MEKANIKA BAHAN I (Mechanics of Materials

)
Semester II (3 SKS)

1/27/2008

Prof. Ir. Jamasri, Ph.D. - T. Mesin UGM

1

BUKU ACUAN
Mechanics of Materials – R C Hibeller Mechanics of Engineering Materials – P P Benham & R J Crawford

Prof. Ir. Jamasri, Ph.D. - T. Mesin UGM

2

Profil Dosen
Nama Tempat, tgl lahir p , g Pendidikan tertinggi Jabatan Akademik Home Address Email : Prof. Ir. Jamasri, Ph.D : Kudus, 4 Juli 1961 , : Ph.D. in Mech Eng (1993) : Professor (2006) : Pogung Raya 272D Yk : jamasri@ugm ac id jamasri@ugm.ac.id

Prof. Ir. Jamasri, Ph.D. - T. Mesin UGM

3

Mesin UGM . Ph. .SISTEM PENILAIAN Tugas & Quiz Mid-Semester End-Semester Justifikasi : 30% : 30% : 40% : A ≥ 80 65 ≤ B < 80 55 ≤ C < 65 40 ≤ D < 55 E < 40 4 Prof.D.T. Jamasri. Ir.

Ir.T. Ph. Jamasri. . Mesin UGM 5 .D.Sil b Silabus Konsep tegangan Beban aksial – tegangan dan regangan g g g g Beban torsi (puntir) Beban Lengkung murni g g Beban transversal Transformasi tegangan dan regangan Defleksi Kolom Prof.

Ir.T. .G Gaya (b b ) (beban) Gaya aksial : menyebabkan y memanjang/memendek arah aksial tarik (+) Gaya geser : menyebabkan tergeser searah beban Prof. Mesin UGM tekan(-) 6 . Ph.D. Jamasri.

T.D. Mesin UGM M 7 . Ph.Momen = gaya x jarak Momen puntir : menyebabkan terpuntir T=Pxl l P T Momen Lengkung : menyebabkan melengkung P M M = P/2 x l l Prof. Jamasri. Ir. .

Konsep tegangan Gaya aksial tarik P A A = luas penampang yang menahan P l h intensitas gaya yang terbagi p g y y g g pada luasan seluas A disebut tegangan.D. Ph. Jamasri. . Ir.T. σ (sigma) Maka : σ= σ P A P adalah resultante gaya internal di penampang A Prof. Mesin UGM 8 .

.T. Mesin UGM 9 . Jamasri.Satuan Tegangan P – satuan gaya (N) A – satuan luas (m2) σ = P/A satuan σ : N/m2 1 N/m2 = 1 pascal (disingkat Pa) 1 kN/m2 = 103 N/m2 = 103 Pa = 1 kPa (kilo newton) (kilo pascal) 1 MPa (mega pascal) = 106 Pa = 106 N/m2 1 GPa (giga pascal) = 109 Pa = 109 N/m2 Prof. Ir.D. Ph.

Rata-rata di Penampang A= P/A 10 . atau adanya konsentrasi tegangan. Dalam praktek. Ph. σ=P/A b k tegangan di suatu titik P/A bukan t t pada penampang A. tetapi tegangan rata-rata semua titik pada penampang A Pada umumnya tegangan di suatu titik g g g tidak sama dengan tegangan rata-rata. kecuali pada titik beban.Beban aksial Tegangan normal : tegangan pada bidang yang tegak lurus dengan arah gaya. Ir. Prof. Mesin UGM tegangan normal P A P A X Y Gaya ada di titik X teg di X = besar teg t di Y = 0 Teg. .T. tegangan ini dianggap seragam.D. Jamasri.

T. Ph.D.0003141 = -636739. Jamasri.0000785 = 2206434N/m2 = 2. .0000785 m2 A2 = 0. Ir.0003141 m2 1 30o +100V3 2 D2 = 20 mm 100 -200 σ1 = 100V3/0.636 MPa (tekan) Prof.206 MPa (tarik) σ2 = -200/0. Mesin UGM 11 .Contoh Tegangan normal P = 100 N D1 = 10 mm Hitung tegangan normal Hit t l pada batang 1 dan batang 2 A = πD2/4 A1 = 0.89 N/m2 = -0.

D.T.15) 07 00 07 15) D1 = 15 mm 1 45o F1 = 5 kN 2 F2 = 10 kN D2 = 20 mm Hitung tegangan normal pada batang 1 dan batang 2 dalam MPa g Prof.QUIZ 1 (Waktu: 07. . Jamasri. Ph. Ir. Mesin UGM 12 .00-07.

Ph.Beban geser Tegangan geser P P τrata2 = A P’ A = luas penampang yang menahan beban P h b b Tegangan yang terjadi pada luasan A g g g ( ) disebut tegangan geser.T. . Mesin UGM 13 . Ir. Jamasri. τ (tau) Prof.D.

Contoh Tegangan geser P P P P P P P/2 P/2 P τ= P A τ= P 2A 14 Single shear Prof. Mesin UGM Double shear . Ph. Jamasri.D.T. . Ir.

jika dipotong harus tetap g y (ΣF=0) ) statis resultante gaya = 0 ( 30+50 = 80 kN Diameter = 30 mm B A Diameter = 20 mm B 30 kN A 50 kN 50 kN 30 kN 30 kN 30 kN 30 σA-A= 0. Ph.D. Ir.000707 kPa 15 . .000314 kPa Prof.T. Mesin UGM 80 σB-B= 0.Diagram benda bebas Suatu benda yang statis. Jamasri.

