Anda di halaman 1dari 1

Dismenorrhea primer adalah dismenorrhea yang mulai terasa sejak menarche dan tidak ditemukan kelainan dari alat

kandungan atau organ lainnya. Dismenorrhea primer terjadi pada90% wanita dan biasanya terasa setelah mereka menarche dan berlanjut hingga usiapertengahan 20-an atau hingga mereka memiliki anak. Sekitar 10% penderita dismenorrheaprimer tidak dapat mengikuti kegiatan sehari-hari. Gejala nya mulai terasa pada 1 atau 2 harisebelum haid dan berakhir setelah haid dimulai. Biasanya nyeri berakhir setelah diberikompres panas atau oleh pemberian analgesik.

29 | P a

Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu hiperaktivitas uterus, endotelin, prostaglandin,vasopressin dan kerusakan saraf perifer. Hiperaktivitas uterus berhubungan dengan alirandarah uterus. Hiperaktivitas uterus terjadi pada endometriosis dan adenomiosis. Uterus yang berkontraksi menyebabkan angina sehingga terjadilah nyeri. Endotelin adalah uterotoninpoten pada uterus yang tidak hamil. Endotelin berperan menginduksi kontraksi otot polospada perbatasan dengan kelenjar endometrium. Tempat yang paling banyak mengandungikatan endotelin adala epitel kelenjar pada tempat tersebut. Endotelin tersebut dapatmenginduksi pelepasan PGF2 dan menginduksi kelenjar lainnya untuk menghasilkan endorpin lainnya (parakrin). Iskemi yang terjadi akibat kontraksi selanjutnya merangsang pelepasan endorpin dan PGF2 sehingga akan menyebabkan disperistaltis lebih lanjut. Endometrium wanita dengan dismenorrhea menghasilkan PGF2 lebih banyak daripadawanita normal. PGF2 adalah oksitoksi dan vasokonstriktor yang poten yang bila diberikan pada uterus akan menghasilkan nyeri dan mengakibatkan pengeluaran darah haid. Alasan mengapa PGF2 lebih tinggi pada wanita tertentu belum diketahui dengan pasti. Padabeberapa wanita, prostaglandin dapat mengakibatkan otot polos dalam sistem gastrointestinalberkontraksi sehingga menyebabkan mual, muntah dan diare. Vasopresin merupakanvasokonstriktor yang menstimulasi miometrium berkontraksi. Pada hari pertamamenstruasi,kadar vasopresin meningkat pada wanita dengan dismenorrhea. Kerusakan saraf perifer pada miometrium dan serviks oleh persalinan. Hal ini menjelaskan mengapa padawanita yang telah melahirkan dismenorrhea dapat berkuran