Anda di halaman 1dari 5

GEMPA BUMI

Gempa bumi adalah getaran (goncangan) yang terjadi karena pergerakan (bergesernya) lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi dan menyebabkan pergeseran kulit bumi.. Kulit bumi yang terpecah menjadi beberapa lempeng, secara perlahan dengan saling bergesekan, menekan, dan mendesak bebatuan, sehingga pergeseran ini menyebabkan getaran yang disebut gempa bumi. Selain hal tersebut, gempa bumi juga bisa dikarenakan adanya letusan gunung berapi. Dari faktor-faktor penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi tiga yaitu Tektonik, gempa vulkanik dan runtuhan . Gempa Tektonik terjadi karena lapisan kerak bumi yang keras menjadi genting (lunak) dan akhirnya bergerak. Sedangkan gempa vulkanik

terjadi karena adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Ketika gunung berapi meletus maka getaran dan goncangan letusannya bisa terasa sampai dengan sejauh 20 mil. ) Gempa Runtuhan (Fall Earthquake) diakibatkan runtuhnya batu-batu raksasa di sisi gunung, atau akibat runtuhnya gua-gua besar. Gempa ini dapat dirasakan hanya di sekitar daerah tersebut dan sempit. Untuk mengetahui aktivitas gunung berapi digunakan sebuah alat pengukur aktivitas gunung berapi dan alat pengukur besarnya gempa yait seismograf. Ukuran gempa ini dikenal dengan sebutan Richter, sama dengan nama orang yang membuat dan mengembangkannya yaitu Charles Richter. Untuk mengetahui berapa besarnya gempa yang terjadi tersebut digunakan Skala Richter. Sedangkan untuk menunjukkan seberapa sering terjadinya gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung, dan manusia menggunakan Skala Mercalli. Tanda Tanda Bencana Alam : Gempa Bumi Secara umum, tanda sebelum terjadinya bencana diantaranya sebagai berikut. 1. Cuaca dan iklim yang ekstrem, misalnya intensitas curah hujan, naiknya suhu udara, menggumpalnya awan cumulonimbus di lokasi tertentu dan meningkatnya efek rumah kaca. 2. Kondisi alam yang tidak wajar atau tidak seperti biasanya, misalnya surutnya air laut secara tiba-tiba 3. Perilaku drastic hperilaku hewan, misalnya: a. Terbangnya kaanan burung dalam jumlah besar dari arah laut ke darat, sebelum terjadinya tsunami di aceh

b. Keluarnya hewan yang hidup di dalam tanah, seperti tikus, ular secara mendadak ke permukaan tanah, sebelum gempa bumi berskala 7,3 skala richter tahun 1975 di China c. Resahnya dan mengungsinya kawanan gajah ke dataran tinggi di taman nasional yala di srilangka sebelum tsunami menghancurkan pantai timur Tanda Sebelum Terjadinya Bencana Khususnya Bencana Gempa Bumi
Ada beberapa ciri-ciri yang dapat terlihat jika akan terjadi gempa bumi. Beberapa ciri-ciri tersebut antara lain: a. Melihat ke langit : awan gempa Apabila di langit kelihatan ada awan yang bentuknya seperti angin tornado atau seperti pohon atau seperti batang, bentuknya berdiri, itu adalah awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi. Awan yang bentuknya aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan hebat dari dasar bumi, sehingga gelombang elektromagnetis tersebut 'menghisap' daya listrik di awan, oleh karena itu bentuk awannya jadi seperti tersedot ke bawah. Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. b. Coba diuji medan elektromagnetis di dalam rumah Cek siaran TV, apakah ada suara brebet-brebet ataukah tidak; Kalo ada mesin fax, cek apakah lampunya blinking biarpun lagi tidak transmit data; Coba minta orang lain mengirim fax ke kita, cek apakah teksnya yang diterima berantakan atau tidak; Coba matikan aliran listrik. Cek apakah lampu neon tetap menyala redup/remangremang biarpun tak ada arus listrik. Kalo tiba-tiba TV brebet-brebet, lampu fax blinking, padahal sedang tidak transmitting, teks yang kita terima berantakan dan neon tetap nyala biarpun tidak ada arus listrik, itu berarti memang sedang ada gelombang elektromagnetis luar biasa yang sedang terjadi tapi kasat mata dan tidak dapat dirasakan oleh manusia. c. Perhatikan hewan-hewan Cek apakah hewan-hewan seperti "menghilang", lari atau bertingkah laku aneh/gelisah. Insting hewan biasanya tajam dan hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis.

SEISMOGRAF Gambar seismograf

Alat untuk mengukur getaran gempa adalah seismograf. Seismograf dibagi menjadi 2 jenis, yaitu : 1) Seismograf Horizontal, alat ukur pencatat gempa bumi secara mendatar. 2) Seismograf Vertikal, alat ukur pencatat gelombang secara berarah vertical Seismograf terdiri dari gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil. Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat dalam bentuk seismogram. Seismograf bekerja dengan membaca energy dari gesekan patahan bumi. Permukaan bumi terdiri dari suatu patahan-patahan di mana patahan-patahan itu bisa saling bergesekan atau bergerak dan menimbulkan gempa bumi. Energi dari gesekan ini kemudian diubah menjadi getaran. Getaran-getaran inilah yang kemudian terekam oleh seismograph dan diterjemahkan berupa garis-garis bergelombang pada seismogram. Kemudian garis tersebut diukur dan dihitung untuk mengetahui besarnya gempa bumi.

SKALA RICHTER Skala Richter didefinisikan sebagai logaritma dari amplitudo maksimum yang diukur dalam satuan mikrometer (m) dari rekaman gempa oleh alat pengukur gempa (seismometer) Wood-Anderson, pada jarak 100 km dari pusat gempa. Dengan kata lain, pengukuran Intensitas kekuatan gempa dapat digunakan skala intensitas gempa dengan Richter Magnitude Scale. Richter mengklasifikasikan intensitas gempa menggunakan angka 1 sampai 9, semakin besar angka semakin besar magnitudo. Berkut klasifikasi skala gempa menurut Richter.

Beri Nilai