Anda di halaman 1dari 35

IKATAN KIMIA

Gaya yang mengikat atom-atom dalam molekul atau gabungan ion dalam setiap senyawa disebut ikatan kimia. Konsep ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1916 oleh Gilbert Newton Lewis (1875-1946) dari Amerika dan Albrecht Kossel (18531927) dari Jerman (Martin S. Silberberg, 2000). Konsep tersebut adalah: 1. Kenyataan bahwa gas-gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) sukar membentuk senyawa merupakan bukti bahwa gas-gas mulia memiliki susunan elektron yang stabil. 2. Setiap atom mempunyai kecenderungan untuk memiliki susunan elektron yang stabil seperti gas mulia. Caranya dengan melepaskan elektron atau menangkap elektron. 3. Untuk memperoleh susunan elektron yang stabil hanya dapat dicapai dengan cara berikatan dengan atom lain, yaitu dengan cara melepaskan elektron, menangkap elektron, maupun pemakaian elektron secara bersama-sama. Kestabilan Atom Di antara atom-atom di alam hanya atom gas mulia yang stabil. Dan sebagainya telah disebutkan di atas bahwa dalam proses penggabungan atom-atom yang mengalami perubahan adalah electron-elektronnya. Oleh karena itu pada dasarnya electron mempunyai sifat yang sama maka dapat disimpulkan bahwa kestabilan suatu atom ditentukan oleh konfigurasi electron atom tersebut. Kossel dan Lewis mengatakan bahwa konfigurasi electron atom-atom akan stabil bila electron terluarnya 2 (duplet) atau 8 (octet) seperti gas mulia mempunyai konfigurasi penuh, yaitu konfigurari octet kecuali helium degan konfigurasi duplet. (Purba, 2006:99) Tabel 2.1 Konfigurasi Elektron Unsur-unsur Gas Mulia Periode Unsur Nomor Atom 1 2 3 4 5 6 He Ne Ar Kr Xe Rn 2 10 18 36 54 86 2 2 2 2 2 2 8 8 8 8 8 8 18 18 18 8 18 32 8 18 8 K L M N O P

Untuk mencapai keadaan stabil seperti gas mulia, maka atom-atom membentuk konfigurasi electron seperti gas mulia. Untuk membentuk konfigurasi seperti gas mulia dapat dilakukan dengan cara : Membentuk Ion

Dalam membentuk ion suatu atom akan melepas atau mengikat electron. Atom-atom yang mempunyai energi ionisasi rendah akan mempunyai kecenderungan melepaska elektronnya, sedangkan atom-atom yang mempunyai aftinitas electron yang besar akan cenderung mengikat electron. Menggunakan Pasangan Elektron Bebas

Atom-atom yang mempunyai energi ionisasi tinggi akan sukar melepaskan elektronnya, sehingga dalam mencapai kestabilan akan sukar membentuk ion positif. Demikian pula atomatom yang mempunyai aftinitas electron yang rendah dalam mencapai kestabilan tidak membentuk ion negative. Atom-atom yang sukar melepas electron atau mempunyai energi ionisasi yang tinggi dan atom yang sukar menarik electron atau mempunyai afinitas electron yang rendah mempunyai kecenderungan untuk membentuk pasangan electron yang di pakai bersama. Pasangan electron yang di bentuk oleh atom-atom yang berkaitan dapat berasal dari kedua atom yang bergabung atau dapat pula berasal dari salah satu atom yang bergabung. (Sudarmo, 2004 : 40-41). Peran Elektron dalam Ikatan Kimia Sifat kimia suatu unsur ditentukan terutama oleh konfigurasi elektron pada kulit terluarnya (elektron valensi) karena kemampuan suatu atom untuk bergabung dengan atom lain. Apabila terjadi interaksi antara dua atom maka akan terjadi perubahan susunan elektron pada ke dua atom tersebut. Perubahan ini dapat mengakibatkan terjadinya tarikan antara kedua atom sehingga dapat bergabung. Tetapi ada kemungkinan lain, yaitu bahwa tidak terjadi tarikan antara kedua atom, dan keduanya tidak dapat bergabung. Ini artinya bahwa apabila terbentuk suatu melekul dari dua atau beberapa atom, susunan elektron dalam atom yang membentuk molekul itu telah berbeda dengan susunan elektron dalam atom bebas. Ada dua teori yang dapat digunakan untuk menerangkan hal ini. Pertama teori ikatan valensi menganggap

bahwa hanya elektro-elektron terluar saja yang terlibat dalam pembentukan molekul. Dengan demikian perubahan kofigurasi elektron juga hanya terjadi pada kulit-kulit terluar saja, sedang kulit-kulit elektron yang lebih dalam tidak mengalami perubahan susunan electron. Kedua teori orbital molekul apabila dua atom bergabung, semua elektron dari kedua atom

akan mengalami perubahan susunan dalam suatu molekul electron-electron tidak lagi bergerak dalam orbital atom, melainkan bergerak dalam orbital molekul mengelilingi kedua inti. Pada umumnya atom tidak berada dalam keadaan be- b a s , tetapi menyatu dengan atom lain membentuk senyawa, hal ini merupakan suatu fakta bahwa atom yang bergabung lebih stabil dari pada atom yang menyendiri. Kecenderungan suatu atom untuk menerima elektron atau

