Anda di halaman 1dari 17

BUKU PEGANGAN MAHASISWA

MODUL 1

BERAK-BERAK

Diberikan pada mahasiswa semester 1 Fakultas Kedokteran Unhas

DASAR METABOLISME PENYAKIT


Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin 2009

TUGAS MAHASISWA
1. Setelah membaca dengan teliti skenerio di atas harus mendiskusikan hal tersebut pada satu kelompok diskusi yang terdiri dari 12-15 orang, dipimpin oleh seorang ketua dan seorang penulis yang dipilih oleh kelompok anda sendiri. Ketua dan sekretaris ini sebaiknya berganti-ganti pada setiap kali diskusi. Diskusi kelompok ini difasilitasi oleh dua orang tutor. 2. Anda harus melakukan aktivitas pembelajaran individual di perpustakaan dengan menggunakan buku ajar, majallah, slide, tape atau video, dan internet, untuk mencari informasi tambahan. 3. Melakukan diskusi kelompok mandiri (tanpa tutor), melakukan curah pendapat bebas antar anggota kelompok untuk menganalisa dan atau mensintese informasi dalam menyelesaikan masalah. 4. Berkonsultasi pada nara sumber yang ahli pada permasalahan dimaksud untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam (tanya pakar). 5. Mengikuti kuliah khusus (kuliah pakar) dalam kelas untuk masalah yang belum jelas atau tidak ditemukan jawabannya. 6. Melakukan praktikum di laboratorium Histologi, Biokimia, Patologi Anatomi, Mikrobiologi dan Patologi Klinik.

PROSES PEMECAHAN MASALAH


Dalam diskusi kelompok dengan menggunakan metode curah pendapat dan diskusi, anda diharapkan memecahkan problem yang terdapat dalam scenario ini, yaitu dengan mengikuti 7 langkah penyelesaian masalah di bawah ini. Berdasarkan skenario diatas, lakukanlah langkah-langkah di bawah ini: 1. Klarifikasi semua istilah yang asing untukmu (bila ada), menentukan kata kunci 2. Tentukan masalah (aspek atau konsep) pada skenario di atas yang tidak anda mengerti. Buat pertanyaan tentang hal tersebut. 3. Dengan menggunakan pengetahuan masing-masing, jawablah atau jelaskanlah masalah tersebut. 4. Cobalah membuat menyusun penjelasan tersebut secara sistimatik 5. Tentukan masalah-masalah yang belum terjawab dengan baik dan jadikanlah hal tersebut sebagai tujuan pembelajaranmu selanjutnya. 6. Untuk menjawab atau memecahkan masalah tersebut, carilah informasi yang diperlukan sebanyak-banyaknya dari kepustakaan, pakar, dan lain-lain sumber informasi. 7. Diskusikan dan lakukan sintese dari semua informasi yang anda temukan. Penjelasan : Bila dari hasil evaluasi laporan kelompok ternyata masih ada informasi yang diperlukan untuk sampai pada kesimpulan akhir, maka proses 5 dan 6 bisa diulangi, dan selanjutnya dilakukan lagi langkah 7. Kedua langkah di atas bisa diulang-ulang di luar tutorial, dan setelah informasi dianggap cukup maka pelaporan dilakukan dalam diskusi akhir, yang biasanya dilakukan dalam bentuk diskusi panel dimana semua pakar duduk bersama untuk memberikan penjelasan atas hal-hal yang masih belum jelas.

JADWAL KEGIATAN
Sebelum dilakukan pertemuan antara kelompok mahasiswa dan tutor, mahasiswa dibagi menjadi kelompok-kelompok diskusi yang terdiri dari 15-17 orang tiap kelompok. 1. Pertemuan pertama dalam kelas besar dengan tatap muka satu arah untuk penjelasan dan tanya jawab. Tujuan : menjelaskan tentang modul dan cara menyelesaikan modul, dan membagi kelompok diskusi. Pada pertemuan pertama buku modul dibagikan.

