Anda di halaman 1dari 10

SHOLAT SUNNAH

[Type text]

Page 2

SHALAT SUNNAH
Salat sunah atau salat nawafil adalah salat yang dianjurkan untuk dilaksanakan namun tidak diwajibkan sehingga tidak berdosa bila ditinggalkan dengan kata lain apabila dilakukan dengan baik dan benar serta penuh ke ikhlasan akan tampak hikmahdan rahmat dari Allah SWT yang begitu indah. Salat sunah menurut hukumnya terdiri atas dua golongan yakni:

Muakad, adalah salat sunah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat (hampir mendekati wajib), seperti salat dua hari raya, salat sunah witr dan salat sunah thawaf. Ghairu Muakad, adalah salat sunah yang dianjurkan tanpa penekanan yang kuat, seperti salat sunah Rawatib dan salat sunah yang sifatnya insidentil (tergantung waktu dan keadaan, seperti salat kusuf/khusuf hanya dikerjakan ketika terjadi gerhana).

Beberapa salat sunah dilakukan terkait dengan waktu tertentu namun bagi salat yang dapat dilakukan pada waktu yang bebas (misal:salat mutlaq) maka harus memperhatikan bahwa terdapat beberapa waktu yang padanya haram dilakukan salat:

Matahari terbit hingga ia naik setinggi lembing Matahari tepat dipuncaknya (zenith), hingga ia mulai condong Sesudah ashar sampai matahari terbenam Sesudah subuh Ketika matahari terbenam hingga sempurna terbenamnya

[Type text]

Page 3

Macam-Macam Shalat Sunnah


Shalat sunnah itu ada dua macam: 1. Shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah 2. Shalat sunnah yang tidak disunnahkan dilakukan secara berjamaah A. Shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah 1. Shalat Idul Fitri Pada tanggal 1 syawal mulai berakhirnya puasa pada bulan Ramadan, kemudian merayakan Idul Fitri. Awal pagi hari selalu dilaksanakan Salat Idul Fitri (Salat Ied), disunnahkan melaksanakan salat Ied di tanah lapang atau bahkan jalan raya (terutama di kota besar) apabila area ibadahnya tidak cukup menampung jamaah. Sebelum salat ied di lakukan imam mengingatkan siapa yang belum membayar zakat fitrah, sebab kalau selesai salat ied baru membayar zakatnya hukum nya sedekah biasa bukan zakat. Adapun hukum dari Salat Idul Fitri ini adalah sunnah mu'akkad. Di malam sebelum dan sesudah hari raya, umat muslim disunnahkan mengumandangkan takbir. Adapun kalimat takbir adalah sebagai berikut: Arab Latin Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar la ilaha illa Allah Allahu akbar, Allahu akbar wa li-illahi al-hamd Terjemahan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar Tidak ada Tuhan selain Allah Allah Maha Besar, Allah Maha Besar Segala puji hanya bagi Allah

Takbir mulai dikumandangkan setelah bulan Syawal dimulai. Selain menunaikan Salat Sunnah Idul Fitri, kaum muslimin juga harus membayar zakat fitrah sebanyak 2,5 kilogram bahan pangan pokok. Tujuan dari zakat fitrah sendiri adalah untuk memberi kebahagiaan pada kaum fakir miskin. Kemudian, Khutbah diberikan setelah Salat Idul Fitri berlangsung, dan dilanjutkan dengan do'a. Setelah itu, kaum muslimin di Indonesia memiliki tradisi saling bermaaf-maafan, terkadang beberapa orang akan berziarah mengunjungi kuburan.

2. Shalat Idul Adha Ibnu Abbas Ra. berkata: Aku shalat Idul Fithri bersama Rasulullah SAW dan Abu bakar dan Umar, beliau semua melakukan shalat tersebut sebelum khutbah. (HR Imam Bukhari dan Muslim)

[Type text]

Page 4

Dilakukan 2 rakaat. Pada rakaat pertama melakukan tujuh kali takbir (di luar Takbiratul Ihram) sebelum membaca Al-Fatihah, dan pada rakaat kedua melakukan lima kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah. 3. Shalat Kusuf (Gerhana Matahari)
Salat Gerhana atau salat kusufain adalah salat yang dilakukan saat terjadi gerhana bulan maupun matahari. Salat yang dilakukan saat gerhana bulan disebut dengan salat khusuf sedangkan saat gerhana Matahari disebut dengan salat kusuf.

