Anda di halaman 1dari 6

Analisis Laporan Keuangan PT XYZ

1. Analisis Rasio
Analisis laporan keuangan yang banyak digunakan adalah analisis tentang rasio keuangan.

A. Analisis Rasio Likuaditas Yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya. Analisis Rasio Likuaditas yang umum digunakan antara lain: a. Rasio Lancar Rasio Lancar =
Aktiva Lancar Utang Lancar Rasio Lancar
Aktiva Lancar Kewajiban Lancar

2010 Rp Rp 1,39

14,763,127,795 10,637,922,857

2009 Rp 15,177,902,809 Rp 11,113,075,651 1,37

Kesimpulan: Rasio Lancar dari tahun 2009 ke tahun 2010 naik, artinya kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar.membaik. Meskipun belum cukup lancar karena belum melebihi angka 2. b. Rasio Cepat / Rasio Kas Rasio Cepat =Utang Lancar
Kas Utang Lancar rasio kas Rp Rp 2010 2,752,085,084 10,637,922,857 0.26 2009 Rp 2,196,370,588 Rp 11,113,075,651 0.20
Kas/Bank

Kesimpulan: Rasio Cepat dari tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami kenaikan, artinya membaiknya kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid. Meskipun rasio ini tidak lancer karena tidak melebihi angka indeks 1. c. Rasio Perputaran Total Aktiva Rasio Perputaran Total Aktiva =Total Aktiva
pendapatan usaha total aktiva rasio perputaran total aktiva Rp Rp 2010 22,356,781,397 20,464,833,250 1.09 2009 Rp 22,371,512,374 Rp 20,928,111,151 1.07
Penjualan

Kesimpulan: Rasio Perputaran Total Aktiva dari tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami kenaikan, artinya membaiknya efisiensi penggunaan aktiva secara keseluruhan. Semakin besar nilainya, maka semakin baik. B. Analisis Rasio Solvabilitas a. Rasio Utang Terhadap Total Aktiva (DAR) Debt To Total Assets Ratio =
Total Utang Total Aktiva DAR

Rp Rp

2010 16,079,289,672 20,464,833,250 0.79

2009 Rp 17,932,144,331 Rp 20,928,111,151 0.86

Kesimpulan: Rasio Utang Terhadap Total Aktiva dari tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami penurunan. Semakin kecil hasilnya semakin baik. Rasio DAR yang rendah menunjukkan risiko entitas tersebut semakin rendah. Dalam batas tertentu bank akan sulit untuk mengabulkan permohonan kredit. b. Rasio Total Utang Terhadap Modal (DER) Debt To Total Assets Ratio =
Total Utang Modal DER

Rp Rp

2010 16,079,289,672 4,385,543,578 3.67

2009 Rp 17,932,144,331 Rp 2,995,966,820 5.99

Kesimpulan: Rasio Total Utang Terhdap Modal dari tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami penurunan, artinya membaiknya pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya .

C. Analisis Rasio Rentabilitas a. Gross Margin Ratio Gross Margin Ratio =


Laba Kotor pendapatan usaha GROSS MARGIN RATIO
Gross profit Sales

Rp Rp

2010 12,598,598,862 22,356,781,397 0.56

2009 Rp 11,516,556,358 Rp 22,371,512,374 0.51

Kesimpulan: Gross Margin Ratio dari tahun 2009 ke taun 2010 mengalami kenaikan, artinya semakin tinggi Gross margin, maka semakin efisien suatu perusahaan relative terhadap pesaingnya dalam industri.

b. Operating Margin Ratio Operating Margin Ratio = Sales


Laba Usaha pendapatan usaha OPERATING MARGIN RATIO Rp Rp 2010 2,548,185,737 22,356,781,397 0.11 2009 Rp 1,310,052,570 Rp 22,371,512,374 0.06
EBIT

Kesimpulan: Operating Margin Ratio dari tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami kenaikan, artinya membaiknya ukuran proporsi dari penerimaan perusahaan yang tersisa setelah membayar biaya variable produksi seperti gaji, bahan dasar, dll.

c. Pretax Margin Ratio


laba bersih sebelum pajak pendapatan usaha PRETAX MARGIN RATIO Rp Rp 2010 2,083,884,275 22,356,781,397 0.09 2009 Rp 863,154,773 Rp 22,371,512,374 0.04

Kesimpulan: Pre tax Margn Ratio dari tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami kenaikan, artinya membaiknya kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya

d. Net Margin Ratio Net margin ratio = Sales


laba bersih setelah pajak pendapatan usaha NET MARGIN RATIO Rp Rp 2010 2,083,884,275 22,356,781,397 0.09 2009 Rp 509,854,060 Rp 22,371,512,374 0.02
EAT

Kesimpulan: Net Margin Ratio dari tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami kenaikan, artinya membaiknya kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya. e. Laba Bersih Komersial Sebelum PPh atas Total Aktiva
Laba Bersih Sebelum Pajak total aktiva pengembalian sebelum pajak atas total aktiva Rp Rp 2010 2,083,884,275 20,464,833,250 0.10 2009 Rp 863,154,773 Rp 20,928,111,151 0.04

Kesimpulan: Laba bersih komersial sebelum PPh atas total aktva dari tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami kenaikan, artinya membaiknya kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya.

f. Laba Bersih Komersial Setelah PPh atas Total PPh


Laba Bersih Setelah Pajak K total aktiva e pengembalian sesudah pajak atas s total aktiva i Rp Rp 2010 2,083,884,275 20,464,833,250 0.10 2009 Rp 509,854,060 Rp 20,928,111,151 0.02

mpulan: Laba berih komerisal setelah PPh atas total PPh dari tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami kenaikan, artinya membaiknya kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya.

Resume atas Hasil Analisis Bila kita perhatikan, hasil analisis rasio secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa analisis horizontal yang telah dilakukan terhadap neraca tahun berjalan dengan tahun sebelumnya memperlihatkan terjadinya perbaikan komponen dalam neraca. Misalnya kita ambil hasil analisis horizontal atas Net Margin Ratio, kenaikan laba bersih setelah pajak adalah trend yang baik. Secara keseluruhan laba bersih setelah pajak mengalami kenaikan Rp 1,574,030,215 atau sekitar tiga kali lipat dari tahun sebelumnya, yaitu kecenderungan atau trend yang menunjukkan peningkatan dari trend sebelumnya. Hal ini dikarenakan tterjadinya penurunan Beban Usaha dari tahun 2009 ke tahun 2010. Dan juga dikarenakan pada tahun 2010 tidak terdapat pajak penghasilan yang terutang. Besarnya kenaikan (penurunan) dari berbagai akun laporan keuangan dan penyebabnya harus ditelusuri lebih jauh untuk mengetahui apakah operasi perusahaan masih dapat ditingkatkan efisiensinya.

2. Benchmarking
Rasio total Benchmarking

N o. 1.

Rasio Gross profit margin (GPM) Operating profit margin (OPM) Pretax profit margin (PPM) Corporate tax to turn over ratio (CTTOR) Net profit margin (NPM) Deviden Payout ratio (DPR) Rasio PPN

2. 3.

Rumus Laba kotor penjualan Laba bersih dari operasi penjualan EBT penjualan PPh terutang penjualan EAT penjualan pmbyran deviden tunai EAT PM jan-Des penjualan

x x

10 0% 10 0% 10 0% 10 0% 10 0% 10 0% 10 0%

4.

5.

Perhitungan Hasil 12,598,598,862 10 56.3 x 0% 5% 22,356,781,397 10 11.4 2,548,185,737 x 0% 0% 22,356,781,397 10 9.32 2,083,884,275 x 0% % 22,356,781,397 10 3.32 742,373,990 x 0% % 22,356,781,397 L/R ga sinkron 10 sama calk x 0% 22,356,781,397

Benchma rking

6. 7.

x x