Anda di halaman 1dari 33

BAB I A.

Latar Belakang Masalah Sejalan dengan tantangan kehidupan global,

pendidikan merupakan hal yang sangat penting karena pendidikan merupakan salah satu penentu mutu sumber daya manusia. Dewasa ini keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditandai melimpahnya kekayaan alam, melainkan pada keunggulan sumber daya manusia . Mutu sumber daya manusia berkorelasi positif dengan mutu pendidikan, mutu pendidikan sering diindikasikan dengan kondisi yang baik, memenuhi syarat, dan segala komponen yang terdapat dalam pendidikan, komponen-komponen tersebut adalah masukan, proses, keluarga, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana serta biaya. Mutu pendidikan tercapai apabila masukan, proses, keluarga, guru, sarana dan prasarana serta biaya apabila seluruh komponenen memenuhi syarat. Namun dari beberapa komponen tersebut yang lebih berperan adalah tenaga kependidikan yang bermutu yaitu tenaga kependidikan yang mampu menjawab tantangan-tantangan dan bertanggung jawab. Tenaga kependidikan pada masa yang mendatang akan semakin komplek, untuk sehingga menuntut tenaga berbagai

kependidikan

senantiasa

melakukan

peningkatan dan penyesuaian penguasaan kompetensinya.

Pendidikan yang bermutu sangat membutuhkan tenaga kependidikan yang profesional. Tenaga kependidikan mempunyai peran yang strategis dalam pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik. Oleh karena itu tenaga kependidikan yang profesional akan melaksanakan tugasnya secara profesional pula sehingga menghasilkan lulusan yang bermutu. Menjadi tenaga kependidikan yang profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya, adapun salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan mengembangkan profesionalisme tenga kependidikan

tersebut. Ini membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama yang memiliki peran penting adalah kepala sekolah, dimana kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan program

pendidikan disekolah. Ketercapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepala sekolah yang merupakan salah satu pimpinan sekolah. Kepala sekolah merupakan pejabat yang profesional dalam organisasi

sekolah yang bertugas mengatur seluruh kegiatan organisasi dan dengan seluruh perangkat yang terlibat dalam organisasi pendidikan tersebut sehingga tujuan pendidikan dapat

tercapai. Dengan keprofesionanalan kepala sekolah ini

pengembangan dapat dengan

mudah dilakukan karena

sesuai dengan fungsinya, kepala sekolah harus memahami kebutuhan sekolah yang ia pimpin sehingga sekolah itu menjadi sekolah yang qualified. Banyak faktor penghambat tercapainya kulitas keprofisionalan kepemimpinan kepala sekoalah seperti proses

pengangkatannya tidak transfaran, rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurang disiplin dalam melakukn tugas, dan sering datang terlambat, wawasan kepala sekolah yang masih sempit sehingga dalam kepala sekolah tersebut tidak memiliki visi untuk memajukan organisasi yang ia pimpin, serta banyak faktor lainnya yang menghambat tumbuhnya kepala sekolah yang profesional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ini semua menggambarkan rendahnya produktifitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu ( input, proses,

dan output ) pendidikan. Berdasarkan urain tersebut penulis tertarik mengkaji Kepemimpinan Visioner Kepla Sekolah

B. Tujuan Penulisan Adapun tujuan adalah : 1. Untuk mengetahui bagaimana gambaran yang ingin dicapai dalam kajian ini

tentang kepemimpinan visioner kepala sekolah. 2. Untuk mengetahui bagaimana tolok ukur kinerja kepala sekolah yang visioner itu. C. Manfaat Penulisan. Manfaat penulisan makalah ini adalah : 1. Dapat mengetahui bagaimana gambaran

tentang kepemimpinan visioner kepala sekolah. 2. Dapat mengetahui bagaimana tolok ukur

kepemimpinan visioner kepala sekolah.

BAB II KAJIAN TEORITIS A. Pengertian Kepemimpinan Menurut Stogdil ( Vethzal Rivai dan Sylviana Murni; 284 ), kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi aktivitas

kelompok dalam rangka pemuasan dan pencapaian tujuan. Kepemimpinan adalah suatu kegiatan untuk mempengaruhi prilaku orang-orang agar bekerja sama menuju kepada suatu tujuan tertentu yang mereka inginkan bersama ( Siagian ) Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok ( George Terry ). Kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi kegiatankegiatan seseorang atau kelompok dalam usahanya mencapai tujuan di dalam usahanya mencapai tujuan di dalam suatu situasi tertentu ( Blanchard ). Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk

mempengaruhi pihak lain berbuat sesuai dengan kehendak orang lain, meskipun pihak lain itu tidak menghendakinya ( Vethzal Rivai dan Sylviana Murni )

B. Teori Kepemimpinan Kepemimpinan adalah inti manajemen, demikian pendapat para ahli tentang kedudukan teori sentral berusaha kepemimpinan menjawab dalam tentang

manajemen.