2.

3.

4. 5.

6.

8.

Pertemuan kedua : diskusi tutorial 1 dipimpin oleh mahasiswa yang terpilih menjadi ketua dan penulis kelompok, serta difasilitasi oleh tutor Tujuan : * Memilih ketua dan sekretaris kelompok, * Brain-storming untuk proses 1 5, * Pembagian tugas Pertemuan ketiga: diskusi tutorial 2 seperti pada tutorial 1. Tujuan: untuk melaporkan informasi baru yang diperoleh dari pembelajaran mandiri dan melakukan klassifikasi, analisis dan sintesis dari semua informasi. Anda belajar mandiri baik sendiri-sendiri. Tujuan: untuk mencari informasi baru yang diperlukan, Diskusi mandiri; dengan proses sama dengan diskusi tutorial. Bila informasi telah cukup, diskusi mandiri digunakan untuk membuat laporan penyajian dan laporan tertulis. Diskusi mandiri bisa dilakukan berulang-ulang diluar jadwal. Pertemuan keempat: diskusi panel dan tanya pakar. Tujuan: untuk melaporkan hasil analisa dan sintese informasi yang ditemukan untuk menyelesaikan masalah pada skenario. Bila ada masalah yang belum jelas atau kesalahan persepsi, bisa diselesaikan oleh para pakar yang hadir pada pertemuan ini. Laporan penyajian dibuat oleh kelompok dalam bentuk sesuai urutan yang tercantum pada buku kerja. Masing-masing kelompok mahasiwa kemudian diberi tugas untuk menuliskan laporan tentang salah satu penyakit yang memberikan gambaran seperti pada skenario yang didiskusikan pada kelompoknya. Laporan ditulis dalam bentuk laporan penyajian dan laporan lengkap. Pertemuan terakhir: laporan kasus dilakukan dalam kelas besar oleh masing-masing mahasiswa. Catatan : Laporan penyajian kelompok masing-masing diserahkan satu rangkap ke sistem (MEU) melalui ketua kelompok. Semua laporan akan diperiksa dan dinilai oleh pakarnya masing-masing. Semua mahasiswa wajib menyalin laporan dari kelompok dan mahasiswa lain untuk dipakai sebagai salah satu bahan ujian.

TIME TABLE
I
Pertemuan I (Penjelasan)

II
Tutorial I Pengumpulan informasi Analisa & sintese

III
Mandiri Praktikum

IV
Kuliah kosultasi

V
Tutorial II (Laporan & Diskusi)

VI
Pertemuan Terakhir (Laporan)

BAHAN BACAAN DAN SUMBER-SUMBER LAIN


1. Buku Ajar dan Jurnal 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 Chandler, A.C. Introduction to parasitology with special reference to the parasites of man, 9th edition, John Wiley & Sons Inc., New York, 1955. Chandrasoma , P., Taylor, C.R. Consice Pathology 2nd edition, Lange Medical Book Inc, Philadelphia, 1995. Cotran, R., Kumar, V. Robbins, S. Robbins Pathologic Basis of Disease, 5th edition,WB Saunders Co, Philadelphia, 1994. Cohen, J. et al. The gastrointestinal system, in Infectious Diseases, 2nd edition, Mosby, Sydney, 2001, p. 457-462. Hoare, C.A. Handbook of Medical Protozology. Bailiere, Tindal and Cox, London, 1949. 3

