Anda di halaman 1dari 15

Kontrasepsi Mantap pada Pria Vasektomi Kontrasepsi mantap pria atau vasektomi merupakan suatu metode kontrasepsi operatif

minor pada pria yang sangat aman, sederhana dan sangat efektif, memakan waktu operasi yang singkat dan tidak memerlukan anestesi umum. Tetapi di seluruh dunia, kontap-pria masih merupakan metode yang terabaikan dan kurang mendapat perhatian, baik dari pihak pria/suami maupun dari petugas medis Keluarga Berencana. Setelah penelitian-penelitian menunjukkan bahwa tidak ada efek buruk pada pria terhadap kegairahan seksual, kemampuan ereksi atau ejakulasi setalah menjalani kontap pria, lebih banyak perhatian diberikan kepada metode ini. Bahkan sekarang, untuk mengurangi rasa takut, telah dikembangkan teknik Vasektomi Tanpa Pisau (VTP). Di Amerika Serikat, vasektomi merupakan kontrasepsi urutan ketiga paling populer. Digunakan oleh 13% pasangan menikah usia produktif. Penggunaan vasektomi ini meningkat 3 kali lipat lebih cepat daripada pil kontrasepsi oral. Tipe Vasektomi:

Teknik tanpa pisau bedah (lebih banyak dipilih) Menggunakan insisi

Vasektomi dengan insisi

1-2 incisi pada skrotum 99% operasi menggunakan anestesi lokal Berbagai metode berbeda dapat digunakan : o ligasi o kauter o kombinasi

Vasektomi tanpa pisau bedah: Dikembangkan di China, diperkenalkan di AS tahun 1988 Menggunakan anesthesia Klinisi memegang tuba di tempat di bawah kulit

Satu lubang kecil Tidak perlu penjahitan

Vasektomi incisional : Komplikasi setelah prosedur di AS Komplikasi Hematom Infeksi Rata-rata 1.95 3.48

Tingkat kegagalan vasektomi tanpa menggunakan pisau bedah adalah 0.2-0.4 %. Komplikasi yang terjadi adalah: Hematoma Infeksi Epididymitis Mortalitas dari vasektomy tanpa pisau bedah : < 0.001 %

Keuntungan vasektomi tanpa pisau bedah dibandingkan dengan vasektomi insisional adalah :

Teknik Anestesi

: risiko dari perdarahan dan hematoma lebih kecil : tidak menyebabkan rasa nyeri pada daerah tempat injeksi atau pembedahan.

Instrumentasi : vas deferens diangkat Kerusakan jaringan lebih sedikit Komplikasi yang terjadi lebih sedikit Waktu pembedahan lebih singkat Pasien seharusnya membuat keputusan untuk sterilisasi secara sukarela. Pasien

mempunyai hak untuk merubah keputusannya setiap waktu dalam menentukan prosedur sterilisasi. Pasien seharusnya memahami bahwa sterilisasi secara sukarela adalah metode permanen. Pasien tidak dibujuk atau diintervensi untuk melakukan sterilisasi secara sukarela. Informed consent perlu diberikan dan mendapat persetujuan pasien. Mekanisme vasektomi dengan cara blokade ductus deferens (ductus ejakulatorius), sehingga sperma tidak dapat keluar saat proses ejakulasi. Keuntungan kontrasepsi dengan cara vasektomi:

Efektivitas tinggi (0.1-0.15 kehamilan dari 100 wanita selama tahun pertama penggunaan Metode yang permanen Tidak dapat diintervensi dengan metode lainnya Baik untuk pasangan jika kehamilan atau oklusi tuba merupakan masalah kesehatan yang serius Tidak ditemukan efek samping jangka panjang Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak mempunyai efek terhadap produksi hormon oleh testis)

Keuntungan vasektomi yang tidak berhubungan dengan kontrasepsi: Tidak mengganggu pemberian ASI

Keterbatasan vasektomi:

Harus dipertimbangkan bersifat permanen Pasien mungkin menyesal di kemudian hari Ekfektivitas tertunda (memerlukan waktu hingga 3 bulan atau 20 ejakulasi) Efek samping bedah minor, terutama jika digunakan anestesi umum Rasa tidak nyaman dalam waktu yang pendek setelah pembedahan Memerlukan tenaga ahli yang terlatih Tidak melindungi terhadap Penyakit Menular Seksual

