Sastra Angkatan ‘66

Menegakkan keadilan dan kebenaran berdasarkan Pancasila dan UUD 45, menentang komunisme dan kediktatoran, bersama Orde Baru yang dikomandani Jendral Suharto ikut menumbangkan Orde Lama, mengikis habis LEKRA dasn PKI. Sastra Angkatan ‟66 berobsesi menjadi Pancasilais sejati. Yang paling terkenal adalah “Tirani” dan “Benteng” antologi puisi Taufiq Ismail. Hampir seluruh tokohnya adalah pendukung utama Manifes Kebudayaan yamng sempat berseteru dengan LEKRA. Ciri-ciri Angkatan 66 1. Mulai dikenal gaya epik (bercerita) pada puisi (muncul puisi-puisi balada) 2. Puisinya menggambarkan kemuraman (batin) hidup yang menderita 3. Prosanya menggambarkan masalah kemasyarakatan, misalnya tentang perekonomian yang buruk, pengangguran, dan kemiskinan 4. Cerita dengan latar perang dalam prosa mulai berkurang, dan pertentangan dalam politik pemerintahan lebih banyak mengemuka 5. Banyak terdapat penggunaan gaya retorik dan slogan dalam puisi 6. Muncul puisi mantra dan prosa surealisme (absurd) pada awal tahun 1970-an yang banyak berisi tentang kritik sosial dan kesewenang-wenangan terhadap kaum lemah
PARA PENGARANG DAN PENYAIR ANGKATAN ’66 :

Taufiq Ismail, dilahirkan di Bukittinggi, 25 Juni 1937, lulusan Fakultas Kedokteran Hewan UI, redaktur senior Horison. Penerima Anugerah Seni dari pemerintah RI tahun 1970 dan Sastra ASEAN tahun 1994 ini telah berjasa besar dalam memasyarakatkan, mengembangkan dan memajukan sastra Indonesia bersama tokoh-tokoh lain seperti Sutarji Calzoum Bachri, Agus R. Sarjono, Jamal D. Rahman, Abdul Hamid Jabbar (almarhum) melalui program SBSB (Sastrawan Buicara Siswa Bertanya) di sekolah-sekolah (SMA/MAN/SMK) di seluruh Indonesia tahun 2000 – 2004. Karena jasa-jasanya dan prestasinya, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memberinya gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang sastra. Penyair ini terkenal dengan kumpulan sanjak Tirani dan Benteng, tertbit tahun 1966. Sanjak berjudul Seorang Tukang Rambutan dan Istrinya, Karangan Bunga, Sebuah Jaket Berlumur Darah, Kami adalah Pemilik Sah Republik Ini, Yang Kami Minta Hanyalah…bisa dijumpai dalam buku-buku tersebut. Kumpulan sanjaknya yang lain, Sajak Ladang Jagung (1973) terbit setelah ia pulang dari Amerika. Dalam buku tersebut, kita bisa membaca Kembalikan Indonesia Padaku, Beri Daku Sumba, Bagaimana Kalau ….. Sejak puluhan tahun yang lalu (1974) Taufiq bekerja sama dengan Bimbo Group dalam penulisan lirik lagu. Kita bisa dengar nikmati lagu dan lirik Aisyah Adinda Kita, Sajadah Panjang, Balada Nabi-nabi, Bermata tapi Tak Melihat, Ibunda Swarga Kita, dan lain-lain dari dirinya. Taufiq Ismail juga menulis Sajak-sajak Si Toni, Balai-balai, Membaca Tanda-tanda, Abad ke-15 Hijriah, Rasa Santun yang Tidur, Puisi-puisi Langit. Pada awal tahun 1994 diluncurkan buku antologi puisi berjudul Tirani dan Benteng cetak ulang dua kumpulan puisinya yang terkenal itu. Buku tersebut diberi pengantar oleh sang penyair secara cukup panjang dan mendalam. Di antara kata pengantar dan dua kumpulan sanjak tersebut disertakan pula dalam buku ini Sajak-sajak Menjelang Tirani dan Benteng. Pada tahun-tahun seputar Reformasi ditulisnya puisi berjudul Takut 98 dan antologi puisi Malu Aku Jadi Orang Indonesia (MAJOI) terbit tahun 1998. Bersama DS Mulyanto, rekan sastrawan Angkatan ‟66, Taufiq Ismail mengeditori buku tebal berjudul Prahara Budaya