Joklik, WK., Willett, HP., Amos, DB., and Wilfret, CM. Zinsser Microbiology, 20th edition, Appleton and Lange, Connecticut, 1992. 1.7 Maegraith, B.G. Adam & Maegraith:Clinical Tropical Diseases, 5th edition, Blackwell Scientific Publications, Oxford and Edinburg, 1971 1.8 Mims, C. et al. Gastrointestinal infection, in Medical Microbiology, 3rd edition, Mosby, Sydney, 2004. p. 277-312. 1.9 Ryan, KJ., Ray, CG. Sherris Mediacal Microbiology, an Introduction to Infectious Diseases, McGrow-hill, Singapore, 2004. 1.10 Virella, G., Farrar, E. Microbiology and Infectous Diseases, 3rd Edition, edited by Virella, G., Williams & Wilkins, Baltimore, 1997. 2. Hand-out atau Diktat kuliah 2.1. Dari Diktat Bagian Histologi: 2.1.1. Struktur histologik komponen-komponen dan sitoskelet sel 2.1.2. Histofisiologi komponen-komponen dan sitoskelet sel 2.1.3. truktur umum dsnhidtofisiologi dari epitel usus halus dan ususa besar 2.1.4. Struktur histologik dan histofisologi dari epitel kelenjar 2.1.5. Struktur histology dan histofisiologi dari tautan sel 2.2. Dari Diktat Bagian Biokimia 2.2.1. Definisi enzim 2.2.2. Struktur kimiawi dan peran enzim pada paaatomekanisme dan pertahanan tubuh terhadap infeksi di saluran cerna. 2.2.3. Struktur kimiawi cairan antarjaringan dan antar sel 2.3. Dari Diktat Bagian Mikrobiologi 2.3.1. Klassifikasi dan taksonomi bakteri pathogen usus 2.3.2. Morfologi dan struktur dasar serta sifat pewarnaan Gram dari bakteri pathogen usus 2.3.3. Patogenesis dan cara penularan infeksi saluran cerna 2.4. Dari Diktat Bagian Parasitologi 2.4.1. Klassifikasi protozoa & cacing penyebab infeksi saluran cerna 2.4.2. Morfologi dan struktur protozoa & cacing penyebab infeksi saluraan cerna 2.5.1. Mekanisme pengeluaran cairan dari usus halus serta lender dan darah pada infeksi saluran cerna. 2.5. Dari Diktat Bagian Patologi Anatomi 2.5.1. Reaksi kekebalan yang terjadi pada infeksi paada saluran cerna 2.5.2. Sel-sel yang berperan pada reaksi imun akibat infeksi pada saluran cerna 2.5.3. Mediator kimia pada peradangan dan fungsinya 2.5.4. Sitokin dan perannya. 2.6. Dari Diktat Bagian Patologi Klinik 2.6.1. Sel-sel darah tepi dan laju endap darah 2.6.2. Mekanisme terjadinya perubahan jumlah sel darah tepi dan laju endap darah pada infeksi saluran cerna 2.7. Dari Diktat Bagian Ilmu Keshatan Masyarakat 2.7.1. Cara pegendalian infeksi saluran cerna dan tindakan promotif yang bisa dilakukan.. 3. Sumber lain 3.7. VCD, .Internet, Tape, Slide 4. Nara Sumber 1.6 4

NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

NAMA dr. Gunawan Arsyadi, Sp.PA dr. Djumadi Ahmad, Sp.PA Prof.Dr.dr. Johanna M. Kandouw, Sp.PA dr. N.K. Sungowati, Sp.PA dr. Elisa T Budiman dr. Yangki Hashumal dr. Irawan Yusuf, Ph.D dr. Baedah Madjid, Sp.MK Prof.Dr.dr.Muh.Asaad Maidin, MSc., Sp.MK Dr. Isra Wahid, Ph.D.

ALAMAT KANTOR Bgn Patologi Anatomi Bgn Patologi Anatomi Bgn Patologi Anatomi Bgn Patologi Anatomi Bagian Histologi Bagian Biokimia Bagian Faal Bagian. Mikrobiologi Bagian. Mikrobiologi Bagian Parasitologi

TELPON KANTOR 0411324003 0411324003 0411324003 0411324003 0411586010 0411586010 0411586010 0411586010 0411586010 0411586010