4. Shalat Khusuf (Gerhana Bulan)


Salat Gerhana atau salat kusufain adalah salat yang dilakukan saat terjadi gerhana bulan maupun matahari. Salat yang dilakukan saat gerhana bulan disebut dengan salat khusuf sedangkan saat gerhana Matahari disebut dengan salat kusuf.

Ibrahim (putra Nabi SAW) meninggal dunia bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari. Beliau SAW bersabda: Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda (kebesaran) Allah SWT. Tidak terjadi gerhana karena kematian seseorang, tidak juga karena kehidupan (kelahiran) seseorang. Apabila kalian mengalaminya (gerhana), maka shalatlah dan berdoalah, sehingga (gerhana itu) berakhir. (HR Imam Bukhari dan Muslim) Dari Abdullah ibnu Amr, bahwasannya Nabi SAW memerintahkan seseorang untuk memanggil dengan panggilan ashsholaatu jaamiah (shalat didirikan dengan berjamaah). (HR Imam Bukhari dan Muslim) Dilakukan dua rakaat, membaca Al-Fatihah dan surah dua kali setiap rakaat, dan melakukan ruku dua kali setiap rakaat. 5. Shalat Istisqo
Salat Istisqa adalah salat Sunah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan/hajat tertentu. Salat istisqa dilakukan secara berjamaah dipimpin oleh seorang imam.

Dari Ibnu Abbas Ra., bahwasannya Nabi SAW shalat istisqo dua rakaat, seperti shalat Id. (HR Imam Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi) Tata caranya seperti shalat Id. 6. Shalat Tarawih
Salat Tarawih (kadang-kadang disebut teraweh atau taraweh) adalah salat sunnat yang dilakukan khusus hanya pada bulan ramadan. Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jama dari yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat". Waktu pelaksanaan salat sunnat ini adalah selepas isya', biasanya dilakukan secara berjama'ah di masjid. Fakta menarik tentang salat ini ialah bahwaRasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam hanya pernah melakukannya secara berjama'ah dalam 3 kali kesempatan. Disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam kemudian tidak melanjutkan pada malam-malam berikutnya karena takut hal itu akan menjadi diwajibkan kepada ummat muslim

Dari Aisyah Rda., bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat di masjid pada suatu malam. Maka orang-orang kemudian mengikuti shalat beliau. Nabi shalat (lagi di masjid) pada hari berikutnya,

[Type text]

Page 5

jamaah yang mengikuti beliau bertambah banyak. Pada malam ketiga dan keempat, mereka berkumpul (menunggu Rasulullah), namun Rasulullah SAW tidak keluar ke masjid. Pada paginya Nabi SAW bersabda: Aku mengetahui apa yang kalian kerjakan tadi malam, namun aku tidak keluar karena sesungguhnya aku khawatir bahwa hal (shalat) itu akan difardlukan kepada kalian. Aisyah Rda. berkata: Semua itu terjadi dalam bulan Ramadhan. (HR Imam Muslim) Jumlah rakaatnya adalah 20 dengan 10 kali salam, sesuai dengan kesepakatan shahabat mengenai jumlah rakaat dan tata cara shalatnya. 7. Shalat Witir yang mengiringi Shalat Tarawih Adapun shalat witir di luar Ramadhan, maka tidak disunnahkan berjamaah, karena Rasulullah SAW tidak pernah melakukannya.

B. Shalat sunnah yang tidak disunnahkan berjamaah 1. Shalat Rawatib (Shalat yang mengiringi Shalat Fardlu), terdiri dari: a. 2 rakaat sebelum shubuh b. 4 rakaat sebelum Dzuhur (atau Jumat) c. 4 rakaat sesudah Dzuhur (atau Jumat) d. 4 rakaat sebelum Ashar e. 2 rakaat sebelum Maghrib f. 2 rakaat sesudah Maghrib g. 2 rakaat sebelum Isya h. 2 rakaat sesudah Isya Dari 22 rakaat rawatib tersebut, terdapat 10 rakaat yang sunnah muakkad (karena tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW), berdasarkan hadits: Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW senantiasa menjaga (melakukan) 10 rakaat (rawatib), yaitu: 2 rakaat sebelum Dzuhur dan 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat sesudah Maghrib di rumah beliau, 2 rakaat sesudah Isya di rumah beliau, dan 2 rakaat sebelum Shubuh (HR Imam Bukhari dan Muslim). Adapun 12 rakaat yang lain termasuk sunnah ghairu muakkad, berdasarkan hadits-hadits berikut: a. Dari Ummu Habibah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa senantiasa melakukan shalat 4 rakaat sebelum Dzuhur dan 4 rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka. (HR Abu Dawud dan Tirmidzi) 2 rakaat sebelum Dzuhur dan 2 rakaat sesudahnya ada yang sunnah muakkad dan ada yang ghairu muakkad. b. Nabi SAW bersabda: Allah mengasihi orang yang melakukan shalat empat rakaat sebelum (shalat) Ashar. (HR Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Huzaimah) Shalat sunnah sebelum Ashar boleh juga dilakukan dua rakaat berdasarkan Sabda Nabi SAW:

[Type text]

Page 6

Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat. (HR Imam Bazzar) c. Anas Ra berkata: Di masa Rasulullah SAW kami shalat dua rakaat setelah terbenamnya matahari sebelum shalat Maghrib (HR Imam Bukhari dan Muslim) Nabi SAW bersabda: Shalatlah kalian sebelum (shalat) Maghrib, dua rakaat. (HR Imam Bukhari dan Muslim) d. Nabi SAW bersabda: Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat. (HR Imam Bazzar) Hadits ini menjadi dasar untuk seluruh shalat sunnah 2 rakaat qobliyah (sebelum shalat fardhu), termasuk 2 rakaat sebelum Isya. 2. Shalat Tahajjud (Qiyamullail)
Solat Tahajjud adalah solat malam yang dilaksanakan setelah bangun tidur, afdalnya dibuat secara bersendirian waktu selepas tengah malam. Solat sunat ini amat dituntut dan sangat baik dilakukan sebagai ibadah tambahan. Rasulullah SAW dan para sahabat tidak meninggalkan solat ini sepanjang hayat mereka.

Al-Quran surah Al-Israa ayat 79, As-Sajdah ayat 16 17, dan Al-Furqaan ayat 64. Dilakukan dua rakaat-dua rakaat dengan jumlah rakaat tidak dibatasi. Dari Ibnu Umar Ra. bahwa Nabi SAW bersabda: Shalat malam itu dua (rakaat)-dua (rakaat), apabila kamu mengira bahwa waktu Shubuh sudah menjelang, maka witirlah dengan satu rakaat. (HR Imam Bukhari dan Muslim) 3. Shalat Witir di luar Ramadhan Minimal satu rakaat dan maksimal 11 rakaat. Lebih utama dilakukan 2 rakaat-2 rakaat, kemudian satu rakaat salam. Boleh juga dilakukan seluruh rakaat sekaligus dengan satu kali Tasyahud dan salam. Dari Aisyah Rda. Bahwasannya Rasulullah SAW shalat malam 13 rakaat, dengan witir 5 rakaat di mana beliau Tasyahud (hanya) di rakaat terakhir dan salam. (HR Imam Bukhari dan Muslim) Beliau juga pernah berwitir dengan tujuh dan lima rakaat yang tidak dipisah dengan salam atau pun pembicaraan. (HR Imam Muslim) 4. Shalat Dhuha
Salat Duha adalah Salat Sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu Duha. Waktu duha adalah waktu ketikamatahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur. Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.[1] Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.

Dari Aisyah Rda., adalah Nabi SAW shalat Dhuha 4 rakaat, tidak dipisah keduanya (tiap shalat 2 rakaat) dengan pembicaraan. (HR Abu Yala)

[Type text]

Page 7

Dari Abu Hurairah Ra., bahwasannya Nabi pernah Shalat Dhuha dengan dua rakaat (HR Imam Bukhari dan Muslim) Dari Ummu Hani, bahwasannya Nabi SAW masuk rumahnya (Ummu Hani) pada hari Fathu Makkah (dikuasainya Mekkah oleh Muslimin), beliau shalat 12 rakaat, maka kata Ummu Hani: Aku tidak pernah melihat shalat yang lebih ringan daripada shalat (12 rakaat) itu, namun Nabi tetap menyempurnakan ruku dan sujud beliau. (HR Imam Bukhari dan Muslim)

5. Shalat Tahiyyatul Masjid


Solat Sunat Tahiyatul Masjid ialah solat sunat muakkad selamat datang bagi menghormati masjid yang dilakukan sebanyak dua rakaat sebaik sahaja memasuki masjid, iaitu sebelum seseorang itu duduk atau melakukan sesuatu yang lain.

Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, janganlah duduk sehingga shalat dua rakaat. (HR Jamaah Ahli Hadits) 6. Shalat Taubat Shalat Taubat adalah shalat yang dikerjakan oleh seseorang disebabkan karena menyesali perbuatan maksiat (dosa) dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Jadi dengan kata lain shalat taubat merupakan shalat yang dilakukan untuk meminta ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan seseorang. Nabi SAW bersabda: Tidaklah seorang hamba yang berdosa, kemudian ia bangun berwudhu kemudian shalat dua rakaat dan memohon ampunan kepada Allah, kecuali ia akan diampuni. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan lain-lain) 7. Shalat Tasbih Yaitu shalat empat rakaat di mana di setiap rakaatnya setelah membaca Al-Fatihah dan Surah, orang yang shalat membaca: Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar sebanyak 15 kali, dan setiap ruku, itidal, dua sujud, duduk di antara dua sujud, duduk istirahah (sebelum berdiri dari rakaat pertama), dan duduk tasyahud (sebelum membaca bacaan tasyahud) membaca sebanyak 10 kali (Total 75 kali setiap rakaat). (HR Abu Dawud dan Ibnu Huzaimah) 8. Shalat Istikharah Shalat istikharah adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang hendak memohon petunjuk kepada Allah, untuk menentukan keputusan yang benar ketika dihadapkan kepada beberapa pilihan keputusan. Sebelum datangnya Islam, masyarakat jahiliyah melakukan istikharah (menentukan pilihan) dengan azlam (undian). Setelah Islam datang, Allah melarang cara semacam ini dan diganti dengan shalat istikharah.

[Type text]

Page 8

Dari Jabir bin Abdillah berkata: Adalah Rasulullah SAW mengajari kami Istikharah dalam segala hal beliau SAW bersabda: apabila salah seorang dari kalian berhasrat pada sesuatu, maka shalatlah dua rakaat di luar shalat fardhu dan menyebutkan perlunya (HR Jamaah Ahli Hadits kecuali Imam Muslim)

9. Shalat Hajat
Salat Hajat adalah salat sunnat yang dilakukan seorang muslim saat memiliki hajat tertentu dan ingin dikabulkan Allah. Salat Hajat dilakukan antara 2 hingga 12 raka'at dengan salam di setiap 2 rakaat. Salat ini dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan salat.

Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang, maka wudhulah dan baguskan wudhu tersebut, kemudian shalatlah dua rakaat, setelah itu pujilah Allah, bacalah shalawat, atas Nabi SAW, dan berdoa (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah) 10. Shalat 2 rakaat di masjid sebelum pulang ke rumah Dari Kaab bin Malik: Adalah Nabi SAW apabila pulang dari bepergian, beliau menuju masjid dan shalat dulu dua rakaat. (HR Bukhari dan Muslim) 11. Shalat Awwabiin
Salat Awwabin adalah satu jenis salat Sunnah. Awwabin sendiri berasal dari bahasa arab yang berarti (orang yang sering bertaubat). Ada perbedaan pendapat mengenai salat ini dikalangan para ulama. Ada yang mengatakan bahwa salat awwabin dilakukan antara waktu maghrib dan isya, sementara yang lain mengatakan salat awwabin adalah nama lain dari salat dhuha.

Al-Quran surah Al-Israa ayat 25 Dari Ammar bin Yasir bahwa Nabi SAW bersabda: Barang siapa shalat setelah shalat Maghrib enam rakaat, maka diampuni dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih lautan. (HR Imam Thabrani) Ibnu Majah, Ibnu Huzaimah, dan Tirmidzi meriwayatkan hadits serupa dari Abu Hurairah Ra. Nabi SAW bersabda: Barang siapa shalat enam rakaat antara Maghrib dan Isya, maka Allah mencatat baginya pahala ibadah 12 tahun (HR Imam Tirmidzi)

12. Shalat Sunnah Wudhu Shalat sunnah wudhu adalah shalat yang disunnahkan sesudah selesai mengerjakan wudhu. Inilah amalan andalan shabat Nabi, Bilal bin Robah. Bahkan Nabi pernah mendengar suara sandal Bilal di surga.Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa berwudhu, ia menyempurnakan wudhunya, kemudian shalat dua rakaat, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR Imam Bukhari dan Muslim)

[Type text]

Page 9

http://orgawam.wordpress.com/2008/05/27/macam-macam-shalat-sunnah/ http://id.wikipedia.org/wiki/Salat_sunah http://id.wikipedia.org/wiki/Salat_Tarawih http://id.wikipedia.org/wiki/Salat_Gerhana http://id.wikipedia.org/wiki/Salat_Awwabin http://id.wikipedia.org/wiki/Salat_Hajat http://shafiqolbu.wordpress.com/solat-sunat/solat-sunat-tahiyatul-masjid/ http://id.wikipedia.org/wiki/Salat_Duha http://shafiqolbu.wordpress.com/solat-sunat/solat-sunat-tahajjud/ http://www.konsultasisyariah.com/tata-cara-shalat-istikharah/#axzz2LOlMKaRt

[Type text]

Page 10