PHARMACY, Vol. 01 No 01, 07—11, 2003 UJI ANTI BAKTERI EKSTRAK AIR KUNYIT (Curcuma domestica, Val.

) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa PADA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy. Lac)

Eddy Soemardi* , Pri Iswati Utami*, Abdul Wakhid** *Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto ** Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Purwokerto

ABSTRAK Untuk mengatasi serangan bakteri patogen pada ikan gurami, saat ini banyak petani ikan yang menggunakan obat – obatan yang dicampurkan dengan pakan ikan. Obat yang banyak digunakan petani adalah golongan antibiotika tetrasiklin, tetapi tanpa disadari petani telah melakukan tindakan yang tidak ramah lingkungan yaitu menyebabkan resistensi bakteri tersebut pada manusia karena antibiotik tersebut ikut terpejan ke dalam tubuh manusia lewat ikan yang dikonsumsinya. Telah dilakukan penelitian terhadap ekstrak air kunyit sebagai bahan alam yang ramah lingkungan yang mempunyai efek anti bakteri patogen ikan gurami (Pseudomonas, sp. ). Dari percobaan terbukti bahwa ekstrak air kunyit dapat menghambat pertumbuhan bakteri Psendomonas aeroginosa, val. MIC diperoleh dengan cara membuat beberapa konsentrasi ekstrak yaitu : 0,2,4,6,8,10,12,14,16,18,20 mg/ml. Penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri dimulai pada konsentrasi 12 mg/ml dengan luas hambatan 66,5I + 4.19 mm2 yang merupakan inti MIC, konsentrasi 20 mg/ml menunjukan penghambatan sebesar 50%. Key Word : Gurami, Pseudomonas sp, antibiotik, Kunyit, MIC, LD 50.

ABSTRACT

The fishery farmer use modern medicines hence antibiotics to defense from against of patogen bactery in “Gurami” fish, they mix the ingredients on to their food. The most preferable antibiotics they use to prevent the attachement of Pseudomonas sp and Aeromonas sp is Tetrcycline. However they don’t realizet this risky for human, it mind that the chemicals being swallowed by fish in their food is being swallowed too by human. The lipofil conditions of the active chemicals ( Tetracycline ) make they are soluble into lipid tissue of the fish. The experiment to investigate the effect of water extract of “ Kunyit” in against and inhibit the growth of Pseudomonas sp has done. The data show that water extract of kunyit is capable compare with tetracycline to inhibit the growth of Pseudomons sp suspension in petri disc method, it has antibiotic activity. Minimal inhibitory concentration shown by made some concentration of extract, that’s : 0,2,4,6,8,10,12,14,16, and 20 mg/ml. The inhibitory concentration due begining at 12 mg/ml with the wide of inhibitory area is 66.51 + 4.19 mm2, it call main MIC, in concentration of 20 mg/ml shown the inhibitory 50 % or LD 50. Key Word : Gurami, Pseudomonas sp, antibiotics, Kunyit, MIC, LD 50.

PENDAHULUAN Ikan gurami merupakan salah satu ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis penting karena masih banyak dicari dan disukai orang. Penyakit yang menyerang ikan gurami bisa berasal dari kondisi lingkungan maupun serangan organisme lain seperti bakteri. Aeromonas sp merupakan salah satu bakteri yang bersifat