Ph.T. Ir. Jamasri. Mesin UGM P Aθ τ 16 .D. . juga tegangan geser jika bekerja pada bidang yang bersudut thd beban thd. P σ P P P A τ P A τ P P σ P Aθ P Aθ Aο σ Prof.Tegangan pada bidang miring Beban aksial tidak hanya menyebabkan tegangan normal.

Jamasri.P P P P P A0 F θ Aθ V P F = P cos θ V=Ps θ sin σ = F/Aθ = (P cos θ)/(A0 /cos θ) = (P/A0) cos2 θ pada θ = 0 σ = P/A0 (maks) θ = 90 σ = 0 Pada τmaks. maka σ = P/2A0 Prof. .D.cosθ = (1/2) (P/Ao) sin2θ pada θ = 0 τ = 0 θ = 90 τ = 0 τ maksimum di θ = 45 τmaks = P/2A0 17 . Mesin UGM τ = V/Aθ = (P sin θ)/(A0//cos θ) = (P/A0) sin θ. Ir. Ph.T.

Ir. Ph. las. Mesin UGM τθ= 0. Jamasri. σ= P τθ σθ 20o 8 mm P Las A .95 MPa 18 . .1 Prof.250 kN = π (do2-di2) 4 = .Contoh Suatu pipa baja dimeter luar 300 mm dibuat dari plat setebal 8 mm dengan mengelas melingkar (helix) yang membentuk sudut 20o terhadap bidang tegak lurus sumbu pipa.30 1 MPa 30.T.083 MPa σθ= σ cos2θ = .34.D.5σ sin2θ = 10. Bila P = 250 kN tentukan σ tegak lurus dan τ sejajar bidang las kN.

Tegangan ultimate dan tegangan ijin Tegangan (beban) ultimate adalah tegangan (beban) maksimum yang bisa terjadi pada bahan hasil pengujian Dalam desain. safety FS) beban _ ultimate FS = beban _ yang _ diijinkan y g j tegangan _ ultimate FS = tegangan _ yang _ diijinkan Prof. Mesin UGM 19 . Ph. Perbandingan antara keduanya disebut faktor keamanan (factor of safety. .D. Ir. maka beban yang dikenakan p y g pada komponen mesin p harus lebih kecil dari beban ultimate bahan. Jamasri.T.

00-07. Jika factor of g g y safety adalah 2. Ir.D.QUIZ 2 (Waktu: 07. Ph. ? F = 100 kN Sebuah batang terbuat dari baja dengan kekuatan 500MPa ditarik dengan gaya 100 kN. .15) 07 00 07 15) D = …. hitung diameter minimal yang diperbolehkan Prof. Jamasri. Mesin UGM 20 .T.

Semakin besar P. Mesin UGM δ 21 . memendek. . membesar.Tegangan dan regangan Jika suatu benda diberi beban. akan mengalami perubahan bentuk (deformasi) memanjang. L P Jika dib t Jik dibuat grafik P . Ph. Jamasri. Ir.D. δ juga semakin besar.δ fik A δ P Prof. mengecil dsb.T. Perubahan panjang = δ.

tanpa satuan Prof.Regangan normal karena beban aksial Semakin besar L.D. Ph. pertambahan panjangnya juga semakin besar L 2L A δ P Jika panjang mula mula = L dan luas mula-mula L. maka deformasi per satuan panjang disebut regangan.( p ) ε= A 2δ P δ L δ = satuan panjang L=satuan panjang > ε. . Ir. Mesin UGM 22 . penampang konstan.T. ε. Jamasri. (epsilon) .

Mesin UGM 23 . Jamasri. mengalami deformasi sebesar δ = 150 µm =150 x 10-6 m. Ph.Satuan regangan Tanpa satuan Persen (%) regangan = 10% (dari mula2) mm/m L=10 m δ = 20 mm m.D. Maka regangannya adalah : 150 × 10 ε = = L 0 .6 m dengan penampang seragam. Ir. .6 δ −6 = 250 × 10 −6 m / m = 250 × 10 −6 Prof. ε = 2 mm/m In/in Contoh : Sebuah batang panjang 0.T.

T. Ph. Untuk mendapatkan diagram σ−ε dari suatu material harus dilakukan uji tarik Spesimen patah σu P σ (M MPa) σy σB Lo Luas = Ao σ = P/Ao δ/Lo ε = δ/L P 0. Ir. Diagram ini merupakan sifat material yang penting penting. Jamasri. .D.regangan Diagram yang menunjukkan hubungan antara tegangan dan regangan (σ−ε ) tidak sama untuk setiap material.2 ε 24 Aluminium Paduan . Mesin UGM 0.004 Prof.Diagram tegangan .

.2 ε Baja karbon rendah Aluminium Paduan σu = tegangan ultimate = kekuatan ultimate σy = tegangan yield (luluh) = kekuatan luluh σB = tegangan patah = kekuatan patah Prof.02 0.0012 0. Ph.25 ε 0. Mesin UGM 25 .Diagram tegangan – regangan 450 σu σ (MP Pa) σy 450 σu σy σ (M MPa) 300 300 150 σB 150 σB 0.004 0.D. Ir.T.2 0. Jamasri.

0012 0.02 0. Ir. Mesin UGM Proses patah spesimen dari material P t h i d i t i l yang liat 26 . Ph.Bahan liat (ductile) 450 σu σ (M MPa) 300 σy luluh Pengerasan regangan necking 150 σB necking 45o cup cone 0.T.2 0. aluminium. Jamasri. .25 ε Bahan liat : baja karbon rendah. Bahan liat tidak tahan geser Patah pada tegangan geser terbesar (sudut 45o) Prof.D.

