Anda di halaman 1dari 5

8

Buletin Perpustakaan Lantip SD Negeri Magelang 6 Edisi I terbit 25 Februari 2013

Sstttt ada koleksi


Ciatt ciaattt Weitss ayo belajar segera jurus-jurus ampuh nan sakti Matematika ini.

baru di perpustakaan kita. Buruan pinjam yuuukkk!!!

Ingin disukai temantemanmu? Coba yuk menahan marah seperti si Saliha ini Dijamin kamu bakal punya banyak teman dehh Nina bobo oh nina bobo Hihihi. Yang suka baca dongeng sebelum tidur.. ini adalah buku yang siap menemani tidur kamu teman. Baca segera dan nantikan mimpi indahmu bersama tokoh-tokoh dongeng pilihan ini.

Hallooo... Six a six... six a six... perkenalkan, aku adalah Buletin EsmasiX SD Negeri Magelang 6. Aku lahir pada tanggal 25 Februari 2013 di SD Negeri Magelang 6. Buletin EsmasiX diterbitkan oleh Perpustakaan Lantip loh... buletin yang sedang kamu baca ini adalah Buletin perdana alias yang pertama kali terbit. Teman-teman boleh memanggilku Buletin EsmasiX. Teman-teman yang memiliki karya-karya seperti Puisi, Cerpen atau lain sebagainya dan ingin karyanya dimuat di Buletin EsmasiX segera saja serahkan langsung karya kamu kepada petugas perpustakaan Lantip. Nanti karya yang bagus pasti dimuat di buletin ini. Teman-teman tidak perlu takut karyanya jelek, yang penting pede dan sering-sering berlatih, karena semakin sering kamu berlatih semakin bagus hasil karyamu. Tiada gading yang tak retak. Edisi perdana kami pasti masih banyak kekurangan. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Oke teman-teman selamat menulis. Salam hangat dariku... Buletin EsmasiX SD Negeri Magelang 6 ^^
Buletin EsmasiX diterbitkan oleh:Perpustakaan Lantip SD Negeri Magelang 6. Penanggung Jawab: Sariyem, S. Pd. Dewan Redaksi: Yarmini,S. Pd, Teguh Saputro, A. Ma, Yumna Fatikha,S. Pd, Annisa Kurnia, S.Pd.I, Febrianto Bayu, Fitri Juniar,S. Kom, Rudy Hartanto,S. Kom, Ghany Widyas A, S. Pd. Alamat Redaksi: SD Negeri Magelang 6, Jl. Pahlawan No. 21 Kota Magelang. Redaksi menerima kiriman karya berupa cerpen, artikel, puisi dsb.

Yang ngaku suka sains yukk kunjungi dan like segera fp Magelang6 Sains Club

2
Hiu Gergaji, Hiu Endemik Danau Sentani

puisi Ibu
Aku lahir tanpa apa-apa, Engkaulah yang mengajariku segalanya, Membesarkanku dengan segala upaya, Berharap aku kan jadi orang yang berguna.. Ketika aku menangis dalam takut, Engkaulah yang menenangkanku.. Dan ketika aku jatuh sakit, Engkaulah yang selalu berada di sampingku.. Engkau menegurku ketika aku salah, Engkau mengingatkanku ketika aku lupa, Engkau menghiburku ketika aku sedih, Engkaulah yang menyembuhkanku ketika aku terluka.. Kini aku telah dewasa, Berusaha mengejar dan meraih cita-cita, Berharap kan menjadi orang yang berguna, Demi mewujudkan harapan dan impian keluarga..

pantun
Burung nuri di dalam sangkar Sangkar dibuat dari bambu Tidak baik sering bertengkar Kalah menang jadi abu Pakai payung dikala hujan Kena baju pastilah basah Kalau ingin lulus ujian Rajin belajar pantang menyerah Ada sisir monyet berkaca Ada kuda mirip keledai Rajin menulis rajin membaca Itu pertanda anak yang pandai

Hiu? hiii mendengarnya saja mungkin sudah membuat bulu kudukmu merinding. Maklum saja hewan yang satu ini memang terkenal dengan keganasannya. Belum lagi gigi-giginya yang tajam. Wuih pokoknya mengerikan sekali deh. Di Papua, tepatnya di Danau Sentani, ada jenis hiu yang dinamakan Hiu Gergaji. Disebut Hiu Gergaji karena gigi-giginya bentuknya seperti gergaji, itu loh alat yang biasa digunakan Pak Tukang untuk memotong kayu. Orang barat menyebutnya Largetooth Jawfish yang berarti ikan hiu bergigi besar. Kalau di Papua, hiu ini lebih lebih beken dengan nama Pari atau Hiu Sentani. Kenapa disebut Hiu Sentani? Karena hiu ini adalah binatang endemik di Danau Sentani. Hiu ini merupakan ikan penghuni air tawar dan menyukai daerah tropis. Ukuran ikan ini lumayan besar teman, hiu dewasa ukurannya mampu mencapai 6,6 meter. Ikan ini memiliki 14 hingga 22 gigi gergaji di setiap sisi. Gigi-gigi ini digunakan sebagai alat untuk mencari makanan berupa ikan-ikan yang berukuran sedang dan kecil. Sekali hap ikan-ikan kecil langsung bersarang di mulutnya, hiiii.. Walaupun nama dan penampilannya mengerikan, ternyata populasi ikan ini sekarang sudah mulai menyusut loh teman. Hiu Gergaji saat ini sudah masuk dalam daftar spesies yang dilindungi karena sudah terancam punah. Mereka sering diburu olek kolektor ikan, bahkan penduduk setempat juga sering menangkapnya. Sayang ya teman, ikan hiu unik seperti Hiu Gergaji sudah terancam punah. Semoga orang-orang yang suka berburu ikan ini segera sadar dan menghentikan perbuatannya yang sangat merugikan bagi kelangsungan hidup Hiu gergaji. Oleh: Yumna Fatikha *Disadur dari Wikipedia Indonesia dengan berberapa perubahan

5
Setiap hari sambil melakukan rutinitasnya, Ibu dari 3 orang putra yaitu Fajarotul Munawaroh, Muhammad Arif Fauzan dan Annisa Fauziyah Nur ini tidak pernah berhenti berdoa agar kehidupan beliau di masa yang akan datang diberi kemudahan. Sambil menumbuk beras, beliau berdoa supaya besok kalau dewasa tidak lagi menumbuk beras. Sambil menimba air beliau juga berdoa supaya kelak tidak lagi menimba air. Pokoknya dalam segala rutinitas yang Bu Sari lakukan selalu disertai dengan doa. Alhamdulillah apa yang ibu panjatkan kepada Allah supaya mendapat kehidupan yang lebih layak dikabulkan oleh Allah. Sekarang ibu tidak perlu lagi menumbuk padi sebelum memasak, tidak perlu lagi memakai lampu teplok karena sudah ada listrik, tidak perlu lagi menimba air karena sudah ada PDAM. Semua itu ibu syukuri sebagai berkah dan anugrah dari Allahcerita beliau kepada EsmasiX. Bu Sari menyelesaikan jenjang SPG (SekolahPendidikan Guru) pada tahun 1981 di Wates, Kulon Progo. Jenjang D2 pada tahun 1999 dan jenjang S1 pada tahun 2004. Kemudian diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1983. Beliau senantiasa bersyukur, semenjak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, kehidupan beliau sudah lebih membaik dibanding dengan sebelumnya. Paling tidak, pekerjaan sekarang tidak lebih berat dibanding ketika bekerja di desa ungkap Bu Sari Pertama kali Bu Sari ditugaskan di SD Tidar 7 selama 20 tahun. Kemudian pindah ke SD Rejowinangun Selatan 2. Di SD tersebut Bu Sari bertugas selama 9 tahun. Dan semenjak Bulan Juli tahun 2012 Bu Sari ditugaskan di SD kita tercinta ini, SD Negeri Magelang 6. Beliau mengaku pekerjaan di dinas saat ini terasa lebih mudah karena sejak kecil beliau sudah ditempa dengan berbagai macam cobaan yang cukup berat. Sebelum mengakhiri ceritanya, Bu Sari berpesan kepada sahabat EsmasiX supaya senantiasa Berdoa, Bekerja keras, dan Disiplin. Apabila kita senantiasa berdoa, beribadah, bekerja keras dan disiplin Insyallah pasti diberikan kemudahan. Tanpa ketiganya ataupun salah satu dari ketiganya, semua yang kita inginkan tidak mungkin dapat tercapai. Kalau kita ingin sukses, kita harus berjuang dan optimis. Kesuksesan tidak dapat diraih dengan mudah tanpa doa dan usaha jelasnya. Yap begitulah sosok Ibu Kepala Sekolah kita tercinta yang senantiasa optimis, pantang menyerah dan rajin berdoa untuk mencapai segala keinginannya. Sahabat EsmasiX yang ingin lebih dekat lagi silahkan sowan langsung ke rumah beliau di Tidarsari Rt 02 Rw 12 KelurahanTidar Selatan Kota Magelang. (redaksiEsmasiX)

Sahabat EsmasiX, edisi perdana kali ini EsmasiX akan mengajak temanteman berkenalan lebih dekat dengan Kepala Sekolah kita yakni IbuSariyem, S. Pd. Hayo siapa yang belum pernah kenalan dengan beliau??? Nah simak baik-baik laporan EsmasiX ini ya. Bu Sari, begitu beliau akrab disapa lahir pada tanggal 29 September 1961 di sebuah desa kecil bernama Dusun Depok, Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo merupakan sosok yang sangat santun dan religius. Pribadi yang dikenal piawai dalam melantunkan tembang berbahasa jawa ini dilahirkan di sebuah keluarga yang sederhana. Beliau memiliki seorang kakak dan 4 orang adik. Sahabat EsmasiX, ternyata semenjak kecil Bu Sari sudah terbiasa melakukan apa-apa sendiri. Dari mulai menumbuk padi, menanak nasi, memetik sayur dan memasak semua dilakukan sendiri. Setiap pulang sekolah Bu Sari segera memasak. Kata beliau, Saat memasak yang paling repot adalah ketika musim penghujan, karena saat musim penghujan kayu bakarnya basah. Jadi susah sekali untuk dibakar. Untuk pergi ke sekolah, setiap harinya beliau harus menempuh jarak kurang lebih 3 km dengan kondisi jalan yang becek, berlumpur dan cukup terjal. Kalau berangkat ke sekolah sepatunya dijinjing, tidak dipakai. Nanti kalau sudah sampai di dekat sekolah, baru dipakai sepatunya supaya tidak kotor. Pernah pada suatu hari, saat pulang sekolah Bu Sari mengalami kejadian yang sampai saat ini sulit untuk dilupakan. Sambil menikmati perjalanan pulang sekolah, beliau senang sekali menikmati sejuknya air yang mengalir dari tebing dengan cara memasukkan salah satu kakinya ke dalam percikan air tersebut. Nah sedang asyik-asyiknya menikmati kesegaran air, tiba-tiba beliau merasakan sesuatu yang aneh di kakinya. Ternyata ada seekor ular yang menggigit kaki beliau, wuahhh... beliau langsung lari pulang ke rumah sambil menangis. Untung saja ular yang menggigit kaki Bu Sari termasuk jenis ular yang tidak memiliki bisa.

Tiap bangsa punya tradisi libur yang berbeda. Bangsa Arab menganggap hari Jumat adalah hari untuk Ibadah sehingga bangsa Arab libur. Lain lagi bangsa Yahudi yang menganggap hari sabtu adalah hari ibadah, sehingga mereka libur pada hari Sabtu. Lalu bagaimana dengan hari minggu yang merupakan hari libur di Indonesia dan mayoritas negara di dunia? Begini sejarahnya, tradisi libur di hari Minggu berasal dari tradisi Romawi Kuno di Italia. Pada saat itu orang Romawi Kuno beribadah di hari Minggu. Oleh kerena itu, orang Romawi libur di hari Minggu. Selain itu, orang Romawi selalu menandai hari libur dan hari penting lainnya dengan warna merah. Waktu itu orang Romawi menguasai banyak Negara di Eropa. Kekuasaan Romawi sampai Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, dan lain- lain. Tradisi libur di hari Minggu kemudian diterapkan di Negara- Negara jajahan Romawi.Termasuk Negara Belanda. Negara Belanda kemudian menjajah Indonesia selama 350 tahun. Orang- orang Belanda di Indonesia menerapkan tradisi libur di hari Minggu. Sampai sekarang, tradisi libur di hari Minggu masih dipakai di Indonesia. Alasannya, selama 6 hari orang sudah bekerja keras dan perlu libur. Pemerintah Indonesia menetapkan hari Minggu sebagai libur Nasional. Kalender Indonesia juga mewarnai hari libur lainnya dengan warna merah. Tradisi libur di hari Minggu tetap dipakai di banyak Negara sampai sekarang. Termasuk juga menandai tanggal- tanggal penting dengan warna merah. (sumber: terselubung.blogspot.com)
Memasukkan telur ke dalam botol Siapkan botol dan telur yang akan digunakan Bakar selembar kertas kemudian segera masukkan ke dalam botol Segera letakkan telur di atas mulut botol segera saat api masih menyala, lalu berikan sedikit tekanan, hal ini dimaksudkan agar botol menjadi terisolasi dari udara luar. Diamkan beberapa saat, maka telur perlahan-lahan akan masuk ke dalam botol Tentu kita tidak pernah berpikir untuk memasukan telur melalui botol yang mulutnya lebih kecil dibanding ukuran telur. Karena jika dimasukan dengan cara di dorong tentu saja telur tersebut akan hancur. Kita bisa mencoba eksperimen berikut untuk mengetahui jawabannya. Alat dan bahan: Telur rebus yang telah dikupas Botol dengan diameter mulut sedikit besar tetapi tidak dapat dilewati oleh telur rebus. Kertas Korek