Astuti, Efek Antidepresi dan Penapisan Fitokimia

19

val.16. Astuti.19 mm2 yang merupakan inti MIC. Ekstrak eternal kunyit dapat menghambat pertumbuhan jamur/fungi (Moran A. c.5I + 4. Biakan murni bakteri Pseudomonas fluorescens diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam ( MIPA ) Program Studi Mikrobiologi Universitas Diponegoro Semarang. Vol. 1991 ).1997).18. Pemakaian antibiotika tetrasiklin untuk mengatasi serangan bakteri pada budidaya ikan air tawar ternyata memungkinkan timbulnya masalah baru.PHARMACY. Serangan oleh bakteri ini sangat menghambat pengembangan budidaya ikan ( Wu dkk. Pada media telah membeku dibuat sumuran dengan diameter 8 mm. 20 mg/ml dan 25 mg/ml serta pelarut propilen glikol sebagai pembanding negatif dan larutan antibiotik tetrasikli 1. b. ) Rimpang kunyit diperoleh di daerah Banyumas yang kemudian dikeringkan dengan sinar matahari tak langsung yaitu dengan ditutup kain hitam dan diserbuk serta diayak. difoyang – goyang agar homogen dan dituang pada petri dengan volume masing – masing petri 10 ml.12.10. Obat yang banyak digunakan petani adalah golongan antibiotika tetrasiklin. 1. 01 No 01. Jika hal tersebut berlangsung lama maka bisa timbul efek berbahaya pada manusia seperti terakumulasi dalam jaringan tubuh maupun terjadinya suprainfeksi ( Mutschler. 1 yang telah steril. 16. MIC diperoleh dengan cara membuat beberapa konsentrasi ekstrak yaitu : 0.18.20. Untuk memcari IC50 dilakukan dengan membuat beberapa konsentrasi. seperti terlihat pada lampiran 1dan 2. Hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh dengan mengukur diameter zona hambatan pertumbuhan pada bakteri Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas fluorescens yaitu berupa zona radikal setelah diinkubasi pada 37oC selama 24 jam. Dari percobaan terbukti bahwa ekstrak air kunyit dapat menghambat pertumbuhan bakteri Psendomonas aeroginosa. 2003 patogen pada ikan ( Wakabayashi dkk. Dibiarkan beberapa saat agar membeku. Pembanding Sebagai pembanding positif pada uji mikrobiologi digunakan antibiotik tetrasiklin. ddsg mg/ml yang ditanam pada sepuluh (10) pada tiap-tiap konsentrasi. kemudian pada masing – masing sumuran ditambahkan larutan ekstrak kunyit sebanyak 20 µl dengan konsentrasi 5 mg/ml. Sebelumnya pernah diteliti oleh Mun Zen Maier A (1997) bahwa kunyit dapat menghambat pertumbuhan bacteri Helicobacter. METODOLOGI PENELITIAN Bahan Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri dimlai pada konsentrasi 12 mg/ml dengan luas hambatan 66. kemudian dicampur dengan 10 ml media antibiotik no. HASIL DAN PEMBAHASAN Percobaan ini merupakan percobaan pendahuluan atau percobaan dasar untuk membuktikan apakah ekstrak air kunyit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas sp sebagai penyebab kematian pada ikan gurami. d. Efek Antidepresi dan Penapisan Fitokimia 20 .2.8. 15 mg/ml.6. Bakteri Pseudomonas sp. 10 mg/ml.25 mg/ml sebagai pembanding positif. Rimpang Kunyit ( Curcuma domestica Val. 07—11. Sifat obat ini adalah bisa terakumulasi dalam jaringan terutama tulang sebagai kompleks dengan kalsium sehingga bukan tidak mungkin dengan pemakaian obat ini maka ikan yang dikonsumsi manusia mengandung tetrasiklin atau metabolitnya. Media untuk uji mikrobiologi Bahan untuk uji mikrobiologi adalah nutrien broth dehydrated. 1981 ).20 mg/ml. dari hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi 20 mg/ml menunjukan penghambatan sebesar 50%. media antibiotik no. Cara Kerja Pengujian aktivitas antibakteri Bakteri yang telah diinkubasi dalam nutrien broth disesuaikan konsentrasinya dengan menggunakan standar Brown III. 1981 ).4. kemudian dihitung prosentase penghambatan masing-masing konsentrasi. nutrien agar.14.

sementara pada ikan yang sehat dan lingkungan yang kondusif jarang ertkena infeksi dari bakteri Pseudomonas sp dan Aeromonas sp.15.2000) menyebabkan ikan gurani sangat mudah terinfeksi oleh bakteri. Medical Economics Company. Senyawa fenol bekerja dengan mendenaturasi protein sel bakteri. dan Rahardja K. memicu timbulnya mediator-mediator radang seperti Fromastaglandin.M and Vermeulen. Selain mempunyai daya antibakteri .IV 1674634. Kes. 159(12) : 6140-7.1081 HV. jika dalam kondisi kurang sehat(Prayitno. menyebabkan ikan tidak akan mudah terserang atau terinfusi oleh kondisi – kondisi yang memperparah kondisi kesehatannya. dimana zat-zat tadi sifatnya merusak sel dan memperparah luka. Immunol.J. 1997. Hm 1995). 1995. Dep. N. Tanaman Obat Tradisional 1. ikan yang mengalami luka. Ed.N. perlu dilakukan analisa kualitatif terhadap ekstrak air kunyit.N.P. Curcumma (kunyit) juga mempunyai aktivitas Hepatoprotektif (Comandeur J. Pelcran. sehingga perubahan struktur sel bakteri menyebabkan kematian bakteri (Tjay & Rahadja. 01 No 01.1988) sehingga pertumbuhan bakteri dapat dihambat.. Montvale. sehingga dapat diketahui senyawa yang bertanggung jawab terhadap penghambatan bakteri Pseudomonas sp. 1998. dapat melalui beberapa cara yaitu dengan mendenaturasi protein sel. Tjay T. S. Amsterdam. 1995. Division Of Molecular Toxicology. M. Val. 1989. Tinimerman. Commardeur. dimana dengan sehat dan optimalnya fungsi hati dalam memetabolisme makanan dan zat-zat yang masuk kedalam tubuh. 07—11. 33 – 44.N. 1988.19 mm2 dan IC 50 20 mg/ml DAFTAR PUSTAKA Munzen Maier A. Antifungi Activity Of Curcumin. Yogyakarta. New Jersey. Thomas. J. J. H. hal itu menunjukan adanya hambatan yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan bakteri Psendomonas. Serotonim dan Histamin. kunyit (Curcuma domestica) mempunyai khasiat sebagai anti inflamasi (Timmerman. and Vermeulen. Departement Of Pharmaco Chemistry. Cytotoyicity and Cytoprotective Activity Of Curcumia.1986) mengingat kunyit mengandung senyawa fenol yaitu flavonoid. et all. PDR : for Herbal Medicines. dan kerusakan tersebut sifatnya irreversibel(Pelcrar & Chan. KESIMPULAN Ekstrak air kunyit (Curcuma domestica Val) dapat menyebabkan penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeroginosa dengan MIC : 12 mg/ml dengan luas hambatan 66. Dec. dari analisa Varianya satu jalan dengan taraf kepercayaan 95% diperoleh nilai F tabel lebih kecil dari F hitung. Air yang kotor. Ikan gurami yang dapat terserang oleh bakteri Pseudomonas sp dan Aeromonas sp. dan kontral positif digunakan tetrasiklin. Immunol. Dec 15. E. 12(12) : 1240-6.H. Dasar-dasar Mikrobiologi. 1997. A. UI Press Jakarta. C. Amsterdam Anonim. untuk setiap konsentrasi. 2000). Kontrol negatif digunakan air (pelarut). 2003 Mekanisme penghambatan ekstrak air kunyit terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas Aeroginosa. adanya luka pada tubuh ikan. 452-456.E. Vol. First Ed. 51 + 6. dan kondisi ikan yang lelah (Wakhid. Melihat ada beberapa zat kimia yang terkandung dalam kunyit. Efek Antidepresi dan Penapisan Fitokimia . 21 Astuti. Jilid 2 diterjemahkan oleh Siri Hadi Oetama.M. Blokade yang dilakukan Curumma(kunyit) terhadap zat-zat tadi mencegah luka semakin parah dan ikan akan terhindar dari infeksi bakteri pada tempat luka. NPE. Obat-Obat Penting Khasiat. Urije Universiteit. dan Chan. 1994). Dan dari uji komparatif berganda tuckey-Waktu dan Tempat diperoleh hasil bahwa diperoleh perbedaan yang bermakna terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Pseudomonas sp. A. S. 1986. Moran A.PHARMACY.S. Secreted Product Of Helico Bacter Pylori Activites Transcriptioan Factor Nuclear Factor-Kappa B. Penggunaan dan efek-efek sampingnya. Depertement Of Pharmacochemistry De Boelelaan 1083. RI. New Perspectives For Anti-Inflamantory Drugs. atau mengalami radang pada organ atau jaringan tertentu pada tubuhnya. Penerbit Kanisius.

