Anda di halaman 1dari 3

Beberapa tahapan bisnis yang saya rangkum dari pengalaman sendiri atau juga pengalaman sahabat2 saya sbb:

Bisnis Start Up Focus on Action Pada tahapan ini biasanya para pemula bisnis melakukan apa saja untuk membuka usaha, dengan agak sedikit panik dan kadang ikut-ikutan yang lagi nge trend semua usaha dilakukan. Biasanya para pemula melakukannya tidak dengan pede yang tinggi. Ada yang pengenya usaha bareng supaya kalo usahanya bangkrut punya temen senasib, bukan Cuma satu atau dua temen aja yang diajak gabung bahkan saking pengennya bisnis barengan bisa sampe 10 atau 20 orang yang gabung wah kalo begini susah nih.. dapet uangnya gak seberapa dibagi2 sampe puluhan orang yaa abis aja, belum nanti kalo ada masalah, juga harus ditentuin siapa pemimpinnya, siapa yang menjalankan bisnis ini siapa yang tidak harus jelas diawal, yang pasti beberapa pengalaman mengatakan usaha bareng seperti ini gak akan jalan. Ada juga yang usaha sendirian dan ikut-ikutan, biasanya hanya coba-coba coba dulu jualan baju atau selimut siapa tau aja laku dan dapet untung..lumayan kan, nah tipe yang seperti ini pasti punya usaha yang berbeda 100% dengan pengalaman di tempat kerja, orang2 yang kerjanya di bidang IT jualan garmen, kerja di bagian administrasi usahanya jualan makanan dsbnya. Bisnis Maintain Pada tahapan ini para pemula sudah lebih berpengalaman lagi, biasanya usaha sudah dilakukan diatas 3 atau 6 bulan dan para pebisnis sudah lebih mengerti lagi kondisi usahanya, Cuma sayangnya semua tahapan bulan mulai dari kondisi bulan januari sampe Desember belum di lalui dengan sukses. Memaintain usaha sebenarnya inti dari suatu bisnis, bila sukses maintain dan melewati proses masa-masa sulit dengan kondisi terberat sekalipun, maka ke depannya semua bisa berjalan lancar, artinya kesulitan2 terberat sudah dilalui dengan mulus, nah tahapan inilah yang menjadi tahapan paling krusial di dunia usaha sebab memaintain usaha bisa jadi perlu waktu banyak tidak cukup Cuma 3 atau 6 bulan, bisa 1 atau 2 tahun. Bisnis Closed or Continue Dalam kondisi kesulitan di proses maintain biasanya para pebisnis harus menghadapi suatu tantangan DO or DIE, HIDUP atau MATI, bisnis TUTUP atau LANJUT.. di tahapan proses ini adalah proses yang paling krusial dan menentukan, bila di teruskan bisa jadi akan rugi terus, ditutup juga sebenarnya sudah rugi juga apalagi punya hutang yang lumayan banyak.. Kondisi ini harus dilalui oleh semua pengusaha, kondisi yang paling sulit dengan menentukan sebenarnya pilihan bisnis kita ini tepat gak sih? Lokasi nya bener gak sih ? Kok rugi terus yaa? Kok income sama outcome sama nih jadi gak ada untung? Jadi gimana ?? Semua pertanyaan2 dan jawaban2 itu ada di para pebisnis itu sendiri sebenarnya, bukan orang lain, maka itulah kadang diperlukan mentor atau bisnis coach untuk membuka mindset atau

kreatifitas pebisnis supaya dapat AHA lebih banyak lagi, tapi bila keputusannya adalah Bisnis Closed bukan berarti kiamat dunia, bisnis closed dan open jadikan hal yang biasa, ambil pelajaran saja dari semua pengalaman2 yang didapat. Bisnis Focus Countinuity Nah pada tahapan ini sudah lebih matang lagi para pebisnis, karena pengalamannya sudah lebih banyak, pelajaran dari bisnis open and close bisa diserap dan diambil sarinya untuk kemajuan diri. Jatuh dan bangun sudah biasa, maka itu bila pebisnis punya beberapa usaha kemudian rontok dan buat usaha lagi sampe dengan tahapan ini biasanya itu adalah usaha yang paling diminati, paling dijadikan pilihan utama. Pebisnis mulai focus dengan usahanya, biasanya hanya satu jenis usaha, walaupun dulu mulai dengan banyak usaha, semua rontok dan hanya tersisa satu saja yang FOKUS dan terus berkelanjutan,.. pada tahapan ini pebisnis sudah yang dulunya belajar, sudah pinter, dulunya amatir jadi professional walaupun bidang usaha dengan jenis pendidikan atau karir di pekerjaan berbeda tidak jadi masalah karena pebisnis sudah mempelajari dan jadi expert disitu. Bisnis Development Tahapan pengembangan usaha bisa dilakukan setelah lewati tahapan BISNIS FOKUS dulu, semua tahapan2 diatas harus dilalui tidak loncat langsung ke tahapan berikutnya, justru tahapan2 inilah sebenarnya pondasi dari para pebisnis, tanpa itu semua akan sia-sia, terlalu bernafsu untuk pengembangan usaha akan jadi boomerang sendiri, buang2 dana dan waktu untuk coba2 saja. Maka itu saya sangat bersyukur saat2 beberapa usaha saya rontok atau saya rontokkan sendiri dengan beberapa pertimbangan itu akan menjadi pelajaran yang sangat berharga buat la iyalah berharga laa wong bikin satu bisnis aja perlu puluhan juta bahkan ratusan itung sendiri biaya belajarnya

TK : Mengumpulkan ilmu bisnis, semangat dan memulai berjualan hal-hal yang kecil (membiasakan diri dengan kondisi berjualan, mengenal berbagai karakter pelanggan, dan sebagainya. SD : Berjualan hal-hal yang kecil, tetapi sekarang mulai mencari produk dengan harga rendah dan berusaha mencari pembeli yang membeli dengan harga tinggi. SMP : Mulai mencari bisnis yang cocok, tugas penjualan sehari-hari diserahkan kepada orang lain. Kini lebih fokus mencari cara-cara untuk meningkatkan penjualan, inovasi,dan lain-lain. SMA :

Mengembangkan usaha dengan membuka cabang, mencari investor. S1: Bisnis sudah dapat digandakan dalam skala besar, cara-cara berbisnis sudah dibakukan. Pengembangan franchise atau kerjasama investasi sudah menjadi pekerjaan sehari-hari. Membuat Badan Hukum Usaha. S2 : Perusahaan Go Public, yang nantinya akan dapat meningkatkan value perusahaan menjadi berlipat-lipat. Diambil dari bahan presentasi bisnis Manajemen WarnetGua Group Posted by N. Priatno at