Anda di halaman 1dari 24

LANGKAH-LANGKAH DALAM PENELITIAN

Resmiati, S.Kp,M.Kes

LANGKAH PENELITIAN
LANGKAH 1 Menentukan/ memilih masalah Melalui studi pendahuluan/ menyusun latar belakang LANGKAH 2 Merumuskan masalah LANGKAH 3 Menentukan tujuan LANGKAH 4 Mencari aspek manfaat

LANGKAH PENELITIAN
LANGKAH 5 Menentukan landasan teori/ pustaka LANGKAH 6 Menyusun kerangka konseptual LANGKAH 7 Menyusun hipotesis LANGKAH 8 Menentukan desain penelitian

LANGKAH PENELITIAN
LANGKAH 9 Menentukan populasi, sampel & teknik sampling LANGKAH 10 Menentukan variabel& definisi operasional LANGKAH 11 Menyusun& menentukan instrumen penelitian LANGKAH 12 Mengumpulkan data

LANGKAH PENELITIAN
LANGKAH 13 Menganalisis data LANGKAH 14 Menarik kesimpulan

LANGKAH 15 Menyusun Laporan

MASALAH PENELITIAN
Belum diketahuinya Ketidakjelasan Keragu-raguan Ketidakpastian Terhadap konsep atau penerapan konsep yang ada

Terhadap beberapa alternatif penjelasan/jawaban

SUMBER MASALAH PENELITIAN


1. Fenomena yang terjadi dalam praktek sehari-hari 2. Konsep dan/atau teori dalam buku-buku 3. Hasil penelitian 4. Interaksi peneliti dan sejawat

Ditulis sebagai latar belakang masalah

RUMUSAN MASALAH
Memiliki konsekuensi terhadap relevansi maksud dan tujuan dari peneletian, menggambarkan masalah apa yang ingin dicapai dalam penelitian 1. Masalah deskriptif 2. Masalah Komparatif 3. Masalah Asosiatif

TUJUAN PENELITIAN
Merupakan kegiatan awal dalam menentukan arah dari rencana penelitian yang akan dilakukan Diperoleh dari rumusan masalah penelitian yang telah ditetapkan sebagai indikator terhadap hasil yang diharapkan Tujuan penelitian harus jelas, ringkas, pernyataan deklaratif yang biasanya ditulis dalam bentuk kalimat aktif Terdiri dari tujuan umum & tujuan khusus

MANFAAT PENELITIAN
Peneliti, baik mahasiswa penyusun skripsi ataupun peneliti lain sudah harus siap dengan jawaban jika orang mengajukan pertanyaan, "Apakah manfaat penelitian Anda?"

KERANGKA KONSEPTUAL
Merupakan bagan kerja terhadap rancangan kegiatan yang akan dilakukan meliputi siapa yang akan diteliti (subjek penelitian), variabel yang akan diteliti, dan variabel yang mempengaruhi dalam penelitian.

Subjek penelitian

Variable independen

Variable dependen

Hipotesis
Hipotesis berarti pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya. Untuk menguji kebenaran sebuah hipotesis digunakan pengujian yang disebut pengujian hipotesis.

Jenis Hipotesis
Hipotesis Nol (Ho) Hipotesis yang menyatakan tidak ada perbedaan sesuatu kejadian antara dua kelompok. Atau hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain. Hipotesis Alterenatif (Ha) Hipotesis yang menyatakan ada perbedaan suatu kejadian antara kedua kelompok. Atau hipotesis yang menyatakan ada hubungan variabel satu dengan variabel yang lain.

DESAIN PENELITIAN
Merupakan rancangan yang digunakan dalam melakukan prosedur penelitian 1. Desktiptif (korelasi, cross seksional) 2. Rancangan observasional (case kontrol, kohort) 3. Rancangan eksperimental ( pre eksperimen, true eksperimen, faktorial desain, quasi eksperimen)

JENIS VARIABEL
1. Variabel independen (bebas) Yaitu variabel yang nilainya menentukan variabel lain. Biasanya dimanipulasi, diamati dan diukur untuk diketahui hubungannya atau pengaruhnya dengan variabel lain 2. Variabel dependen (tergantung) Variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain. Merupakan factor yang diamati dan diukur untuk menentukan ada tidaknya hubungan atau pengaruh dari variabel bebas

3.

Variabel Perancu (Confounding) Adalah variabel yang nilainya ikut menentukan variabel tergantung baik secara langsung maupun tidak langsung. Identifikasi variabel perancu ini amat penting karena bila tidak ia dapat membawa kita pada kesimpulan yang salah, misalnya ditemukan terdapat hubungan antara varibel padahal sebenarnya tidak ada atau sebaliknya, tidak ditemukan hubungan antar variabel padahal hubungan itu ada. Misalnya peneliti ingin mencari hubungan antara kebiasaan minum kopi dan variabel tergantungnya adalah insiden PJK. Kebiasaan merokok dapat merupakan variabel perancu, oleh karena ia berhubungan dengan kebiasaan minum kopi (bebas) dan berhubungan pula dengan kejadian penyakit jantung (variabel tergantung), usia (perancu)

DEFINISI OPERASIONAL
Aturan membuat definisi: Definisi harus dapat dibolak-balik dengan hal yang didefinisikan (luas keduanya harus sama) Definisi tidak boleh negative. Misalnya, kepuasan adalah tidak senang Apa yang didefinisikan tidak boleh masuk dalam definisi. Misalnya, kepuasan adalah rasa puas yang dirasakan seseorang terhadap Definisi tidak boleh dinyatakan dalam bahasa yang kabur (ambigious). Misalnya, kepuasan adalah rasa batin yang bersifat individual

Langkah-langkah Penyusunan definisi

Konsep Kepuasan

Dimensi

Indikator

Definisi Perasaan senag seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesenangan terhadap aktivitas dan suatu produk dan harapannya Pencapaian kesenagan seseorang terhadap suatu aktivitaas yang dilakukan

Meningkatnya kepuasan Persepsi terhadap pelayanan 1. Kehandalan 2. Daya tanggap 3. Kepastian 4. Empati 5. Berwujud 1. Sesuai, akurat, konsisten 2. Cepat, mendengar, mengatasi keluahan 3. Keyakinan, kepercayaan 4. Peduli, perhatian 5. Penampilan fisik; peralatan, materi, dan SDM

Tanggapan seseorang (pelanggan: pasien, keluarga, masyarakat) terhadap suatu kegiatan yang diterima dari prosedur (instuti: RS, pendidikan, dll)

Populasi
Populasi dalam penelitian adalah setiap subjek (misalnya manusia; pasien) yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Contoh semua pasien yang menjalani operasi jantung di RS Harapan Kita

Sampel
Syarat-syarat sampel: 1. Representatif Mewakili populasi Harus direncanakan dan jangan asal ambil

2. Sampel harus cukup banyak Semakin besar sampel, semakin mengurangi angka kesalahan Analisis sampel statistik pada sampel kurang dari 10 tidak dianjurkan dan sampel sebesar 30 atau lebih dianggap mewakili keakurat populasi

INSRUMEN PENELITIAN
Dalam menyusun instrumen/ alat ukur penelitian, hendaknya memahami metode dan jenis instumen yang digunakan, apakah akan menggunakan angket, daftar periksa, lembar observasi, atau instrumen lainnya. Selanjutnya peneliti menyusun parameter/ indikator yang akan digunakan dalam penelitian

Karakteristik alat ukur


Validitas (kesahihan) menyatakan apa yang seharusnya diukur Reliabilitas (keandalan) adalah adanya suatu kesamaam hasil apabila adanya suatu kesamaan hasil apabila pengukuran dilaksanakan oleh orang yang berbeda ataupun waktu yang berbeda

Pengolahan data, Analisis data, Presentasi dan Interpretasi Hasil


Ada 5 tahapan dalam pengolahan data 1. Editing Merupakan kegiatan untuk melakukan pengecekan isian formulit/kuisioner: lengkap, jelas, relevan dan konsisten 2. Koding Merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data angka/bolangan, missal variable pendidikan dikoding 1=SD, 2 = SMP, 3=SMU, dan 4=PT, dll. 3. Scoring Pemberian skor untuk variable dependen dan independent dan dijumlahkan 4. Proccesing Memproses data agar dapat dianalisis, meng-entry data dari kuesioner ke program komputer 5. Cleaning Pengecekan data kembali yang sudah di-entry apakah ada kesalahan atau tidak Misal: pendidikan diberi kode 1-4 tetapi ada data yang dinilai 7.

Langkah-langkah analisis data (kuantitatif) :


1. Analisis deskriptif (univariat) Untuk menjelaskan/mendeskripsikan karakteristik masingmasing variabel Data kategorik : prosentase Data numeric: mean, median, modus, range, jarak kuartil, standar deviasi 2. Analisis analitik (bivariat) Analisis untuk mengetahui hubungan dua varibel, misal : untuk mengetahui hubungan antara berat badan dan tekanan darah Tergantung jenis data: Kategorik dengan kategorik: chi-square Kategorik dengan numeric: t-test Numerik dengan numeric: regresi sederhana, korelasi person produck momen, dll 3. Analisis multivariat Merupakan analisis yang berhubungan antara beberapa variabel independen dengan satu variabel dep[enden. Amisal: regresi logistic, regresi linier ganda, dll.