melepaskan elektron valensinya bergantung pada besarnya energi yang dilepaskan. Unsur yang energi ionisasinya kecil akan melepaskan elektron dengan sangat mudah dan unsur yang mempunyai energi ionisasi besar akan menerima elektron dan sangat sukar untuk melepaskan elektron. Jumlah electron yang dilepaskan atau yang diterima bergantung pada jumlah elektron valensi unsur yang bersangkutan. Unsur-unsur yang bersifat logam adalah unsur-unsur yang termasuk golongan IA, IIA, dan IIIA (kecuali boron), IVA (kecuali karbon dan silikon),sebagian VA (antimon dan bismut), IB, IIB, IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, dan VIIIB. Unsur-unsur yang bersifat nonlogam adalah unsur-unsur yang termasuk golongan IVA (karbon dan silikon), sebagian VA (kecuali antimon dan bismut), VIA, dan VIIA. Adapun unsur-unsur golongan VIIIA dinamakan gas mulia. Atom melepas elektron jika atom memiliki elekron terluar 1, 2, atau 3 maka atom cenderung melepaskan elektron, atom menangkap elektron: Jika atom memiliki elekron terluar 4, 5, 6, atau 7 maka atom cenderung menangkap elektron Atom stabil: Jika atom memiliki elekron terluar 8 maka susunan atom dikatakan stabil

Struktur Lewis Untuk menggambarkan electron valensi pada atom-atom yang berinteraksi membentuk ikatan kimia, maka perlu digunakan notasi tertentu yang dikenal sebagai lambang Lewis, yakni lambang atom disertai electron valensinya yang digambarkan dengan titik dalam posisi untuk mencapai octet (4 pasang electron atau 4 x 2 elektron). Dengan menggunakanlambang Lewis tersebut, maka dapat digambarkan struktur Lewis yang didefinisikan sebagai lambang molekul disertai electron valensi di sekitar atom-atomnya yang menunjukkan terjadinya serah terima atau penggunaan bersama pasangan electron. (Jahro, 2011:2-3)

Gambar Contoh Struktur Lewis dari Beberapa Senyawa (Anonim, 2011) Penggambaran struktur lewis dari molekul beratom banyak kadang-kadang menimbulkan kesulitan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dibuat beberapa kemungkinan. Beberapa catatan berikut dapat berguna dalam meramalkan struktur lewis dari molekul beratom banyak. Semua electron terluar (electron valensi) dari masing-masing atom yang berikatan harus dihitung. Umumnya atom-atom dalam struktur lewis akan mempunyai delapan electron valensi, keecuali atom hydrogen yang hanya mempunyai 2 elektron (duplet). Jumlah electron yang diterima oleh suatu atom akan sama dengan yang diberikan, kecuali terjadinya ikatan koordinasi, yaitu suatu atom hanya memberi atau menerima saja pasangan electron. Umumnya dalam struktur lewis semua electron berpasangan termasuk pasangan electron bebas (tidak untuk berikatan). Ikatan Ion Ikatan ion pada umumnya terjadi antara atom-atom yang mempunyai energi ionisasi rendah dengan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar. Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah, sedangkan unsur-unsur nonlogam mempunyai afinitas elektron yang tinggi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa antara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur nonlogam umumnya akan membentuk ikatan ion. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi diantara atom-atom melalui serah terima electron atau ikatan yang terjadi antara ion positif (+) dengan ion negative (-). Ikatan ion ini terjadi antara atom-atom unsure logam dengan unsure non logam. (Jahro, 2011). Contoh dari ikatan ion adalah ikatan pada senyawa NaCl. Dimana Na memiliki nomor atom 11 dengan konfigurasi 2 8 1, dan cenderung melepaskan electron pada kulit terluarnya sebanyak 1 elektron. Pada Cl yang memiliki nomor atom 17 dengan konfigurasi 2 8 7 akan cenderung menerima electron.

Mekanisme dari pembentukan ikatan ion adalah sebagai berikut : R.oksidasi R.reduksi : Na(s) + E : Cl(s) + eNa(s) + Cl(s) Na+(s) + eCl-(s) NaCl(s)

Gambar Pembentukan Ikatan Ion pada Molekul NaCl Antara ion Na+ dan ion Cl terjadi tarik menarik karena muatan mereka berlawanan. Akibatnya terbentuklah senyawa NaCl. Terbentuknya ikatan ion Na+ dan Cl membentuk senyawa NaCl (garam).

Gambar Struktur kristal NaCl berbentuk kubus

Sifat-sifat senyawa ion sebagai berikut. a. Dalam bentuk padatan tidak menghantar listrik karena partikel-partikel ionnya terikat kuat pada kisi, sehingga tidak ada elektron yang bebas bergerak. b. Leburan dan larutannya menghantarkan listrik. c. Umumnya berupa zat padat kristal yang permukaannya keras dan sukar digores. d. Titik leleh dan titik didihnya tinggi. e. Larut dalam pelarut polar dan tidak larut dalam pelarut nonpolar. Ikatan ion hanya dapat tebentuk apabila unsur-unsur yang bereaksi mempunyai perbedaan daya tarik electron (keeelektronegatifan) cukup besar. Perbedaan keelektronegati-fan yang besar ini memungkinkan terjadinya serah-terima elektron. Senyawa biner logam alkali dengan golongan halogen semuanya bersifat ionik. Senyawa logam alkali tanah juga bersifat ionik, kecuali untuk beberapa senyawa yang terbentuk dari berilium. Ikatan Kovalen Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian pasangan electron secara bersama-sama oleh dua atom (James E. Brady, 1990). Ikatan kovalen terbentuk di antara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron (sesama atom bukan logam). pabila ikatan kovalen terjadi maka kedua atom yang berikatan tertarik pada pasangan elektron yang sama. Molekul hidrogen H2 merupakan contoh pembentukan ikatan kovalen.

