Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN

AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH( LAKIP ) KECAMATAN SETU KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2012

Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2013


1

KATA PENGANTAR

Sejalan dengan ikhtiar kita untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui kegiatan pembangunan di segala bidang, sudah sepantasnya kita senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala, atas semua limpahan Rahmat dan Karunia-Nya yang tidak terhingga bagi bangsa dan negara tercinta ini. Tidak terasa kita telah melaksanakan tugas-tugas yang diamanati oleh Walikota Tangerang Selatan pada tahun 2012 yang terdiri dari beberapa program maupun kegiatan untuk mencapai visi Walikota Tangerang Selatan. Dimana saat ini saya menyusun laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2012 sebagai wujud terciptanya pelayanan kepada masyarakat secara umum dan laporan ataspelaksanaan kegiatan, program dan arah kebijakan yang telah disetuju. Dengan segala keterbatasan, saya menyadari pula bahwa pelaksanaan kegiatan pada tahun 2012 takkan terwujud tanpa bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua semua pegawai yang telah menjalankan tugas maupun kewajibannya.

Setu,

Januari 2013

CAMAT SETU

BANI KHOSYATULLOH NIP. 19740728 199402 1 002

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL .................................................................................................... 1 KATA PENGANTAR ............................................................................................. 2 DAFTAR ISI ........................................................................................................... 3 BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 4 1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 4 1.2 Landasan Hukum ........................................................................................ 5 1.3 Tujuan ......................................................................................................... 7 1.4 Gambaran Umum........................................................................................ 7 1.4.1. Tugas Pokok dan Fungsi Kecamatan ..................................................... 8 1.4.2. Struktur Organisasi ................................................................................ 9 1.5 Sistematika Penyajian ............................................................................. 10 BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA 2012 .......................... 12 2.1 RPJMD Kota Tangerang Selatan Tahun 2011-2016 ................................ 12 2.2 Rencana Strategi Kecamatan Setu Tahun 2011-2016 .............................. 14 2.2.1 Visi........................................................................................................ 14 2.2.2 Misi ....................................................................................................... 15 2.2.3 Tujuan .................................................................................................... 16 2.2.4 Sasaran .................................................................................................. 16 2.2.5 Indikator Kinerja Utama (IKU) ........................................................... 17 2.3 Penetapan Kinerja Tahun 2012 ................................................................. 19 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 2012 ........................................................ 22 3.1 Pengukuran Capaian Kinerja 2012 .......................................................... 22 3.2 Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja ................................................... 25 3.3 Akuntabilitas Keuangan ........................................................................... 25 BAB IV PENUTUP ................................................................................................. 34 4.1 Kesimpulan ............................................................................................... 34 4.2 Saran ........................................................................................................ 36 LAMPIRAN : 1. Rencana Kinerja Tahun 2012 2. Pengujuran Kinerja Sasaran 3. Pengukuran Kinerja Kegiatan 4. Penetapan Kinerja

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Kecamatan Setu adalah bagian dari pada perencanaan strategis dan merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja Kecamatan Setu.Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan salah satu barometer untuk mengetahui sejauhmana upaya peningkatan kinerja aparatur pemerintah telah dilaksanakan.Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan bentuk pertanggungjawaban instansi pemerintah dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Pengukuran indikator kinerja yang dipergunakan dalam pencapaian kinerja dapat diketahui melalui indikator input (masukan), output (keluaran), outcomes (hasil) dan Benefit (manfaat). Sedangkan untuk mengetahui tahapan pengakuran evaluasi kinerja dapat dilihat mulai dari capaian pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan, nilai capaian kerja pelaksanaan program samapai dengan nilai capaian kebijaksanaan. Tahapan evaluasi kinerja yang akan dijelaskan menunjukan bahwa kegiatan-kegiatan pembangunan, pengarahan, pengawasan dan pengendalian yang ada di Kecamatan Setu berjalan baik sesuai dengan tujuan dan sasaran. Pelaksanaan kinerja pada tahun 2012 Kecamatan Setu menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp. 5.867.347.178,10 dengan dana yang terealisasi sebesar Rp. 5.394.191.394,00, sisanya sebesar Rp. 473.155.784,10, merupakan silpa tahun 2012 yang mana kegiatan tersebut meliputi : 1. Peningkatan Pelayanan Administrasi Perkantoran; 2. Peningkatan sarana dan prasarana Aparatur; 3. Peningkatan kualitas dan disiplin Sumber Daya Aparatur;

4. Musrenbang Kecamatan dan Kelurahan; 5. Peningkatan kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat.

Hasil pencapaian kinerja tahun 2012 secara umum menunjukkan bahwa Kecamatan Setu telah dapat melaksanakan visi, misi, sasaran, kebijakan,dan program yang telah ditetapkan. Namun demikian masih terdapat hal- hal yang harus mendapatkan perhatian untuk peningkatkan pencapaian kinerja di tahun berikutnya. Walaupun evaluasi kinerja sudah dilakukan dengan baik dengan pencapaian kinerja mencapai 97% akan tetapi ada beberapa hambatan yang perlu diperhatikan seperti kurangnya sarana dan prasarana, sumber daya manusia

1.2

Landasan Hukum Landasan hukum penyusunan LAKIP SKPD Kecamatan Setu Kota

Tangerang Selatan Tahun 2012 adalah sebagai berikut : 1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Kolusi, Korupsi dan Nepotisme; 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan; 4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah; 7. Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemda; 11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Laporan Kinerja Instansi; 12. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan; 13. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; 14. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 15. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah; 16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 17. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 18. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 19. Permendagri Nomor 59 Tahun 2008 tentang Perubahan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 20. Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan kedua Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 21. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 22. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 06 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Tangerang Selatan (Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Nomor 06, Tambahan Lembaran Daerah Kota Tanerang Selatan Nomor 0610) 23. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 8 Tahun 2011 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kota Tangerang Selatan; (Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2011 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Kota Tanerang Selatan Nomor 0811)

24. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2011 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Kota Tanerang Selatan Nomor 1211)

1.3

Tujuan Dalam penyusunan LAKIP ini yang bertujuan seperti dibawah ini :

1. Keluaran berupa dokumen LAKIP Kecamatan Setu tahun 2012; 2. Hasil yang diharapkan adalah tersusunnya Laporan Capaian Kinerja Kecamatan Setu dan Laporan Kinerja Capaian Kinerja Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan; 3. Manfaat yang ingin dicapai adalah tersedianya media pertanggungjawaban instansi pemerintah dalam pencapaian misi dan tujuan organisasi; 4. Dampak yang diharapkan adalah terwujudnya clean government dan good governance pada Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan.