Hal. Jurnal “Sains Akuatik” Vol. 266 – 291. R. B. E.R..A. H.P. Purwokerto. Wakabayashi.L. Orlando. 2000. Hyphossobrycan innesi Myers dan Kemungkinan Pengobatannya Dengan Antimikroba..f. 2000. 2 nd Ed. J. Penerbit ITB. Wakhid.Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan . Aromatic. Tonnesen. Wu. 4. H. Norway.. J. Bacterial Disease of Fish. 1 No. 07—11. Hsu dan S.Fish Pathol. Departement of Pharmaceuties Institute of Pharmacy. 1984. 1981. J. Taufik. Penyakit Ikan dan Penanggulannya.K. and Karlsen. Medicinal. Robert. Oslo. M.H. Inc.. Eguso. Academic Press. Jurnal “Aquaculture Indonesia”. Tokyo. 2 tahun 2000. Taufik. Respon Antibodi Pada Ikan Lele Dumbo ( Clarias gariepinus Burch ) Terhadap Vaksin Bakteri Aeromonas Hydrophila. Hal 126. 1991. UMP. 4 No. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. UMP. Tanah. Rice. Bandung.32. Klocke. Y. 1995. T. Institute of Agriculture Oxford.Chang. Y. Blackwell Scientific Publications. London. Recent Development in The Use of Curcumin as a Potential Drug.S.Jan.C. Vol. P.I. Purwokerto. Peningkatan Immunitas Spesifik Ikan Hias Botia Melalui Vaksinasi. Inglis. 1981. Paris. Mutschler.Lin.H. dari Bajaj. Heidelber. and Industrial Material from Plants. Jurnal “Sains Akuatik” Vol.. 35 – 39. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. A... Berlin. A. 1976.N. 01 No 01. dan Bromage. 2000. Aeromonas hydrophyla By Bacteropage. Astuti. Bakteri Patogen Pada Ikan Neon Tetra. 2003 Balandrin. Purwokerto. Prayitno.. Hal.UMP. Biological Control of Fish Bacterial Pathogen.Hsu dan L. Pathogenic Activity of Aeromonas Hydrophila (Chester). New York.. Florida. UMP. Efek Antidepresi dan Penapisan Fitokimia 22 . Buku Ajar Bab.. 2 tahun 2000.L. 2001. V.H.. Purwokerto. 33 – 38.. Dinamika Obat. Allelopathy. 3– 35. 3 No. Biotechnology in agricultural and Foerestry.. P..V Hal. 1985. Springer – Verlag. J. 1 tahun 2000.S.PHARMACY. P. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Vol. (ed). popoff and Veron. In fish Pathol. University of Oslo. 1988.