pengarang.Di samping prestasiprestasi di atas. meninggal di Jakarta. Australia Selatan. anggota Badan Sensor Film.Hujan Bulan Ini (1994). esais ini. Teeuw tahun 1992 dan Hadiah Sastra ASEAN tahun 1981. Suddenly the Night (1988). Karyanya yang lain: Asmaradahana (kumpulan puisi. Universitas Flinders. Perahu Kertas (1983). Cerpennya Kejantanan di Sumbing dan puisinya Dan Kematian Makin Akrab meraih penghargaan majalah Kisah dan Horison. Penyair. Revolusi Belum Selesai” (kumpulan esai). sampai ada ratusan jiwa yang tewas terpanggang. wartawan. esais. 1998). 29 Juni 1941. dosen bahasa Indonesia di Adelaide. dilahirkan di Solo. Lembah Duka. dilahirkan di Batang. Kartini. 1 Febuari 1924. Kumpulan esainya Novel Indonesia Sebelum Perang (1979). pimred majalah Zaman. . Ia menulis kumpulan sanjak Interlude. Kroncong Motenggo (1975). Catatan Pinggir 2 (1989). Puisi Brazilia Modern. Penyair.kumpulan esai Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malinkundang (1972). penerima Hadiah A. anggota DKJ. dilahirkan di Bojonegoro. Manusia Tanah Air (1969) dan novel Tuyet (1978). Catatan Pinggir I (1982). Subagio Sastrawardoyo. pimred Express. 11 Juli 1935. redaktur Horison. yang sampai sekarang menjadi pimpinan umum majalah Tempo ini termasuk penanda tangan Manifes Kebudayaan. SESKOAD Bandung. Kita (kumpulan esai).(antologi esai. dosen dan Guru Besar FSUI. dilahirkan di Madiun. Puisi Klasik Cina (1976). Kesusastraan Indonesia Modern. dilahirkan di Palembang. Kumpulan esainya berjudul Bakat Alam dan Intelektualisme (1972). esais. Seks. Fatimah yang difilmkan menjadi Budak Nafsu. Parikesit (1971). Ia juga penerjemah yang mengalihbahasakan The Old Man and The Sea nya Ernest Hermingway menjadi Lelaki Tua dan Laut (1973). Goenawan Mohamad. 20 maret 1940. 18 Juli 1995. Famili ini menulis kumpulan cerpen Perjuangan dan Hati Perempuan (1962). Beberapa Catatan (1983). Ia menulis kumpulan cerpen Bumi yang Berpeluh (1963) dan Mereka Akan Bangkit (1963). Akwarium (1974). Karya terjemahannya yang lain Lirik Persi Klasik (1977). Hidup. Langit Hitam di Atas Ambarawa. wartawan. Misalkan Kita di Serayewo (antologi puisi. 6 April 1937. Titie Said Sadikun. Semuanya kumpulan puisi. pernah menjadi redaktur Balai Pustaka. ManusiaTerasing di Balik Simbolisme Sitor. kumcerpen Kejantanan di Sumbing (1965). Sastra. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas (1978). bersama LK Ara dan Hasyim Ks menyusun buku tebal juga berjudul Seulaweh Antologi Sastra Aceh (1995). penyair. adalah penyair. Bur Rasuanto. Mata Pisau (1974). Merefleksikan saatsaat Reformasi yang diterpa kerusuhan. I menulis kumpulan sanjak Simphoni (1957). Politik Iodeologi dan sastra Hibrida (1999). antologi puisi Hari dan Hara. Ia menulis Duka-Mu Abadi (1969). Sapardi Joko Damono. penjarahan dan pembakaran gedung-gedung dan supermarket. dosen FS UGM. Reinkarnasi. Catatan Pinggir 3 yang dihimpun dari majalah Tempo. GM pernah menjadi wartawan Harian KAMMI. 1995). Sihir Rendra: Permainan Makna (1999). novel Jangan Ambil Nyawaku (1977). GM adalah juga penerima Anugerah Seni pemerintah RI. Pengarang dan wartawati yang pernah menjadi redaktur majalah Wanita. Sapardi mengabadikan tragedi tersebut lewat antologi puisi Ayat-ayat Api (2000). Bur Rasuanto juga menulis roman Sang Ayah (1969). Sosok Pribadi dalam Sajak (1980). adalah pengarang. 1992). Daerah Perbatasan.

