Anda di halaman 1dari 51

PERHITUNGAN KIMIA

Hukum Dasar Kimia A. Hukum Lavoiser Dikemukakan oleh: Antonie Laurent Lavoisier (1743-1794) (baca: la-vwah-seeyay). Lavoisier mengamati proses reaksi antara raksa (merkuri) dengan oksigen membentuk merkuri oksida (waktu itu dikenal dengan merkuri calx) yang berwarna merah. Oleh karena hasilnya ini, ia sering disebut sebagai bapak kimia modern. Sebelumnya, Mikhail Lomonosov (1748) juga telah mengajukan ide yang serupa dan telah membuktikannya dalam eksperimen. Sebelumnya, kekekalan massa sulit dimengerti karena adanya gaya buoyan atmosfer bumi. Setelah gaya ini dapat dimengerti, hukum kekekalan massa menjadi kunci penting dalam merubah alkemi menjadi kimia modern. Ketika ilmuwan memahami bahwa senyawa tidak pernah hilang ketika diukur, mereka mulai melakukan studi kuantitatif transformasi senyawa. Studi ini membawa kepada ide bahwa semua proses dan transformasi kimia berlangsung dalam jumlah massa tiap elemen tetap. Eksperimen Lavoisier Lavoisier memanaskan 530 gram merkuri dalam wadah tertutup. Wadah itu terhubung dengan udara dalam selinder ukur. Diakhir eksperimen, ternyata volum udara dalam selinder telah berkurang sebanyak 1/5 bagian. Sedangkan merkuri berubah menjadi calx merkuri dengan massa sebesar 572,4 gram atau terjadi penambahan massa merkuri sebanyak 42,4 gram. Besarnya penambahan ini ternyata sama dengan 1/5 bagian udara yang berkurang dalam selinder. Logam Merkuri 530 gram + 1/5 bagian udara -> calx merkuri 42,4 gram 572,4 gram

Kemudian Lavoisier memanaskan kembali calx merkuri tersebut. Diakhir reaksi, ia memperoleh kembali logam merkuri dan 1/5 bagian udara yang hilang tadi, dengan total massa sama dengan massa calx merkuri. calx merkuri 572,4 gram -> Logam Merkuri 530 gram + 1/5 bagian udara 42,4 gram

Sehingga berdasarkan percobaan tersebut, Lavoisier merumuskan Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) yang berbunyi, Dalam suatu reaksi, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama, dengan kata lain massa tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Artinya selama reaksi terjadi tidak ada atom-atom pereaksi dan hasil reaksi yang hilang.

Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk. Percobaan yang dilakukan oleh Lavoisier.

Lavoisier mereaksikan cairan merkuri dengan gas oksigen dalam suatu wadah di ruang tertutup sehingga menghasilkan merkuri oksida yang berwarna merah. Apabila merkuri oksida dipanaskan kembali, senyawa tersebut akan terurai menghasilkan sejumlah cairan merkuri dan gas oksigen dengan jumlah yang sama seperti semula. Dengan bukti dari percobaan ini Lavoisier merumuskan suatu hukum dasar kimia yaitu Hukum Kekekalan Massa yang menyatakan bahwa jumlah massa zat sebelum dan sesudah rekasi adalah sama. Contoh soal 1 Tabel Massa zat-zat pereaksi dan hasil reaksi

Jawab : a. massa gas = massa karbon + massa gas karbon dioksida oksigen. = 6 + 16 = 22 gram b. massa gas = massa karbon dioksida massa oksigen karbon = 33 9 = 24 gram c. massa karbon = massa karbon dioksida massa gas oksigen = 55 40 = 15 gram

Contoh Soal 2: 39 gram Kalium direaksikan dengan 36,5 gram HCl. Berapakah zat hasil reaksi? Bila BA K = 39; BA Cl = 35,5; BA H = 1 Jawab: 2 K + 2 HCl 2 KCl + H2 = 1 mol Contoh Soal 3: Ditimbang 56 gam besi (Fe), direaksikan dengan 32 gam belerang (S), berapa gam FeS yang dihasilkan ? Berat atom Fe = 56 ; S = 32 Penyelesaian : Fe + S 1 mol Fe 1 mol S 56 Fe 32 g S FeS 1 mol FeS 88 g FeS

mol Kalium = 39 / 39

jadi massa FeS yang terbentuk = 88 g Contoh Soal 4 : Dalam reaksi pembakaran Zn, berapa gam oksigen diperlukan dan berapa produk yang dihasilkan bila banyaknya Zn yang dibakar adalah 130 gam. Berat atom Zn = 65 ; Penyelesaian : O = 16 O2 2 x 16 g O2 2 Zn O 2 mol Zn O 2 x (65 + 16) g Zn O 162 g Zn O

2 Zn +

2 mol Zn 1 mol O2 2 x 65 g Zn 130Zn 32 g O2

Bagaimana untuk 100 gam Zn yang dibakar dengan oksigen ? Contoh Soal 5 : Berapa gam kalium hidroksida yang dibutuhkan supaya bereaksi sempurna dengan 9,8 gram asam sulfat dan berapa gam kalium sulfat yang terjadi dari reaksi ini ? Berat atom K = 39 ; H=1 ; O = 16 ; S = 32

Penyelesaian : 2 KOH + H2SO4 H2SO4 = 9,8 gam x

K2SO4 + 2 H2O = 0,1 mol = 11,2 gam = 17,4 gam

KOH yang dibutuhkan = 2 x 0,1 mol x K2SO4 yang dihasilkan = 0,1 mol x

H2O yang dihasilkan = 2 x 0,1 mol x Contoh Soal 6 :

18 gr H2O mol H2O

= 3,6 gam

Suatu ketika Yudi melakukan eksperimen dengan memanaskan campuran padatan yang mengandung 10,5 gram kalsium hidroksida dan 11,125 gram ammonium klorida, maka akan terbentuk gas dan meninggalkan sisa padatan seberat 14,336 gram. Jika gas yang dihasilkan tersebut dilewatkan ke dalam 62,316 gram air, maka berat airnya menjadi 69,605 gram. Maka tentukan : 1. Total massa reaktan mula-mula 2. Total massa produk 3. Tunjukan bahwa eksperimen Yudi ini mendukung hukum kekekalan Massa. Jawaban 1) Total massa reaktan mula-mula : = 10,5 gram Ca(OH)2 + 11,125 g NH4Cl = 21,625 gram 2) Total massa produk = massa gas yang dihasilkan + massa padatan sisa = (massa air akhir massa air awal) + massa padatan sisa = (69,605 gram 62,316 gram ) + 14,336 g = 21,625 gram 3) Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa massa reaktan mula-mula sama dengan massa produk yang dihasilkan, hal ini berarti menunjukan bahwa massa zat sebelum dan sesudah bereaksi adalah tetap. Hal ini sesuai dengan hukum kekekalan massa.

B. Hukum Perbandingan Tetap ( Hukum Proust ) Dalam kimia, hukum perbandingan tetap atau hukum Proust (diambil dari nama kimiawan Perancis Joseph Proust) adalah hukum yang menyatakan bahwa suatu senyawa kimia terdiri dari unsur-unsur dengan perbandingan massa yang selalu tepat sama. Dengan kata lain, setiap sampel suatu senyawa memiliki komposisi unsur-unsur yang tetap.

Misalnya, air terdiri dari 8/9 massa oksigen dan 1/9 massa hidrogen. Bersama dengan hukum perbandingan berganda (hukum Dalton), hukum perbandingan tetap adalah hukum dasar stoikiometri. Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu persenyawaan kimia selalu tetap.

Perbandingan tetap pertama kali dikemukakan

oleh Joseph Proust, setelah serangkaian

Eksperimen di tahun 1797 dan 1804. Hal ini telah sering diamati sejak lama sebelum itu, namun Proust-lah yang mengumpulkan bukti-bukti dari hukum ini dan mengemukakannya Pada saat Proust mengemukakan hukum ini, konsep yang jelas mengenai senyawa kimia belum ada (misalnya bahwa air adalah H2O dsb.). Hukum ini memberikan kontribusi pada konsep mengenai bagaimana unsur-unsur membentuk senyawa. Pada 1803 John Dalton mengemukakan sebuah teori atom, yang berdasarkan pada hukum perbandingan tetap dan hukum perbandingan berganda, yang menjelaskan mengenai atom dan bagaimana unsur membentuk senyawa. Senyawa yang sama meskipun berasal dari daerah berbeda atau dibuat dengan cara yang berbeda ternyata mempunyai komposisi yang sama.Contohnya, hasil analisis terhadap garam natrium klorida dari berbagai daerah sebagai berikut. Table hasil Analisis terhadap garam dari berbagai daerah Asal Indramayu Madura Impor Massa Garam 2 gram 1,5 gram 2,5 gram Massa Natrium 0,786 gram 0,59 gram 0,983 gram Massa Klorida 1,214 gram 0,91 gram 1,517 gram Massa Na : Cl 1 : 1,54 1 : 1,54 1 : 1,54

Sebagaimana ditunjukkan dalam perhitungan di atas, bahwa perbandingan massa Na terhadap Cl ternyata tetap, yaitu 1 : 1,54. Jadi, senyawa tersebut memenuhi hukum Proust

Gambar 3.3 Joseph Louis Proust (1754 1826) adalah seorang ahli kimia Perancis. Ia mendalami analisis kimia dan menjadi terkenal setelah merumuskan hukum perbandingan tetap untuk senyawa. Sumber: Chemistry, The Molecular Nature of Matter & Change, Martin S. Silberberg, 2000. Table perbandingan massa besi dan belerang pada senyawa FeS No . Massa Besi (Fe) yang Direaksikan Massa Belerang (S) yang Direaksikan Massa FeS yang Terbentuk Perbandingan Massa Fe dan S pada FeS 1 2 3 4 0,42 gram 0,49 gram 0,56 gram 0,71 gram 0,24 gram 0,28 gram 0,32 gram 0,40 gram 0,66 gram 0,77 gram 0,88 gram 1,11 gram 7:4 7:4 7:4 7:4

Berdasarkan data tersebut ternyata perbandingan massa besi dan belerang pada senyawa besi sulfida (FeS) selalu tetap, yaitu 7 : 4. Data reaksi antara hidrogen dan oksigen membentuk air, jika diketahui perbandingan massa H : O membentuk air adalah 1 : 8 sebagai berikut Tabel data reaksi Antara hydrogen dan oksigen membentuk Air No. Massa Hidrogen Massa Oksigen Massa Air yang Terbentuk 9 gram 18 gram 9 gram 27 gram 11,25 gram Massa Pereaksi yang Tersisa 1 gram oksigen 2 gram hidrogen 8,75 gram hidrogen

yang Direaksikan yang Direaksikan 1 2 3 4 5 1 gram 2 gram 1 gram 5 gram 10 gram 8 gram 16 gram 9 gram 24 gram 10 gram