D. Jamasri.2 0.0012 0.004 0.25 ε 0. Ph.02 0. . Mesin UGM 27 . Ir.2 ε Baja karbon rendah j Pada tegangan luluh tegangan konstan walaupun regangan bertambah Aluminium Paduan Titik luluh tidak jelas Titik l l h j l Ti ik luluh jelas Prof.T.450 σu σ (MPa) σy 450 σu σy σ (MP Pa) 300 300 150 σB 150 σB 0.

T. Ph.2% 0 2% Prof.D. Ir.Mencari k k t luluh dengan offset M i kekuatan l l h d ff t σu σy σB σ (MPa) ε 0.2% Titik potong antara kurva σ−ε dengan garis yang sejajar dengan bagian lurus dari kurva yang ditarik dari nilai ε sebesar 0. Mesin UGM 28 . Jamasri.2% ofset Bahan yang titik luluhnya tidak jelas Tegangan luluh dicari dengan metode ofset T l l h di i d t d f t Kekuatan luluh pada offset 0. .

T. Jamasri. Mesin UGM 29 .D. . Ph.70% Prof. Ir.Ukuran ke liatan (ductility) ke-liatan LB − Lo 100 Lo Persentase perpanjangan = LB: panjang patah Lo : panjang mula-mula % cup cone Baja struktur = 20% Persentase pengurangan luas penampang l AB: luas penampang patah Ao : luas penampang mula-mula Ao − A B = 100 % Ao Baja struktur = 60 .

0012 0. batu (keramik). .02 Besi tuang. Ph. Jamasri. Mesin UGM Proses patah spesimen dari material P t h i d i t i l yang getas 30 .T. dsb Bahan getas tidak tahan tarik Patah pada tegangan tarik h d ik terbesar (sudut 0o) Prof.D. ( ) bahan komposit.Bahan G t (b ittl ) B h Getas (brittle) 450 σu = σB σu = σB σ (M MPa) 300 150 0o ε 0. g g gelas. Ir.

Mesin UGM 31 .D. karena retak-retak kecil k il yang ada mempengaruhi k k t t ik t t i d hi kekuatan tarik. Ph.T. . tetapi tidak mempengaruhi kekuatan tekan Prof. Jamasri.Beban tekan Bahan liat : kekuatan tekan dan tarik sama (pada tekan tidak ada ‘necking’) necking ) Bahan t B h getas : k k t ultimate tekan jauh lebih kekuatan lti t t k j h l bih tinggi daripada kekuatan tarik. Ir.

T. Jamasri.0012 0.02 0 0012 0 02 0. Ph.2 0. Ir. Persamaan : σ =P/Ao dan ε = (L-Lo)/Lo Ao adalah luas penampang mula-mula Tegangan ini disebut : tegangan teknik (engineering stress) g g g g ( g g ) Kenyataannya.25 ε 0.Tegangan dan regangan yang sesungguhnya • Pada diagram σ−ε.25 02 Tegangan – regangan teknik. Mesin UGM Tegangan – regangan sesungguhnya 32 ε .02 0. disebut : tegangan sesungguhnya Demikian juga ε sebenarnya adalah : ε =Σ∆ε = Σ(∆L/L) Atau : Σ∆ε 450 450 εt = ∫ L σ (M MPa) σ (MPa) σu 300 150 σu 300 150 Lo dL L =l ln L Lo σB σy luluh Pengerasan regangan necking σB σy luluh Pengerasan regangan necking 0. Prof.D. .2 02 0. tegangan σ dan ε dihitung dg. Ao semakin kecil (jika beban ditarik) sesungguhnya σ lebih besar.0012 0.

) σ (MPa a) luluh Karena ε tanpa satuan. maka satuan E sama dengan satuan σ 0.D. 1773 – 1829) g. tegangan berbanding lurus dengan regangan : 450 σ=Eε σu 300 Persamaan ini disebut : hukum Hook. Ir.Hukum HOOK dan Modulus elastisitas Pada umumnya elemen struktur (mesin) didesain sedemikian sehingga deformasinya kecil. (Robert Hook.0012 Teg Prof. dan hanya bergerak pada daerah garis lurus pada diagram σ−ε σ ε Pada daerah ini.T. 1635-1703) σy Koefisien E disebut modulus elastisitas disebut juga modulus Young 150 ( (Thomas Young. Jamasri. . Mesin UGM 33 . Ph.

. Jamasri.D. Ph. Mesin UGM . Ir.Kekakuan (stiffness) E menunjukkan mudah-tidaknya bahan berubah bentuk menunjukkan kekakuan (stiffness) bahan E dit j kk oleh k i i ditunjukkan l h kemiringan garis li i pada di i linier d diagram σ−ε σ (σ = E ε) σ ε E besar ε kecil sulit berubah bentuk E kecil ε ε besar mudah berubah bentuk 34 Prof.T.

Ph. Jamasri. penambahan bahan paduan. . Mesin UGM 35 . Ir.D. Pada bahan yang luluhnya jelas. maka batas proporsional hampir berimpit dengan p p p p g tegangan luluh Pada beberapa bahan. ketahanan korosi dsb. duktilitas. p p perlakuan p panas dan proses pembuatan mengubah kekuatan. kekakuan sama Prof. σ Baja paduan yang diquenced dan ditemper Baja karbon tinggi Baja karbon rendah besi murni ε Kekuatan berbeda.T.Batas proporsional Tegangan terbesar dimana hukum Hook p p masih berlaku disebut batas proporsional bahan.

