Anda di halaman 1dari 11

10 LEMBAR MONITORINGTanggal Jam Pemeriksaan Terapi6/10/2012 14.

00 S : Tidak kejang, panas berkurangO : CM, gizi baik TV : HR = 12 0 x/1 RR = 32 x/1 S = 38,2 o C (per axiler) Paracetamol 100mg/4 jam p.oKompres hangat22.00 S : Tidak kejang, panas berkurangO : CM, gizi baik TV : HR = 114 x/1 RR = 36 x/1 S = 37,6 o C (per axiler) 7/10/2012 02.00 S : Tidak kejang, tidak panasO : CM, gizi baik TV : HR = 104 x/1 RR = 32 x/1 S = 36,9 o C (per axiler) 06.00 S : Tidak kejang, tidak panasO : CM, gizi baik TV : HR = 124 x/1 RR = 38 x/1 S = 36,7 o C (per axiler) BALANCE CAIRANINPUT 14.00 22.00 06.00 MakanMinumInfus50 100 10050 50255 255 255 OUTPUT BABBAKMuntahIWL 100 100 200 200 --120 120 120 Total +135 -65 +85

11 BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. KEJANG DEMAM1.) DEFINISI Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhutubuh (suhu rektal di atas 38 o C) yang disebabkan oleh suatu prosesekstrakranium. 1

Kejang demam adalah kejang yang berhubungan dengandemam (suhu diatas 39 o C per rektal) tanpa adanya infeksi susunan saraf pusatatau gangguan elektrolit akut, terjadi pada anak berusia 1 bulan dan tidak adariwayat kejang tanpa demam sebelumnya. 2 Menurut Consensus Statement on Febrile Seizures (1980), kejang demamadalah suatu kejadian pada bayi dan anak, biasanya terjadi antara umur 3 bulandan 5 tahun, berhubungan dengan demam tetapi tidak pernah terbukti adanyainfeksi intrakranial atau penyebab tertentu. 3 Anak yang pernah kejang tanpademam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejangdemam. 1,3 Kejang disertai demam pada bayi berumur kurang dari 4 minggu (1bulan) tidak termasuk kejang demam. 1,3 Kejang demam harus dibedakan denganepilepsi, yaitu ditandai dengan kejang berulang tanpa demam. 2 Definisi inimenyingkirkan kejang yang disebabkan penyakit saraf seperti meningitis,ensefalitis atau ensefalopati. Kejang pada keadaan ini mempunyai prognosisyang berbeda dengan kejang demam karena keadaan yang mendasarinyamengenai susunan saraf pusat. 3 Bila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebihdari 5 tahun menaglami kejang didahului demam, pikirkan kemungkinan lainmisalnya infeksi SSP atau epilepsi yang kebetulan terjadi bersama demam. 2 2. EPIDEMIOLOGI Kejadian kejang demam diperkirakan 2-4% di Amerika Serikat, AmerikaSelatan dan Eropa Barat. Di Asia dilaporkan lebih tinggi. Kira-kira 20%kasus merupakan kejang demam kompleks. Umumnya kejang demam timbul 12pada tahun kedua kehidupan (17-23 bulan). Kejang demam sedikit lebihsering pada laki-laki. 3 Kejang demam terjadi pada 2-4% anak berumur 6bulan samapi 5 tahun. 1 Menurut IDAI, kejadian kejang demam pada anak usia6 bulan sampai 5 tahun hampir 2 - 5%. 2,10 3. KLASIFIKASI Kejang demam diklasifikasikan menjadi dua :a. Kejang Demam Sederhana ( Simple Febrile Seizure)Kejang demam yang berlangsung singkat, kurang dari 15 menit danumumnya akan berhenti sendiri. Kejang berbentuk umum tonik dan atauklonik, tanpa gerakan fokal. Kejang tidak berulang dalam 24 jam. Kejangdemam sederhana merupakan 80 % diantara seluruh kejang demam.b. Kejang Demam Kompleks (Complex Febrile Seizure)Kejang demam dengan salah satu ciri berikut ini :1.) Kejang lama > 15 menit2.) Kejang fokal atau parsial satu sisi atau kejang umum didahuluikejang parsial3.) Berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam. 5 4.

