pemrograman mesin, dicantumkan pula berbagai fungsi yang dapat diprogram dalam satu aturan. Sebuah sistem yang bekerja dengan alamat-alamat, memberikan urutan petunjuk untuk dipertukarkan dalam sebuah aturan, karena alamat-alamat itu mengirim beberapa petunjuk-petunjuk ke daftar-daftar yang sesuai. Agar jelas dan sejauh mungkin mengurangi kesalahan-kesalahan yang sekiranya ada, maka disarankan dibuat dengan urutan yang tetap. Panjang blok maksimal dapat bervariasi antara 3 dan 4 baris tergantung pada kata-kata yang diprogram. Bila panjang blok maksimal terlampaui, muncul alarm 650. Untuk mencapai struktur program yang

Universitas Sumatera Utara

jelas, dianjurkan menyusunnya yang logis. Suatu blok biasanya terdiri atas beberapa kata. 3. Alamat (address) Sebuah alamat (address) adalah suatu huruf yang berhubungan dengan arti yang tertentu. Sebuah huruf dalam kata itu disebut alamat (kebanyakan dari merupakan huruf permulaan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris). Dengan cara pengalamatan, maka cara pengendalian dibedakan dalam berbagai perintah-perintah. Sejumlah kata-kata bersama membentuk suatu cara pengendalian instruksi yang dapat dilaksanakan. Dalam sebuah aturan program dapat terjadi informasi sebagai berikut:

Gambar 2.8 Struktur program pada sebuah blok (Sumber: Hollebrandse, 1993) 4. Kata (word): Suatu kata terdiri dari sebuah huruf dan beberapa angka (alamat dan sebuah bilangan). Kata terdiri atas satu huruf (address) dan kombinasi angka. Setiap alamat (address) mempunyai arti tertentu, menurut harga gabungan numeris yang sesuai. Address-address dan artinya, diuraikan dalam petunjuk pemrograman mesin yang bersangkutan.

2.2.5.2 Uraian Tentang Alamat (Address) 1. Alamat N Nomor aturan dipakai untuk menetapkan aturan-aturan. Pekerjaan diselesaikan menurut aturan yang diprogramkan, jadi tidak dalam urutan angka, tetapi dalam urutan seperti yang dituliskan. Nomor aturan menjadi

Universitas Sumatera Utara

penting dalam pengerjaannya mengingat program-program di bawahnya atau untuk menginformasikan aturan-aturan yang harus diulangi. 2. Alamat X, Z, U, W, I dan K Titik tujuan dalam sistem koordinat absolut ditetapkan dengan X dan Z. Sistem koordinat aslinya adalah M (titik nol mesin) atau titik W (titik nol benda kerja) yang dapat ditentukan dengan PSO. Ukuran X diberikan sebagai diameter (penetapan pabrik). Dengan parameter L0, bit 0 pada monitor pemakai juga dapat menetapkan pemrograman X sebagai radius. Data jalannya dalam inkremental diberikan dengan U dan W, sedangkan I dan K adalah parameter interpolasi untuk pemrograman busur lingkaran. 3. Alamat G Alamat G merupakan fungsi persiapan yang bertujuan agar mesin mempersiapkan diri untuk melaksanakan perintah-perintah tertentu. Di sini kita bedakan menjadi Fungsi-fungsi persiapan gerakan, misalnya G00, G01, G02 dan G03; dan fungsi-fungsi persiapan setelan pendahulu, misalnya G90, G91, dan G56. Sebuah fungsi persiapan gerakan bersamaan dari petunjuk-petunjuk dimensi dan menimbulkan perpindahan-perpindahan eretan. Sebuah fungsi persiapan penyetelan pendahulu adalah sangat penting dalam hal pengendalian pengerjaan. Tabel 2.5 Struktur dan status mula fungsi G pengendali ET 242 Grup 0 G00 Gerakan cepat G01 Interpolasi lurus G02 Interpolasi melingkar searah jarum jam G03 Interpolasi melingkar berlawanan arah jarum jam * G04 Waktu tinggal diam G33 Pemotongan ulir dalam blok tunggal * * * * * G84 Siklus pembubutan memanjang dan melintang G85 Siklus penguliran G86 Siklus pengaluran G87 Siklus pemboran dengan pemutusan tatal G88 Siklus pemboran dengan penarikan kembali

Universitas Sumatera Utara

Grup 1

G96 Kecepatan potong konstan ** G97 Kecepatan putaran konstan

Grup 2

G94 Data asutan dalam mm/min atau 1/100 inci/min ** G95 Data asutan dalam m/rev. atau 1/10.000 inci/rev.