Jari-jari batang dapat dituliskan sebagai berikut b ik t : x r = r ο -(r ο .D.r1 ) L Luas penampang pada setiap r : x⎤ ⎡ Ax = π ⎢ro − (ro − r1 ) ⎥ L⎦ ⎣ Prof.T. g g Jawab : Secara umum persolan di atas dapat diwakili dengan gambar di samping ini. Batang dianggap mempunyai bahan yang sama dengan harga E = 208 GN/ m 2 . Ir. . Ph. Jamasri.Contoh : Hitunglah perubahan panjang pada batang konis bertangga seperti gambar di bawah. Mesin UGM 36 .

6 u B == = 0.012. . Ir.006 Prof.π . maka regangannya menjadi: j di du W 1 = dx Ax E sehingga: L W W L dx u=∫ dx d = ∫ x πE 0 [rο − (rο − r1 ) L ]2 Ax E 0 WL u= Eπro r1 Kita aplikasikan pada batang bagian bawah (B) 10000 x0.0. Ph.D.T.Jika potongan dx bertambah panjang du akibat pembebanan.0. Jamasri.10 . Mesin UGM 37 .0319mm 9 208.

5 kN Beban yang bekerja pada batang A : -188.5 + 10 = -178.06π MN = -188. Ir.03 = -0.0669 + 0.5 Pengurangan panjang pada batang A : 178.5 178.035 mm 0 035 Prof.0319 = -0.0669mm 9 208.5.10 . Mesin UGM 38 .6 uA = − = −0.5 kN 188.π .0.00175 Perubahan panjang pada batang = -0. Beban tekan : -2.0.103.0035. Jamasri.Sedangkan untuk batang bagian atas (A) ditentukan terlebih dahulu besar b b d h l b bebannya.0.D.T.0.π . . Ph.

Deformasi batang karena beban aksial
Batang BC, panjang L dibebani beban terpusat P

L δ P

Jika tegangan y g timbul σ tidak melebihi batas g g yang proporsional, maka berlaku hukum Hook :

A

σ=Eε
Atau :

ε = σ /E = P/AE

Mengingat bahwa ε = δ/L, atau δ = εL, maka bisa dituliskan

δ=

PL AE

Prof. Ir. Jamasri, Ph.D. - T. Mesin UGM

39

Angka poisson (Poisson s ratio) (Poisson’s
Jika suatu batang ditarik pada satu arah :
– Memanjang pada arah beban εx – Memendek pada arah tegak lurus beban εy Poisson ratio ν = -εy / εx ε Nilai ν (nu) adalah 0<ν<0.5

εy

εx
Prof. Ir. Jamasri, Ph.D. - T. Mesin UGM 40

Regangan Geser
y

τ
x

γ τ

τxy = G γxy τxy = tegangan geser G = modulus geser γxy = regangan geser Ingat kembali :
Prof. Ir. Jamasri, Ph.D. - T. Mesin UGM

Hukum Hook

σx = E εx

G=

E 2(1 + υ )
41

l b h t t maka ukurannya berubah L δT = α(∆T)L L δT α = sifat bahan : koefisien ekspansi termal (satuan : per oC) εT = δT / L εT = α∆Τ Regangan termal Prof.D. Ph.T. Jamasri. Mesin UGM 42 . .Pengaruh Temperatur Suatu b d bila S t benda bil mengalamii perubahan temperatur. Ir.

Mesin UGM . Jamasri. maka timbul tegangan tidak ∆T=0.Jika perubahan panjang ini tidak ada yang menahan ada tegangan Jika ditahan.T. . Ph. tegangan = 0 P P’ δP ∆T >0. tidak ditahan.D. >0 ditahan kiri-kanan tegangan ≠ 0 δT P δ T + δ P = 0 ⇒ α (∆T ) L + P = − AEα (∆T ) PL =0 AE Maka tegangan yang timbul : P σ = = − Eα (∆T ) A 43 Prof. Ir. tegangan = 0 ∆T >0. 0.

Ir.T. a. Tegangan Prof. . Ph. Regangan 44 .D.Hubungan Tegangan-Regangan Secara Umum: Untuk memperoleh hubungan antara tegangan dan regangan secara umum dapat dilihat gambar di bawah ini. Mesin UGM b. Jamasri.

D. sedangkan jika komponen regangan pada arah z adalah nol.T. σ y . Ph.Untuk tegangan σ x . maka kondisi ini disebut kondisi plane strain (regangan bidang). σ z : εx = εy = εz = σx ν σy σz E E − E (σ y +σ z ) − ν E (σ z + σ x ) E E Jika komponen tegangan pada arah z adalah nol. . Mesin UGM 45 . maka kondisi ini disebut dengan kondisi plane stress (tegangan bidang). Ir. Jamasri. bidang) − ν (σ x +σ y ) Prof.

Ir. Jamasri.plane stress: σ z = 0. Mesin UGM 46 .T. .σ z ≠ 0 (pelat tebal) Prof. Ph. ε z ≠ 0 (pelat tipis) plane strain: ε z = 0.D.

. Jamasri. Ph. Jawab: Tegangan radial dan aksial pada silinder dinding tipis bertekanan adalah: pr pr σ x = . Ir. i i b k i b b h Tentukan regangan pada arah aksial dan radial.σ y = t 2t dimana: p = tekanan dalam silinder r = jari-jari rerata t = tebal silinder Prof.Contoh aplikasi: Silinder di di Sili d dinding tipis bertekanan seperti gambar di bawah. Mesin UGM 47 .D.T.

Ph.3 adalah: dlh ε y 1. Mesin UGM 48 . . regangan aksial : σ x σ y pr pr pr (1− 2ν ) ε x = −ν = −ν = E E 2tE tE 2tE sedangkan regangan radial: σ y σ x pr pr pr ε y = −ν = −ν = (2 −ν ) E E tE 2tE 2te Perbandingan antara regangan radial dengan regangan aksial untuk ν = 0.4 Prof. Jamasri.7 = = 4.25 ε x 0.T.D.Dari persamaan tegangan-regangan. Ir.

Jamasri.T. ternyata perbandingan regangan yang t j di jauh lebih besar dari pada b di terjadi j h l bih b d i d perbandingan tegangan. . l di h ik b di b l hk b h Prof.D. Oleh karena itu. Ph. Ir. Mesin UGM 49 .Harga ini dapat dibandingkan dengan harga: σy σx = 2. untuk kasus semacam ini perlu diperhatikan batas regangan yang diperbolehkan bahan.

D. Mesin UGM 50 .00-15. Ir. Ph. tentukan perubahan suhu yang diperlukan di l k agar panjang batang tidak j b t tid k berubah. Jamasri.QUIZ 3 (W kt 15. Prof. . Jika batang dibebani dengan gaya 5 kN.15) (Waktu: 15 00 15 15) D = 20 mm L = 60 mm 5 kN Sebuah batang terbuat dari baja berdiameter 20 mm dan panjang 60 mm.T. Batang tersebut mempunyai modulus elastisitas (E) = 200 GPa dan koefisien ekspansi termal (α)=11 (10-6).

T. Persamaan k 2P kompatibilitas tibilit 3. Jamasri.D. Persamaan kesembangan gaya 2. Mesin UGM 51 . Ph.Sistim Tegangan pada dua bahan atau lebih Pendekatan solusi: 1. Hubungan antara beban-deformasi (persamaan konstitutif) Prof. . Ir.

D. . Mesin UGM .T. Ph. ε a Bahan b: Eb . δ b . Ab . ε b Persamaan keseimbangan: Fa = Fb = F Persamaan kompatibilitas: δ = δa + δb Hubungan tegangan-regangan: (1) (2) (3) 52 σa δa = Ea → σ a = Eaε a = Ea εa la Prof. Aa .Interaksi dua bahan diseri: Bahan a: Ea . Ir. δ a . Jamasri.

Jamasri.D. Ir. Ph. diperoleh: F ⎛ la lb ⎞ δ= ⎜ ⎜E + E ⎟ ⎟ A⎝ a b ⎠ Prof.σb δb = Eb → σ b = Eb ε b = Eb εb lb Dari: (4) Fa δa Fe l a (5) = Ea →δa = σa = la Aa E a Aa Fb δb Fb l b (6) = Eb → δb = σb = lb Ab E b Ab Fa l a Fb l b Dari persamaan (2) diperoleh: δ = + Aa E a Ab E b Jika Aa = Ab = A dan dari persamaan (1) Fa = Fb = F . .T. Mesin UGM 53 .

Mesin UGM 54 .Interaksi dua bahan diparalel: p Persamaan keseimbangan: Fa + Fb = F Persamaan kompatibilitas: δa = δb = δ (1) (2) Prof. . Ir.T. Ph.D. Jamasri.

Ir.D. Jamasri. Ph.T. .Hubungantegangan-regangan: Dari: l l Aa Fb δ δ σb = = E b → Fb = E b Ab l l Ab Dari persamaan (1): σa δ = Ea → σ a = Eaε a = Ea εa l σb δ = Eb → σ b = Eb ε b = Eb l εb Fa δ δ σa = = E a → Fa = E a Aa (3) (4) Ea Aa δ l + Eb Ab δ l =F 55 Prof. Mesin UGM .

Ir.Fl atau δ = Ea Aa + Eb Ab gg sehingga: FEa Aa Fa = Ea Aa + Eb Ab FEb Ab dan Fb = Ea Aa + Eb Ab (5) (6) (7) Prof.D. Ph.T. . Mesin UGM 56 . Jamasri.

E1 = E2 = 200 GPa 540x10-6 + (5. Ph.(0.D.96x103 N = . Tentukan tegangan pada bagian AC dan CB dari batang tsb.T. α = 12x10-6/oC). . Ir. Mesin UGM σAC= R/AAC. R = 0 R = .(75 C).625x10-9 m/N). pada temperatur 25oC ( E baja = 200 GPa. Jamasri.6m) = 540x10-6 m Deformasi karena gaya yang mengembalikan ke panjang semula : 300 mm 300 mm P1 L1 P2 L 2 δR = + A1 E1 A2 E 2 δT R δR = (5.625x10-9 m/N).(-50) = +75oC A=400mm2 A C A=800mm2 B Deformasi karena temperatur : δT =α(∆T)L = (12x10-6/oC) (75oC) (0 6m) α(∆T)L C). ∆T = 25 . σCB = R/ACB 57 .Contoh 1: Batang baja ACB dipasang dengan pas pada temperatur -50oC.96 kN Prof. L1 = L2 = 300mm. R δ = δR+δT = 0 P1 = P2 = R.

D.10 −6/ ° C . . Mesin UGM 58 . Ir. Jamasri. Ac = 1200mm 2 Prof. Jika temperatur berubah dari 10° C ke 100° C.10 −6/ ° C .Contoh 2: Dua buah batang konsentrik terbuat dari baja pada bagian D b hb t k t ik t b t d i b j d b i dalamnya dan tembaga pada bagian luarnya. tentukan tegangan aksial pada batang tembaga dan baja. Baja: E s = 205 GN/m 2 . Ph. α s = 11. α c = 16. As = 600 mm 2 Tembaga: E c = 115 GN/m 2 .T.