Beberapa

kemungkinan seseorang disebut sebagai pemimpin. Penelitian mengenai konsep kepemimpinan berkembang diberbagai negara, terutama dinegara maju. Dari berbagai penelitian lahirlah teori-teori kepemimpinan, yang masing-masing teori mengutamakan sudut pandang atau pendekatan sesuai dengan tujuan penelitiannya dan latar belakang profesinya. Diantara teori kepemimpinan seperti yang dijelaskan oleh Vethzal Rivai dan Sylviana Murni dalam bukunya yang berjudul Education Management adalah : 1. Teori Sifat Teori ini berpendapat bahwa seorang pemimpin itu dikenal melalui sifat-sifat pribadinya. Seorang pemimpin pada umumnya akan ditentukan oleh sifat-sifat jasmaniah dan rohaniahnya. Berikut ini beberapa pendapat tentang sifat-sifat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin : 1) Sosrokartono berpendapat bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat : kaya tanpa mempunyai harta benda ( sugih tanpa banda ), memberi tanpa kehilangan ( weweh tanpa kelangan ). Sifat-sifat ini didasarkan kepada filsafat dan nilai-nilai budaya jawa.

2) Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa seorang pemimpin itu harus ; Ingarso sung tulodo, Ing madio mangun karso, Tutwuri Handayani. 3) Ruslan Abdul Gani berpendapat bahwa seorang pemimpin itu harus memenuhi persyaratan, seperti watak, kepribadian, kejiwaan, ilmu pengetahuan,

kecakapan, tingkah laku. 4) Jhon Millet mengemukakan empat sifat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin; kemampuan melihat organisasi sebagai suatu keseluruhan, kemampuan mengambil keputusan, kemampuan melimpahkan tahu mendelegasikanwewenang dan kejujuran. 2. Teori Prilaku Teori kepemimpinan, ini menekankan kepada analisis prilaku

mengidentifikasi

elemen-elemen

kepemimpinan ( perilaku, prilaku pengikut, dan situasi lingkungan ) yang dapat dikaji, dipelajari dan dilaksanakan. Pada umumnya kepemimpinan itu dapat dipandang sebagai suatu proses, melalui orang lain yang dipengaruhi oleh pimpinan tersebut mencapai tujuan organisasi. 3. Teori Tiga Dimensi Teori ini dikemukakan oleh WJ. Reddin. Ia

mengemukakan bahwa prilaku kepemimpinan itu memiliki tiga pola dasar berikut :

1) Berorientasi kepada tugas 2) Berorientasi kepada hubungan kerja 3) Berorientasi kepada hasil atau efektivitas. Berdasarkan ketiga pola tersebut menghasilkan lima gaya kepemimpinan, yaitu birokrat, kompromi, minoritas, otokrat, develover, eksekutif. 4. Teori Kepemimpinan Situasional ( Paul Hersey dan Kenneth Blanchard ) Teori ini berpendapat bahwa gaya kepemimpinan yang paling efektif adalah kepemimpinan yang disesuaikan dengan tingkat. Gaya kepemimpinan seseorang cenderung mengikuti situasi artinya seorang pemimpin dalam

menjalankan kepemimpinan ditentukan oleh situasi tertentu. Yang dimaksud dengan situasi adalah lingkungan

kepemimpinan termasuk di dalamnya pengaruh nilai-nilai hidup, nilai-nilai budaya situasi kerja dan tingkat kematangan bawahan . C. Pengertian Kepemimpinan Visioner ( Visionary Leadershif ) Robbins,2001 ( wahyudi, 2009:24) kepemimpinan visioner adalah kemampuan pemimpin untuk menciptakan dan

mengartikulasikan suatu visi yang realistik, dapat dipercaya,atraktif tentang masa depan bagi suatu organisasi atau unit organisasional yang terus bertumbuh dan meningkat sampai saat ini.

