Anda di halaman 1dari 4

Hordeolum 3A

Hordeolum merupakan infeksi akut supuratif pada kelenjar-kelenjar kelopak mata. Klasifikasi 1. Hordeolum internum => yang mengalami

inflamasi adalah kelenjar Meibom. Bengkaknya lebih besar. 2. Hordeolum eksternum => yang mengalami inflamasi adalah kelenjar lebih kecil Zeis dan dan lebih

Moll.Bengkaknya superfisial. Etiologi

Staphylococcus Aureus

Catatan ii 09-135 FKUA

Gejala Klinis Terdapat benjolan merah di dekat pangkal bulu mata Sakit bila ditekan Merah Hordeolum interna dapat pecah ke arah kulit atau konjungtiva. Kalau hordeolum eksterna selalu pecah ke arah kulit. Diagnosis Anamnesis : pasien mengeluh mata perih, berair, merah. Dan yang paling penting ada riwayat menggunakan tetes mata perak nitrat beberapa jam sebelum kejadian. Pemeriksaan Fisik : tampak mata berair, merah, konjungtiva palpebra inferior terlihat jelas dan merah (iritasi, dll) Kerokan konjungtiva sering mengandung sel epitel berkeratin, beberapa neutrofil

polimorfonuklear.

Catatan ii 09-135 FKUA

Tatalaksana Kompres hangat 3-4 kali sehari selama 10-15 menit Bila tidak membaik dalam 48 jam, insisi dan drainase bahan purulent. Antibiotik lokal : salep antibiotik pada sakus setiap 3 jam Antibiotik sistemik bila terjadi selulitis Perbaiki higiene untuk mencegah rekuren

Komplikasi Selulitis => infeksi kulit (subkutis)

Prognosis Bila ditangani dengan cepat dan dapat

menghindarkan komplikasi, maka prognosisnya akan baik. Pola pikir Bila ada pasien mengeluh mata bengkak => periksa dan lihat apakah bengkaknya berasal dari dekat pangkal bulu mata => Tentukan apakan ini

Catatan ii 09-135 FKUA

benar-benar hordeolum internum atau eksternum => Terapi antibiotik lokal dan sistemik => Bila ada fluktuasi => insisi.

Sumber Gambar (c) google Kuliah Pengantar Blok 3.6 FKUA Vaughan, Daniel G dkk. 1996. Oftalmologi Umum. Jakarta : Penerbit Widya Medika.

Catatan ii 09-135 FKUA

Anda mungkin juga menyukai