Kerugian vasektomi: Kadang-kadang diperlukan suatu tindakan operatif Kadang-kadang menyebabkan komplikasi seperti perdarahan atau infeksi Belum memberikan perlindungan total sampai semua spermatozoa yang sudah ada ada di dalam sistem reproduksi dikeluarkan Problem psikologis yang berhubungan dengan perilaku seksual

Masalah postoperatif vasektomi Infeksi pada luka Hematoma Granuloma

Pembengkakan setempat Nyeri pada tempat bekas insisi

Instruksi pada pasien vasektomi Menjaga perban terpasang selama 3 hari Jangan menarik atau menggaruk bekas luka yang sedang menyembuh Pasien dapat mandi setelah 24 jam tetapi cegah perban menjadi basah. Setelah 3 hari luka bekas operasi dibilas dengan air dan sabun. Pakai pelindung skrotum untuk menjaga tempat bekas operasi kering dan diistirahatkan selama 2 hari. Untuk mengatasi nyeri minumlah 1 sampai 2 tablet analgesik setiap 4 sampai 6 jam dan dapat digunakan kompres dengan es. Hindari mengangkat benda berat dan kerja berat selama 3 hari. Hindari hubungan sex selama 2 atau 3 hari atau sampai dirasakan nyaman. Gunakan kondom atau metode kontrasepsi yang lain untuk 3 bulan atau 20 ejakulasi. Kontrol kembali setelah 1 minggu jika menggunakan benang yang nonabsorbable. Kontrol kembali untuk tes cairan semen 3 bulan setelah operasi.

Penjelasan secara umum Vasektomi tidak memberikan perlindungan dari kehamilan sampai 3 bulan, 20 ejakulasi atau ketika didapati sperma pada pemeriksaan mikroskopis cairan semen. Vasektomi tidak mempengaruhi gairah seksual karena testes masih berfungsi secara normal. Vasektomi tidak memberikan perlidungan terhadap penyakit menular seksual termasuk AIDS, jika didapati pasangan seksual merupakan resiko tinggi, pasangan tersebut sebaiknya memakai kondom walaupun telah dilakukan vasektomi. Peringatan pada pasien vasektomi Kembali kontrol ke klinis bila didapatkan gejala: Demam (lebih dari 380C atau 100,40F). Timbul perdarahan atau keluar cairan dari luka bekas insisi. Skrotum membengkak atau terasa sangat nyeri.

Penunjang program vasektomi

Pelatihan konseling dan pemanduan pasien yang adekuat (riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik). Penyedia jasa yang kompeten dan terlatih untuk melakukan tindakan pada pasien yang sadar maupun dibius ringan. Ketersediaan yang berkesinambungan dari alat-alat yang telah disinfeksi tingkat tinggi, sarung tangan dan peralatan lainnya. Penggunaan pencegahan infeksi yang telah distandarisasi internasional. Ketersediaan dari peralatan/obat-obat emergensi. Sarana rujukan untuk masalah-masalah yang berat.

Pembatasan secara umum Pembatasan umur. Pembatasan paritas (kurang dari 2 anak yang hidup, tidak ada anak laki-laki). Status perkawinan / dibutuhkan persetujuan dahulu. Keterbatasan sarana kesehatan. Yang dapat memberikan pelayanan: o Hanya dokter spesialis o Hanya dokter praktek umum Pengaruh vasektomi bagi kehidupan setelah pembedahan:

Kanker prostat: dilaporkan sedikit meningkatkan risiko kanker prostat, tetapi penelitian terbaru tidak mendukung hal ini Kanker testis: tidak ada hubungannya berdasarkan beberapa penelitian Penyakit kardiovaskular: tidak ada hubungannya berdasarkan beberapa penelitian Transmisi HIV: tidak ada data yang menunjukkan menurunkan angka transmisi HIV

Yang dapat menggunakan vasektomi: Semua pria dalam usia reproduktif (terutama kurang dari 50 tahun) Yang ingin mendapatkan kontrasepsi yang efektif secara permanen Laki-laki yang istrinya telah berumur atau memiliki risiko tinggi bila hamil

Yang mengerti dan sukarela menjalani prosedur ini Yang telah yakin dengan jumlah anggota keluarganya Pria yang mungkin memerlukan konseling tambahan: Yang ragu-ragu dengan fertilitasnya di masa yang akan datang Yang tidak sukarela dan tidak mau memberikan informed consent

Keadaan yang memerlukan perhatian:


Infeksi lokal pada kulit, seperti skabies atau pada skrotum. Infeksi akut traktus genitalia. Infeksi sistemik akut (misalnya influenza, gastroenteritis, hepatitis). Penyakit jantung, gangguan pembekuan darah, diabetes. Keadaan-keadaan di atas sebaiknya menunda prosedur vasektomi hingga kondisi peserta memungkinkan.

Keadaan yang memerlukan tenaga ahli berpengalaman:

Varikokel yang besar Hernia inguinalis Filariasis Jaringan parut Pembedahan scrotum sebelumnya Massa intraskrotum Undescensus testiculorum Kriptorkismus (jika bilateral dan terbukti fertile) Berhubungan dengan AIDS

Data demografik di Amerika Serikat: 75% pada ruang pemeriksaan dokter 21% pada klinik 3% pada pusat pembedahan 72% oleh urolog 28% oleh dokter umum

Perbandingan Antara Kontrasepsi Mantap Pria dan Wanita KONTAP PRIA - Sangat efektif, tetapi angka kejadian rekanalisasi spntan dan kehamilan sedikit lebih tinggi - Efektif 6-10 minggu - Sangat efektif postoperatif - Risiko trauma internal sedikit lebih tinggi - Kemungkinan infeksi serius sedikit lebih tinggi - Sedikit sekali kematian yang berhubungan dengan anestesi - Bekas luka parut kecil tetapi masih dapat terlihat - Reversibilitas sedikit lebih rendah - Biaya lebih tinggi - Perlu satu tim - Lebih sukar dipelajari dan dikerjakan oleh paramedis - Waktu operasi lebih lama - Mini lap hanya memerlukan peralatan bedah standard - untuk endoskopi diperlukan peralatan yang mahal, rumit, perawatan setelah operasi - Hampir ridak ada risiko trauma internal - Infeksi serius sangat rendah - Tidak ada kematian yang berhubungan dengan anestesi - Bekas luka parut hampir tidak terlihat - Reversibilitas sedikit lebih tinggi - Biaya lebih tinggi - Dapat dikerjakan sendiri, dengan atau tanpa asisten - Dapat dikerjakan oleh paramedis yang terlatih - Waktu operasi lebih singkat (1/2 waktu operasi kontap wanita) - Hanya memerlukan peralatan bedah sederhana/ standard KONTAP WANITA - Sangat efektif, angka kegagalan sedikit lebih rendah

Efektivitas

Komplikasi

Penerimaan

Personil

Peralatan

yang baik - Dapat dikerjakan dengan Fasilitas penunjang anestesi lokal - Tidak diperlukan fasilitas penunjang bila terjadi komplikasi Kemungkinan Efek samping jangka panjang - Tidak ada - Perlu sedasi sistemik dan anestesi lokal Diperlukan fasilitas penunjang untuk tindakan laparotomi bila terjadi komplikasi serius - Risiko kehamilan Ektopik

Keuntungan vasektomi yang tidak berhubungan dengan kontrasepsi: Tidak mengganggu pemberian ASI

Keterbatasan vasektomi: Harus dipertimbangkan bersifat permanen Pasien mungkin menyesal di kemudian hari Ekfektivitas tertunda (memerlukan waktu hingga 3 bulan atau 20 ejakulasi) Efek samping bedah minor, terutama jika digunakan anestesi umum Rasa tidak nyaman dalam waktu yang pendek setelah pembedahan Memerlukan tenaga ahli yang terlaltih Tidak melindungi terhadap Penyakit Menular Seksual

Kerugian vasektomi: Kadang-kadang diperlukan suatu tindakan operatif Kadang-kadang menyebabkan komplikasi seperti perdarahan atau infeksi Belum memberikan perlindungan total sampai semua spermatozoa yang sudah ada ada di dalam sistem reproduksi dikeluarkan Problem psikologis yang berhubungan dengan perilaku seksual

Masalah postoperatif vasektomi

Infeksi pada luka Hematoma Granuloma Pembengkakan setempat Nyeri pada tempat bekas insisi

Instruksi pada pasien vasektomi Menjaga perban terpasang selama 3 hari Jangan menarik atau menggaruk bekas luka yang sedang menyembuh Pasien dapat mandi setelah 24 jam tetapi cegah perban menjadi basah. Setelah 3 hari luka bekas operasi dibilas dengan air dan sabun. Pakai pelindung skrotum untuk menjaga tempat bekas operasi kering dan diistirahatkan selama 2 hari. Untuk mengatasi nyeri minumlah 1 sampai 2 tablet analgesik setiap 4 sampai 6 jam dan dapat digunakan kompres dengan es. Hindari mengangkat benda berat dan kerja berat selama 3 hari. Hindari hubungan sex selama 2 atau 3 hari atau sampai dirasakan nyaman. Gunakan kondom atau metode kontrasepsi yang lain untuk 3 bulan atau 20 ejakulasi. Kontrol kembali setelah 1 minggu jika menggunakan benang yang nonabsorbable. Kontrol kembali untuk tes cairan semen 3 bulan setelah operasi.

Penjelasan secara umum Vasektomi tidak memberikan perlindungan dari kehamilan sampai 3 bulan, 20 ejakulasi atau ketika didapati sperma pada pemeriksaan mikroskopis cairan semen. Vasektomi tidak mempengaruhi gairah seksual karena testes masih berfungsi secara normal. Vasektomi tidak memberikan perlidungan terhadap penyakit menular seksual termasuk AIDS, jika didapati pasangan seksual merupakan resiko tinggi, pasangan tersebut sebaiknya memakai kondom walaupun telah dilakukan vasektomi. Peringatan pada pasien vasektomi Kembali kontrol ke klinis bila didapatkan gejala:

Demam (lebih dari 380C atau 100,40F). Timbul perdarahan atau keluar cairan dari luka bekas insisi. Skrotum membengkak atau terasa sangat nyeri.

Penunjang program vasektomi

Pelatihan konseling dan pemanduan pasien yang adekuat (riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik). Penyedia jasa yang kompeten dan terlatih untuk melakukan tindakan pada pasien yang sadar maupun dibius ringan. Ketersediaan yang berkesinambungan dari alat-alat yang telah disinfeksi tingkat tinggi, sarung tangan dan peralatan lainnya. Penggunaan pencegahan infeksi yang telah distandarisasi internasional. Ketersediaan dari peralatan/obat-obat emergensi. Sarana rujukan untuk masalah-masalah yang berat.

Pembatasan secara umum Pembatasan umur. Pembatasan paritas (kurang dari 2 anak yang hidup, tidak ada anak laki-laki). Status perkawinan / dibutuhkan persetujuan dahulu. Keterbatasan sarana kesehatan. Yang dapat memberikan pelayanan: o Hanya dokter spesialis o Hanya dokter praktek umum Pengaruh vasektomi bagi kehidupan setelah pembedahan:

Kanker prostat: dilaporkan sedikit meningkatkan risiko kanker prostat, tetapi penelitian terbaru tidak mendukung hal ini Kanker testis: tidak ada hubungannya berdasarkan beberapa penelitian Penyakit kardiovaskular: tidak ada hubungannya berdasarkan beberapa penelitian Transmisi HIV: tidak ada data yang menunjukkan menurunkan angka transmisi HIV

Yang dapat menggunakan vasektomi:

Semua pria dalam usia reproduktif (terutama kurang dari 50 tahun) Yang ingin mendapatkan kontrasepsi yang efektif secara permanen Laki-laki yang istrinya telah berumur atau memiliki risiko tinggi bila hamil Yang mengerti dan sukarela menjalani prosedur ini Yang telah yakin dengan jumlah anggota keluarganya Pria yang mungkin memerlukan konseling tambahan: Yang ragu-ragu dengan fertilitasnya di masa yang akan datang Yang tidak sukarela dan tidak mau memberikan informed consent

Keadaan yang memerlukan perhatian:


Infeksi lokal pada kulit, seperti skabies atau pada skrotum. Infeksi akut traktus genitalia. Infeksi sistemik akut (misalnya influenza, gastroenteritis, hepatitis). Penyakit jantung, gangguan pembekuan darah, diabetes. Keadaan-keadaan di atas sebaiknya menunda prosedur vasektomi hingga kondisi peserta memungkinkan.

Keadaan yang memerlukan tenaga ahli berpengalaman:

Varikokel yang besar Hernia inguinalis Filariasis Jaringan parut Pembedahan scrotum sebelumnya Massa intraskrotum Undescensus testiculorum Kriptorkismus (jika bilateral dan terbukti fertile) Berhubungan dengan AIDS

Data demografik di Amerika Serikat: 75% pada ruang pemeriksaan dokter 21% pada klinik

3% pada pusat pembedahan 72% oleh urolog 28% oleh dokter umum

Prosedur Kontap Pria:

Identifikasi dan isolasi vas deferens Kedua vasa deferens merupakan struktur paling padat di daerah mid-scrotum, tidak berpulsasi (berbeda dengan pembuluh darah) Kesukaran kadang-kadang terjadi dalam identifikasi dan isolasi vas deferens seperti pada keadaan-keadaan: Kulit skrotum yang tebal Vas deferens sangat tipis Spermatik kord yang tebal Testis yang tidak turun Otot kremaster berkontraksi dan menarik testis ke atas Kedua vasa deferens harus diidentifikasi sebelum meneruskan prosedur kontapnya Dilakukan imobilisasi vas deferens di antara ibu jari dan jari telunjuk dengan memakai klem (doek klem atau klem lainnya) Dilakukan penyuntikan anestesi local Insisi skrotum Vas deferens yang telah diimobilisasi di depan skrotum hanya ditutupi oleh otot dartos dan kulit skrotum Insisi horizontal atau vertical, dapat dilakukan secara: Tunggal, di garis tengah (scrotal raphe) Dua insisi, satu insisi di masing-masing vas deferens Memisahkan lapisan-lapisan superficial dari jaringan-jaringan sehingga vas deferens dapat diisolasi. Oklusi vas deferens: umumnya dilakukan pemotongan/reseksi suatu segmen dari kedua vas deferens (1-3 cm) yang harus dilakukan jauh dari epididimis Ujung-ujung vas deferens setelah dipotong, dapat ditutup dengan: Ligasi Elektrokoagulasi

Klips Penutupan luka insisi Dilakukan dengan catgut, yang kelak akan diserap Pada insisi 1 cm atau kurang, tidak diperlukan jahitan catgut, cukup ditutup dengan plester saja.

Perawatan post operatif Kontap Pria: Istirahat 1-2 jam di klinik Menghindari pekerjaan berat selama 2-3 hari Kompres dingin pada skrotum Analgetika Memakai penunjang skrotum selama 7-8 hari Luka operasi jangan kena air selama 24 jam Sanggama dapat dilakukan secepatnya saat pria sudah menghendaki tanpa merasa terganggu. Hanya harus diperhatikan, untuk mencegah kehamilan, pria harus memakai kondom dulu, sampai sama sekali tidak ditemukan spermatozoa di dalam semen/ejakulat. Vasektomi Tanpa Pisau Hingga saat ini diseluruh dunia Vasektomi Tanpa Pisau telah diterima oleh lebih dari 9 juta pria. Vasektomi Tanpa Pisau diyakini telah menurunkan derajat kengerian pada para pria terhadap terhadap pembedahan vasektomi. Hal ini terjadi karena vasektomi tanpa pisau tidak memerlukan penyayatan dengan pisau bedah (Antarsh, 1988). Selama bertahun-tahun laporan klinis juga telah mendokumentasikan keamanan, efisiensi dan kenyamanan klien terhadap prosedur Vasektomi Tanpa Pisau. Pandangan keliru sampai saat ini dari sebagian besar masyarakat masih menganggap vasektomi sama dengan kastrasi (kebiri), sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan kegemukan dan kehilangan potensi sebagai laki-laki. Tindakan vasektomi hanya memutus kontinuitas vas deferens yang berfungsi menyalurkan spermatozoa dari testis, sehingga penyaluran spermatozoa melalui saluran tersebut dihambat. Sumbatan pada vas deferen tidak mempengaruhi jaringan interstitiel pada testis, sehingga sel-sel Leydig tetap menghasilkan hormon testosteron seperti biasa dan libido juga tidak berubah. Vasektomi merupakan operasi kecil dimana vas deferens yang berfungsi sebagai saluran transportasi spermatozoa dipotong dan disumbat. Setelah operasi minor ini,

