Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. MS DENGAN DIAGNOSA MEDIS SIROSIS HEPATIS No.

Register Ruang Tanggal/Jan MRS Tanggal Pengkajian Diagnosa Medis 1. IDENTITAS a. Biodata Pasien Nama Alamat Jenis Kelamin Umur Agama Suku/Bangsa Pendidikan Pekerjaan : OO7985 : Ruang Anggrek : 22 September 2012 (Jam 15.00) : 23 September 2012 : Sirosis hepatis

: Tn. MS : Jl.Cidodol No.34-Grogol selatan Kebayoran : Laki-laki : 41 Tahun : Islam : Jawa barat/Indonesia : SMP : Buruh

b. Biodata Penanggung jawab Nama : Ny. M Alamat : Jl.Cidodol No.34-Grogol selatan Kebayoran Jenis Kelamin : Perempuan Umur : 40 Tahun Suku/Bangsa : Jawa barat/Indonesia Pendidikan : SMP Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Hubungan dengan px : Istri

pasien

2. RIWAYAT KESEHATAN a. Keluhan Utama Pasien mengatakan mual. b. Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien mengeluh perutnya sakit dan begah seperti ditusuk-tusuk dan terasa penuh di perut bagian kanan atas sehingga pasien sulit untuk bergerak dan berkurang rasa sakitnya apabila dibuat duduk dalam posisi semifowler. Rasa sakit itu muncul apabila pasien duduk dan saat melakukan aktifitas terlalu berat sehingga pasien hanya berada di atas tempat tidur sepanjang hari. Pasien mengatakan rasa sakitnya sudah dirasakan sejak 2 minggu lalu tanggal 6 september 2012, namun rasa sakitnya tidak dapat ditahan lagi mulai tiga hari sebelum masuk rumah sakit yakni tanggal 19 September 2012. Pasien juga mengeluh mual dan tidak nafsu makan serta nyeri di daerah perut. Nyeri pasien terkaji pada skala nyeri 7 (nyeri berat terkontrol) menurut skala Smeltzer (0-10). Nyeri muncul saat pasien bergerak dan beraktifitas, sehingga pasien hanya berbaring di tempat tidur. Nyeri itu muncul saat pasien mulai kesulitan makan karena mual. Pasien juga mengatakan saat malam sering sesak napas karena perutnya yang semakin membesar sehingga sulit digunakan untuk bernafas dan akan berkurang jika pasien duduk dalam posisi semifowler. Sesak nafas itu selalu terjadi saat malam hari dan sangat mengganggu aktifitas. Rasa sakitnya sangat dirasakan pasien terutama di daerah dada dan paru-paru. Gejala di mulai sejak 2 minggu lalu sebelum pasien masuk rumah sakit atau tepatnya tanggal 6 september 2012. c. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien mengatakan punya riwayat penyakit kuning 6 bulan yang lalu yakni sekitar bulan Maret 2012 dan dirawat di RS Cilegon. Pasien juga mengatakan selama ini telah mengkonsumsi obat-obatan seperti : Lactolac 3x CI, Sucralent 3 x CI, Spironolakton 4x25 mh/hari, dan Furosemid.

d. Riwayat Penyakit Keluarga Istri pasien mengatakan bahwa keluarghanya tidak ada yang mempunyai penyakit menurun dan menular. 3. POLA AKTIVITAS SEHARI-HARI Aktivitas Di Rumah 1. Pemenuhan Nutrisi Makan 3 x sehari, Cairan Porsi - 1 piring/ makan dengan menu nasi, Lauk pauk dan sayur. Minum: 6-10 gelas perhari Jenis minuman: air putih, teh,kopi, ramuan jamu 2. Pemenuhan Eliminasi BAK: volume tidak teridentifikasi Warnanya seperti teh pekat

Di Rumah Sakit Makanan cair hangat sebanyak 3 kali sehari.