HP 08124188519 0811444566 0811463126 08124209398

O811444326 04115208066 08156171624 04115017804

STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Diskusi kelompok yang diarahkan oleh tutor 2. Diskusi kelompok mandiri tanpa tutor. 3. Konsultasi pada nara sumber yang ahli (pakar) pada permasalahan dimaksud untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam. 4. Kuliah khusus dalam kelas. 5. Aktivitas pembelajaran individual di perpustakaan dengan menggunakan buku ajar, majallah, slide, tape atau video, dan internet. 6. Praktikum di laboratorium Histologi, Mikrobiologi, Parasitologi, Patologi Anatomi, dan Patologi Klinik. 6.1.Praktikum di Laboratorium Histologi 6.1.1. Melihat gambaran mikroskopis jaringan usus halus dan usus besar 6.1.2. Melihat gambaran mikroskopis kelenjar-kelenjar pada saluran cerna 6.2.Praktikum di Laboratorium Mikrobiologi 6.2.1. Melihat morfologi dan sifat pewarnaan Gram dari bakteri pathogen usus di bawah mikroskop. 6.2.2. Melihat Sifat-sifat, morfologi koloni dan sifat-sifat biokimia dari patogen usus. 6.3.Praktikum di Laboratorium Parasitologi 6.3.1. Melihat gambaran mikroskopis dari protozoa penyebab infeksi saluran cerna 6.3.2. Melihat gambaran mikroskop dari telur-telur cacing usus. 6.4.Praktikum di Laboratorium Patologi Anatomi 6.4.1. Melihat gambaran hsitopatologi dari jaringan usus pada infeksi bakteri, protozoa dan cacing. 6.5.Praktikum di Laboratorium Patologi Klinik 6.6.1. Melihat gambaran darah pada penderita infeksi

MODUL

BERAK-BERAK
PENDAHULUAN
Modul ini merupakan bagian dari Mekanisme Dasar Penyakit Infeksi, dan terdiri dari beberapa unit yang masing-masing membicarakan tentang mekanisme dasar penyakit infeksi bakteri, infeksi protozoa dan cacing, infeksi virus. Tujuan Pembelajaran dan Sasaran Pembelajaran dari modul ini disajikan pada permulaan buku modul ini agar mahasiswa dapat memperoleh pembelajaran menyeluruh tentang

konsep dasar mekanisme penyakit infeksi.

Modul terdiri dari beberapa skenario yang menunjukkan beberapa simptom klinik yang bisa ditemukan pada penyakit tertentu. Diskusi bukan hanya difokuskan pada inti pemasalahan tetapi juga akan

dibicarakan semua hal yang ada hubungannya dengan hal tersebut. Mahasiswa harus mampu menjelaskan semua aspek tentang penyakit infeksi, yaitu dasar anatomi, histologi dan fisiologi dari infeksi, patomekanisme terjadinya infeksi, mikroba penyebab infeksi, kelainan sel, jaringan, dan cairan tubuh akibat infeksi, dasar pertahanan tubuh terhadap infeksi, serta cara penularan dan pencegahan infeksi.

Sebelum menggunakan buku ini, tutor dan mahasiswa harus membaca

Tujuan Pembelajaran dan

sasaraan pembelajaran yang harus dicapai oleh mahasiswa, sehingga diharapkan diskusi lebih terarah untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Dalam hal ini peran tutor dalam mengarahkan tutorial sangat penting. Bahan untuk diskusi bisa diperoleh dari bahan bacaan yang tercantum pada ahir setiap unit. Kemungkinan seorang ahli dapat memberikan kuliah dalam pertemuan konsultasi antara

kelompok mahasiswa peserta diskusi dengan ahli yang bersangkutan, yang bisa diatur dengan dosen yang bersangkutan.