spermatozoa akan terbendung pada ujung vas sisi testis yang telah disumbat. Karena vasektomi tidak mempengaruhi fungsi dari kelenjar-kelenjar asesoris maka produksi cairan semen tetap berlangsung dan pria yang divasektomi tetap berejakulasi dan ejakulatnya tanpa mengandung sel spermatozoa. Testis juga tidak terpengaruh dan tetap berfungsi penuh sehingga pria tetap mempunyai perasaan, keinginan, dan kemampuan seksual yang sama dengan sebelum vasektomi. Untuk mengurangi atau menghilangkan rasa takut calon akseptor kontap pria, sekarang dilaksanakan metode vasektomi tanpa pisau. Persiapan VTP:

Persiapan preoperatif Cukur rambut pubis, untuk lebih menjamin sterilitas Tidak perlu puasa sebelumnya Mencari, mengenal dan fiksasi vas deferens, kemudian dijepit dengan klem khusus yang ujungnya berbentuk tang catut. Lalu disuntikkan anestesi lokal. Dilakukan penusukkan pada garis tengah skrotum dengan alat berujung bengkok dan tajam untuk membuat luka kecil, yang kemudian dilebarkan sekitar 0,5 cm. Akan terlihat vas deferens yang liat dan keras seperti kawat baja. Selaput pembungkus vas deferens dibuka secara hati-hati, dan disisihkan ke tepi.

Selanjutnya dilakukan oklusi vas deferens dengan ligasi + reseksi suatu segmen vas deferens. Penutupan luka operasi.

Keuntungan Vasektomi Tanpa Pisau Tidak menyebabkan pembengkakan pada lokasi injeksi anestesi dan lubang luka Mengurangi ketidak nyamanan klien karena adanya blok peri vasal Kerusakan jaringan lebih sedikit. Vas deferens diikat di bawah penglihatan secara langsung Berkurangnya risiko perdarahan dan hematoma Tidak perlu jahitan untuk penutupan kulit luka (cukup dengan handiplash) Prosedur memakan waktu lebih sedikit (10 - 15 menit)

Setiap pria, suami dari suatu pasangan usia subur yang telah memiliki jumlah anak cukup dan tidak ingin menambah anak lagi, sehat tanpa kontraindikasi dapat dilakuan prosedur vasektomi tanpa pisau sesegera mungkin sesuai dengan keinginan mereka. Vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi paling efektif . Angka kegagalan biasanya kurang dari 0,1%-0,15% pada tahun pertama pemakaian Rasa nyeri atau ketidaknyamanan akibat pembedahan yang biasanya hanya berlangsung beberapa hari. Pembentukan granuloma relatif jarang dan merupakan keluhan yang nantinya hilang sendiri VTP dapat dilakukan di rumah sakit, klinik keluarga berencana, puskesmas, praktek bersama dokter spesialis, tempat praktek dokter pribadi, dan fasilitas layanan bergerak. Provider VTP adalah dokter spesialis urologi atau bedah dan atau dokter umum yang terlatih. Prosedur VTP dilakukan dengan anastesi lokal dan akses terhadap vas mudah diperoleh, maka prosedur ini lebih aman dibandingkan teknik kontrasepsi mantap wanita. Kurang dari 0,4 % pria mengalami komplikasi dalam bentuk infeksi maupun pembentukan hematoma. Penapisan klien sebelum prosedur dilakukan, mengurangi kemungkinan munculnya komplikasi. Faktor-faktor yang mungkin menimbulkan komplikasi pada VTP mencakup pembedahan/cedera saluran genital yang terjadi sebelumnya dan kelainan kongenital