Buat Saudara Kandung. Pengarang. Kubur Terhormat bagi Pelaut (antologi puisi J. Mohammad Diponegoro juga menulis antologi puisi bersama penyair lain bertajuk Manifestasi (1963). roman Siklus. Musyawarah Burung (1983) adalah karya terjemahan liris prosaya tokoh sufi Fariduddin Attar. Catatan Suasana (1982). pendiri Teater Muslim.1978). 1954). Matahari di Sebuah Jalan Kecil . Arifin C. Rakyat. Rumah Anak-anak Jalanan. Aku Tak Mau. naskah drama Telah Datang Ia. Noer. dilahirkan di Cirebon 10 Maret 1941. terjemahan puitis juz Amma Pekabaran/Kabar Wigati (1977). dilahirkan di Solo 3 Maret 1941. 1963). Slamet mengeditori buku Parade Puisi Indonesia (1993). Sandek. Rahasia hati (novel Natsume Suseki. Hartoyo Andangjaya. Noer juga penulis skenario dan sutradara film yang andal. Aa Ii Uu. Mohammad Diponegoro. dilahirkan di Yogya 28 Juni 1928. Manifestasi (bersama Goenawan Mohamad dan Taufiq Ismail. Monolog Prita Istri Kita dan Kasir Kita (1972. Penyair yang pernah menjadi guru SMP dan SMA di Solo dan Sumatra Barat ini menulis sanjak-sanjak terkenal berjudul Perempuan-perempuan Perkasa. Penyair ini menulis buku kumpulan puisi Kidung Putih(1967). meninggal di Jakarta 28 Mei 1995. 1977). Puisi-puisi yang Kehilangan Puisi-puisi (1967). meninggal di kota yang sama 9 Mei 1982. Orkes Madun. Bunga Batu (1979). dilahirkan di Solo 4 Juli 1930. Dalam Bayangan Tuhan atawa Interogasi. Sepasang Pengantin (1968). antologi cerpen Odah dan Cerita Lainnya (1986). Penyair yang juga dramawan dan sutradara film ini menulis sanjak Dalam Langgar. Iblis (1983). Umang-umang (1976). Karya-karyanya yang lain: Nurul Aini (1963). drama Lampu Neon (1963). diterjemahkan dan dihimpunnya di bawah judul buku Kasidah Cinta. Film-film yang disutradarinya: Pemberang (1972). Hartoyo juga menulis antologi puisi Simponi Puisi (bersama DS Mulyanto. meninggal di kota ini juga pada 30 Agustus 1990. Slamet menjadi editor buku Mimbar Penyair Abad 21. Pada tahun 1972 Arifin menerima Hadiah Seni dari Pemerintah RI dan pada tahun 1990 menerima Hadiah Sastra ASEAN. Taksi. Luka Bunga (1991). drama Surat pada Gubernur. Bersama Sutarji Calzoum Bachri dan Taufiq Ismail.Pemuda Pekerja (1979) Selain penyair dan dramawan yang memimpin Teater Kecil. Jajang (1979). dramawan. Bersama A. Dalam buku itu. Melawan badai (1974). Kayuh Tasbihku.Arifin C. Bibir Mer. 1976). Petualang-petualang (1978). Karya skenarionya antara lain: G 30 S/PKI. Dalam Langgar Purwadinatan. Taksi Juga. Kapai-kapai (1970). Selamat pagi. Ozon. Rio Anakku (1973). Puisi Arab Modern (1984). Telah Pergi Ia . Mega-mega (1966). termuat sanjak-sanjaknya: Rumah. Nulis Cerpen. Sumur Tanpa Dasar (1975). Serangan Fajar. kumpulan syair Dari Sunyi ke Bunyi (1991). Gergaji.Karya-karya terjemahannya: Tukang Kebun (Tagore. Tengul (1973). Maulana Jalaluddin Rumi. diambil dari Diwan Syamsi Tabriz. Sanjak-sanjak tersebut bisa dijumpai dalam bukunya Buku Puisi (1973).Hartoyo Andangjaya termasuk penanda tangan Manifes Kebudayaan. Gema Otak Terbanting. Slauerhoff. juga Sebuah Lok Hitam. Nyanyian Sepi (1995). Jaket Kuning (1967). . buku esai Percik-percik Pemikiran Iqbal (1984). Hamid Jabbar. Seratusan puisi karya penyair sufi terbesar sepanjang sejarah. Slamet Sukirnanto. Yuk (1985). penyiar radio Australia ini menulis cerpen Kisah Seorang Prajurit. Harmonikaku (1979). Siti Aisah (1964). kumpulan esai ketika ia menjadi redaktur Suara Muhammadiyah berjudul Yuk. Suci Sang Primadona (1978).