Komariah, 2005 ( wahyudi, 2009:24) kepemimpinan visioner ( Visionary Leadrship ) dapat diartikan sebagai kemampuan pemimpin dalam mencipta, merumuskan, mengkomunikasikan, mensosialisasikan, mentransformasikan dan mengimplementasikan pemikiran-pemikiran ideal yang berasal dari dirinya atau sebagai hasil interaksi sosial diantara angota organisasi dan stakeholders yang di yakini sebagai cita-cita organisasi dimasa depan yang harus dicapai melalui komitmen semua personil. Wahyudi ( 2009 ), kepemimpinan visioner ( visionary leadership ) adalah kemampuan pemimpin untuk mencetuskan ide atau gagasan suatu visi selanjutnya melalui dialog yang kritis dengan unsur pimpinan lainnya merumuskan masa depan organisasi yang dicita-citakan yang harus dicapai melalui komitmen semua anggota organisasi melalui proses sosialisasi, transformasi,implementasi gagasan ideal oleh pemimpin organisasi. Seth Kahan ( 2002 ), menjelaskan bahwa pemimpin yang visioner melibatkan kesanggupan, kemampuan, kepiawaian yang luar biasa untuk menawarkan kesuksesan dan kejayaan dimasa depan. Seorang pemimpin yang visioner mampu mengantisipasi segala kejadian yang mungkin timbul, mengelola masa depan dan mendorong orang lain untuk berbuat dengan cara-cara yang tepat. Corinne Mc Launghlin ( 2002 ), mendefinisikan pemimpin visioner ( Visionary Leaders ) adalah mereka yang mampu

membangun fajar baru ( a new dawn ) bekerja dengan intuisi dan imajinasi, penghayatan, dan boldness. Mereka menghadirkan tantangan sebagai upaya memberikan yang terbaik untuk organisasi dan menjadikan sebagai sesuatu yang menggugah untuk mencapai tujuan organisasi. Mereka bekerja dengan kekuatan penuh dan tercerahkan dengan tujuan yang lebih tinggi, pandangan jauh kedepan. Mereka adalah para sosial inovator, agen perubah, memandang sesuatu dengan utuh ( big picture ) dan selalu berfikir strategis. D. Karakteristik Kepemimpinan Visioner Kepemimpinan visioner meimiliki ciri yang menggambarkan segala sikap yang menunjukan kepemimpinan yang berorientasi kepada pencapaian visi, jauh memandang ke depan dan terbiasa menghadapi segala tantangan dan beresiko. Diantara ciri-ciri utama kepemimpinan visioner adalah : 1. Berwawasan kemasa depan, bertindak sebagai inovator, berorientasi the best performance untuk pemberdayaan, kesanggupan sistematis. 2. Berani bertindak dalam meraih tujuan, penuh percaya diri, tidak peragu dan selalu siap menghadapi resiko. Pada saat yang bersamaan, pimpinan visioner juga menunjukan untuk memberikan arahan konkrit yang

perhitungan yang cermat, teliti dan akurat. Memandang

10

sumber daya terutama sumber daya manusia sebagai aset yang sangat berharga dan memberikan perhatian dan perlindungan yang baik terhadap mereka. 3. Mampu menggalang orang lain untuk bekerja keras dan kerjasama dalam menggapai tujuan, menjadi model ( teladan ) yang secara konsisten menunjukan nilai-nilai

kepemimpinannya, memberikan umpan balik positif, selalu menghargai kerja keras dan prestasi yang ditunjukan oleh siapapun yang telah memberi kontribusi. 4. Mampu merumuskan visi yang jelas, inspirasional dan menggugah, mengelola mimpi menjadi kenyataan, mengajak orang lain untuk berubah, bergerak ke New place mampu memberi inspirasi, memotivasi orang lain untuk bekerja lebih kreatif dan bekerja lebih keras untuk

mendapatkan situasi dan kondisi yang lebih baik. 5. Mampu mengubah visi ke dalam aksi, menjelaskan dengan baik maksud visi kepada orang lain, dan secara pribadi sangat kommited terhadap visi tersebut. 6. Berpegang erat kepada nilai-nilai spiritual diyakininya.memiliki integritas kepribadian yang kuat, memancarkan energi, vitalitas dan kemauan yang membara untuk selalu berdiri pada posisi yang segaris dengan nilai-nilai spiritual. Menjadi orang yang terdepan dan pertama dalam menerapkan nilai-

11

nilai luhur, sebagaimana yang diungkapkan oleh Mahatma Gandhi I must first be the change I want to see in my wotrd . 7. Membangun hubungan ( relationship ) secara efektif, memberi penghargaan dan respek. Sangat peduli kepada orang lain ( bawahan ), memandang orang lain sebagai aset berharga yang harus diperhatikan, memperlakukan mereka dengan baik dan hangat layaknya keluarga. Sangat responship terhadap segala kebutuhan orang lain dan membantu mereka

berkembang, mandiri dan membimbing menemukan jalan masa depan mereka. 8. Inovativ dan proaktif dalam menemukan dunia baru . membantu mengubah dari cara berfikir yang konvensional ke paradigma baru yang dinamis. Melakukan terobosan-

terobosan berfikir yang kreatif dan produktif. Lebih bersifat antisifpatif ketimbang dalam sekedar mengayunkan reaktif langkah perubahan,

terhadap

kejadian-kejadian.

Berupaya sedapat mungkin menggunakan pendekatan winwin ketimbang win- lose Keterampilan yang diperlukan berkaitan dengan efektivitas dalam peren visioner sebagaimana dikemukakan oleh Robbin,2002 ( wahyudi: 2009 ) adalah sebagai berikut : Kemampuan untuk menjelaskan kepada orang lain. Pemimpin perlu menjelaskan visi dilihat dari segi tindakan-tindakan yang

12

dituntut dan sasaran-sasaran melalui komunikasi lisan dan tertulis yang jelas. Mampu untuk mengungkapkan visi tidak hanya secara verbal melainkan melalui prilaku pemimpin. Ini berarti perilaku pemimpin yang secara berkesinambungan mendorong

pencapaian visi. Mampu memperluas visi kepada konteks kepemimpinan yang lebih luas, ini berarti merupakan kemampuan untuk

mengurutkan aktivitas-aktivitas sehingga visi dapat diterapkan pada berbagi situasi pekerjaan pada suatu organisasi. E. Pengertian Kepala Sekolah Wahjosumijo ( 2002:83 ) mengartikan kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang diberi pelajaran. Rahman dkk ( 2006: 106 ) mengemukakan bahwa kepala sekolah adalah guru ( jabatan fungsional ) yang diangkat menduduki jabatan struktural ( kepala sekolah ) di sekolah. Berdasarkan beberapa pengertan diatas disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin segala sumber daya yang ada
13

pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. F. Kompetensi Kepala Sekolah. Kompetensi kepala sekolah adalah pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yang direflesikan kepala sekolah dalam kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsisten yang kemungkinan dalam menjadi kompeten atau

berkemampuan penyediaan,

mengambil dan

keputusan peningkatan

tentang potensi

pemanfaatan

sumberdaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah ( wahyudi, 2009 : 2009 ). Kompetensi kepala sekolah sebagaimana tertulis dala Peraturan Mentri Pendidikan nasional Nomor 13 tahun 2007, tentang Standar kepala Sekolah/ Madrasah adalah:

1). Kompetensi kepribadian, 2). Kompetensi manajerial, 3) Kompetensi kewirausahaan, 5) Kompetensi Sosial. Kompetensi kepala sekolah sebagaimana yang 4) Kompetensi supervisi, dan

dipersyaratkan dalam Permendiknas Nomor 13 tahun 2007 , tentang Standar Kepala Sekolah/ Madrasah belum cukup menjamin keberhasilan sekolah dalam mencapai visi dan misi yang ditetapkan. Karena itu perlu ditambah dengan

kompetensi-kompetensi lain yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah seperti yang dikemukakan mulyasa, 2004
14

( Wahyudi 2009 : 36 ) adalah : (a) merumuskan visi, (b) merencanakan program, (c) komunikasi dan kerjasama, (d) hubungan masyarakat, (e) mengelola sumberdaya

serkolah,

(f) mengambil keputusan,(g) mengelola konflik.

15

BAB III PEMBAHASAN A. Gambaran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah. Setiap jabatan menggambarkan status diemban

pemegangnya. Status itu, pada gilirannya memunjukan peran yang harus dilakukan pejabatnya. Peran utama yang harus diemban oleh kepala sekolah yang membedakan dari jabatan-jabatan kepala lainnya adalah peran sebagai pemimpin sekolah. Kepemimpinan pendidikan mengacu kepada kualitas tertentu yang harus dimiliki kepala sekolah untuk mengemban tanggungjawabnya secara berhasil. Kepala sekolah harus tahu persis apa yang ingin dicapainya ( visi ) dan bagaimana mencapainya ( misi ). Kepala sekolah yang visioner sangat memahami betapa pentingnya mengajak semua pihak terkait dalam sekolahnya untuk bersama-sama mewujudkan visi yang dirumuskan bersama. Implikasi sifat visioner kepala sekolah harus mempunyai sejumlah kompetensi untuk

melaksanakan misi guna mewujudkan visi itu, dan selanjutnya kepala sekolah harus memiliki sejumlah karakter tertentu untuk menunjukan integritasnya. a. Visi dan Misi Visi sekolah diperlukan untuk membimbing dan mengarahkan pencapaian tujuan sekolah. Seperti dijelaskan oleh Nanus, 1992 ( wahyudi, 2009 : 36 ) visi adalah masa

16

depan yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik bagi organisas. Visi merupakan pernyatan tujuan organisasi; sebuah masa depan organisasi yang lebih baik, lebih berhasil, karena itu visi merupakan kunci energi manusia , kunci atribut pemimpin dan pembuat kebijakan. Kepala sekolah yang visioner berusaha mengetahui visi sekolahnya. Jika belum ada, mereka akan berusaha merumuskan dengan melibatkan semua pihak yang

berkepentingan . Dalam perumusan visi kepala sekolah yang visioner akan mengetahui elemen visi kepemimpinan dan manajemen sekolah. Colwelt dan Spinks (1993)

mengemukakan bahwa visi kepemimpinan dan manajemen memiliki beberapa elemen yaitu , (1) concept of self manajemen: artinya visi harus menuju konsep pengelolaan sendiri menurut kebutuhan sekolah dan masyarakat, (2) Penstrukturan sistem sekolah; visi harus mengarah ke bentuk organisasi baru dengan mengadaptasi peraturan, hubungan dan tanggung jawab sebagai kenyataan budaya

berkelanjutan, (3) ciri pengajaran sebagai suatu profesi; visi diarahkan pada peningkatan profesionalisme yang belum pernah terjadi sebelumnya di sekolah negeri, seperti profesi kesehatan dan hukum. Visi itu kemudian disosialisakan sehingga menjadi cita-cita bersama. Selanjutnya ia akan berusaha secara

17

konsisten untuk terus berupaya menggalang komitmen untuk mewujudkan visi itu. Ia tidak akan berdiam diri membiarkan visi itu menjadi rumusan indah yang menghiasi dinding kantornya. b. Kompetensi Kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan yang diperlihatkan seseorang, ketika melakukan sesuatu.

Memahami visi dan misi serta memiliki integritas yang baik saja belum cukup. Kepala sekolah yang visioner agar berhasil akan memiliki kompetensi yang diisyaratkan untuk dapat tanggung jawab dengan baik dan

mengemban

benar.Kompetensi yang dimiliki kepala sekolah yang visioner adalah sebagai berikut ( CCSSO, 2002 ) 1) Memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. 2) Membantu, membina, dan mempertahankan

lingkungan dan program pengajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan

profisional para guru dan staf. 3) Menjamin bahwa manajemen organisasi dan

pengoprasian sumber daya sekolah digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efesien, dan efektif.

18

4) Bekerjasama dengan orang tua murid dan anggota masyarakat, menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat. 5) Memberi contoh ( teladan ) tindakan berintegritas. 6) Memahami, menanggapi, dan mempengaruhi

lingkungan politik, sosial, ekonomi, dfan budaya yang lebih luas. c. Integritas Integritas adalah ketaatan pada nilai-nilai moral dan etika yang diyakini seseorang dan membentuk prilakunya sebagai manusia yang berbakat dan bermartabat. Kepala sekolah yang visioner akan memiliki integritas yang tinggi. Setiuadaknya ada sejumlah ciri yang menggambarkan

integritas kepala sekolah; dapat dipercaya, konsisten, komit, bertanggung jawab, dan secara emosional terkendali. 1) Dapat dipercaya ( amanah ). Seoarang kepala sekolah haruslah orang yang dapat dipercaya. Kepercayaan itu diperolehnya secara sukarela, tidak dengan meminta apalagi memaksa orang lain untuk percaya kepadanya. Kepala sekolah yang dapat dipercaya memiliki

kejujuran yang tidak diragukan. 2) Konsisten. Kepala sekolah yang konsisten dapat diandalkan. Kepala sekolah ini tidak manca mencle,

19

perbuatannya taat asas dengan perkataanya. Ia mengoprasionalkan kebijakan pendidikan secara tegas dan bijaksana, dan tidak perlu menjadi anggota bunglon sosial untuk mengamankan kebijakan itu. 3) Komit. Kepala sekolah yang komit, terikat secara emosional dan intelektual untuk mengabdikan diri sepenuhnya bagi kepentingan anak didiknya. Kepala sekolah seperti ini tahu persis bahwa tanggung jawab tidak mungkin dapat di pikul setengah-setengah. 4) Bertanggung kewajiaban menjalankan jawab. sosial, Kepala hukum, sekolah dan moral sekolah memiliki dalam yang

perannya.

Kepala

berintegritas tidak akan menghindar apalagi lari dari tanggung jawabnya. Kepala sekolah yang

mengutamakan kepentingan anak didiknya sadar betul bahwa secara sosial, hukum, dan moral ia harus berprilaku yang adapat dipertanggung jawabkan. 5) Secara emosional terkendali. Kepala sekolah yang berkecerdasan emosi tinggi sangat menyadari

pengaruh emosinya dan emosi orang lain terhadap proses pemikirannya dan interaksinya terhadap orang lain. Kepala sekolah seperti ini mampu mengaitkan emosi dengan penalaran, menggunakan emosi untuk memfasilitasi penalaran dan secara cerdas menalarkan

20

emosi.

Dengan

kata

lain,

ia

menyadari

bahwa

kemampuan kognitif seseorang diperkaya dengan emosi dan perlunya emosi dikelola secara kognitif. B. Tolok Ukur Kinerja Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah. Persoalan sekarang adalah apa ukuran kinerja yang dapat disimak dari kepala yang visioner serta apa saja pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki untuk berkinerja seperti itu ? Untuk dapat mengetahui kinerja kepala sekolah yang visioner kita lihat kompetensi yang telah dibahas yang harus dimiliki oleh kepala sekolah tersebut. a. Mempasilitasi penyusunan, penyebarluasan , dan pelaksanaan visi dan misi pembelajaran yang

dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas kepala sekolah. Ukuran kinerja yang dapat diidentifikasi bagi kompetensi ini adalah : 1) Visi dan misi disusun bersama-sama dengan pihak-pihak yang berkepentingan. 2) Staf, orang tua siswa, dan anggota masyarakat memahami visi dan misi sekolah. 3) Pihak-pihak berkepentingan yakin bahwa inti visi sekolah dipakai sebagai pedoman bagi semua yang terlibat dalam ukuran sekolah. 4) Kontribusi anggota komunitas sekolah dalam perwujudan visi itu dihargai.
21

5) Pihak-pihak yang berkepentingan memerima informasi tentang kemajuan upaya pencapaian visi sekolah. 6) Komunitas sekolah terlibat aktif dalam upaya peningkatan sekolah. 7) Program, rencana, dan kegiatan sekolah telah tersusun berdasarkan visi sekolah. 8) Rencana berdasarkan tujuan dan strategi yang jelas dilaksanakan. 9) Data penilaian pembelajaran peserta didik

digunakan untuk menyusun misi dan tujuan sekolah. 10) Data demografi murid dan keluarganya

digunakan untuk menyusun misi dan tujuan sekolah. 11) Hambatan pencapaian misi dapat ditanggulangi. 12) Pengadaan sumber daya yang diperlukan untuk mendukung implementasi misi dan tujuan

sekolah telah diupayakan. 13) Sumber daya yang ada untuk mendukung visi dan tujuan telah digunakan dengan efektif dan efesien. 14) Visi, misi, dan rencana telah dipantau,

dievaluasi, dan direvisi secara teratur.

22

b. Kepala sekolah harus dapat memastikan adanya lingkungan yang kondusif. Ukuran kinerja yang dapat diidentifikasi adalah : 1) Semua orang diperlakukan secara adil, setara, berharkat, dan bermartabat. 2) Pengembangan profesional berfokus pada

pembelajaran peserta didik sesuai dengan visi dan tujuan sekolah. 3) Peserta didik dan staf sekolah dihargai dan dipandang penting. 4) Hambatan belajar diidentifikasi, diklarifikasi, dan ditanggulangi. 5) Keberagaman pengalaman dipertimbangkan. 6) Belajar seumur hidup didorong dan diberi contoh. 7) Terbangun budaya harapan tinggi bagi kinerja diri sendiri, peserta didik, dan staf. 8) Digunakan pembelajaran. 9) Tersedianya kesempatan beragam untuk belajar bagi peserta didik. teknologi dalam proses adalah belajar pengembangan disimak dan

23

10) Prestasi peserta didik dan staf diakui dan dirayakan. 11) Sekolah ditata dan diarahkan untuk mencapai keberhasilan peserta didik. 12) Program kurikulum, ko-kurikulum, dan ekstra kurikulum dirancang, dolaksanakan dan

disempurnakan secara berkala. 13) Hasil riset, pendapat guru, dan rekomendasi dari anggota masyarakat terpelajar digunakan

sebagai dasar pengambilan keputusan penting. 14) Budaya sekolah dievaluasi secara teratur. 15) Hasil belajar peserta didik dinilai dengan

menggunakan berbagai teknik. 16) Staf dan peserta didik diberi peluang informasi

menggunakan tentang prestasi. 17) Berbagai cara

berbagai

sumber

supervisi

dan

evaluasi

dimanfaatkan. 18) Tersusunnya program-program untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan keluarganya. c. Kepala sekolah harus dapat memastikan bahwa apa pun prinsip-prinsip dan teknik manajemen organisasi dan pengorganisasian sumber daya sekolah yang diterapkan semata-mata digunakan bagi kepentingan

24

peserta

didik.

Ukuran

kinerjanya

yang

dapat

diidentifikasi adalah : 1) Pengetahuan tentang pembelajaran,

pengajaran, dan pengembangan peserta didik digunakan sekolah. 2) Prosedur oprasional digunakan dan dikelola untuk belajar. memaksimalkan peluang keberhasilan Diterapkan teknik baru yang dalam keputusan manajemen

menguntungkan. 3) Tersusunnya dengan baik rencana dan prosedur oprasional untuk mencapai visi dan tujuan sekolah. 4) Kesepakatan kontrak sekolah dikelola secara efektif. 5) Bangunan dan fasilitas sekolah dioprasikan secara umum, aman, efesien, dan efektif. 6) Waktu dikelola untuk memaksimalkan

pencapaian tujuan organisasi. 7) Teridentifikasinya potensial. 8) Setiap masalah ditanggulangi secara tepat waktu. masalah dan peluang

25

9) Sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dikelola untuk mencapai tujuan sekolah. 10) Sistem organiksasi dipantau dan dimodifikasi secara teratur sesuai dengan kebutuhan. 11) Pihak-pihak berkepentingan dilibatkan dalam keputusan yang mempengaruhi sekolah. 12) Tanggung jawab dibagi-bagi untuk

memaksimalkan akuntabilaitas. 13) Diterapkan perangkaan masalah yang efektif dan keterampilan pemecahan masalah. 14) Diterapkan keterampilan solusi dan konflik

secara efektif. 15) Diterapkan proses kelompok yang efektif dan keterampilan-keterampilan konsensus. 16) Terpeliharanya lingkungan sekolah yang aman, bersih, indah, dan menyenangkan. 17) Fungsi-fungsi sumber daya manusia dijamin untuk mendukung pencapaian tujuan sekolah. 18) Terpeliharanya kerahasiaan dokumen sekolah. d. Kepala sekolah harus menyadari bahwa tujuan sekolah tidak mungkin dicapai tanpa melibatkan semua pihak yang berkepentingan, utamanya para orang tua siswa. Ukuran kinerja yang dapat diidentifikasi adalah :

26

1) Diutamakan keterlibatan

kemunculan aktif dan

yang

sering, dengan

komunikasi

masyarakat luas. 2) Terbinanya hubungan dengan para pemimpin masyarakat. 3) Digunakannya masyarakat. 4) Terciptanya hubungan dengan organisasi bisnis, agama, politik, pemerintah. 5) Disikapinya dengan baik orang-orang dan informasi dari keluarga dan

kelompok yang memiliki nilai-nilai dan opini yang bertentangan. 6) Sekolah dan masyarakat diusahakan saling mengisi dalam hal sumber daya. 7) Diamankannya sumber daya masyarakat untuk membantu sekolah memecahkan masalah dan mencapai tujuan. 8) Terciptanya kemitraan dengan dunia bisnis, lembaga pendidikan lain, kelompok masyarakat sekitar untuk memperkuat program dukungan pencapaian tujuan sekolah. 9) Anggota masyarakat diperlikan secara sama. 10) Diakui dan dihargai keberagaman. 11) Tercipta dan terbinanya hubungan media efektif.

27

12) Diadakan program hubungan masyarakat yang komperhensif. 13) Digunakan sumber daya publik secara tepat dan bijaksana. 14) Adanya contoh kolaborasi masyarakat bagi staf. 15) Diaiadakan kesempatan yang layak bagi staf untuk mengembangkan keterampilan

berkolaborasi. e. Kepala sekolah harus memberi contoh ( teladan ) tindakan berintegritas. Ukuran kinerja yang dapat diidentifikasi adalah : 1) Diperagakan kode etik pribadi dan profesional. 2) Diperlihatkan nilai-nilai, keyakinan, dan sikap yang mengilhami munculnya tingkat kinerja yang tinggi. 3) Diperlihatkan diteladani. 4) Dipertimbangkannya dampak praktek manajerial terhadap orang lain. 5) Dipertanggung jawabkannya pelaksanaan oprasi sekolah. 6) Digunakan pengaruh jabatan untuk contoh prilaku yang dapat

meningkatkan program pendidikan dan bukan untuk kepentingan pribadi.

28

7) Orang lain diperlakukan dengan adil, sederajat, berharkat dan bermartabat. 8) Hak-hak dan keberhasilan peserta didik dan staf dilindungi. 9) Terlihat kepekaan adanya atas apresiasi adanya terhadap dan dalam

keragaman

komunitas sekolah. 10) Wewenang orang lain diakui dan dihormati. 11) Nilai-nilai yang hidup di kalangan komunitas sekolah yang beragam diperiksa dan

dipertimbangkan. 12) Ditegakkannya integritas dan prilaku yang etis dalam komunitas sekolah. 13) Dipenuhinya kewajiaban hukum dan perjanjian. 14) Dilaksanakannya hukum dan prosedur secara adil dan bijaksana. f. Kepala seolah perlu menyadari bahwa kehidupan disekolah adalah bagian dari lingkungan kehidupan yang lebih luas. Ukuran kinerja yang dapat diidentifikasi adalah : 1) Tampak adanya upaya sungguh-sungguh untuk mempengaruhi lingkungan operasi sekolah bagi kepentingan peserta didik dan keluarganya.

29

2) Terjadinya komunikasi dikalangan komunitas sekolah tentang kecenderungan dalam isu, dan

kemungkinan oprasi sekolah. 3) Diadakannya

perubahan

lingkungan

dialog

terus-menerus

dengan

wakil-wakil kelompok asyarakat. 4) Difungsikannya komunitas sekolah sesuai

dengan kebijakan, hukum, dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dan pusat. 5) Adanya upaya mempengaruhi pembentukan kebijakan publik untuk menyediakan pendidikan yang bermutu. 6) Dikembangkannya jalur komunikasi dengan para pengambil keputusan di luar komunitas sekolah.

30

BAB IV KESIMPULAN Kepemimpinan khususnya kepemimpinan pendidikan akan selalu menarik dibicarakan dan masih terbuka diekplorasikan sehingga bisa ditemukan teori atau gaya yang lebih efektif karena kepemimpinan berkaitan dengan kondisi yang tengah berkembang. Kepemimpinan visioner adalah pemimpin yang mampu

membangkitkan inspirasi serta berusaha agar orang-orang yang dipimpinnya bergairah dalam bekerja, akan tetapi bervokus pada visi dibalik tugas sehari-hari. Dari berbagai gaya kepemimpinan, maka kepemimpinan visioner adalah gaya kepemimpinan yang efektif dan memiliki resonansi untuk menggerakan koleganya bersama-sama menuju tujuan. Ciri dari kepemimpinan visioner tercermin dalam gaya dan kemampuannya menjadi sutradara sekaligus pemain dalam sebuah drama mengembangkan kontrak ( perjanjian ) yang memandu koleganya mengejar keberhasilan secara profesional kemampuan transformasi institusi kemampuan praktik refleksi setiap selesai melakukan pekerjaan kemampuan berempeti.

31

Kepemimpinan visioner sangat mungkin diterapkan dalam dunia pendidikan kita dan diperkirakan dapat mengatasi problem pendidikan yang tengah kita hadapi. Kepemimpinan visioner kepala sekoah dapat diukur kinerjanya dari kompetensi dimiliki oleh seorang kepala sekolah. yang harus

32

DAFTAR PUSTAKA Akdon. ( 2009 ).Strategic Manjemen for Educational Manajemen

(Manajemen Strategik Untuk Pendidikan ).Bandung. Alfabeta Veitzhal Rivai dan Sylviana Murni. ( 2009 ). Education Management Analisis Teori dan Praktik. Jakarta. Rajagrafindo Persada. Rohiat. ( 2009 ). Manajemen Sekolah teori dan Praktek. Bandung. Refika Aditama. Udin Syaefudin Saud dan Abin Syamsuddin Makmun.( 2007). Perencanaan Pendidikan Suatu pendekatan Komperhensif.

Bandung. Remaja Rosdakarya. Wahyudi.(2009).Kepemimpinan Kepala sekolah Dalam Organisasi Pembelajaran ( Learning Organization ). Bandung. Alfabeta.

33