Penyusun mengharapkan buku modul ini dapat membantu mahasiswa dalam memecahkan masalah penyakit infeksi yang akan disajikan pada sistim-sistem selanjutnya. Revisi: Makassar, 10 Nopember 2008 Penyusun dr Baedah Madjid, SpMK dr Rina Masadah,SPPA,MPhil Prof dr Syarifuddin Wahid,PhD,SpPA(K)

Subsistim Mekanisme Dasar Penyakit Infeksi


TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah selesai mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pembelajaran tentang anatomi, histologi dan fisiologi, sebagai dasar mekanisme terjadinya infeksi, patomekanisme infeksi dan lingkaran penularan bakteri, virus, jamur dan parasit penyebab infeksi, serta kelainan-kelainan jaringan dan kimia dalam tubuh manusia akibat infeksi.

KASUS
SKENARIO 1 : Berak-berak encer Seorang ibu berusia 31 tahun, dibawa ke Puskesmas jam 5 subuh karena muntah-muntah dan berak encer lebih dari 10 kali sejak tadi malam. Mulai sakit perut kira-kira jam 2 siang kemarin, dan berak encer mulai pada jam 9 malam tadi. Ibu sekarang merasa lemas dan badannya demam. SKENARIO 2 : Berak Darah dan Lendir Seorang anak balita, dibawa ke rumah sakit oleh ibunya dengan riwayat tiba-tiba demam, muntah-muntah dan berak encer beberapa kali sehari sejak 3 hari lalu. Berak encer sering disertai darah dan lendir agak kental. Anak sekarang tampak lemas dan selalu menangis tiap buang air besar.

LEMBAR KERJA
1. KLARIFIKASI KATA SULIT

2. TENTUKAN KATA KUNCI

3. TENTUKAN PROBLEM KUNCI DENGAN MEMBUAT PERTANYAAN-PERTANYAAN PENTING

4. JAWABAN PERTANYAAN

5. TUJUAN PEMBELAJARAN SELANJUTNYA

6. INFORMASI BARU

10

6. INFORMASI BARU

7. KLASIFIKASI INFORMASI

11

8. HASIL ANALISA & SINTESIS SEMUA INFORMASI

9. PERTANYAAN PRAKTIKUM

12

10.LAPORAN PRAKTIKUM 10. 1. Laboratorium Histologi


10.1.1. Gambaran mikroskopis jaringan usus halus dan usus besar

10.1.2. Gambaran mikroskopis kelenjar kelenjar pada saluran cerna

13

10. LAPORAN PRAKTIKUM 10. 2. Laboratorium Mikrobiologi


10.2.1. Morfologi dan sifat pewarnaan Gram Salmonella spp., Shigella spp., Escherechia coli dan Vibrio spp. Salmonella Shigella Escherechia coli Vibrio

10.2.2. Sifat-sifat biokimia Salmonella spp., Shigella spp., Escherechia coli dan Vibrio spp. REAKSI BIOKIMIA Reaksi TSI H2S Gas SIM: Indol Motility Tes MR Tes VP Tes Citrat Tes Urea Glukosa Laktose Sukrose Maltose oksidase katalase Salmonella Shigella E. coli Vibrio

14

10. LAPORAN PRAKTIKUM 10.3. Laboratorium Parasitologi


Gambaran mikroskopis dari Giardia lamblia

Gambaran mikroskopis dari Entamoeba histolytica

Gambaran mikroskop dari telur-telur cacing usus.

15

10. LAPORAN PRAKTIKUM 10.4. Laboratorium Patologi Anatomi


10.4.1.Gambaran histopatologi dari jaringan usus pada infeksi bakteri

10.4.2.Gambaran histopatologi dari jaringan usus pada infeksi protozoa

10.4.3.Gambaran histopatologi dari jaringan usus pada infeksi cacing.

16

10. LAPORAN PRAKTIKUM 10.5.Laboratorium Patologi Klinik


10.5.1.Gambaran darah tepi orang normal

10.5.2.Gambaran darah tepi penderita infeksi saluran cerna.

10.5.3.Laju endap darah orang normal dan penderita infeksi saluran cerna.

MODUL 2 MATA KUNING


PENDAHULUAN
17