1.4

Gambaran Umum Kecamatan Setu adalah salah satu dari tujuh kecamatan yang ada di

wilayah Kota Tangerang Selatan yang telah terbentuk berdasarkan Undangundang Nomor 51 Tahun 2008, Tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten. Kecamatan Setu yang terletak di bagian lintang selatan Kota Tangerang Selatan yaitu pada titik koordinat 10639 - 10642 Bujur Timur dan 061935- 062135 Lintang Selatan dengan luas wilayah 3.189,35 Ha. Kecamtan Setu merupakan kecamatan hasil pemekaran Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang, tujuan pemekaran Kecamatan Setu tersebut tidak lain untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan serta dapat memberikan kemampuan dalam pemanfaatan potensi wilayah.

1.4.1 Tugas Pokok dan Fungsi Kecamatan Tugas Pokok dan Fungsi secara umum merupakan hal-hal yang harus bahkan wajib dikerjakan oleh seorang anggota organisasi atau pegawai dalam suatu instansi secara rutin sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya untuk menyelesaikan program kerja yang telah dibuat berdasarkan tujuan, visi dan misi suatu organisasi. Setiap pegawai seharusnya melaksanakan kegiatan yang lebih rinci yang dilaksanakan secara jelas dan dalam setiap bagian atau unit.Rincian tugastugas tersebut digolongkan kedalam satuan praktis dan konkrit sesuai dengan kemampuan dan tuntutan masyarakat. Tugas Pokok dan fungsi (TUPOKSI) Kecamatan merupakan suatu kesatuan yang saling terkait antara tugas pokok dan fungsi diantara lain sebagai berikut : A. Tugas Pokok Kecamatan Kecamatan memiliki tugas dimana camat sebagai pelaksana pemerintah daerah di tingkat kecamatan mempunyai tugas melaksanakan

kewenangan pemerintah yang dilimpahkan Walikota dan tugas pemerintahan lainnya.

B. Fungsi Kecamatan Dalam melaksanakan tugas tersebut, Kecamatan Setu menyelenggarakan fungsi: 1. Pelaksanaan perencanaan dan perumusan bahan kebijakan program kerja bidang Pemerintahan, Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Pembangunan, Pengembangan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial; 2. Pelaksanaan pengumpulan, pengelolaan, penganalisisan data dibidang Pemerintahan, ketenteraman dan Ketertiban Umum, pembangunan, pengembangan ekonomi dan kesejahteraan sosial; 3. Penyelenggaraan kegiatan perumusan, ketenteraman dan Ketertiban Umum, pembangunan, pengembangan ekonomi dan kesejahteraan sosial;

4. Pelaksanaan Inventarisasi Aset Daerah atau Kekayaan Daerah lainnya yang ada di Wilayah Kecamatan serta pemeliharaan dan pengelolaan fasilitas umum dan fasilitas sosial; 5. Pelaksanaan pertimbangan pengangkatan Kepala Kelurahan; 6. Pelaksanaan peningkatan usaha-usaha pengembangan ekonomi Desa dan Kelurahan; 7. Pelaksanaan ketatausahaan umum dan kepegawaian, perencanaan dan keuangan; 8. Pelaksanaan pemberian rekomendasi/perijinan kewenangan di bidang Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum, Pembangunan, Pengembangan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial sesuai dengan kewenangannya; 9. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Kelurahan; 10. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait dengan kegiatan Pemerintahan Kecamatan; 11. Pelaksanaan pengawasan, monitoring dan evaluasi, pengendalian serta pelaporan kegiatan Pemerintahan Kecamatan; 12. Pelaksanaan urusan Pemerintahan lainnya yang dilimpahkan Kecamatan. 1.4.2 Struktur Organisasi Untuk melaksanakan tugas pokok, fungsi, susunan organisasi dan tatakerja tersebut, sesuai Peraturan Walikota Nomor 32 Tahun 2011struktur organisasi kecamatan, terdiri dari : a. Kepala Kecamatan; b. Sekretariat, membawahi : 1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. 2. Sub Bagian Keuangan 3. Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan. c. d. e. f. g. h. Seksi Pemerintahan; Seksi Kesejahteraan Sosial; Seksi Pelayanan Umum; Seksi Ekonomi dan Pembangunan ; Seksi Ketentraman dan Ketertiban; Kelompok Jabatan Fungsional.

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Kecamatan

1.5

Sistematika Penyajian Pada dasarnya Laporan Akuntabilitas Kinerja ini memberikan penjelasan

mengenai pencapaian kinerja Kecamatan Setu selama tahun 2012. Capaian kinerja (performance results) tahun 2011 tersebut diperbandingkan dengan Penetapan Kinerja (performance agreement) tahun 2012 sebagai tolok ukur keberhasilan Tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang. Sistematika penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kecamatan Setu Tahun 2012, sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Menjelaskan secara ringkas latar belakang, tujuan pembuatan lakip, dasar hokum pembuatan lakip dan gambaran umum Kecamatan Setu, serta struktur organisasi; BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA Menjelaskan secara ringkas dokumen perencanaan yang menjadi dasar pelaksanan program, kegiatan dan anggaran Kecamatan Setu Tahun
10

2012 meliputi RPJMD 2011-2016, Rencana Strategis Kecamatan Setu Tahun 2011 - 2016 dan Penetapan Kinerja Tahun 2012. BAB III AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2012 Menjelaskan analisis pencapaian kinerja Kecamatan Setu dikaitkan dengan pertanggungjawaban publik terhadap pencapaian sasaran strategis untuk Tahun 2012. BAB IV PENUTUP Menjelaskan simpulan menyeluruh dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Kecamatan Setu Tahun 2012 dan menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa datang.