Gambar Pembentukan katan kovalen atom-atom hidogen Masing-masing atom hidrogen mempunyai 1 elektron dan untuk mencapai konfigurasi oktet yang stabil seperti unsur golongan gas mulia maka masing-masing atom hidrogen memerlukan tambahan 1 elektron. Tambahan 1 elektron untuk masing-masing atom hidrogen tidak mungkin didapat dengan proses serah terima elektron karena

keelekronegatifan yang sama. Sehingga konfigurasi oktet yang stabil dpat dicapai dengan pemakaian elektron secara bersama. Proses pemakaian elektron secara bersama terjadi dengan penyumbangan masing-masing 1 elektron ari atom hidrogen untuk menjadi pasangan elektron milik bersama. Pasangan elektron bersama ditarik oleh kedua inti atom hidrogen yang berikatan.

Sifat-sifat senyawa kovalen sebagai berikut. a) Pada suhu kamar umumnya berupa gas (misal H2, O2, N2, Cl2, CO2), cair (misalnya: H2O dan HCl), ataupun berupa padatan. b) Titik didih dan titik lelehnya rendah, karena gaya tarik-menarik antarmolekulnya lemah meskipun ikatan antaratomnya kuat. c) Larut dalam pelarut nonpolar dan beberapa di antaranya dapat berinteraksi dengan pelarut polar. d) Larutannya dalam air ada yang menghantar arus listrik (misal HCl) tetapi sebagian besar tidak dapat menghantarkan arus listrik, baik padatan, leburan, atau larutannya.

Macam-macam ikatan kovalen: a. Ikatan Kovalen Tunggal Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan kovalen yang melibatkan penggunaan 1 pasangan elektron (2 elektron) oleh dua atom yang saling berikatan atau memiliki 1 . Dengan kata lain, hanya terdapat 1 pasangan elektron ikatan ( PEI ). Penggunaan pasangan elektron dalam ikatan kovalen dapat digambarkan dengan struktur Lewis. Struktur Lewis menggambarkan jenis atom-atom dalam molekul dan caranya atom-atom tersebut terikat satu sama lain.

Pasangan elektron yang dipakai bersama-sama disebut pasangan elektron ikatan (PEI), sedangkan yang tidak dipakai bersama-sama dalam ikatan disebut pasangan elektron bebas (PEB). Misalnya: Molekul H2O mengandung 2 PEI dan 2 PEB Molekul NH3 mengandung 3 PEI dan 1 PEB

Gambar Ikatan kovalen pada NH3 (Sumber: www.yahooimage.com) contoh : Ikatan yang terjadi pada HF

Gambar Ikatan kovalen pada H2O (Sumber: www.yahooimage.com)

Contoh Soal : 1. Tuliskan pembentukan ikatan yang terjadi pada zat-zat berikut. a. Antara atom 1H dan 6C pada senyawa CH4 Konfigurasi elektron 1H: 1 sehingga elektron valensinya = 1. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah duplet), diperlukan 1 elektron. 6C: 2,4 sehingga elektron valensinya =4. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah oktet), diperlukan 4 elektron. Maka struktur lewis pembentukan CH4:

b. Ikatan Kovalen Rangkap Ikatan kovalen rangkap adalah ikatan kovalen yang melibatkan penggunaan bersama 2 pasangan elektron (4 elektron) oleh dua atom yang saling berikatan. Dengan kata lain, terdapat dua pasangan elektron ikatan. Contoh : Pembentukan ikatan pada molekul O2

Contoh Soal: 1. Tuliskan pembentukan ikatan yang terjadi pada molekul CO2.
6C:

2,4 sehingga elektron valensinya =4. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil

(sesuai kaidah oktet), diperlukan 4 elektron. 8O: 2, 6; sehingga elektron valensinya= 6. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah oktet), diperlukan 2 elektron. Maka struktur lewis pembentukan CO2 dapat juga digambarkan sebagai berikut:

c.

Ikatan Kovalen Rangkap Tiga

Ikatan kovalen rangkap tiga terbentuk jika terjadi penggunaan bersama 3 pasangan elektron (6 elektron) oleh dua atom yang berikatan. Dengan kata lain, terdapat tiga pasangan elektron ikatan.

contoh : Pembentukan ikatan yang terjadi pada molekul N2

Polarisasi Ikatan Kovalen Pada pembentukan ikatan kovalen tidak terjadi adanya kutub listrik positif dan negatif seperti pada ikatan ion, sebab terjadinya ikatan karena pemakaian pasangan elektron bersama. Meskipun demikian, dalam kenyataannya ada senyawa yang berikatan kovalen, tetapi dapat tertarik oleh medan listrik. Hal ini menunjukkan bahwa ikatan kovalen ada yang menimbulkan kutub-kutub muatan listrik. Terjadinya kutub listrik dalam ikatan kovalen

disebut dengan peristiwa polarisasi ikatan (Inggris, polar = kutub). Peristiwa terjadinya polarisasi ikatan ini disebabkan adanya perbedaan kekuatan gaya tarik terhadap pasangan elektron yang digunakan bersama. Berdasarkan Besarnya kekuatan gaya tarik elektron dari suatu atom yang dinyatakan sebagai harga keelektronegatifan ikatan kovalen dibagi menjadi dua yaitu : 1. Ikatan Kovalen Polar Dalam senyawa HCl ini, Cl mempunyai keelektronegatifan yang lebih besar dari H. sehingga pasangan elektron lebih tertarik ke arah Cl, akibatnya H relatif lebih elektropositif sedangkan Cl relatif menjadi elektronegatif. Gambar senyawa HCl dapat diklik disini Semakin besar perbedaan keelektronegatifan unsur-unsur yang berikatan, semakin polar ikatan yang terbentuk bahkan mendekati sifat ionik. HX (X = Cl, Br, I, F), H2O, CO2, CCl4, BeCl2, BeCl3 dan NH3 merupakan beberapa contoh senyawa dengan ikatan kovalen polar. Misalnya HCl, meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron ikatan, tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar dari atom H sehingga distribusi elektron ikatan lebih terkonsentrasi pada Cl.

Gambar ikatan kovalen polar H-Cl

Pada umumnya jika ikatan kovalennya polar dan bentuk molekul asimetris maka senyawanya polar. Contoh: HCl. HBr, NH3, H2O, PCl3, CH3COOH, C2H5OH 2. Ikatan Kovalen Non Polar Ikatan kovalen non polar memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a) bentuk molekul yang terjadi simetris b) beda keelektronegatifan antaratom yang berikatan sangat kecil dan mendekati nol c) tidak terdapat pasangan elektron bebas di sekitar atom pusat. Contoh molekul yang berikatan kovalen murni dan bersifat nonpolar adalah CH4. CO2, BeCl3, BeCl4, C2H6 Molekul Polar dan Nonpolar Suatu senyawa yang memiliki ikatan kovalen polar, belum tentu molekul yang dimiliki bersifat polar. Demikian juga untuk ikatan kovalen nonpolar, molekul yang dimiliki belum tentu bersifat nonpolar. Kepolaran suatu molekul dinyatakan menggunakan suatu besaran yang disebut momen dipol (). Besarnya momen dipol suatu molekul ditentukan menggunakan persamaan berikut. =Qxr 1 D = 3,33 x 10-30 C.m (coulombmeter) = 0 molekul nonpolar > 0 atau 0 molekul polar keterangan: = momen dipol (D, debye) Q = selisih muatan (Coulomb) r = jarak antara muatan positif dengan muatan negatif (m) Semakin besar harga momen dipol, semakin polar senyawa yang bersangkutan bahkan mendekati ke sifat ionik.

Harga momen dipol beberapa molekul seperti yang tertera pada molekul NO NH3 HF HCl HBr HI H2 O Momen dipol (D) 0,159 0,23 1,78 1,078 0,82 0,44 1,85 molekul CO CO2 CHCl3 CH4 CCl4 BF3 BF2 Momen dipol (D) 0,112 0 1,09 0 0 0 0

Momen dipol merupakan suatu besaran vektor yang digambarkan menggunakan moment ikatan. Jika jumlah vektor momen-momen ikatan lebih besar dari nol, maka molekul tersebut bersifat polar, sebaliknya jika jumlah vektor momen-momen ikatan sama dengan nol, maka maka molekul tersebut bersifat nonpolar. Momen ikatan terbentuk jika dua atom yang berikatan dalam suatu senyawa memiliki perbedaan keelektronegatifan. Elektron yang yang ditarik oleh atom yang lebih elektronegatif menunjukan arah momen ikatan dan ditunjukan menggunakan tanda dari atom yang kurang elektronegatif menuju atom yang lebih elektronegatif. Akibat tarikan elektron yang terjadi, terbentuk semacam kutub negatif pada atom yang lebih elektronegatif, sedangkan pada atom yang kurang elektronegatif akan terbentuk semacam kutub positif. Kutub positif atau negatif yang terbentuk disebut muatan parsial, yang digambarkan menggunakan simbol delta (). Muatan parsial negatif () diberikan pada unsur yang lebih elektronegatif dan muatan parsial positif (+) diberikan pada unsur yang kurang elektronegatif (lebih elektropositif). Berikut contoh menggambar muatan parsial pada molekul HCl.

Dari contoh di atas terlihat bahwa terdapat muatan positif dan negatif pada tanda yang digunakan. Tanda tersebut tidak sama dengan +1 atau -1 seperti pada simbol ion, tetapi tanda ini hanya menggambarkan elektron ikatan tidak sepenuhnya dipindahkan ke atom Cl. Untuk senyawa diatom yang disusun oleh unsur yang sejenis, molekul yang dimiliki selalu bersifat nonpolar kecuali ozon yang bersifa polar. Hal ini disebabkan dua atom penyusun senyawa memiliki keelektronegatifan sama sehingga tidak terbentuk momen ikatan. Sedangkan untuk senyawa diatom yang disusun oleh dua atom yang berbeda molekul yang dimiliki selalu bersifat polar karena adanya perbedaan keeltronegatifan. Tetapi untuk senyawa-senyawa yang tersusun lebih dari dua atom, kepolaran molekul tidak dapat ditentukan jika hanya didasarkan pada perbedaan keelektronegatifan. Hal ini disebabkan senyawa-senyawa tertentu walaupun memiliki ikatan kovalen polar tetapi molekulnya bersifat nonpolar. Misalnya CCl4, CO2 dan BeCl2 merupakan beberapa senyawa dengan ikatan kovalen polar tetapi memiliki molekul yang nonpolar. Pada molekul CCl4, yang mempunyai bentuk molekul tetrahedaral dengan C sebagai atom pusat dan dikelilingi oleh 4 atom Cl seperti pada Gambar.

Perbedaan keelektronegatifan C dan Cl adalah sebesar 3-2,5 = 0,5. Jadi ikatan CCl termasuk ikatan kovalen (tepatnya ikatan kovalen polar) karena perbedaan keeltronegatifan lebih kecil 1,7. Walaupun ikatan CCl berupa ikatan kovalen polar tetapi molekulnya bersifat nonpolar. Hal ini disebabkan, bentuk tetrahedral dari molekul CCl4 dapat dikatakan simetrism karena memiliki pusat simetri pada atom C ditengah, sehingga jumlah momen ikatan yang sama dengan nol. Atau dapat dikatan tarikan elektron akibat adanya perbedaan keelektronegatifan saling meniadakan atau saling menguatkan (perhatikan tanda panah pada strutur). Hal ini dapat diandaikan, suatu benda yang berada di tengah-tengah ditarik dari empat sudut dengan

kekuatan sama, maka benda tersebut tidak akan bergerak. Karena hal inilah molekul CCl 4 bersifat nonpolar. Jika CCl4 salah satu atom Cl diganti oleh atom lain misalnya H, maka sifat molekul yang awalnya nonpolar berubah menjadi polar. Hal ini disebabkan kepolaran ikatan C-H berbeda dengan kepolaran ikatan C-Cl, sehingga momen dipol yang terbentuk tidak saling meniadakan. Tetapi apabila semua atom C diganti oleh atom H maka molekulnya bersifat nonpolar karena kepolaran semua ikatan CH sama besar sehingga mpmen ikatan yang terbentuk saling meniadakan. Pada molekul BCl2 dan CO2 mempunyai bentuk molekul linear dengan B dan C sebagai atom pusat.

Atom Cl dan atom O lebih elektronegatif dibanding atom B dan C yang bertindak sebagai atom pusat (pada gambar yang berwarna hitam), sehingga elektron ikatan lebih tertarik kearah atom Cl dan O. Namun, atom B dan C masing-masing mengikat 2 atom yang sejenis maka momen ikatan yang terbentuk tertarik ke arah yang berlawanan dengan kekuatan yang sama, sehingga molekulnya bersifat nonpolar. Molekul H2O walaupun rumus molekulnya mirip dengan CO2 dan BCl2 tetapi bersifat polar.

Hal ini disebabkan, pada molekul H2O, atom O sebagai atom pusat masih memiliki pasangan elektron bebas. Hal ini menyebabkan molekul H2O tidak berbentuk linear seperti molekul

CO2 dan BCl2, sehingga momen ikatan yang terbentuk tidak saling menguatkan atau tidak saling meniadakan. Ikatan Kovalen Koordinasi Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.

Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron. Contoh 1:Terbentuknya senyawa BF3-NH3

Rumus Lewis

Struktur kimia Contoh 2: Terbentuknya senyawa NH4+

Contoh 3:

o Terbentuknya senyawa SO3 16S: 2.8.6 8O : 2.6

Penyimpangan Kaidah Oktet Beberapa senyawa ternyata mempunyai Struktur Lewis yang menyimpang dari kaidah Oktet. 1. Spesies Ganjil Jika jumlah elektron valensi di dalam struktur lewis ganjil, maka ada elektron yang tidak berpasangan sehingga atom menyimpang dari kaidah oktet. Contoh : Molekul NO2 , dimana jumlah electron valennsi molekul adalah 17 (ganjil). Jumlah electron Valensi N adalah 7 (menyimpang dari kaidah Oktet)

2. Oktet Tak Lengkap Jika jumlah electron valensi didalam struktur lewis genap namun jumlahnya kurang dari 8 (octet) , maka struktur lewis dapat dinyatakan sebagai oktet tak lengkap dan termasuk struktur lewis yang menyimpang dari kaidah oktet. ni terjadi pada unsur-unsur periode 3 atau lebih yang dapat menampung lebih dari 8 elektron pada kulit terluarnya (ingat, kulit M dapat menampunghingga 18 elektron) Contohnya BeCl2 dan BH3.

3.

Oktet Berkembang Jika jumlah electron valensi dalam struktur lewis genap dan jumlah lebih dari delapan

( oktet) , maka struktur lewis tersebut dinyatakan sebagai octet berkembang dan termasuk struktr lewis yang menyimpang dari kaidah oktet. Contohnya PCl3, SF6.

Kegagalan Aturan Oktet Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun postransisi. Unsur postransisi adalah unsur logam setelah unsur transisi,misalnya Ga, Sn, dan Bi. Sn mempunyai 4 elektron valensi, tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2. Begitu juga Bi yang mempunyai 5 elektron valensi, tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3. Pada umumnya, unsur transisi maupun unsur postransisi tidak memenuhi aturan oktet.

Ikatan Logam Gaya tarik inti atom-atom logam dengan lautan electron mengakibatkan terjadinya ikatan logam. (Sudarmo, 2004:48) Ikatan logam adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik menarik antara muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negative dari elektron-elektron yang bebas bergerak dalam logam tersebut. (Jahro, 2011:25) Kekuatan ikatan logam dipengaruhi oleh banyaknya elektron valensi, muatan inti positif dan jari-jari logam. Semakin banyak jumlah elektron valensi dalam lautan elektron terdelokalisasi, semakain besar muatan negative lautan elektron semakin kuat daya tariknya dengan inti positif, semakin kuat ikatan logam. Demikian juga semakin besar muatan inti

positif semakin kuat daya tarik inti positif dengan muatan negative lautan elektron, semakin kuat ikatan logamnya. Sifat-sifat khas dari ikatan logam adalah mengkilap, dapat menghantarkan arus listrik dan panas, mudah di tempa dan dibengkokkan, semuanya terkait dengan ikatan logam dan gerakan elektron valensi dalam logam. (Jahro, 2011:26)
ion positif awan elektron

Gambar Ikatan Logam Adanya ikatan logam menyebabkan logam bersifat: o pada suhu kamar berwujud padat, kecuali Hg; o keras tapi lentur/dapat ditempa; o mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi; o penghantar listrik dan panas yang baik; o mengilap. RANGKUMAN 2. Ikatan kimia terjadi karena adanya kecenderungan atom-atom untuk memiliki susunan elektron stabil seperti gas mulia. 3. Ikatan kimia dapat berupa ikatan antara atom dengan atom dan dapat pula antara molekul dengan molekul. 4. Ikatan yang terjadi antaratom dapat berupa ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam. 5. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat serah terima elektron. 6. Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama elektron valensi. 7. Ikatan logam merupakan ikatan yang terjadi karena adanya elektron-elektron bebas dalam logam.

8. Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang terjadi karena pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari salah satu atom unsur yang berikatan.

http://wanibesak.wordpress.com/2011/06/10/ikatan-kovalen-polar-dan-nonpolar-vsmolekul-polar-dan-nonpolar/

SOAL DAN PEMBAHASANNYA 1. Pada molekul CH4 terdapat ikatan kovalen SEBAB pada tiap molekul CH4 terdapat 4 atom hidrogen Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1988 Penyelesaian : Ikatan Kovalen adalah ikatan kimia yang terjadi karena penggunaan elektron secara bersama. 6C 1H 2)4 1

2. Berikut adalah rumus elektron nitrometana yang disederhanakan. Huruf yang menunjukkan pasangan elektron yang membentuk ikatan kovalen koordinat ialah .

A. P

B. Q

C. R

D. S

E. T

Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1989 Penyelesaian :


7N 8O 6C 1H

: 1s 2s 2p : 1s 2s 2p4 : 1s2 2s2 2p2 : 1s1

Ikatan kovalen koordinat adalah ikatan dimana elektron-elektron yang dipakai bersamasama hanya berasal dari satu atom.

3. Senyawa NI3 mempunyai 3 pasangan elektron yang terikat dan 1 pasangan elektron bebas. Bentuk geometri molekul tersebut adalah . A. piramida segitiga D. segitiga datar B. piramida bujur sangkar E. segi empat datar C. oktahedron Jawaban : D SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1989 Penyelesaian :
7N 53I

= 1s 2s 2p = 1s 2s 2p6 3s 3p6 4s 3d10 4p6 5s 4d10 5p5

atau Kr = 4d10 5s 5p5

4. Kelompok senyawa yang masing-masing mempunyai ikatan ion adalah . A. SO2, NO2 dan CO2 D. NH3, H2O dan SO3 B. KOH, HCN dan H2S E. HCl, NaI dan CH4 C. NaCl, MgBr2 dan K2O Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1990 Penyelesaian : Ikatan ion : terjadi antara : - ion+dan ion- Golongan IA, IIA (logam) dengan VIA, VIIA (bukan logam) - Unsur-unsur dengan potensial ionisasi kecil - Unsur-unsur dengan keelektronegatifan besar Unsur-unsur yang berikatan ion adalah NaCl, MgBr2, K2O 5. Gambar rumus elektron dari senyawa NH4Cl sebagai berikut :

Ikatan kovalen pada gambar di atas ditunjukkan oleh .

A. (1) dan (3) B. (2) dan (5) C. (3) dan (4) Jawaban : E SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1990 Penyelesaian :

D. (4) dan (2) E. (5) dan (1)

6. Pasangan senyawa di bawah ini, manakah yang kedua-duanya mempunyai ikatan hidrogen . A. HF dan HI D. HBr dan H2O B. HCl dan HBr E. NH3 dan HI C. HF dan H2O Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1990 Penyelesaian : Ikatan Hidrogen adalah ikatan antara Hidrogen dengan unsur F, O, N 7. Bentuk hibrida beberapa senyawa :

Dari data tersebut yang merupakan pasangan tepat adalah . A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1990 Penyelesaian : a. CH4 b. HCl 6C 2) 4)

8. Struktur kristal logam natrium adalah kubus berpusat badan, ditunjukkan oleh gambar . . .

A. 1 B. 2 Jawaban : C

C. 3

D. 4

E. 5

SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1990 Penyelesaian : Struktur kristal logam natrium adalah kubus berpusat badan gambarnya adalah no. 3

9. Berikut ini merupakan gambar bentuk orbital d :

Yang merupakan gambar bentuk orbital dxy adalah . A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 Jawaban : D SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1991 Penyelesaian : Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 dyz dxz dyz dxy dz

10. Keelektronegatifan unsur-unsur sebagai berikut :

Berdasarkan data tersebut di atas dapat ditafsirkan bahwa ikatan ion paling lemah adalah . A. BeCl2 B. MgCl2 C. CaCl2 Jawaban : A SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1991 Penyelesaian : Ikatan ion terjadi pada : ion (+) dan ion (-) unsur elektron (+) dengan unsur elektron (-) golongan IA, IIA dengan logam (VIA, VIIA) antara atom yang mempunyai potensial ionisasi rendah, afinitas elektron tinggi mempunyai perbedaan keelektronegatifan tinggi Cl - Be : D. SrCl2 E. BaCl2

11. Berikut ini data titik didih dari beberapa senyawa hidrogen :

Diantara senyawa-senyawa di atas yang mempunyai ikatan hidrogen paling kuat ialah . A. HCN B. HI C. HF Jawaban : A SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1991 Penyelesaian : Senyawa di dalam ikatan Hidrogen yang paling kuat adalah mempunyai titik didih tinggi yaitu HCN. D. HBr E. HCl

12. Unsur Xe dengan nomor atom 54 dan unsur F dengan nomor atom 9 pembentuk senyawa XeF4. Yang bentuk molekulnya adalah . A. linier D. tetra hedron B. segitiga datar E. bujur sangkar C. okta hedron Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1991 Penyelesaian :
54Xe

(Kr) 4d10. 5s , 5p6, 5s, 5p6, 5d, ...

Sebelum mengadakan ikatan kovalen dengan atom F 13. Banyaknya pasangan elektron terikat dan pasangan elektron bebas suatu senyawa 3 dan 1. Bentuk molekul senyawa itu adalah . A. segitiga planar D. tetrahedron B. piramida segitiga E. segiempat datar C. bentuk V Jawaban : A SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1991 Penyelesaian : Bentuk molekul dari senyawa yang mempunyai pasangan elektron terikat 3 dan pasangan elektron 14. Perhatikan gambar berikut :

Gambar A, B dan C adalah bentuk kristal dengan bilangan Koordinasi A = 12, B = 8 dan C = 12. A, B, C merupakan bentuk kristal dari ........ A. BCC, HCP, FCC B. HCP, FCC, BCC C. FCC. HCP, BOC Jawaban : D SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1991 D. FCC, BCC, HCP E. HCP, BCC, FCC

Penyelesaian : FCC, BCC, HCP 15. Gambar rumus elektron dari amonium klorida.

Ikatan kovalen dan kovalen koordinasi secara berurutan adalah . A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 5 Jawaban : A SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1992 Penyelesaian : D. 3 dan 5 E. 1 dan 4

16. Suatu senyawa mempunyai bentuk molekul bipiramidal trigonal, maka jumlah pasangan elektron terikat dalam senyawa tersebut adalah . A. 2 B. 1 C. 4 D. 5 E. 6 Jawaban : A SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1992 Penyelesaian : 17. Nomor atom unsur-unsur P, Q, R, S dan T masing-masing : 9, 12, 16, 17 dan 18. Pasangan unsur-unsur yang dapat membentuk senyawa ion adalah . A. P dan R D. R dan T B. P dan S E. S dan T C. Q dan S Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1993 Penyelesaian : Senyawa ion dibentuk dari pasangan unsur-unsur dari golongan IA,IIA dengan golongan VIIA.

P Q R S T

9 12 16 17 18

1s 2s 2p5

golongan VIIA golongan IIA golongan VIA


5

1s 2s 2p63s
6

1s 2s 2p63s 3p4 1s 2s 2p 3s 3p 1s 2s 2p63s 3p6

golongan VIIA golongan VIIIA

18. Jika unsur P dengan nomor atom 5 bersenyawa dengan unsur Q dengan nomor atom 17, maka bentuk molekulnya adalah . A. linier D. segi empat planar B. segitiga planar E. tetrahedral C. piramida segitiga Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1993 Penyelesaian : Jumlah elektron valensi P = 3 Jumlah elektron valensi 3Q = 3 Jumlah elektron =6

Jumlah pasangan elektron terikat = 3 Jumlah pasangan elektron tak terikat = 0 Bentuk molekulnya segitiga planar 19. Diketahui atom : 12X, 17Y, 20Z, 35Q. Pasangan yang dapat membentuk ikatan kovalen non polar adalah . A. X dan Y D. Z dan Q B. Y dan Q E. Q dan X C. Y dan Z Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1994 Penyelesaian : Ikatan kovalen non polar = ikatan kovalen yang mempunyai perbedaan elektronegatifitas kecil.

A = X & Y = ikatan ion B = Y & Q = ikatan kovalen C = Y & = ikatan ion D = Z & Q = ikatan ion E = Q & X = ikatan ion 20. Bentuk molekul NH3 adalah . (nomor atom N = 7, H = 1) A. linier D. oktahedral B. bujur sangkar E. piramida trigonal C. tetrahedral

Jawaban : E SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1994 Penyelesaian : Konfigurasi elektron : 7N = (1s 2s 2p)

sp dengan sudut 107

terdapat 3 pasang elektron terikat dan 1 elektron bebas.

21. Data konfigurasi elektron dari beberapa unsur sebagai berikut : P = 1s 2s 2p63s Q = 1s 2s 2p63s 3p R = 1s 2s 2p63s 3p6 S = 1s 2s 2p63s 3p5 Unsur yang dapat membentuk ikatan kovalen adalah . . . . A. Q dan S D. P dan Q B. P dan R E. P dan S C. Q dan R Jawaban : A SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1995 Penyelesaian :

22. Unsur X dan Y masing-masing mempunyai nomor atom 16 dan 9 kedua unsur ini membentuk senyawa dengan rumus XY6, bentuk molekul senyawa XY6 adalah . A. linier D. trigonal bipiramidal B. segitiga sama sisi E. oktahedral C. tetrahedral Jawaban : E SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1995 Penyelesaian :

16X 9Y

: (Ne) 3s23p4

: (He) 2s22p5

Karena ada 6 pasangan elektron disekitar atom pusat, maka bentuk molekulnya oktahedral. 23. Struktur lewis molekul amonium klorida digambarkan sebagai berikut :

Pasangan elektron yang merupakan ikatan kovalen dan kovalen koordinasi dalam senyawa diatas berturut-turut adalah . A. 1 dan 2 B. 2 dan 3 C. 3 dan 4 Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1996 Penyelesaian : Ikatan Kovalen : ikatan dimana sepasang elektron dipakai bersama D. 3 dan 1 E. 2 dan 4

24. Nomor Atom unsur-unsur. P, Q, R, S, dan T masing-masing 8, 9, 12, 16, dan 17. Pasangan unsur yang dapat membentuk senyawa ion adalah . A. R dan T D. S dan P B. Q dan S E. T dan Q C. P dan T Jawaban : A SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1996 Penyelesaian : 8 P = 2) 6) 9 Q = 2) 7) gol VIA gol VIIA gol IIA gol VIA gol VIIA

12 R = 2) 8) 2) 16 S = 2) 8) 6) 17 T = 2) 8) 7)

Senyawa ion adalah terjadinya antara gol IA, IIA berikatan dengan VIA dan VIIA.

25. Antara unsur B (nomor atom 5) dengan F (nomor atom 9) dapat membentuk senyawa BP Bentuk molekul BP3 adalah .

A.

B.

C. D.

E. Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1996 Penyelesaian : 5 B = 2) 3) 9 F = 2) 7) Ada elektron yang berpasangan dengan bentuk segitiga sama sisi.

26. Senyawa amonia mempunyai tiga pasang elektron terikat dan sepasang elektron bebas, bentuk molekulnya adalah . A. linier D. piramida segi empat B. tetrahedron E. piramida trigonal C. oktahedron Jawaban : E

SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1998 Penyelesaian : Senyawa amoniak mempunyai 3 pasang elektron terikat dan sepasang elektron bebas, bentuk molekulnya Piramida Trigonal atau Piramida sisi tiga.

27. Diketahui senyawa : 1. H2O (l) 3. CH4 (g) 2. NH4Cl (aq) A. 1, 2, 3 B. 1, 3, 4 C. 1, 4, 5 Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1998 Penyelesaian : 4. HF (l)

5. NH3 (l)

Kelompok senyawa yang mempunyai ikatan hidrogen adalah . D. 2, 3, 5 E. 3, 4, 5

Yang mempunyai ikatan hidrogen adalah H2O, HF dan NH3 28. Diketahui harga keelektronegatifan unsur: H = 2,1; 0 = 3,5; C = 2,5; N = 3,0; CI = 3,0. Yang merupakan pasangan senyawa kovalen non polar dan senyawa kovalen polar adalah . A. Cl2 dan O2 D. CCl4 dan HCI B. Cl2 dan N2 E. NH3 dan H2O C. NH3 dan HCl Jawaban : D SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1999 Penyelesaian : Ikatan kovalen non polar jika pasangan elektron yang dipakai bersama tertarik sama kuat dan mengandung jenis atom yang sama dan simetris. Contoh : CH4 ; CCl4. Ikatan kovalen polar terbentuk antara atom yang berikatan mempunyai beda keelektronegatifan besar : H - CI 29. Dari grafik titik didih beberapa senyawa berikut ini, kelompok senyawa yang memiliki ikatan hidrogen adalah .

A. H2O, H2S, H2TC B. HF, HCL, HBr C. NH3, PH3, AsH3 Jawaban : E SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1999 Penyelesaian : H2O, HF, NH3

D. CH4, NH3, PH3 E. H2O, HF, NH3

30. Diketahui unsur-unsur P, Q, P, 5 dan T dengan nomor atom berturut-turut 19, 11, 13,15, dan 17. Ikatan ion dapat terjadi antara atom-atom unsur . A. P dan Q D. Q dan T B. R dan P E. T dan S C. Q dan R Jawaban : D SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2000 Penyelesaian : Susunan konfigurasi elektron masing-masing unsur : P(19) = 2 8 8 1 Q(11) = 2 8 1 R(13) = 2 8 3 S(15) = 2 8 5 T(17) = 2 8 7 Ikatan ion dapat terbentuk dari : - Unsur logam dengan unsur non logam - Unsur yang mudah melepaskan elektron dengan unsur yang mudah menerima elektron membentuk unsur yang stabil.

31. Perhatikan gambar berikut :

Ikatan kovalen koordinat ditunjukkan oleh nomor . A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 Jawaban : E SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2001 Penyelesaian : Ikatan kovalen koordinat ditunjukkan oleh nomor 5.

E. 5

Ikatan kovalen koordinasi : ikatan yang dipakai bersama, dimana pasangan elektron tersebut berasal dari salah satu atom, sedangkan atom yang satunya lagi tidak menyumbangkan elektronnya. 32. Pasangan molekul berikut yang mempunyai ikatan hidrogen paling kuat adalah . A. HCl dan HBr D. HF dan H2O B. HF dan HCl E. HF dan HI C. HF dan NH3 Jawaban : D SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2001 Penyelesaian : Ikatan hidrogen : ikatan antara atom H dengan 3 unsur yang bersifat elektro negatif (F, O, N). Paling kuat H dengan F, H dengan O.

33. Nomor atom unsur A, B, C, D dan E berturut-turut 6, 8, 9, 16, 19. Pasangan unsur yang dapat membentuk ikatan ion adalah pasangan antara unsur . A. A dan C D. D dan C B. C dan E E. A dan B C. B dan D Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2002 Penyelesaian : Pembentukan ion dapat terjadi melalui dua cara : 1. Pelepasan elektron dari atom itu kepada atom lain (pembentukan ion positif). 2. Penerimaan elektron dari atom lain (pembentukan ion negatif). K A(6) = 2 L M 4 N -

B(8) = 2 C(9) = 2 D(16) = 2 E(19) = 2

6 7 8 8

6 8

Pelepasan elektron cenderung terjadi pada unsur E (kulit terluar 1) dan penerimaan elektron pada unsur C (kulit terluar 7).

34. Diketahui unsur-unsur P, Q, R, S dan T dengan nomor atom berturut-turut 19, 20, 13, 15, dan 35. Ikatan ion dapat terjadi antara atom-atom unsur . A. Q dan T D. R dan P B. T dan S E. Q dan R C. P dan Q Jawaban : A SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2003 Penyelesaian : Unsur-unsur P, Q, R, S dan T dengan nomor atom 19, 20, 13, 15 dan 35. Konfigurasi unsur-unsur tersebut adalah :
19P 20Q 13R 15S 35T

: 2, 8, 8, 1 : 2, 8, 8, 2 : 2, 8, 3 : 2, 8, 5 : 2, 8, 18, 7

Golongan I A Golongan II A Golongan III A Golongan IV A Golongan VII A

Ikatan ion terjadi antara atom yang cenderung melepaskan elektron dengan yang cenderung menerima elektron (Gol. IA atau IIA dengan VIIA) yaitu Q dan T. 35. Diberikan pasangan kelompok senyawa berikut : 1. NH3 dengan BF 4. NH3 dengan HBr 2. H2O dengan HCl 3. BF dengan H2O Kelompok senyawa yang mempunyai ikatan hidrogen adalah . A. 2 dan 3 B. 4 dan 5 C. 1 dan 5 Jawaban : D SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2003 Penyelesaian : D. 1 dan 3 E. 3 dan 4 5. NH3 dengan H2S

Ikatan hidrogen adalah ikatan antar molekul pada senyawa kovalen yang memiliki perbedaan keelektronegatifan besar. Contoh: HF, H2O, NH3