Grup 3

** G53 Membatalkan titik nol benda kerja 1 dan 2 G54 Memanggil titik nol benda kerja 1 G55 Memanggil titik nol benda kerja 2

Grup 4

G92 1. Pembatasan kecepatan 2. Penggantian koordinat titik nol benda kerja PSO 5

Grup 5

** G56 Membatalkan titik nol benda kerja 3, 4 dan 5 G57 Memanggil titik nol benda kerja 3 G58 Memanggil titik nol benda kerja 4 G59 Memanggil titik nol benda kerja 5

Grup 6

* * *

G25 Memanggil sub program G26 Memanggil program poligon G27 Lompat tanpa syarat G70 Data pengukuran dalam inci

Grup 7

** G71 Data pengukuran dalam mm Grup 8 ** G40 Netralisasi koreksi tool G41 Koreksi tool ke arah kiri G42 Koreksi tool ke arah kanan Sumber: Emco, 1990. Keterangan: * ** 4. Efektif secara blok Status Mula Status mula dapat ditentukan dalam mode monitor pemakai (MON)

Alamat M Alamat M (Miscellaneous) merupakan fungsi pembantu yang memberi informasi tentang arah putaran, pendingin, proses gerak dan memasukkan atau mencabut saklar fungsi-fungsi mesin tertentu. Dengan alamat M, fungsi pemindah atau fungsi lain dapat dipanggil.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.6 Struktur dan status mula fungsi M pengendali ET 242 Grup 0 M03 Putaran sumbu utama searah jarum jam M04 Putaran sumbu utama berlawanan arah jarum jam M05 Sumbu utama berhenti M19 Sumbu utama berhenti tepat Grup 1 ** Grup 2 * * * Grup 3 ** Grup 5 M38 Berhenti tepat, aktif M39 Berhenti tepat, batal M00 Berhenti terprogram M17 Sub program berakhir M30 Program berakhir dan kembali keawal program M08 Pendingin hidup M09 Pendingin mati M25 Alat pencekam membuka M26 Alat pencekam menutup Grup 6 M20 Sumbu kepala lepas mundur M21 Sumbu kepala lepas maju Grup 7 Grup 9 M23 Penangkap benda kerja mundur M24 Penangkap benda kerja maju Grup 8 M50 Pembatalan logik arah revolver pahat M51 Pemilihan logik arah revolver pahat

** M52 Pembatalan pintu pelindung tatal otomatis M53 Pengaktifan pintu pelindung tatal otomatis

Sumber: Emco, 1990. Catatan: * ** 5. Efektif secara blok Status mula Status mula dapat ditentukan dalam mode monitor pemakai (MON)

Alamat S Besar putaran atau kecepatan potong (V) diprogram dengan alamat S (speed). Pada mesin mesin bubut mempunyai beberapa kemungkinan, tergantung dari kode G yang diaktifkan. Beberapa ketentuan pada alamat S anatara lain:

Universitas Sumatera Utara

a)

S dalam hubungannya dengan G96. Kecepatan potong diprogram dalam mm/menit atau inchi/menit. Kode G96 itu dengan alamat S100 artinya kecepatan potong konstan 100 m/menit.

b)

S dalam hubungannya dengan G97. Kecepatan putaran sumbu utama diprogram dalam putaran/menit. Kode G97 yang diikuti oleh alamat S1000 itu artinya jumlah putaran konstan 1000 putaran/menit.

c)

S dalam blok dengan G92 Di program batas kecepatan sumbu utama tertinggi. Kode G92 yang diikuti oleh alamat S3000 artinya jumlah putaran tertinggi 3000 putaran/menit.

d)

S dalam blok dengan M19. Di program posisi berhenti dari sumbu utama.

6.

Alamat F Kecepatan asutan (Vf) itu diprogram dengan alamat F (feed). Pada mesin bubut, kecepatan tersebut dinyatakan dalam m/putaran. Penunjukkan F100 dalam sebuah program bubut berarti 100 m/putaran dan sama dengan 0,1 mm/putaran. Menjalankan dalam mm/menit atau mm/putaran tergantung pada kode G yang aktif, dimana berlaku ketentuan: a) F dalam hubungannya dengan G94. Dengan alamat F, asutan diprogram sebagai kecepatan asutan dalam mm/menit (inchi/menit). b) F dalam hubungannya dengan G95. Asutan ditetapkan dalam m/putaran atau inchi/putaran. c) F dalam hubungannya G33 dan G85. Dengan F diprogram kisar ulir dalam mm dan inchi. Saat sakelar mesin bubut diaktifkan maka G95 otomatis akan dipanggil. Selama program bekerja, untuk hampir semua mesin CNC kecepatan asutannya masih mungkin untuk diatur dengan tombol tingkat asutan (feedrate).