Contoh soal Berapa kadar Fe yang terdapat dalam 132 gam FeS. Berat atom Fe = 56 dan S = 32 Penyelesaian : Kadar Fe = =
Fe x berat FeS FeS

56 x 132 g = 84 g Fe 56 32 56 x 100 % 56 32

Kadar Fe dalam % =

= 63,63 % Kadar S = =
S x berat FeS FeS 32 x 132 g = 48 gam S 56 32
56 x 100 % 56 32

Kadar S dalam % =

= 36,37 %

Contoh soal Perbandingan unsur nitrogen dan unsur hidrogen pada pembentukan amonia sebesar 14 : 3. Jika 28 gram gas nitrogen dan 9 gram gas hidrogen direaksikan, maka tentukan: a. massa amonia yang terbentuk; b. zat yang tersisa dan banyaknya! Jawab: Perbandingan massa nitrogen, (28 : 14 = 2) adalah 2 kali angka perbandingan, sedangkan hidrogen (9 : 3 = 3) adalah 3 kali angka perbandingan. Jadi, nitrogen habis bereaksi dan hidrogen bersisa. a. massa amonia yang dihasilkan = b. massa hidrogen yang bereaksi = massa hidrogen sisa = 9 6 = 3 gram

Contoh Soal Tentukan perbandingan massa nitrogen dan oksigen dalam NO2 jika diketahui Ar.N = 14 dan Ar.=16 Pembahasan Perbandingan massa dalam NO2 dapat ditentukan dengan persamaan yang telah diberikan di atas yakni N massa C : massa O = jumlah atom C x Ar.N : jumlah atom O x Ar.O = 1 x 14 : 2 x 16 = 14 : 32 = 7 : 16 Contoh Soal 8 gram tembaga dapat bereaksi dengan 4 gram belerang membentuk tembaga sulfida. jika direaksikan 20 gram tembaga dengan 20 gram belerang, hitunglah: a. tembaga sulfida yang terbentuk b. massa pereaksi yang tersisa Pembahasan Perbandingan massa tembaga dan belerang dalam tembaga sulfida = 8 : 4. Agar semua 20 gram belerang habis bereaksi maka massa tembaga yang dibutuhkan adalah

Hal ini tidak mungkin terjadi karena tembaga yang tersedia hanya 20 g. Agar semua tembaga habis bereaksi maka belerang yang bereaksi adalah

a. massa tembaga sulfida yang terbentuk = massa tembaga yang bereaksi + massa belerang yang bereaksi = ( 20 + 10 ) gram = 50 gram b. dari uraian di atas dapat diketahui bahwa yang tersisaa adalah belerang sebanyak = ( 20 10 ) gram = 10 gram

Contoh Soal Dalam ruang tertutup 75 gram karbon dibakar secara sempurna dalam 250 gram oksigen menghasilkan karbondioksida. Perbandingan massa karbon dan oksigen dalam CO2 adalah 3 : 8. a. Berapa massa CO2 yang dihasilkan b. Pereaksi mana yang tersisa dan berapa massanya Pembahasan Perbandingan massa C : O = 3 : 8. Karbon dibakar sebanyak 75 gram. Agar semua karbon terbakar maka dibutuhkan oksigen sebanyak

Atau agar semua oksigen digunakan maka dibutuhkan karbon sebanyak

Hal ini tidak mungkin karena karbon yang tersedia hanya 75 gram. a. Massa karbon yang dibakar sebanyak 75 gram dan massa oksigen sebesar 200 gram, maka massa CO2 yang dihasilkan adalah 75 g C + 200 g O2 = 275 g CO2 b. Massa pereaksi yang tersisa adalah oksigen yakni (250 200) gram = 50 gram.

C. Hukum Kelipatan Perbandingan ( Hukum Dalton) Komposisi kimia ditunjukkan oleh rumus kimianya. Dalam senyawa, seperti air,dua unsur bergabung masing-masing menyumbangkan sejumlah atom tertentu untuk membentuk suatu senyawa. Dari dua unsur dapat dibentuk beberapa senyawa dengan perbandingan berbeda-beda. MIsalnya, belerang dengan oksigen dapat membentuk senyawa SO2 dan SO3. Dari unsur hidrogen dan oksigen dapat dibentuk senyawa H2O dan H2O2. Berdasarkan teori atom Dalton, kita dapat mendefinisikan atom sebagai unit terkecil dari suatu unsur yang dapat melakukan penggabungan kimia. Dalton membayangkan suatu atom yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi. Tetapi, serangkaian penyelidikan yang dimulai pada tahun 1850-an dan dilanjutkan pada abad IXX (kesembilan belas) secara jelas menunjukkan bahwa atom sesungguhnya memiliki struktur internal: yaitu atom tersusun atas partikel-partikel yang lebih kecil lagi, yang disebut partikel subatom. Penelitian tersebut mengarah pada penemuan tiga partikel subatom-elektron, proton, dan neutron. Jika dua

unsur dapat membentuk satu atau lebih senyawa, maka perbandingan massa dari unsur yang satu yang bersenyawa dengan jumlah unsur lain yang tertentu massanya akan merupakan bilangan mudah dan tetap. ) Contoh : Karbon dan oksigen dapat membentuk dua macam senyawa yaitu CO dan CO2. Jika kandungan karbon pada senyawa CO dan CO2 berturut-turut 42,85% dan 27,2%. Apakah data ini sesuai hukum Dalton? Jawab: Dimisalkan senyawa CO dan CO2 masing-masing 100 gram.

Perbandingan massa oksigen dalam CO2 dan CO = 2,66 : 1,33 = 2 : 1. Perbandingan massa oksigen dalam kedua senyawa adalah bulat sederhana, sesuai dengan hukum Dalton. Contoh 1. MnO : MnO2 : Mn2O7 (Mr Mn = 55, O = 16) Berat O = 8 Gram

Mn = Mn = Mn =

= 6,19 gram ( dalam MnO) = 5,05 gram ( dalam MnO2) x 8 = 3.96gram ( dalam Mn2O7)

) (

Contoh 2. Suatu perusahaan pertambangan mengahasilkan batu galian yang mengandung 11% berat Cu2S.Sedangkan Cu2S ini mengandung 79,86% berat Cu. Berapa ton batu galian yang dibutuhkan untuk memproduksi 600 ton logam campuran (alloy) yang mengandung 90% berat Cu. Penyelesaian : Cu2S Mencari perbandingan massa batu galian dan Cu ,disamakan massa Cu2S Cu2S Cu Cu = 100 = 100 : : 11 .x 100 79,86...x 11 :

Batu Galian :

Batu Galian :

= 10.000 : 878,46 878,46 .x 90 100 ...x 878,46

Mencari perbandingan massa batuan galian dengan alloy,disamakan massa Cu Cu Alloy = 10.000 = = 90 : :

Batu Galian : Cu :

Batu Galian : Alloy

900.000 : 87,84

Jika massa alloy = 600 ton ,massa batu galian = Contoh 3 Copperas merupakan campuran yang mengandung FeSO4 7H2O ( Mr = 274,0) sebagai bahan penghasil besi. Bila 1 gram copperas dilarutkan dalam air dan kedalamnya ditambahkan NH3 sehingga semua besi diubah menjadi Fe(OH)3. Fe(OH)3 yang telah disaring dipanaskan maka didapat Fe2O3 ( Mr = 159,7) seberat 0,2671 gram. Hitunglah kadar FeSO4.7H2O dalam copperas tersebut. Penyelesaian : Massa Fecopperas = Fe FeSO4 7 H2O = Fe Fe2O3 Massa Fe2O3 Massa Fe Massa Fe2O3 : : : Fe FeSO4 7H2O FeSO4 7H2O = Mr Fe2O3 = = Ar Fe Mr Fe2O3 : : 2Ar Fe .x 1 Mr FeSO4 7H2O ......x 2 : 2Mr FeSO4 7H2O

Jika massa Fe2O3 = 0,2671 gram , Massa FeSO4 7H2O =

% FeSO4 7H2O = Contoh 4 Karborundum ,SiC , dikenal sebagai salah satu bahan keras dan banyak di pakai sebagai batu asah. Karborundum dapat dibuat dengan pemanasan pasir bersama-sama batu bara.Komponen utama pasir yang berperan adalah SiO2.Dari 155 gram SiO2 berapa gram karborundum paling banyak diperoleh ? Penyelesaian : SiC + 2O2 SiO2 + CO2

155 gram SiO2 Mol SiO2 = 155gr / 60 gr /mol = 2.583 mol Mol SiC = 1/1 x mol SiO2 = 2,627 mol Gram SiC = 2,583 x 40 = 103,33 gram Contoh Soal 5 Unsur H dan O dapat membentuk dua senyawa yaitu : H2O dan H2O2 ; maka berapa perbandingan massa unsur H dalam senyawa H2O dan H2O2. Penyelesaian : H2O H2O2 H : O = 2 : 16 = 1 : 8 H : O = 2 : 32 = 1 : 16

Perbandingan massa H dalam H2O dan H dalam H2O2 adalah 2 : 1 Perbandingan massa O dalam H2O2 dan O dalam H2O2 adalah 1 : 2 Contoh Soal 6 Diketahui dua senyawa dari Nitrogen dan Oksigen yaitu N2O dan NO, bila diketahui berat atom N2O dengan O dalam NO Penyelesaian : I. N2O II. NO N : O = 28 : 16 N : O = 14 : 16

OI : OII = 1 : 2 D. Hukum Perbandingan Volume ( Hukum Gay Lussac ,1802) Pada awalnya para ilmuwan menemukan bahwa gas hidrogen dapat bereaksi dengan gas oksigen membentuk air. Perbandingan volume gas hydrogen dan oksigen dalam reaksi tersebut adalah tetap, yaitu 2 : 1. Pada tahun 1808, Joseph Louis Gay Lussac melakukan percobaan serupa dengan menggunakan berbagai macam gas. Ia menemukan bahwa perbandingan volume gas-gas dalam reaksi selalu merupakan bilangan bulat sederhana. 2 volume gas hidrogen + 1 volume gas oksigen 2 volume uap air

1 volume gas nitrogen + 3 volume gas hidrogen 1 volume gas hidrogen + 1 volume gas klorin

2 volume gas Ammonia 2 volume gas hidrogen klorida

Gambar Percobaan Gay Lussac Percobaan-percobaan Gay Lussac tersebut dapat kita nyatakan dalam persamaan reaksi sebagai berikut. 2 H2(g) + O2(g) -> 2 H2O(l) N2(g) + 3 H2(g) -> 2 NH3(g) H2(g) + Cl2(g) -> 2 HCl(g) Menurut Gay Lussac 2 volume gas Hidrogen bereaksi dengan 1 volume gas Oksigen membentuk 2 volume uap air. Pada reaksi pembentukan uap air, agar reaksi sempurna, untuk setiap 2 volume gas Hidrogen diperlukan 1 volume gas Oksigen, menghasilkan 2 volume uap air. Dari percobaan ini, Gay Lussac merumuskan hukum perbandingan volume (hukum Gay Lussac): Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat sederhana. Hukum perbandingan volume dari GayLussac dapat kita nyatakan sebagai berikut. Perbandingan volume gas-gas sesuai dengan koefisien masing-masing gas. Untuk dua buah gas (misalnya gas A dan gas B) yang tercantum dalam satu persamaan reaksi, berlaku hubungan:

Volume A =

Contoh Soal 1 : Bagaimana perbandingan volume dari reaksi gas-gas berikut ini : C3 H8 + SO2 3 CO2 + 4 H2O

Perbandingan volumenya adalah C3 H8 : O2 : CO2 : H2O = 1 : 5 : 3 : 4 Contoh : Direaksikan 15 ml gas acetilin (C2H4) dengan 15 ml gas O2 pada temperatur dan tekanan yang sama. Berapa volume gas-gas, jika a. temperatur dibawah 100oC b. temperatur diatas 100oC Penyelesaian : C2 H4 (g) + 3 O2 (g) 15 ml 15 ml 2 CO2 + 2 H2O

C2 H4 : O2 : CO2 : H2O = 1 : 3 : 2 : 2 Untuk 15 ml C2 H4 memerlukan O2 =


3 x 15 ml 1

= 45 ml Hal ini tidak mungkin karena yang tersedia hanya 15 ml. Volume O2 = 15 ml C2 H4 yang bereaksi =
1 x 15 ml = 5 ml 3

C2 H4 sisa = (15 5) ml = 10 ml CO2 yang terbentuk =


2 x 15 ml 3

= 10 ml H2O yang terbentuk =


2 x 15 ml 3

= 10 ml a. Temperatur dibawah 100oC, H2O dalam keadaan cair Hingga volume gas total adalah : 10 ml C2 H4 + 10 ml CO2 = 20 ml campuran gas

b. Temperatur diatas 100oC, H2O dalam keadaan gas Volume total gas = 10 ml C2 H4 + 10 ml CO2 + 10 ml H2O = 30 ml Contoh Soal 2 : Sepuluh mL gas nitrogen (N2) dan 15 mL gas oksigen (O2) tepat habis bereaksi menjadi 10 mL gas Na Ob. Tentukan rumus kimia gas Na Ob tersebut! Jawab: Perbandingan koefisien = perbandingan volume Koefisien N2 : O2 : NaOb = 10 : 15 : 10 = 2 : 3 : 2 2 N2 + 3 O2 2 NaOb Karena jumlah atom di ruas kiri dan di ruas kanan sama, maka harga a dan b dapat dicari sebagai berikut. Jumlah atom N kiri = Jumlah atom N kanan 2 2 = 2a 4=2a a =2 Jumlah atom O kiri= Jumlah atom O kanan 3 2 = 2b 6 = 2b b=3 Jadi, rumus kimia senyawa tersebut adalah N2O3 E. Hukum Avogadro (1811) Adalah hukum gas yang diberi nama sesuai dengan ilmuwan Italia Amedeo Avogadro, yang pada 1811 mengajukan hipotesis bahwa: Gas-gas yang memiliki volum yang sama, pada temperatur dan tekanan yang sama,memiliki jumlah partikel yang sama pula. Artinya, jumlah molekul atau atom dalam suatu volum gas tidak tergantung kepada ukuran atau massa dari molekul gas. Sebagai contoh, 1 liter gas hidrogen dan nitrogen akan mengandung jumlah molekul yang sama, selama suhu dan tekanannya sama. Pada keadaan STP (0oC, 76 cmHg), 1 mol gas volumenya 22,4 liter

Gambar skema ilustrasi hukum Avogadro Berdasarkan Gambar diatas, pada P dan T tetap terdapat ketergantungan antara volume dengan jumlah molekul gas. Sebagai contoh, setiap 1 liter gas akan memiliki x molekul gas tersebut, perhatikan contoh-contoh reaksi berikut ini. 1 L H2 (g) + 1 L Cl2 (g) Persamaan reaksinya: H2 (g) + Cl2 (g) 2 HCl (g) 2 L H2O (g) 2x molekul H2O (g) 2 L HCl (g) 2x molekul HCl (g)

x molekul H2 (g) + x molekul Cl2 (g)

2 L H2 (g) + 1 L O2 (g) Persamaan reaksinya: 2H2 (g) + O2 (g) 2 H2O (g)

2x molekul H2 (g) + x molekul O2 (g)

Dari contoh di atas, diperoleh kesimpulan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas sesuai dengan perbandingan jumlah molekul dan sesuai dengan perbandingan koefisien reaksinya. Karena jumlah molekul sama berarti jumlah molnya sama, maka jumlah mol gas berbanding lurus dengan dengan volumenya . Berdasarkan prinsip ini, maka volume gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi merupakan koefisien persamaan reaksi. Rumus : Volume yang akan di cari = Jumlah mol yang akan di cari =

Contoh: Berapakah volume gas 29 gram C4H10 pada temperatur dan di mana 35 liter oksigen beratnya 40 gram Jawab : Mol C4H10 Mol O2 = 29 / 54 = 0,5 mol

tekanan tetap,

(Mr C4 H10 = 58; Ar O = 16)

= 40 / 32 = 1,25 mol

1 mol C4H10 = 0,5 / 1,25 x 35 = 14 liter Gas metana dibakar sempurna dengan oksigen, reaksi yang terjadi adalah: CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(g) Bila metana yang dibakar 3 L, berapa L gas oksigen yang diperlukan dan berapa L gas CO 2 dan H2O yang dihasilkan? (semua volum diukur pada P, T, yang sama)

Jawab: Perbandingan volum: CH4 : O2 : CO2 : H2O = 1 : 2 : 1 : 2 Bila volum CH4 Volum O2 = =3L
2 x3L 1

= 6L Volum CO2 =
1 x3L 1

= 3L Volum H2O =
2 x3L 1

= 6L

Hukum Gas Ideal (1834) Gas merupakan satu dari tiga wujud zat dan walaupun wujud ini merupakan bagian tak terpisahkan dari studi kimia, bab ini terutama hanya akan membahas hubungan antara volume, temperatur dan tekanan baik dalam gas ideal maupun dalam gas nyata, dan teori kinetik molekular gas, dan tidak secara langsung kimia. Bahasan utamanya terutama tentang perubahan fisika, dan reaksi kimianya tidak didiskusikan. Namun, sifat fisik gas bergantung pada struktur molekul gasnya dan sifat kimia gas juga bergantung pada strukturnya. Perilaku gas yang ada sebagai molekul tunggal adalah contoh yang baik kebergantungan sifat

makroskopik pada struktur mikroskopik.

Sifat-sifat gas dapat dirangkumkan sebagai berikut. 1. Gas bersifat transparan. 2. Gas terdistribusi merata dalam ruang apapun bentuk ruangnya. 3. Gas dalam ruang akan memberikan tekanan ke dinding. 4. Volume sejumlah gas sama dengan volume wadahnya. Bila gas tidak diwadahi, volume gas akan menjadi tak hingga besarnya, dan tekanannya akan menjadi tak hingga kecilnya. 5. 6. Gas berdifusi ke segala arah tidak peduli ada atau tidak tekanan luar. Bila dua atau lebih gas bercampur, gas-gas itu akan terdistribusi merata. Bila tekanan luar dikurangi, gas akan

7. Gas dapat ditekan dengan tekanan luar. mengembang.

8. Bila dipanaskan gas akan mengembang, bila didinginkan akan mengkerut. Dari berbagai sifat di atas, yang paling penting adalah tekanan gas. Misalkan suatu cairan memenuhi wadah. Bila cairan didinginkan dan volumenya berkurang, cairan itu tidak akan memenuhi wadah lagi. Namun, gas selalu akan memenuhi ruang tidak peduli berapapun suhunya. Yang akan berubah adalah tekanannya. Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan gas adalah manometer. Prototipe alat pengukur tekanan atmosfer,

barometer, diciptakan oleh Torricelli. Tekanan didefinisikan gaya per satuan luas, jadi tekanan = gaya/luas. Dalam SI, satuan gaya adalah Newton (N), satuan luas m2, dan satuan tekanan adalah Pascal (Pa). 1 atm kira-kira sama dengan tekanan 1013 hPa. 1 atm = 1,01325 x 105 Pa = 1013,25 hPa Namun, dalam satuan non-SI unit, Torr, kira-kira 1/760 dari 1 atm, sering digunakan untuk mengukur perubahan tekanan dalam reaksi kimia. Fakta bahwa volume gas berubah bila tekanannya berubah telah diamati sejak abad XVII oleh Torricelli dan filsuf/saintis Perancis Blase Pascal (1623-1662). Boyle mengamati bahwa dengan mengenakan tekanan dengan sejumlah volume tertentu merkuri, volume gas, yang terjebak dalam tabung gelas yang tertutup di salah satu ujungnya, akan berkurang. Dalam percobaan ini, volume gas diukur pada tekanan lebih besar dari 1 atm.

Boyle membuat pompa vakum menggunakan teknik tercangih yang ada waktu itu, dan ia mengamati bahwa gas pada tekanan di bawah 1 atm akan mengembang. Setelah ia melakukan banyak percobaan, Boyle mengusulkan persamaan untuk menggambarkan hubungan antara volume V dan tekanan P gas. Hubungan ini disebut dengan hukum Boyle. PV = k (suatu tetapan) Tiga hukum Gas Hukum Boyle: V = a/P (pada T, n tetap) Hukum Charles: V = b.T (pada P, n tetap) Hukum Avogadro: V = c.n (pada T, P tetap) Jadi, V sebanding dengan T dan n, dan berbanding terbalik pada P. Hubungan ini dapat digabungkan menjadi satu persamaan: V = RTn/P atau PV = nRT (6.5) (6.4)

R adalah tetapan baru. Persamaan di atas disebut dengan persamaan keadaan gas ideal atau lebih sederhana persamaan gas ideal. Nilai R bila n = 1 disebut dengan konstanta gas, yang merupakan satu dari konstanta fundamental fisika. Nilai R beragam bergantung pada satuan yang digunakan. Dalam sistem metrik, R = 8,2056 x102 dm3 atm mol-1 K-1. Kini, nilai R = 8,3145 J mol-1 K-1 lebih sering digunakan. PV = n.R.T Keterangan: V = Volume P = Tekanan Kimia Dasar n = mol R = Konstanta (0,082) T = Temperatur Contoh: Hitung volume 1 mol gas pada keadaan standar (0oC pada tekanan 1 atm = 273oK). Jawab : 1 PV = n. RT x V = 1 x 0,082 x 273 V = 22,4 berlaku untuk 1 jenis gas.

Massa Atom Relatif Alat Spekrtograf massa merupakan suatu alat rekayasa teknologi yang mampu untuk menentukan massa partikel-partikel yang sangat kecil. Hasil dari spektograf massa berupa kurva yang menunjukan massa dan persentase kelimpahan isotop ari atom-atom tersebut yang terdapat dari alam. Seperti telah dibahas dalam teori atom bahwa atom-atom tertentu di alam dapat mempunyai massa yang berbeda. Massa atom relatif dihitung berdasarkan massa rata-rata dari keseluruhan isotop atom yang terdapat di alam. Dengan menggunakan alat tersebut, ternyata atom hidrogen (atom paling ringan siantara atom-atom yang lain) mempunyai masa 1,67 1027 kg. Oleh karena harganya sangat kecil, maka dibuat suatu cara untuk mempermudah perhitungan di mana massa suatu partikel yang beratnya 1,67 1027 kg disebut dengan 1 s.m.a (satuan massa atom). Jadi, massa 1 atom hidrogen dianggap sama dengan 1 s.m.a. Atom-atom unsur yang sama tidak selalu mempunyai massa yang sama. Hal itu dapat dianalogikan dengan massa butiran beras, meskipun jenis beras yang sama, tetapi massa satu butir beras yang satu dengan yang lain tidaklah sama persis. Atom-atom unsur yang sama, tetapi memiliki massa yang berbeda telah kita kenal sebagai isotop. Misalnya atom karbon ada yang mempunyai massa 12 s.m.a dan 13 s.m.a. Dengan adanya isotop tersebut, maka massa atom merupakan massa rata-rata dari keseluruhan isotop atom yang ada di alam. Kimiawan Swedia Jons Jakob Baron Berzelius (1779-1848) menentukan massa atom dengan oksigen sebagai standar (O = 100). Karena Berzelius mendapatkan nilai ini berdasarkan analisis oksida, ia mempunyai alasan yang jelas untuk memilih oksigen sebagai standar. Namun, standar hidrogen jelas lebih unggul dalam hal kesederhanaannya. Kini, setelah banyak diskusi dan modifikasi, standar karbon digunakan. Dalam metoda ini, massa karbon 12 C dengan 6 proton dan 6 neutron didefinisikan sebagai 12,0000. Massa atom dari suatu atom adalah massa relatif pada standar ini. Walaupun karbon telah dinyatakan sebagai standar, sebenarnya cara ini dapat dianggap sebagai standar hidrogen yang dimodifikasi. Jenis isotop karbon yang ada di alam adalah atom C-12 dan Atom C-14 ,akan tetapi isotop yang paling stabil adalah atom C-12.Oleh karenanya ,isotop C-12 digunakan sebagai standar perhitungan massa atom. Massa atom relatif (Ar) suatu unsur adalah perbandingan massa rata-rata satu atom unsur tersebut terhadap 1/12 masa satu atom isotop karbon-12.

Gambar Massa relatif besi dan karbon. Massa atom besi 4,65 x massa atom karbon, hal ini berarti massa enam atom besi 4,65 x massa 6 atom karbon. Sumber :http://kimiavegas.wordpress.com/2009/08/10 Rumus : Ar X Dalam rumus di atas digunakan massa atom dan massa molekul rata-rata. Kenapa menggunakan massa atom rata-rata? Karena unsur di alam mempunyai beberapa isotop. Jika kelimpahan dan massa masing-masing isotop diketahui, massa atom relatif suatu unsur dapat dihitung dengan rumus: Ar Keterangan : %1 = Kelimpahan Isotop 1 % 2 = Kelimpahan Isotop 2 m1 = massa isotop 1 dapat di turunkan menjadi : Ar X Atau dengan Ar X = Contoh Soal : 1. Massa Satu atom Kalium ( K ) adalah 39,0983 sma.Berapakah massa atom relative kalium ? Penyelesaian : Ar K =
*

m2 = massa Isotop 2 ( )

39,0983

= 39 dibulatkan

2. Jika Ar Fe = 56 sma, dan massa 1 atom 12 C = atom besi. Penyelesaian : Ar Fe Massa 1 atom Fe = Ar Fe gram gram Jadi massa 10 atom Fe = 10
24

gram, Tentukanlah massa 10

gram

3. Hitung massa atom relative magnesium dengan menggunakan distribusi isotop berikut: Mg: 78,70%; 25 Mg: 10,13%, 26 Mg: 11,17%.

Penyelesaian : Ar

= =
Atau : Ar X =
* + * + * +

= 24,327

4. Oksigen di alam terdiri dari 3 isotop dengan kelimpahan sebagai berikut :

99,76%
*

0,04%
+ *

0,20%
+ * +

Hitunglah massa atom rata-rata (Ar) dari unsur oksigen ini? Ar X =

=
63

= 16
Cu dan 65 Cu !
+ * + * +

5. Tembaga memiliki dua isotop, yaitu 63 Cu dan 65 Cu. Jika Ar rata-rata Cu=63,5, tentukan % kelimpahan isotop
*

Misalkan 63 Cu p1 = a % ,maka p2 = ( 100-a)% Ar Cu =

63,5 =

+ *( (

) )

63,5 x 100 = * 6350 150

= 2a a = 75

jadi persentase kelimpahan isotop adalah 63 Cu = 75 % dan 65 Cu = 25% 6. Massa atom relative neon,yang terdiri dari isotop persen atom Misalkan Ar Cu =
* * + *( (

dan

adalah 20,2.Jumlah

dalam campuran isotop adalah p1 = a % ,maka p2


+ * ) ) +

= ( 100-a)%
+

20,2 =

20,2 x 100 = * 2020 180

= 2a a = 90%

Jadi persentase kelimpahan isotop adalah a = = 90% dan b = 100- 90 = 10% 7. Diberikan dua Isotop gallium Ga- 69 dan Ga 71 . Jika massa rata-rata satu atom Ga adalah 69,8 sma. Tentukan kelimpahan masing-masing. Ar Ga
* ( )

Atau Ar Ga Maka , massa 1 atom Ga = 0,01 { p1 x m1 + (100-p1) x m2} 69,8 = 0,01 { p1 x 69 + (100-p1) x 71} 6980 = 69 p1 + 7100 71 p1 2 p1 = 120 P1 = 60 Jadi Kelimpahan Isotop Ga-69 = 60% dan Ga-71 = 40%

8. Di alam terdapat isotop

12

C = 12,0000 sma yang memiliki


13

kelimpahan 98,89% dan isotop

C = 13,00335 sma yang

memiliki kelimpahan 1,11%. Tentukan Ar rata-rata karbon! Penyelesaian : Ar K =


* + * + * +

= 12,011 sma
28

9. Dengan analisis spektrometri massa bahawa perbandingan banyak isotop atom silicon yang terdapat di alam adalah 92,23% Si ,4,67%29 Si, dan 3,10%
30

Si.Hitunglah bobot

atom silicon dari dari informasi tersebut,dari massa nuklidanya. Penyelesaian : Ar Si = Ar Si =


* * + * + * + * + + * +

= 28,1087

Massa Molekul Relatif Massa Molekul Relatif adalah perbandingan massa 1 molekul unsur atau senyawa terhadap massa atom C-12 dan dirumuskan sebagai berikut : Mr AxBy Apabila dijabarkan lebih lanjut di dapat : Mr AxBy sehingga dapat disederhanakan menjadi : M r AX By = ( x A r A + y A r B) Mr = jumlah total Ar unsur-unsur penyusun senyawa Atau Mr = S Jumlah Atom. Ar.b Jumlah Atom adalah hasil perkalian antara indeks dan koefisien. Indeks menyatakan jumlah atom masing-masing unsur yang ada didepannya. Jika terdapat indeks ganda (indeks didalam kurung dan indeks diluar kurung), maka terlebih dahulu dilakukan perkalian antar indeks untuk mendapatkan indeks yang akan dikalikan dengan koefisien nantinya.
( )

Koefisien menyatakan jumlah keseluruhan atom unsur yang ada dibelakangnnya. Jika indeks dan koefisien tidak tertulis maka indeks dan koefisiennya adalah 1.

aXb
Penulisan indeks dan koefisien dilambangkan sebagai berikut dimana, a b = = koefisien indeks lambang unsur

X =

Contoh : 1. Diketahui Ar H=1, Ar C=12, Ar N=14, Ar O=16. Tentukan Mr dari senyawa (NH4)2.CO3 Jawab : Mr (NH4)2.CO3 = {(Jlh.Atom N.Ar N) + (Jlh.Atom H.Ar H) + (Jlh.Atom C.Ar C) + (Jlh.Atom O. Ar O)} = {(indeks N.indeks NH4).Koef.(NH4)2.CO3 x Ar N) + (indeks H.indeks

NH4).Koef.(NH4)2.CO3 x Ar H) + (indeks C.Koef.(NH4)2.CO3 x Ar C) + (indeks O.Koef.(NH4)2.CO3 x Ar O)} = {(1.2 x 1 x Ar N) + (4.2.1 x 1 x Ar H) + (1.1 x Ar C) + (3.1 x Ar O)} = {(2.Ar N) + (8.Ar H) + (1.Ar C) + (3.Ar O)} = {(2.14) + (8.1) + (1.12) + (3.16)} = {(28 + 8 +12 +48 2. Jika Ar H = 1 sma, Ar O 16 dan massa 1 atom 12 C = massa 10 atom H2O. Penyelesaian : Mr H2O = (2 x Ar H) + (1x Ar O) = 18 Mr H2O Massa 1 molekul H2O = Mr H2O gram gram, Tentukanlah

gram Jadi massa 10 atom Fe = 10 gram

3. Hitunglah Mr dari CuSO4.5H2O (Diketahui : Ar Cu = 64, S=32, O=16, H=1) Jawab: Mr CuSO4.5H2O = 1 x Ar Cu+ 1 x Ar S + 4 x Ar O+ 10 x Ar H+ 5 x Ar O = 1 x Ar Cu+ 1 x Ar S + 9 x Ar O+ 10 x Ar H = 1 x 64 + 1 x 32 + 9 x 16 + 10 x 1 = 250 gram /mol 4. Hitunglah Mr dari Aluminium Sulfat. (Diketahui : Ar Al=27, S=32, O=16 ). Jawab : Mr Al2(SO4)3 = 2 x Ar Al + 3 x Ar S + 12 x Ar O = 2 x 27 + 3 x 32 + 12 x 16 = 54 + 96 + 192 = 342 Konsep Mol Jika suatu bahan mengandung banyak karbon, seperti batubara atau arang kayu dibakar, maka karbon dengan oksigen berikatan untuk menghasilkan karbon monoksida dan/atau karbon dioksida sebagai produk. Jika jumlah oksigen terbatas, maka hasilnya kaya akan karbon monoksida, yaitu gas beracun. Dengan oksigen berlebih, karbon diubah

semuanya menjadi karbon dioksida. Bagaimanakah kita dapat menentukan jumlah minimum oksigen yang diperlukan untuk memastikan bahwa karbon seluruhnya telah diubah menjadi karbon dioksida? Untuk menjawab pertanyaan semacam ini dapat digunakan ukuran yang disebut mol. Mol adalah jumlah dari suatu zat yang mengandung jumlah satuan dasar (atom, molekul, ion) yang sama dengan atom-atom dalam 12 g isotop 12-C. Dalam bidang kimia, seperti atom, molekul, ion-ion, atau satuan-satuan dasar digambarkan dengan simbol atau rumus. Mol adalah ukuran penting, yang merupakan satuan dasar SI untuk sejumlah zat. Pengertian mol dapat kita analogikan sebagai berikut, bila kita menghitung telor dengan satuan lusin (12 telur), dan kertas dengan satuan rim (500 lembar), maka para ahli kimia menghitung jumlah atom-atom, molekul-molekul atau ion-ion dengan satuan jumlah yang disebut mol. Satu lusin merupakan angka yang sama, apakah kita mempunyai 1 lusin

jeruk atau 1 lusin semangka. Walaupun 1 lusin jeruk dan satu lusin semangka tidak mempunyai massa yang sama. Demikian pula, 1 mol magnesium dan 1 mol besi mengandung

atom-atom dengan angka yang sama tetapi mempunyai massa berbeda. Perhatikan Gambar 4, terlihat perbedaan massa dari masing-masing unsur dan senyawa, walaupun mempunyai jumlah mol yang sama

Gambar, Masing-masing 1 mol untuk unsur dan senyawa yang berbeda. Searah jarum jam mulai dari kiri belerang, skharosa (gula), tembaga ( III) sulfat pentahidrat, garam dapur, tembaga, raksa (II) Oksida

Jumlah partikel (atom, molekul atau ion) dalam satu mol disebut bilangan Avogadro (atau tetapan Avogadro) dengan lambang L. Amedeo Avogadro, adalah orang yang pertama kali mempunyai ide dari satuan ini. Harga L sebesar 6,02 x 1023 partikel mol-1. Dapatkah Anda bayangkan besarnya angka itu? Seandainya dapat dikumpulkan sebanyak 6,02 x 10 23 butir jagung, jagung itu dapat tertimbun di permukaan bumi Indonesia dengan mencapai ketinggian beberapa kilometer. Dari uraian di atas, maka kita dapatkan Para ahli sepakat bahwa satu mol zat mengandung jumlah partikel yang sama dengan jumlah partikel dalam 12,0 gram isotop C-12 yakni 6,02 x 1023 partikel. Jumlah partikel ini disebut Bilangan Avogadro (NA = Number Avogadro) atau dalam bahasa Jerman Bilangan

Loschmidt (L). Jadi, definisi satu mol adalah sebagai berikut. Satu mol zat menyatakan banyaknya zat yang mengandung jumlah partikel yang sama dengan jumlah partikel dalam 12,0 gram isotop C-12. Satuan jumlah zat dalam ilmu kimia disebut mol. Satu mol zat mengandung jumlah partikel yang sama dengan jumlah partikel dalam 12 gram C12, yaitu 6,02 1023 partikel. Jumlahpartikel ini disebut sebagai bilangan Avogadro.Partikel zat dapat berupa atom, molekul, atau ion (Martin S. Silberberg, 2000). Contoh: 1 mol besi (Fe) mengandung 6,02 1023atom besi (partikel unsur besi adalah atom). 1 mol air (H2O) mengandung 6,02 1023molekul air (partikel senyawa air adalahmolekul). 1 mol Na+ mengandung 6,02 1023 ion Na+(partikel ion Na+ adalah ion).

5 mol CO2 mengandung 5 6,02 1023 =3,01 1024 molekul CO2. 0,2 mol hidrogen mengandung 0,2 6,02 1023= 1,204 1023 atom hidrogen.

Hubungan mol dengan jumlah partikel X = nL atau Jumlah partikel = mol 6,02 1023

Hubungan mol (n) dengan massa ( Gr) Gr = n mm dengan: Gr n atau massa = n Ar = massa zat (gram) = jumlah mol (mol) atau massa = n Mr

mm = massa molar = Ar atau Mr (gram/mol) Jadi banyak mol menjadi:

( Contoh :

1. Suatu sampel logam mengandung 5 mol emas murni (Au). a) Apakah jenis partikel unsur emas? b) Berapakah jumlah partikel dalam sampel tersebut? Jawab: a) Emas adalah unsur logam, sehingga jenis partikelnya adalah atom emas. b) Jumlah partikel dalam 5 mol emas murni adalah: X = n 6,02 1023 partikel/mol = 5 mol 6,02 1023 partikel/mol = 3,01 1024 atom emas

2. Suatu sampel gas O2 mengandung 1,505 1023 partikel. a) Apa jenis partikel gas O2? b) Berapa banyaknya mol O2 tersebut? Jawab:

a) Gas O2 adalah unsur diatomik dengan partikel berupa molekul unsur. b) Banyaknya mol O2 yang mengandung 1,505 1023 partikel adalah:

3. Terdapat 10 mol senyawa MgCl2. a. Sebutkan jenis partikel senyawa MgCl2! b. Berapa jumlah partikel senyawa dalam sampel tersebut? Jawab: a. MgCl2 adalah senyawa ion dengan partikel berupa ion Mg2+ dan ion Cl . b. Jumlah partikel berupa ion Mg2+ dan ion Cl dalam 10 mol MgCl2.1 mol MgCl2 mengandung 1 mol Mg2+ dan 2 mol Cl, sehingga 10 mol MgCl2 mengandung 10 mol Mg2+ dan 20 mol Cl.Jumlah ion Mg2+ = mol 6,02 1023 partikel/mol= 10 mol 6,02 1023partikel/mol = 6,02 1024 partikel(ion) Jumlah ion Cl= mol 6,02 1023 partikel/mol= 20 mol 6,02 1023 partikel/mol = 1,204 1025 partikel(ion) Jadi, dalam 10 senyawa MgCl2 mengandung 6,02 1024 ion Mg2+ dan 1,204 1025 ion Cl.

Massa molar Massa molar (Mm) menyatakan massa yang dimiliki oleh 1 mol zat. Massa 1 mol zat sama dengan massa molekul relatif (Mr) zat tersebut dengan satuan gram/mol. Untuk unsur yang partikelnya berupa atom, maka massa molar sama dengan Ar (massa atom relatif) dalam satuan gram/mol. Contoh: o Massa molar kalsium (Ca) = massa dari 1 mol kalsium (Ca) = Ar Ca = 40 gram/mol. o Massa molar besi (Fe) = massa dari 1 mol besi (Fe) = Ar Fe = 56 gram/mol. o Massa molar aluminium (Al) = massa dari 1 mol aluminium (Al) = Ar Al= 27 gram/mol. Untuk unsur yang partikelnya berupa molekul dan senyawa, maka massa molar sama dengan Mr (massa molekul relatif) dalam satuan gram/mol. Mr = Ar dengan: Mr = massa molekul relatif (gram/mol) Ar = massa atom relatif (gram/mol) (James E. Brady, 1990)

Hubungan mol (n) dengan massa ( Gr) Gr = n mm dengan: Gr n atau massa = n Ar = massa zat (gram) = jumlah mol (mol) atau massa = n Mr

mm = massa molar = Ar atau Mr (gram/mol) Jadi banyak mol menjadi:

( Volume Molar

Hipotesis Avogadro menyebutkan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama,semua gas dengan volume yang sama akan mengandung jumlah partikel yang sama pula. Oleh karena 1 mol setiap gas mempunyai jumlah molekul yang sama, maka pada suhu dan tekanan yang sama pula, 1 mol setiap gas mempunyai volume yang sama. Volume per mol gas disebut volume molar dan dilambangkan Vm. V = n Vm dengan: V = volume gas (liter) n = jumlah mol (mol) Vm = volume molar (liter/mol) (Martin S. Silberberg, 2000) Volume molar gas bergantung pada suhu dan tekanan. Beberapa keadaan suhu dan tekanan yang biasa dijadikan acuan penentuan volume gas sebagai berikut.

Keadaan Standar Jika pengukuran dilakukan pada suhu 0C dan tekanan 1 atm, volum molar gas disebut sebagai volum molar standar. Hal itu disebabkan keadaan suhu 0C dan tekanan 1 atm merupakan keadaan standar gas dan disingkat STP (Standard Temperature and Pressure).

Untuk menentukan volum molar gas pada keadaan standar dilakukan dengan menimbang sejumlah volum gas tertentu dalam tabung yang sudah diketahui berat kosong tabung gas tersebut pada suhu 0C dan tekanan gas 1 atm. PV = nRT dengan: P = tekanan (atm) V = volume gas (liter) n = jumlah mol (mol) R = tetapan gas = 0,082 L atm/mol K T = 0 C = 273 K V= Jadi, pada keadaan standar (STP), volume molar (volume 1 mol gas) adalah 22,4 liter/mol. Mol = Keadaan Kamar Kondisi pengukuran gas pada suhu 25 C dan tekanan 1 atm disebut keadaan kamar dan dinyatakan dengan RTP (Room Temperature and Pressure). PV = nRT dengan: P = tekanan (atm) V = volume gas (liter) n = jumlah mol (mol) R = tetapan gas = 0,082 L atm/mol K T = 0 C = 298 K V= Jadi, pada keadaan kamar (RTP), volume molar (volume 1 mol gas) adalah 24,4 liter/mol. Mol = Contoh soal Tentukan volume dari 2 mol gas nitrogen jika diukur pada: a. keadaan standar (STP)

b. keadaan kamar (RTP) Penyelesain : a. Pada keadaan standar (STP),Vm = 22,4 liter/mol V = n Vm = 2 mol 22,4 liter/mol = 44,8 liter b. Pada keadaan kamar (RTP), Vm = 24,4 liter/mol V = n Vm = 2 mol 24,4 liter/mol = 48,8 liter Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui Volume gas pada suhu dan tekanan yang diketahui dapat dihitung dengan menggunakan persamaan gas yang disebut persamaan gas ideal. Persamaan gas ideal, yaitu PV = nRT, untuk menentukan volume gas menjadi:

V=
dengan: P = tekanan gas (atm) V = volume gas (liter) n = jumlah mol gas (mol) R = tetapan gas = 0,082 L atm/mol K T = suhu mutlak gas (K = 273 + suhu celcius) Gas pada suhu dan tekanan sama Avogadro menyatakan bahwa gas-gas bervolume sama, pada temperatur dan tekanan yang sama, akan mengandung jumlah molekul yang sama (hukum Avogadro). Hal ini sama dengan enyatakan bahwa volume gas nyata apapun sangat kecil dibandingkan dengan volume yang ditempatinya. Bila anggapan ini benar, volume gas sebanding dengan jumlah molekul gas dalam ruang tersebut. Jadi, massa relatif, yakni massa molekul atau massa atom gas, dengan mudah didapat. Dalam suatu reaksi kimia gas yang diukur pada P dan T yang sama volumenya berbanding lurus dengan koefisien reaksi atau mol, dan berbanding lurus sebagai bilangan bulat dan sederhana. Atau atau dengan n = mol, dan v = volume

Dua jenis gas yang diukur pada P dan T yang sama Contoh soal dan pembahasan: 1. Cuplikan NaH di elektrolisa menghasilkan gas H2 sebanyak 8 L pada kondisi P,T sama dengan 8 gram gas CH4 Volume 4 L kadar NaH dalam cuplikan 80%. Massa cuplikan adalah : ( Ar Na = 23, H=1) a. 20 gram b. 40 gram c. 60 gram d. 80 gram e. 100 gram Penyelesaian : Dik : NaH Na + H2 ( 8 L )

P & T yang sama dengan 8 gram gas CH4 V= 4 L Kadar NaH dalam cuplikan 80%. Dit : Kadar Cuplikan = .....? Jawab : 2NaH Rumus: Gas 1 ( H2) , Gas 2 (CH4) = Jadi mol dari H2 = 1 mol 2NaH Mol NaH = 2Na + H2 =

2Na

+ H2

= 64/16

=4

Gram NaH = Mol x Mr NaH = 2 mol x 24 gr/mol = 48 gram % NaH = 80% = Gram Cuplikan = Jawab ; C 2. Pada suhu dan tekanan tertentu massa 5 Liter H2 adalah 0,4 gram.Pada suhu dan tekanan sama massa 10 Liter gas X adalah 12 gram. Jika diketahui Ar H= 1 ,maka Mr gas X adalah...

a. 10 b. 12 c. 15 d. 28 e. 30 Penyelesaian : Dik : V= 5 Liter & Massa = 0,4 gram H2 10 L gas X 12 gram Dit : Mr X = ....? Gas 1 ( H2) , Gas 2 ( X ) = Jawab ; E 3. Suatu cuplikan yang mengandung pirit (FeS) seberat 44 gram dilarutkan dengan HCl sehingga dihasilkan FeCl2 dan 7,5 liter gas H2S yang diukur pada saat 2,5 liter gas NO bermassa 3,5 gram. Persentase FeS dalam cuplikan tersebut adalah....(Ar Fe = 56;Cl = 35,5; H = 1 ; S = 32 ) a. 25% b. 35% c. 45% d. 70% e. 90% Penyelesaian : Dik : Massa Cuplikan = 44 gram FeS + HCl FeCl2 + H2S 7,5 liter

Mr = 60/2 = 30

2,5 liter gas NO bermassa 3,5 gram Dik : % FeS dalam cuplikan = .....? Gas 1 ( H2S) , Gas 2 (NO)

=
FeS 1 + 2HCl 2 FeCl2 + H2S 1 1

Perb. mol = Perb. Koef = Perb.volume Mol FeS = = 1/1 x 0,039 mol = 0,039 mol

Gram FeS = 0,35 mol x 88 gr/mol = 30,8 gram % FeS % FeS = =

Jawab ; D 4. Gas X sebanyak 0,20 gram menempati volume 440 mL jika 0,10 gram gas CO2 pada P dan T yang sama menempati volume 320 mL ,maka gas X tersebut adalah : ( Ar C = 12, N = 14 ; O = 16 ; S = 32 ) a. O2 b. SO2 c. SO3 d. NO2 e. NO Penyelesaian : Dik : V= 440 mL & Massa = 0,2 gram X Gr = 0,1 gram & V = 320 mL CO2 Dit : X = ....? Gas 1 ( X) , Gas 2 ( CO2 ) =

= 64/Mr

Mr = 64

Jadi Senyawa X merupakan senyawa yang Mr nya = 64 Jawab ; B

Stoikiometri Senyawa Komposisi Zat Salah satu kegiatan penting dalam ilmu kimia adalah melakukan percobaan untuk mengidentifikasi zat. Ada dua kegiatan dalam identifikasi zat, yakni analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menentukan jenis komponen penyusun zat. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan untuk menentukan massa dari setiap komponen penyusun zat. Dengan mengetahui jenis dan massa dari setiap komponen penyusun zat, kita dapat mengetahui komposisi zat tersebut. Komposisi zat dinyatakan dalam

persen massa (% massa). Perhitungan persen massa untuk setiap komponen dapat menggunakan persamaan berikut. Persen massa komponen =

100%

Komposisi Zat Secara Teoritis Komposisi zat secara teoritis merupakan komposisi zat yang ditentukan dari rumus kimianya. Untuk zat berupa senyawa, komposisinya secara teoritis dapat dinyatakan dalam persen massa unsur dalam senyawa. Persen massa unsur dalam senyawa (%) = dengan: Ar = massa atom relatif (gram/mol)

Mr = massa molekul relatif (gram/mol)

Contoh soal Suatu bijih besi mengandung 80% Fe2O3 (Ar: Fe=56; O=16). Oksida ini direduksi dengan gas CO sehingga dihasilkan besi. Berapa ton bijih besi diperlukan untuk membuat 224 ton besi ? Jawab: 1 mol Fe2O3 mengandung 2 mol Fe maka : massa Fe2O3 = ( Mr Fe2O3/2 Ar Fe ) x massa Fe = (160/112) x 224 = 320 ton Jadi bijih besi yang diperlukan = (100 / 80) x 320 ton = 400 ton Contoh soal Logam kuningan dibuat dari campuran logam seng dan tembaga. Jika kuningan direaksikan dengan HCl maka hanya seng saja yang bereaksi sedangkan tembaganya tidak. Jika 0,5065 kuningan bereaksi dengan 25 mL HCl 0,1448 M dan sisa asam yang tidak bereaksi ternyata dapat dinetralkan dengan 20 mL NaOH 0,1086 M. Maka tentukan komposisi kuningan tersebut? Jawab: Dari soal diatas diketahui bahwa kuningan terdiri dari tembaga dan seng. Jika kuningan direaksikan dengan HCl maka hanya seng yang bereaksi dan tembaganya tidak. Digunakan HCl 0,1448 M sebanyak 25 mL, dari soal diketahui bahwa tidak semua HCl bereaksi dengan seng akan tetapi HCl yang dipergunakan adalah berlebih dan kelebihan HCl ini kemudian

dapat dinetralkan dengan 20 mL NaOH 0,1086 M. Jadi reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut: Zn + 2 HCl -> ZnCl2 + H2 HCl + NaOH -> NaCl + H2O Mol HCl mula-mula = M x V= 25 mL x 0,1448 M = 3,62 mmol Mol HCl yang bereaksi dengan NaOH = 20 mL x 0,1086 M = 2,172 mmol Mol HCl yang bereaksi dengan Zn = mol HCl awal - mol HCl yang bereaksi dengan NaOH = 3,62 - 2,172 = 1,448 mol Mol Zn = koef. Reaksi Zn / koef.reaksi HCl x mol HCl = x 1,448 mmol = 0,724 mmol Massa Zn = mol x Ar = 0,724 x 65 = 47,06 mg = 0,04706 g Presentase Zn = massa Zn/massa kuningan x 100% = 0,04706 / 0,5065 x 100% = 9,291% Presentase Cu = 100% - presentase Zn= 100% - 9,291% = 90,709% contoh soal 46 gram natrium bereaksi dengan 12 gram karbon dan 48 gram oksigen membentuk senyawa Na2CO3. Tentukan: a. Hitung perbandingan Na, C, dan O dalam senyawa Na2CO3 b. Jika terdapat 8 gram natrium maka berapa massa karbon dan oksigen yang diperlukan untuk membentuk Na2CO3? c. Hitung Jawab: Perbandingan unsur dalam Na2CO3 : = Na : C : O = 46 : 12 : 48 (dibagai 12) = 3,8 : 1 : 4 Factor pengkali = 8 / 3,8 prosentase unsur dalam senyawa Na2CO3?

= 2,11 Maka karbon yang dibutuhkan adalah: = perbandingan C x factor pengkali = 1 x 2,11 = 2,11 g Oksigen yang dibutuhkan adalah = perbandingan O x factor pengkali = 4 x 2,11 = 8,44 g Massa total Na + C + O = 46 g + 12 g + 48 g = 106 g Presentase Na = 46 g/106 g x 100% = 43,39% Presentase C = 12 g/106 g x100% = 11,32% Presentase O = 48 g / 106 g x 100% = 45,28% contoh soal Klorofil mengandung 4,27% Mg ,jika tiap klorofil mengandung klorofil... Jawab :

1 Mg .Tentukan Mr

Mr Klorofil

Contoh soal Berdasarkan hasil penelitian ternyata didalam Kopi terdapat senyawa Kafein. Hasil analisis menunjukkan bahwa kafein [Mr 194] mengandung 28,9% nitrogen. Jumlah atom nitrogen 14] ?

yang terdapat pada satu molekul Kafein adalah [N Jawab :

Misalkan dalam 1 molekul Kafein terdapat X atom Nitrogen, persentase nitrogen dalam 1 molekul Kafein dihitung sebagai berikut: Penyelesaian :

Jadi, dalam 1 molekul kafein terdapat 4 atom hidrogen. Pereaksi Pembatas (Hitungan Kimia) Pereaksi pembatas adalah zat (pereaksi) yang membatasi jumlah produk yang dihasilkan pada suatu reaksi. Dikatakan membatasi jumlah produk yang dihasilkan karena zat tersebut telah habis terlebih dahulu selagi zat yang lain masih ada, padahal keberadaannya sangat diperlukan untuk reaksi selanjutnya (menghasilkan produk). Jadi, pereaksi pembatas adalah pereaksi yang habis terlebih dahulu (pertama kali). Pereaksi pembatas dapat ditentukan dengan cara membagi jumlah mol setiap pereaksi masing-masing dengan koefisien reaksinya (= kuosien reaksi, Q). Tentu saja dari reaksi yang sudah setara. Pereaksi dengan kuosien reaksi terkecil merupakan pereaksi pembatas. Dengan demikian kalau tersedia beberapa zat pereaksi dengan jumlahnya masing-masing, kita dapat meramalkan zat pereaksi apa yang nantinya habis terlebih dahulu atau zat apa yang tersisa. Untuk perhitungan selanjutnya, jumlah (mol) pereaksi pembatas dipakai sebagai pembanding/ standarnya. Baik jumlah produk ataupun zat lain yang bereaksi. Contoh soal 1 : Sebanyak 6,5 gram logam Zn (Ar Zn = 65) direaksikan dengan 1000 mL larutan HCl 0,16 M. Tentukan jumlah zat yang tersisa dan volume gas H2 yang dihasilkan (STP). Reaksi yang terjadi : Zn (s) + 2HCl (aq) > ZnCl2 (aq) + H2 (g) Jawab : Mol Zn = = 0,1 mol (koefisien reaksi = 1)

Q Zn = 0,1/1 = 0,1 Mol HCl = 1000 x 0,16 = 160 mmol = 0,16 mol (koefisien reaksi = 2) Q HCl = 0,16/2 = 0,08 Ternyata Q HCl < Q Zn, sehingga HCl merupakan pereaksi pembatas (pereaksi yang habis lebih dulu).

. Zn (s) + 2HCl (aq) > ZnCl2 (aq) + H2 (g) Mula2 0,1 0,16 Reaksi -0,08 -0,16 +0,08 +0,08 ___________________________________________________ ___ + Akhir 0,02 mol 0 0,08 mol 0,08 mol Zat yang tersisa Zn = 0,02 mol = (0,02 x 65) gram = 1,30 gram Gas H2 yang dihasilkan = 0,08 x 22,4 L = 1,72 L Contoh soal 2 Diberikan reaksi antara asam sulfat dan natrium hidroksida sebagai berikut (reaksi belum setara): H2SO4 + NaOH -> Na2SO4 + H2O Jika 20 gram H2SO4 dan 20 gram NaOH direaksikan, berapa banyak Na2SO4 yang akan dihasilkan? Jawab: Soal diatas adalah soal bertipe reaksi pembatas sebab kedua zat yang bereaksi diketahui kuantitasnya. Ingat untuk menentukan produk yang dihasilkan maka terlebih dahulu kita harus mencari reagen pembatasnya (zat yang bertindak sebagai reaksi pembatas). Reaksi yang sudah setara dapat ditulis sebagai berikut, H2SO4 + 2NaOH H2SO4 dan NaOH. Mr H2SO4 = (2xAr H + Ar S + 4xAr O) = 2x1 + 32 + 4x16 = 98 gmol-1 Mr NaOH = Ar Na + Ar O + Ar H = 23 + 16 + 1 = 40 gmol-1 Mol H2SO4 tersedia = massa/Mr = 20 g / 98 gmol-1 = 0,204 mol Mol NaOH tersedia = massa/Mr = 20 g / 40 gmol-1 = 0,5 mol Na2SO4 + 2H2O

Karena dalam reaksi kimia yang dapat dibandingkan hanyalah "mol" maka kita mencari mol

Untuk mencari reagen pembatas maka kita harus mengasumsikan H2SO4 dan NaOH keduanya adalah reagen pembatas, dan dari hasil perhitungan ini yang memenuhi syarat kita jadikan reagen pembatas.

Jika H2SO4 sebagai reagen pembatas maka NaOH yang dibutuhkan: = koef.reaksi NaOH/koef.reaksi H2SO4 x mol H2SO4 = 2/1 x 0,204 mol = 0,408 mol Jika NaOH sebagai reagen pembatas maka H2SO4 yang dibutuhkan: = koef.reaksi H2SO4/koef.reaksi NaOH x mol NaOH = 1/2 x 0,5 mol = 0,250 mol Hasil perhitungan diatas dapat di tulis dalam tabel berikut: Reagen Pembatas Tersedia Dibutuhkan Kesimpulan H2SO4NaOH = 0,5 mol NaOH =0,408 mol diterima NaOH H2SO4= 0,204 mol H2SO4 = 0,250 mol Tidak diterima Jadi dari tabel diatas maka dapat diketahui yang menjadi reagen pembatas adalah H2SO4 sehingga sekarang kita tinggal menuliskan perhitungan reaksi mula-mula, bereaksi, dan sisa (MBS). H2SO4 Mula-mula Bereaksi Sisa 0,204 0,204 0 + 2NaOH 0,5 2/1x0,204 = 0,408 0,092 Na2SO4 1/1x0,204 = 0,204 0,204 + 2H2O 2/1x0,204 = 0,408 0,408

Jadi Na2SO4 yang dihasilkan adalah 0,204 mol dan massanya: Mr Na2SO4 = 2xAr Na + Ar S + 4xArO = 2x23 + 32 + 4x16 = 142 gmol-1 Massa Na2SO4 = mol x Mr = 0,204 mol x 142 gmol-1 = 28,968 g

Menentukan Rumus Kimia Hidrat (Air Kristal) Hidrat adalah senyawa kristal padat yang mengandung air kristal (H2O). Rumus kimia senyawa kristal padat sudah diketahui. Jadi pada dasarnya penentuan rumus hidrat adalah penentuan jumlah molekul air kristal (H2O) atau nilai x. Secara umum, rumus hidrat dapat ditulis sebagai : Rumus kimia senyawa kristal padat : x.H2O Sebagai contoh garam Kalsium Sulfat, memiliki rumus kimia CaSO4 . 2 H2O, artinya dalam setiap mol CaSO4 terdapat 2 mol H2O. Beberapa senyawa berhidrat / berair kristal dapat Anda lihat pada tabel berikut. Tabel Beberapa senyawa berhidrat

Untuk jelasnya Anda simak contoh berikut!

Contoh: 1. 5,0 gram hidrat dari Tembaga (II) Sulfat dipanaskan sampai semua air kristalnya menguap. Jika massa Tembaga (II) Sulfat padat yang terbentuk 3,20 gram. Tentukan rumus hidrat tersebut! (Ar Cu = 63,5 ; S = 32 ; O = 16 ; H = 1) Jawab : Langkah-langkah penentuan rumus hidrat : o Misalkan rumus hidrat adalah CuSO4 . x H2O o Tulis persamaan reaksinya o Tentukan mol zat sebelum dan sesudah reaksi o Hitung nilai x, dengan menggunakan perbandingan mol CuSO4 : mol H2O CuSO4 . x H2O (s) 5 gram CuSO4 (s) + x H2O 3,2 gram 1,8 gram

Perbandingan, mol CuSO4 : mol H2O = 0.02 : 0,10 Perbandingan, mol CuSO4 : mol H2O = 1 : 5

Jadi Rumus hidrat dari tembaga (II) sulfat adalah CuSO4 . 5 H2O. 2. Bagaimanakah Rumus kimia garam Barium Klorida Berhidrat (BaCl2.x H2O) bila 12,2 gram garam tersebut dipanaskan menghasilakan zat yang tersisa sebanyak 10,4 gram. Ar Ba = 137 ; Cl = 35,5 ; O = 16 ; H = 1 Jawab: ....BaCl2 . x H2O .....BaCl2 .....+..... x H2O ............ ...........,.... ................... ....12,2 gram ..........10,4 gram .......(12,2 - 10,4) = 1,8 gram ....Perbandingan, mol BaCl2 : mol H2O = Jadi rumus kimia garam tersebut BaCl2 . 2 H2O contoh soal LiClO4 ditemukan mengandung 33,60% air. Tentukanlah formula hidrat tersebut? Jawab: Massa H2O = 33,60%.100 g = 33,60 g Massa anhidrat LiClO4 = (100%-33,60%).100g = 66,40 g Mol masing-masing dicari dengan cara sebagai berikut: Mol LiClO4 = massa/Mr = 66,40 g / 106 gmol-1 = 0,624 mol Mol H2O = massa/Mr = 33,60 g/ 18 gmol-1 = 2,106 mol Perbandingan mol LiClO4 : H2O = 0,624 mol : 2,106 mol = 1 : 3,3 = 1:3 Jadi nilai x adalah 3 dan rumus hidratnya adalah LiClO4.3H2O yaitu litium perklorat trihidrat. = 0,05 : 0,1.= 1 : 2

RANGKUMAN 1. Rumus kimia memuat informasi tentang jenis unsur dan perbandingan atom-atom unsur penyusun zat. Jenis unsur dinyatakan oleh lambang unsur dan perbandingan atom-atom unsur dinyatakan dengan angka indeks 2. Rumus kimia dibedakan menjadi rumus empiris dan rumus molekul. Rumus empiris menyatakan perbandingan paling sederhana dari atom-atom unsur penyusun, sedangkan rumus molekul menyatakan jenis dan jumlah atom-atom unsur penyusun senyawa. 3. Tata nama senyawa anorganik dikelompokkan menjadi: Senyawa biner dari logam dan nonlogam Senyawa biner dari nonlogam dan nonlogam Senyawa asam dan basa

4. Pada persamaan reaksi berlaku hukum kekekalan massa, yaitu jumlah atom unsur di sebelah kiri anak panah (reaktan) sama dengan jumlah atom unsur di sebelah kanan(produk). 5. Beberapa hukum dasar yang digunakan dalam stoikiometri adalah: Hukum kekekalan massa (Hukum Lavoisier) Hukum perbandingan tetap (Hukum Proust) Hukum kelipatan perbandingan (Hukum Dalton) Hukum perbandingan volume (Hukum Gay Lussac)

6. Satu mol adalah banyaknya zat yang mengandung sejumlah partikel yang sama dengan jumlah atom yang terdapat pada 12 gram C 12, di mana jumlah partikel itu sebesar 6,02 1023 dan disebut sebagai tetapan Avogadro yang dilambangkan sebagai L. 7. Massa satu mol zat yang dinyatakan dalam satuan gram disebut sebagai massa molar. 8. Volume satu mol gas dalam keadaan standar disebut sebagai volume molar. 9. Kadar zat dalam campuran menyatakan banyaknya zat tersebut dibandingkan dengan banyaknya campuran. 10. Dalam suatu reaksi kimia, pereaksi yang terlebih dulu habis bereaksi disebut sebagai pereaksi pembatas.

Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E di depan jawaban yang tepat! 1. Pada proses besi berkarat, maka . A. massa besi = massa karat besi B. massa besi > massa karat besi C. massa besi < massa karat besi D. massa besi tetap E. massa besi berubah 2. Perbandingan massa atom-atom dalam senyawa adalah tetap. Pernyataan ini dikemukakan oleh . A. Lavoisier B. Dalton C. Proust D. Gay-Lussac E. Avogadro 3. Pada percobaan: 2 C(s) + O2(g) 2 CO(g) diperoleh data: 4. Massa atom C (gram) 6. 6 8. 10,5 10. 15 5. Massa atom O (gram) 7. 8 9. 14 11. 20

Perbandingan massa unsur C dan O dalam senyawa CO adalah . A. 2 : 3 B. 4 : 3 C. 3 : 4 D. 3 : 2 E. 2 : 4 4. Jika perbandingan massa hidrogen dan oksigen dalam air adalah 1 : 8, maka untuk menghasilkan 45 gram air dibutuhkan . A. 5 gram hidrogen dan 40 gram oksigen B. 40 gram hidrogen dan 5 gram oksigen C. 5 gram hidrogen dan 8 gram oksigen D. 5 gram hidrogen dan 9 gram oksigen E. 45 gram hidrogen dan 5 gram oksigen

5. Dua buah unsur A dan B dapat membentuk dua macam senyawa. Senyawa I mengandung A 25% dan senyawa B mengandung A 50%. Untuk A yang sama perbandingan B pada senyawa I dan II adalah . A. 1 : 2 B. 1 : 3 C. 2 : 1 D. 3 : 1 E. 2 : 3 6. Suatu cuplikan mengandung besi dan belerang diambil dari dua tempat penambangan yang berbeda. Cuplikan I sebanyak 5,5 gram mengandung 3,5 gram besi dan 2 gram belerang. Cuplikan II sebanyak 11 gram mengandung 7 gram besi dan 4 gram belerang. Maka perbandingan besi dan belerang pada cuplikan I dan II adalah . A. 1 : 2 B. 2 : 1 D. 7 : 4 D. 4 : 7 E. 2 : 7 7. Jika 60 mL gas nitrogen direaksikan dengan gas oksigen menghasilkan 60 mL gas dinitrogen trioksida, maka gas oksigen yang diperlukan sebanyak . A. 30 mL B. 120 mL C. 90 mL D. 150 mL E. 210 mL 8. Pada suhu dan tekanan yang sama perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi akan merupakan perbandingan bilangan yang bulat dan sederhana. Hal ini dikemukakan oleh . A. Dalton B. Lavoisier C. Avogadro D. Gay-Lussac E. Proust 9. Gas metana 11,2 liter dibakar sempurna menurut reaksi: CH4(g) + O2(g) CO2(g) + H2O(g)

10. Volume gas CO2 yang terbentuk jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama adalah . A. 11,2 liter B. 22,4 liter C. 33,6 liter D. 1 liter E. 12,2 liter 11. Dua liter gas nitrogen direaksikan dengan gas hidrogen menghasilkan gas amonia sesuai reaksi: N2(g) + H2 (g) . A. 1 liter B. 2 liter C. 3 liter D. 4 liter E. 6 liter 12. Bila larutan timbal(II)nitrat dan kalium yodium dalam tabung Y yang tertutup massanya 50 gram, maka setelah reaksi berlangsung massanya menjadi . A. lebih dari 50 gram B. sama dengan 50 gram C. kurang dari 50 gram D. tidak sama dengan 50 gram E. tidak dapat ditentukan 13. Bila 6 gram magnesium dibakar di udara terbuka diperoleh 10 gram magnesium oksida, maka oksigen yang diperlukan adalah gram. A. 16 B. 10 C. 6 D. 4 E. 3 14. Satu gram hidrogen dapat bereaksi dengan 8 gram oksigen, maka air yang terbentuk adalah . A. 1 gram B. 2 gram NH3(g)

Jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka volume gas amonia yang dihasilkan

C. 8 gram D. 9 gram E. 10 gram 15. Pada pembakaran gas CH4 menurut reaksi: CH4(g) + 2 O2(g) CO2(g) + 2 H2O(g). Perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berturut-turut adalah . A. 1 : 2 : 1 : 1 B. 2 : 1 : 2 : 1 C. 1 : 2 : 1 : 2 D. 1 : 1 : 2 : 2 E. 1 : 2 : 2 : 1 16. Perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap, pernyataan tersebut dikemukakan oleh . A. Dalton B. Gay-Lussac C. Avogadro D. Proust E. Doberainer 17. Bila dari percobaan diperoleh grafik hubungan massa karbon dan massa oksigen dalam membentuk karbon dioksida adalah sebagai berikut. Maka perbandingan massa karbon dengan massa oksigen adalah . A. 1 : 8 B. 8 : 1 C. 1 : 2 D. 3 : 8 E. 8 : 3 18. Dalam senyawa belerang trioksida perbandingan massa belerang dengan oksigen adalah 2 : 3. Bila 36 gram belerang direaksikan dengan 48 gram oksigen, maka pernyataan yang benar adalah . A. kedua pereaksi habis bereaksi B. pada akhir reaksi tersisa oksigen C. belerang trioksida yang terbentuk maksimum 80 gram D. pada akhir reaksi tersisa belerang 5 gram E. pada reaksi tersebut tidak berlaku Hukum Kekekalan Massa

19. Gas oksigen (H2) dapat bereaksi dengan gas oksigen (O2) menghasilkan uap air (H2O), menurut reaksi: 2 H2(g) + O2(g) 2 H2O(g). Pada tekanan dan suhu yang sama, sejumlah gas hidrogen tepat habis bereaksi dengan gas oksigen menghasilkan 40 liter uap air, maka . A. gas H2 yang bereaksi adalah 20 liter B. gas H2 yang bereaksi adalah 40 liter C. gas H2 yang bereaksi adalah 60 liter D. gas O2 yang bereaksi adalah 60 liter E. gas O2 yang bereaksi adalah 80 liter 20. Bila dua macam unsur dapat membentuk beberapa senyawa, maka massa unsur-unsur pertama yang bersenyawa dengan massa yang sama dari unsur kedua adalah berbanding sebagai bilangan mudah dan bulat. Pernyataan ini dikemukakan oleh . A. Proust B. Lavoisier C. Dalton D. Gay-Lussac E. Avogadro 21. Bila gas SO2 direaksikan dengan oksigen terjadi reaksi: SO2(g) + O2(g) SO3(g). Jika volume gas belerang dioksida yang bereaksi 4 liter, maka . A. dibutuhkan 1 liter gas oksigen B. dibutuhkan 4 liter gas oksigen C. dibutuhkan 6 liter gas oksigen D. dihasilkan 4 liter gas belerang trioksida E. dihasilkan 2 liter gas belerang trioksida 22. Jika 1 liter gas A2 bereaksi dengan 2 liter gas B2, dihasilkan 2 liter gas, maka rumus kimia gas hasil adalah . A. AB2 B. AB C. A2B D. A2B3 E. A3B2 23. Hukum Proust disebut juga . A. Hukum Perbandingan Volume

B. Hukum Perbandingan Berganda C. Hukum Kekekalan Massa D. Hukum Perbandingan Tetap E. Hukum Kekekalan Energi 24. Pada suhu dan tekanan tertentu terjadi reaksi dengan persamaan reaksi: 2 H2S(g) + 3 O2(g2 H) 2O(g) + 2 SO2(g). Perbandingan jumlah H2S : O2 : H2O : SO2 = 2 : 3 : 2 : 2 merupakan perbandingan . A. massa dan volume B. massa dan molekul C. atom dan molekul D. atom dan volume E. volume dan molekul 25. Perbandingan massa kalsium dan massa oksigen membentuk kalsium oksida adalah 5 : 2. Jika 20 gram kalsium direaksikan dengan 10 gram oksigen, maka massa kalsium oksida yang terbentuk adalah . A. 10 gram B. 20 gram C. 28 gram D. 30 gram E. 36 gram B. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan singkat dan tepat! 1. (a) Mengapa Hukum Kekekalan Massa seolah-olah tidak berlaku pada peristiwa pembakaran kayu? (b.) Pada pembakaran magnesium di udara dihasilkan abu yang berwarna putih. Bagaimana massa abu yang dihasilkan setelah pembakaran dibandingkan dengan massa magnesium? 2. Sepuluh gram tembaga dengan empat gram belerang membentuk tembaga(II)sulfida. Perbandingan massa tembaga dan belerang dalam senyawa itu adalah 2 : 1. Berapa gram tembaga(II)sulfida yang terbentuk? 3. Diketahui grafik hubungan massa Fe dan S sebagai berikut! Berdasarkan grafik tersebut, hitunglah: a. massa Fe yang dibutuhkan apabila massa S (belerang) yang direaksikan 2 gram; b. massa FeS yang terbentuk bila 7 gram Fe direaksikan dengan 7 gram S!

4. Gas propana C3H8 terbakar menurut persamaan: C3H8(g) + 5 O2(g) reaksi 5. Untuk membakar 11,2 liter gas hidrokarbon tepat diperlukan 20 liter gas oksigen dan dihasilkan 22,4 liter gas CO2. Apabila semua gas diukur pada suhu dan tekanan sama, bagaimana rumus molekul gas hidrokarbon tersebut? 3 CO2 (g) + 4 H2O(g). Bila 10 liter gas propana dibakar dengan 60 liter gas O2, tentukan volume gas sesudah

DAFTAR PUSTAKA

http://usupress.usu.ac.id/files/Kimia%20Dasar%20-%20Final_bab%201.pdf http://wanibesak.files.wordpress.com/2011/10/hukum-hukum-dasar-kimia1.pdf

Anda mungkin juga menyukai