Ia juga menulis kumpulan cerpen Gedono-Gedini (1990) dan Sesudah Bersih Desa (1989). kumpulan sanjak Luka Bayang (1964). mengarang cerpen Pada Titik Kulminasi. . Sang Pengarang. mengarang roman Perjalanan ke Akhirat. kumpulan kolom Mangan Ora Mangan Kumpul. Sugih Tanpa Bandha. Bila Binatang Buas Pindah Habitat (1999). Bukan Rumahku (1983). dilahirkan di Purworejo 11 September 1934. Masyarakat (1981). Sarinah Kembang Cikembang (kumcerpen. dilahirkan di Surabaya 24 April 1924. meninggal di Jakarta 14 Oktober 1998. serta menyunting antologi esai Sejumlah Masalah Sastra (1982). Bambang Sularto. Novelnya yang sangat terkenal berjudul Para Priyayi (1992) dan Jalan Menikung (2000). novel Pejuang-pejuang Kali Pepe (1984). Titis Basino PI. dilahirkan di Lamongan 7 April 1934. Satyagraha adalah editor buku Cerita Pendek Indonesia I – IV (1979) dan penulis terjemahan Keperluan Hidup Manusia (novel Leo Tolstoy. antara lain: Surat Kepada Gubernur. Sebelum Tidur (1977). Republik. Tersenyum pun Tidak untukku Lagi (1998). kumcerpen Parta Krama (1997). dilahirkan di Magelang 17 Januari 1939. Banyak menulis puisi-puisi religius. Di depan-Mu Aku Sirna Mendebu. Karya-karyanya yang lain: Burung Api (cerita anak-anak. Pada tahun 1987 Umar Kayam memperoleh Hadiah Sastra ASEAN Budiman S. menulis cerpen Rumah Dara. keduanya berbentuk cerpen. Resi Bisma (1960). Dalam bunga rampai Laut Biru Langit Biru susunan Ayip Rosidi bisa dibaca sanjak-sanjak sufistiknya antara lain: Jarak Itu pun Makin Menghampir. Matra. dilahirkan di Solo 5 Desember 1938 menulis antologi puisi Lima Belas Puisi (1972) . menerjemahkan epos Mahabharata. Hari yang Baik (2000). kumcerpen Ummi Kulsum(1963). 18 Maret 1930. meninggal di Bandung 39 November 1985. dilahirkan di Prambanan. mengarang roman Orang Buangan (1971). Dari Lembah ke Coolibah (1997). novel Pelabuhan Hati (1978). meninggal di Yogyakarta tahun 1992. Karyanya yang lain berjudul Ke Solo ke Jati dan Bi Ijah. Di Bumi Aku Bersua di Langit Aku Bertemu (1983). 1963). Hartoyo. Hariyadi juga menulis buku astrologi Teropong Cinta (1984) Satyagraha Hurip. Guru Besar UGM sang budayawan dan pameran Bung Karno yang menulis kumcerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan (1972) dan Sri Sumarah dan Bawuk (1975). meninggal di Jakarta. Mawar Hitam Milik Laras (2000). Juga ditulisnya novel Tanpa Nama (1963). Umar Kayam. kumcerpen Tentang Delapan Orang. 9 April 1984. Aku Supiyah Istri Hardian (1998). 1993). Welas Asih Merengkuh Tajali (1997). kumpulan esai Seni. terkenal dengan dramanya Domba-domba Revolusi (1962). Menyucikan Perselingkuhan (1998). buku Teknik Menulis Lakon (1971) Jamil Suherman. Juga menulis drama yang sangat terkenal berjudul Mahkamah di Seberang Maut. Sarip Tambak Oso (1985) . di antaranya puisi tentang pengalaman spiritualnya ketika ia beribadah haji ke Tanah Suci. Tradisi. 