BAK :Volume 1000 cc/24 jam Warnanya seperti teh

3. tidur-istirahat

dan berlangsung 2 minggu. Frekwensi 15-17 kali/24 jam Kesulitan tidak ada BAB :frekwensi 1hari Warna : kuning Konsistensi lunak Kesulitan tidak ada Siang tidak pernah tidur Malam 6-7 jam mulai pukul 22.00 - 05.00 WIB

pekat kesulitan tidak ada BAB: Frekuensi 1 hari, warna pucat, konsistensi lunak dan kesulitan tidak ada. Siang 2-3 jam mulai pukul 12.00 15.00 WIB malam : 6 7 jam mulai pukul 21.00-05.00 WIB tapi pasien sering bangunkarena perut terasa tidak enak (begah) dan terbaring lemas ditempat tidur Pasien saat di rumah sakit hanya dudukduduk dan berbaring. Pasien mandi dengan diseka 2x/hari, belum ketramas dan belum gosok gigi. Pasien tidak melakukan kebiasaan merokok dan minum jamu, dan pasien dapat mengikuti asuhan keperawatan dengan baik

4.Aktifitas

5. Personal Hygiene

6. Ketergantungan

Pasien bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kayu di desanya. Pasien mandi 2x/hari, keramas 2 hari 1x, gosok gigi 2x/hari, ganti baju 2x/hari Pasien memiliki kebiasaan merokok dan sering minum jamu/obat tradisional.

y Image f Ideal

4. DATA PSIKOSOSIAL a. Status Emosi Emosi klien stabil b. Konsep Diri :Klien tampak cemas dan tidak nyaman dengan keadaannya namun tetap kooperatif :Klien ingin cepat sembuh dan ingin dapat beraktifitas dengan normal. Self Esteam :Klien merasa diperlakukan baik oleh dokter dan perawat

Identity

Role :Klien merupakan seorang buruh :Klien seorang laki-laki berumur 41 tahun dan bekerja sebagai seorang buruh. c. Interaksi Sosial Hubungan klien dengan keluarga, klien dengan perawat, dan klien dengan pasien lainnya terjalin cukup baik. d. Spiritual Di rumah sakit klien hanya berdoa dan memohon kesembuhan sambil berbaring ditempat tidur. 5. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : Cukup Kesadaran : Compos Mentis Tanda-Tanda Vital Tekanan darah = 100/60 mmHg Suhu tubuh 375oC, RR = 24X/menit Nadi=96X/menit (regular) BB sebelum sakit : 69 kg dan BB saat sakit : 58 kg, TB: 167cm, LILA :27 cm Kepala Simetris, pusing, benjolan tidak ada. Rambut tumbuh merata dan tidak botak, rambut berminyak dan tidak rontok Wajah Simetris, odema , otot muka dan rahang kekuatan normal, sianosis tidak ada, Wajah menyeringai dan meringgis karena kesakitan Mata Alis mata, kelopak mata normal, konjuktiva anemia, pupil isokor dan sklera ikterus (berwarna kuning), reflek cahaya positif serta tajam penglihatan menurun. Telinga Tidak ada serumen, membran timpani dalam batas normal Hidung Deformitas (kelainan bentuk), mukosa, secret, bau, obstruksi, polip tidak ada, pernafasan cuping hidung tidak ada. Mulut Tidak ada stomatitis dan mukosa bibir tampak kering. Leher Fungsi menelan normal, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran vena jugularis, dan tidak ada kaku kuduk. Dada dan Thoraks Inspeksi : Bentuk dada simetris, dan napas dangkal Palpasi : tidak ada benjolan dan tidak ada nyeri tekan

a. b. c. d.

e.

f.

g.

Palpasi

h. i. j.

Perkusi : suara paru : sonor Auskultasi : Terdapat ronchi Abdomen Inspeksi : Terdapat asites dan terlihat spider nevi Auskultasi :bising usus 17x/menit :Nyeri tekan di daerah epigastrium dan didaerah sekitar organ hati saat di palpasi terasa kenyal dan terdapat asites Perkusi : Tympani Ekstrimitas Atas : Akral hangat, terpasang infus di tangan kanan, tidak ada luka ,dan tidak ada kelumpuhan. Bawah : tidak terjadi kelumpuhan, tidak ada luka, dan tidak terpasang infus di kaki kanan maupun kiri. Genetalia Fungsi genetalia baik dan terpasang kateter. Integumen Seluruh bagian tubuh terlihat kekuningan, kulit tampak kusam dan kering serta turgor kulit menurun. ANALISA DATA NAMA : Tn. Ms RUANG : Anggrek UMUR : 41 tahun NO.REGISTRASI : 007985 N PENGELOMPOKAN DATA ETIOLOGI MASALAH O . 1 Data Subyektif: Pengumpulancairan intra Gangguan . abdomen, ketidakefektifan pola Pasien mengatakan sulituntuk b penurunanekspansi paru nafas. ernapas akibat asites,akumulasi s - Pasien mengatakan sesaknapas ecret. Data Obyektif: Pola pernafasan pasien tidaktera tur dan bernafas denganfrekuen si cepat (takipnea). Pasien tampak mengalamiperna pasan dangkal. -Observasi TTV RR : 24 X/menit.

TD:100/70 mmHg N: 96 X/menit S: 375 oC 2 Data Subyektif: Intake kurang . Pasien mengatakan mual jikama kan Data Obyektif: -Pasien tidak bisa makan lewat oral - BB sebelum sakit 69 kg dan saat sakit 58 kg 3 Data Subyektif: Terganggunyamekanism . epengaturan Pasien mengatakan perutnyase (penurunanplasma makin membesar danterasa beg protein) ah. Pasien mengatakan badanteras a lelah/ lemas. Pasien mengatakan sulit untukb ergerak. - Pasien juga mengeluh perutnya sakit. Data Obyektif: - Pasien mengalami asites di daerah abdomen. - Pasien terlihat cemas dan tidak nyaman dengan keadannya. Pasien terbaring lemasditempat tidur. - Pasien dengan turgor kulitmenurun 4 Data Subyektif: Spasme otot abdomen . - Pasien mengatakan sakit pada perutnya jika ditekan.

Perubahan status nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh

Gangguankeseimban gan volume cairan lebihdari kebut uhannormal tubuh

Gangguan rasa nyaman dan nyeri

Data Obyektif: - pasien terlihat kesakitan - abdomen terasa nyeri jika ditekan - pasien terlihat tidak nyaman 5 Data Subyektif: . -Pasien mengatakan air kencingnya berwarna seperti teh pekat -Pasien mengatakan bahwa air kencingnya selalu berwarna seperti the dan feses pucat serta sudah berlangsung sekitar dua minggu. Data Obyektif: -Kulit dan daerah mata (khusus Sklera) pasien tampak berwarna kekuningan (ikterus) - Hasil laboratorium cek darah Protein total : 4,6 g/dl ( N : 6,18,2 ) Albumin : 3.2 g/dl ( N : 3,8-5,0 ) Globulin : 1.4 g/dl ( N : 2,3-3,2 ) Bilirubin total : 2.7mg/dl ( N : 0,21,0 ) Bilirubin direk : 0.6 mg/dl ( N : 00,2 ) Bilirubin indirek : 2.1 mg/dl ( N : 0,2-0,8 ) SGOT : 57 u/l ( N : 5-40 ) SGPT : 57 u/l ( N : 5-41 ) Kulit pasien tampak kusamdan kering. -Turgor kulit pasien menurun -Didaerah sekitar organ hatisaat di palpasi terasa kenyal

Peningkatankadar bilirubin dalam darahakibatperad angan

Gangguan Integritask ulit dan systemperke mihan (urinaria)

DIAGNOSA KEPERAWATAN NAMA : Tn.MS RUANG : Anggrek UMUR : 41 tahun NO.REGISTRASI: 007985 NO TANGGA DIAGNOSA KEPERAWATAN . L 1. 23 Gangguan ketidakefektifan pola nafas berhubungan Septembe dengan pengumpulan cairan intra abdomen, penurunan ekspansi r 2012 paru akibat asites ,akumulasi sekret berlebihan. Data Subyektif: -Pasien mengatakan sulit untuk bernapas -Pasien mengatakan sesak napas Data Obyektif: Pola pernafasan pasien tidak teratur dan bernafasdengan frekuensi c epat (takipnea). -Pasien tampak mengalami pernapasan dangkal. -Observasi TTV RR : 24 X/menit. TD:100/70 mmHg N: 96 X/menit S: 375 oC 2. 23 Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan Septembe intake yang kurang. r 2012 Data Subyektif: -Pasien mengatakan mual jika makan Data Obyektif: -Pasien tidak bisa makan lewat oral - BB sebelum sakit 69kg dan BB saat sakit 58kg 3. 24 Gangguan keseimbangan volume cairan lebih dari kebutuhan normal Septembe tubuh berhubungan dengan terganggunya mekanisme pengaturan r 2012 (penurunan plasma protein). Data Subyektif: -Pasien mengatakan perutnya membesar danterasa begah. - Pasien mengatakan badan terasa lelah/lemas. -Pasien mengatakan sulit untuk bergerak. -Pasien juga mengeluh perutnya sakit. Data Obyektif: - Pasien mengalami asites di daerah abdomen. - Pasien terlihat cemas dan tidak nyaman dengan keadannya.

4.

5.

- Pasien terbaring lemas ditempat tidur. - Pasien dengan turgor kulit menurun 25 Nyeri dan gangguan rasa nyaman berhubungan dengan spasme otot Septembe abdomen r 2012 Data Subyektif: -Pasien mengatakan sakit pada perutnya jika ditekan Data Obyektif: - Pasien terlihat kesakitan - Abdomen terasa nyeri jika ditekan - Pasien terlihat tidak nyaman 26 Gangguan Integritas kulit dan system perkemihan (urinaria) Septembe berhubungan dengan peningkatan kadar bilirubin dalam darah akibat r 2012 peradangan . Data Subyektif: -Pasien mengatakan air kencingnya berwarna seperti teh pekat -Pasien mengatakan bahwa air kencingnya selalu berwarna seperti teh dan feses pucat serta sudah berlangsung sekitar dua minggu. Data Obyektif: -Kulit dan daerah mata (khusus Sklera) pasien tampak berwarna kekuningan ( ikterus)

- Hasil laboratorium cek darah Protein total : 4,6 g/dl ( N : 6,1-8,2 ) Albumin : 3.2 g/dl ( N : 3,8-5,0 ) Globulin : 1.4 g/dl ( N : 2,3-3,2 ) Bilirubin total : 2.7mg/dl ( N : 0,2-1,0 ) Bilirubin direk : 0.6 mg/dl ( N : 0-0,2 ) Bilirubin indirek : 2.1 mg/dl ( N : 0,2-0,8 ) SGOT : 57 u/l ( N : 5-40 ) SGPT : 57 u/l ( N : 5-41 ) - Kulit pasien tampak kusam dan kering. -Turgor kulit pasien menurun -Didaerah sekitar organ hati saat di palpasi terasa kenyal

INTERVENSI ASUHAN KEPERAWATAN NAMA : Tn. MS RUANG : Anggrek

UMUR : 41 th No Diagnosa Keperawatan 1. Gangguan ketidakefektifan pola nafas berhubungan denganpengumpulan cairan intra abdomen, penurunan ekspansi paru akibat asites, akumulasi secret berlebihan.

NO.REGISTRASI: 007985 Tujuan Jangka Pendek: Dalam 1x24 jam perbaikan status pernapasan dan pengurangan gejala sesak napas. Jangka Panjang: Dalam 2x24 jam pasien dapat bernapas secara normal kembali. Kriteria Hasil: -Memperlihatkan frekuensi respirasi yang normal (12-18/menit) tanpa terdengarnya suara pernapasan tambahan. -Memperlihatkan pengembangan toraks yang penuh tanpa gejala pernapasan dangkal. Jangka pendek :dalam 1x24 jam 1. diharapkan intake makan dapat lebih baik 2. Jangka panjang : 3. Dalam 3x24 jam kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi 4. Kriteia Hasil : 5. - BB dapat meningkat - gangguan kebutuhan nutrisi dapat 6. teratasi -NGT dapat secepatnya dilepas dari 7. pasien Jangka Pendek: Dalam 1x24 jam terjadiPengurangankadar cairan (asites) padapasien. Jangka Panjang: Dalam 3x24 jamPasien dalam status hidrasi yang adekuat, volume cairankembali dalamkeadaanseimbang.

Interven

1.Awasi frekwensi, kedalaman dan up 2.Ubah posisisering dorong nafasdala 3.Berikan posisi semi fowler 4.Monitor jumlahpernapasan dengano 5.Kolaborasi dengan tim medis dalam pasien

2.

Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan intake yang kurang.

3.

Gangguan keseimbangan volume cairan lebih dari kebutuhan normal tubuh berhubungan dengan terganggunya

Motivasi pasien untuk makan makana dianjurkan dan suplemen makanan. Tawarkanmakanan denganporsi sedi Hidangkan makanan yang menimbul penyajiannya. Pelihara hygiene oral sebelum makan Berikan obat yang diresepkanuntuk m diare ataukonstipasi. Motivasi peningkatan asupan cairan melaporkan konstipasi. Amati gejala yang membuktikan adan gastrointestinal. 1.Monitor intake dan output cairan. U gastrointestinal dan Perkirakankehilangan takkasat mata, 2.Monitor edema dan asites. 3.Batasi asupannatrium dan cairan 4. Ukur dan catat lingkar perut setiap 5. Jelaskan padapasien dan keluarga diet

mekanisme pengaturan (penurunan plasma protein).

4.

Nyeri dan gangguan rasa nyaman berhubungan dengan spasme otot abdomen

Kriteria Hasil: 6.Tingkatkan dandorong oral hygiene -Output urinsesuai denganberat badan. 7.Monitor BB tiaphari, dengan alat, wa -Rehidrasi cairanpada tubuhpasien. jika -Elektrolit dalam batas normal. memungkinkan. -Terjadinya keseimbangan cairan dan elektrolit. -Output dan input dapat kembali normal. Jangka pendek :dalam 1x24 jam 1. Hitung dan tentukan skala nyeri diharapkan nyeri dapat berkurang 2.Kaji dan catat nyeri dan karakteristikny Jangka panjang : dan durasi Dalam 3x24 jam diharapkan nyeri 3.Berikan kompres hangat pada abdome sudah tidak dirasakan 4.Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi Kriteria Hasil: 5.Kolaborasi dengan tim medis untuk pe -nyeri pada pasien berkurang -nyeri pada pasien tidak dirasakan lagi. Jangka Pendek: Dalam 2x24 jam, mampu mengurangi kadar bilirubin pasien. Jangka Panjang: Dalam 7x24 jam diupayakan mampu menormalkan kadar bilirubin dalam tubuh pasien. Kriteria Hasil: -Integritas kulit dan sistem perkemihan pasien dapat normal kembali. -Warna dari kulit dan urin pasien kembali ke keadaan normal.

5.

Gangguan Integritas kulit dan system perkemihan (urinaria) berhubungan dengan peningkatan kadar bilirubin dalam darah akibat peradangan .

1.Kaji warna urin dan warna kulit pasi 2.Observasi dan catat derajat ikterus 3.Lakukan perawatan yang sering pad menggunakan sabun dan melakukan pelembut (emolien). 4. Jaga agar kuku pasien tetap pende 5. kolaborasi dengan tim medis

iMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN NAMA UMUR : Tn. MS : 41 th Dx Keperawatan RUANG : Anggrek NO.REGISTRASI: 007985 Tanggal/ Implementasi Par Jam af 23 Septe 1.Mengawasi frekwensi, kedalaman

Gangguan ketidakefektifan pola

nafas berhubungan dengan pengumpulan cairan intra abdomen, penurunan ekspansi paru akibat asites ,akumulasi secret berlebihan.

mber 2012 08.00

Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan intake yang kurang.

23 1. Septemb er 2012 2. 08.00 3.

4.

5.

Gangguankeseimbangan volume cairan lebih darikebutuhan normal tubuhberhubungan dengan terganggunyamekanisme penga turan (penurunan plasma protein).

24 Septe mber 2012 08.00

Nyeri dan gangguan rasa nyamanberhubungan dengansp asme otot abdomen

25 Septe1. mber 2012 2. 08.00 3.

dan upaya pernafasan. 2.Memberikan posisi semi fowler 3.Monitor jumlah pernapasan dengan observasi TTV 4.Kolaborasi dengan tim medis dalam pemantauan perkembangan pasien Memotivasi pasien untuk makan makanan dan suplemen makanan. Menyajikan makanan denganporsi sedikit tapi sering. Menghidangkan makanan yang menimbulkan selera dan menarik dalam penyajiannya. Memberikan obat yang diresepkan untuk mengatasimual, muntah, diare ataukonstipasi. Mengamati gejala yang membuktikan adanya perdarahan gastrointestinal. 1.Monitor intake dan output cairan. Ukur kehilangan cairan melalui gastrointestinal dan perkirakan kehilangan tak kasat mata, contoh; keringat, dll. 2.Monitor edema dan asites. 3.Membatasi asupan natrium danc airan 4.Menjelaskan pada pasien dankeluarga tentang pembatasancairan dan diet. Memberikan kompres hangat pada abdomen yang sakit Mengajarkan teknik distraksi dan relaksasi Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi analgesik

Gangguan Integritas kulitdan sy stem perkemihan (urinaria) berhubungan dengan peningkatankadar bilirubin dalamdarah akibatperadangan .

26 Septemb er 22012 08.00

1.Mengkaji warna kulit urin pasien. 2.Melakukan perawatan yang sering pada kulit, mandi tanpa menggunakan sabun dan melakukan masase dengan losion pelembut (emolien). 3. Menjaga agar kuku pasientetap pendek dan bersih 4. kolaborasi dengan tim medis

EVALUASI NAMA : Tn.MS UMUR : 41 tahun N Diagnosa Keperaw o atan 1. Gangguan ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan pengumpula n cairan intra abdomen, penurunan ekspansi paru akibat asites ,akumulasi secret berlebihan. RUANG : Anggrek NO.REGISTRASI: 007985 Evaluasi

Tanggal 24 September 2012

2.

Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan intake yang kurang.

3.

Gangguan

S: Pasien berkata Sesak napas sudah berkurang O: K/U cukup Observasi TTV RR : 20 X/menit. TD:100/70 mmHg N: 96 X/menit S: 375 oC A: masalah teratasi sebagian P: Rencana dilanjutkan 1. Memberikan posisi semi fowler 2. Monitor jumlah pernapasan dengan observasi TTV 24 Septem S: Pasien berkata nafsu makannya sudah ber 2012 bertambah dan mual berkurang. O: K/U cukup Makan/minum lewat sonde A: masalah teratasi sebagian. P: Rencana dilanjutkan 1. Memotivasi pasien untuk makan makanan dan suplemen makanan. 2. Menyajikan makanan denganporsi sedikit tap i sering. 25 S: Pasien mengatakan badannya masih

keseimbangan volume cairan lebih dari kebutuhan normal tubuh berhubungan dengan terganggunya mekanisme pengaturan (penurunan plasma protein). 4. Nyeri dan gangguan rasa nyaman berhubungan dengan spasme otot abdomen

September 2012

lemas dan prutnya masih tarasa sakit. O: K/U cukup Turgor kulit buruk. A: masalah teratasi sebagian P: Rencana dilanjutkan 1.Monitor intake dan output cairan. Ukur kehilangan gastrointestinal dan Perkirakan kehilangan tak kasatmata, contoh; keringatdll. 2.Monitor edema dan asites.

26 September 2012

5.

Gangguan Integritas kulit dan system perkemihan (urinaria) berhubungan dengan peningkatan kadar bilirubin dalam darah akibat peradangan .

S: Px mengatakan kalau perutnya sakit bila ditekan. O: K/U cukup Nyeri tekan pada abdomen. A: masalah teratasi sebagian P: Rencana dilanjutkan 1. Memberikan kompres hangat pada abdomen yang sakit 2. Mengajarkan teknik distraksi dan relaksasi 27 S: pasien mengatakan kencingnya masih September seperti teh 2012 O: Kulit dan daerah mata (khusus Sklera) pasien tampak berwarna kekuningan ( ikterus) A: Masalah teratasi sebagian. P: Rencana dilanjutkan 1. Mengkaji warna kulit urin pasien. 2. Melakukan perawatan yang sering pada kulit, mandi tanpa mengguna-kan sabun dan melakukan masase dengan losion pelembut (emolien).