11

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

Perencanaan Kota Tangerang Selatan yang dituangkan kedalam RPJMD tahun 20112016 dimana kecamatan setu sebagai satuan kerja perangkat daerah Kota Tangerang Selatan telah merencanakan strategi-strategi yang dituangkan dalam RENSTRA tahun 2011-2016 untuk membantu mewujudkan visi Walikota Tangerang Selatan dan menetapkan kinerja tahun 2012. 2.1 RPJMD Kota Tangerang Selatan 2011 -2016 RPMJD 2011-2016 ditujukan untuk lebih memantapkan Kota Tangerang Selatan di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. Berkaitan dengan ini telah di tetapkan kerangka Visi Kota Tangerang Selatan 2016 adalah: Terwujudnya Kota Tangerang Selatan yang Mandiri, Damai dan Asri, dengan penjelasan sebagai berikut : a. Visi Mandiri yang dimaksudkan adalah bahwa pada hakekatnya Kemandirian merupakan cita pikir, ide (gagasan), sikap dan perilaku setiap warga kota yang menunjukkan specific mass identity yang didasarkan pada penguasaan knowledge system (kualitas IPTEK) dan symbolic system (ketinggian karsa dan karya suatu urban society). Kehendak positif itu dapat diartikan bahwa seluruh stakeholder Kota Tangerang Selatan dengan seluruh sumberdaya yang ada senantiasa berupaya untuk mencapai hasil maksimal dalam membangun identitas kolektif sebagai kota pemukiman, kota perdagangan dan jasa, dan kota pelayanan (pendidikan dan kesehatan dan aspek-aspek sosial budaya lain) tanpa menggantungkan sebagian atau seluruhnya kepada pihak lain, kecuali yang sudah menjadi haknya sebagai diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

12

b. Visi Damai yang dimaksudkan adalah bahwa pada hakekatnya Kedamaian merupakan pencapaian kualitas kehidupan bermasyarakat yang menjunjung tinggi tata nilai (value system) yang berlaku umum dalam masyarakat. Pembangunan pada dasarnya adalah untuk

menciptakan kedamaian, dan hanya dalam keadaan damai pembangunan dapat dilakukan dengan baik. Istilah damai dalam konteks visi pembangunan dapat dimaknai sebagai peningkatan kualitas hidup bermasyarakat menuju ketinggian harkat dan martabat manusia dalam suatu ruang kota yang terbangun secara harmonis dalam hubungan yang seimbang antara manusia, alam dan Sang Pencipta. Pencapaian visi damai dapat diukur dengan dengan keberhasilan Kota Tangerang Selatan mewujudkan masyarakat yang dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti: (1) ketercukupan pangan; (2) kelayakan tempat tinggal; (3) bekal pendidikan yang memadai dan pemeliharaan kesehatan yang baik; (4) memiliki daya saing; dan (5) respek dan saling menghargai berbagai perbedaan (suku, ras, agama) dan status sosial antar sesama warga kota dan dengan masyarakat lain. c. Visi Asri yang dimaksudkan adalah bahwa pada hakekatnya keasrian merupakan keseimbangan, keserasian, dan keselarasan antara

pengelolaan SDA, kehidupan sosial dan daya dukung lingkungan dalam mewujudkan kesinambungan kehidupan manusia dan ekosistemnya. Istilah keasrian dalam konteks visi ini diarahkan kepada pengelolaan dan pengembangan sumberdaya dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan, sehingga dapat merawat, melestarikan dan mewariskannya kepada generasi sekarang dan yang akan datang. Pencapaian visi asri dapat diukur dengan dengan keberhasilan Kota Tangerang Selatan mewujudkan lingkungan seperti: (1) lingkungan kota yang dapat

dikelola dan dikembangkan secara berkesinambungan; (2) kelestarian, kebersihan, keindahan, kepatutan dan kenyamanan dalam pengelolaan berbagai sumberdaya seperti sungai dan danau, air tanah, infrastruktur, perumahan, pusat.

13

Visi Kota Tangerang Selatan Tahun 2016 dijabarkan didalam misi, misi ini adalah rumusan dari usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai visi Kota Tangerang Selatan 2016 yaitu Terwujudnya Kota Tangerang Selatan yang Mandiri, Damai dan Asri. Misi walikota dalam periode 2011-2016 diarahkan untuk mewujudkan Tangerang Selatan yang lebih mandiri, damai dan asri meletakkan fondasi yang lebih kuat bagi Tangerang Selatan yang mandiri dan asri.Misi tersebut adalah : (1) Meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat; (2) Meningkatkan keharmonisan fungsi ruang kota yang berwawasan lingkungan; (3) Menata sistem sarana dan prasarana dasar perkotaan; (4) Meningkatkan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan masyarakat; (5) Meningkatkan fungsi dan peran kota sebagai sentra perdagangan dan jasa; (6) Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Rencana Strategi 2011 2016 Rencana Strategi merupakan jalan dari pelaksanaan program maupun kegiatan di suatu lembaga maupun instansi yang berpedoman kepada RPJMN dan RPJMD yang telah ditetapkan oleh kepala Negara maupun kepala daerah sebagai suatu proses otinomi daerah dimana RENSTRA Kecamatan Setu memiliki visi dan misi yang sejalan dengan visi dan misi RPJMD Kota Tangerang Selatan Tahun 2011-2016. Visi dan misi RENSTRA Kecamatan Setu sebagai berikut :

2.2

2.2.1 Visi Visi adalah cara pandang jauh kedepan kemana instansi pemerintah akan dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Visi merupakan suatu gambaran yang menantang tentang masa depan yang diinginkan oleh instansi pemerintah atau organisasi. Visi dibutuhkan oleh suatu organisasi untuk mencapai tujuan dalam waktu tertentu, menentukan sikap dan tindakan sebagai tolak ukur keberhasilan melaksanakan tugas.

14

Visi kecamatan tidak samadengan visi Camat, karena visi Camat adalah visi pejabat yang memimpin suatu SKPD yang disusun pada saat dilakukan fit and proper test untuk menduduki jabatan. Sedangkan visi kecamatan merupakan perpaduan antara visi seorang Camat dan visi perangkat kecamatan.Secara umum, dokumen perencanaan kecamatan berisikan visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan kecamatan. Dengan ini Kecamatan Setu memiliki Visi Kecamatan Terwujudnya Pelayanan Prima di

2.2.2 Misi Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh SKPD sesuai dengan visi yang telah ditetapkan agar tujuan dan sasaran organisasi tercapai dengan baik. Dengan pernyataan misi ini diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal SKPD dan mengetahui peran dan program-program serta hasil yang akan diperoleh dan diperjuangkan untuk mencapai masa datang yang lebih baikt. Mengacu pada visi Kecamatan Setu dan Misi Pemerintahan Kota Tangerang Selatan yang tercantum dalam Rancangan RPJMD, Kecamatan Setu menetapkan misi yang diemban dalam kurun waktu 2011 2016 adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan sistem administrasi perkantoran yang baik di kecamatan maupun kelurahan/desa. 2. Meningkatkan fasilitas penunjang pelayanan baik di kecamatan maupun kelurahan/desa. 3. Mewujudkan transparansi dalam prosedur pelayanan publik kepada masyarakat. 4. Menciptakan perencanaan strategis, melaksanakan pembinaan,

koordinasi, pengawasaan dan pengendalian, melibatkan partisipasi masyarakat dalam skala pembangunan.

15

2.2.3 Tujuan Berdasarkan kesesuaian antara faktor kunci keberhasilan dengan misi, maka dirumuskan tujuan sebagai berikut : 1. Menghasilkan pegawai dan aparatur yang mampu bekerja secara profesional sesuai dengan Tugas, Pokok, dan Fungsinya. 2. Meningkatkan fasilitas penunjang pelayanan baik di kecamatan maupun kelurahan/desa. 3. Memberikan kejelasan prosedur kepada masyarakat terhadap pelayanan publik. 4. Menghasilkan perencanaan dalam sektor ekonomi dan

pembangunan, ekonomi dan kessos, kependudukan, ketentraman dan ketertiban umum. 2.2.4 Sasaran Berdasarkan atas tujuan, selanjutnya Kecamatan Setu menjabarkan dalam sasaran-sasaran strategis yang akan dicapai secara tahunan selama periode Renstra. Sasaran strategis dan indicator kinerja sebagai alat ukur keberhasilan sasaran strategis selama tahun 2011-2016 adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1 Tabel Sasaran Strategi Sasaran Indikator Kinerja Utama

Tujuan 1 : Menghasilkan pegawai dan aparatur yang mampu bekerja secara profesional sesuai dengan Tugas, Pokok, dan Fungsinya. Sasaran Strategi 1: Meningkatkan sistem Penyediaan kebutuhan administrasi administrasi perkantoran yang kantor. baik Sarana dan prasarana penunjangpelaksanaan perkantoran. Sasaran Strategi 2: Meningkatkan disiplin aparatur Tingkat disiplin aparatur dalam agar mampu bekerja secara bekerja. profesional dan akuntabel Seragam PDH, Linmas, Batik untuk pegawai Kecamatan Setu

16

Tujuan 2 : Meningkatkan fasilitas penunjang pelayanan baik di kecamatan maupun kelurahan/desa. Sasaran Strategi 1: Fasilitas pelayanan publik di Penunjang fasilitas pelayanan Kecamatan Setu dan (Telepon, Internet, ATK, dll); keluahan/desa Tingkat kepuasan masyarakat. Tujuan 3 :Memberikan kejelasan prosedur kepada masyarakat terhadap pelayanan publik. Sasaran Strategi 1: Masyarakat Kecamatan Setu Transparasi publik. yang mendapatkan informasi Pelayanan informasi publik. secara akurat. Tujuan 4 : Menghasilkan perencanaan dalam sektor ekonomi dan pembangunan, ekonomi dan kessos, kependudukan, ketentraman dan ketertiban umum. Sasaran Strategi 1: Terwujudnya para pelaku usaha Pemberdayaan UKM dan Jumlah dan masyarakat pengguna UKM yang ada di wilayah Kecamatan infrastruktur serta sarana umum, Setu; organisasi sosial yang ada di Infrastruktur Penunjang yang masih Kecamatan Setu, Akurasi data kurang memadai; kependudukan dan pengawasan Peran serta masyarakat dalam proses yang dijalankan berdasarkan pembangunan dan kehidupan peraturan yang ada, bermasyarakat yg harmonis; Kenyamanan serta keamanan Data kependudukan yang belum warga Kecamatan Setu yang akurat; terjaga dengan baik Terbatasnya satuan pengamanan lintas masyarakat Kecamatan Setu; Tingkat keamanan dan kenyamanan lingkungan setempat.

2.2.5 Indikator Kinerja Utama (IKU) Kecamatan Setu juga telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) secara berjenjang, sebagai ukuran keberhasilan organisasi secara dalam mencapai sasaran strategis organisasi. Penetapan IKU telah mengacu pada Renstra Kecamatan Setu serta RPJMD Kota Tangerang Selatan tahun 20112012.Indikator kinerja utama ditetapkan dengan memilih indikator-indikator kinerja yang ada dalam Renstra Kecamatan Setu tahun 2011-2016 yang memiliki fokus pada perspektif stakeholder, sedangkan yang fokusnya pada internal bussines proses (peningkatan kapasitas internal organisasi) tidak

17

dijadikan sebagai Indikator Kinerja Utama.Indikator kinerja utama Kecamatan Setu yang akan digunakan untuk periode waktu tahun 2011-2016 sesuai periode Renstra telah ditetapkan oleh Camat Setu, sebagai berikut :

Tabel 2.2 Indikator Kinerja Utama Sasaran Strategi 1. Meningkatkan sistem administrasi perkantoran yang baik Indikator Kinerja Utama 1. Penyediaan kebutuhan administrasi kantor. 2. Sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan perkantoran. 1. Tingkat disiplin aparatur dalam bekerja. 2. Seragam PDH, Linmas, Batik untuk pegawai Kecamatan Setu 1. Penunjang fasilitas pelayanan (Telepon, Internet, ATK, dll) 2. Tingkat kepuasan masyarakat. 1. Transparasi publik. 2. Pelayanan informasi publik. 1. Pemberdayaan UKM dan Jumlah UKM yang ada di wilayah Kecamatan Setu; 2. Infrastruktur Penunjang yang masih kurang memadai; 3. Peran serta masyarakat dalam proses pembangunan dan kehidupan bermasyarakat yg harmonis; 4. Data kependudukan yang belum akurat; 5. Terbatasnya satuan pengamanan lintas masyarakat Kecamatan Setu; 6. Tingkat keamanan dan kenyamanan lingkungan setempat.

2. Meningkatkan disiplin aparatur agar mampu bekerja secara profesional dan akuntabel

3. Fasilitas pelayanan publik di Kecamatan Setu dan keluahan/desa

4. Masyarakat Kecamatan Setu yang mendapatkan informasi secara akurat 5. Para pelaku usaha dan masyarakat pengguna infrastruktur serta sarana umum, organisasi sosial yang ada di Kecamatan Setu, Akurasi data kependudukan dan pengawasan yang dijalankan berdasarkan peraturan yang ada, Kenyamanan serta keamanan warga Kecamatan Setu yang terjaga dengan baik

18

2.3

Penetapan Kinerja 2012 Penetapan Kinerja merupakan amanat Inpres Nomor 5 Tahun 2004

tentang Penetapan Kinerja.Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Tujuan khusus penetapan kinerja antara lain adalah untuk: meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur; sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah; sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi; menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur; dan sebagai dasar pemberian

rewardatau penghargaan dan sanksi.


Kecamatan Setu telah membuat penetapan kinerja tahun 2012 secara berjenjang sesuai dengan tugas dan fungsi yang ada.Penetapan kinerja ini telah mengacu pada Renstra Kecamatan Setu dan serta RJMD tahun 2011-2016. Oleh karena itu Indikator indicator kinerja dan target tahunan yang digunakan dalam penetapan kinerja ini adalah indikator kinerja utama tingkat kecamatan yang telah ditetapkan dan telah diintegrasikan dalam Renstra Kecamatan Setu tahun 2011-2016.Penetapan Kinerja tingkat Kecamatan Setu Tahun 2012 yang telah ditandatangani pada bulan Januari 2012 adalah sebagai berikut :

19

Tabel 2.3 Penetapan Kinerja Tahun 2012 NO 1 SASARAN STARTEGIS Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran yang baik dan efektif Meningkatnya sarana dan prasarana aparatur INDIKATOR KINERJA Jumlah Seksi yang belum memenuhi standar pelayanan administrasi perkantoran yang baik. Jumlah aparatur Kec. Setu pada tiap-tiap seksi dan sub bagian yang belum mendapatkan sarana dan prasaranan yang memadai dan mendukung kearah pelayanan yang baik. Jumlah perlengkapan yang menunjang disiplin aparatur Kec. Setu Laporan keuangan selama 1 tahun yang terbagi kedalam laporan perencanaan, semesteran, dan akhir tahun TARGET Paket pengadaan barang dan jasa Periode JanuariDesember Paket pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor, serta pemeliharaan pada periode JanuariDesember 57 Orang (Aparatur Kantor Kec. Setu) PROGRAM/KEGIATAN Program Non Urusan Setiap SKPD/Pelayanan Administrasi Perkantoran Program Non Urusan Setiap SKPD/Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Meningkatnya disiplin aparatur Meningkatnya sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

Meningkatnya dokumen perencanaan

Program Non Urusan Setiap SKPD/Peningkatan Disiplin Aparatur Laporan keuangan Program Non Urusan Setiap selama Januari-Desember SKPD/Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan Jumlah laporan perencanaan Pelaporan selama 12 Program Non Urusan Setiap selama 4 triwulan yang meliputi bulan (januari-desember) SKPD/Penyusunan Dokumen Lakip, ROK, IKU, Tapkin, Perencanaan Renja, Renstra, LKPJ, LPPD, RKA
20

Meningkatnya perencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh Meningkatnya perencanaan pembangunan daerah

Sosialisasi kebijakan pemerintah dalam pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh Perancangan pembangunan daerah dan hasil musyawarah para pihak yang terkait dengan mengacu kepada kebijakan yg berlaku Jumlah masyarakat yang sudah memiliki KTP sesuai aturan yang ditetapkan Jumlah peserta fasilitasi upaya perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan Jumlah produk yang dipromosikan dari hasil produksi unggulan di Kecamatan Setu Penertiban warung remangremang, pedagang kaki lima, dan spanduk di wilayah Kecamatan Setu

117 Orang

Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh Program Perencanaan Pembangunan Daerah

570 orang (5 desa & 1 kelurahan)

Meningkatnya pelayanan administrasi kependudukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan Meningkatnya kualitas hidup dan perlindungan perempuan Meningkatnya kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil menengah Meningkatnya keamanan dan kenyamanan lingkungan

81 orang

Program Penataan Administrasi Kependudukan

113 orang

Program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil menengah Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan

10

1 Stand pameran UKM

11

5 titik kawasan bebas PKL

21

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.1

Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2012 Pengukuran tingkat capaian kinerja Kecamatan Setu tahun 2012

dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator sasaran yang telah ditetapkan dalam PenetapanKinerja Kecamatan Setu 2012 dengan realisasinya. Tingkat capaian kinerja Kecamatan Setu tahun 2012 berdasarkan hasil pengukurannya dapat diilustrasikan dalam tabel sebagai berikut :

22

Tabel3.1Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran Tahun 2012 % Pencapaian Rencana Target 100

No

Sasaran

Indikator Sasaran

Satuan

Target

Realisasi

Ket

Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran yang baik dan efektif Meningkatnya sarana dan prasarana aparatur

3.

Meningkatnya disiplin aparatur

Meningkatnya sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

Meningkatnya dokumen perencanaan

Meningkatnya perencanaan

Jumlah Seksi yang belum memenuhi standar pelayanan administrasi perkantoran yang baik. Jumlah aparatur Kec. Setu pada tiaptiap seksi dan sub bagian yang belum mendapatkan sarana dan prasaranan yang memadai dan mendukung kearah pelayanan yang baik. Jumlah perlengkapan yang menunjang disiplin aparatur Kec. Setu Laporan keuangan selama 1 tahun yang terbagi kedalam laporan perencanaan, semesteran, dan akhir tahun Jumlah laporan perencanaan selama 4 triwulan yang meliputi Lakip, ROK, IKU, Tapkin, Renja, Renstra, LKPJ, LPPD, RKA Sosialisasi kebijakan pemerintah

100

100 %

Sangat baik Baik

100

96.18%

100

100

100%

100

Sangat Baik Baik

100

92.23%

100

100

78.23%

100

Baik

100

100%

100

Sangat

23

pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh Meningkatnya perencanaan pembangunan daerah

Meningkatnya pelayanan administrasi kependudukan sesuai dengan peraturan perundangundangan Meningkatnya kualitas hidup dan perlindungan perempuan Meningkatnya kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil menengah Meningkatnya keamanan dan kenyamanan lingkungan

dalam pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh Perancangan pembangunan daerah dan hasil musyawarah para pihak yang terkait dengan mengacu kepada kebijakan yg berlaku Jumlah masyarakat yang sudah memiliki KTP sesuai aturan yang ditetapkan Jumlah peserta fasilitasi upaya perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan Jumlah produk yang dipromosikan dari hasil produksi unggulan di Kecamatan Setu Penertiban warung remang-remang, pedagang kaki lima, dan spanduk di wilayah Kecamatan Setu

baik % 100 100% 100 Baik

100

100%

100

Baik

100

100%

100

Baik

10

100

100%

100

Baik

11

100

100%

100

Baik

24

3.2

Evaluasi dan Analisa Capaian Kinerja Evaluasi kinerja dimulai dengan menghitung nilai capaian dan

pelaksanaan kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menghitung nilai capaian program dan kajian serta sasaran didasarkan nilai capaian kinerja tersebut. Disamping itu pula dilakukan pembobotan standar kegiatan, program, kebijakan, sasaran dan tujuan dengan mengunakan intelektual judgement pembobotan sebagai berikut :

3.3

Akuntabilitas Keuangan Realisasi anggaran dan kinerja Kecamatan Setu tahun 2012 adalah

sebagai berikut : 1. Pagu Tahun 2012 adalah sebesar Rp.3,941,776,180,- (Tiga milyar sembilan ratus empat puluh satu juta tujuh ratus tujuh enam ribu seratus delapan puluh rupiah.

2. Realisasi anggaran belanja langsung pada per 31 Desember 2012 adalah sebesarRp.3,541,188,874,- (Tiga milyar lima ratus empat puluh satu juta seratus delapan puluh delapan ribu delapan ratus tujuh puluh empat rupiah) atau 89,84%dari pagu anggaran.

25

Tabel 3.2 Realisasi Anggaran Tahun 2012 NO 1. Kegiatan Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Honorarium Tim Pengadaan Barang dan Jasa Honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Honorarium Pegawai Honorer Tidak tetap Belanja Alat Tulis Kantor Penyediaan Dokumen / Administrasi Tender Penyediaan Alat Listrik dan Elektronik (Lampu Pijar, Baterai Kering) Penyediaan Perangko, Materai dan Benda Pos Lainnya Penyediaan Peralatan Kebersihan dan Bahan pembersih Penyediaan Telepon Penyediaan Listrik Pagu Anggarab (Setelah Perubahan) 1,592,772,964 1,700,000 3,000,000 1,029,600,000 98,970,740 394,730 5,687,100 3,000,000 24,121,424 21,600,000 94,600,000 Realisasi Rp 1,507,877,865 1,700,000 3,000,000 1,029,600,000 97,905,900 374,000 5,687,100 3,000,000 20,560,000 3,777,866 82,414,997 Realisasi Fisik (%) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Sisa 84,895,099 0 0 0 1,064,840 20,730 0 0 3,561,424 17,822,134 12,185,003 % 5.33 0 0 0 1.08 5.25 0 0 14.76 82.51 12.88

% 94.67 100 100 100 98.92 94.75 100 100 85.24 17.49 87.12

26

2.

Penyediaan Kawat / Faksimili / Internet Penyediaan Jasa Pengamanan Kantor dan Rumah Dinas Penyediaan Jasa Cleaning Service Penyediaan Jasa Promosi dan Publikasi Penyediaan Langganan Satelit Penyediaan Cetakan Makan dan Minum Harian Pegawai Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Dinas Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Honorarium Tim Pengadaan Barang dan Jasa Honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Penyediaan Bahan Bakar Minyak / Gas Penyediaan Listrik Penyediaan Jasa Service

66,000,000 26,400,000 45,600,000 6,000,000 9,600,000 17,274,450 18,714,520 66,000,000 54,510,000 1,344,596,176 11,600,000 11,700,000 52,110,000 7,079,200 6,312,000

58,902,826 26,400,000 45,600,000 6,000,000 4,229,936 17,184,000 18,691,240 28,650,000 54,200,000 1,207,038,209 4,950,000 1,050,000 20,522,345 6,709,000 5,339,764

89.25 100 100 100 44.06 99.48 99.88 43.41 99.43 89.77 42.67 8.97 39.38 94.77 84.60

100 100 100 100 100 100 100 100 100 96.18 42.67 8.97 42.10 100 100

7,097,174 0 0 0 5,370,064 90,450 23,280 37,350,000 310,000 137,557,967 6,650,000 10,650,000 31,587,655 370,200 972,236

10.75 0 0 0 0 0.52 0.12 56.59 0.57 10.23 57.33 91.03 60.62 5.23 15.40

27

Penyediaan Surat Tanda Nomor Kendaraan Pemeliharaan Jalan Gedung / Bangunan Penyediaan Perlengkapan Jaringan Komputer Penyediaan Perlengkapan Mebeulair Penyediaan Perlengkapan Dapur Penyediaan Perlengkapan Penghias Ruangan Rumah Tangga Penyediaan Perlengkapan Alat Bangunan / Bengkel Penyediaan Alat-alat Angkutan Darat Bermotor Micro Bus Penyediaan Mesin Fotocopy Penyediaan Brankas Penyediaan AC Penyediaan Televisi Penyediaan Mesin Absen Penyediaan Komputer Penyediaan Mebeulair Penyediaan Media Promosi dan Publikasi

5,500,000 99,992,020 4,008,400 27,889,260 4,163,560 22,767,000 1,950,000 148,200,000 58,747,000 8,476,000 24,881,800 11,890,000 7,428,989 163,959,644 94,154,600 4,855,900

1,573,700 94,940,000 3,411,500 27,260,000 3,944,000 22,265,000 1,900,000 143,200,000 51,000,000 7,580,000 23,850,000 11,750,000 5,095,000 139,540,000 90,010,000 4,855,900

28.61 94.95 85.11 97.74 94.73 97.80 97.44 96.63 86.81 89.43 95.85 98.82 68.58 85.11 95.60 100

28.61 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

3,926,300 5,052,020 596,900 629,260 219,560 502,000 50,000 5,000,000 7,747,000 896,000 1,031,800 140,000 2,333,989 24,419,644 4,144,600 0

71.39 5.05 14.89 2.26 5.27 2.20 2.56 3.37 13.19 10.57 4.15 1.18 31.42 14.89 4.40 0

28

Penyediaan Peralatan Kebersihan Penyediaan Peralatan Dapur Penyediaan Gordyn Penyediaan Tralis Penyediaan radio HF / FM (Handy Talkie) Penyediaan Instalasi Listrik Penyediaan Kamera Pengawas / CCTV Penyediaan Tabung Pemadam Kebakaran Penyediaan Alat-alat Olahraga Tenis Meja Penyediaan Aset Tetap Renovasi Program Peningkatan Disiplin Aparatur Honorarium Tim Pengadaan Barang dan Jasa Belanja Pakaian Sipil Resmi (PSR) Pakaian Dinas Harian (PDH) Belanja Pakaian hansip / Linmas Penyediaan Pakaian Kerja

11,676,009 9,500,000 32,294,500 85,185,300 7,483,560 227,640,248 78,243,920 2,787,350 4,768,930 97,731,186 84,767,740 1,225,000 7,190,000 30,937,000 30,937,000 1,955,600

9,061,000 9,000,000 31,642,000 84,175,000 7,480,000 217,412,000 73,940,000 2,700,000 4,768,000 90,114,000 81,961,000 1,225,000 6,570,000 29,105,000 30,645,000 1,936,000

77.60 94.74 97.98 98.81 99.95 95.51 94.50 96.87 99.98 92.21 96.69 100 91.38 94.08 99.06 99.00

100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

2,615,009 500,000 652,500 1,010,300 3,560 10,228,248 4,303,920 87,350 930 7,617,186 2,806,740 0 620,000 1,832,000 292,000 19,600

22.40 5.26 2.02 1.19 0.05 4.49 5.50 3.13 0.02 7.79 3.31 0 8.62 5.92 0.94 1.00

29

4.

5.

Lapangan Penyediaan Perlengkapan Pakaian Kerja Lapangan Penyediaan Pakaian batik Tradisional Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan Non PNS Penggandaan Makanan dan Minuman Pelaksana Kegiatan Perjalanan Dinas Dalam Daerah Jasa Konsultasi Software Aplikasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan Non PNS

3,883,140 8,640,000 42,480,000 5,600,000 5,000,000 680,000 8,000,000 4,200,000 19,000,000 40,426,400 11,200,000 10,000,000

3,840,000 8,640,000 32,925,000 2,300,000 5,000,000 325,000 4,000,000 2,500,000 18,800,000 24,505,400 9,700,000 10,000,000

98.89 100 77.51 41.07 100 47.79 50.00 59.52 98.95 60.62 86.61 100

100 100 92.23 41.07 100 100 100 100 100 78.23 100 100

43,140 0 9,555,000 3,300,000 0 355,000 4.000.000 1,700,000 200,000 15,921,000 1,500,000 0

1.11 0 22.49 58.93 0 52.21 50.00 40.48 1.05 39.38 13.39 0

30

6.

7.

8.

Alat Tulis Kantor Penyediaan Penggandaan Perjalanan Dinas Dalam Daerah Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat 6 (Enam) Desa dan Kelurahan Fasilitasi Pembinaan Penyelanggaraan Pemakaman Jenasah Fasilitasi Musrenbang Kecamatan dan Kelurahan Fasilitasi Musrenbang Kecamatan Fasilitasi Musrenbang Kelurahan dan Kecamatan Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis Cepat Tumbuh Jumlah Peserta Sosialisasi Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh

750,000 875,500 17,600,000 443,970,000

750,000 554,500 3,500,000 372,918,000

100 63.34 19.89 84.00

100 100 50.00 100

0 321,000 14,100,000 71,052,000

0 36.66 80.11 16.00

300,000,000

271,182,000

90.39

100

28,818,000

9.61

143,970,000 190,131,900 48,737,400 141,394,500 35,390,000 35,390,000

101,736,000 128,631,900 34,200,000 94,431,900 30,690,000 30,690,000

70.66 67.65 70.17 66.79 86.72 86.72

100 100 100 100 100 100

42,234,000 61,500,000 14,537,400 46,962,600 4,700,000 4,700,000

29.34 32.35 29.83 33.21 13.28 13.28

31

9.

10.

11.

12.

Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Kependudukan Operasi Dokumen Kependudukan Fasilitasi Upaya Perlindungan Terhadap Tindak Kekerasan Jumlah Peserta Sosialisasi Upaya Perlindungan Perempuan Terhadap Tindak Kekerasan Fasilitasi Pengembangan Sarana Promosi Hasil Produksi Terlaksananya Fasilitasi Pengembangan Sarana Promosi Hasil Produksi Pengendalian Keamanan Lingkungan Penertiban Warung RemangRemang Penertiban Pedagang Kaki Lima Penertiban Spanduk

20,753,000 20,753,000 33,305,000

20,713,000 20,713,000 33,305,000

99.81 99.81 100

100 100 100

40,000 40,000 0

0.19 0.19 0

33,305,000

33,305,000

100

100

16,095,000 16,095,000 97,088,000 48,276,000 36,106,000 12,706,000

15,095,000 15,095,000 85,528,500 38,633,000 34,189,500 12,706,000

93.79 93.79 88.09 80.03 94.69 100

100 100 100 100 100 100

1,000,000 1,000,000 11,539,500 9,643,000 1,916,500 0

6.21 6.21 11.91 19.97 5.31 0

32

3.

Permasalahan Dan Solusi Pada Proses Capaian Kinerja Tahun 2012 Adapun yang menjadi permasalahan dari proses pelaksanaan kegiatan pada tahun 2012 di Kecamatan Setu adalah : - Kelebihan dalam penganggaran belanja gaji dan tunjangan, serta uang duka yang tidak terserap. - Honorium tim pengadaan barang dan jasa dan panitia penerima hasil pekerjaan, belanja BBM (Bahan Bakar Minyak), belanja pajak kendaraan bermotor yang tidak terserap seluruhnya. - Honorarium panitia pelaksanaan kegiatan yang tidak terserap sepenuhnya, dan belanja perjalanan dinas yang tidak terserap sepenuhnya dikarenakan kewajaran dan efisiensi dalam penyerapan anggaran. Solusi yang mesti dilakukan pada Tahun Anggaran 2013 adalah : - Diperlukan besaran gaji dan tunjangan yang up to date dengan golongan dan jabatan, diharapkan dengan Presensi Online dapat terwujud - Mengenai tidak terserapnya honorarium tim pengadaaan barang dan jasa, panitia penerima hasil pekerjaan, belanja bahan bakar, pajak kendaraan, dan perjalanan dinas akan dilakukan evaluasi dalam penganggaran pada Tahun Anggaran 2013 ini. - Selebihnya pada program dan kegiatan yang masih belum terserap 100 % pada presentase keuangan nya akan dilakukan upaya peningkatan kualitas dan efektifitas penanganan anggaran kegiatan.

33

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Dari jumlah 12 (dua belas) program terdiri dari 13 (tiga belas) kegiatan, Kecamatan Setu menunjukan hasil pencapaian kegiatan cukup baik dengan capaian kinerja rata-rata 97,68% walaupun masih terdapat program yang belum aplikatif. Mengacu pada indikator dan tolok ukur kegiatan dari Renstra Kecamatan Setu untuk Tahun 2011-2016 menunjukan bahwa indikator dan tolok ukur meningkatkan pelayanan umum dan mewujudkan kesejahteraan sosial kepada masyarakat. Indikator dan tolok ukur ini tidak bisa dicapai dengan baik akibat keterbatasan anggaran. Selain itu hal-hal yang lebih berpengaruh dan menjadi masalah dalam pengukuran akuntabilitas kinerja Kecamatan dalam rangka mencapai Visi dan Misi Kecamatan antara lain :

1. Personil Kecamatan belum dapat seluruhnya menjabarkan dan mengembangkan tugas pokok dan fungsinya masing-masing berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 32 Tahun 2011 tentang Tugas Pokok, fungsi dan Tata Kerja Kecamatan. 2. Kondisi pada perwujudan akuntabilitas kinerja menuju pemerintahan yang bersih (good governance) harus ditingkatkan, keterbukaan informasi dan sebagainya.

Hal tersebut diatas menjadi masalah yang sangat dirasakan dan mempengaruhi kinerja Kecamatan, dengan demikian akuntabilitas kinerja Tahun 2012 sudahdirasa mengarah kepada tingkatan optimalisasi, baik perangkat maupun tingkat pelayanan para pegawainya. sehingga diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan dan melakukan pemecahan guna tercipta suatu hasil kinerja yang produktif dalam skala yang representatif :

34

1. Meningkatkan SDM melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan, baik melalui usulan-usulan penambahan pegawai sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan maupun penyertaan melalui kursus-kursus ataupun pelatihan sesuai dengan bidangnya, dengan demikian seluruh komponen personil yang ada mampu mengembangkan tugas pokoknya masing-masing sejalan dengan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja. 2. Adanya kebijakan dibidang peraturan perundang-undangan yang lebih konkrit sehingga prinsip-prinsip dasar Good Governance (penegakan hukum, akuntabilitas dan profesional) dapat diwujudkan sejalan dengan meningkatnya kualitas personil. 3. Memberdayakan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011-2016 melalui kesungguhan personil Kecamatan untuk lebih kreatif dan inovatif mengembangkan tugas dan fungsinya sesuai dengan prosedur kerja. 4. Visi dan Misi Renstra belum cukup terakomodasi dalam kaitannya dengan pelayanan umum dan kesejahteraan sosial kepada masyarakat, hal ini tercermin dari kecilnya anggaran yang disediakan, sementara tugas dan kewenangan dalam sektor ini sangat luas.

Kendala yang dihadapi Pemerintah Kecamatan Setu dalam pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2012 serta dalam penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) tahun 2012, antara lain : 1. Masih terbatasnya sumber daya manusia (SDM) aparatur pelaksanaan program dan kegiatan; 2. Belum optimalnya penyelenggaraan pemerintahan Kota Tangerang Selatan, sehingga berdampak pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing SKPD yang belum maksimal; 3. Masa transisi akibat pemekaran wilayah, sehingga ada pegawai yang sebelumnya sebagai pelaksana saat ini memegang jabatan tertentu, sehingga dalam pelaksanaan tugasnya belum maksimal sesuai tugas pokok dan fungsinya; 4. Belum optimalnya pelaksanaan koordinasi antar dinas/instansi terkait baik internal SKPD maupun external SKPD;

35

5.

Masih terbatasnya sarana dan prasarana yang mendukung proses penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) di Kecamatan Setu;

4.2

Saran Berdasarkan kendala yang dihadapi tersebut, maka upaya serta langkah-

langkah yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan sebagai upaya meningkatkan pelaksanaan program dan kegiatan serta tugas pokok dan fungsi lainnya, antara lain : 1. Optimalisai penyelenggaraan pemerintahan khususnya pada SKPD Kecamatan Setu; 2. Meningkatkan sumber daya aparatur pelaksana program dan kegiatan dengan mengikutsertakan pegawai pada Diklat, Bimtek dan sebagainya; 3. Optimalisasi koordinasi baik internal maupun external SKPD; 4. Optimalisasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, sesuai dengan bidang tugasnya berdasarkan ketentuan yang berlaku; 5. Optimalisasi pelaksanaan program dan kegiatan serta peningkatan pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan; 6. Optimaliasi kegiatan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan, baik bulanan, triwulan, semesteran maupun tahunan.

36