1970).drama tak Terpatahkan (1967). Madhep Ngalor Madhep Ngidul. Cerpen-cerpennya dimuat di Kompas.Hariyadi Sulaiman Hartowardoyo. Pada tahun 1999 Titis menerima Hadiah Sastra Mastera. kumpulan sanjak Nafiri (1983). dan Perjanjian dengan Maut (1975). novel Sepasang Suami Istri (1964). dilahirkan di Ngawi 30 Maret 1932. Enam Jam di Yogya. Bukalah Pintu Itu.

pernah menjadi redaktur majalah Kisah. Beberapa Teori Sastra. penyair. Cinta Pertama. Kecil Itu Indah Kecil Itu Cinta. pindah ke Akademi Dinas Luar Negeri. Di Panji Masyarakat. sebuah antologi bersama penyair-penyair Islam berjudul Manifestasi. meninggal di Cape Town. penyair dengan kumpulan sanjaknya Gema Lembah Cahaya (1963). dilahirkan di Pulau Rote Timor 16 Juni 1931 mengarang novel Sang Guru (1971). novelet Surat Cinta Rajagukguk. Telaga di Kaki Bukit. Paris. drama Kebinasaan Negeri Senja (1968) Cerkan-cerkannya antara lain: Si Bawang. guru. Jalan Tak Ada Ujung. Novelnya yang lain berjudul Keluarga Permana. lahirlah bukunya Hamka Berkisah tentang Nabi dan Rasul. dilahirkan di Bandung. 15 Maret 1927. Sebagai ahli sastra. ia menulis puisi panjang Yang Paling Manis ialah Kata. ditulisnya roman biografi Kuantar Ke Gerbang. Afrika Selatan.. pernah bekerja di Sticusa Amsterdam. Metode Kreitik dan Penerapannya (1995). diterjemahkan menjadi Romansa Kaum Gitana. Siasat.H. Spanyol.H. pengarang cerita kanak-kanak. Karyanya yang lain. Ditulisnya antologi puisi Matahari Pagi di Tanah Air (1967). Terkenal dengan romannya Royan Revolusi. Los Angeles. wartawan. Puting Beliung. Jendela Terbuka (1993). mengikuti Festival Penyair Internasional di Amsterdam tahun 1992. Gerson juga menulis cerpen berjudul Bombai. Dwipayana. penyair yang juga Guru Besar dari Fakultas Sastra UGM. novelnya Kemelut Hidup mengangkat tema sosial dengan mengetengahkan sebuah figur yang jujur. Kumpulan sanjaknya Perlawanan (1966) dan Tanah Air (1969) merupakan sanjak-sanjak demonstrasi atau rekaman peristiwa kebangkitan Orde Baru. Dari mendengarkan kuliah subuh Buya HAMKA. .) 4. sebagaimana Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail dan Mereka Telah Bangkit karya Bur Rasuanto. direktur pelaksana DKJ. Bonn. Empat Saudara. Gadis Sunyi. Berlomba dengan Senja. mewakili Indonesia dalam Kongres Penyair Sedunia dfi Taipeh tahun 1993. novelis. sastrawan Spanyol. Ramadhan menulis novel yang mengasosiasikan pembaca pada korupsi yang terjadi di Pertamina berjudul Ladang Perminus Bersama G. Rahmat Joko Pradopo. Ramadhan K. Hutan Bunga (1990). Jenewa. Tirani dan Benteng (antologi puisi karya Taufiq Ismail) . dan Harimau! Harimau! (novel Moechtar Lubis) 3. Pak Begowan Filsuf Hati Nurani. Karya-karya Frederico Garsia Lorca. Bahasa Puisi Nyanyi Sunyi dan Deru Campur Debu (1982). dilahirkan di Batangtoru Sumatra Utara 29 April 1930. Budaya Jaya.Gerson Poyk.. anggota DKJ. seperti Si Mamad nya Syuman Jaya. pernah bermukim di Falencia. kumcerpen Matias Anankari (1975). Ramadhan menulis otobiografi Suharto. penerjemah. Mansur Samin. dilahirkan di Klaten 3 November 1939. Muhammad Saribi Afn. Sebentar berkuliah di ITB. dari perjalanan cinta Inggit Ganarsih dengan Bung Karno. Juga menulis antologi puisi Dendang Kabut Senja (1969). Ramadhan menulis kumpulan sanjak Priangan Si Jelita. Keluarga Gerilya dan Perburuan (novel karya Pramudya Ananta Toer) 2. dilahirkan di Klaten 15 Desember 1936. Sajak-sajak Putih (1996). Tak ada Esok. Keluarga Permana dan Royan Revolusi (novel karya Ramadan K. adalah penyair. dan Tindak Saya. Rahmat menulis buku berjudul Pengkajian Puisi (1987). Pikiran. Contoh Karya Sastra Angkatan 66 1.. Ucapan. 15 Maret 2006.

Etsa (antologi puisi karya Toto Sudarto Bachtiar) 7. Para Priyayi (novel karya Umar Kayam) 10. Buku Puisi (antologi puisi karya Hartojo Andangdjaja) 8. kuli-kuli pelabuhan Teriakan-teriakan di atap bis kota. Mata Pisau dan Perahu Kertas (antologi puisi Supardi Joko Damono) Sekilas kutipan dari karya sastra yang berjudul “Tirani dan Benteng” SEBUAH JAKET BERLUMUR DARAH Sebuah jaket berlumur darah Kami semua telah menatapmu Telah berbagi duka yang agung Dalam kepedihan bertahun-tahun Sebuah sungai membatasi kita Di bawah terik matahari Jakarta Antara kebebasan dan penindasan Berlapis senjata dan sangkur baja Akan mundurkah kita sekarang Seraya mengucapkan „Selamat tinggal perjuangan‟ Berikrar setia kepada tirani Dang mengenakan baju kebesaran sang pelayan? Spanduk kumal itu.5. pawai-pawai perkasa Prosesi jenazah ke pemakaman Mereka berkata Semuanya berkata LANJUTKAN PERJUANGAN 1966 JALAN SEGARA Di sinilah penembakan Kepengecutan Dilakukan Ketika pawai bergerak Dalam panas matahari Dan pelor pembayar pajak Negeri ini Ditembuskan ke punggung Anak-anaknya sendiri. . Blues untuk Bonie dan Balada Orang-Orang Tercinta (antologi puisi karya WS Rendra) 6. Domba-Domba Revolusi (naskah drama karya B. ya spanduk itu Kami semua telah menatapmu Dan di atas bangunan-bangunan Menunduk bendera setengah tiang Pesan itu telah sampai ke mana-mana Melalui kendaraan yang melintas Abang-abang beca. Soelarto) 9.

e : http://www.1966 KARANGAN BUNGA Tiga anak kecil Dalam langkah malu-malu Datang ke Salemba Sore itu „Ini dari kami bertiga Pita hitam pada karangan bunga Sebab kami ikut berduka Bagi kakak yang ditembak mati Siang tadi.< Web.anneahira.com/karya-sastra-angkatan-66.nya tapi ga bisa tak copy >.htm .‟ 1966 (dari Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail) NB: ada lagi yang lebih komplit njelasin tentang sastra ’66.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful