Anda di halaman 1dari 2

A.

SALING MEMILIKI SAHAM MUTUAL HOLDING Mutual holding terjadi jika pemegang saham minoritas anak perusahaan memiliki saham perusahaan induk. Misalnya PT A menguasai 80% saham PT B, dengan demikian 20% saham PT B yang tidak dikuasai PT A dapat saja memiliki saham PT B, yang menimbulkan mutual holding. Ada beberapa persoalan yang akan timbul apabila terjadi mutual holding, diantaranya adalah: 1. Laporan konsolidasi menyajikan laporan gabungan induk dan anak serta mengeliminasi akun antar perusahaan. 2. Hak minoritas dalam laporan konsolidasi merupakan bagian kekayaan pemegang saham yang tidak dikuasai induk atau kekayaan hak minoritas. 3. Bila terjadi mutual holding di mana anak memiliki saham induk, maka jumlah kepemilikan harus dieliminasi. 4. Perusahaan anak memiliki catatan investasi dalam saham induk. Prinsip penyusunan laporan konsolidasi mengatakan bahwa akun antarperusahaan harus dieliminasi, sehingga nilai investasi perusahaan anak juga harus dieliminasi dengan modal saham induk. Eliminasi modal saham induk mengakibatkan pengurangan modal saham induk dalam laporan konsolidasi. Pada dasarnya, modal saham induk tidak berkurang, akan tetapi untuk tujuan penyusunan laporan konsolidasi tersebut modal saham induk harus dieliminasi berdasarkan nilai investasi anak atas moda saham tersebut. Perlakuan akuntansi pengurangan modal saham induk tersebut dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yakni pendekatan saham dibeli kembali/perbendaharaan (treasury stock approach) dan pendekatan konvensional (conventional approach). Dalam pendekatan saham dibeli kembali, saham induk perusahaan yang dibeli anak perusahaan dianggap sebagai saham yang dibeli kembali oleh entitas konsolidasi. Dalam pendekatan konvensional, saham induk perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan diangggap sebagai saham yang ditarik kembali (contructively retired) , modal saham serta saldo laba yang didapat oleh anak perusahaan tidak muncul dalam laporan keuangan konsolidasi. a) Konsolidasi tahun perolehan - tanpa pembagian dividen Awal Januari 2009, P membeli 90% saham S senilai $270,000. Pada saat itu capital stock S $200,000 dan Retained earnings $100,000. 5 Januari 2009, S membeli 10% saham P senilai $70,000. Pada saat itu capital stock P $500,000 dan Retained earnings $200,000. Penjelasan jurnal eliminasi:

a. NCI expense
NCI, ending (untuk mencatat NCI expense 10% x 30,000)

$3,000 $3,000

b. Capital stock S
Retained earnings S Investment in S NCI S, beginning

$200,000 $100,000 $270,000 $ 30,000

(untuk mengeliminasi akun resiprokal investment in S dengan ekuitas S)

c. Treasury stock

$70,000

Investment in P $70,000 (untuk mengeliminasi akun investment in P dan memunculkan akun treasury stock untuk saham P yang dimiliki S)

Anda mungkin juga menyukai