Anda di halaman 1dari 35

ALJABAR LINEAR

MATRIKS VEKTOR DETERMINAN SISTEM LINEAR

7.1 Matriks
DEFINIS Susunan bilangan (fungsi) berbentuk I persegi panjang yang ditutup dengan tanda kurung. Bilangan (fungsi) disebut entri-entri matriks. 11 = 21 12 22

Matriks yang hanya mempunyai satu baris atau satu kolom disebut vektor.

Contoh 1. Sistem Linear


Perhatikan sistem persamaan linear (sistem

linear) berikut ini 41 + 62 + 93 = 6 61 23 = 20 51 82 + 3 = 10


Matriks koefisien

4 6 9 = 6 0 2 5 8 1

Contoh 1.
Augmented matrix

4 6 9 6 = 6 0 2 20 5 8 1 10

Contoh 2. Penjualan Produk


Penjualan tiga produk berbeda dalam satu

minggu dapat ditulis dalam bentuk


400 = 0 100 I II III

330 810 0 120 780 500 0 0 270

210 470 500 960 430 780

Notasi Umum
Matriks dinotasikan dengan huruf besar tebal

Entri umum dalam kurung siku

11 = 1

Penjumlahan Matriks
Syarat Matriks yang dijumlahkan mempunyai ukuran yang sama Aturan Penjumlahan a) A + B = B + A b) (A + B) + C = A + (B + C) c) A + 0 = A d) A + (-A) = 0

hukum komutatif hukum asosiatif

Perkalian Matriks dengan Skalar


a)

b)
c) d)

c(A + B) = cA + cB (c + k)A = cA + kA c(kA) = (ck)A 1A = A

Nodal Incidence Matrix


Aturan +1 = 1 0

Mesh Incidence Matrix


Aturan
+1 = 1 0

7.2 Perkalian Matriks


DEFINIS Perkalian Matriks dengan Matriks Perkalian matriks = dari matriks I
= yang berukuran dengan matriks = yang berukuran terdefinisi jika dan hanya jika = dan matriks = berukuran dengan entri-entri

=
=1

= 1 1 + +

= 1, , = 1, , p

Aturan Perkalian
k = k = k b) = c) + = + d) + = +
a)

hukum asosiatif hukum distributif hukum distributif

Transposisi
DEFINIS Transposisi Matriks I Transposisi dari matriks = yang berukuran adalah matriks T = dengan baris pertama menjadi kolom pertama, baris kedua menjadi kolom kedua, dan seterusnya.

Aturan Transposisi
a)
b) c)

T T

d)

+ T = T + T c T = cT T = T T

Matriks Khusus
Matriks Simetris Matriks persegi yang transposenya sama dengan matriks itu sendiri Matriks Skew Simetris Matriks persegi yang transposenya sama dengan minus matriks itu sendiri

Matriks Triangular Matriks Triangular Atas Matriks persegi mempunyai entri-entri taknol pada diagonal utama dan atas diagonal utama
Matriks Triangular Bawah Matriks persegi mempunyai entri-entri taknol pada diagonal utama dan bawah diagonal utama

Matriks Khusus
Matriks Diagonal Matriks dengan entri-entri taknol hanya pada diagonal utama Matriks Skalar Matriks diagonal dengan nilai entri-entri diagonalnya sama Matriks Indentitas Matriks skalar dengan entri-entri taknol sama dengan 1.

Contoh 11
Supercomp Ltd memproduksi dua model komputer yaitu PC1086 dan PC1186. Matriks A menunjukkan harga per komputer (dalam ribuan dolar) dan B menunjukkan produksi tahun 2005 (dalam perkalian 10000 unit). Tentukan matriks C yang menunjukkan pada pemegang saham harga per kuarter (dalam juta dolar) untuk bahan baku, pegawai, dan biaya lain-lain.

7.3 Sistem Persamaan Linear Eleminasi Gauss


Sistem linear m persamaan dalam n variabel 11 1 21 1 1 1 + + + + 1 + 2 + = 1 = 2 =

Sistem homogen

Sistem nonhomogen

Sistem Linear
Overdetermined Lebih banyak persamaan daripada variabel yang tidak diketahui Determined Jumlah persamaan sama dengan jumlah variabel yang tidak diketahui

Underdetermined Jumlah persamaan lebih sedikit daripada jumlah variabel yang tidak diketahui
Consistent Mempunyai setidaknya satu solusi Inconsistent Tidak mempunyai solusi

Matriks
Matriks koefisien 11 21 = 1 12 22 2 1 2

Matriks kolom
1 . = . . 1 . dan = . .

Matriks yang Diperluas


11 21 = 1 12 22 2 1 1 2 . .

Operasi Dasar Matriks


Menukar dua baris

Menambahkan hasil perkalian satu baris dengan

sebuah konstanta ke baris yang lain Mengalikan satu baris dengan konstanta yang taknol

Electrical Network

Node P 1 2 + 3 = 0 Node Q 1 + 2 3 = 0 Right loop 102 + 253 = 90 Left loop 201 + 102 = 80

7.4 Bebas Linear. Rank Matriks. Ruang Vektor


DEFINIS Rank Matriks I Rank dari matriks A adalah jumlah maksimum dari vektor baris yang bebas linear dari matriks A. Dinotasikan dengan rank A.

Teorema
Teorema 1 Dua matriks dikatakan ekivalen baris jika mempunyai rank yang sama. Teorema 2 Matriks A dan AT mempunyai rank yang sama

7.5 Solusi Sistem Linear


Teorema 1 Pandang sistem linear m persamaan dalam n variabel 11 1 21 1 1 1
(a) (b) (c) (d)

+ + +

+ 1 + 2 +

= 1 = 2 =

Eksistensi Tunggal Banyak solusi Eliminasi Gauss

(a) Eksistensi. Sistem persamaan konsisten jika

dan hanya jika matriks koefisien dan matriks yang diperluas mempunyai rank yang sama. (b) Tunggal. Sistem persamaan mempunyai solusi tunggal jika rank A sama dengan n. (c) Banyak solusi. Sistem persamaan mempunyai banyak solusi jika rank A < n. (d) Eliminasi Gauss. Jika solusi sistem persamaan ada, maka solusi dapat diperoleh dengan menggunakan eliminasi Gauss.

7.6 Determinan
Determinan orde dua

11 = det = 21

12 22
(1)

Aturan Cramer Solusi sistem persamaan dua persamaan dengan dua variabel 11 1 + 12 2 = 1 21 1 + 22 2 = 2 adalah 1 12 22 1 = 2 11 1 2 2 = 21 dengan 0

7.8 Invers Matriks Eleminasi Gauss-Jordan


dengan A adalah matriks berukuran n x n sedemikian sehingga AA-1 = A-1A = I dimana I adalah matriks identitas yang berukuran n x n. Jika matriks A mempunyai invers, maka A disebut matriks nonsingular.

DEFINIS Invers Matriks Invers dari matriks Anxn adalah dinotasikan I -1

Jika matriks A tidak mempunyai invers, maka A disebut matriks singular. Jika matriks A mempunyai invers, maka inversnya tunggal.

Teorema 1
Eksistensi Invers Invers matriks A yang berukuran nxn ada jika dan hanya jika rank A = n. A nonsingular jika rank A= n. A singular jika rank A < n.

Contoh 1. Invers Matriks dengan Eleminasi Gaus-Jordan


Tentukan invers dari matriks 1 1 = 3 1 1 3 Solusi. 1 1 2 = 3 1 1 1 3 4 2 1 4 1 0 0 0 0 1 0 0 1

1 0 0 = 0 1 0 ??? 0 0 1

Eleminasi Gauss 1 3 1 1 0 0 1 2 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 2 + 3 1 0 2 3 4 0 0 1 3 1 0 2 1 2 2 2 1 0 0 1 7 3 1 0 0 2 1 0 1 3 2 0 2 1 7 3 2 1 0 0 1 0 0 1

1 2 1 0 0 2 7 3 1 0 0 5 4 1 1

Langkah Gauss-Jordan

1 0 0

1 2 1 1 1 0 0 2 7 3 1 0 0.5 2 0 0 5 4 1 1 0.2 3 0
0 0.5 0.2

1 1 0

2 1 0 0 3.5 1.5 0.5 0 1 0.8 0.2 0.2


0 0.6 0.4 0 1.3 0.2 1 0.8 0.2 0.4 0.7 0.2

1 1 2 1 0 1 3.5 1.5 0 0 1 0.8

0 1 + 2 3 1 1 0 2 3.5 3 0 1 0.2 0 0

Teorema 2. Invers Matriks


Invers matriks nonsingular A berukuran n x n adalah 1 T 1 = det

Teorema 3. Hukum Kanselasi


Misalkan A, B, dan C matriks-matriks berukuran n x n. Maka a) Jika rank A = n dan AB = AC, maka B = C. b) Jika rank A = n, jika AB = 0 maka B = 0. Jika AB = 0, tetapi A 0 dan B 0, maka rank A < n dan rank B < n. c) Jika A singular, maka BA dan AB juga singular.

Teorema 4. Determinan Perkalian Matriks


Untuk sebarang matriks n x n A dan B, det (AB) = det (BA) = det A det B

Kuis 19 Oktober 2012


Materi 1. Nodal 2. Mesh 3. Aplikasi 4. Determinan 5. Aturan Cramer 6. Eliminasi Gauss 7. Invers (Adjoin, Eliminasi Gauss-Jordan) Blog: indahyanti.lecture.ub.ac.id