Mesin UGM 59 .Jawab: Persamaan keseimbangan: Fc + Fs = 0 atau σ c Ac + σ s As = 0 (1) Persamaan kompatibilitas: ε c = ε s atau (ε σ + ε T )c = (ε σ + ε T )s (2) Hubungan tegangan-regangan: tegangan regangan: εc = εs = σc σc σs Ec + αc (T − To ) + α s (T − To ) (3) (4) Es Substitusikan persamaan (3) dan (4) ke persamaan (2): Ec + αc (T − To ) = σs Es + α s (T − To ) Prof. Ir.D. Jamasri. Ph. .T.

Ph.Dari persamaan (1): σ = − sehingga: σ c Ac Ac + α s (T − To ) σc Ec + α c (T − To ) = − σ c Ac Es As ⎛ 1 Ac ⎞ σc⎜ + ⎟ ⎜ E E A ⎟ = (T − To )(α s − α c ) ⎝ c s s ⎠ As Es Ec (T − To )(α s − α c ) atau: σc = As Es + Ac Ec Ac Ec Es (T − To )(α s − α c ) dan σ s = − As Es + Ac Ec Prof. Jamasri.D. . Ir.T. Mesin UGM 60 .

.T. Jamasri. Ir.Tanda (-) menunjukkan bahwa σs berlawanan arah dengan σc . σ s = 43. Mesin UGM 61 .4MN/ m 2 Prof. Ph. () j g Jika harga-harga di atas dimasukkan maka akan diperoleh: σ c = −217MN/ m2 .D.

Jamasri. Mesin UGM 62 . Ir.Beban Torsi (puntir) Prof. Ph.T. .D.

Jamasri. Ir.L ρdF = T τ = dF/dA dF= τdA ρ(τdA) = T ( dA) Prof. Ph.D.T.Tegangan pada beban puntir T L dA dF ρ P T = P. Mesin UGM 63 . .

. Mesin UGM 64 .T.ρ(τdA) = T Tegangan geser tidak hanya timbul pada satu sisi Pada torsi timbul tegangan geser Teg.D. Ir. geser Prof. Ph. Jamasri.

T. Ir. .Deformasi pada poros bulat Tiap bagian tetap datar dan tidak terjadi distorsi Poros terpuntir dg. Mesin UGM Tiap bagian tidak datar dan terjadi distorsi 65 . φ i d Sudut i Φ sebanding dengan T dan L Prof.D. S d puntir. Jamasri. Ph.

Jamasri.) Timbul regangan geser γ γ = sudut antara AB dengan A’B g γ = ρφ L γ max = cφ L ρ dan φ dalam radian Prof.T. . b) Setelah dikenai puntiran terdeformasi (gbr. lurus (gbr.Distribusi regangan geser Distribusi regangan geser pada poros sepanjang L.D. dengan jari-jari c dan dipuntir dengan sudut puntir φ bisa dijelaskan sbb: Kita lihat silinder diameter r dan perhatikan elemen bujursangkar pada permukaannya. Ir. c. Mesin UGM γ = ρ c γ max 66 . Sebelum torsi dikenakan. Ph.

Jamasri.Tegangan pada daerah elastis τ = Gγ γ = ρ c Gγ = G γ max ρ c γ max τ max = Gγ max τ = G ρ c γ max τ = ρ c τ max Tegangan g g g geser berubah linier terhadap jjarak ρ dari pusat p p p poros Untuk poros berlubang : τ c τ min max τ c1 c2 max τ min c1 = τ c2 max Poros pejal Prof. . Ir. Mesin UGM Poros berlubang 67 .T. Ph.D.

Jamasri. sebelumnya : T= ρ(τdA) = τ max c ρ2dA =J Tc J T= ρ2dA adalah momen inersia polar Maka : τ max J c τ max = Sehingga kita dapat menghitung τ pada sembarang jarak ρ dari sumbu : τ Prof. Mesin UGM = T ρ J 68 . Ph.T. . Ir.Sebelumnya kit d tk persamaan S b l kita dapatkan ρ(τdA) ρ( dA) = T Substitusi τ ke pers.D.

D.Nilai J Nilai J untuk poros bulat pejal : untuk poros bulat berlubang : 1 J = πc 2 4 1 1 1 4 4 4 4 J = π c 2 − π c1 = π ( c 2 − c1 ) 2 2 2 c c1 c2 Poros bulat pejal Prof. Ph. Ir. Mesin UGM Poros bulat berlubang 69 . . Jamasri.T.

Jamasri. Ir. Mesin UGM 70 .T.Prof.D. Ph. .

T.D. .Prof. Ph. Ir. Mesin UGM 71 . Jamasri.

T.D. Jamasri. . Ph. Ir. tarik terbesar Prof.Patahan bahan liat dan getas Bahan liat tidak tahan geser patah pada teg. Geser terbesar Bahan getas tidak tahan tarik patah pada teg. Mesin UGM 72 .

Prof. Ph. Ir. Mesin UGM 73 .D. Jamasri. .T.

Mesin UGM 74 . Ph. sehingga berlaku hukum Hook : γmax = τmax/G.Sudut puntir γ max cφ = L Pada daerah elastis. tegangan luluh tidak tercapai.T. . maka : γ max Tc = = G JG τ max Sehingga sudut p gg puntir φ bisa dihitung : g TL φ = GJ Prof. Ir.D. Jamasri.

Poros pejall 1 P j 2. Ph.10 14.10-14.D.35 14. d k d t ti tidak melebihi 1o untuk setiap 2 m panjang poros.QUIZ 4: 14.35 Sebuah poros akan digunakan untuk mentransmisikan daya sebesar 60 kW pada 60 putaran/detik. GN/ 2 Hitunglah ukuran poros minimal agar tetap aman.T. Ir. Poros berlubang dengan perbandingan diameter luar dan dalam d l h 1. T d b d t /d tik Tegangan geser maksimum poros adalah 60 MN/m2 dan factor of safety adalah 2 sedangkan sudut puntir poros tid k f t d l h 2. G = 77 GN/m2. Mesin UGM 75 . . jika: 1.5 d d l adalah 1 5 Prof. Jamasri.

.Poros bertangga (bertingkat) T3 L3 T1 L 1 T2 L2 φ = + + + . Ph. Mesin UGM 76 . Ir. .D.. G1 J 1 G 2 J 2 G3J3 φ = ∑ i Ti Li GiJi Prof.T. Jamasri.

Torsi Pada Poros Bertangga .Geometri deformasi: θ = θ1 ÷ θ 2 Persamaan (1) dapat ditulis: T = τ1 r1 J1 = τ2 r2 (1) ( ) (2) J2 Prof. Ph. Mesin UGM 77 .T.Persamaan keseimbangan: T = T1 = T2 . Ir. Jamasri. .D.

r14 r1 2 3 = τ 2 π . r24 r2 2 τ 1 ⎛ r2 ⎞ =⎜ ⎟ τ 2 ⎜ r1 ⎠ ⎝ sedangkan dari persamaan (2): 1 ⎛ τ 1 L1 τ 2 L2 ⎞ θ= + = ⎜ ⎜ r + r r1G r2 G G ⎝ 1 2 ⎠ (3) τ 1 L1 τ 2 L2 atau: 1 ⎛ L1 L2 ⎞ θ= ⎜ + ⎟ G ⎜ J1 J 2 ⎟ ⎝ ⎠ Prof. Ir.atau: τ 1 π . Ph.T. Mesin UGM (4) 78 . Jamasri. .D.

D. pada material dengan berat. Ir.Contoh: Bandingkan t i B di k torsi yang dapat ditransmisikan oleh poros d t dit i ik l h berlubang dengan poros pejal. Jawab: Torsi pada poros berlubang: Tlub = τ. Ph. berat panjang dan tegangan yang diijinkan sama sama. 2 ( r24 − r14 ) (1) dan Tpejal = τπ r2 r 4 (2) Prof. .T. Jamasri. Mesin UGM 79 . π r2 .

T. Ir. Ph.D. . r l 2 4 2 4 r2 4 − r1 3 (3) 4 1 Karena kedua poros mempunyai berat sama. Mesin UGM (4) 80 .r = π (r − r ) ( (karena panjang poros sama). sehingga persamaan (3) p j g p ). maka: π . gg p ( ) menjadi Tlub r22 + r12 r2 ⎛ 1 ⎞ = = ⎜1 ÷ 2 T pejal r2 r r⎝ n ⎠ r2 dimana n = r1 Prof. Jamasri.Eliminasi τ diperoleh: p Tlub = Tpejal r2 .

Prof. Ir. maka: ⎛ r1 ⎞ r = r −⎜ ⎝n⎠ 2 2 1 2 atau ⎛ r1 ⎞ = ⎜ ⎝r⎠ (n n 2 −1 ) Karena itu Tlub n 2 ÷1 = T pejal n n 2 − 1 misal n = 2. 44 Tpejal 2 3 Jadi poros berlubang dapat menerima torsi 44 % lebih tinggi. r1 dan r2 = n . Mesin UGM 81 . . Jamasri.D. maka: ( ) Tlub 5 = = 1. Ph.T.Sekarang diambil r = 2 r22 − r12 .

T. T1 L T2 L = G1 J1 G2 J 2 Prof. . Mesin UGM atau: (6) 82 .Persamaan keseimbangan: T= τ1 π r2 (r 2 4 2 −r + 4 1 ) τπ r 2 r4 (5) . Ph.Torsi Pada Poros Konsentris T = T1 + T2 . Jamasri. Ir.D.Geometri deformasi: φ = φ1 =φ 2 .

T. Ph. maka k dimana: T1 dan T2 dapat ditulis dalam τ 1 dan π (r24 − r14 ) τ1 4 4 2 4 T1 J1 r24 − 1 = = T2 J 2 r4 (7) τ sebagai berikut: diperoleh: τ π 2 r2 r3 r2 − r1 = 4 r τ1 r1 = τ r (8) Prof. . Ir. Jamasri.D. Mesin UGM 83 .Jika kedua poros mempunyai bahan sama ( G = G1 = G2 ).

Mesin UGM 84 . Ph.Contoh: Tegangan g g g geser yang diijinkan pada baja adalah 55 y g j p j MN/m 2 .T. . Jamasri. Tentukan: Tmaks dan τmaks pada kuningan. Ir. Gbaja= 82 GN/m 2 . G kuningan = 41 GN/m 2 .D. k Prof.

T. 2 = = × = 0 . Jamasri.10 32 rad Karena itu θ kng = 0 .025 32 ⎝r 2 ⎠ Geometri deformasi: θ baja = θ kng pada baja: θ baja TL 169 0.55 .Jawab: Persamaan keseimbangan: T = Tbaja ÷ Tkng Torsi yang dapat ditransmisikan oleh baja: 6 2. 025 4 82 .025 = 169 Nm → ⎜ 0. Ir. 0108 rad Prof.10 π ⎛τ π 4 ⎞ 4 Ts = r ⎟ × 0. Mesin UGM 85 .D. Ph. 0108 9 π GJ 0 . .

T. Ir. 3 4 = 906 Nm Torsi total: 169 + 906 = 1078 Nm Tegangan geser maksimum pada kuningan: Grθ ⎞ 41.109. .3 10 ⎝ Prof. 05 . Mesin UGM 86 . .8 MN/m 3 L ⎠ 0.0. 9 π 32 0.D. Ph.GJθ Tkng = = L 4110 . 0108 0. Jamasri.0108 25 2 ⎛ τ kng = ⎜τ = = = 36.0.

ditunjukkan pada gambar di bawah. Prof. .T.Torsi Pada Poros Konis Sebuah poros konis mempunyai jari-jari terkecil r1 dan terbesar r2 dan panjang L dikenai torsi T seperti T.D. Mesin UGM 87 . Ir. Ph. Jamasri.

τ. τ1r13 2 = π .T. . r atau: (1) p j g j Jika δ x adalah panjang elemen kecil berjarak x dari ujung diameter yang besar. Jamasri. sehingga 3 Prof. τ 2 r23 2 = π. radius elemen keci = r dan sudut puntir δ θ . Ir. r 3 2 = = τ.D. Ph. Mesin UGM 88 3 τ1r1 3 τ 2 r2 .Misal: τ 1 = tegangan geser maksimum pada radius r1 τ 2 = tegangan geser maksimum pada radius r2 τ = tegangan geser maksimum pada radius r ki d di Torsi: T= π .

T. tgα = r2 − x L = r2 − ax p ( ) (3) 2T (r2 − r1 ) (r − ax )− 4 δx δθ = T 2 T δx δθ = δx = JG Gπ r 4 (2) dimana: a= L .D. Ph. Ir. Jamasri. .r2 − r1 tetapi: r = r2 − x . Mesin UGM 89 . sehingga: Gπ 2 2T −4 atau: dθ = G π (r2 − ax ) dx Sudut puntir total θ untuk panjang L: 2T −4 (r2 − ax ) dx θ = ∫ dθ = ∫ 0 0 Gπ ⎛ 1 2T L 1 ⎞ ⎜ 3 − 3 θ = G π 3(r2 − r1 ) ⎜ r1 r2 ⎠ ⎝ L L Prof.

D. . Jamasri. Mesin UGM 90 . Ph. Ir. Prof.Karena it K itu: 2TL r12 ÷ r1r2 ÷ r22 θ= 3 3 Gπ 3r1 r2 Untuk r1 = r2 akan diperoleh: p ( ) (4) 2 T L TL θ= = 4 Gπ r1 GJ (5) yang merupakan persamaan sudut puntir untuk silinder datar.T.

τyz= τzx = τxy = 0 kenyataannya :t tegangan geser di sudut = 0 d t Pada tepi tidak ada deformasi tegangan = 0 Deformasi maks pada tengah-tengah poros tegangan maksimum di tengah-tengah poros Prof. maka tegangan pada elemen di sudut poros adalah maksimum. Ph. Jamasri. Ir. Mesin UGM 91 . Kenyataannya : Bidang yang tegak lurus sb-y : permukaan bebas tegangan = 0. demikian pula yang tegak lurus sb-z.Torsi untuk komponen y g p yang tidak bulat τ max Hanya untuk poros penampang bulat penampang tetap datar Untuk penampang yang lain tidak berlaku Tc T = J φ = TL GJ assumsi : penampang berubah Contoh : Dengan rumus di atas. .D.T.

312 0.5 2.5 3.231 0. .1406 0 1406 0.333 92 Dimana c1 dan c2 adalah sebagai berikut : g a/b 1.0 2.2 1.Torsi pada plat tebal/balok Untuk plat.D.291 0 291 0.229 0. maka teg Maks terjadi pada plat teg.0 5.1958 0.263 0.246 0.333 TL c2 ab 3G c2 0.312 0.0 Prof.0 10 1.249 0. Mesin UGM ∞ .258 0.219 0.0 4.0 50 10. Jamasri.1661 0.282 0. Ir.T.208 0 208 0. tengah-tengah bagian yang lebar Dan sudut puntirnya : τ max = T c1ab 2 φ= c1 0. Ph.291 0 291 0.267 0.281 0.

Ph. Ir. maka a/b= ∞ c1 = c2 = 0. Jamasri.D.333 Prof. Mesin UGM 93 .T.Torsi pada plat tipis τ max T = 2 c1ab TL φ= c2 ab 3G Karena a>>b. .

Torsi Pada Silinder Berlubang Berdinding Tipis

Prof. Ir. Jamasri, Ph.D. - T. Mesin UGM

94

Silinder berdinding tipis dengan jari-jari rerata r, tebal t dan panjang L (lihat gambar diatas), diberikan torsi T pada ujungnya yang menyebabkan silinder terpuntir relatif terhadap aksis longitudinal. Tegangan geser uniform keliling silinder τ zθ timbul sebagai reaksi torsi T.

Tegangan geser τ zθ pada elemen dinding sebesar: trdθ memberikan gaya geser sebesar: F = τ zθ trdθ Ini akan mengakibatkan momen reaksi thd aksis netral sebesar: 2 Fr = τ zθ tr dθ
Prof. Ir. Jamasri, Ph.D. - T. Mesin UGM 95

Torsi total adalah:

T = ∫ τ zθ t dθ tr
2 0

T = τ zθ tr 2 2π
T τ zθ = atau: (1) 2 2πr t Karena tidak ada tegangan geser yang lain maka τ z θ hanya ditulis τ saja saja. - Dari gambar diatas dapat diperoleh juga : γl = rθ rθ atau γ = (2) l
Prof. Ir. Jamasri, Ph.D. - T. Mesin UGM 96

.T. Jamasri. Mesin UGM 97 .. Ir.D. Ph.Hubungan tegangan – regangan geser: τ = G→τ = Gγ G→ γ rθ T atau τ = G = 2 l 2πr t (3) (4) Prof.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful