Anda di halaman 1dari 18

TEXT BOOK REVIEW

SINDROMA GUILLAIN-BARRE
PEMBIMBING DR.BAMBANG SRI DYATMOKO, SP. S

Disusun oleh : Supak Silawani G1A211014

PENDAHULUAN
Istilah

SGB diambil adri dua Ilmuwan Perancis, Guillain (baca Gilan) dan Barr (baca Barre), yang menemukan 2 prajurit yg mengidap lumpuh thn 1916 dan membaik setelah dirawat. Angka kejadian SGB yakni 1-3 per 100.000 orang per tahun diseluruh dunia untuk semua iklim dan sesama suku bangsa Walaupun dapat sembuh sempurna, namun dapat menimbulkan kematian karena gagal nafas

TINJAUAN PUSTAKA
SGB adalah suatu jenis poliradikuloneuropati yang progresif dan akut dengan gejala kelemahan, parestesia dan hiporefleksia, yang biasanya terjadi setelah suatu febris atau penyakit viral. Etiologi belum jelas, diduga karena infeksi virus, bakteri, atau penyakit sistemik

KLASIFIKASI SGB :
Acute Inflammatory Demyelinating Polyradiculoneuropathy Acute Motor Axonal Neuropathy Acute Motor Sensory Axonal Neuropathy Miller Fisher Syndrome Acute Neuropatic panautonomic Ensefalitis Batang Otak Bickerstaffs

ACUTE INFLAMMATORY DEMYELINATING POLYRADICULONEUROPATHY


Tipe SGB yang terbanyak Kelemahan anggota gerak proksimal dibanding distal Mengenai n.VII

Acute Motor Axonal Neuropathy


Terbanyak diderita oleh anak-anak Perjalanan penyakit berkembang cepat Terkait dengan kegagalan nafas Hipereflek pada 1/3 penderita

ACUTE MOTOR SENSORY AXONAL NEUROPATHY


Mempengaruhi saraf sensorik dan motorik Diderita oleh usia dewasa Karakteristik : atrofi otot

Miller Fisher Syndrome


Triad : ataxia, arefleksia, oftalmoplegia Dimulai dari defisit nervus cranialis Mengenai n.III, n.IV,n.VI dan ganglia basalis

ACUTE NEUROPATIC PANAUTONOMIC

Gejala awal : kelelahan, sakit kepala, ensepalopati ex: penurunan inisiatif Kejadian kematian tinggi: disritmia Disfungsi pencernaan : sembelit

Ensefalitis Batang Otak Bickerstaffs


Terjadi di batang otak Penurunan kesadaran, ataxia, oftalmoplegi, hipereflek, babinsky +

PATOFISIOLOGI

GEJALA KLINIS

Perjalanan Penyakit SGB : 1. Fase Progresif 2. Fase Plateau 3. Fase Penyembuhan

GEJALA KLINIS
Kelemahan Keterlibatan nervus cranialis Perubahan sensorik Nyeri Perubahan otonom Gangguan pernafasan

PENEGAKKAN DIAGNOSIS SGB NATIONAL INSTITUTE OF NEUROLOGICAL AND COMMUNICATIVE DISORDER AND STROKE (NINCDS) :

Ciri-ciri yang perlu untuk diagnosis :

Lemah progresif, > 1 anggota gerak ascending Arefleksia di distal, dan hiporefleksia proksimal
Progresivitas Simetris Gangguan sensorik ringan Ikut terkena saraf otak (biasanya n.VII) Gangguan otonom : takikardi, aritmia, hipotensi postural, hipertensi,dll Tak ada febris saat awal kelumpuhan Penyembuhan 2-4 mgg sesudah terhentinya progresi dari kelumpuhan

Ciri-ciri yang kuat menyokong SGB :

Ciri LCS yang memperkuat diagnosis :

Jumlah protein meningkat Jumlah sel < 10/mm2

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Elektrodiagnosis (EMG) memberikan tanda demielinisasi

TERAPI

Tujuan terapi = mengurangi beratnya penyakit dan mempercepat penyembuhan melalui imunoterapi :
Kortikosteroid Plasmaferesis Imunosupresan

KESIMPULAN
1.

2.

3.

SGB= suatu jenis poliradikuloneuropati yang progresif dan akut dengan gejala kelemahan, parestesia dan hiporefleksia, yang biasanya terjadi setelah suatu febris atau penyakit viral. Etiologi belum jelas, diduga dicetuskan infeksi. Patofisiologi SGB yakni terjadi demyelinisasi saraf tepi pada SGB dipengaruhi oleh respon imunitas seluler dan imunitas humoral yang dipicu infeksi.

4.

5.

6.

7.

Sindroma Guillain Barre diklasifikasikan : Acute Inflammatory Demyelinating Polyradiculoneuropathy, Acute Motor Axonal Neuropathy, Acute Motor Sensory Axonal Neuropathy, Miller Fisher Syndrome, Acute Neuropatic panautonomic, Ensefalitis Batang Otak Bickerstaffs (BBE) Perjalanan penyakit GBS dapat dibagi menjadi 3 fase: fase progresif, fase plateau, dan fase penyembuhan. Pemeriksaan penunjang SGB dengan menggunakan EMG. Terapi SGB : kortikosteroid, plasmaferesis, dan imunosupresan

DAFTAR PUSTAKA

Vanessa van der Linden. Guillain-Barre Syndrome in Children : Clinical, laboratorial and epidemiologic study of 61 patients. Arq Neuropsiquiatr 2010;68(1)

Guillain-Barr Syndrome : Guide to Surveillance, Reporting and ControlMassachusetts Department of Public Health, Bureau of Communicable Disease Control 2006

Pieter A van Doorn, Liselotte Ruts, Bart C Jacobs. Clinical features, pathogenesis, and treatment of Guillain-Barr syndrome Vol 7 October 2008

Min Zhong, Fang-Cheng Cai. Current Perpectives on Guillain-Barre Syndrome. World J Pediatr 2007;3(3):187-194

Alan R. Berger. Guillain Barre Syndrome and Its Variants. University of Florida/Jacksonville 2005

Candice Marie Robert. Guillain-Barre Syndrome. GBS Support Group Sleaford Lincolnshire : 2011

Ted M. Burns. Guillain-Barre Syndrome. Thieme Medical Publishers (Semin Neurol 2008 April;28(2):152-167) Angelika F Hahn. Guillain-Barr syndrome. THE LANCET Vol 352 August 22, 1998

Joel S. Guillain-Barre Syndrome. University Medical Center Rotterdam : 2004

L.H.Visser. The Guillain-Barre Syndrome : Clinical subgroups, prognosis and treatment. Department of Neurology, University Hospital Rotterdam and St. Elisabeth Hospital Tilburg

Khan F, Amatya B, and Turner-Stokes. Multidisciplinary Care for Guillain-Barre Syndrome. The Cochrane Library 2010, Issue 10