Universitas Sumatera Utara

7.

Alamat R, P dan D Pada R dituliskan radius ujung pahat. Jenis pelaksanaan khusus dalam siklus diprogram dengan parameter P dan D.

8.

Alamat O Alamat O ditetapkan untuk nomor-nomor program NC. Nomor program ini dipakai sebagai tanda pengenal, misal dari program yang tersimpan pada kaset dan sebagai tanda awal program.

9.

Alamat T Alamat T (tool) dilengkapi dengan sebuah bilangan untuk memberikan informasi stasiun piranti yang harus diaktifkan. Pada beberapa cara pengendalian, nomor piranti diikuti langsung oleh nomor koreksi tool (tool offset). Dengan kata T, alat potong (posisi revolver pahat) dan data pahat dipanggil. Misalnya T0101 memiliki arti stasiun piranti yang diaktifkan adalah stasiun nomor 01 dan data tool yang aktif adalah nomor 01.

10. Alamat L Dalam kebanyakan cara-cara pengendalian, huruf L (loop) digunakan untuk membuat sebuah pengulangan. Dengan menempatkan L di belakangnya, maka kita informasi berapa kali sebuah bagian tertentu dari

program harus diulangi. Alamat L juga dipakai sebagai pencatat posisi pahat. 11. / (tanda belah) atau blockship Untuk beberapa hal (percobaan pemotongan, produksi masal) adalah bermanfaat jika blok-blok dapat dilompati. Blok-blok yang dilompati ditandai dengan garis miring. Garis miring ini harus ditempatkan setelah nomor bloknya.

2.2.5.3 Ketentuan Urutan Kata-kata pada Emcotronic TM 02 Selain dari urutan X(U), Z(W) dalam siklus G84, G85, G86, tidak ada ketentuan mutlak tentang urutan kata. Namun, untuk memperoleh struktur program yang jelas, diharapkan memperhatikan urutan-urutan berikut ini: a. b. Setiap blok dimulai dengan nomor blok. Fungsi G harap diprogram setelah nomor blok.

Universitas Sumatera Utara

c.

Jika diprogram G02, G03 parameter interpolasi I, K harap diprogram setelah X (U), Z (W).

d. e. f. g. h.

Jika diprogram siklus, parameter diprogram setelah alamat X (U), Z (W). Kata F (kisar ulir). Kata S (kecepatan putaran sumbu utama, kecepatan potong). Kata T (address alat potong). Kata M (fungsi tambahan). Beberapa ketentuan tambahan yang berlaku:

1) Beberapa fungsi G dan M dari kelompok yang sama Jika dua atau lebih fungsi G atau M dari kelompok yang sama dari satu blok (tak berarti) fungsi yang diprogram terakhir efektif. 2) Kata kata yang sama dalam satu blok Selain dari kata G dan M, yang berlaku yang dimasukan terakhir. 3) Kata G dan M yang sama dari kelompok yang sama dalam satu blok Dengan kata G dan M dari kelompok yang sama yang berlaku adalah yang dimasukkan terakhir. 4) Pemrograman titik desimal Harga harga X, Z, U, W, Po, P2,1, K harus diprogram dengan titik desimal, tanpa titik desimal harga-harga akan dianggap sebagai m (pada G71) atau 1/10000 inchi (G70) nol didepan dan nol berikutnya harus diprogram.

2.2.6 Metode Pemrograman Mesin CNC Untuk dapat mengendalikan mesin CNC, harus dilakukan pemrograman. Program yang dibuat harus dimasukkan ke mesin. Menurut Hollebrandse (1993), berdasarkan cara pemuatan program ke mesin, metode pemrograman dibedakan menjadi pemrograman manual, pemrograman dialog, pemrograman eksternal, dan pemrograman dengan menggunakan komputer eksternal.

2.2.6.1 Pemrograman Manual Pemrograman manual adalah metode pemrograman yang langsung dilakukan pada mesin (online program). Hal ini dimungkinkan, karena pada

Universitas Sumatera Utara

mesin telah disediakan fasilitas untuk pemuatan program yaitu dengan menggunakan tombol-tombol keyboard pada mesin. Dalam metode pemrograman ini, seorang operator harus mengetik langsung program dengan benar. Pemrograman dengan metode ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan sebagai berikut: Tabel 2.7 Kelebihan dan kekurangan metode pemrograman manual. Kelebihan 1. Cepat, dapat dikerjakan satu orang. 2. Bagi seorang operator, pekerjaan ini sangat mengasyikan, sehingga akan mengenali mesin dengan lebih baik dan pada akhirnya dia akan lebih faham dan terampil. 3. Penghapusan sederhana dan program proses lebih kerjanya Kekurangan 1. Terbatas untuk program yang pendek. Hal ini berkaitan dengan kemampuan dan daya tahan

manusia untuk berdiri di depan mesin. 2. Selama pengetikan program tidak mungkin untuk terus berproduksi. 3. Banyak waktu yang dibutuhkan untuk memeriksa kesalahan-

menjadi lebih luwes. 4. Bagi pemula, dia dapat mulai

kesalahan yang terjadi. 4. Diperlukan keahlian yang cukup tinggi dari operator. 5. Tergantung pada tipe dan jenis mesin (tidak universal).

bekerja dengan peraturan-pertauran organisasi manual.

Sumber: Hollebrandse, 1993.

2.2.6.2 Pemrograman Dialog Suatu cara pengendalian lainnya adalah pengendalian dengan

memanfaatkan menu (dialog). Misalnya, setelah memasukkan siklus akan mendapatkan pertanyaan terhadap alamat-alamat tertentu yang muncul di layargambar. Seorang programmer harus menjawab pertanyaan itu terlebih dulu, sebelum dapat memulai aturan berikutnya. Dengan demikian, cara pengendalian ini sangat membantu pemrograman. Keuntungan pengendalian dengan bantuan dan fasilitas dialog adalah pengendali mengatur sendiri pemrograman sebuah siklus yang tetap atau setelah

Universitas Sumatera Utara

beberapa kode G, maka pada semua alamat yang penting terdapat informasi, lupa akan sebuah alamat menjadi tidak mungkin tetapi bukan berarti tidak mungkin melakukan kesalahan-kesalahan. Sedangkan kekurangan metode ini adalah untuk produk yang sulit, metode ini juga sering menyulitkan pemakainya.

2.2.6.3 Pemrograman Eksternal Langkah perbaikan yang dilakukan guna lebih meningkatkan efesiensi proses produksi, diciptakan alat bantu untuk membuat program. Program yang dibuat dinyatakan dalam bentuk kode G ISO. Pada awal perkembangannya, pembuatan program dilakukan dengan menggunakan alat bantu teletip yang dihubungkan melalui perangkat pelubang (punch), guna membuat pita berlubang (ponsband). Dengan menggunakan alat khusus (tape reader), pita berlubang tersebut dipasang dan program termuat pada mesin. Untuk memuatnya ke dalam mesin digunakan perangkat atau alat bantu berbentuk disket atau melalui interface seperti RS 232 C. Keuntungan dan kekurangan yang dimiliki oleh metode ini adalah: Tabel 2.8 Kelebihan dan kekurangan metode pemrograman eksternal. Kelebihan 1. Program dapat dibuat dalam Kekurangan 1. Tidak seragam atau universal, tergantung pada jenis mesin yang digunakan. 2. Kurang cocok untuk bentuk-

lingkungan yang tenang dan tempat kerja yang murah. 2. Selama penulisan program mesin dapat terus beroperasi. 3. Sebelum pengujian langsung pada mesin, program dapat disimulasikan terlebih dahulu di dulu dalam PC. 4. Cara penyimpanan dan penghapusan program amat sederhana. Sumber: Hollebrandse, 1993.

bentuk produk yang kompleks, karena dihitung. titik-titik target harus

Universitas Sumatera Utara

2.2.6.4 Pemrograman dengan Bantuan Komputer Eksternal Pemrograman dengan bantuan komputer eksternal, memudahkan

programmer dalam penentuan informasi geometris (titik-titik koordinat target) dengan bantuan sistem pemrograman yang menggunakan komputer yang dilengkapi dengan fasilitas CAD (Computer Aided Design) dan CAM (Computer Aided Manufacturing). CAD digunakan untuk mendesain gambar produk, sedangkan CAM digunakan untuk membuat program dalam membentuk produk sesuai dengan gambar. Dengan bantuan CAM ini, kita diberi kesempatan untuk membuat rancana pengerjaan suatu produk sesuai dengan langkah sebenarnya. Selain itu, informasi geometris (koordinat-koordinat target) dari gambar produk dapat diketahui langsung. Keuntungan dan kekurangan yang dimiliki oleh metode pemrograman ini adalah: Tabel 2.9 Kelebihan dan kekurangan metode pemrograman dengan bantuan

komputer eksternal. Kelebihan 1. Program seragam. 2. Dapat digunakan untuk membuat program pada kontur benda kerja yang rumit. 3. Waktu produksi setiap produk dapat diketahui. 4. Pengalihan data dapat berjalan input yang digunakan Kekurangan 1. Dalam membuat program,

programmer harus terlebih dulu memiliki pengetahuan tambahan tentang metode pengerjaan, cara pemasangan benda kerja, dan penentuan dan perencanaan harga produksi.

melalui komputer. 5. Pembuatan program dapat dilakukan pada tempat yang tenang dan

memberikan hasil yang lebih baik. Sumber: Hollebrandse, 1993. Berdasarkan metode pengukuran, metode pemrograman dapat dibedakan menjadi metode pemrograman absolut dan inkremental. a. Metode pemrograman absolut adalah metode pemrograman yang menggunakan satu titik acuan tetap. Metode pemrograman absolut ini

Universitas Sumatera Utara

terdiri dari dua jenis, yaitu metode pemrograman absolut dengan penetapan dan metode pemrograman tanpa penetapan. Dalam metode pemrograman absolut tanpa penetapan, acuan yang digunakan adalah posisi pahat sebelum digerakkan, sedangkan program absolut dengan penetapan, titik acuannya menggunakan titik perpotongan antara garis sumbu dan sisi permukaan bagian luar benda kerja. Pada sistem ini pemasukan data lintasan pahat selalu dihitung dari titik awal pahat yaitu X=0 dan Z=0. Metode absolut memiliki keakuratan tinggi,

tetapi akan menimbulkan kesulitan bila membuat benda kerja yang rumit. b. Metode pemrograman inkrimental (relatif) adalah metode pemrograman yang tidak menggunakan satu titik acuan, tetapi berubah-ubah. Artinya, koordinat akhir dari suatu pergerakan digunakan sebagai acuan untuk pergerakan berikutnya. Pada sistem ini pemasukan data lintasan pahat selalu dihitung dari titik akhir lintasan pahat sebelumnya, X dan Z berubah-ubah tergantung posisi akhir dari pahat. c. Metode pemrograman kombinasi adalah metode pemrograman yang menggunakan metode absolut dan inkremental sekaligus. Pada beberapa sistem kendali CNC misalnya Emcotronic metode ini dipakai untuk parameter pada interpolasi lurus maupun melingkar. Metode pemrograman ini sangat menguntungkan karena akan mempermudah dan

menyederhanakan pengukuran suatu titik koordinat pada suatu toolpath.

2.2.7 Standar Kode Pemrograman Pengendalian mesin CNC menggunakan perintah berupa informasi yang harus diubah menjadi kode-kode yang dapat dimengerti oleh mesin. Pemakaian kode-kode pada mesin CNC dapat menggunakan berbagai standar pemrograman yang berlaku, diantaranya, DIN (Deutsches Institut fur Normung) 66025, ISO (International Organization for Standardization) 6983. Standar DIN 66025 umumnya dipakai oleh mesin CNC buatan eropa misalnya Emco, sedangkan standar ISO 6983 umumnya dipakai oleh mesin CNC buatan Jepang misalnya Fanuc.

Universitas Sumatera Utara

2.2.7.1 Standar DIN 66025 Standar DIN (Deutsches Institut fur Normung) merupakan standar industri yang dibuat Jerman dan banyak dipakai oleh negara-negara di eropa. Salah satu mesin CNC yang menggunakan standar ini adalah mesin buatan Emco yang berasal dari Austria. Standar DIN yang mengatur tentang kode pemrograman mesin CNC termuat dalam standar DIN 66025. Standar tersebut mencakup standar untuk pemrograman mesin CNC milling dan turning. Dalam hal ini yang akan dibahas adalah standar untuk turning. Standar pemrograman CNC dibagi menjadi tiga bagian yaitu standar untuk huruf alamat (address), fungsi G dan fungsi M. Di bawah ini akan diberikan ringkasan dari masing-masing bagian tersebut. Tabel 2.10 Standar DIN 66025 untuk huruf alamat (address). Tanda A Gerakan Arti melingkar Tanda N Nomor blok. Arti

mengelilingi sumbu X. B Gerakan melingkar O (Tidak terpakai).

mengelilingi sumbu Y. C Gerakan melingkar P Gerakan ketiga sejajar sumbu X atau parameter untuk

mengelilingi sumbu Z.

kompensasi alat potong. D Gerakan mengelilingi melingkar sumbu lain Q Gerakan ketiga sejajar sumbu Y atau parameter untuk

atau asutan ketiga. E Gerakan mengelilingi melingkar sumbu lain R

kompensasi alat potong. Gerakan ketiga sejajar sumbu Z atau gerakan cepat dalam arah sumbu Z, atau parameter untuk kompensasi alat potong.

atau asutan ke dua.

F G H I

Asutan. Fungsi jalan. (Tersedia bebas). Parameter interpolasi atau kisar ulir sejajar sumbu X.

S T U V

Putaran sumbu utama. Alat potong. Gerakan kedua sejajar sumbu X. Gerakan kedua paralel sumbu Y.

Universitas Sumatera Utara

Parameter interpolasi atau kisar ulir sejajar sumbu Y.

Gerakan kedua paralel sumbu Z.

Parameter interpolasi atau kisar ulir sejajar sumbu Z.

Gerakan dalam arah sumbu X.

L M

(Tersedia bebas). Fungsi tambahan.

Y Z

Gerakan dalam arah sumbu Y. Gerakan dalam arah sumbu Z.

Sumber: Emco, 1990. (Kutipan dari DIN 66025, lembaran 1, edisi 2.72)

Tabel 2.11 Standar DIN 66025 untuk fungsi G. Fungsi G00 Arti Fungsi Arti Penggeseran alat potong.

Pengaturan posisi dengan G41gerakan cepat. G52 G53

G01 G02

Interpolasi linear.

Pembatalan penggeseran. Penggeseran.

Interpolasi melingkar dalam G54arah jarum jam. G59

G03

Interpolasi melingkar dalam H60 lawan arah jarum jam.

Berhenti (halus).

tepat,

tingkat

G04

Waktu tinggal diam.

H61

Berhenti

tepat,

tingkat

(menengah). G06 G08 G09 Interpolasi parabola. Penambahan kecepatan. Pengurangan kecepatan. H62 G63 G80 Berhenti cepat (kasar). Penguliran dengan tap. Pembatalan pengerjaan. G17 Pemilihan bidang XY. G81G89 G18 G19 G25G29 G33 Pemilihan bidan XZ. Pemilihan bidan YZ. Dapat senantiasa. Pemotongan konstan. ulir, kisar G93 dipakai G90 G91 bebas G92 Penetapan ukuran absolut. Penetapan ukuran inkremental. Penggeseran terprogram. Penguncian asutan banding titik referensi Siklus-siklus pengerjaan. siklus siklus

waktu timbel balik.

Universitas Sumatera Utara

G34

Pemotongan

ulir, G94

Penetapan

langsung

asutan

penambahan kisar konstan. G35 Pemotongan ulir, G95

dalam mm/men. Penetapan langsung asutan

pengurangan kisar konstan. G36G39 G40 Dapat senatiasa. Pembatalan alat potong. penggeseran G97 dipakai bebas G96

dalam mm/put. Kecepatan potong.

Penetapan G98: jumlah putaran langsung.

Sumber: Emco, 1990. (Kutipan dari DIN 66025, lembaran 1, edisi mei 1972).

Tabel 2.12 Standar DIN 66025 untuk fungsi M. Fungsi M00 M01 M02 Arti Berhenti terprogram. Berhenti altenatif. Akhir program. Fungsi M15 M16 M19 Arti Gerakan kearah plus. Gerakan kearah minus. Sumbu utama berhenti dalam kedudukan akhir tertentu. M03 Putaran sumbu utama searah M30 jarum jam. M04 Putaran sumbu utama M31 Pembatalan penguncian. Pita berlubang berakhir.

berlawanan arah jarum jam. M05 Sumbu utama berhenti. M36- Jenjang asutan. M37 M06 Penggantian pahat. M38- Jenjang putaran sumbu utama. M39 M07 Pendingin 1. hidup. M40- Pengaturan roda gigi transmisi. M45 M08 M09 M10 Pendingin 2. hidup. Pendingin mati. Mencekam. M50 M51 Pendingin 3 hidup. Pendingn 4 hidup.

M55- Penggeseran pahat. M56

M11

Membuka.

M60

Penggantian benda kerja.

Universitas Sumatera Utara

M13

Spindel berputar searah jarum M61- Penggeseran benda kerja. jam dan pendingin hidup. M62

M14

Spindel berputar berlawanan M71- Penggeseran putar bendakerja. jarum jam dan pendingin M72 hidup.

Sumber: Emco, 1990. (Kutipan dari DIN 66025, lembaran 2, edisi mei 1972).

2.2.7.2 Standar ISO 6983 Standar ISO (International Organization for Standardization) merupakan standar industri yang dibuat oleh organisasi standarisasi internasional dan standar industri yang paling banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Salah satu mesin CNC yang menggunakan standar tersebut adalah mesin buatan Fanuc yang berasal dari Jepang. Standar ISO yang mengatur tentang kode pemrograman mesin CNC termuat dalam standar ISO 6983. Pada dasarnya, standar DIN 66025 dan ISO 6983 merupakan standar yang hampir sama, hanya ada beberapa fungsi G dan M yang berbeda. Standar tersebut mencakup standar untuk pemrograman mesin CNC milling dan turning. Dalam hal ini yang akan dibahas adalah standar untuk turning. Standar pemrograman CNC dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu standar untuk huruf alamat (address), fungsi G dan fungsi M. Di bawah ini akan diberikan ringkasan dari masing-masing bagian tersebut. Tabel 2.13 Standar ISO 6983 untuk huruf alamat (address). Tanda A Gerakan Arti melingkar Tanda N Nomor blok. Arti

mengelilingi sumbu X. B Gerakan melingkar O Nama program.

mengelilingi sumbu Y. C Gerakan melingkar P Parameter siklus.

mengelilingi sumbu Z. D Kompensasi diameter alat potong. E Asutan penguliran. presisi untuk R Q Kenaikan jumlah langkah dalam siklus. Parameter pada siklus atau

kompensasi alat potong.

Universitas Sumatera Utara

F G H I

Asutan. Fungsi jalan. Koreksi panjang tool. Parameter interpolasi atau kisar ulir sejajar sumbu X.

S T U V

Putaran sumbu utama. Alat potong. Gerakan kedua sejajar sumbu X. Gerakan kedua sejajar sumbu Y.

Parameter interpolasi atau kisar ulir sejajar sumbu Y.

Gerakan kedua sejajar sumbu Z.

Parameter interpolasi atau kisar ulir sejajar sumbu Z.

Gerakan dalam arah sumbu X.

L M

Pengulangan siklus tetap. Fungsi tambahan.

Y Z

Gerakan dalam arah sumbu Y. Gerakan dalam arah sumbu Z.

Sumber: www.wikipedia.com Tabel 2.14 Standar ISO 6983 untuk fungsi G. Fungsi G00 Arti Fungsi Arti Pengaturan koordinat lokal.

Pengaturan posisi dengan G52 gerakan cepat.

G01 G02

Interpolasi linear.

G53

Pengaturan koordinat mesin. Penggeseran terprogram. Mode berhenti tepat. titik referensi

Interpolasi melingkar searah G54jarum jam. G59 melingkar G61

G03

Interpolasi

berlawanan arah jarum jam. G04 G09 G10 G11 G20 G21 G22 G23 G25 Waktu tinggal diam. Cek berhenti tepat. Input data terprogram. Mode pengaturan data batal. Data masukan dalam inchi Data masukan dalam mm. Cek langkah tersimpan ON Cek langkah tersimpan OFF G62 G64 G65 G66 G67 G68 G69 G70 Mode sudut otomatis. Mode pemotongan. Pemanggilan makro biasa. Pemanggilan modal makro. Pembatalan modal makro. Bayangan cermin turret ganda. cermin turret ganda. Siklus finishing. Siklus roughing sumbu Z.

Deteksi fluktuasi putaran G71 spindel aktif

Universitas Sumatera Utara

G26

Deteksi fluktuasi putaran G72 spindel non aktif

Siklus roughing sumbu X.

G27 G28 G29 G30 G31 G32 G35

Cek posisi nol mesin Kembali ke titik referensi 1. Kembali dari titik referensi Kembali ke titik referensi 2. Fungsi lompat. Penguliran, kisar konstan.

G73 G74 G75 G76 G90 G92

Siklus pengulangan pola. Siklus pengeboran. Siklus pengaluran. Siklus penguliran. Siklus pemotongan A. Siklus pemotongan ulir. Siklus pemotongan B.

Penguliran melingkar searah G94 jarum jam.

G36

Penguliran

melingkar G96

Mode kecepatan pemotongan konstan. Mode konstan. kecepatan spindel

berlawanan arah jarum jam. G40 Pembatalan potong G41 G42 G50 Penguliran dengan tap. Siklus pengerjaan batal. Posisi alat potong. G98 G99 koreksi alat G97

Asutan per menit. Asutan per putaran.

Sumber: Smid, 2003.

Tabel 2.15 Standar ISO 6983 untuk fungsi M. Fungsi M00 M01 M02 M03 Arti Berhenti terprogram. Berhenti altenatif. Akhir program. Fungsi M12 M13 M17 Arti Quill kepala lepas masuk. Quill kepala lepas keluar. Indeksi pahat maju. Indeksi pahat mundur.

Putaran sumbu utama searah M18 jarum jam.

M04

Putaran

sumbu

utama M19

Sumbu utama berhenti dalam kedudukan akhir tertentu.

berlawanan arah jarum jam. M05 M06 Sumbu utama berhenti. Penggantian pahat. M30 M41M44

Akhir program. Pengaturan roda gigi transmisi.

Universitas Sumatera Utara

M07

Pendingin 1. hidup.

M48

Pembatalan pengaturan asutan tidak aktif.

M08

Pendingin 2. hidup.

M49

Pembatalan pengaturan asutan aktif.

M09 M10 M11

Pendingin mati. Mencekam. Membuka.

M98 M99

Pemanggilan subprogram. Akhir subprogram.

Sumber: Smid, 2003.

2.3

AutoCAD 2004 AutoCAD berasal dari kata Automatic Computer Aided Design, yang artinya

AutoCAD merupakan suatu program komputer sebagai alat bantu dalam proses desain atau perancangan (Wahana Komputer, 2002). AutoCAD 2004 merupakan pengembangan beberapa fasilitas menggambar dari AutoCAD versiversi sebelumnya. Tampilan AutoCAD 2004 seperti terlihat pada gambar dibawah.

Gambar 2.9 Tampilan AutoCAD 2004 AutoCAD 2004 dilengkapi beberapa fasilitas dan kemampuan baru yang sebagian besar merupakan pengembangan fasilitas-fasilitas yang terdapat pada versi-versi sebelumnya. Fasilitas dan kemampuan baru tersebut antara lain: 1. Penambahan tombol-tombol perintan dan subperintah baru pada toolbar dan menu pull down.

Universitas Sumatera Utara

2. Penggunaan tampilan kotak dialog pada beberapa perintah yang sebelumnya menggunakan masukan melalui command line. 3. Pembaharuan cara penggunaan beberapa fasilitas penggambaran, seperti dimensi, teks dan blok. Adanya tambahan fasilitas dari versi-versi sebelumnya diharapkan AutoCAD 2004 ini menjadi salah satu program komputer untuk desain dan perancangan yang baik. AutoCAD 2004 menghasilkan file dengan format data dwg dan dxf.

2.4

Mastercam X Mastercam X merupakan perangkat lunak komputer yang berisi

software CAM yaitu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk merancang proses pembubutan. Software Mastercam X dapat digunakan untuk merancang proses pemesinan misalnya proses freis dan bubut juga memilki kemampuan sebagai program simulasi proses pemesinan menggunakan mesin CNC. Mastercam X dapat digunakan untuk menggambar mendesain benda kerja, selain itu software Mastercam X juga bisa digunakan untuk mengimpor atau mengambil file dari program lain yang memiliki tipe file yang sama dengan dengan tipe file yang kompatibel dengan software Mastercam X. Software Mastercam X dapat menghasilkan file desain suatu benda kerja dengan format data mcx. Software Mastercam X juga dapat membaca file yang dihasilkan software lain diantaranya Solidworks (*.sldprt), Autodesk (*.ipt), Catia (*.catpart), AutoCAD (*.dwg dan *.dxf), sehingga semua file yang memiliki tipe file diatas bisa ditransfer ke sofware Mastercam X. Mastercam X dilengkapi fasilitas simulasi yang berguna untuk

menampilkan simulasim proses pemesinan yang telah dirancang, sedang untuk pembuatan benda kerja pada mesin CNC, software Mastercam X dilengkapi fasilitas post processing yang memiliki fungsi merubah desain gambar (grafis) menjadi bahasa numerik yang bisa dimengerti oleh mesin CNC. Sehingga dengan adanya fasilitas ini hasil desain gambar dari software Mastercam X atau dari software lain dapat diproses untuk diubah menjadi kode G untuk dieksekusi ke mesin CNC.

Universitas Sumatera Utara

Adapun keunggulan software Mastercam X ini antara lain: 1. Hasil program CNC dapat disimulasikan terlebih dahulu, bila ada kesalahan atau error program dapat dikoreksi agar bisa dieksekusi untuk menghindari kerusakan pada mesin CNC jika telah dieksekusi. 2. Simulasi pembuatan benda kerja dapat dilihat langsung hasilnya, dapat dilihat dalam tampilan 2 dimensi maupun 3 dimensi. 3. Dapat dilakukan transfer file dengan software lain yang memiliki format data yang sama, sehingga mempermudah membuat program kode G. 4. Hasil program kode G dari software ini dapat disimpan menggunakan media penyimpanan data elektronik misalnya hard disk ataupun flash disk. 5. Hasil program kode G dari software ini dapat langsung digunakan pada mesin CNC yang kompatibel atau melakukan konversi untuk mesin CNC tertentu yang menggunakan standar pemrograman yang berbeda. Tampilan dan elemen interface Mastercam X dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 2.10 Tampilan dan elemen interface Mastercam X (Sumber: CNC Software, 2005)

Universitas Sumatera Utara