FAKTOR RESIKO Faktor resiko kejang demam pertama yang penting adalah demam. Selainitu terdapat faktor riwayat kejang demam pada orang tua atau saudarakandung, perkembangan terlambat, problem masa neonatus, anak dalamperawatan khusus, dan kadar natrium rendah. Setelah kejang demam pertama,kira-kira 33% anak akan mengalami satu kali rekurensi atau lebih dan kira-kira 9% anak mengalami 3 kali rekurensi atau lebih, resiko rekurensimeningkat dengan usia dini, usia dibawah 18 bulan, cepatnya anak mendapatkejang setelah demam timbul, temperatur yang rendah saat kejang, riwayatkeluarga kejang demam dan riwayat keluarga epilepsi. 5,6 Faktor risiko terjadinya epilepsi dikemudian hari ialah adanya gangguanneurodevelopmental, kejang demam kompleks, riwayat epilepsi dalam 13keluarga, lamanya demam saat awitan kejang dan lebih dari satu kali kejangdemam kompleks. 5,6 5. PATOFISIOLOGI Untuk mempertahankan kelangsungan hidup sel atau organ otak diperlukan suatu energi yang didapat dari metabolisme. Bahan baku untuk metabolisme otak yang terpenting adalah glukosa. Sifat proses itu adalahoksidasi dimana oksigen disediakan dengan perantaraan fungsi paru-paru danditeruskan ke otak melalui sistem kardiovaskuler. Jadi sumber energi otak adalah glukosa yang melalui proses oksidasi dipecah menjadi CO 2 dan air.Sel dikelilingi oleh suatu membran yang terdiri dari permukaan dalam adalahlipoid dan permukaan luar adalah ionik. Dalam keadaan normal membran selneuron dapat dilalui dengan mudah oleh ion kalium (K + ) dan sangat sulitdilalui oleh ion Natrium (Na + ) dan elektrolit lainnya, kecuali ion Klorida (Cl ). Akibatnya konsentrasi K + dalam sel neuron tinggi dan konsentrasi Na + rendah, sedangkan diluar sel neuron terdapat keadaan sebaliknya. Karenaperbedaan jenis dan konsentrasi ion di dalam dan diluar sel, maka terdapatperbedaan potensial yang disebut potensial membran sel dari sel neuron.Untuk menjaga keseimbangan potensial membran ini diperlukan energi danbantuan enzim Na-KATPase yang terdapat pada permukaan sel.Keseimbangan potensial membran ini dapat dirubah oleh adanya :a. Perubahan konsentrasi ion di ruang ekstraseluler.b. Rangsangan yang datangnya mendadak misalnya mekanis, kimiawi ataualiran listrik dari sekitarnya.c. Perubahan patofisiologi dari membran sendiri karena penyakit atauketurunan. 9 Pada keadaan demam kenaikan suhu 1 o C akan mengakibatkan kenaikanmetabolisme basal 10%-15% dan kebutuhan oksigen akan meningkat 20%.Pada seorang anak berumur 3 tahun sirkulasi otak mencapai 65% dari seluruhtubuh, dibandingkan dengan orang dewasa yang hanya 15%. Jadi pada 14kenaikan suhu tubuh tertentu dapat terjadi perubahan keseimbangan darimembran sel neuron dan dalam waktu singkat terjadi difusi dari ion Kaliummaupun ion Natrium melalui membran tadi, dengan akibat terjadinya lepasmuatan listrik. Lepas muatan listrik ini demikian besarnya sehingga dapatmeluas ke seluruh sel maupun ke membran sel tetangganya dengan bantuanbahan yang disebut neurotransmiter dan terjadilah kejang. Tiap

