Anda di halaman 1dari 15

Rindha Widyaningsih

Paradigma

Asumsi dasar dan asumsi teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum, metode, serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga menentukan sifat, ciri, serta karakter pengetahuan itu sendiri Mengkaji dasar ontologis dari ilmu itu sendiri Bermula dari istilah dalam ilmu pengetahuan kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan

Dalam istilah populer paradigma berkembang menjadi terminologi yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai, kerangka pikir, orientasi dasar, sumber asas serta arah dan tujuan dari suatu perkembangan, perubahan, serta proses dalam suatu bidang tertentu termasuk dalam bidang pembangunan, reformasi, maupun pendidikan

Pancasila Paradigma Pembangunan


Pembangunan dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan hidup berbangsa dan bernegara Segala aspek pembangunan nasional harus didasarkan pada hakikat nilai sila-sila Pancasila Hakikat manusia adalah monopluralis, yaitu susunan kodrat manusia: yang terdiri dari jiwa dan raga sifat kodrat manusia: sebagai makhluk individu dan sosial Kedudukan kodrat manusia: sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri dan makhluk Tuhan

Pembangunan nasional sebagai upaya praksis mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara maka pembangunan haruslah mendasarkan pada paradigma hakikat manusia monopluralis tersebut Maka pembangunan adalah untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia secara konsisten berdasarkan hakikat kodrat manusia yang kemudian dijabarkan dalam berbagai bidang pembangunan

1. Pancasila Paradigma Pengembangan Iptek


Iptek pada dasarnya adalah hasil kreativitas rokhani manusia. Unsur rokhani manusia meliputi aspek akal, rasa, dan kehendak. Akal merupakan potensi yang berhubungan dengan intelektualitas, rasa dalam bidang estetis, dan kehendak dalam bidang moral (etika) Atas dasar kreativitas akal manusia maka dikembangkan iptek dalam rangka mengolah kekayaan alam yang disediakan Tuhan Tujuan esensial dari iptek adalah demi kesejahteraan umat manusia, sehingga iptek pada hakikatnya tidak bebas nilai

Pengambangan iptek harus didasarkan pada moral Ketuhanan dan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Pancasila harus menjadi sistem etika dalam pengembangan iptek Sila Ketuhanan YME memberikan pemahaman bahwa iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan tujuannya, apakah merugikan manusia dengan sekitarnya. Sila ini menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagai pusatnya namun sebagai bagian sistematik dari alam yang diolahnya

Sila kemanusiaan yang adil dan beradab memberikan dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek haruslah bersifat beradab dan ditujukan demi kesejahteraan umat manusia Sila ke tiga mensarikan bahwa iptek hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa, serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia Sila ke empat mendasari iptek secara demokratis, artinya setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik, dikaji ulang maupun dibandingkan dengan teori lain

Sila ke lima memberikan pemahaman bahwa pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, Tuhannya, sesamanya, masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan lingkungannya Pada hakikatnya sila sila Pancasila harus merupakan sumber nilai, kerangka pikir serta basis moralitas bagi pengembangan iptek

2. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan POLEKSOSBUDHANKAM


A. BIDANG POLITIK Pembangunan dan pengembangan bidang politik harus mendasarkan pada dasar ontologis manusia sebagai subjek negara, sehingga kehidupan politik adalah untuk merealisasikan tujuan peningkatan harkat dan martabat manusia Pada sistem politik negara harus mendasarkan pada tuntutan HAM, dan sistem politik harus mampu menjamin atas HAM tersebut

Negara harus mendasarkan pada kekuasaan yang bersumber pada penjelmaan hakikat manusia sebagai makhluk individu dan sosial, yaitu rakyat. Maka rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara, maka kekuasaan adaldah ditangan rayat bukan perseorangan atau sekelompok orang Pancasila memberikan dasar-dasar moralitas politik negara Politik negara harus mendasarkan pada kerakyatan (sila ke 4), pengembangan dan aktualisasi politik berdasar moral ketuhanan (sila 1), moral kemanusiaan (sila 2), moral persatuan (sila 3) demi tercapainya keadilan dalam hidup bersama (sila 5)

B. BIDANG EKONOMI
Dikembangkannya eknomi kerakyatan, yaitu ekonomi yang humanistik yang mendasarkan pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secara luas Pengembangan ekonomi tidak hanya mengejar pertumbuhan saja melainkan demi kemanusiaan dan kesejahteraan seluruh bangsa Maka sistem ekonomi Indonesia mendasarkan atas asas kekeluargaan seluruh bangsa Pengembangan ekonomi tidak bisa dipisahkan dari nilainilai moral kemanusiaan karena tujuan dari ekonomi adalah memenuhi kebutuhan manusia dan menjadikan manusia menjadi lebih sejahteraan Sehingga sistem ekonomi yang menimbulkan penindasan dan penderitaan harus dihindari

C. BIDANG SOSBUD
Pengembangan aspek sosbud hendaknya didasarkan atas nilai yang sesuai dengan budaya yang dimiliki masyarakat tersebut, yaitu didasarkan atas nilai Pancasila Pancasila merupakan sumber normatif bagi peningkatan humanisasi dalam bidang sosbud. Sebagai kerangka kesadaran Pancasila dapat merupakan dorongan untuk (1) Universalisasi, yaitu melepaskan simbolsimbol dari keterikatan struktur, dan (2) transedentalisasi, yaitu meningkatkan derajat kemerdekaan manusia dan kebebasan spiritual

D. BIDANG HANKAM
Negara adalah masyarakat hukum

Diperlukan peraturan perundang-undangan

Negara bertujuan melindungi segenap wilayah

Keamanan merupakan syarat mutlak tercapainya kesejahteraan

Diperlukan suatu pertahanan negara

Diperlukan aparat penegak hukum negara

Dasar kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan basis moralitas pertahanan dan keamanan negara Pertahanan dan keamanan bukan untuk kekuasaan karena dapat melanggar HAM Pertahanan dan keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan demi tercapainya kesejahteraan sebagai makhluk Tuhan (sila ke 2 dan 1), pada tujuan kepentingan warga sebagai warga negara (sila 3) dan menjamin hak dasar, persamaan derajat dan kebebasan kemanusiaan (sila 4) untuk mencapai keadilan sosial (sila 5)