anak mempunyai ambang kejang yang berbeda dan tergantung dari tinggirendahnya ambang kejang seseorang anak menderita kejang pada kenaikansuhu tertentu. Pada anak dengan ambang kejang yang rendah, kejang telahterjadi pada suhu 38 o C sedangkan pada anak dengan ambang kejang yangtinggi, kejang baru terjadi pada suhu 40 o C atau lebih. Dari kenyataan inidapatlah disimpulkan bahwa terulangnya kejang demam lebih sering terjadipada ambang kejang yang rendah sehingga dalam penanggulangannya perludiperhatikan pada tingkat suhu berapa penderita kejang. Kejang demam yangberlangsung singkat biasanya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan gejalasisa. Tetapi pada kejang yang berlangsung lama (lebih dari 15 menit)biasanya disertai gejala apnea, meningkatnya kebutuhan oksigen dan energiuntuk kontraksi otot skelet yang akhirnya terjadi hipoksemia, hiperkapnea,asidosis laktat disebabkan oleh metabolisme anaerobik, hipotensi arterialdisertai denyut jantung yang tidak teratur dan suhu tubuh makin meningkatdisebkan oleh meningkatnya aktivitas otot dan selanjutnya menyebabkanmetabolisme otak meningkat. Rangkaian kejadian diatas adalah faktorpenyebab hingga terjadinya kerusakan neuron otak selama berlangsungnyakejang lama. Faktor terpenting adalah gangguan peredaran darah yangmengakibatkan hipoksia sehingga meninggikan permeabilitas kapiler dantimbul edema otak yang mengakibatkan kerusakan sel neuron otak.Kerusakan pada daerah mesial lobus temporalis setelah mendapat serangankejang yang berlangsung lama dapat menjadi matang dikemudian hari, sehingga terjadi serangan epilepsi yang spontan. Jadi kejang demam yangberlangsung lama dapat menyebabkan kelainan anatomis di otak sehinggaterjadi epilepsi. 9

Search Search History: Searching... Result 00 of 00 00 results for result for p. LAPORAN KASUS KEJANG DEMAM Download or Print Add To Collection 201 Reads 1 Readcasts 0 Embed Views

Published by Yessi Perlitasari Follow

Search TIP Press Ctrl-FF to search anywhere in the document.

Info and Rating Category: Uncategorized. Rating: Upload Date: 11/20/2012 Copyright: Attribution Non-commercial Tags: This document has no tags. Flag document for inapproriate content Download and print this document Read offline in your PDF viewer Edit this document in Adobe Acrobat, Microsoft Word, Notepad Keep a copy in case this version is deleted from Scribd Read and print without ads Email the file

Choose a format to download in

.PDF

.DOCX

.TXT Download Recommended

20 p. referat kejang demam Natalie Sarah Moon 1083 Reads 24 p.

Laporan Kasus Dr Sahmul sahmuls 934 Reads 15 p. Kejang demam diniusi 2078 Reads More From This User

18 p. Laporan Kegiatan PSC 425C Yessi Perlitasari 75 Reads 26 p. PRESENTASI KASUS Sragen Yessi Perlitasari 366 Reads 24 p. Preskes Konjungtivitis Dr. Kurnia Yessi Perlitasari 140 Reads 70 p. tugas onko 101011 Yessi Perlitasari 68 Reads 7 p. Anemia Aplastik Yessi Perlitasari 66 Reads 12 p. Tugas BTKV Yessi Perlitasari 52 Reads 13 p. PRESKES Anestesi Lita Yessi Perlitasari 429 Reads

29 p. REFRAT RADIOLOGI Yessi Perlitasari 514 Reads Featured

1 p. Who Gets Oscar? thestate 1 p. Pop! Pop! Popcorn! thestate 31 p. Double Feature Simon and Schuster 32 p. Science & Salvation Random House Publishing Group 137 p. Universal Preschool Hoover Institution $10.00 4 p. Ricky Thunder USA TODAY Comics 32 p. Forbes on Warren Buffett Forbes 1 p. #SOTU in Pretty Pictures The White House 22 p. The Dinner Crown Publishing Group

31 p. Damn Few Hyperion 12 p. How I Roll Vintage Books / Anchor Books 142 p. Asteroid! AuthorHouseBooks $3.99 Comments Load more

About About Scribd Blog Join our team! Contact Us

Premium Premium Reader Scribd Store

Advertise with us Support Help FAQ Press Get started AdChoices

Partners Legal Terms Privacy Publishers Developers / API

Copyright

Copyright 2013 Scribd Inc. Language: