Anda di halaman 1dari 73

ngerjain adik istriku yang calon dokter Namaku Hendri, aku bekerja di sebuah kantor BUMN.

Aku sudah menikah selama 3 tahun dengan istriku. Walau kami belum dikaruniai anak, kami sangat bahagia kar ena istriku adalah orang yang pandai sekali menyenagkan suami. Sepertinya tidak ada habisnya sensasi, gaya, dan teknik yang istriku peragakan setiap kami bergum ul di ranjang. Aku 7 tahun lebih tua dari istriku yang kini berusia 28 tahun. Beberapa waktu lalu, rumah kami semakin berwarna ketika adik bungsu istriku yang kuliah kedokteran di salah satu perguruan tinggi negeri tengah menjalankan Coass di salah satu Rumah Sakit negeri yang kebetulan berada dekat dengan rumah kami. Umurnya masih sangat muda sekitar 22 tahun, dia termasuk mahasiswi yang ce rdas karena dapat menuntaskan studi tepat pada waktunya. Jika dilihat dari wajahnya, dia lebih cantik dari istriku, ditambah wajahnya yang teduh dan keibuan. Walaupun tubuhnya aku taksir tidak sebagus tubuh istrik u tapi masih diatas rata-rata wanita pada umumnya. Perbedaan lainnya, jka istrik u senang berpakaian seksi dan menarik lawan jenisnya, apalagi ditunjang dengan t ubuh yang sangat aduhai. Adik dari istriku ini malah sebaliknya, dia menutupi ke cantikannya dengan pakaian yang sangat longgar dan jilbab yang lebar. DItambah m anset dan kaus kaki sehingga aku hanya bisa melihat wajahnya yang putih bersih d an telapak tangannya. Bahkn setiap aku ada di rumah dia tidak melepaskan jilbab dan kaoskakinya walau barang sebentar. Namanya Nurul Annisa gadis cantik itu. Kami lalui hari dengan wajar, aku bisa berangkat terlebih dahulu dengan meng antarkan istriku ke kantornya. Sedangkan Annisa terbiasa berangkat terakhir kare na letak Rumah Sakit yang tidak terlalu jauh dari rumah kami. Walau dalam hati a ku menyimpan ketertarikan pada Annisa. Aku semakin bergairah ketika melihat ting kahnya yang sopan, murah senyum, dan lenggok pinggulnya ketika berjalan walau ak u yakin bukan maksud dia untuk melakukan itu. Inner beauty yang terpancar ditamb ah bakat kecantikan den kemolekan tubuhnya selalu ia jaga dengan baik. Katanya h anya untuk suaminya saja, bahkan dia tidak mau pacaran walau saya yakin pasti ba nyak laki-laki yang menginginkannya. Jilbabnya yang lebar itu tidak dapat menutu pi lekukan dadanya yang membusung. Jika istriku berukuran 38 B aku taksir besar tetek adik istriku itu sekitar 36 B. Tingginya yang semampai hampir mencapai 165 cm ditunjang tubuh yang tidak kurus juga tidak gemuk membuat mata laki-laki man apun pasti akan terkesima. Apalagi jika dirumah aku sering melihatnya hanya meng gunakan daster saja walau wajah dan kakinya tidak dapat aku lihat, tapi aku dapa t membayangkan bagaimana tubuhnya. Terkadang ketika aku bergumul dengan istriku aku membayangkan sedang melakuk an dengan Annisa, sikapnya yang tertutup pada laki-laki dan selalu menutup tubuh nya semakin membuatku penasaran. Hanya saja aku masih menghargainya sebagai adik dari istriku, dan sikapnya yang menjaga diri. Gayanya dan sikapnya yang renyah membuat siapapun jadi tidak sungkan untuk mengenalnya lebih dekat denganna walau ia tetap menjaga jarak. Suatu hari, sepulang kantor aku membuka DVD Blue Film yang baru aku pinjam d ari teman kantorku, Blue Film yang aku tonton degan menggunakan komputer cukup b agus dimana Film tersebut tidak terlalu vulgar dan seronok yang membuat orang ji jik. Itu membangkitkan gairahku, kudekati istriku yang sedang menonton tivi di r uang tengah, aku mulai mencumbunya dan dia pun membalas cumbuanku, tiba-tiba ku dengar pindu depan terbuka, pasti Annisa gumamku. "Tumben jam 9 baru datang Nis?" Tanya istriku, "Iya mbak, tadi praktik bedah dulu. O ya mas, boleh kan aku pakai ruang kerj anya, aku mau buat laporan" lanjut Nisa.

"Silahkan aja, pakai sebabasnya dan jangan canggung disini" ujarku sambil me nahan birahi yang baru saja naik. "Terima kasih ya mas" ucapnya. Setelah Nisa masuk kamar kamipun segera melanjutkan kegiatan kami dan pindah ke dalam kamar kami. Pergumulanpun semain seru karena istriku mulai mengeluarka n jurus-jurus barunya. Tapi tidak perlu ku ceritakan karena bukan ini inti cerit a yang akan aku ceritakan. Setelah kami puas kamipun tertidur. Aku terbangun sekitar pukul 1 dini hari, ku lihat istrku masih terlelap kele lahan tanpa seheli benangpun disebelahku. Aku keluar kamar untuk mengambil air m inum dan memeriksa kondisi rumah. Kulihat sekilas Annisa masih di ruang kerjaku dan masih didepan komputer, setelah kupastikan semua pintu terkunci dan aku meng ambil segelas air. AKu mulai perhatikan Annisa yang tampaknya tidak mengetahuoi keberadaanku. Aku puji kecantikanya dalm hati. matanya yang lentik, bibirnya yan g tipis dan menawan. Namun...tiba-tiba aku melihat sesuatu yang ganjil. Mata Ann isa masih memandangi layar komputer saat itu, tapi tangannya mulai menyusup diba lik jilbabnya. Dari pergerakan tangan yang tertutup jilbabnya itu aku tahu apa y ang dia lakukan. Dia meremas-remas teteknya sendiri, ku lihat matanya setengah t erpejam bibirnya terbuka. mungkin dia sedang merasakan sensasi yang baru dia ras akan. "mhh..uuhhhmmm...aaahhh...." ku dengar desahan samar dari mulutnya, aku sege ra bergegas ke kamar untuk mengambil Handhone ku dan segera merekam kejadian lan gka ini. Tangan kanan Annisa masih terus meraba teteknya, kini rabaannya kian keras d an bersemangat. Tidak hanya itu aku lihat sepintas tangannya melepas kancing das ter bagian atasnya, dan aku yakin dia memasukkan tangannya ke dalam teteknya. Ke jadian itu terus aku rekam. Sesekali Annisa melengguh "uuhh...aahhh...mhh.....oohh..." matanya terus ter pejam, bibir bawahnya dia gigit, terkadang kepalanya tergeleng ke kanan dan ke k iri. Ternyata tidak selesai disitu, tangan kirinya mulai menuju ke selangkanganny a, dia meraba memeknya sendiri dari luar dasternya. ku lihat jari tengahnya teru s menggosok bagian tengah memeknya, aku zoom kamera HPku, dan melihat secara clo se up apa yang sedang dia lakukan. Annisa mulai menarik dasternya ke atas, walau masih menggunkan kaus kaki mulai terlihat betis atasnya yang sangat putih, sedi kit-demi sedikit daster tersebut tertarik ke atas oleh tangan kiri Annisa. Pahan ya yang putih mulus mulai tersingkap, Kontolku mulai tegang melihat pemandangan itu. Sampai akhirnya tangannya berhenti ketika daster mulai sampai di bagian per utnya. Dan terpampanglan ceana dalam anisa yang berwarna putih. Tangan kiri Anni sa terus bergerak masuk ke dalam celana dalamnya. Ku lihat tangannya terus berge rak-gerak diantara selangkangannya. Desahannya semkin menjadi, rangsangan yang s ungguh hebat membuat dia tidak merasakan keberadaanku. "Auuuuww...oohh....ahhh....eehhhmmm...yyaaahhh " racaunya. Sunggh pemandangan yang belum pernah aku lihat seorang wanita berjilbab yang tengah bermasturbasi tanpa melepaskan jilbabnya. Dulu saat kuliah aku pernah me ngintip anak ibu kosku yang melakukan itu, tapi itu kurang menantang karena anak ibu kos ku itu sering mengumbar auratnya dan punya affair dengan salah satu tem an kosku. Tapi ini pemandangan yang berbeda dan sungguh luar biasa. Gerakan tangan kiri Anissa diselagkangannya semakin cepat, dan remasan tanga n kanannya di tetek semakin kuat. Ingin rasanya aku membantunya, tapi masih sibu k merekam dengan kamera handphoneku. Sesaat kemudian aku lihat dia mulai menghen

tikan aktifitasnya, nafasnya naik turun teratur, matana masih terpejam, tapi aku tidak tahu apakah dia telah mencapai puncak kenikamatan atau belum karena aku t idak mendengar jeritan yang biasanya menjadi ciri wanita saat orgasme. Sebelum d ia sadar aku segera bergegas menuju kamarku, dan mulai mereview kembali dari HPk u apa yang baru aku saksikan tadi. Tanpa sadar aku melakukannya sambil beronani, sampai orgasme beberapa kali. Aku baru menyadari DVD Blue Film yang baru aku pi njam tadi, ternyata masih tertinggal dalam komputerku, aku yakin tadi tanpa atau dengan sengaja dia melihatnya. Aku yakin karena dalam DVD itu ada adegan wanita yang melakukan masturbasi, mungkin dia mengikutinya. Keesokan paginya, semua sepertinya biasa dan nampak wajar, istriku masih sib uk berdandan, maklum dandannya bisa sampai 2 jam sendiri. Aku memulai sarapan ta npa menunggu istriku, kemudian ku lihat Annisa sudah rapih dan keluar dari kamar nya. Dia sangat cantik dengan dandanannya yang sederhana, hanya berbalut bedak t ipis dan lip glose seperlunya. Tapi ini adalah pemandangan fantastis, wanita yan g apa adanya aku lihat menjadi jauh lebih cantik dibandingkan yang ber-make up. Jilbab warna pink dipadu kemeja putih dan rok panjang warna senada dengan jilbab nya membuat dia semakin cantik. Diapun tanpa merasakan apapun memulai sarapan pa ginya. Aku membuka obrolan pagi itu "Gimana Nis? laporannya selesai semalam?", "Sudah selesai mas, terima kasih ya ruangan dan komputernya" katanya tenang. "Ngerjain laporan atau ngerjain yang lainnya?" sindirku. Annisa langsung terdiam dan menghentikan kegiatannya yang sedang mengambil n asi dari rice cooker. Wajah putihnya mulai bersemu merah, mungkin dia mulai meny adari aku melihat apa yang dilakukannya. "Tenang saja, kita kan sama-sama dewasa, tahu sama tahu lah dan aku pun tida k akan ceritakan ini ke kakakmu" ujarku sambil ku perlihatkan hasil rekaman di H Pku. Wajah Annisa semakin tegang, keringat mulai membasahi wajahnya, tak sepatah katapun keluar dari mulutnya, aku tahu dia sedang bingung, malu, dan mungkin tak ut juga. "Mungkin lain kali kalau mau jangan sendiri, aku siap membantu kamu sampai k amu puas" Bisikku. Tanpa menjawab dia langsung beranjak dari kursinya dan menyambar tasnya, tan pa mengucapkan sepatah katapun, yang aku tahu matanya yang berbicara, matana nam pak mulai penuh dibasahi air mata yang hendak meloncat keluar. Malamnya, aku berlaku seperti biasa seperti tidak terjadi apapun. Sedangkan Annisa seperti agak sungkan dan kaku setiap bertemu denganku. "Pah, tidur yuk, mamah dah ngantuk banget nich", "Ya sudah tidur aja dulu, nanti papah menyusul". Setelah kulihat istriku sudah tertidur lelap, aku beranikan diri mendekati k amar Annisa, yang nampaknya masih menyala terang, sepertinya dia masih belajar. Tok...tok...tok... aku mengetuk pintu kamarnya. "Siapa?" sahutnya dari dalam, saat dia buka pintu kamarnya, aku segera mendo rong pintu itu sehingga Nisa agak tersungkur kebelakang. Aku kunci dari dalam pi ntu kamarnya,

"Mass....mas mau apa? keluar dari kamarku", "Kamarmu? apa kamu lupa kamu tinggal dimana?" sahutku agak tinggi, dia terdi am. "Kamu mau videomu tersebar kemana-mana? bahkan wajahmu close up di video itu , semua orang akan melihat apa yang kamu lakukan", "A...apa mau mas?" ucapnya terbata. "Aku hanya mau kamu memuaskanku malam ini...", "Ja...jangan mas, aku masih perawan, aku lakukan apa saja asal bukan melakuk an itu", "Buka!" perintahku ketika kontolku tepat berada di hadapan wajahnya. Dia mulai membuka celana pendek yang aku kenakan sampai ke lutut, Nisa agak terperangah meihat kontolku yang mulai tegang dan begitu menonjol seakan celana dalamku tidak sanggup memuatnya. Dengan bergetar tangannya menurunkan celana dalamku dan kemudian menurunkann ya hingga ke lutut. Tampak kini dihadapannya kontolku yang telah tegak mengacung bagaikan sebuah tombak yang siap dihujamkan. Tampak ragu dia meraih kontolku de ngan sambil menundukkan kepalanya. Akupun meraih tangannya yang halus, dan menye ntuhkannya ke kontolku, rasanya sangat nyaman, dimana kulit lembutnya menyentuh kontolku yang sudah mengeras, kokoh, otot-otot yang keluar menambah kesan sangar . Wajahnya tertunduk dan mulai tersedu, tapi aku tak menghiraukan, aku maju mund urkan tangannya, sampai beberapa saat aku tak perlu menuntunnya karena tangannya sudah faham apa yang harus dilakukannya. Nisa pun mulai berani menaikkan wajahn ya dan menatap kontolku. Tak berapa saat aku merasakan sesuatu yang ingin melesa k dari dalam tubuhku, sampai akhirnya... "aahh....."aku melengguh disertai keluarnya sperma dari kontolku. "aaaauuwww...." Nisa tersentak kaget ketika spermaku keluar. Karena dia berada tepat didepan kontolku, muncratan spermaku mengenai wajahn ya, matanya, hidungnya, bibirnya dan sebagian lagi ke jilbabnya. Aku tersenyum p uas lalu ku tinggalkan Nisa yang masih terpaku. Esoknya aku melakukan hal yang sama. kali ini, aku tidak perlu membentak dan memerintahkan, Nisa sudah mengetahui apa yang harus dia lakukan. Walau agak rag u, dia mulai berani menurunkan celanaku sendiri, sampai celana dalamku, dan memu lai belaian lembut pada kontolku. dia tidak malu dan canggung seperti kemarin wa lu masih nampak wajah takut dan terpaksa melakukan itu. Aku memegang tangan kana nnya, sambil membiarkan tangan kirinya tetap menggenggam kontolku yang hampir ta k tergenggam tangan mungilnya karena dameternya yang hampir mencapai 7 cm. AKu r enggangkan telapak tangannya dan aku tuntun melakukan gerakan mengusap pada ujun g kontolku, telapak tangannya mengusap dengan melakukan gerakan memutar di ujung kontolku seperti yang sering istriku lakukan. Hal ini memberiku sensasi yang le bih, apalagi yang melakukan adalah seorang wanita yang polos tentang seks, alim dan selalu berjilbab, menjaga dirinya dan menutupi tubuhnya. suatu sensasi yang sangat luar biasa. Aku kembali mencapai puncak dan memuntahkannya diwajahnya. Ke giatan itu sering kami lakukan tanpa sepengetahuan istriku sampai beberapa waktu lamanya. Pagi ini aku baru sampai dari kantor karena mendapat giliran piket, karena i tu siang ini aku mendapat libur. Sampai di rumah suasana wajar setiap pagi seper ti yang telah menjadi rutinitas. Istriku sudah siap berangkat ke kantor, dan tak

sipun telah menunggunya diluar. "Pah aku berangkat dulu ya.." sambil menciumku, tubuhnya indah dibalut blazer ketat dan rok yang sangat pendek, ahh...itu pemand angan biasa. "Mah...sekalian kunci ya pintunya" ujarku, "Nanti saja, Nisa belum berangkat, biar dia saja yang kunci pintu..." ujarny a sambil berlalu. "Hah..nisa masih di rumah..padahal biasanya dia sudahberangkat pagi-pagi sek ali" bisikku. "Kreeekkk...blak" kulihat intu kamar yang dibuka dan kemudian di tutup, ku l ihat nisa mengenakan jilbab warna putih sampai dibawah sikunya, gamis pink warna kesukaannya dan rok putih manset dan kaos kaki putih pun sudah menghiasi lengan dan kakinya. Dia terperanjat melihatku sudah di dalam, dia langsung menundukkan wajahnya dan bergegas menuju pintu. "Nggak makan duli nis?" sahutku memecah keheningan, "Ngga mas..di RS aja, ngga enak sudah telat..." sambil terus menundukan waja hnya dan berlalu. "Eii...ttt...mau kemana?santai dulu di sini", "Jangan mas...aku udah telat ke RS, nanti residentku marah" sahutnya ketakut an, "Apa peduliku...!", langsung muncul niat di pikiranku, "Kamu mau video itu tersebar? kamu ingat? kamu tingga di rumah siapa? akan t inggal makan, tidur tinggal tidur...", wajahnya semakin memerah sangat jelas kar ena kulitnya yang putih tidak dapat menutupinya. "Kamu juga harus punya pengorbanan..." lalu aku duduk di sofa depan TV yang biasa kami gunakan untuk menonton, aku masih berkemeja lengkap. "sini...duduk didepanku", dia langsung memahami perintahku, wajahnya masih t ertunduk, dan sama sekali tidak melihatku. Tanpa di suruh dia langsung membuka ikat pinggangku, lalu celanaku dan menur unkannya sampai ke mata kaki. Ahh...pemandangan yang sangat tidak ingin aku lewa tkan, berdua dengan wnaita cantik di rumah, dan yang paling penting, kami tidak melakukannya sembunyi-sembunyi di kamar, tapi di ruang tengah yang sangat luas, aku semakin terobsesi. Tanpa di suruh, nisa langsung mulai menggerak-gerakkan ta ngannya mengocok batang kontolku yang mulai tegak. berapa saat kemudian, "berhenti...aku sudah bosan dengan cara itu, ganti dengan cara lain!!", "Cara gimana mas...aku ngga ngerti" ambil terus tertunduk pasrah. "dengan mulut kamu....sekarang", aku lihat tubuhnya merespon dengan sangat t erkejut perintahku, hal yang tidak pernah sama sekali dia bayangkan. "semakin lama kamu melakukannya...semakin terlambat sampai RS..."bentakku. Nisa pun mulai menuruti perintahku, didekatkan bibirnya yang mungil itu ke k ontolku, ketika bibirnya yang lembut, hangat dan basah oleh lipglose itu menempe l ujung kontolku, aku merasakan sensasi yang luar biasa. Cara menciumnya pun san gat aneh, karena dia tidak pernah melakukannya sama sekali, tapi aku biarkan kar

ena di situ seninya, melihat wanita alim yang masih polos melakukan oral sex. Ak u tertawa dalam hati, dan menikmati apa yang ada di hadapanku. Mungkin sudah ins ting, ciumannya mulai mengitari seluruh kontolku, bahkan sesekali dia basahi den gan lidahnya. Dia melakukannya dengan mata yang selalu terpejam, kuberanikan mem egang punggungnya, aku rasakan detak jantungnya berdebar sangat keras hingga ke punggung. "ahh...nikmati sekali nisa sayang....terus sayang...kulum semuanya...seperti kamu mengulum permen lolipop ketika kamu kecil dulu" ujarku sambil mulai berani mengusap dan membelai jilbabnya. Dengan ragu nisa memasukkan kontolku ke rongga mulutnya, aku tidak tinggal d iam aku segera mendorong kepalanya semakin masuk, sehingga dia tahu apa yang har us dia lakukan....Tangaku mulai berani menyusup ke balik jilbabnya, dan menemuka n sebuah gundukan yang sangatlembut terbalut bra, "mhh...cuma 34B tapi lembut dan idah sekali" desisku. Nisa terperangah, dan langsung tangannya mem****g tanganku dan menjauhkannya dari dadanya. "Diam!!!" bentakku. Dia terdiam, dan matanya mulai meneteskan air mata. Lalu tangan kananku memegang bagian belakang kepalanya dan memaju mundurkan kepalanya, sehingga bibirnya yang lembut beradu dengan lapisan kulit kontolku, a ku merasakan sensasi yng sangat luar biasa dan tidak pernah aku dapatkan. tangan kiriku kembali bergerilya di dadanya, kali ini tidak ada perlawanan, bahkan ket ika aku mulai meremas teteknya yang lembut. Aku merasakan putingnya semakin meng eras, tanda dia mulai terangsang dan menikmatinya. Sampai beberapa saat akhirnya "aaahh...aauuww..." Aku mengejang, dan seketika muncullah lahar putih hangat dari ujung kemaluanku. Nisa kaget bukan kepalang, dia berusaha mengeluarkan kontolku dari mulutnya, tapi itu sia-sia karena tangan kananku menahannya. Akhirnya spermaku muntah di rongga mulutnya.....dia hanya bisa tergugu dan diam dengan mulut yang masih meng emut kontolku. ketika ku cabut, speraku meleleh dari bibirnya yang manis, dan di apun memuntahkannya...ahhh...indah sekali. dia langsung berlari ke wastafel untu k memntuahkan apa yang baru ditelannya. dia meludah terus menerus, sambil terus senggukan menahan tangis. Lalu dia pun masuk ke kamar. aku masih menikmati ejaku lasi terindah yang pernah aku rasakan, sambil tetap duduk di sofa tengah. Tak berapa lama, nisa keluar dari kamarnya, dengan jilbab dan gamis yang bar u, mungkin karena kusut dan terkena cipratan spermaku. Walaupun tetap dengan waj ah menunduk, tai dia mulai berusaha bersikap biasa, dan berani mencairan suasana . "Mas...aku berankat dulu", "Iya...hati-hati ya...rahasiamu aman denganku". Malam harinya aku bergumul hebat dengan istriku hingga aku terlelap. Sebenar nya aku ingin sekali segera memiliki buah hati, tapi itu belum terjadi, ya sekar ang sih aku puas-puasin dulu dengan istri. Saking terlelapnya aku tidak tahu kap an Nisa datang. Jam 2 dini hari aku terbangun lagi, dan seperti biasanya aku men gambil minum di kulkas. Ku lihat kamar nisa masih terang, "mhh...rajin sekali belajarnya", lalu ku k etuk pintu kamarnya, libidoku pun mulai naik lagi. "Nis...buka pintunya" ujarku.

"I...iya mas...", agak lama dia membuka pintunya karena biasanya dia mengena kan jilbabnya dulu sebelum menemuiku. "belum tidur ya?", "Belum mas, masih ada tugas...mhh...boleh aku pinjam lagi komputernya mas?", "Tentu saja boleh...tapi kamu tahu syaratnya bukan?", dia terdiam...mungkin bingung, dia tahu arah pertanyaanku, tapi dia tidak ingin melakukannya. Mungkin tidak ada pilihan lagi, seketika dia segera menjalankan tugasnya, an ehnya kali ini dia sangat buas mengulum kontolku, dia seperti sudah lihai dengan tugasnya, "ah...mungkin dia mencontoh dari DVD BF yang dulu dia tonton di kompu terku", "mulutnya terus membasahi kontolku, terus melakukan gerakan mengurut dan merangsang agar kontolku segera mengeluarkan lahar putihnya. Pemandangan yang l uar biasa, dengan daster yang lebar dan mengenakan jilbab kaos putih ang sangat lebar. Dan dia pun hanya diam ketika dua tanganky menyelinap dibalik jilbabnya d an mulai meremas teteknya. Aku perhatikan mukanya mulai memerah, kadang nafasnya tertahan dan mulai memburu. DIa tarangsang...aku yakin sekali, dia juga manusia yang punya hasrat. Sesaat kemdian kontolku mulai bergetar dan segera melesakkan lahar putihnya, Nisa kaget dan spontan mengeluarkan kontolku dari mulutnya, aku tidak dapat menahannya karena tanganku sedang sibuk meremas teteknya. Seketika spermaku menyembur di wajahnya, mengenai matanya, bibirnya, dan pipinya yang mer ona merah. "Ahhh...." aku kaget mendengar kata itu keluar dari bibirnya. "bersihkan!" serta merta bibir dan lidahnya membersihkan sperma yang masih m enempel di kontolku. Akhirnya, kegiatan ini sering saya lakukan, walaupun tetap aku paksa, namun dia sudah tidak canggung untuk melakukannya. Bahkan, dia semakin lihai agar memb uatku segera ejakulasi. Mungkin itu dia dapatkan dari pelajaran di kuliahnya, di a tahu titik rangsang yang paling sensitif.

aktivis berjilbab Dhea adalah seorang mahasiswi semester 5 disebuah PTN yang cukup ternama di kota Bandung. Dia bersahabat dengan teman seangkatan namun berbeda jurusan yang bernama Yanti. Mereka berdua mengontrak rumah yang terdiri dari dua kamar tidur yang bersebelahan . Kedua kamar mereka dihalangi oleh dinding penyekat yang terd apat jendela kaca pada bagian atasnya sebagai media untuk pembagi cahaya agar ru angan tidak terlalu gelap dan pengap apabila lampu dimatikan. Kedua mahasiswi ini selalu mengenakan jilbab lebar dan baju longgar yang pan jang serta sama-sama aktif di sebuah organisasi kemahasiswaan yang bernuansa rel igius. Cerita ini bermula, ketika Yanti memutuskan menikah dengan kakak kelasnya ya ng bernama Doni yang juga sama-sama aktif di organisasi tersebut. Keputusan ini mereka ambil dikarenakan mereka tidak mau melakukan dosa apabila mereka pacaran. Sebab menurut keyakinan mereka pacaran itu akan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang penuh dosa apa bila mereka tidak kuat menj****ya, oleh sebab itu mereka mem utuskan menikah sehingga mereka bisa bemesraan dan bahkan hubungan suami istri k arena mereka telah terikat oleh perkawinan yang sah. Walaupun telah menikah, Yanti dan Doni masih hidup terpisah. Yanti masih ngo ntrak serumah dengan Dhea sedangkan Doni mengontrak serumah dengan sahabatnya De di, teman satu angkatan namun beda kelas. Maksudnya adalah agar kuliah mereka ti dak terganggu oleh adegan percintaan jika mereka hidup serumah. Yang namanya sudah menikah, tentu saja mereka tidak malu-malu memperlihatkan

kemesraan dihadapan teman-teman mereka. Tetapi masih dalam batas-batas yang waj ar dan masih bisa diterima oleh norma kehidupan bermasyarakat. Usia muda yang me nikah tentu saja selalu diisi dengan letupan-letupan gairah birahi yang meluap-l uap. Oleh sebab itu meraka sering melakukanya di kamar Yanti ataupun di kamar Do ni. Beberapa kali Dhea mendengar desahan dan erangan nikmat yang keluar dari mul ut Yanti tanpa disadarinya pada saat Yanti sedang meraih orgasme ketika bersetub uh dengan Doni. Tentu saja suara desahan dan erangan nikmat tersebut membuat Dhe a terangsang dan merasa terganggu. Tapi Dhea tidak bisa apa-apa, karena mereka a dalah suami istri. Karena sering kali Dhea mendengar desahan dan erangan nikmat yang keluar dar i mulut Yanti dan suaminya pada saat mereka bersetubuh, Dhea sering berkhayal da n berfantasi betapa nikmatnya bila dia dapat merasakan nikmatnya bersetubuh. Tap i mana mungkin, sebab Dhea belumlah bersuami dan belum punya pacar, lagi pula ta k mungkin ia lakukan dengan orang lain yang belum menjadi suaminya, karena sebag ai gadis yang mengenakan jilbab, dia tahu bahwa persetubuhan hanya dapat dilakuk an oleh kedua insan yang telah sah menjadi suami istri. Tapi dorongan rangsangan birahi yang Dhea alami semakin lama semakin hebat, membuat Dhea mencari cara untuk bisa melepaskannya hasrat birahinya. Akhirnya Dh ea menemukan cara memuaskan dirinya dengan bantuan tangannya sendiri meremas-rem as teteknya serta menggesek-gesek memek dan klitorisnya sambil mengintip apa yan g dilakukan oleh Yanti dan suaminya pada saat mereka bersetubuh melalui jendela kaca yang terdapat di bagian atas dinding. Untuk bisa mengintip apa yang dilakukan oleh Yanti dan suaminya.Dhea harus n aik ke atas meja belajarnya yang kebetulan letaknya pas di bawah jendela kaca te rsebut. Dan kegiatan mengintip ini menjadi rutin dilakukan oleh Dhea setiap Doni datang mengunjungi kamar Yanti. Untuk sementara hanya dengan cara mengintip dan bermasturbasi seperti itulah yang dapat dilakukan oleh Dhea untuk bisa melepask an gairah birahi yang akhir-akhir ini jadi sering bangkit dan minta untuk ditunt askan. Bahkan sering kali muncul godaan dalam dirinya untuk melakukan secara nya ta dengan lawan jenis. Walaupun sampai saat ini Dhea masih mampu bertahan, namun entah kapan. Dhea sendiri tak yakin. Pada suatu hari ada kegiatan organisasi di kampusnya yang mengharuskan Dhea dan Yanti harus bekerja sampai malam di ruang kantor organisasi yang terdapat di dalam kampus. Ruang kantor organisasi ini cukup luas namun disekat-sekat menjad i ruang komputer, ruang ketua dan ruang rapat merangkap ruang kerja Yanti dan Dhea hanya berdua di kampus yang sepi pada malam itu. Sekitar jam 7 malam Dhea berkata pada Yanti Yan , aku mau pulang dulu yach..ben tar kok, hanya mau ngambil file yang ada di komputerku, lalu datang lagi ke sini P aling lama juga 1 jam Boleh yah ? Boleh .tapi beneran nich jangan lama-lama sahut Yanti mengijinkan. Lalu Dhea keluar dari ruangan itu menuju pintu gerbang kampus yang letaknya cukup jauh dari ruang organisasi dimana mereka berada. Setelah 10 menit baru Dhe a tiba di pintu gerbang kampus dan pada saat itu Dhe baru ingat bahwa file yang Dhea butuhkan sudah Dhea copykan ke komputer yang ada di ruang organisasi. Maka Dhea memutuskan untuk kembali ke ruang organisasi dimana Yanti sedang menungguny a. Begitu tiba ke ruang organisasi, Dhea tidak melihat Yanti. Mungkin Yanti sed ang sembahyang di mesjid kampus pikir Dhea, maka Dhea langsung menuju ruang komp uter yang bersebelahan dengan ruang ketua yang pintunya tertutup. Pada saat Dhea akan mencolokkan stop kontak komputer, tiba-tiba telinga Dhea mendengar desahan dan lenguhan khas yang biasa ia dengar dari mulut Yanti bila sedang bercumbu dengan Doni suaminya. Suara itu secara sayup-sayup berasal dari ruang ketua organisasi yang pintunya tertutup. Frekuensi desahan dan erangan yan g keluar dari ruangan itu, makin lama makin sering dan semakin keras jelas terde ngar membuat gairah Dhea dengan cepat terangsang naik. Tanpa dapat Dhea tahan ba dannya bergerak ke arah jendela penghubung antara ruang komputer dan ruang ketua . Jendela kaca tersebut dihalangi oleh gorden yang tidak terlalu rapat sehingga Dhea masih bias memperhatikan aktivitas yang terjadi di ruang ketua tersebut. Ternyata yang sedang bercumbu di ruang ketua itu adalah Yanti dan Suaminya D

oni. Doni menyusul Yanti ke ruang organisasi berniat untuk menamani Yanti dan Dh ea bekerja pada malam itu. Pada saat Doni tiba di Ruangan itu, dia hanya mendapa ti Yanti sedang kerja sendiri, dan sebagai pasangan pengantin baru, tentu saja s ituasi ini benar-benar mereka manfaatkan dengan bermesraan di ruang ketua. Merek a merasa tenang, karena mereka menyangka Dhea akan pulang dulu ke rumah kontraka n untuk mengambil file pekerjaan yang tersimpan di komputernya di rumah kontraka n. Dan menurut perhitungan mereka pulang pergi kampus-rumah kontrakan akan memak an waktu paling cepatnya adalah satu jam dan satu jam itu sangat sayang jika tid ak dimanfaatkan dengan bermesraan dengan orang yang dicintai. Dengan lutut yang gemetar dan dada yang terasa sesak, Dhea mengintip apa yan g dilakukan Yanti dan Suaminya. Beberapa kancing baju Yanti telah terbuka dan cu p BHnyapun telah ditarik ke atas, sehingga tetek Yanti bagian kirinya yang monto k dan bulat sekal menggairahkan itu sedang asyik diremas-remas oleh tangan Doni sambil berdiri. Sementara pantat Yanti terduduk di pinggir meja kerja. Mulut, bi bir dan lidah Doni sedang mengulum, memilin dan menjilati puting Yanti yang sema kin tegak merangsang. Ouh Aa . Ohh .A enak banget A..ouh mulut Yanti mendesah dan mengerang menikmati apa ya g dilakukan oleh Doni. Doni semakin bernafsu mendengar erangan dan desahan istrinya. Bibirnya semak in lincah mengecup, menghisap dan menjilat tetek Yanti baik yang kiri maupun yan g kanan secara bergantian dengan gairah yang mengebu-gebu. Lalu tangan kirinya mengangkat rok panjang yang dikenakan Yanti hingga sebat as pinggul dan kemudian kedua tangan itu menarik CD Yanti kebawah hingga lepas. Tangan kanan Doni langsung menyerbu memek istrinya dengan usapan dan remasan. Ke pala Yanti semakin terdongak dengan mulut terbuka terengah mengeluarkan erangan dan desahan nikmat Aa .Aa .ouh . dalam erangannya Yanti memanggil-manggil suaminya dengan suara yang sa ngat merangsang. Nafsu birahi Dhea semakin meningkat melihat adegan itu, dan ia menghayalkan seandainya saja tangan Doni yang mengobok-ngobok memeknya ouh . Tanpa disadari oleh Dhea, ia melenguh nikmat. Mata Dhea tak berkedip mengintip adegan itu, nafasnya semakin tak teratur dan tersengal-sengal diburu nafsu birahi yang semakin mengua sai jiwa dan raga Dhea. Tanpa disadarinya sambil mengintip semua detil adegan pe rcumbuan yang dilakukan oleh Yanti, tangan kanan Dhea masuk ke sela-sela rok pan jang yag dia gunakan dan langsung masuk ke balik celana dalamnya. Dhea kemudian mulai mengusap dan meremas-remas memeknya sendiri sambil membayangkan ada tangan lain yang sedang mengobok-obok memeknya. Erangan Yanti semakin keras ketika jari tengah Doni mulai mengocok-ngocok me meknya keluar masuk, sambil jari jempolnya menekan dan memutar klitotis Yanti ya ng mengeras karena rangsangan yang sangat dahsyat. Mata Yanti terbeliak-beliak m enerima kenikmatan yang diberikan suaminya dan pinggulnya bergerak erotis. Rupanya Doni sudah tidak mampu lagi menahan nafsu birahi yang semakin memmun cak di kepalanya, tangannya menarik retsleting celananya dan mengeluarkan batang kontolnya yang sudah sangat tegang dengan gagahnya dari balik celana dalam yang dia kenakan. Kini tampaklah batang kontol yang tegang keras keluar dari sela-se la retsleting celana panjang yang masih dikenakan oleh Doni. Kemudian dia mempos isikan selangkangannya tepat di depan selangkangan Yanti yang Pahanya sudah terb uka lebar memberi jalan. Perlahan-lahan kepala kontol itu mulai menembus lubang memek Yanti dan secar a bersamaan mereka melenguh dan mendesah Ooahhh.. . Kemudian pantat itu secara perl ahan-lahan bergerak secara pasti mengocok-ngocok kontol yang sudah tertanam di d alam memek Yanti. Yanti meringis melenguh . Mengerang bahkan menjerit dan meregang men ikmati persetubuhan itu.. Pandangan Dhea semakin kabur dan berkunang-kunang menahan nafsu yang semakin mendera. Khayalannya melayang dan melambung seolah-olah dia yang sedang bersetu buh itu. Seolah-olah Dhea merasakan bagaimana teteknya diremas-remas gemas dan m enimbulkan rasa nikmat yang teramat sangat, dia merasakan nikmatnya leher dan te ngkuknya dicium gemas penuh nafsu .., dan dia juga membayangkan bagaimana telapak tangan dan jari-jari yang mengobok-ngobok memeknya membuat Dhea semakin melayang menikmati khayalannya.

Perasaan nikmat itu begitu nyata sehingga membuat Dhea mengerang dan mendesah O uh ..Ahhhh . seolah-olah menjawab desahan dan erangan yang keluar dari mulut Yanti. Ouh mengapa rasa nikmat ini begitu nyata ? Dan tiba-tiba tubuhnya seolah dialir i listrik, badannya bergetar keras dan Dhea menjerit menahan nikmat ketika dia m erasa ada sebuah lidah yang kasar dan basah menjilati lipatan memeknya hingga sa mpai ke klitorisnya dan menghisp-hisap klitoris Dhea cukup lama membuat kaki Dhe a terangkat menjinjit menahan nikmat. Saking tak kuat menahan nikmat, kedua tangan Dhea merengkuh ke depan selangk angannya . Antara sadar dan tidak Dhea merasa tangannya menyentuh kepala yang se dang bermain diselangkangan Dhea dengan nafsu yang menggelora. Oh kenapa khayalan ini begitu nyata ? Dhea melihat celana dalamnya sudah terlepas dan tergolek di l antai, entah kapan dia menanggalkannya dan beberapa kancing bajunya telah tangga l memperlihatkan teteknya yang montok menggantung bebas dengan tali penahan BH y ang telah lepas pula , dan entah kapan ia melepaskannya. Lalu Dhea merasa, tubuhnya di tekan ke bawah hingga terduduk di lantai, dan Dhea melihat bahwa kepala yang sedari tadi memberikan kenikmatan pada memeknya a dalah Dedi teman satu kostnya Doni. Dedi memandang wajah Dhea dengan tatapan pen uh rasa birahi yang meledak-ledak , dan Dhea sangat menikmati tatapan itu. Dhea merasa Dedi mendorong tubuhnya hingga telentang dilantai yang dingin. Tapi dingi nnya lantai semakin membuat gairah Dhea meletup-letup. Antara khayalan dan kenyataan, Dhea melihat Dedi membuka celana-nya dengan t ergesa-gesa sekaligus dengan celana dalam yang ia kenakan. Begitu terlepas tampa klah kontol Dedi yang demikian tegang keras sangat menggairahkan Dhea, napas Dhe a semakin sesak dan tatapannya semakin nanar melihat kontol Dedi yang tegak deng an gagahnya, Ingin rasanya batang kontol itu segera mengaduk-aduk dan mengobok-o bok memeknya yang sudah sangat gatal dan basah , sebagaimana yang sering ia baya ngkan pada saat ia mengintip persetubuhan yang dilakukan oleh Doni dan Yanti di kamarnya. Rupanya Dedi memahami apa yang ada dalam khayalan Dhea. Paha Dhea dibuka leb ar-lebar dan rok panjangnya di singkapkan ke atas sampai ke pinggang. Kemudian D edi memposisikan kepala kontolnya tepat di depan liang memeknya. Dengan sangat hati-hati dibantu oleh tangannya, pantat Dedi mulai menekankan kepala kontol untuk segera masuk menembus memek Dhea. Memek Dhea sudah sangat b asah dan berlendir dan sangat membantu kontol Dedi untuk bisa masuk secara perla han-lahan. Walaupun ini adalah pengalaman yang pertama bagi Dhea bahwa memeknya ditembu s oleh kontol, namun karena gairah Dhea sudah demikian tinggi dan memek Dhea pun sudah demikian basah dan licin sehingga tidak menimbulkan kesulitan yang berart i bagi kepala kontol Dedi bisa memasukinya. Lalu tiba-tiba Dedi mendorong kontolnya dengan cepat dan Sreet .. Dhea merasaka n ada sesuatu di dalam memek yang sobek dan menimbulkan rasa perih di memeknya. Tapi rasa perih itu kalah oleh sensasi yang tak terbayangkan nikmatnya. Dhea mel enguh dan mengerang antara perih dan nikmat Aduh .auh Dhea merasakan seluruh batang kontol Dedi telah amblas dalam memeknya hingga sampai ke pangkalnya. Kini kedua selangkangan Dhea dan Dedi berimpit dengan rap at dan erat. Mata Dedi terlihat mendelik menahan nikmat dan kepalanya terdongak ke atas dan Dhea-pun merasakan sensasi nikmat yang sama. Lalu Dedi menarik perla han-lahan batang kontol yang telah tertancap dan begitu tersisa hanya kepala kon tol yang masih berada di dalam memek Dhea, Dedi langsung mendorongnya kembali. Gerakan maju mundur pantat Dedi dilakukan berdasarkan instingnya sebagai lak i-laki, walaupun persetubuhan ini merupakan yang pertama pula bagi Dedi. Gesekan yang ditimbulkan oleh gerakan keluar masuknya batang kontol Dedi dengan dinding memek Dhea membuat nafas mereka bagaikan ditarik-tarik dengan cepat dan rasa ni kmat semakin membuat mereka melayang-layang. Makin lama genjotan Dedi diatas tubuh Dhea semakin cepat dan bersemangat dan hal itu semakin melambungkan kesadaran Dhea ke awang-awang yang tanpa batas mer aih nikmat yang seolah tak berujung. Dan tanpa sadar pinggul Dhea bergerak secar a erotis mengimbangi gerakan pinggul Dedi dan tentu saja goyang pinggul Dhea sem akin melambungkan kenikmatan mereka semakin tinggi. Semakin lama gerakan mereka semakin cepat tak terkendali, Dhea merasakan ada

sesuatu dalam tubuhnya menjalar dengan cepat pada aliran darah dan nafasnya. Su atu yang tak dapat dia lukiskan itu bergerak semakin cepat menghentak-hentakan t ubuhnya sehingga akhirnya tanda dapat dikuasainya, tubuh Dhea melenting mengejan g kaku dan keluar teriakan panjang Aaaaaaakkhh .. Rupanya Dedipun merasakan hal yang sama, ada sesuatu dalam aliran darah dan aliran napasnya yang menghentak-hentakan badannya tanpa dapat dikuasainya disert ai rasa yang sangat sangat nikmat tak terlukiskan. Kemudian badan Dedi melenting ka ku dan pantatnya menekan kontolnya hingga amblas sampai ke pangkalnya dan kedua selangkangan mereka erat merapat. Dan dari mulut Dedi keluar teriakan Aaaaaaahh Lalu Dedi merasakan ada gelombang yang sangat dahsyat tak terbendung keluar dari kontolnya menyemprot dengan deras seluruh rongga memek Dhea. Pandangan mata Dedi serasa gelap selama beberapa saat dan Cret cret cret ..semprotan itu keluar entah berapa kali. Dan Dedi merasakan dindin g Memek Dhea berdenyut-denyut dengan keras bagaikan memeras dan menghisap-hisap cairan nikmat yang keluar dari kontol Dedi hingga habis. Setelah itu Dedi merasa badannya bagaikan layang-layang yang terbang tinggi, kemudian benangnya putus s ecara tiba-tiba. Badannya melayang secara cepat ke bawah dan ambruk menindih tub uh Dhea yang masih mengenakan baju dan rok serta jilbab dalam persetubuhan itu. Selama beberapa detik, Dhea merasa khayalannya saat ini begitu luar biasa. B agaikan nyata ., tapi beberapa menit kemudian, setelah gairahnya surut. Dhea meras a heran karena tubuh Dedi masih terasa berat menindihnya. Dan ini adalah nyata bu kan khayalan. Ditengah kegalauan pikiran Dhea dengan apa yang menimpanya, tiba-t iba Dhea dan Dedi yang masih telanjang menindih tubuh Dhea tersentak mendengar t eriakan yang cukup keras. Aaaw .., Astaghfirullah!!! rupanya teriakan itu keluar dari mulut Yanti yang mel otot kaget melihat keadaan mereka seperti itu sambil menutup mulutnya. Dengan terburu-buru dengan perasaan yang tak menentu Dedi mengenakan celana dalam dan celana panjangnya yang tergolek dilantai, sedangkan Dhea yang masih be rada dalam mimpi atau nyata merapihkan baju rok dan jilbabnya yang acak-acakan s erta mengenakan celana dalamnya yang tergolek di lantai. Hei ! Apa yang kalian lakukan..? Tak malukah kalian ? Apa kalian tidak takut akan dosa Hah ? kata-kata marah keluar dari mulut Yanti. Tapi ditenangkan oleh suaminya Doni, walupun kelihatannya ia pun kecewa deng an apa yang dilihatnya. Udah..sayaang tenang kata Doni pada Yanti, kemudian Doni mengajak kami untuk dud uk di ruang kerja dan membicarakan apa yang telah terjadi. Kesadaran Dhea sudah pulih, baru dia menyesal dengan apa yang telah terjadi, kemudian Dhea bercerita tentang kronologis kejadian mulai dari mau mengambil fi le sampai kembali ke ruangan melihat Yanti dan Doni sedang bercumbu. Dhea turut terangsang melihat percumbuan mereka yang panas menggelora, dan tanpa sadar Dhea turut larut dalam khayalan percumbuan sepeti yang ia lihat sampai akhirnya ia d isadarkan oleh teriakan kaget dari mulut Yanti, yang Dhea sendiri tidak mengerti mengapa itu bisa terjadi, karena perasaannya tadi dia sedang mengkhayal. Setelah mendengar cerita dari Dhea, Dedi menambahkan bahwa Dia menyusul Doni ke kampus menemani Dhea dan Yanti yang sedang bekerja dari pada bengong sendiri an di kamar kost. Tapi begitu dia sampai di ruangan kantor, dia melihat Dhea sed ang larut dalam kenikmatan bermastubasi sambil mengintip Doni dan Yanti bersetub uh. Dedi pun turut mengintip persetubuhan itu dari sela-sela gordyn yang tak ter tutup rapat. Rangsangan yang ditimbulkan dari mengintip persetubuhan Doni dan Ya nti demikian kuat mempengaruhi pikiran Dedi, sehingga akhirnya secara perlahan-l ahan Dedi menghampiri Dhea yang sedang terangsang dan berkhayal, sehingga terjad ilah persetubuhan itu. Persetubuhan yang Dedi dan Dhea lakukan demikian panas dan menghanyutkan seh ingga mereka tak sadar bahwa Doni dan Yanti sudah selesai dalam persetubuhannya dan begitu Doni dan Yanti keluar dari ruangan kantor ketua, mereka berdua kaget melihat Dhea sedang ditindih oleh Dedi dalam posisi telanjang. Setelah mendengar semua pengakuan itu, Yanti dan Doni merasa malu dan bersal ah pada Dhea dan Dedi. Akibat ketidak kontrolan mereka dalam melakukan persetubu han, sahabat-sahabat mereka menjadi korban. Setelah itu kami berpelukan saling m eminta maaf atas apa yang sudah terjadi

Petaka Bus Malam Bus malam Executive class itu melaju dengan cepat di sekitar kota Brebes. Wa ktu sudah menunjukkan jam 23.45 WIB. Seorang gadis cantik berjilbab lebar warna putih dan kaos lengan panjang warna coklat, sewarna dengan rok panjang yang dike nakannya bernama Latifah duduk di bangku paling belakang, hanya seorang diri. Ia terlihat sudah amat mengantuk. Sementara para penumpang lain sudah tidur dengan nyenyak. Hanya alunan musik santai terdengar lembut. Di tengah kegelapan bus ya ng lampu ruangannya dimatikan nampak sang kondektur bus itu tengah berjalan sant ai menuju bagian belakang bus. Kebetulan bus hanya ditumpangi 10 orang. 9 orang berada di bagian depan hingga lima bangku di belakangnya. Dari tengah ke belakan g otomatis kosong. Pak kondektur bernama Joni Item, karena tubuhnya memang hitam legam, berjala n santai ke belakang. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada sesosok tubuh yang terbalut jilbab lebar warna putih dan kaos lengan panjang dengan rok panjang warna coklat. Gadis itu terlihat mengangguk-a nggukkan kepala karena mengantuk. Melihat kesendirian gadis itu, ditambah pakaia nnya yang baginya sedang kesepian membuat sang kondektur kontan terkesiap. Dadan ya berguncang, birahinya tergugah. Ia membayangkan bagaimana bentuk tubuh mulus di balik pakaian serb a tertutup namun agak ketat itu. Membayangkan bagaimana kalau mulut gadis berjilbab itu mengulum penisnya. Oh , kontan penisnya menegang keras sekali. Segera didekatinya Latifah lalu tangannya merogoh kantung celananya, mengamb il sebilah belati kecil yang memang selalu dibawanya. Latifah, si gadis berjilbab itu sontak terbangun kaget sekali, ketika merasa kan bagian lehernya terasa sakit. Ternyata sebilah belati sedang ditodongkan ke lehernya, bahkan sudah terasa ujungnya yang tajamnya menusuk kulit leher, menemb us jilbab putihnya. Matanya mendelik penuh ketakutan. "Turuti kemauan saya, kala u kamu tidak mau mati konyol.", ancam si Joni Ireng. Latifah yang sedang dikuasai perasaan ketakutan dan kaget yang amat sangat n ampak hanya bisa terdiam dengan tubuh gemetar dengan wajah tang penug kecemasan. Jantungnya terasa seakan mau copot karena berdegup kencang. Sesat kemudian deng an suara seakan tercekik karena tercekat ketakutan gadis berjilbab putih itu ber tanya, Mmau..apaa..Pak?? . "Pokoknya turuti saja, kalau tidak kamu saya bunuh sekarang.",ancam pria itu lagi. Latifah membungkam. Ia tidak berani berbuat apa-apa, ketika tangan kanan lel aki itu yang masih menganggur mulai menyusup kebalik jilbab lebar yang dikenakan nya dan mulai meremas-remas payudaranya dari luar kaus lengan panjang yang memba lut tubuh Latifah . Ia hanya mampu merintih-rintih. "Tolong pak, jangan lakukan itu.", pinta gadis jilbab itu memelas dengan nafas yang mulai tidak teratur. Nam un Joni tidak perduli. Tangannya semakin ganas meremas payudara montok gadis ber jilbab yang berusia dua puluh enam tahun itu. Saat dirasa penisnya mulai semakin tegang, ia segera membuka resleting celan anya sendiri dan mengeluarkan penisnya yang cukup besar dan panjang, berdiameter 4 cm dan panjang 22 cm. Mata Latifah semakin melotot melihat barang lelaki yang selama ini belum pernah dilihatnya, bahkan belum pernah dibayangkannya. Sembari bangkit dari duduknya, pria itu lalu menyodorkan penisnya itu kehadapan wajah L atifah . "Hayo emut dan kulum dengan lembut.", perintahnya. Latifah menolak paksaan pria itu dengan memalingkan wajahnya dari pemandanga n yang baginya menjijikkan. Tetapi otomatis belati Joni makin terasa menusuk di lehernya, sehingga terpaksa dengan perasaan takut akan keselamatan hidupnya deng an terpaksa dan malu sekali, ia mulai membuka mulut dengan mata terpejam sembari kemudian menjilat-jilat penis besar Joni yang berwarna hitam legam. Lidahnya te rlihat indah seperti mengelus-elus penisnya. Mata Joni terlihat mulai mendelik k eenakan. Tak lama kemudian ia mulai mengulum-ngulumnya meski dengan perasaan jij

ik. Kepala gadis berjilbab putih lebar itu pun mulai bergerak maju-mundur. Dari jauh, hanya terlihat Joni menghadapkan badannya ke arah Latifah. Ia mer asakan kenikmatan tiada tara. Tak pernah dibayangkan bahwa seorang gadis berjilbab mengulum-ngulum penisnya seperti i tu. Kuluman Latifah semakin ganas. Tampaknya gadis itu mulai tergugah juga birahinya. Benar-benar hal itu menja di sensasi besar baginya. Selama ini matanya selalu terjaga, tidak pernah memand ang aurat laki-laki, apalagi kemaluannya. Kini batang penis Joni yang panjang, b esar, hitam dan kokoh berada dalam mulutnya, dengan wajahnya yang cantik berhias kan jilbab putih lebar. Bagi pria itu, inilah sensasi yang tak pernah dibayangka nnya sama sekali. Joni kemudian melepaskan penisnya dari mulut indah gadis berjilbab itu. Namp aknya pria itu tertarik dengan hal lain. "Diam, jangan bergerak.", hardik Joni dengan suara pelan. Ia mulai menarik j ilbab lebar Latifah dan menyelempangkan ke bahu gadis itu. Kemudian dengan agak tergesa-gesa, ia menyingkap kaos lengan panjang Latifah keatas hingga sedada. "Tolong mas, jangan. Nanti dilihat orang, saya bisa malu sekali.", pinta gad is jilbab itu dengan suara lirih. Joni tidak perduli. "Kalau ada yang melihat, kita berhenti sebentar. Kamu kan bisa menutup jilba bmu lagi." Beberapa saat kemudian, terkuaklah tubuh bagian dada gadis berjilbab putih l ebar itu. Dua bongkah payudara yang sudah mulai montok, terlihat membusung, masi h tertutup oleh BH-nya yang berwarna hitam, tetapi agak ketat. Tangan Joni mulai menggerayangi benda antik Latifah itu dengan nafsu tak tertahan lagi. Bahkan se bentar kemudian, ia sudah menarik paksa BH gadis alim itu hingga copot dan dilem parkannya ke lantai bus. Terlihatlah dua bukit kembar milik Latifah yang amat pu tih sekali, indah dan montok. Tampaknya Latifah cukup memelihara tubuhnya meski berpakaian rapat. Tangan Joni semakin gencar meremas-remas payudara gadis jilbab itu dengan cu kup keras, sehingga warna payudara itu berubah kemerahan.Air mata Latifah sudah bercucuran deras. Ia merasa terhina dan dilecehkan sekali. Semua orang di bus it u bisa menyaksikan kejadian yang memalukan itu, termasuk supirnya. Tapi tampakny a yang beruntung cuma sang kondektur keparat itu saja. Masih belum puas dengan hasil karyanya itu, Joni meminta Latifah berdiri dan menaikkan sendiri rok panjang warna coklat yang dikenakannya dari bagian bawah. Serta merta Latifah menolak dengan menggeleng-gelengkan kepalanya yang berjilba b, tetapi itu semua sia-sia karena Joni mengancam akan menggorok lehernya sembar i menghunus belati, sehingga Latifah ketakutan. Ia mulai mengangkat rok panjang yang dikenakannya itu sedikit demi sedikit. Mulailah terlihat sepasang kaus kaki putih panjang hamper selutut menghiasi betisnya yang indah, akhirnya kedua bong kah pahanya yang putih montok, mulus dan menggairahkan. 'Terus angkat lagi.",hardik Joni. Akhirnya Latifah dengan sangat malu sekali, takut kalau ada penumpang yang m elihatnya, mulai mengangkat lagi rok panjangnya. Oh, sungguh beruntung sekali na sib Joni. Matanya melotot bulat begitu melihat celana dalam Latifah yang membungkus ke tat kemaluannya yang menggunduk amat indah dan menggiurkan. Gadis berjilbab itu terlihat amat menakjubkan dengan wajahnya yang cantik berhiaskan jilbab putih le bar, namun kaus lengan panjangnya tersingkap keatas memaparkan sepasang bukit ke mbar nan kenyal nampak membusung indah dan dari bagian pinggang ke bawah hampir telanjang, hanya terbalut celana dalam saja!!! Tangan jahil Joni mulai meremas-r emas kemaluan gadis berjilbab itu, sehingga Latifah merintih agak keras. Bahkan tangannya mulai merayap ke dalam celana dalam Latifah, sehingga gundukan kemalua n dengan bulu-bulu kemaluan halus itu berhasil diremas oleh Joni. Mata Latifah terlihat mendelik, bahkan bagian hitamnya sedikit menghilang me nahan kenikmatan yang sebenarnya tidak diinginkannya. Joni terlihat menyeringai gembira melihatnya.

Selanjutnya, sembari tubuhnya bergerak kenawah mulut Joni juga mulai mencium i kemaluan Latifah yang masih terbalut celdam ketat itu. Bau kemaluan wanita ber jilbab itu yang cukup unik namun menggairahkan itu, terhirup oleh Joni, sehingga ia makin kesetanan. Tiba-tiba nafsu Joni menggelegak. Godaan aroma tubuh yang keluar dari gadis berjilbab itu begitu terasa menggairahkan. Dengan menahan birahi yang menggelega k, dicengkeramnya kedua lengan Latifah sembari memaksa dan menyuruh sang gadis b erjilbab itu untuk berdiri berbalik membelakanginya. Dengan takut Latifah menuru tinya. Saat tubuh itu berbalik membelakanginya menghadap ke arah jok bangku panjang di belakang bus itu, Joni langsung memegangi rok panjang gadis jilbab itu yang sudah tersingkap sampai sepinggang, sehingga Joni langsung bisa melihat kemulusa n paha Latifah berikut celana dalam putihnya. Tanpa sabar Joni dengan tangan kan annya yang kekar menurunkan paksa celana dalam gadis jilbab itu, sehingga terlih atlah kulit pantat dan pinggul gadis alim itu, berikut kemaluannya dari arah bel akang, seperti kue martabak yang terlipat, indah dan menggairahkan. Pinggul gadi s alim itu terlihat membukit indah sekali. Sembari meregangkan kedua paha mulus Latifah dengan tangan kanannya, tangan kirinya membimbing penis yang sudah tegak mengacung kearah kemaluan gadis jilbab itu, mencari-cari lubang kemaluannya agar tidak melenceng, karena ia khawatir a da penumpang yang terbangun. Digesek-gesekkannya kepala penis itu di belahan vagina Latifah yang sudah ba sah itu. Perlahan didorongnya masuk menembus belahan sempit vagina yang masih pe rawan itu. Awalnya sulit karena sering meleset namun akhirnya ia berhasil. Kepal a penisnya mulai mendesak masuk ke belahan kemaluan gadis jilbab yang naas itu. A akkkhh ! ,pekiknya tertahan saat kemaluan besar itu perlahan menerobos masuk vagina miliknya. Sembari kedua lengan Latifah bertumpu diatas sandaran kepala kursi bus mulutnya menggigit ujung jilbab putihnya. Dengan wajah tertunduk menahan sakit, malu terhina bercampur aduk dengan mata terpejam, perlahan dari bibirnya mulai terdengar isak tangis nan lirih. Joni tidak menyia-nyiakan kesempatan, dengan ke ras ia menekan penisnya. Sedikit sedikit akhirnya ia berhasil membenamkan penisn ya dalam-dalam sampai menyentuh ujung rahim milik gadis jilbab itu. Nampak penis pria itu tidak sepenuhnya tertanam dikarenakan ukurannya yang panjang. Terlihat pula cairan kental bercampur darah nampak menetes keluar dari bibir vagina itu. Keperawanan sang gadis berjilbab putih lebar itu telah bobol. Lalu sesaat se telah mengatur nafas Joni mulai menggenjot tubuh gadis jilbab itu dari belakang. Tangannya yang satu mencengkeram dan meremas-remas payudara Latifah. Sementa ra yang satunya lagi mencengkeram erat pinggul bahenol itu. Penisnya maju mundur perlahan menikmati kemaluan gadis berjilbab putih lebar itu, Oohh..emmhh..sshh sere t banget memiawmu ssayyyanggh ohh..! , desah dan racauan Joni. Rasa nikmat tiada t ara terasa menjalar sampai ke ubun-ubun sang kondektur. Sama sekali tidak bisa d ibandingkan pada saat ia menyetubuhi para pelacur langganannya. Kini ia terlihat perkasa dan amat bangga sekali m ampu mempermalukan gadis jilbab yang selama ini selalu menjaga auratnya itu. Kece pak..plak..plakk ! , bunyi yang timbul saat selangkangan pemerkosa itu beradu dengan bongkahan pantat nan padat milik Latifah sang gadis berjilbab putih lebar berul ang-ulang. Sedangkan gadis berjilbab putih lebar hanya bisa merintih dan mendesah pelan sembari tubuhnya terguncang-guncang menerima sodokan demi sodokan penis pemerko sanya itu yang semakin lama semakin cepat. Emmmhh uukhh hehh.. , rintih pelan Latifah s embari kepalanya yang terbungkus jilbab putih lebar itu mengangguk-angguk pelan menahan nikmat sekaligus sedikit sakit karena baru kali inilah ia berhubungan se ks. Begitulah, di tengah laju bus malam itu, penis pemerkosa itu benar-benar mem bongkar habis kemaluan gadis berjilbab putih lebar itu sampai lebih dari 1 jam!! Sampai-sampai gadis jilbab itu mencapai tiga kali orgasme!! Dan akhirnya tepat jam 1.00 dini hari, Sshhh shhhh oohhh aku kelluarr..ssayanggggg hh ahhhh , pekik Joni tertahan saat ia mencapai klimaks sembari membenamkan penisnya

dalam-dalam dan memeluk tubuh Latifah erat-erat dari belakang seraya memuncratk an seluruh air maninya ke dalam rahim Latifah, gadis berjilbab yang malang itu. Tubuh gadis berjilbab itu langsung terduduk dan terkulai lemas tatkala kondektur jahanam itu melepaskan pelukannya dari belakang sembari mencabut penis miliknya . Tangisnya meledak, karena keperawannya amblas. Menyesal, kenapa ia tidak berangkat satu bus saja dengan teman-teman sekanto rnya. Sementara Joni yang telah menggagahinya nampak terduduk setengah telanjang d engan wajah penuh kepuasan ia duduk disamping Latifah sedang menangis tersedu-se du. Sesaat kemudian dengan senyum penuh kemenangan tangan kanannya meraih kepala berjilbab Latifah yang sedang terduduk lemas disamping kanannya. Lalu dengan pe nuh nafsu dicium dan dilumatnya bibir gadis berjilbab putih lebar yang pakaianny a sudah serba tersingkap itu dengan rakus. Mmmhh emmm...cepok cepok! ,bunyi mulut yang beradu diiringi suara tangis Latifah yang tertahan. Setelah puas, pria itu melepaskan ciumannya sembari berujar, Terima kasih saya ng. Abang belum pernah main seks dengan cewek macam kamu. Luar biasa nikmat. . Perj alanan kita masih beberapa jam lagi. Nanti pas bus berhenti di persinggahan, aba ng pengen ngegenjot lagi memiaw nikmat milikmu ini ,kata Joni tersenyum sembari ta ngan kirinya mengelus-elus vagina Latifah. Wajah cantik gadis berjilbab putih le bar yang sudah kusut itu nampak terlihat lesu dan pasrah diiringi isak tangis da n cucuran air mata dari matanya yang terpejam. Dan benar saja, beberapa jam kemudian saat bus berhenti di di sebuah restora n, di tengah kekosongan bus yang ditinggal penumpangnya untuk makan dan minum, d ari sudut paling belakang bus yang gelap (karena dimatikan lampunya), nampak ses osok gadis berjilbab putih lebar berwajah cantik dengan pakaian dan rok panjangn ya yang tersingkap keatas sedang ditindih dan digenjot seorang pria berbadan kek ar dan berkulit hitam. Pahanya terkangkang lebar karena dipegangi pria itu. Seda ngkan penis pria itu dengan ganasnya menyodok keluar masuk vagina gadis jilbab i tu. Tidak ada lagi isak tangis dari mulut Latifah. Yang ada tinggal desahan liri h menahan nikmat genjotan Joni sang kondektur bus. Benar-benar malang nasib Lati fah si gadis berjilbab itu. Perjalanan yang semula dikira akan berjalan biasa te lah mengubah dirinya untuk selamanya. Perkosaan Jilbaber Noruyuni adalah seorang ibu rumah tangga berwajah cantik yang berkulit putih bersih baru berusia 25. Perkahwinannya dengan Rahim baru berlangsung kira-kira 6 bulan yang lalu. Walaupun sibuk guru sebuah sekolah menengah di Selangor, wani ta ini memang pandai menjaga kehormatan dirinya. Noruyuni sentiasa mengenakan tu dung labuh serta baju kurung. Penampilannya kelihatan begitu anggun ditambah lag i dengan wajah dan senyuman yang bolah menggetarkan hati lelaki. Pada suatu peta ng, selepas tamat sesi persekolahan pagi, Noruyuni telah didatangi Saiful, seora ng rakan sekerja di pejabat suaminya. Pada hari itu, Noruyuni mengenakan tudung labuh berwarna cream dan berbaju kurung sutera berwarna biru laut. Penampilan ya ng cukup untuk membuatkan lelaki berasa ingin untuk membelainya. Saiful telah da tang ke rumah untuk menghantar dokumen yang perlu ditandatangani Rahim dengan se gera. Memandangkan Rahim yang ketika itu berada di Serawak dan hanya akan sampai di rumah kira-kira jam 10.00 malam disebabkan masalah flight delay, maka kerjas ama Saiful telah diminta untuk menghantarkan dokumen itu ke rumah agar dapat dit eliti dahulu pada malam harinya sebelum menurunkan tandatangan. Saiful sememangn ya sering kali mencari-cari apa sahaja cara asalkan dia dapat meletakkan pandang an matanya pada Noruyuni biarpun untuk sedetik cuma. Kelembutan gerak-geri serta kemulusan kulit Noruyuni dalam beberapa pertemuan sebelum ini, sering kali menj adikannya hilang kawalan. Acapkali dia membayangkan situasi di mana Noruyuni men jadi miliknya. Justeru, peluang untuk ke rumah Noruyuni ini memang satu peluang yang amat dinanti-nantikannya Sebagai seorang isteri yang pandai menjaga kehorma tan diri dan nama baik suami, Noruyuni menerima kedatangan Saiful dengan hanya m enemuinya di meja bulat di halaman rumahnya sahaja. Saiful hanya tersenyum melih

at tindak- tanduk Noruyuni yang agak kekok dan sedikit keliru apabila dia menera ngkan kepada Noruyuni mengenai situasi di pejabat untuk disampaikan kepada suami nya. Sememangnya itu adalah taktik Saiful untuk melihat Noruyuni dengan lebih de kat dan lebih lama lagi. Saiful sedar Noruyuni tidak akan menjemputnya masuk ke dalam rumah lebih-lebih lagi dengan ketiadaan suaminya. Tiba-tiba angin petang y ang agak kencang bertiup ke arah mereka telah menyebabkan tudung labuh yang dipa kai Noruyuni terangkat lalu menutup mukanya sendiri. Dengan segera Noruyuni menu runkan kembali tudung labuhnya ke posisi asal dan sedikit menekan hujung tudung tersebut dengan tangan kirinya agar peristiwa tersebut tidak berulang lagi. Muka Noruyuni memerah menahan malu apabila menyedari ada lelaki selain suaminya yang mungkin telah melihat apa yang selama ini tersembunyi di sebalik tudung labuhny a itu. Lantas, Noruyuni meminta Saiful kembali meneruskan penerangannya mengenai keadaan syarikat agar dia boleh meminta Saiful pulang. Biarpun peristiwa itu ha nya beberapa saat namun, pemandangan buah dada Noruyuni yang begitu gebu dan men arik bentuknya itu telah merangsang nafsu Saiful dengan mendadak. Biarpun masih ditutupi baju kurung suteranya, namun kegebuannya jelas terserlah. Saiful yang m ula di asak nafsu mula menyedari bahawa hanya mereka berdua yang berada di halam an rumah yang agak jauh dari rumah jiran-jiran. Dia mula memikirkan bagaimana un tuk dia dapat menikmati tubuh dan kemulusan kulit Noruyuni yang cukup sempurna i ni. Bau minyak wangi yang dipakai Noruyuni juga cukup membuka nafsunya. Saiful s edar dia perlu bertindak bijak agar dia tidak menyesal di kemudian hari. Saiful tiba-tiba batuk seolah-olah seperti tekaknya sangat kering. Selepas beberapa ket ika Saiful pun meminta sekiranya Noruyuni boleh menghidangkannya segelas air sua m. Noruyuni tanpa ragu-ragu terus meminta Saiful untuk tunggu sebentar bagi memb olehkannya masuk ke dapur untuk mendapatkan air suam. Saiful hanya tersenyum leb ar melihat lenggok Noruyuni yang bergegas ke dapur. Saiful sedar inilah peluangn ya untuk menikmati tubuh Noruyuni. Suasana rumah Noruyuni memang sangat sunyi me mandangkan mereka hanya tinggal berdua.Di dapur, Noruyuni tengah asyik menyiapka n minuman tetamu suaminya yang tengah menunggu di ruang tamu. Tangan isteri muda ini sedang sibuk mengelap gelas yang baru di ambil dari almari pinggan mangkukn ya tanpa disedarinya, laki-laki tamu suaminya yang semula menunggu di halaman ru mah telah menyelinap ke dapurnya Noruyuni terjerit kecil, ketika dirasakannya ti ba-tiba ada tangan yang memeluknya dari belakang. Wanita bertudung labuh lebar i ni menjadi sangat terperanjat ketika menyedari yang memeluknya adalah Saiful yan g ditinggalkan di halaman rumahnya tadi. Noruyuni sedaya-upaya meronta-ronta unt uk melepaskan diri dari pelukan Saiful untuk mempertahankan kehormatan dirinya. Tangan kiri Saiful terus menutup mulut Noruyuni bagi menghalangnya daripada menj erit manakala tangan kanannya terus mempamerkan sebilah pisau di hadapan muka No ruyuni. Noruyuni menggigil ketakutan. Saiful mendekatkan mulutnya ke telinga Nor uyuni yang masih sempurna bertudung labuh, Maaf, Noruyuni, Saiful terpaksa. Kamu begitu begitu cantik dan menggairahkan, Saiful harap kau jangan melawan atau ber teriak atau Saiful akan berbuat sesuatu yang tidak Saiful inginkan. Saiful hanya ingin untuk bersama dengan mu bukan untuk mencederakanmu. desis Saiful dalam mem buat Noruyuni gementar dan buntu untuk melakukan apa-apa. Tubuh ibu muda bertudu ng labuh yang alim ini seolah-olah mengejang ketika dia merasakan kedua tangan S aiful itu menyusup ke balik tudung labuhnya lalu meramas-ramas lembut kedua payu daranya yang tertutup dengan baju kurung suteranya. Saiful mula hilang kewarasan lalu mula membelai payudara itu dengan penuh bernafsu sekali. Ciuman-ciuman man ja mula diberikan di belakang kepala Noruyuni terus ke pipi kirinya. Harum tubuh Noruyuni benar-benar merangsang. Noruyuni hanya mampu meronta-ronta membantah a pa yang terjadi ini. Selepas bermain dengan payudara Noruyuni, tangan Saiful mul a turun ke arah kemaluan Noruyuni dan mula mengelus kemaluan Noruyuni dari luar baju kurung suteranya. Lantas salah satu tangan lalu turun ke arah selangkangann ya, meremas-remas kemaluannya dari luar jubah yang dipakainya. Jangaan.. Saiful.. hentikan tolong . desah Noruyuni dengan ketakutan. Noruyuni mula menggeliat-geliat d engan perbuatan Saiful ini. Jangaan.. Saiful .lepaskan Saiful ini salah. desah Noruyu ni masih dengan wajah ketakutan sambil berharap Saiful akan melepaskannya Saiful kini semakin berani lantas menyusupkan tangannya ke dalam kain baju kurung suter a yang dipakai Noruyuni lalu terus menyentuh kemaluannya tanpa berlapik. Jari-je mari Saiful terus bermain kemaluan Noruyuni dan sekali menyentuh klitoris dan cu

ba mengacah-ngacah untuk masuk ke kemaluannya. Lama-kelamaan, Saiful mula merasa kan kemaluan Noruyuni mulai basah dan mula sayup-sayup kedengaran suara Noruyuni mendesah perlahan. Melihatkan yang Noruyuni kini telah jatuh ke dalam penguasaa nnya, Saiful lantas berhenti dan mencempung tubuh harum Noruyuni yang kini mula terangsang ke bilik tidunya. Sungguh Saiful tidak menyangka begitu mudahnya untu k mendapatkan Noruyuni yang masih berpakaian lengkap dengan tudung labuh dan baj u kurung suteranya yang kini rebah terlentang di atas katil. Saiful melorot buas ketika Noruyuni yang terbaring. Noruyuni masih lagi cuba untuk membantah meront a-ronta untuk dilepaskan namun Saiful cukup cekap mengawal mangsanya ini. Pisau tersebut turut dibawanyadan diletakkan di sebelah katil itu agar boleh dicapai p ada bila-bila masa sahaja. Dengan birahi menggelegak, Saiful naik ke atas ranjan g berhampiran kaki Noruyuni yang terlentang. Sesaat kemudian, tangannya meraih k edua kaki Noruyuni yang masih ditutupi kain baju kurungnya dan terus melepaskann ya ke lantai kamar.Mata Saiful membesar ketika melihat kaki telanjang Noruyuni b erkulit putih mulus ini cukup indah putih kemerahan. Kakinya yang halus dengan o tot yang kebiruan terlihat sangat indah dan merangsang nafsunya lantas membuatny a tergerak untuk mengelus-elusnya. Noruyuni hanya meronta-ronta pasrah di atas k atilnya itu dan hanya mampu menantikan tindakan seterusnya dari Saiful sambil be rgenang air mata. Tangan Saiful meraba-raba merasakan kemulusan betis Noruyuni y ang kenyal dan terasa hangat dan lembut. Bibir dan lidah Saiful pun kian liar me njilati untuk menikmati kemulusan kaki Noruyuni kian ke atas. Betis putih yang m ulus dan ditumbuhi bulu-bulu nan halus ini dalam basah kuyup oleh jilatan dan ci uman Saiful sambil tangan mula merayap ke pehanya yang bulat dan padat. Saiful s emakin bernafsu merasakan kemulusan paha putih yang kencang serta padat tersebut . Baju kurung yang dipakai Noruyuni kian tersingkap hingga ke pinggang membuatka n bahagian bawah tubuh isteri muda ini telanjang. Saiful melotot penuh nafsu mel ihat pemandangan yang menggiurkan di depannya. Bayangkan Seorang ibu muda alim y ang bertudung labuh kini dalam keadaan setengah telanjang. Bahagian atas Noruyun i masih lagi rapi dengan tudung labuh lebar yang membalut wajahnya, yang kini ke merah-merahan menahan malu dan melawan kebangkitan nafsunya. Noruyuni hanya mamp u menoleh ke kanan dan ke kiri bagi mempamerkan bantahannya terhadap apa yang be rlaku padanya kini. Tangan Saiful mula mengusap kemaluan Noruyuni yang kelihatan membukit itu, Kemaluannya kini hanya ditutupi seluar dalam putih satin. Tangan Saiful terus telah menikmati kekenyalan bukit kemaluan Noruyuni. Saiful memperha tikan wajah Noruyuni yang terlentang di depanku ini. Wajah ayu berbalut tudung l abuh mula bertambah kemerah-merahan. Wajah ibu muda ini mula memperlihatkan eksp resi wanita yang tengah dilanda birahi. Tidak sabar lagi, Saiful terus menarik p ertahanan terakhir Noruyuni lantas membenamkan wajahnya di kemaluan Noruyuni. Li dah Saiful terjulur menjilati kelentit yang menonjol di antara bibir kemaluan No ruyuni. Saat lidahknya mulai menyapu kelentit Noruyuni tiba-tiba pinggulnya meng gelinjang diiringi desahan ibu muda bertudung labuh ini. Ahh ahhhhh..ahhh desah Noru yuni yang membuat nafsu Saiful semakin menggelegak. Setiap kali lidah Saiful men yapu permukaan kemaluan Noruyuni atau bibirnya dicium dengan penuh nafsu, Noruyu ni yang berkulit putih ini menggelinjang dan mendesah-desah penuh birahi. Belaha n bibir kemaluan Noruyuni dengan kelentit yang menonjol di tengahnya, terlihat s emakin nampak jelas. Bulu-bulu kemaluan yang tercukur rapi di bukit kemaluan ibu muda ini juga terlihat semakin jelas. Melihat pemandangan indah di selangkangan Noruyuni, membuat Saiful menjadi semakin tidak sabar. Bibir kemaluan Noruyuni t erlihat merekah kemerahan dengan kelentit menonjol kemerahan di tengahnya. Saifu l menjadi sangat terangsang melihat hal ini. Dengan bernafsu, Saiful menghirup d an menjilati cairan kenikmatan Noruyuni yang menetes dari kemaluannya. Saiful me rasa paha Noruyuni bergetar lembut ketika lidah Saiful mulai menjalar mendekati selangkangannya. Noruyuni menggeliat kegelian ketika akhirnya lidah itu sampai d i pinggir bibir kewanitaannya yang telah terasa menebal. Ujung lidah Saiful mene lusuri lepitan-lepitan di situ, menambah basah segalanya yang memang telah basah itu. Temengah-mengah, Noruyuni mencengkeram rambut Saiful dengan satu tangan, s eolah-olah cuba menghalang Saiful dari meneruskan perbuatan itu. Saiful segera m enjilat di daerah yang paling sensitif milik Noruyuni . Noruyuni mengeliat hebat ketika lidah dan bibir Saiful menyusuri sekujur kemaluan ibu muda ini. Mulut wa nita ini mendesah-desah dan merintih-rintih saat bibir kemaluannya di kuak lebar

-lebar dan lidah Saiful terjulur menjilati bagian dalam kemaluannya. Ketika lida hnya menyapu kelentit Noruyuni yang telah mengeras itu, Noruyuni merintih hebat dan tubuhnya mengejang sehingga terangkat. Ahhhhh .jangan ahhhhhh .ahhhhh rintih Noruy uni dengan disertai tubuh yang mengejang. Saiful terus mengunyah-ngunyah kemalua n Noruyuni beberapa saat yang membuat ibu muda bertudung labuh ini mengerang dan merintih. Mata Saiful kini terarah pada sepasang payudara gebu milik Noruyuni y ang masih tersembunyi di balik tudung labuh dan baju kurung yang dipakai Noruyun i. Tangan Saiful meraih tudung labuh tersebut lantas menyingkap hingga ke lehern ya, kemudian dengan lincah jari-jari tangan Saiful meramas payudara Noruyuni yan g kelihatan gebu dan lembut sekali. Dirasuk nafsu, Saiful terus merentap dan men goyakkan baju kurung sutera Noruyunidan mencampakkannya ke atas lantai. Perlahan kelihatan kulit mulus Noruyuni yang kini hanya ditutupi tudung labuh dan bra. N oruyuni tidak mampu berbuat apa-apa dan hanya menanti tindakan Saiful. Saiful lantas menarik bra yang menghalang pandangannya pada payudara Noruyun i. Buah dada Noruyuni nampak sangat montok dan indah. Buah dada yang putih mulus dengan puting susu yang kemerahan membuat Saiful segera mengunyahnya secara ber gantian. Puting susu yang telah tegak mengeras itu dihisap dan digigit-gigit kec il membuat Noruyuni terpekik kecil menahan kenikmatan birahinya. Saiful sudah ta k tidak dapat menahan nafsuku meneruskan hisapan-hisapan di payudara tersebut ta npa menanggalkan tudung labuh Noruyuni. Noruyuni hanya mampu mengerang dan masih lagi merayu agar segera dihentikan perbuatan ini. Jangaan..saiful..hentikaaan cuku plah pinta Noruyuni dengan suara bergetar menahan tangis ketika wanita alim ini melihat Saiful mula menanggalkan pakaiannya dan mula menindih dan mula menciumny a. Saiful memeluk Noruyuni erat. Memeluk seorang wanita bertudung labuh secantik Noruyuni dengan keadaan dirinya hanya bertudung labuh memang mengasyikkan Saifu l. Kehangatan tubuh Noruyuni membuat nafasnya kian kencang. Saiful mula menggese lkan batangnya pada kemaluan Noruyuni. Noruyuni masih lagi cuba merayu meskipun tahu ia tidak akan berhasil. Perlahan-lahan Saiful menekan batang ke ruang yang terasa hangat dan sempit itu. Kemaluan Noruyuni telah pun cukup basah untuk memu lakan hubungan seksual. Saiful menekan perlahan-lahan dan menarik kembali. Tinda kan Saiful itu diiringi dengan keluhan daripada Noruyuni. Ahhh..Ahh rintih Noruyuni dengan nafas tersekat sekat. Sememangnya kemaluan Noruyuni terasa sempit sekali seperti anak gadis. Saiful semakin garang lantas membenamkan keseluruhan batang nya ke dalam kemaluan Noruyuni. Noruyuni tersentak dan cuba sedaya upaya untuk m enyediakan dirinya dengan kemasukan batang yang berlainan saiz dari milik suamin ya ini. Tudung labuhnya kian berkedut akibat ditindih Saiful. Saiful mula mengen jut kemaluan Noruyuni dengan perlahan pada mulanya dan semakin lama semakin laju . Dengusan dan keluhan Noruyuni semakin kuat. Gesekan antara batang Saiful denga n kelembutan dinding dalam kemaluannya membuatnya tewas pada keasyikan berhubung badan. Saiful kini menindih dan memeluk Noruyuni dan memberikannya ciuman penuh bernafsu. Payudara Noruyuni yang begitu gebu ini terasa begitu nikmat ditindih dengan dadanya. Peluh yang membasahi dua tubuh ini seolah-olah hanya melincirkan lagi pelayaran mereka. Wajah Noruyuni yang masih bertudung labuh ini kelihatan begitu terangsang sekali. Gerakan demi gerakan oleh Saiful semakin laju. Tangan Noruyuni mula meremas-remas kain cadar satin putihnya dan mula merintih kenikmat an. Tangannya mula memeluk Saiful dan mula mencakar belakang Saiful. Meskipun te rasa sakit Saiful, terus menerus mengenjut dan menekan sedalam-dalamnya kerana m enyedar yang Noruyuni akan sampai ke puncaknya. Kemaluan Noruyuni terasa semakin basah dan semakin sempit. Kehangatannya membuatkan Saiful tidak lagi mampu meng awal lantas menghamburkan pancutan air maninya di dalam kemaluan Noruyuni. Noruy uni juga mengalami orgasmanya pada waktu yang sama. Kedua-duanya berpelukan erat dengan nafas termengah-mengah. Saiful merasa cukup nikmat namun masih lagi belu m buas dan masih lagi menindih tubuh mulus itu. Noruyuni mula serba salah di ata s apa yang berlaku dan cuba untuk bangun dari katil. Namun Saiful lebuh pantas m enahannya dan terus menciumnya dan berpelukan di atas katil. Bersetubuh dengan w anita alim seperti Noruyuni yang hanya memakai tudung labuh benar-benar merangsa ng nafsunya. Noruyuni cuba membantah namun Saiful berkeras untuk terus memeluk d an terus mencumbuinya. Saiful melihat jam pada dinding di bilik tidur tersebut b aru menunjukkan jam 8 malam. Masih ada 2 jam sebelum flight Rahim mendarat di KL

IA. Saiful bercadang untuk menggunakan masa yang ada itu dengan sebaik-baiknya .

Fitria yang Lugu Pasti hari ini , gua di pangil ke kantor kepsek lagi ? pikirnya . Dia terus berjalan memasuki ruang kelasnya . Wajahnya yang putih , tampak cantik dengan ji lbab putihnya yang bersih . Bel tanda di mulainya pelajaran berbunyi . Tak lama seorang guru , memasuki kelas dimana gadis itu duduk . ? selamat pagi , pak ? sapa murid murid nya serem pak . pagi ..? jawab guru itu . Guru itu melihat satu persatu anak didiknya . Ummi ..? suara guru itu menghentak gadis cantik berjilbab itu . ? ya ..pak ? Jawab Ummi. kamu di panggil ke ruang kepala sekolah ? Kata guru itu . Ummi sudah tahu sebelumnya , sudah telat satu minggu dia belum melunasi SPP nya.Apa lagi bulan lalu dia masih menunggak .Dengan gontai Ummi bangun dari kurs inya dan berjalan ke luar ruang kelasnya . Beberapa pasang mata , teman temannya melihatnya . tok tok ?? suara ketukan pintu di ruang kepsek terdengar . ? masuk ? begitu jawaban dari dalam ruang itu . Ummi membuka pintu ruang kep sek itu . ? selamat pagi pak ? sapa Ummi kepada kepala sekolahnya . Kepala sekolah itu menatap Ummi , gadis cantik , kelas 1 SMU yang selalu ber jilbaba . Di usianya yang baru enam belas tahun , tercermin kecantikan dan ke el okan di wajahnya. hemm , apa yang ada di balik rok abu abu panjang , yang eloe pakai Ummi..? g uman kep sek itu dalam hati . begini Ummi , soal pembayaran SPP ..? kata kep ng tua saya belum punya uang..? jawab Ummi . ? yah bisa begitu , kamu sudah menunggak , dan sekarang di keluarkan dari sekolah ini ..? kata kep sek itu ktu ..? iba Ummi . sek itu . ? maaf , tapi peraturan juga belum bayar . ? tolong pak , , pak .. ora , Ummi tidak , kamu akan beri saya wa

ehm .. saya tahu , kamu murid yang pandai , sayang kalau sampai putus sekola h ..? jawab kep sek itu. ? tolonglah pak ?? iba Fitri lagi . Mata kepsek itu den gan jalang , menatap Ummi . Dia tersenyum dan berkata ? Ummi , kamu sudah punya pacar?? . Ummi agak tercengang dengan pertanyaan kepala sekolahnya yang tidak relevan ini . Ummi menjawab ? tidak saya tidak punya pacar pak ? jawab Ummi . ? bagus. .. bagus..? jawab kep sek itu . Kamu akan terus di sekolah ini , tidak usah bayar SPP , asal kamu mau bercin ta dengan saya..? kata kep sek itu . Kuping Ummi terasa panas mendengar kata kat a kep sek itu . ? pak , maksud bapak apa ? ? kata Ummi . ha ha ha , saya rasa kamu tahu , maksud saya , apa perlu saya perjelas ..? k ata kep sek itu lagi . Ummi mengeleng ? pak saya tidak bisa?? jawab Ummi. ? kala u begitu , kamu di keluarkan dari sekolah ini sekarang juga..? bentak kep sek it u . tapi ?tapi ?pak ..tolong jangan keluarkan saya?? iba Ummi. Kep sek itu terse

nyum ? Ummi saya tidak sejahat itu , saya cuma ingin bersenang senang dengan kam u , sayang??. Ummi diam menundukkan kepalanya , di hatinya berkecamuk segala macam pikiran . Ummi , kalau kamu mau saya malah bisa , memberi kamu uang jajan setiap harin ya ..? kata kep sek itu lagi . Ummi hanya bisa diam , mulutnya tak mampu untuk berbicara . Dan Kep sek itu mulai mendekatinya , dan tiba tiba mencium bibir Ummi . Saat itu Ummi meronta ? jangan pak ?jangan ?saya tak mau ?? . Ummi lalu berlari ke arah pintu , tapi Kep sek itu lebih sigap , Pintu di ruangan itu berhasil di tahan oleh Kep sek itu . Dan Kep sek itu me nraik tangan Fitri menjauh dari pintu itu , lalu mengunci pintu ruang itu . Ummi terus meronta , tapi kepsek itu menampar pipinya . ? aduh ? jerit Ummi , dengan sebagian wajah cantiknya tertutup jilbab putih yang di kenakannya. Lalu dengan kuat tubuh imut ABG itu di hempaskan ke sofa di ruang itu .? elo jangan macem macem , lebih baik turuti kemauan gua..atau gua akan memyiksa eloe ? ancam Kep sek itu . Fitri mulai panik . ? jangan saya tidak mau ..lepaskan?? jeritnya . ? plak ?? kep sex itu kembali menampar wajahnya , meninggalkan bekas memerah di pipinya . ampun pak ? jangan..sakit?? erang Ummisambil memegang pipinya . ? diam janga n cerewet loe..? kata Kep sex itu yang sudah di kuasi nafsu birahinya . Tangan kep sek itu dengan cepat melepas kancing baju seragamnya , satu persa tu . juga bra yang di kenakannya . Buah dadanya yang baru tumbuh itu menjadi san tapan liar mata kep sex itu . Putting susunya yang kecil di sentuhnya , Fitri ke mbali merota ? jangan pak ..jangan ..saya malu ?? . diam , mau gua tabok lagi loe ..yah?? bentak kep sek itu . Ummi terdiam , ai r matanya mulai mengalir . Tiba tiba , putting susunya di cubit dan di tarik kep sek itu . ? aduh..sakit?jangan..sakit..ampun ?? erang Fitri . Kepsek itu menyeri ngai , ? yah terus menjerit , gua suka mendengarnya ?? Kepsek itu terus mencubit , dan memilin milin putting susu imut milik ABG it u , membuat Ummi merasa kesakitan . Lalau dia berhenti , dan mejilati putting su su Fitri .dan menyusui di buah dada ABG itu . ? ih ..eh..jangan pak ?ahh?? erang Ummi . Rok panjang yang di kenakannya , mulai di naikkan ke atas terus sebatas gulnya . Ummi kini tak bisa berbuat apa apa , hanya pasrah , memperlihatkan ulusan pahanya . Tangan kepsek itu pun mengelus elus , paha mulus dan licin itu , sambil nya menatap selakanganan anak didiknya , yang masih terbungkus celana dalam nya itu . ping ke m mata pink

benar benar bikin nafsu ..? ujar kep sek itu . Kemudian kedua belah kaki Fit ri di buka lebar oleh Kepsek itu . Hidung Kepsek mendekati selangkangan celana d alam itu , dan menghirup aromanya ? hmmm , benar benar aroma perawan ? puji Keps ek itu dengan menyeringai .Tangan Kepsek lalu melepas celana dalam pink itu . da n kembali melebarkan kedua belah kaki Fitri. Mata Kepsek terbelak , menyaksikan vagina Fitri yang masih muda itu . Belaha nya masih terasa sempit . Dengan bulu bulu halus yang baru tumbuh di bukit vagin anya . Dengan dua jarinya Kepsek membelah bibir vagina itu , dan menemukan klitoris nya yang merah , serta liang vaginanya yang tampak rapat .

Lidah Kepsek pun menjulur , menjilati vagina Fitri. ? ihhhh?.ihhh?jangan pak ..geli .. ?.? erang Fitri, dengan tubuh yang mengeliat . Lidah Kepsek terus saj a , menyapu vaginanya . bergerak cepat di klitorisnya yang terlihat semakinn teg ang. Fitri pun terus menerus mengeliat , dan mengerang . Tanpa terasa , birahi ABG itu pun terusik , dia merasakan nikmat yang baru p ertama kali di rasakannya . Dari liang vaginanya yang perawan , terasa mulai di basahi oleh lendir birahinya . Lidah Kepsek semakin liar menyapu vagina Fitri, dan Birahi Fitrisudah birahi .? ahhh sudah pak ahhh?sudah?ahh??? erang Fitri. . Kepsek itu menghentikan jila tannya dan memandang wajah cantik ABG berjilbab itu . ? sudah ..yang benar .. ja ngan pura pura , gua tahu eloe suka di jilatin ..? kata Kepsek itu . Wajah Fitri memerah . Lidah kepsek itu tiba tiba menjilati lagi klitorisnya . ? ehhhh?.ahhhh?. ahhh?? Fitri kembali mengerang . Lidah itu terus menyapu deng an liar . tak lama kepsek itu kembali bertanya pada Fitri , sambil menatap wajah cantik ABG berjilbab iitu . ? enak engak Fitri sayang ..? . Fitri tak menjawab dia memejamkan matanya . ? eh kalau di tanya jawab dong , enak engak?? kepsek itu mengulangi pertanyaannya . Fitri menjawab singkat ? ena k ..? , sambil menutup wajah cantiknya dengan jilbab putihnya .. ahhh?ahh.. pak? ? erang Fitri ketika kembali merasakan lidah kepsek itu meny apu vaginanya . Dan kepsek itu terus menstimulasi klitoris Fitri yang tampak sud ah semakin membesar karena birahinya . Liang vaginanya terus mengeluarkan lendir birahinya . Tubuh Fitri terus mengeliat , merasakan kenikmatan . Kenikmatan yang baru pe rtama kali dirasakannya . Tanpa sadar birahinya semakin memuncak , orgasme semakin mendekati , ada sua tu desakan dalam tubuh Fitri . Lidah kepsek itu bergerak terus , dan Tubuh Fitri tiba tiba kejang , lalu mengejet beberapa kali . ? ahhh?.enak sekali?.? erang F itri , tak bisa lagi menyembunyikan perasaannya . Kepsek itu tahu jelas Fitri baru saja orgasme . Dia berhenti , dan membiarka n Fitri menikmati orgasmenya . Entah mimpa apa Kepsek semalam , tapi dia merasa sangat beruntung , bisa men ikmati tubuh muda belia gadis ini . Dengan segera Kepsek melepas celananya sekal igus kolor hitamnya . Penisnya langsung mencuat , tegang sekali . Kepsek menyodorkan penis itu di mulut Fitri. Tapi Fitri membuang muka , mera sa jijik dengan benda asing , yang baru pertama kali dilihatnya itu . ? Fitri , ayo gantian dong ?? bujuk kepsek itu . Kepsek itu memegang tangan Fitri , dan me mbawanya ke batang penisnya yang sudah tegang itu . Fitri meraba raba penis itu . Mata Kepsek merem melek , ketika batang penisn ya di remas jari jari lembut Fitri. ? ahhh? ? ahh..enak?.? erang Kepsek . Tangan Fitri terus meremas batang penis kepsek itu . Fitri pun merasakan sensasi nya . Fitri sayang , jilat in dong ..ayo ..? pinta kepsek itu . Tapi Fitri terluha t ragu sekali . Tapi kepsek itu terus membujuknya . Akhirnya Fitri menjulurkan l idahnya , dan menjilati batang penis itu . Karena Fitri belum pengalaman , maka kepsek itu segera menarik penisnya .Kep sek itu yang sudah bernafsu segera mengarahkan penis itu ke vagina Fitri. Kepala penis itu , menempel di liang vagina Fitri. Perlahan , penis yang besar itu di tekan masuk ke dalam liang vagina Fitri .

awww?. Sakit pak?ampun ?setop .. ? jerit Fitri, ketika penis Kepsek yang bes ar itu ,menerobos masuk liang vaginanya , merobek selaput daranya . Fitri mengigit bibirnya menahan rasa sakit di vaginanya , dan Kepsek itu ter us menekan , hingga penisnya mentok di dalam liang vagina Fitri. Perlahan Kepsek , menarik keluar penisnya dari liang vagina Fitri, disertai erangan Fitri. gila , enak bener m*m*k eloe sayang ?? Kepsek melenguh , sambil terus menger akkan penisnya dalam vagina Fitri.. Kepsek itu merasa nikmat sekali , tapi Fitri merasakan kesakitan sekali . Vaginanya yang perawan , di lukai oleh penis kepsek itu yang cukup besar . T angan Fitri mengcengkram ujung sofa kulit di ruang itu . Dari mulutnya terdengar erangan kesakitan. Raut mukanya meringis ringis menahan sakit dan pedih di vagi nanya. Sementara kepsek itu terus mengerakkan batang penisnya keluar masuk laing va gina ABG itu penuh nafsu . Nafasnya ngos ngosan , keringat membahasi dahinya . Penis itu terus menusuk nusuk liang vagina Fitri . ? aduh ..sakit ..sudah pa k ?sakit sekali ?? erang Fitri . Tapi kepsek itu tidak peduli , hasratnya harus terpenuhi . Tubuh Fitri menjadi lemas , saat sata mendekati ejakulasinya , gerakan kepse k itu semakin liar , Penis itu di hentak hetakan dalamliang vagina Fitri . Fitri menjerit setiap kali batang penis itu menghentak dalam liang vaginaya. ? aduh.. sakit?.? . Untunglah tak lama kemudian penis besar itu berhenti bergerak . Penis itu di am dalam liang vagina Fitri . Dan Fitri bisa merasakan sperma kepsek itu membaji ri liang vaginanya . Perlahan penis kepsek itu terlepas dari liang vaginanya . Tampak sperma mengalir keluar dari liang vagina Fitri yang memar memerah . A da bercak darah di vaginanya . Kepsek itu memberinya tisuue , ? ini di lap , tuh m*m*k ? kata kepsek itu . Sambil melap vaginanya , air mata Fitri mengalir . ? udeh gak usah nangis se gala ..:? kata kepsek itu . Fitri pun segera memakai kembali pakaiannya , merapikan jilbabnya yang acak acakkan . Lalu dia berjalan ke arah pintu . Fitri , ini buat eloe jajan..? kata kepsek itu , sambil memberikan beberapa lembar , uang lima puluh ribuan . eloe jangan takut , eloe akan tetap sekolah disini ..? kata Kepsek itu l . F itri menatap kepsek itu . ? oh iyah , dan jangan lupa besok eloe kemari lagi yah ?? kata kepsek itu . Fitri hanya diam , lalu kepsek itu membuka pintu ruang itu , dan Fitri berja lan dengan kepala tertunduk kembali ke kelasnya .

Gairah Yang Nakal Perkenalkan nama saya adalah Amir, dokter yang lagi tugas di suatu puskesmas terpencil di suatu daerah di Kalimantan. Baru 1 bulan di saya tugaskan di sana, Puskesmas ini bisa di bilang lumayan maju daripada puskesmas lain di daerah sit u. Ada 4 dokter dan 3 perawat yang bertugas di sana, dan buka 24 jam non stop. Ini adalah hari di mana saya harus jaga malam. Walaupun saya sebenarnya engg an untuk jaga karena seperti biasanya pasien yang datang pada malam hari sangatl

ah jarang. Malam ini saya hanya di temani oleh suster Indah dan suster Wati ,Sus ter indah masih muda dan cantik berusia sekitar 27 tahun,yang menarik pada dirin ya adalah walaupun dia selalu memakai jilbab namun tonjolan payudaranya yang beg itu sekal membuat dia tidak bisa menyembunyikan payudaranya yang begitu besar. D an kebetulan malam ini Suster Wati ijin pada saya karena harus merawat anaknya y ang sedang sakit. Dan kebetulan sekali tidak ada suster lain yang bisa mengganti kan jadwal j****ya. Jadinya saya hanya ditemani oleh suster Indah. Jam menunjukan pukul 21.00 dan belum ada pasien yang datang tuk berobat.. "D ok, ini kopinya.."Indah selalu saja membuatkan kopi kepada dokter jaga. Dan dokt er dokter selalu memuji enaknya kopi buatan indah. Sayapun terkejut ketika Indah meletakan kopi ke meja dan saat itulah tubuh Indah yang sedikit membungkuk meny ebabkan jilbabnya sedikit terbuka di sebelah dada dan terlihat begitu mulus dan besar tonjolan payudaranya. "Wah kamu baik sekali ndah... "hmm..kopi ini manis b anget ndah,,kaya' kamu.."Saya mencoba merayunya.."Ahh..dokter bisa Aja.."balas I ndah..Suasana akhirnya menjadi cair dan kamipun ngobrol dan bercanda di malam it u.. Aku sebenarnya juga menyadari bahwa Indah juga memperhatikan dan suka kepada ku. Dari obrolan kami aku ketahui bahwa rumah tangga Indah tidaklah harmonis. Su aminya sering memukulnya karena sudah 2 tahun mereka menikah tetapi belum saja d ikaruniai anak. Dan akhirnya suaminya sering menyalahkan dia tentang kondisinya itu. Namun tak lama kemudian canda gurau diantara kami harus berhenti karena ada beberapa orang yang datang membopong seorang gadis bercadar hitam, rupanya dia h abis menjadi korban tabrak lari di jalan dekat puskesmas tersebut dan langsung d ibawa oleh penduduk sekitar. Mana keluarganya ??tanya suster Indah kepada orang orang yang membopong gadis itu.."Gak tau mbak, dia saya temukan sudah tergeletak dijalan..mungkin santri di pondok pesantren sana mbak "kata seorang pembopong g adis itu." Ya udah bapak bapak sekarang pulang saja..biarkan kami merawat gadis ini. besok pagi kami akan hubungi pesantren tersebut "kata suster indah menenang kan orang orang tersebut.. Saya dengan segera memeriksa gadis itu..dia tampaknya masih setengah sadar.d an merintih rintih kesakitan..walaupun jujur saya masih agak canggung dihadapan pasien berjilbab lebar dan bercadar ini.."Adik namanya siapa..?"aku bertanya den gan sedikit ragu ragu dan ku coba mulai melepaskan cadarnya..dilihat apkah ada l uka atau sumbatan pernafasan pada gadis ini. Gadis ini tidak berespon..tetapi be tapa terkejutnya ketika aku melihat betapa mulusnya dan putih kulitnya dan canti k sekali wajah dari gadis ini. Baru kali ini dia melihat wajah yang cantik seper ti bidadari ini..dia kembali memeriksa luka luka yang ada di tubuh sang gadis.." wah untung tidak ada luka pada wajahnya yang cantik ini.."batin ku..Tapi..ku lih at ada darah yang merembes ke jilbabnya.." di belakang kepala ada sedikit luka t uh dok.."kata suster indah..

Saya segera menyingkap gamis panjang gadis tersebut untuk melihat seberapa p arah luka yang dialami gadis ini. Dilihanya paha yang begitu mulus, sungguh tera wat..dan tampak disana sedikit luka gores yang tidak terlalu parah..saya mulai t erngsang melihat kedua paha gadis tersebut..sambil mengobati dan membersihkan lu kanya ku sempatkan untuk sedikit meraba raba paha dari gadis jelita tersebut. Se dangkan suster Indah berusaha membersihkan luka yang ada di lengan dari gadis in i. Dia tampak kesulitan untuk membuka lengan baju sang gadis.."wah lengan bajuny a sempit dok..sulit sekali membersihkan lukanya kalo gini.."kata suster Indah me ngeluh.. "Ya dibuka aja seluruhnya sus, sekalian melihat apakah ada luka lain di tubuhnya.."saya emang dari tadi sudah berharap dapat melihat kemolekan tubuh ga dis ini seluruhnya..Suster indah pelan pelan segera melepaskan jilbab dan gamis panjang sang gadis.. tampak gadis ini juga agak keberatan tetapi dia tidak bisa

berbuat banyak, terlihat juga ada luka di kepalanya..karena itu sebabnya kesadar annya agak berkurang. Sekarang dihadapan ku terbaring seorang gadis jelita denga n tubuh sudah telanjang tidak berdaya..dia bahkan menelan ludah beberapa kali me nyembunyikan kekagumannya kepada gadis ini, setelah luka dibersihkan dan untuk m enghilangkan rasa sakit gadis tersebut dia menyuntikkan obat penenang.. Akhirnya gadis ini tampak tertidur lelap, suster Indah segera menyelimutinya dan memasan g infus . Pukul 00.00 seperti biasa puskesmas tampak sepi. Tidak ada pasien lain selai n gadis tersebut. Suster indah juga terlihat mengantuk berat.."Udah suster istir ahat aja sebentar..untuk sementara saya yang jaga..nanti kalo ada apa apa saya b angunin suster.."Wah..iya dok makasih..gak tau nih gak biasanya saya ngantuk ban get seperti saat ini.."kata suster indah sambil memposisikan badannya untuk bers iap tidur di ranjang pasien..setelah suster indah tidur saya yang masih penasara n dengan gadis itu kembali ke kamarnya dan..dengan pelan pelan ku buka selimutny a..tanganku mulai menyusup ke BH sang gadis dan meremas remas payudaranya yang m ulus tersebut. Tidak puas dengan itu aku segera mencopot Bh nya dan dan kuciumi puting susunya..gadis itu tampak masih tertidur lelap sehingga tidak sadar apa y ang telah kuperbuat kepada dirinya..Aku tau yamh kulakukan ini salah tapi rupany a aku mulai di kuasai oleh nafsu, aku segera naik ke ranjang tersebut dan menind ih tubuh gadis itu..kuciuminya mulut gadis yang tipis itu..sedang tangan ku berg erilya di dalam celana dalam sang gadis, ku remas remasnya memek sang gadis, aku yang dari tadi terangsang melihat kemolekan gadis itu tidak mau kesempatan ini terbuang percuma..ku lepaskannya celana dalam sang gadis dan ku ciuminya memekny a hingga basah.. kupermainkannya klitoris sang gadis dengan lidahku, Sang gadis tampak masih tidak sadarkan diri..mungkin karena efek obat penenang yang ke beri kan tuk mengurangi rasa sakitnya tadi.. Aku mulai melepas celanaku..dan segera ku coba memasukkannya ke memek gadis itu. Memeknya sudah memerah dan basah karena jilatanku..Ohhh...memeknya masih se mpit sekali..sangat sulit ku masukan kontolku yang terbilang cukup besar ini..ku gesek gesekan sebentar ke liang vaginanya..dan blesss..kontolku dah masuk selur uhnya ke memeknya..hmmmff..gadis itu sedikit merintih..dan menggelinjang seperti menahan perih..tangannya mencengkeram pundakku yang tengah memeluknya..Aku mula i memompa tubuhnya..dan cengkeramannya malah bertambah dia merangkul tubuhku den gan erat..Ahh..Ahhh...ahhh nikmat banget memek gadis ini membuat aku melayang.. Tak berapa lama kemudian aku mulai mencapai puncak kenikmatan dan dengan seg era ku cabut penis ku dan akhirnya penisku menyemburkan cairannya ke tubuh sang gadis..Huu..huu.. huuh..nafasku masih memburu .tapi untung segera ku cabut tadi penisku jika tidak wahh gadis ini bisa hamil..batinku. Aku segera membersihkan cairan mani yang tumpah dari tubuhnya..ku rapikan ba juku dan selimut sang gadis..terakhir ku cium pipinya "terima kasih ya sayang ka u telah memberikan malam yang spesial buatku.."bisikku kepadanya..dia masih tamp ak tidak sadarkan diri..walaupun nafasnya terlihat tersengal sengal .Ku lihat be rcak darah ke luar dari vaginanya..setelah kubersihkan aku pun segera kembali ke ruangan ku,,tampak suster indah masih tertidur lelap disana..k Keesokan harinya suster indah ke pesantren itu dan benar dia adalah salah sa tu santri yang ada di pesantren itu. Halimah nama gadis itu..baru ku ketahui set elah pengurus pondok datang ke puskesmas. Dan sangat ku sayangkan sekarang yang merawatnya adalah dokter Ela, 3 hari sudah dia di rawat disana, puskesmas juga s edang ramai ramainya pasien jadi aku tidak sempat lagi menjenguk dirinya. Tampak nya perbuatan cabulku masih tertutupi dengan baik. Hari ini dia sudah boleh pula ng, dea menggunakan jilbab panjang dan gamis warna hitam dan sudah mengenakan ca darnya dengan agak terpincang pincang dia berjalan ke arahku..walaupun memakai c adar masih terlihat betapa indahnya matanya..aku benar benar mengaguminya..saat berpapasan denganku..dia menunduk dan berhenti..."terima kasih ya dok..kau telah memberikan malam yang spesial buatku.."bisiknya lirih..

Nurul Yang Seksi Realita kalau banyak yang perkawinan lewat ta aruf itu tidak semuanya didasari cinta, dan cinta itu justru ada setelah seringnya bertemu. Johan menganggap Sya msul sangat beruntung mendapatkan isteri secantik Nurul, berjilbab rapih dan ter lihat sangat cerdas karena lulusan universitas terpopuler dinegeri, dimana Johan pernah kuliah di fakultas yang berbeda. Sementara suaminya seorang guru honorer adalah teman kuliah isteri Johan di PT pendidikan di Jakarta dan jelas hidupnya pas-pasan sekali dengan kekakuannya dalam memperlakukan isterinya. Johan bisa masuk keluarga itu gara-gara anak yang kedua Nurul dirawat di rum ah sakit karena sakit ostereoporosis, Johan menolongnya karena pertemanan dengan suaminya, walau sebelumnya tidak pernah menduga kalau Nurul yang pernah ditaksi r saat di kampus dulu sebelum masing-masing masuk tarbiyah ternyata isteri teman nya, tapi sayang Nurul menolaknya saat itu karena Johan belum tarbiyah. Namun seringnya Johan bertemu tanpa sengaja jelas mencipratkan kembali cinta lamanya, padahal Johan awalnya sangat takut karena ini salah, tapi dorongan heb at terhadap kecantikan dan kelembutan Nurul membuatnya sesat, semakin didera has rat untuk menyentuh, melihat dan membayangkan betapa perfect-nya, wanita itu dan Johan yakin lelaki manapun akan tertarik secara fisik teradap kecantikan yang d isembunyikan dan pernah diharapkan bertahun-tahun dari wanita muda seperti Nurul . Dan Nurul-pun tahu suaminya tidak memperlakukan dengan pantas karena ketidak tahuan, kalau wanita sealim manapun masih butuh sanjungan dan perhatian berupa hadiah-hadiah kecil dan Johan rajin memberikan hadiah-hadiah bagi Wanita itu saa t ultah dan menolong Syamsul, suaminya dalam bisnis dibidang percetakan, apalagi Johan-pun rajin mendekati dua anaknya tanpa sepengatahuan nurul..sehingga Johan punya kesempatan untuk bertemu dengan Nurul atau curi-curi pandang Nurul dan su atu waktu memergokinya, dia memalingkan wajahnya dengan senyum malu-malu. Dari s itulah Johan meyakini kalau Nurul-pun mengetahui perasaanya yang salah dan tak p antas. Seharusnya akhi tidak datang disaat suamiku tidak ada dirumah? tegurnya ketika lelaki itu datang tiba-tiba disaat suaminya tidak ada. Aku kebetulan saja kangen pada anak-anak jadi aku lewat, dikiranya syamsul ad a, afwan ana tak sengaja , kata lelaki tinggi besar dan berjanggut tipis sambil be rdiri mematung dan anak-anak berhamburan memeluknya dan lelaki itupun bermain de ngan dua anaknya Nurul yang lucu. Dari balik bibir pintu dapur Nurul melihat kemesraan lelaki yang dulu pernah menaksirnya dan ditolaknya karena masih belum tarbiyah dan ternyata sekarang ma lah begitu dekat dengan anak-anaknya. Johan begitu pintar mendekatinya melalui a nak-anak jelas sulit dilarang, walau kekawatiran itu semakin mengganggunya. Deba ran jantung saat lelaki itu hadir dalam tidurnya atau senyum lembut dan sorot ma ta penuh cinta, berbeda dengan sikap kaku suaminya yang sedikitpun belum pernah menyanjungnya ataupun mengingat ulang tahunnya walaupun dilarang, tapi dia butuh perhatian dan lelaki itulah yang beberapa bulan terakhir ini yang memberikan pe rhatian lebih.sebuah dilema antara rasa kewanitaannya yang butuh perhatian dan k etakutan akan larangan affair.. Johan terus hadir menganggunya, secara halus benih itupun tumbuh, johan seol ah tahu kalau dirinya diintip dari balik pintu dapur dan senyum itupun mendorong nya melangkah ketika dia tiba-tiba kedapur, Dug , dua tubuh bertabrakan dan wanita tubuh berjilbab ungu dan terusan bunga crisan kecil warna sepadan. Afwan ana tak tak tahu kalau ukhti sedang dipintu.. katanya dengan lembut keti ka bahu mereka bersentuhan dan tercium keharuman masing-masing.. Tak apa, aku kebetulan mau lihat anak-anak.. , jawabnya menghindar dari sentuha n Johan yang diluar dugaanya malah menujunya dan menjauhinya dengan gugup. Johan melihat tubuh yang tanpak lebih ramping dan berisi walalu sudah punya anak dua,

Nurul nampak masih cantik bahkan lebih terlihat aura kecantikannya. Aku tetap menunggu sampai kapanpun, Nur, Aku sulit untuk tidak mencintaimu.. ka ta Johan terbata-bata ketika Nurul kebelakang dan mematung tak sepatah katapun d ibalasnya karena takut dan bingung. Akupun tahu perasaan ini salah, tapi perasaan cinta itu hanya sekali dalam hidup Tak seharusnya begitu Jo, tapi akupun takut ini akan menggangu hidupku, aku p unya suami dan dua anak yang jelas sangat membutuhkan lindungan.. Aku tahu, kamu sebenarnya tidak pernah mencintai Syamsul dan tidak pernah tah u cara mencintaimu.. , kata Johan lancang sambil tiba-tiba tangannya mendekatinya dengan debaran jantung yang bertalu-talu. Ja..jangan, Jo. Jangan menjerumuskanku dalam kesulitan lebih baik menjauh dan biarkan masa lalu itu tertutup oleh takdir, maafkan aku.. Yah, aku faham..tapi maafkan sikap sesatku, aku bukan ikhwan sejati seperti y ang lainnya yang bisa menahan diri.. kata Johan menyentuh bahu Nurul. Dan merengku hnya dengan lembut. Please, jangan akhi..ini jinah dan janganlah mengalahkan akal kita.. , suara be rgetar Nurul mengingatkannya, tapi mata itu terpejam merasakan tangan kekar berb ulu Johan menyentuh pinggang rampingnya dan menyusup kain belakakang panggulnya. Ayolah Nur, Syamsul tidak pernah memperlakukanmu seperti ini.. kata-katanya se makin terbata-bata dan maracau menahan gairah yang cukup lama terpendam, lupa ka lau wanita berjilbab itu isteri sahabatnya sendiri, semuanya gelap gulita.. ketika sentuhan itupun bukan sekedar pelukan saja, tapi jemari lelaki itu me njamah buah panggulnya dari bawah sehingga Nurul merasakan jemari itu meremas-re mas pantatnya, sementara jemari lainnya merab-raba dadanya yang masih tertutupi jilbab, tapi remasan johan begitu kuat, dibawah semakin kuat buah panggul Nurul yang bulat dan masih sintal dalam remasan Johan dan menekan-nekan panggulnya seh ingga batang keras itu terasa menyentuh vaginanya. Umi..!!!Amma!!!!dimana, aku takut? , terdengar teriakan Jeihan anak pertama Nur ul mengagetkan keduanya dan akhirnya terlepas pelukan itu dengan nafas terengahengah, dibalik pintu lelaki kecil menatap ibunya dengan aneh. Nurul cepat memangkunya dan masuk kekamar. Sementara Johan kembali kedepan l alu minta ijin keluar, tapi kejadian itu sangat mengagetkannya. Johan tidak pern ah datang lagi sempat syamsul menanyakannya, tapi johan berdalih kesibukan di pe rcetakannya. Bagi nurul kejadian itu lain, sangat membekas sekali dia merasakan gairah da n kenikmatan ketika tangan itu meremas-remas panggulnya walau masih dalam gamis tapi itu membuatnya melayang bahkan dia merasakaan batang keras lelaki menusuk-n usuk lobang kemaluannya dan tubuhnya lemas.. Seminggu berikutnya Ada SMS : Ana menyesal atas kejadian itu, Nur. Maafkan aku telah merusak kesetiaanmu pa da Akh Syamsul..tapi ana merasa tenang kalau antum merasakan perasaan cinta itu, wallau itu terlarang.. Akhi, anapun ikut bersalah..merasakan itu... , balasnya dengan tiba-tiba dan ad a rasa bersalah karena terbawa oleh emosi cinta yang belum pernah dirasakan sete lah tiga tahun menikah dengan suaminya. Dalam pertemuan taskif itulah untuk terakhir kalinya Johan bertemu dan melih at Nurul, semakin cantik dan senyum manis menebar rahasia disaat johan mencuri-c uri pandang ketika bertemu suaminya. Ada rasa rindu yang luar biasa tertahan ant ara rasa takut dan naluri manusiawinya dan rasa tertarik terhadap wanita itu..Ka rena tak tahan merasa rindu itulah tiba-tiba Nurul datang bertemu isterinya deng an membawa anak dan Johan merasakan penderitaan itu, hujan deras menahan Nurul u ntuk meninggalkan rumah Johan, apalagi isteri Johan-pun melarang pergi, tapi Nur ul berseteguh karena ijinnya hanya hari itu harus pulang, akhirnya johan mengant arkannnya sampai tempat taksi sambil memangku anak keduanya, tapi SMS dari suami nya menenangkannya, saat ini ana masih liqoan, agak telat pulangnya Johan sempat minum teh dan hujan semakin keras.Johan kebelakang melihat Nuru l keluar dari kamar anaknya dan wajahnya nampak gugup,. Antum secepatnya pergi, Sy am sebentar lagi pulang.. Iyah, gimana anak itu sudah tidur? tanyanya mengalihkan wajahnya yang tanpa sen gaja menatap baju gamis yang basah kuyup sehingga dada wanita itu tercetak indah

, Nurul cepat menutup dadanya sambil menunduk malu. Sudah, sebaiknya antum cepat pulang...? Nur, kamu sedikitpun tidak merasakan itu.. , kata Johan sambil tiba-tiba merang kulnya dan Nurul tak sempat mengelak dari cumbuan ke bibirnya, bibir lelaki itu mengulum penuh nafsu. Ciuman yang belum dirasakan sebelumnya, bukan sebuah forma litas yang dingin tidak ada gairah dan kehangatan, tapi ciuman lelaki itu sangat panas melenakannya. Kerudungnya kusut masai, sisa rambutnya keluar. Wajah johan menyusuri pipi dan lehernya berulang-ulang terus turun kedadanya dengan yang ma sih berbalut gamis basah...tapi dengan spontan wajah Johan didorongnya. Johan me natap pipi kemerahan Nurul tampak begitu cantik, bibirnya merah basah dengan kul it memucat, begitu juga wajah johan yang klimis tanpa janggot, begitu tanpan dan bibirnya begitu lembut menyentuhnya, ada getaran aneh yang mendorong bibirnya p asrah ketika Johan kembali mendorong wajhnya dalam luapan ciuman lelaki yang buk an muhrimnya Nurul merasakan tangan Johan meremas-remas dadanya itu, menyusup ke balik ji lbab yang dikenakannya lantas membuka kancing-kancing jubah yang dikenakannya di bagian dada, kemudian tangan itupun menyusup ke balik jubah yang dipakai wanita berjilbab ini pada bagian dada. Baju gamis itu dikuakan oleh tangan kekar itu.. .mata johan terbelalak melihat dada montok dan sintal milik wanita impiannya itu ternyata jauh lebih indah dalam balutan bra wacoal warna krem. Jangan, Jo..jangan lakukan.. , ungkapnya melerai walau bahasa tubuh Nurul menge jang tak karuan ketika wanita berjilbab lebar ini merasakan tangan Johan merayap di balik BH wacoal yang dikenakannya, lantas meremas-remas kedua payudaranya se cara bergantian.Nurul semakin menggelinjang saat wanita cantik ini merasakan put ing susu yang biasa dihisap kedua anaknya, kali ini dipelintir pelan oleh jari-j ari tangan Johan,wanita ini merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa.bibir it u menyentuh dan melumat dan mengunyah daging dadanya dengan gigitan gemes dan di sertai rintihan tanpa sadar.. wanita berjilbab nyaris histeris menahan nikmat ke tika bibir liang kemaluannyapun tak luput diusap pelan oleh jemari tangan Johan setelah menyibakan tepian gamisnya. Sekian lama daerah tersebut tak tersentuh tangan laki-laki termasuk Syamsulp un tidak pernah melakukannya,namun kini diusap oleh tangan laki-laki yang bukan suaminya.Rasa birahi ternyata telah membutakan kenyataan bahwa tangan laki-laki yang tengah menyentuh kemaluannya bukanlah suaminya..justru Nurul mulai menggeli njang saat jemari tangan Johan mengelus-elus perlahan bibir kemaluannya beberapa saat lantas wanita berjilbab ini merasakan bibir kemaluannya itu dibukanya dan jemari tangan Johan pun segera melesak ke dalam liang kemaluan yang telah mengel uarkan dua orang anak..Tubuh Nurul gemetaran dan mulutnya mendesah saat kemudian kelentit dalam kemaluannya disentuh oleh jemari tangan Johan lantas dipilinnya lembut membuat wanita berjilbab lebar ini nyaris terlonjak dari tempat duduknya. . Aihhhh eungghhhh . Nurul mengerang dengan mata mendelik, ketika beberapa saat kemu dian sesuatu yang besar, panjang dan panas mulai menusuk kemaluannya melalui bel akang. Tubuh wanita berjilbab ini mengejang ketika menyadari kemaluannya tengah dimasuki penis Johan dan Nurul hanya bisa pasrah.Hingga sekejap kemudian Nurul m erasakan batang penis Johan yang jauh lebih besar dan panjang di banding milik s uaminya, telah bersarang di liang kemaluannya hingga menyentuh rahimnya.Tubuh Nu rul hanya mampu menggelinjang ketika Johan mulai menggerakan penis dalam jepitan kemaluannya Mmmfff oh, Nur .nnghhh kata Johan di belakangnya sambil menggerakkan pinggangnya m aju mundur dengan napas terengah-engah.Nurul dapat merasakan penis Johan yang ki ni tengah menusuk-nusuk liang kemaluannya, jauh lebih besar dan panjang dibandin g penis suaminya. Tangan kiri lelaki itu membekap pangkal paha Nurul lalu jari tengahnya mulai menekan klitoris ibu muda berjilbab itu lantas dipilinnya dengan lembut, membua t wanita yang alim ini menggigit bibirnya. Nurul tak kuasa menahan sensasi yang menekan dari dasar kesadarannya.Wanita berjilbab lebar ini mulai mendesah, apalagi tangan kanan lelaki itu kini menyusup ke balik jubahnya, lalu ke balik cup B H-nya dan memilin-milin puting susunya yang peka

Ayo Nur .ahhhh jangan bohongi dirimu sendiri nikmati ahh .nikmati . Johan itu terus mem mundurkan penisnya yang terjepit vagina wanita muda yang alim ini. Nurul mengge leng-gelengkan kepalanya, mencoba melawan terpaan kenikmatan di tengah tekanan r asa sakit dan malu. Tapi ia tak mampu. Nurul mendesah dan mengerang dengan tubuh menggelinjang jalang dan akhirnya dalam waktu beberapa menit kemudian wanita be rjilbab ini menjerit saat ia meraih puncak kenikmatan, sesuatu yang baru pertama kali ditemuinya walaupun 6 tahun dia telah menjalani pernikahan dengan mas Syam sul. Tubuh Nurul langsung lunglai, tapi lelaki di belakangnya selangkah lagi samp ai ke puncak. Terus mengaduk vaginanya dengan kecepatan penuh. Lalu, dengan gera man panjang, ia menusukkan penisnya sejauh mungkin ke dalam kemaluan ibu muda be rjilbab ini.Kedua tangannya mencengkeram payudara Nurul yang padat dan montok de ngan kuat. Nurul yang masih dibuai gelombang kenikmatan, kembali merasakan sensasi aneh saat bagian dalam vaginanya disembur cairan hangat mani dari penis Johan yang t erasa banyak membanjiri liang vaginanya. Nurul kembali merintih, mirip suara anak kucing, saat perlahan Johan menarik keluar penisnya yang lunglai. Begitu gelombang kenikmatan berl alu, kesadaran kembali memenuhi ruang pikiran wanita berjilbab. Nurul terisak de ngan tangan bertumpu pada meja dapur. maafkan ana atas kehilapan ini, Nur !! kata Johan dengan tekanan keras sambil membenahi celanannya. Nurul diam saja, harga dirinya sebagai seorang istri hancur, namun tak urung matanya sempat mengamati penis Johan yang sebelum laki-laki ini merapikan celan anya. Ada rasa takjub pada diri Nurul melihat ukuran penis teman suaminya terseb ut, walaupun tidak sedang dalam keadaan tegang. Johan tidak menyadari kalau peni snya tengah diamati oleh wanita yang telah lama dicintainya, hingga setelah mera pikan celananya laki-laki ini buru-buru keluar dari dapur dengan gugup. Nurul itu baru merapikan pakaiannya yang awut-awutan ketika, ketika dilihatn ya Johan telah pergi dari dapur dan beberapa saat kemudian tanpa berpamitan, ter dengar suara mobil Johan berlalu meninggalkan halaman rumahnya. Nurul terisak menyesali kejadian itu, namun dia juga merasa malu betapa dia ikut menikmati ketika Johan menyetubuhinya, namun wanita berjilbab ini buru-buru menghapus air matanya ketika didengarnya ketukan pintu suaminya.

Pengalaman Yang Tak Mungkin Terlupakan Selepas menamatkan pengajian di bidang perguruan aku telah di tempatkan( pos ting ) ke sebuah sekolah di kawasan pendalaman di pantai timur. Hati ku merasa s edih sebab aku tak rela ditempatkan di kawasan pendalaman. Aku belum bersedia di hantar ke sana. Dgn tidak membuang masa pada keesokan harinya, aku terus ke Jab atan Pelajaran Negeri untuk merayu agar penempatan ku di tukar ke kawasan yang b erdekatan bandar Alor Setar. Rayuan aku tidak mendapat perhatian dari En. Zamri (pegawai yang bertanggung jawab bahagian pertukaran guru).En Zamri memaklumkan jika aku tidak mendaftar di ri ke sekolah itu, mungkin penempatan aku kan diberi kepada orang lain dan aku t erpaksa menunggu setahun lagi untuk penempatan baru. Pada 13 hb Ogos 2005, aku telah melaporkan diri ke sekolah tersebut. Sesi pe ndaftaran aku berjalan lancar cuma masalah tempat tinggal sahaja yang masih belu m selesai. Guru besar memaklumkan bahawa quarters guru sudah penuh.Cuma, jika ak u sanggup, aku boleh tinggal sementara di bilik kesihatan sekolah sementara mena ntikan Cikgu Asiah berpindah pada hujung tahun nanti dan aku boleh tinggal di ru mah Quarters tersebut. Aku beritahu Guru Besar ,aku tak kisah asalkan ada tempat tidur. Aku dah bia sa dengan keadaan macam ni. Guru besar pun memberi kunci bilik tersebut dan menu

njukkan bilik tersebut kepada aku. Aku pun berlalu sambil ucapkan terima kasih k epada guru besar.Bilik kesihatan ini cuma ada katil bujang dan tv kecil sahaja. Aku pun mula kemas bilik tersebut.Keesokan harinya aku mula menjalankan tugas se bagai seorang guru baru. Aku rasa sungguh gembira dan teruja. Kini sudah sebulan aku mengajar di sekolah kesayangan ku ini. Aku sudah mesr a dengan semua guru-guru di sekolah ku ini. Mereka semuanya baik dan ramah. Yang paling baik dan rapat dengan aku ialah Ustazah Nazirah. Mungkin sikap rendah di ri dan sikap hormat aku menyebabkan Ustazah Nazirah suka bergurau dengan aku.Ust azah Nazirah menjadikan aku sebagai adik angkatnya memandangkan umurnya tua dari aku dan aku tiada saudara mara di sini. Ustazah Nazirah ni masih bujang. Umurny a 29 tahun, badannya agak rendah dan tidak gemuk sangat cuma montel sikit. Buah dadanya aku tak boleh nak bagi tau sbb aku tak berapa nampak sbb dia pakai tudun g labuh la. Dia tinggal di Quarters bersama dua orang lagi guru bujang. Pernah satu malam Ustazah Nazirah datang pergi ke Klinik di bandar berdekatan sejauh at deman dan sakit kepala. Aku tanya ustazah eka boleh hantar? Oh... Cikgu Yati dan Cikgu erantut selama empat hari ,jawab ustazah. Oh tazah tunggu 5 minit nak salin baju la. bilik aku mengajak aku temankan nya 30 km. Ustazah nazirah nak ambil ub tu , mana kawan sebilik nya,kan mer Azie tak ada, mereka berkursus di J ye ke......kataku. Aku pun suruh Us

Aku pun melabuhkan kain pelekat yang aku pakai dan memakai seluat trek .Kami pun mula bergerak dengan menaiki keretaproton saga aku. Perjalanankami mengambi l masa 45 minit sebab jalan tanah merah dan lopak lori balak menghadkan kelajuan keretaku.. Dalam perjalanan aku lihat ustazah mula tertidur (mungkin sakit kepa la sangat2 ...fikirku). Tetiba aku terpandang paha ustazah....mak oiiiii....putih melepak. Kain bati k yang di pakai ustazah terselak kerana dia duduk dengan menyilangkan kaki. Mung kin angin luar telah menyebabkan kainnya terselak ketika dia sedang tidur. Menyi rap jugak darah aku. Syaitan pun mula mainkan perananya ..Faham2 je la apa yg ak u pikir.. Nafsu yang bergelora menyebabkan aku lupa diri 40% je. Tah macam mana tangan kiri aku terus je di letak atas paha ustazah yan putih tu. Aku tengok tiada res pon dari Ustazah. Pengsan ke ustazah ni bisik hati ku.....Ah, ini peluang baik.. Aku pun cuba menggosok perlahan lahan paha Ustazah tu . Tak ada respon lagi. Ba tang ku dalam seluar telah mula menegang.Aku rasa kepala batangku ada cecair.Aku biarkan saja. Peluang baik ni bisik hati nurani kecilku. Jari jemari ku aku jal arkan ke dalam kain dan aku rasa jariku telah menyentuh rerambut halus. Dengan tiba2 ustazah tersebut terjaga dari lenanya. Aku dengan pantas menari k balik tangan ku dan buat2 seperti tiada apa yang berlaku. Ustazah Nazirah Dalam keadaan mamai tanyakan aku dah sampai ke belum. Dengan nada lemah dan lembut aku cakap tak jauh dah depan tu je lagi. Aku tertanya-tan ya adakah Ustazah ni perasan apa yg aku buat tadi......Ah..harap2 dia tak perasa n.Kalau tak, malu aku...... Setelah selesai periksa dan ambil ubat, kami pun balik . Sementara menunggu Ustazah tadi, aku sempat la beli burger bungkus bawa balik. Dalam perjalanan balik Ustazah ajak aku bersembang untuk menghilangkan borin g. Aku pun layan je sebab dia sembang bab skolah.Boring betul....tapi perbuatan aku tadi masih menghantui fikiran ku......menyebabkan aku tak senang duduk. Keesokannya semasa di sekolah , aku sempat terjumpa ustazah di kantin. Aku l ihat kesihatannya dah pulih seperti sediakala. Dia kelihatan lebih ceria dari se belumnya.Baguslah jawab hatiku. Pada petangnya aku ke pekan untuk membeli apa yang patut....maklumla esok ha

ri cuti. Semasa di pekan terlintas dalam pikiran ku nak beli cd blue..faedah dar i kejadian smalam tu la agaknya..he.he.he. Aku ke kedai cd dan terus bisik ngan tauke cina yg aku nak satu cd blue tak kisah apa jenis pun asalkan ia cd blue. T auke tu pun bungkus satu cd dlm plastik hitam dan aku pun bayar dan terus cabut pulang ke rumah. Lebih kurang lepas solat Isyak , dengan syoknya aku pun buka cd yang aku bel i siang tadi. Mak oii ...aku pun layan cd mat saleh tu. Tiba2 pintu bilik aku di ketuk. Ah....kacau betul la.orang baru nak stim.Aku pun tutup cd player tu dan terus bukak pintu. Terperanjatnya aku bila Ustazah Nazirah yang datang. Ha...Ust azah rupanya...Ada apa hal datang malam2 ni? kataku.! Minta maaf la Man, akak na k tumpang tengok tv citer kegemaran akak. Final malam ni. Tv rumah akak rosak la ..kata Ustazah Nazirah. Oh ye ke...masuklah balasku. Aku pun suruh ustazah buka tv tu sementara aku minta diri nak ke tandas...sakit perut la plak kataku. Semasa tengah membuang hajat tetiba aku teringat bahawa aku tak keluarkan cd dalam player tadi. Alamak....mampus aku kalau dia bukak...bisik hatiku. Aku pun cepat2 selesaikan hajatku dan terus menuju ke bilik ku perlahan lahan. Sampai d i depan bilik aku mengintai dari cermin tingkap nako yang telah pecah. Agak terp eranjat jugak aku bila terlihat tv ku memainkan cerita porno yang aku beli tadi dan mataku tercari2 dimana Ustazah. tiba2 aku terpandang ustazah sedang duduk be rsandar di penjuru dinding sambil kakinya terkangkang. Ku lihat kain batik yang di pakainya di angkat ke pinggang dan kedengaran suara sedang mendengus nikmat. Ku lihat Ustazah sedang beronani sambil melihat cd tersebut. Dengan perasaan yang berdebar-debar aku pun masuk perlahan-lahan ke dalam bi likku dan terus menuju ke arah Ustazah. Ustazah tidak terperanjat melihat aku te tapi dia terus menarik lembut tangan aku kearahnya. Dalam keadaan berdiri , usta zah menarik kain pelekat yang aku pakai sehingga tertanggal. Dengan lemah lembut ustazah mengusap batangku yang telah keras dari tdi dengan jari jemarinya. Aku biarkan saja. Wah besarnya...keras pulak tu,mesti best ni...kata ustazah. Ye ke ....maklum la saya masih teruna lagi, balasku. Sebelum ni aku tak pernah melakuk an zina, melancap tu biasa la. Tidak lama kemudian, batang ku telah berada dalam mulut ustazah. Ustazah men gulum batangku dengan ganas sekali sambil tangannya memicit-micit telurku. Wahhh hh,gelinya ku rasa. Ah,ah,ahhhhh......perkataan yang keluar dari mulutku tatkala kepala konek ku terkena kerongkong ustazah. Ahhhh..tak tahan....nak terpancut d ah kataku. Ustazah terus mengulum dengan laju selepas aku barkata begitu.Dengan geli dan kesedapan yang amat sangat, konek aku pun memancutkan air mani kedalam mulut ustazah. Kulihat Ustazah menelan air maniku. Setelah selasai aku pun menar ik keluar konek ku dari mulut ustazah. Geli lah... kataku.Aku pun baring di atas tilam. Nak....nak...nak....perkataan yang keluar dari mulut Ustazah. Ku lihat u stazah dalam keadaan stim sesangat. Tanpa menghiraukan prsekitaranku, aku terus membaringkan ustazah atas tilam . Aku membuka satu persatu pakaian ustazah. Ku mulakan dengan membuka baju t nya . Oh dia memakai bra nipis bisik hatiku. Aku pun membuka branya dan terlihatlah buah dadanya yang agak besar dan putih melepak. Putingnya warna pink dan agak co klat sikit dan sebesar kacang kuda. Dengan lahapnya aku pun terus menghisap puti ngnya yang sebelah kanan sambil meramas teteknya yang sebelah kiri. Ustazah Nazi rah mengerang kesedapan bila lidah ku mengentel putingnya. Ahhh, sedapnya , perk ataan yang keluar dari mulut ustazah. Kepalaku di tarik rpat ke teteknya. Aku me nghisap teteknya bergilir2 kiri dan kanan. Setelah puas menghisap tetek yang ranum itu, aku pun mula membuka kain batik nya. Wah.....dia pakai g string berwarna pink. Nafsuku membuak-buak melihat bon jolan dan kelihatan tunggul bulu yang telah dicukur licin. Dengan gelojohnya aku membuka ikatan tali g stringnya. Maka tersembul lah bonjolan dengan lurah diten gahnya yang basah dan sedikit berair.

Aku meletakkan bantal di bawah punggungnya dan aku kangkangkan sedikit kakin ya. Waw..... Tanpa membuang masa, aku terus membuka lurahnya menggunakan ibu jari dan dan jari telunjukku. Kelihatan biji kelentitnya timbul dan agak kenyal. Lubang pant atnya kelihatan berwarna sedikit pink kemerahan. Aku pun terus menjilat kelentit nya engan lidahku. Ah.ah...ahhhh....sedapnya raung ustazah sambil punggungnya te rangkat pabila aku mengigit manja kelentitnya. Ustazah Nazirah meminta aku untuk melakukan aksi 69 di mana aku berada diata snya.Aku angguk tanda setuju. Kami pun memulakan aksi 69. Sambil aku menjilat lu bang pantatnya, ustazah mengulum konek aku yang telah tegang dan keras. Setelah lima minit aksi ini berlangsung, ustazah meminta aku memasukkan batang ku ke dal am lubang pantatnya.Ustazah nazirah pun menonggeng ( katanya dia suka aksi menon ggeng ) lantas dengan perlahan aku pun memasukkan batang konek ku perlahan2 ke d alam lubnang pantatnya yang basah dan licin itu. Sambil memegang tepi punggungnya aku pun menghayun batang konekku makin lama semakin laju kedalam lubang pantatnya. Ustazah mengerang kesedapan. Ah.ah.ahhh laju lagi ,laju lagi ..sedapnya kata yg terpacul dari mulut ustazah. Aku pun den gan sepenuh tenaga menghayun laju batang konek ku. Bunyi kocakan air pantat agak bising di sulami dengan bunyi rengekan kesedapan dari ustazah.Ah.ah.ahhh arghhh hhhhh......raung ustazah yang sedang klimaks. Pancut dalam ye Man.. kata Ustazah . Takut la ....balas ku. Tak apa , sekarang bukan masa subur akak ,,kata ustazah lagi.. Ok lah...balasku. Aku pun menghyun laju dan terasa nak terpancut. Argh.. .arghhhhhhhhh....... argh...fuh...... bestnya.Kata yang terkeluar dari mulutku k etika memancutkan maniku. Fuhh... bestnya. Aku pun membaringkan diriku yang leti h lesu disebelah Ustazah. Sambil keletihan Ustazah berpesan kepada ku supaya jan gan dedahkan rahsia ini kepada sesiapa. Sempat juga ku bertanya kepada ustazah pernahkah dia melakukan prkara ni seb elum ini. Ustazah berkata dia pernah terlanjur tiga kali dengan kekasih lamanya semasa menuntut di maktab perguruan.Patut la tak berdarah, rupanya dah tak ada d ara lagi .....bisik hati kecilku. Kami pun terlena .....

"Ngentot Gadis Room Service Hotel" Mendapat tugas luar kota dari kantor asyik juga buat refresing. Biar kata belum tentu tugas yang ku emban akan sukses, tapi namanya jalan-jalan di bayarin kanto r tentu enak. karena pacarku, rina, lagi libur kuliah, ia maksa ikut. Gapapalah, gak dilarang sama kantor, asal transportasi aku yang tanggung, sementara akomodasi bisa buat berdua. Malam jam delapan aku sudah tiba di kota tujuan, untuk kemudian menjalankan misi kantor besok pagi jam 9. mencari hotel di kota tujuanku tidak sulit, ada banyak hotel melati hingga bintang tiga yang ku temui di jalanan. Dengan pertimbangan jarak dengan tempat pertemuan dengan klien besok, aku langsung masuk ke hotel me lati yang tampak sangat rapi, bangunan dua lantai, meski ku taksir tidak banyak kamar yang tersedia, paling-paling hanya sekitar 20-30 kamar di hotel itu. Aku dan Rina langsung menuju receptionis. Satu wanita dan satu pria melayaniku d engan sopan. Aku keluarkan Ktp dan ku persiapkan uang tunai untuk check in. mohon maaf bu, bisa lihat ktp ibu juga pinta reeptionis pria kepada rina Rina tidak keberatan, meskipun pengalaman ku chek in di hotel hanya ktp seorang saja yang di di catat.

bapak dan ibu bukan suami istri ya? belum jawabku singkat aduh kalau gitu mohon maaf pak, kami tidak bisa menerima tamu pasangan yang bukan suami istri Pertanyaan kenapa, gimana dan sebagainya meluncur dari mulutku kepada reseptioni s itu. kami mendapat penjelasan darinya, dan bahkan mereka berdua merekomendasik an hotel yang mengizinkan tamu yang bukan pasangan. Dengan kecewa aku pun batal untuk check in di hotel itu. gapapalah masih banyak hotel di sini. Dalam perjalanan mencari hotel yang lain, aku dan rina menertawakan kami sendiri . niat kamu udah ketahuan tuh namanya juga di dalam hotel dengan cewek, ngapain kalau nggak ngentot celetuku. Lagian, gaya pacaran aku dan rina sudah kayak suami istri, setiap ada kesempatan pasti ngentot. Termasuk di hotel yang akhirnya ku tempati. Singkat cerita, aku telah melewati perjalan dinas itu. Enam bulan kemudian, aku di tugaskan kembali untuk datang ke kota ini. sialnya, rina, yang kali ini tidak ikut serta mewajibkan aku untuk menginap di hotel yang melarang kami dulu. Alas annya, biar aku gak macam-macam. Sebagai bukti, aku wajib menyerahkan bukti pemb ayaran. Buuusyyyyyyyyyyeeeeeeeeeeeet. segitunya. Jam sembilan malam lewat aku mengurus check in. Tak ada kesulitan. Selain aku da tang sendiri, tingkat hunian hotel juga lagi kosong. Akupun di antar oleh seoran g cewek yang yang tadi duduk bersama di meja reseptiinost, jelas kulihat pin di dadanya bernama Maya... mas pendi itu yang kemaren lalu datang kemari dan gak jadi check in kan? kata room service maya itu sambil berjalan. Aku sedikit kaget, ternyata cewek ini masih mengenali ketika aku datang dan bern iat nginap di hotel ini. kok kamu inget sih mba iya dong mas, sebagai karyawan hotel sebisa mungkin mengingat semua tamu yang dat ang jawabnya sok yakin. Terserah lah apa katanya. Pintu kamar di buka, maya mempersilahkan aku masuk, ia juga menjelaskan segala s esuatu yang bisa di gunakan di hotel itu sebagai fasilitas. Karena terlihat oran gnya menyenangkan, aku memberanikan diri berkata padanya mba, bisa nggak aku bawa cewek ke hotel ini. ada deh mba buat tutup mulut emang ceweknya mana? ya nyari dulu di luar, atau mba punya chanel kasih tahu saya, tapi yang cantik Gadis Room service rupanya mengerti maksudku, . cantik nya segimana? Aku gak tahu pokonya yang kulit putih, payudaranya besar, kayak mba gini lah, enak di lihat Kataku sambil memberitahukan tarif yang bisa ku sediakan. ooo ..ntar dipikirin dulu deh jawabnya, lalu keluar dari kamarku. Setelah aku mandi, aku santai di kasur sambil nonton tv. Tapi aku tetap menunggu jawaban dari maya room serivice. Karena tak sabar gak dapat kabar, aku telepon ke receptionis. bisa bicara dengan maya? ternyata maya yang menjawab telepon . sebentar lagi mas, tunggu aja maya memberi harapan untuk mencarikan ayam kepadaku. Jam sebelas lewat sepuluh m enit pintu kamar ada yang mengetuk. Berarti kabar menggembirakan untuk dapat men untaskan libido. Ketika pintu kamar ku buka, aku melihat maya dengan tas di pundaknya, celinguk k e kiri dan kanan tidak ada siapapun di sampingnya mana mba? Maya tidak menjawab, dia masuk ke kamarku, ada sedikit dongkol dalam hati, birah iku seakan takan tersalurkan. katanya mau nyariin Maya kemudian menawarkan diri untukku, aku kaget. Tapi mau nggak? dia bertanya boleh boleh .. plas .plas .kontolku langsung ngaceng. kalau gitu, biar aku mandi dulu maya melempar tasnya begitu saja.

Selagi maya mandi, aku sempat berpikir, mungkinkah dia bekerja ganda dan sering melakukan ini. ah, aku tak peduli. Dasar cewek gak siapa gak siapa, kalau mandi lama, aku yang udah pengen ngetot g ak sabar. Keluar dari kamar mandi maya hanya mengenakan handuk saja. Oh cantik sekali dia. Pahanya mulus, pundaknya bersih banget. Diapun merebahkan badanya di kasur sering booking cewek ya mas ah nggak juga, baru beberapa kali Aku yang tak sabar pengen ngentot mulai mengererangi paha mulusnya mas, nanti kalau nggak puas, mohon maklum ya, aku gak biasa ngelayani lelaki tak l upa ia menceritakan bahwa dirinya bukan melakukan profesi ganda, yang di lakukan nya sekarng karena baru di putus sama pacarnya yang telah merenggut perawannya i tu. aku paham, tak apalah, yang pentingkan aku dapat ngentot memek room service cantik. Tapi, aku di minta memakai kondom. Tak masalah, aku punya stok kondom di dompet.

Tubuh bugil maya akhirnya terpampang di hadapanku. Aku mengakui ke molekan tubuh nya melebihi tubuh pacarku. Maya memang tidak begitu agresif ketika aku melakukan rangsangan pemanasan. Eran gan mulutnya baru terdengar ketika memeknya ku jilati. Gila, enak banget nih wan gi memek room service. mas .oghh .aghh .. Oghh. aku semakin terangsang ku sobek bungkus kondom. Ku pasang di kontolku yang sudah keras sekali. ogghhhh agh .. sekarang maya . Maya mengganguk. Kontolku ku masukan ke memeknya..bles .bles .bless ..oghh oghh bener .bener sempit nih memek, hanya karena sudah ku jilati hingga cukup mudah masuk. aghhhhh .aghhhhhhhhhhh.. oghhhh oghh .erangan kenikmatan silih berganti dari kami. mas oghh .aghh . : kenapa sayang?.... Terus terus .ogh oghh agh .aghh .. memek kamu enak sekali, maya .. oghh ..ma sssssaa ..mas oghh .. maya semaikn panas melayaniku bergelinjang kekiri dan kana oghhh agh ogh . mas ..oghh ..aghhhhhhhhhh .. maya aghh ..oghh ..aku keluar agghhhh crot..crot .aku orgasme ..begitu juga maya, njambak rambutku. Oghhhhh ..aogh .. Aku terlkulai lemas di atas tubuhnya. Setelah itu ku tarik kontolku, terlihat ko ntol bersarung kondom di lumuri sperma yang tertahan.. ighhhhh .. iya tersenyum geli. mau di minum nggak? gak gah jijik Enak lagi enggak ah, aku belum pernah. meski tidak mau memimun spermaku, dia mengabil kondom di tanganku. Menuangkan ke telapak tangan, dan mencium baunya, kami berdua membersihkan badan ke kamar mandi. Untuk kemudian kami kembali rebah an di kasur. Aku mengeluarkan uang bayaran seperti yang telah ku janjikan, terma suk tips untuk temannya. makasih yah, may kapan-kapan kalau aku kesini lagi, masih mau kan ngapain kapan-kapan, sekarang juga mau nambah boleh.. maya kemudian berkata malam ini malas pulang ke rumah, besok ia harus masuk jam tujuh pagi, ia pun meminta k u mengizinkannya menginap di kamar yang ku tempati. Aku seneng banget, karena be rarti aku dapat ngentotnya lagi. Bahkan diapun tidak ingin meminta bayaran lagi.

Korban Nafsu Birahi sang Kakak http://www.siwoksintol.com/2012/06/cerita-dewasa-korban-nafsu-birahi-kakak_29.ht ml Sebut saja namaku Rini, saat kutulis cerita ini aku berusia 25 tahun dan kejadia n itu telah 4 tahun yang lalu, aku mempunyai kakak kembar laki-laki, sebut saja namanya Tanto dan Yanto dan ayahku adalah salah satu staff kedutaan di Belanda. Di rumahku aku tinggal hanya berempat, aku, dua kakak kembarku dan Mbok Ijah yan g sudah ikut keluargaku semenjak usianya 12 tahun dan pada saat itu usiaku 9 tah un, kakak-kakakku berusia 11 tahun. Dan kedua orang tuaku sedang tidak pulang ke Indonesia.Kejadian itu saat aku berusia 21 tahun dan kakak-kakakku Tanto dan Ya nto berusia 23 tahun. Saat itu tanggal 12 Oktober 1996, aku pulang kuliah dan me lihat kakak-kakakku nonton film BF bersama Mbok Ijah, Tanto di kanan dan Yanto d i kiri. Aku tidak tahu apa yang mereka perbuat, perlahan-lahan aku ingin melihat apa yang mereka lakukan, aku keluar rumah lagi dan masuk melalui jendela kamar Mbok Ijah, yang kebetulan tidak dikunci. Aku masuk perlahan-lahan, dan aku menuju ruang tengah di mana kedua kakakku dan Mbok Ijah. Astaga! aku melihat Mbok Ijah sedang dipegangi oleh kedua kakakku, de ngan mulut terkatup hampir berteriak, kulihat Mbok Ijah mengerang-erang seperti orang berlari 100 km. Hampir saja aku ketahuan oleh kedua kakakku. Tangan kanan Kak Tanto memegang payudara Mbok Ijah dan tangan kirinya masuk ke d alam lubang kemaluan Mbok Ijah, begitu pula dengan Kak Yanto, tangan kirinya mem egang payudara Mbok Ijah dan tangan kanannya juga masuk ke dalam liang kemaluan Mbok Ijah. Terlihat dua tangan yang masuk ke dalam liang kewanitaan Mbok Ijah di percepat oleh kedua kakakku. "Den.. Den sudah, Mboo..ok sudah nggak kuat.. udah Aden.. Aden berdua." "Terus Mbok, kan belum main yang lebih enak seperti film itu", kata Kak Tanto be rsemangat. Mbok Ijah sudah terlihat lemas dan diangkat ke atas, sedangkan di bawah Kak Tant o dan Kak Yanto membelakangipantat Mbok Ijah. "Astaga, apa yang diperbuat oleh k edua kakakku itu", kataku dalam hati. Ternyata kemaluan Kak Tanto besar juga dan kemaluan Kak Yanto begitu pula. "Ayo, To kamu memek dan saya dubur", kata Kak Yanto. "Iya, kamu kan kemarin udah di memek sekarang di dubur, yah" kata Kak Tanto. "Okelah, ayo To mulai", mereka berdua menekan Mbok Ijah yang sudah lemas, Kak Ya nto menekan dari atas dan Kak Tanto menekan dari bawah. "Heck.. heck", bunyi sua ra Mbok Ijah yang sedikit sesak nafas. "Ayo, To percepat dong." "Gampang Yan sebentar lagi nih." Tiba-tiba kakakku, Tanto melihat rambutku yang sedikit ketahuan dibalik tembok. "Siapa, siapa di situ?" tanya Kak Tanto sambil berteriak dan melepaskan permaina nnya dengan Mbok Ijah, begitu juga dengan Kak Yanto yang sudah sejak tadi menari k batang kemaluannya dari dubur Mbok Ijah. Mbok Ijah dibaringkan di sofa dengan tubuh telanjang bulat dan mereka berdua menghampiriku yang ketakutan tidak bisa lari lagi. "Ooo, jadi kamu dari tadi ngintip kakak berdua main dengan Mbok Ijah", kata Kak Yanto. "Kamu harus diberi hukuman telah ngintip-ngintip kita berdua", kata Kak Tanto. Setelah berbicara seperti itu tanganku dipegang oleh Kak Tanto dan Kak Yanto di bawa ke kamar mereka berdua. Dalam kamar mereka, aku diminta berdiri di depan pi ntu kamar mereka. "Berdiri kamu di situ", Kak Tanto meminta sambil menghardikku. "Buka baju kamu dan celana blue jeans kamu, cepat.." Kak Yanto menimpali. "Jangan.. jangan Kak, Saya kan adik kakak berdua.." "Mau dibuka sendiri, atau kita berdua yang membuka", kata Kak Tanto sambil mengh ampiriku. "I..ya, saya buka sendiri", kataku ketakutan. Perlahan-lahan aku membuka bajuku dan celana blue jeans-ku, dan Kak Tanto mengun ci pintu kamar serta Kak Yanto menyetel lagu House Music dengan voleme tinggi. "Ayo, nari sambil sedikit-dikit dibuka BH dan CD kamu", Kak Yanto memintaku samb

il memegang penggaris besi miliknya. "I..ya, i..ya, tapi jangan dipukul", kataku. Aku menari perlahan-lahan mengikuti irama House Music dan perlahan-lahan kubuka BH-ku dan CD-ku. Setelah selesai kubuka semua, aku diminta berhenti untuk menari . Aku diseret ke atas tempat tidurnya dan aku disuruh telentang dengan kaki terb uka. Kak Tanto mulai menciumi payudaraku yang memang cukup besar dengan ukuran 3 2 dan Kak Yanto mulai menjilati perutku sampai pusar dan mengarah ke kemaluanku. "Jangan.. jangan.. jangan Kak.." Teriakanku dikalahkan dengan bunyi House Music yang keras. "Udah, jangan macam-macam kamu", Hardik Kak Yanto. Kak Tanto terus memainkan payudaraku dan menarik-narik dengan bibirnya, sementar a Kak Yanto telah menjilati bibir-bibir kemaluanku. Aku merasakan betapa gelinya dan terangsangnya diriku, kutahan perasaan itu hingga aku hanya bisa menggeliat -geliat sembari menutup mataku dan terasa air mataku menetes. Tanpa kusadari Kak Yanto dan Kak Tanto telah bermain di liang kewanitaanku, mereka berdua berganti an menjilatinya. Kak Tanto berada di atasku dengan kemaluannya menuju wajahku da n Kak Yanto berdiri tegak dan terasa kemaluannya menyentuh gerbang kewanitaanku. "Buka mulut.." pinta Kak Tanto, tanpa disadari aku mengikuti perintahnya dan tib a-tiba aku didorong oleh kemaluan kakakku dari mulut dan liang kewanitaanku. Ter asa kemaluan Kak Tanto sampai pada pangkal tenggorokanku dan kemaluan Kak Yanto mulai masuk ke dalam kemaluanku. "Hm.. hm.. hm.." hanya kata-kata itu yang bisa kuucapkan. Terasa mau muntah dan pedih serta perih sekali liang kewanitaanku. Se telah sekali tekan mereka tukar posisi, giliran Kak Yanto yang berada di atas ke palaku dan Kak Tanto berada di bawahku. Mereka mengulanginya lagi seperti hentak an pertama. Setelah mereka melakukan dua kali hentakan berselang seling, Kak Tanto tiduran d i sampingku dan Kak Yanto tetap berdiri. Tubuhku dimiringkan dan mereka mulai la gi dengan liang kewanitaanku. Liang kewanitaanku dimasuki oleh batang kejantanan Kak Tanto dari depan dan batang kejantanan Kak Yanto dari belakang. "Creek.. cr eek.." bunyi kemaluan kedua kakakku masuk ke dalam liang kewanitaanku dan saat i tu aku merasakan adanya sesuatu yang robek dan perih serta pedih sekali, hingga aku tidak dapat lagi mengeluarkan suara. Setelah kemaluan kakak-kakakku masuk, mereka bergerak cepat sekali. "Ugh.. ugh.. ugh.. ayoo.. terus", dan setelah sekitar 10 menit lamanya aku hanya merasakan a danya cairan yang banyak menyemprot ke dalam liang kewanitaanku. Aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi dan aku pingsan seketika.Setelah aku sadar, aku tidur deng an Mbok Ijah yang telah diberi obat tidur oleh kakak-kakakku. Aku melihat kemalu anku menancap sejenis mainan seperti kemaluan kakakku satu ujung masuk ke kemalu an Mbok Ijah dan satu ujungnya masuk ke dalam kemaluanku. Perlahan-lahan kulepas kan barang itu dan aku turun dari tempat tidurku berjalan gontai menuju ruang te ngah. Sesampainya di ruang tengah aku dicemooh oleh kakak-kakakku berdua. "Wah, To adik kita lesbian", kata Kak Yanto. "Iyah, laporin aja sama ayah, biar kapok.." kata Kak Tanto. "Jangan.. jangan dilaporin Kak", kataku mengiba. "Oke, kalau kamu nggak mau dilaporin.. Kamu kan sudah diphoto oleh kita berdua", sambil menunjukan kamera Kak Yanto dan Kak Tanto mengancamku. "Kamu harus melayani kita berdua setiap jam dan dalam waktu satu minggu ini, dan kamu haruslah libur kuliah", kata Kak Tanto, "Bila aku tidak mau diceritakan te ntang tidurku bersama dengan Mbok Ijah." "I..ya, I..yah tapi pake pengaman yah, Rini nggak mau hamil", kataku memelas. "Oke, mau pake pengaman kek, nggak kek, pokoknya loe harus ngelayani kita berdua ", kata Kak Yanto. Terpaksa pada saat itu hingga seminggu aku bolos kuliah dan aku melayani kedua k akakku yang sudah tidak ingat lagi bahwa aku ini adik kandungnya. Dan setelah se minggu aku diberi photo serta klisenya waktu aku tidur dengan Mbok Ijah dengan p ose lesbian. Kutanyakan kepada Mbok Ijah kenapa mau seperti itu, ternyata ia dip aksa untuk meminum sirup buatan Kak Tanto sehingga menjadi lemas dan tertidur. D an mereka masih sempat memperlihatkan photo mereka berdua bermain dengan adik ka ndungnya, dengan pose-pose yang heboh dan saat itu pula aku pingsan. Itulah pembaca yang baik, pengalamanku yang tidak baik dan tidak terlupakan.

TAMAT

ANAK SMU NAKAL Gusdi20 - Anak SMU yang Nakal Namaku adalah Andi (bukan nama yang sebenarnya), d an aku kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung. Aku berasal dari luar daerah dan aku tinggal di kost. Aku pun termasuk orang yang berada, serta sanga t menjalankan keagamaan yang kuat. Apalagi untuk mencoba narkoba atau segala mac am, tidak deh. Kejadian ini bermula pada waktu ari Selasa kira-kira jam 14:12, hari itu terlihat mendung tapi an kepadaku bahwa nanti temanya nku itu anak sekolahan juga dan kira-kira 4 bulan yang lalu. Tepatnya hari itu h aku sendiri bingung hari itu beda sekali, karena tidak hujan-hujan. Teman satu kostan-ku mengatak anak SMU akan datang ke kost ini, kebetulan tema hanya dia yang anak SMU di kost tersebut.

Setelah lama menunggu akhirnya orang yang ditunggu datang juga, kemudian temanku langsung mengajaknya ke tempat kamarku yang berada di lantai atas. Akhirnya aku dikenali sama perempuan tersebut, sebut saja namanya Ria. Lama-lama kami ngobro l akhirnya baru aku sadari bahwahari menjelang sore. Kami bertiga bersama dengan temanku nonton TV yang ada di kamarku. Lama-lama kemudian temanku pamitan mau p ergi ke tempat temannya, katanya sih ada tugas. Akhirnya singkat cerita kami berdua di tinggal berdua dengan Ria. Aku memang ter golong cowok yang keren, Tinggi 175 cm, dengan berat badan 62 kg, rambut gelomba ng tampang yang benar-benar cute, kata teman-teman sih. Ria hanya menatapku tanp a berkedip, akhirnya dia memberanikan diri untuk menggelitikku dan aku tidak tah u darimana dia mengetahui kelemahanku yang sangaTVital itu kontan saja aku langs ung kaget dan balik membalas serangan Ria yang terus menerus menggelitikiku. Lam a kami bercanda-canda dan sambil tertawa, dan kemudian diam sejenak seperti ada yang lewat kami saling berpandang, kemudian tanpa kusadari Ria mencium bibirku d an aku hanya diam kaget bercampur bingung. Akhirnya dilepaskannya lagi ciumannya yang ada di bibirku, aku pun heran kenapa sih nih anak? pikirku dalam hati. Ria pun kembali tidur-tiduran di kasur dan sam bil menatapku dengan mata yang uih.. entah aku tidak tahu mata itu seolah-olah i ngin menerkamku. Akhirnya dia melumat kembali bibirku dan kali ini kubalas lumat an bibirnya dengan hisapan-hisapan kecil di bibir bawah dan atasnya. Lama kami b erciuman dan terus tanpa kusadari pintu kamar belum tertutup, Ria pun memintaku agar menutup pintu kamarku, entah angin apa aku hanya nurut saja tanpa banyak pr otes untuk membantah kata-katanya. Setelah aku menutup pintu kamar kost-ku Ria langsung memelukku dari belakang dan mencumbuku habis-habisan. Kemudian kurebahkan Ria di kasur dan kami saling berc iuman mesra, aku memberanikan diri untuk menyentuh buah dadanya Ria yang kira-ki ra berukuran berapa ya..? 34 kali, aku tidak tahu jelas tapi sepertinya begitu d eh, karena baru kali ini aku menuruni BH cewek. Dia mengenakan tengtop dan memak ai sweater kecil berwarna hitam. Aku menurunkan tengtop-nya tanpa membuka kutang nya. Kulihat buah dada tersebut.. uih sepertinya empuk benar, biasanya aku palin g-paling lihat di BF dan sekarang itu benar-benar terjadi di depan mataku saat i ni. Tanpa pikir panjang, kusedot saja buah dada Ria yang kanan dan yang kirinya aku pelintir-pelintir seperti mencari gelombang radio. Ria hanya mendesah, "Aaahh.. aahh.. uuhh.."Aku tidak menghiraukan gelagat Ria yang sepertinya benar-benar sed ang bernafsu tinggi. Kemudian aku pun kepingin membuka tali BH tengtop-nya. Kusu ruh Ria untuk jongkok dan kemudian baru aku melihat ke belakang Ria, untuk menca

ri resliting kutangnya. Akhirnya ketemu juga dan gundukan payudara tersebut lebi h mencuat lagi karena Ria yang baru duduk di bangku SMU kelas 2 dengan paras yan g aduhai sehingga pergumulan ini bisa terjadi. Dengan rakusnya kembali kulumat d ada Ria yang tampak kembali mengeras, perlahan-lahan ciumanku pun turun ke bawah ke perut Ria dan aku melihat celana hitam Ria yang belum terbuka dan dia hanya telanjang dada. Aku memberanikan diri untuk menurunkan celana panjang Ria, dan Ria pun membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Ria pun tertawa dan berkata, "Hayo tidak bis a dibuka, soalnya Ria mempunyai celana pendek yang berwarna hitam satu lagi.." e jek Ria sambil tersenyum girang.Aku pun dengan cueknya menurunkanya kembali cela na tersebut, dan kali ini barulah kelihatan celana dalam yang berwarna cream dan dipinggir-pinggirnya seperti ada motif bunga-bunga, aku pun menurunkanya kembal i celana dalam milik Ria dan tampaklah kali ini Ria dalam keadaanbugil tanpa men genakan apapun. Barulah aku melihat pemandangan yang benar-benar terjadi karena selama ini aku hanya berani berilusi dan nonton tidak pernah berbuat yang sebena rnya. Aku pandangi dengan seksama kemaluan Ria dengan seksama yang sudah ditumbuhi beb uluan yang kira-kira panjangnya hanya 2 cm tapi sedikit, ingin rasanya mencium d an mengetahui aroma kemaluan Ria. Aku pun mencoba mencium perut Ria dan pusarnya perlahan tapi pasti, ketika hampir mengenai sasaran kemaluannya Ria pun menghin dari dan mengatakan, "Jangan dicium memeknya akh.. gelii.." Ria mengatakan sambi l menutup rapat kedua selangkangannya. Yah, mau bagaimana lagi, langsung saja kutindih Ria, kucium-cium sambil tangan k iriku memegang kemaluan Ria dan berusaha memasukkanya ke dalam selangkangan Ria. Eh, Ria berontak iihh.. ge.. li.." ujar Ria. Tahu-tahu Ria mendorong badanku da n terbaliklah keadaan sekarang, aku yang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti aku yang berada di bawah, kuat sekali dorongan perempuan yang berbobot kira-kira 45 kg dengan tinggi 160 cm ini, pikirku dalam hati. "Eh.. buka dong b ajunya! masak sih Ria doang yang bugil Andinya tidak..?" ujar Ria sambil mencopo tkanbaju kaos yang kukenakan dan aku lagi-lagi hanya diam dan menuruti apa yang Ria inginkan. Setelah membuka baju kaosku, tangan kanan Ria masuk ke dalam celana pendekku dan bibirnya sambil melumat bibirku. Gila pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sd ah berpengalaman dan dia lebih berpengalaman dariku. Perlahan-lahan Ria mulai me nurunkan celana pendekku dan muncullah kemaluanku yang besarnya minta ampun (kir a-kira 22 cm). Dan Ria berdecak kagum dengan kejantananku, tanpa basa-basi Ria m emegangnya dan membimbingnya untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya Ria, l angsung saja kutepis dan tidak jadi barang tersebut masuk ke lubang kemaluan Ria . "Eh, jangan dong kalau buat yang satu ini, soalnya gue belum pernah ngelakuinn ya.." ujarku polos. "Ngapain kita udah bugil gini kalau kita tidak ngapa-ngapain , mendingan tadi kita tidak usah buka pakaian segala," ujar Ria dengan nada ting gi. Akhirnya aku diam dan aku hanya menempelkan kemaluanku di permukaan kemaluan Ria tanpa memasukkanya. "Begini aja ya..?" ujarku dengan nada polos. Ria hanya meng angguk dan begitu terasanya kemaluanku bergesek di bibir kemaluan Ria tanpa dima sukkan ke dalam lubang vaginanya milik Ria, aku hanya memegang kedua buah pantat Ria yang montok dan secara sembunyi-sembunyiaku menyentuh bibir kemaluan Ria, l ama kami hanya bergesekan dan tanpa kusadari akhirnya kemaluanku masuk di dalam kemaluan Ria dan Ria terus-terusan menggoyang pantatnya naik-turun.Aku kaget dan bercampur dengan ketakutan yang luar bisa, karena keperawanan dalam hal ML yang aku jaga selama ini akhirnya hilang gara-gara anak SMU. Padahal sebelum-sebelum nya sudah ada yang mau menawari juga dan dia masih perawan lebih cantik lagi aku tolak dan sekarang hanya dengan anak SMU perjakaku hilang. Lama aku berpikir dan sedangkan Ria hanya naik-turun menggoyangkan pentatnya sem

enjak aku melamun tadi, mungkin dia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lak ukan terhadapku. Yach, kepalang tanggung sudah masuk, lagi nasi sudah jadi bubur akhirnya kugenjot juga pantatku naik-turun secara berlawanan dengan yang dilaku kan Ria, dan bunyilah suara yang memecahkan keheningan, "Cplok.. cplok.. cplok.. " Ria mendesah kenikmatan karena kocokanku yang kuat dilubang vaginanya. Lama ka mi berada di posisi tersebut, yaitu aku di bawah dan dia di atas.akhirnya aku me ncoba mendesak Ria agar dia mau mengganti posisi, tapi dorongan tangannya yang k uat membatalkan niatku, tapi masa sih aku kalah sama cewek, pikirku. Kudorong ia dengan sekuat tenagaku dan akhirnya kami berada di posisi duduk dan kemaluanku tetap berdiri kokoh tanpa dilepas. Ria tanpa diperintah menggerakkan sendiri pan tatnya, dan memang enak yah gituan, pikirku dalam hati. Tapi sayang tidak perawa n. Akhirnya kudorong lagi Ria agar dia tiduran telentang dan aku ingin sekali melih at kemaluanku yang besar membelah selangkangan kemaluan Ria, makanya aku sambil memegang batang kemaluanku menempelkannya di lubang kemaluan Ria dan "Bless.." a mblaslah semuanya. Kutekan dengan semangat "45" tentunya karena nasi sudah hancu r. Kepalang tanggung biarlah kuterima dosa ini, pikirku. Dengan ganasnya dan cep at kuhentakkan kemaluanku keras-keras di lubang kemaluan Ria dan kembali bunyi i tu menerawang di ruangan tersebut karena ternyata lubang kemaluan Ria telah banj ir dengan air pelumasnya disana, aku tidak tahu pasti apakah itu spermanya Ria, apakah hanya pelumasnya saja? dan Ria berkata, "Loe.. udah keluar ya..?" ujarnya. "Sembarangan gue belom keluar dari tadi..?" ujarku dengan nada ketus. Karena kupikir dia mengejekku karena mentang-mentang aku baru pertama kali begin ian seenaknya saja dia menyangka aku keluar duluan. Akhirnya lama aku mencumbui Ria dan aku ingin segera mencapai puncaknya. Dengan cepat kukeluarkan kemaluanku dari lubang kemaluannya dan kukeluarkan sper maku yang ada diperutnya Ria, karena aku takut kalau aku keluarkan di dalam vagi nanya aku pikir dia akan hamil, kan berabe. Aku baru sekali gituan sama orang ya ng yang tidak perawan malah disuruh tanggung jawab lagi. Gimana kuliahku! Ria te rsenyum dengan puas atas kemenangannya menggodaku untuk berbuat tidak senonoh te rhadapnya. Huu, dasar nasib, dan semenjak saat itu aku sudah mulai menghilangkan kebiasaan burukku yaitu onani, dan aku tidak mau lagi mengulang perbuatan terse but karena sebenarnya aku hanya mau menyerahkannya untuk istriku seorang. Aku ba ru berusia 21 tahun saat ini. Aku nantikan keritik dan saran dengan apa yang ter jadi denganku saat inidan itu membuatku shock.

Di perkosa saat pulang kuliyah Di perkosa saat pulang kuliyah

Namaku Mei Ling, aku adalah seorang mahasiswi semester akhir di salah satu pergu ruan tinggi terkemuka yang berada di daerah Jakarta Pusat yang pada masa-masa aw al demokrasi terkenal sebagai pusat demonstrasi dan berbagai tragedi politik. Na mun sebaiknya lupakan saja masalah itu, selain karena aku tidak pernah ikut kegi atan tersebut, aku juga lebih tertarik dengan urusan kuliah dan cowo ketimbang m asalah politik. Secara fisik aku adalah gadis yang menarik dengan tinggi tubuh sekitar 175 cm, l angsing dan seksi (karena rajin ikut senam dan fitness), berwajah lonjong dan be rparas melankolis, berambut hitam legam panjang lurus sebahu (ciri khas wanita c hinese) serta berkulit putih mulus tanpa cacat sedikit pun dengan puting payudar a berwarna merah jambu dan bulu kemaluan tipis agak jarang. Kejadian ini bermula ketika aku baru saja usai pulang dari ruang baca skripsi (tempat kumpulan skrip si alumni) perpustakaan setelah selesai menyusun beberapa bab skripsi yang harus

kuperbaiki tatkala siang tadi usai menghadap dosen pembimbing skripsiku. Saat i tu keadaan sudah gelap (pukul 19.00) dan kantin pun sudah tutup, praktis tidak a da lagi mahasiswa yang nongkrong di kantin dan kalaupun ada hanya sebagian kecil saja sehingga aku pun memutuskan untuk langsung menuju ke lapangan parkir khusu s mahasiswa yang berada disamping kampus. Tempat parkir sudah agak sepi, hanya tersisa beberapa mobil saja milik mahasiswa S2 ataupun S1 yang kebetulan masih ada jadwal kuliah malam. Kebetulan mobilku t adi siang mendapat tempat parkir agak jauh ke sudut lapangan parkir. Lapangan pa rkir itu sendiri sebenarnya adalah tanah kosong yang ditimbun oleh batu dan pasi r serta dikelilingi oleh pagar seng yang tertutup rapat sehingga tidak dapat dil ihat oleh orang dari luar. Mobilku adalah Suzuki Escudo berwarna gelap keluaran terakhir yang kebetulan sempat dibeli oleh Papaku sebelum krismon berawal. Di ja jaran mobil yang parkir terlihat hanya ada tinggal 3 mobil lagi yakni satu Toyot a kijang berwarna biru gelap dan satu Panther long chassis berwarna hijau gelap serta sebuah Feroza berwarna hitam dimana posisi ketiganya adalah tepat mengelil ingi mobilku. Feroza ada tepat dipojok lapangan parkir yang berarti berada tepat di sebelah kiri mobilku, sedangkan Kijang ada di sebelah kanan dan Panther ters ebut ada di depan mobilku dengan posisi parkir paralel sehingga menghalangi mobi lku keluar. Aku terus terang agak kesal karena selain sudah lelah dan banyak mas alah sehubungan dengan skripsiku, eh , ternyata malam-malam begini masih harus men dorong mobil lagi. Aku berjalan sedikit setelah sebelumnya meletakkan tas dan buku serta diktat bes erta bahan skripsi di mobil, aku melihat-lihat kalau-kalau masih ada tukang park ir atau satpam di gerbang masuk parkiran yang tidak seberapa jauh. Sebab gerbang keluar parkiran sangat jauh letaknya dari posisi mobilku. Ternyata gerbang masu k telah tertutup dan dirantai sehingga untuk mencari orang aku harus menuju ke g erbang keluar. Karena agak malas jalan aku pun terpaksa kembali ke mobil dan ber inisiatif mendorong Panther tersebut sendirian. Dengan agak bingung aku letakkan telapak tangan kiriku di belakang mobil tersebut sementara tangan kanan di sisi kanan mobil. Ternyata Panther tersebut tidak bergerak sama sekali. Aku curiga j angan-jangan pemiliknya telah memasang rem tangan sebelumnya. Karena itu aku ber niat mengempiskan ban mobil sialan itu. Saat sedang asyik berjongkok dan mencari posisi pentil ban belakang sebelah kanan Panther tersebut, mendadak aku merasak an kehadiran orang di dekatku, tatkala aku menoleh ternyata orang tersebut adala h Lexy teman sekampusku yang sebelumnya sudah lulus namun pernah satu kelas deng anku di MKDU. Lexy adalah seorang pria kelahiran Sumatera berbadan hitam tinggi besar (185 cm / 90 kg), dengan perut buncit, berwajah jelek (mukanya terus terang hancur bange t penuh parut karena bekas jerawat) dengan gigi agak tonggos dan kepala peyang s erta bermata jereng keluar. Tak heran kalau banyak gadis-gadis sering menjadikan nya bahan olok-olokan dalam canda mereka karena keburukan wajahnya namun tanpa s epengetahuannya, sebab selain wajah Lexy sangat sangar, dia juga dikenal berkawa n dengan banyak pentolan kampus dan juga kabarnya memiliki ilmu hitam. Namun dia juga dikenal sangat pede, dan itulah yang menjadikannya olok-olokan bagi para g adis karena dia tidak pernah malu-malu menatap wanita cantik yang disukainya den gan berlama-lama. Terus terang jantungku agak berdegup karena perasaanku merasa tidak enak, teruta ma karena aku mengetahui bahwa Lexy selama ini sering menatapku berlama-lama dan caranya menatapku terasa sangat menelanjangi, seolah-olah ingin memperkosaku. N amun aku berusaha bersikap tenang agar tidak menimbulkan akibat buruk karena men urut teman-teman, jika kita terlihat tenang maka lawan kita cenderung ragu untuk berniat jahat. Namun ternyata Lexy tidak berbuat apa-apa dan hanya berkata, Ada yang bisa saya bantu, Ling? , Ehh , nggg , anu , ini mobil sialan diparkir begini, mana s usah lagi dorongnya , sahutku agak canggung. Mari saya bantu, kamu pegang samping k anan ini yach , ujar Lexy memberi aba-aba agar aku berada di belakang samping kana n Panther sialan itu. Tatkala aku sedang dalam posisi siap mendorong dari arah k

iri, kutengokkan kepala ke arah kiri, ternyata Lexy tidak berada pada posisi bel akang mobil itu melainkan berada tepat di belakangku dan tangannya dengan cepat telah berada di atas tanganku dan jemarinya telah meremas jemariku dengan lembut , mesra namun kuat. Ehhhh apa-apaan nih Lex? , ujarku panik. Namun Lexy dengan tena ng dan lembut malah menghembuskan nafasnya di balik telingaku dan membisikkan se suatu yang tidak jelas (mungkin sejenis mantera) lalu menambahkan Aku mencintaimu Mei Ling , ujarnya lembut. Mendadak aku merasa lemas, namun aku masih sempat beru cap Lepaskan aku Lex, kamu ini udah gila kali? , ujarku lemah. Tapi aku semakin tak berdaya melawan hembusan lembut di belakang telingaku dan kecupan mesranya di b elakang leherku tepatnya di bulu-bulu halus tengkukku. Nampaknya Lexy menggunaka n sejenis pelet tingkat tinggi yang mampu membuatku tak berdaya dan hanya bisa p asrah menikmati tiap cumbuannya. Makin lama cumbuan Lexy semakin hebat dan herannya aku yang biasanya sangat jiji k kepadanya seperti terbangkitkan gairah birahiku, apalagi Lexy tidak hanya menc ium pundak, tengkuk dan telingaku saja, namun tangannya juga telah mulai bermain mengusap-usap daerah terlarang milikku. Yah, tangan kiri Lexy telah mengeluarka n kemejaku dari balik celana jeans yang kukenakan dan masuk ke balik celanaku hi ngga menembus celana dalamku dan mengusap-usap dengan lembut bukit kemaluanku. A ku hanya bisa mendesah lemah dan mulai merasakan rangsangan yang demikian kuat. Mendadak Lexy menarik dan membimbingku ke arah mobilku dan tangannya menarik pin tu belakang sebelah kanan mobilku yang memang tidak sempat kukunci. Lantas ia me rebahkanku di jok tengah Escudo milikku dan merebahkan sandarannya. Kemudian ia mendorong tubuhku ke dalam dan menekuk kakiku hingga posisi kakiku terlipat ke a tas sehingga dengan mudahnya kemaluanku terkuak dan pahaku miring ke samping. La ntas dengan segera Lexy menutup pintu dan mengambil kunci mobilku serta mengunci nya dari dalam melalui central lock di pintu depan. Aku semakin tidak berdaya dengan usapannya di kemaluanku apalagi dia telah membu ka kancing, gesper dan ritsluiting celana jeansku dan tangannya telah menarik tu run celana dalamku. Kemudian Lexy menarik dengan cepat celana jeansku lalu kemud ian menarik lagi celana dalamku hingga terlepas semuanya. Aku selama itu hanya b isa pasrah lemas tidak tahu mengapa, mungkin akibat mantera miliknya yang begitu dahsyat. Mungkin juga karena diriku telah dilanda birahi yang sangat hebat kare na terus terang, aku memang begitu mudah terangsang sehingga itu pula yang menye babkan aku telah kehilangan keperawanan di tangan mantan kekasihku di awal masuk kuliah dulu. Namun di luar itu semua yang kurasakan adalah kenikmatan yang tera mat sangat karena selanjutnya bukan lagi jemari Lexy yang bermain pada permukaan kemaluan dan klitoris serta pada daerah G-Spot milikku, namun kini justru gilir an lidahnya bermain-main di sana dengan kemahiran yang sangat luar biasa jauh da ripada yang mampu dilakukan oleh mantan kekasihku. Sehingga tanpa kusadari, aku justru mencengkeram kepala Lexy dan menekannya ke arah kemaluanku agar rangsanga n yang kuterima semakin kuat. Namun rupanya Lexy bukan sembarang pria jantan biasa, tampaknya ia begitu mahir atau justru tengah dikuasai oleh hawa nafsu iblis percabulan (kudengar orang-ora ng pemilik ilmu hitam, hawa nafsunya adalah murni hawa nafsu iblis) sehingga ia bukan saja memainkan lidahnya ke sekitar klitoris dan daerah G-Spot milikku, nam un juga mulutnya mampu menghisap dan lidahnya memilin-milin klitorisku sehingga tanpa kusadari aku semakin diamuk birahi dan memajukan kemaluanku sampai menempe l ketat di wajahnya. Dan sungguh mengejutkan, tiba-tiba desakan kenikmatan melan da seluruh diriku, membuat badanku terlonjak-lonjak akibat perasaan nikmat yang dahsyat yang melingkupi diriku, perasaanku seakan melayang-layang dan denyutan-d enyutan nikmat terasa pada bagian dalam kemaluanku. Aku mengalami orgasme untuk pertama kalinya hanya dengan oral sex dari seorang pria, padahal mantan kekasihk u hanya mampu membuatku orgasme setelah mengkombinasikan oral sex dengan persetu buhan dan itu memakan waktu yang cukup lama. Tubuhku terus mengejan dengan kuat dan kurasakan vaginaku sangat basah dan aku serasa melayang diawang-awang dengan pahaku yang membekap erat wajah dan kepala Lexy. Beberapa saat kemudian kurasakan tangan Lexy membelai lembut pahaku dan membukan

ya dengan lembut namun kuat (sebenarnya sejak aku mengalami orgasme akibat diora l oleh Lexy, aku sudah menganggap lembut segala perlakuannya mungkin karena suda h pasrah dan dibuat puas kali). Dan aku hanya bisa menatapnya dengan sayu yg sun gguh kali ini bukan tatapan sayu bohong-bohongan seperti yg dilakukan teman-tema nku kalau lagi berusaha memikat cowo idamannya namun aku menatap demikian akibat pengaruh orgasme dan rasa lemas namun nikmat yang masih terasa melanda sekujur tubuhku. Saat itu kuperhatikan bahwa Lexy pun mulai membuka kemeja lengan pendek nya dan tanpa kusadari akupun ikut melucuti kaos singlet miliknya serta membantu nya membukakan ritsluiting celananya yang dengan sigap diikuti oleh gerakan cepa t dari tangan Lexy yang langsung menurunkan celana luar beserta celana dalamnya. Aku terus terang sungguh sangat terkejut melihat senjata kejantanan milik Lexy yan g sangat besar dan panjang berwarna coklat agak gelap dengan diameter yang terus terang akupun agak ngeri untuk memegangnya. Terus terang aku sempat berfikir ke maluanku bakal terasa sakit seandainya dia benar-benar menyetubuhiku, namun tern yata itu semua hanyalah khayalanku belaka, karena Lexy tidak langsung menghunjam kan rudal -nya itu ke dalam kemaluanku namun layaknya seorang gentleman ia mengusap -usap dulu kemaluanku yang sudah basah itu dengan ujung kemaluannya hingga aku k egelian dan terangsang kembali dan dengan dibantu oleh jari-jari Lexy yang juga bermain didaerah G-Spot-ku serta diclitorisku akupun dibuat semakin becek dan si ap untuk dimasuki. Dan ketika aku mulai semakin mendeash-desah, Lexy pun dengan sigap memasukan batangannya ke dalam lubang kemaluanku namun tidak semuanya hany a sebagian ujungnya saja (bagian apa ya namanya, palkon kali ya?) Setelah itu ka rena dilihatnya aku agak sedikit meringis (terus terang saat itu agak terasa sed ikit sakit selain karena aku sudah lama tidak bersenggama sejak putus dari manta nku, juga karena ukuran Lexy yang agak besar) Lexy diam sejenak, setelah dilihat nya ekspresi wajahku sudah normal kembali, ia pun mulai bergoyang memaju-mundurk an senjatanya namun dengan sedikit demi sedikit, jadi tidak langsung amblas main tancap seperti yang dilakukan oleh mantan kekasihku. Aku pun mulai merasakan sedikit nyaman dengan ukuran senjata Lexy dan perlahan-lah an kembali terangsang dan dapat menikmatinya. Namun harus kuakui Lexy ternyata b enar-benar seorang pria yang sangat gentle dan juga jantan, ia tidak saja begitu lembut memerkosa diriku namun juga sangat memperhatikan kenyamanan dan kepuasanku , bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan mantan pacarku yang pernah tidur den ganku, Lexy seperti-nya sungguh mengerti keinginanku. Ia tidak saja perlahan-lah an dan dengan penuh kelembutan memerkosa diriku namun juga aktif membantu merangsa ng diriku hingga aku benar-benar sangat terangsang sehingga walaupun ukuran keja ntanannya menurutku sangat menyeramkan, namun aku tidak merasa sakit dan dapat m enikmatinya. Seiring semakin terangsangnya diriku, Lexy pun perlahan-lahan mulai semakin dala m menancapkan kemaluannya. Akupun semakin lama semakin horny dan semakin tidak k uat lagi menahan desakan kenikmatan yang makin memuncak dan semakin tidak tertah ankan itu. Hingga akhirnya merasa menyentuh awang-awang dan merasakan kenikmatan yang sungguh tidak pernah kualami sebelumnya dengan para kekasihku, tanpa sadar aku melenguh keras Ooooahh , Lexyyyyy.. , dan akupun meremas kuat belakang kepalanya dan menjepit erat pinggangnya dengan kedua paha dan kaki sekuat-kuatnya dan jug a mengangkat pinggulku hingga kemaluanku berhimpit kuat dengan kemaluannya dan y ang masih kuingat adalah saat itu diriku terasa basah dan nikmat sekali. Basah b aik pada lubang kemaluanku maupun sekujur tubuhku yang penuh oleh peluh keringat ku maupun keringat dan cairan liur Lexy (ia sangat aktif menjilati sekujur tubuh ku baik leher hingga ke payudaraku). Dan selanjutnya akupun terbaring lemas tak berdaya, namun Lexy tidak meneruskan perbuatannya walaupun ia belum mencapai org asme, tapi justru beristirahat sambil menunggu diriku siap kembali sungguh ia la ki-laki yang tahu diri tidak egois seperti pria-pria lainnya walaupun sebagai or ang yang sedang memperkosaku ia sebenarnya punya hak berbuat sesukanya tapi ternya ta bisa dibilang ia adalah pemerkosa yang baik hati yang pernah singgah dalam hidu pku.

Setelah beristirahat sejenak dan melihat kondisiku yang sudah agak pulih, Lexy m ulai meneruskan aksinya yang tertunda tadi. Pada babak berikut ini, gaya permain annya diubah, sekarang ia melakukan serangan dengan tehnik Total Foot Ball. Gaya serangannya menggebu-gebu dan tekanan-tekanan penisnya benar-benar mengarah pada sasaran-sasaran strategis pada liang kemaluanku. Setiap kali Lexy menancapkan p enisnya yang besar itu kedalam lubang kemaluanku, maka tekanan penisnya menarik seluruh bibir kemaluanku melesak kedalam, sehingga klitorisku pun ikut tertekan masuk dan tergesek-gesek dengan batang penisnya yang dilingkari oleh urat-urat m enonjol. Hal ini membuatku menggelinjang-gelinjang nikmat, Aaagghhh , aaddduuhh , Lee xxx , peeelllannn-peellannn , doongg ! , akan tetapi kali ini Lexy tidak mengurangi sera ngan-serangannya, tempo permainannya malah ditingkatkan, semakin aku menggeliatgeliat, semakin menggebu-gebu Lexy memompakan kemaluannya ke dalam liang vaginak u. Kali ini aku benar-benar dipermainkan habis-habisan oleh Lexy. Perasaan nikmat d an rasa geli telah merambat dari daerah bagian bawah badan keseluruh tubuhku, se hingga perasaanku serasa melayang-layang bagaikan layang-layang yang putus talin ya, terbang melayang dipermainkan angin. Perasaan nikmat dan geli akhirnya tidak tertahan lagi dan, Leeeeexxxxx , aakkkuuu , aakkkaaann meeelleedaakkkk , aaauuuggghhh , o oohhhh .!! , dengan suatu desahan panjang disertai kedua pahaku mengejang dengan ker as menjepit melingkari pantat Lexy, aku mencapai orgasme yang hebat dan pada saa t bersamaan Lexy juga mencapai klimaksnya dan dengan pelukan yang sangat erat pa da badanku, Lexy mendorong pantatnya kuat-kuat, menekan pinggulku rapat-rapat, s ehingga kemaluannya amblas keseluruhan ke dalam liang vaginaku, sambil meyemprot kan cairan kental hangat ke dalamnya. Semprotan demi semprotan kuat dari cairan hangat kental tersebut terasa memenuhi seluruh rongga-rongga di dalam relung vag inaku, menimbulkan perasaan sensasi yang datang bertubi-tubi melanda diriku, ben ar-benar suatu kenikmatan sempurna yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata . Kami berdua berpelukan erat-erat selama beberapa detik, sambil menghayati denyut an-denyutan pada kemaluan kami masing-masing. Setelah melewati puncak kenikmatan tersebut, maka kami terkapar dalam keadaan lemas sambil tetap berpelukan dengan erat. Dengan perlahan-lahan suatu kesadaran mulai merambati pikiranku, seperti awan yang ditiup angin, aku mulai menyadari apa yang sedang terjadi pada diriku. Kesadaranku mulai pulih secara perlahan-lahan dan menyadari bahwa aku baru saja melakukan persetubuhan yang seru dengan Lexy, orang yang selama ini aku anggap sebagai preman di kampus yang tidak pantas diajak sebagai seorang teman. Sambil masih telentang di atas jok mobil aku mencoba menganalisis mulai dari kejadian y ang pertama, dan segera menyadari bahwa aku telah dikerjai Lexy dengan ilmu hita mnya. Menyadari itu, aku mencoba memberontak dan mendorong Lexy dari atas tubuhk u, akan tetapi Lexy justru semakin kuat mendekapku, Lexy terus membujuk dan meng elus-elus seluruh tubuhku, sehingga tak berselang lama kemudian aku terlena lagi dan babak kedua pemerkosaan itu terjadi lagi, bahkan lebih seru dan lebih mengasy ikan daripada sebelumnya. Aku benar-benar tidak peduli lagi, apakah ini disebabk an oleh ilmu hitam Lexy atau apapun, akan tetapi yang jelas ini suatu persetubuh an yang sangat mengasyikkan. Karena itu kulayani permainan Lexy kali ini bahkan dengan tidak kalah serunya.

Percintaan Dengan Adik Istri Percintaan Dengan Adik Istri [Image: 28637667a9c666224e0f1cc52bf123c87f4.jpg] Percintaan Dengan Adik Istri, - Saya, Andry (bukan nama sebenarnya) adalah seora ng pria berumur 35 tahun dan telah berkeluarga, istri saya seumur dengan saya da n kami telah dikarunia 2 orang putra. Istri saya adalah anak ke 2 dari empat sau dara yang kebetulan semuanya wanita dan semuanya telah menikah serta dikarunia p utra-putri yang relatif masih kecil, diantara saudara-saudara istri, saya cukup

dekat dengan adik istri saya yang kurang lebih berumur 34 tahun namanya Siska (b ukan nama sebenarnya). Keakraban ini bermula dengan seringnya kami saling bertelepon dan makan siang be rsama pada saat jam kantor (tentunya kami saling menjaga rahasia ini), dimana to pik pembicaraan berkisar mengenai soal pekerjaan, rumah tangga dan juga kadangka la masalah seks masing-masing. Perlu diketahui istri saya sangat kuno mengenai masalah seks, sedangkan Siska sa ngat menyukai variasi dalam hal berhubungan seks dan juga terbuka kalau berbicar a mengenai seks, juga kebetulan dikeluarga istri saya dia paling cantik dan sens ual, sebagai ilustrasi tingginya kurang lebih 165 cm, kulit putih mulus, hidung mancung, bibir agak sedikit kelihatan basah serta ukuran dada 34A. Keakraban ini dimulai sejak tahun 1996 dan berlangsung cukup lama dan pada tahun 1997 sekitar Juni, pembicaraan kami lebih banyak mengarah kepada masalah rumah tangga, dimana dia cerita tentang suaminya yang jarang sekali memperlihatkan per hatian, tanggung jawab kepada dia dan anak-anak, bahkan dalam soal mencari nafka hpun Siska lebih banyak menghasilkan daripada suaminya ditambah lagi sang suami terlalu banyak mulut alias cerewet dan bertingkah laku seperti orang kaya saja. Menurut saya kehidupan ekonomi keluarga Siska memang agak prihatin walaupun tida k dapat dikatakan kekurangan, tetapi boleh dikatakan Siskalah yang membanting tu lang untuk menghidupi keluarganya. Disamping itu sang suami dengan lenggang kelu yuran dengan teman-temannya baik pada hari biasa maupun hari minggu dan Siska pe rnah mengatakan kepada saya bahwa lebih baik suaminya pergi keluar daripada di r umah, karena kalau dia dirumah pusing sekali mendengarkan kecerewetannya. Saya menasihati dia agar sabar dan tabah menghadapi masalah ini, karena saya ser ingkali juga menghadapi masalah yang kurang lebih sama dengannya hanya saja pene kanannya berbeda dengan kakaknya. Istri saya seringkali ngambek yang tidak jelas sebabnya dan bilamana itu terjadi seringkali saya tidak diajak berbicara lama s ekali. Akhirnya Siska juga menceritakan keluhannya tentang masalah seks dengan suaminya , dimana sang suami selalu minta jatah naik ranjang 2-3 kali dalam seminggu, tet api Siska dapat dikatakan hampir tidak pernah merasakan apa yang namanya orgasme sejak menikah sampai sekarang, karena sang suami lebih mementingkan kuantitas h ubungan seks dibandingkan kualitas. Siska juga menambahkan sang suami sangat kaku dan tidak pernah mau belajar menge nai apa yang namanya foreplay, walaupun sudah sering saya pinjami xxx film, jadi prinsip suaminya langsung colok dan selesai dan hal itupun berlangsung tidak sa mpai 10 menit. Siska lalu bertanya kepada saya, bagaimana hubungan saya dengan k akaknya dalam hal hubungan seks, saya katakan kakak kamu kuno sekali dan selalu ingin hubungan seks itu diselesaikan secepat mungkin, terbalik ya kata Siska. Suatu hari Siska telepon saya memberitahukan bahwa dia harus pergi ke Bali ada t ugas dari kantornya, dia menanyakan kepada saya apakah ada rencana ke Bali juga, karena dia tahu kantor tempat saya bekerja punya juga proyek industri di Bali, pada awalnya saya agak tidak berminat untuk pergi ke Bali, soalnya memang tidak ada jadwal saya pergi ke sana. Namun dengan pertimbangan kasihan juga kalau dia seorang wanita pergi sendirian ditambah lagi 'kan dia adik istri saya jadi tidak akan ada apa-apa, akhirnya saya mengiyakan untuk pergi dengan Siska. Pada hari yang ditentukan kita pergi ke Bali berangkat dari Jakarta 09.50, pada saat tiba di Bali kami langsung menuju Hotel Four Season di kawasan Jimbaran, ho tel ini sangat bernuansa alam dan sangat romantis sekali lingkungannya, pada saa t menuju reception desk saya langsung menanyakan reservasi atas nama saya dan pe tugas langsung memberikan saya 2 kunci bungalow, pada saat itu Siska bertanya ke pada saya, oh dua ya kuncinya, saya bilang iya, soalnya saya takut lupa kalau be

rdekatan dengan wanita apalagi ini di hotel, dia menambahkan ngapain bayar mahal -mahal satu bungalow saja 'kan kita juga saudara pasti tidak akan terjadi apa-ap a kok, lalu akhirnya saya membatalkan kunci yang satu lagi, jadi kita berdua sha re 1 bungalow. Saat menuju bungalow kami diantar dengan buggy car (kendaraan yang sering dipaka i di lapangan golf) mengingat jarak antara reception dengan bungalow agak jauh, di dalam kendaraan ini saya melihat wajah Siska, ya ampun cantik sekali dan hati saya mulai bergejolak, sesekali dia melemparkan senyumnya kepada saya, pikiran saya, dasar suaminya tidak tahu diuntung sudah dapat istri cantik dan penuh perh atian masih disia-siakan. Di dalam bungalow kami merapikan barang dan pakaian kami saya menyiapkan bahan m eeting untuk besok, sementara dia juga mempersiapkan bahan presentasi. Pada saat saya ingin menggantungkan jas saya tanpa sengaja tangan saya menyentuh buah dad anya karena sama-sama ingin menggantungkan baju masing-masing, saya langsung bil ang sorry ya Sis betul saya tidak sengaja, dia bilang sudah tidak apa-apa anggap saja kamu dapat rejeki. Wow, wajahnya memerah tambah cantik dia. Cerita Dewasa - Lalu kita nonton TV bersama filmya up close and personal, pada s aat ada adegan ranjang saya bilang sama Siska wah kalau begini terus saya bisa t idak tahan nih, lalu saya berniat beranjak dari ranjang mau keluar kamar (kami m enonton sambil setengah tiduran di ranjang), dia langsung bilang mau kemana sini saja, tidak usah takut deh sambil menarik tangan saya lembut sekali seakan memo hon agar tetap di sisinya..., selanjutnya kita cerita dan berandai-andai kalau d ulu kita sudah saling ketemu dan kalau kita berdua menikah dan sebagainya... Say a memberanikan diri bicara, Sis kamu kok cantik dan anggun sih, Siska menyahut n ah kan mulai keluar rayuan gombalnya, sungguh kok sih saya tidak bohong, saya pe gang tangannya sambil mengelusnya, oww geli banget, Andry come on nanti saya bis a lupa nih kalau kamu adalah suami kakak saya. Biarin saja kata saya. Perlahan tapi pasti tangan saya mulai merayap ke pundaknya terus membelai rambut nya tanpa disangka dia juga mulai sedikit memeluk saya sambil membelai kepala da n rambut saya. Akhirnya saya kecup keningnya dia bilang Andry kamu sungguh gentl e sekali. Oh, indahnya kalau dulu kita bisa menikah saya bilang, "Abis kamunya s ih sudah punya pacar". Lalu saya kecup juga bibirnya yang sensual, dia juga memb alas kecupan saya dengan agresif sekali dan saya memakluminya karena saya yakin dia tidak pernah diperlakukan sehalus ini. Kami berciuman cukup lama dan saya de ngar nada nafasnya mulai tidak beraturan, tangan saya mulai merambat ke daerah s ekitar buah dadanya. Dia sedikit kaget dan menarik diri walaupun mulut kami masi h terus saling berciuman. Kali ini saya masukkan tangan saya langsung ke balik BH-nya, dia menggelinjang. Saya mainkan putingya yang sudah mulai mengeras dan perlahan saya buka kancing b ajunya dengan tangan saya yang kanan, setelah terbuka saya lepas BH-nya. Woww, b etapa indah buah dadanya, ukurannya kurang lebih mirip dengan istri saya namun p utingnya masih berwarna merah muda mungkin karena dia tidak pernah menyusui putr anya, Siska terhenyak sesaat sambil ngomong, "Andry kok jadi begini". "Sis saya suka ama kamu", terus dia menarik diri. Saya tidak mau berhenti dan me lepaskan kesempatan ini, langsung saya sambar lagi buah dadanya kali ini dengan menggunakan lidah saya sapu bersih buah dada beserta putingnya. Siska hanya mend esah-desah sambil tangannya mengusap-ngusap kepala saya dan saya rasakan tubuhny a semakin menggelinjang kegelian dan keringat mulai mengucur dari badannya yang harum dan putih halus. Lidah saya masih bermain diputingnya sambil menyedot-nyedot halus. Dia semakin m enggelinjang dan langsung membuka baju saya pada saat itu saya juga membuka kanc ing roknya dan terlihat paha yang putih mulus nan merangsang, kita sekarang masi ng-masing tinggal CD saja, tangannya mulai membelai pundak dan badan saya, semen tara itu lidah saya mulai turun ke arah pangkah paha. Dia semakin menggelinjang,

Oww Andry nikmat dan geli sekali. Perlahan saya turunkan CD-nya, dia bilang "An dry jangan bilang sama siapa-siapa ya terutama kakak saya" "Saya bilang emang saya gila kali, pakai bilang-bilang kalau kita...". setelah C D-nya saya turunkan saya berusaha untuk menjilat clitorisnya yang berwarna merah menantang. Pada awalnya dia tidak mau, katanya dia belum pernah begituan, nah s ekarang saatnya kamu mulai mencoba. Lidah saya langsung menari-nari di clitorisnya, dia meraung keras, "Ohh...,Andry ..., enaakk sekali..., saya..., saya tidak pernah merasakan ini sebelumnya kamu pintar sekali sih...",. Kemudian saya jilat clitoris dan lubang vaginanya, tidak berapa lama kemudian dia menjerit, "Auuww saya keluar Andry Oohh nikmat sekali" , dia bangkit lalu menarik dengan keras CD-ku. Langsung dia sambar penis saya da n dilumatnya secara hot dan agresif sekali. Terus terang istri saya tidak perah mau melakukan oral seks dengan saya, dia terus memainkan lidahnya dengan lincah sementara tangan saya memainkan puting dan kelentitnya. Tiba-tiba ia mengisap pe nis saya keras sekali ternyata dia orgasme lagi, dia lepaskan penis saya, "Andry ayo dong masukin ke sini", sambil menunjuk lubangnya. Perlahan saya tuntun peni s saya masuk ke vaginanya, dia terpejam saat penis saya masuk ke dalam vaginanya sambil dia tiduran dan mendesah-desah. "Ohh Andry biasanya suami saya sudah sel esai dan saya belum merasakan apa-apa, tapi kini saya sudah dua kali keluar, kam u baru saja mulai". Waktu itu kami bercinta sudah kurang lebih 30 menit sejak da ri awal kita bercumbu. Sekarang saya angkat ke dua kakinya ke atas lalu ditekuk, sehingga penetrasi dap at lebih dalam lagi sambil saya sodok keluar masuk vaginanya. Dia terpejam dan t erus menggelinjang dan bertambah liar. Saya tidak pernah menyangka orang seperti Siska yang lemah lembuh ternyata bisa liar di ranjang. Dia menggelinjang terus tak karuan. "Ohh Andry saya keluar lagi". Saya angkat perlahan penis saya dan ki ta berganti posisi duduk, terus dia yang kini mengontrol jalannya permainan, dia mendesah sambil terus menyebut, "Ohh Andry...,ohh Andry". Dia naik turun makin lama makin kencang sambil sekali-kali menggoyangkan pantatnya, tangannya memegan g pundak saya keras sekali. "Iihh..., uuhh Andry saya keluar lagi..., kamu kok k uat sekali...,come on Andry keluarin dong saya sudah tidak tahan nih". "Biar saja", kata saya, "Saya mau bikin kamu keluar terus, kan kamu bilang sama saya, bahwa kamu tidak pernah orgasme sama suami kamu sekarang saya bikin kamu o rgasme terus". "Iya sih tapi ini betul-betul luar biasa Andry..., ohh betapa bahagianya saya ka lau bisa setiap hari begini sama kamu". "Ayo jangan ngaco ah, mana mungkin lagi", kata saya. Saya bilang, "Sekarang saya mau mencoba doggy style". "Apa tuh", katanya. "Ya ampun kamu tidak tau". "Tidak tuh", katanya. Lalu saya pandu dia untuk menungging dan perlahan saya mas ukkan penis saya ke vaginanya yang sudah banjir karena keluar terus, pada saat p enis saya sudah masuk sempurna mulailah saya tusuk keluar masuk dan goyangin mak in lama makin kencang. Dia berteriak dan menggelinjang dan mengguncangkan tubuhn ya. "Andry..., ampuun deh saya keluar lagi nih". Waktu itu saya juga sudah mau k eluar. Saya bilang",Nanti kalau saya keluar maunya di mulut Siska". "Ah jangan Siska belum pernah dan kayaknya jijik deh". "Cobain dulu ya", akhirnya dia mengangguk. Tiba saatnya saya sudah mau orgasme saya cabut penis saya dan sambil dia jongkok saya arahkan kepala penis saya ke mulutnya sambil tangan dia mengocok-ngocok pe nis saya dengan sangat bernafsu. "Sis...", Ketika mau keluar langsung penis saya dimasukkan ke dalam mulutnya tidak lama lagi. "Creett..., creett..., crett..., creett", penuhlah mulut dia dengan sperma saya sampai berceceran ke luar mulut d an jatuh di pipi dan buah dadanya. Dia terus menjilati penis saya sampai semua s perma saya kering saya tanya dia, "Gimana sis nikmat tidak rasanya".

Dia bilang, "Not bad". Kita berdua tertidur sampai akhirnya kita bangun jam 21.30.

Kenikmatan tubuh adik kakak Kenikmatan tubuh adik kakak a Gak Dapat adiknya, Dapat Kakaknya Selesai sekolah Sabtu itu langsung dilanjutkan rapat pengurus OSIS. Rapat itu di lakukan sebagai persiapan sekaligus pembentukan panitia kecil pemilihan OSIS yan g baru. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemilihan dimaksudkan sebagai regenerasi dan anak-anak kelas 3 sudah tidak boleh lagi dipilih jadi pengurus, kecuali beb erapa orang pengurus inti yang bakalan naik pangkat jadi penasihat. Usai rapat, aku bergegas mau langsung pulang, soalnya sorenya ada acara rutin bu lanan: pulang ke rumah ortu di kampung. Belum sempat aku keluar dari pintu ruang an rapat, suara nyaring cewek memanggilku. Didik .. aku menoleh, ternyata Sarah yang langsung melambai supaya aku mendekat. ik, jangan pulang dulu. Ada sesuatu yang pengin aku omongin sama kamu, kata Sarah setelah aku mendekat. Tapi Rah, sore ini aku mau ke kampung. Bisa nggak dapet bis kalau kesorean, u. jawabk D

Cuman sebentar kok Dik. Kamu tunggu dulu ya, aku mberesin ini dulu, Sarah agak mem aksaku sambil membenahi catatan-catatan rapat. Akhirnya aku duduk kembali. Dik, kamu pacaran sama Nita ya? tanya Sarah setelah ruangan sepi, tinggal kami ber dua. Aku baru mengerti, Sarah sengaja melama-lamakan membenahi catatan rapat sup aya ada kesempatan ngomong berdua denganku. Emangnya, ada apa sih? aku balik bertanya. Sarah berhenti sejenak. Emmm, pengin nanya aja.

Enggak ada apa-apa sih ..

Enggak kok, aku nggak pacaran sama Nita,

jawabku datar.

Ah, masa. Temen-temen banyak yang tahu kok, kalau kamu suka jalan bareng sama Nit a, sering ke rumah Nita, kata Sarah lagi. Jalan bareng kan nggak lantas berarti pacaran tho, bantahku.

Paling juga pakai alasan kuno Cuma temenan , Sarah berkata sambil mencibir, sehingga wajahnya kelihatan lucu, yang membuatku ketawa. Cowok di mana-mana sama aja, bany ak bo ongnya. Ya terserah kamu sih kalau kamu nganggep aku bohong. Yang jelas, sudah aku bilang bahwa aku nggak pacaran sama Nita. Aku sama sekali tidak bohong pada Sarah, karena aku sama Nita memang sudah punya komitmen untuk tidak ada komitmen . Maksudnya, hubunganku dengan Nita hanya sekeda r untuk kesenangan dan kepuasan, tanpa janji atau ikatan di kemudian hari. Hal i tu yang kujelaskan seperlunya pada Sarah, tentunya tanpa menyinggung soal seks yan g jadi menu utama hubunganku dengan Nita. Nanti malem, mau nggak kamu ke rumahku? tanya Nita sambil melangkah keluar ruangan

bersamaku. Kan udah kubilang tadi, aku mau pulang ke rumah ortu nanti, Ke rumah ortu apa ke rumah Nita? jawabku.

tanya Sarah dengan nada menyelidik dan menggoda.

Kamu mau percaya atau tidak sih, terserah. Emangnya kenapa sih, kok nyinggung-nyi nggung Nita terus? aku gantian bertanya. Enggak kok, nggak kenapa-kenapa, elak Sarah. Akhirnya kami jalan bersama sambil ng obrol soal-soal ringan yang lain. Aku dan Sarahpun berpisah di gerbang sekolah. Nita sudah ditunggu sopirnya, sedang aku langsung menuju halte. Sebelum berpisah , aku sempat berjanji untuk main ke rumah Nita lain waktu. ***** Diam-diam aku merasa geli. Masak malam minggu itu jalan-jalan sama Sarah harus d itemani kakaknya, dan diantar sopir lagi. Jangankan untuk ML, sekedar menciumpun rasanya hampir mustahil. Sebenarnya aku agak ogah-ogahan jalan-jalan model begi tu, tapi rasanya tidak mungkin juga untuk membatalkan begitu saja. Rupanya atura n orang tua Sarah yang ketat itu, bakalan membuat hubunganku dengan Sarah jadi s ekedar roman-romanan saja. Praktis acara pada saat itu hanya jalan-jalan ke Mall dan makan di food court . Di tengah rasa bete itu aku coba menghibur diri dengan mencuri-curi pandang pada Mbak Indah, baik pada saat makan ataupun jalan. Mbak Indah, adalah kakak sulung Sarah yang kuliah di salah satu perguruan tinggi terkenal di kota Y . Dia pulang s etiap 2 minggu atau sebulan sekali. Sama sepertiku, hanya beda level. Kalau Mbak Indah kuliah di ibukota propinsi dan mudik ke kotamadya, sedang aku sekolah di kotamadya mudiknya ke kota kecamatan. Wajah Mbak Indah sendiri hanya masuk kategori lumayan. Agak jauh dibandingkan Sa rah. Kuperhatikan wajah Mbak Indah mirip ayahnya sedang Sarah mirip ibunya. Hany a Mbak Indah ini lumayan tinggi, tidak seperti Sarah yang pendek, meski sama-sam a agak gemuk. Kuperhatikan daya tarik seksual Mbak Indah ada pada toketnya. Lumayan gede dan k elihatan menantang kalau dilihat dari samping, sehingga rasa-rasanya ingin tanga nku menyusup ke balik T-Shirtnya yang longgar itu. Aku jadi ingat Nita. Ah, sean dainya tidak aku tidak ke rumah Sarah, pasti aku sudah melayang bareng Nita. Saat Sarah ke toilet, Mbak Indah mendekatiku. Heh, awas kamu jangan macem-macem sama Sarah! katanya tiba-tiba sambil memandang t ajam padaku. Maksud Mbak, apa? aku bertanya tidak mengerti. Sarah itu anak lugu, tapi kamu jangan sekali-kali manfaatin keluguan dia! katanya lagi. Ini ada apa sih Mbak? aku makin bingung. Alah, pura-pura. Dari wajahmu itu kelihatan kalau kamu dari tadi bete, aku hanya d iam sambil merasa heran karena apa yang dikatakan Mbak Indah itu betul. Kamu bete, karena malem ini kamu nggak bisa ngapa-ngapain sama Sarah, ya kan? aku hanya tersenyum, Mbak Indah yang tadinya tutur katanya halus dan ramah berubah s eperti itu.

Eh, malah senyam-senyum,

hardiknya sambil melotot. kataku.

Memang nggak boleh senyum. Abisnya Mbak Indah ini lucu, Lucu kepalamu, Mbak Indah sewot.

Ya luculah. Kukira Mbak Indah ini lembut kayak Sarah, ternyata galak juga! senyum menggodanya.

Aku ter

Ih, senyam-senyum mlulu. Senyummu itu senyum mesum tahu, kayak matamu itu juga ma ta mesum! Mbak Indah makin naik, wajahnya sedikit memerah. Mbak cakep deh kalau marah-marah, makin Mbak Indah marah, makin menjadi pula aku m enggodanya. Denger ya, aku nggak lagi bercanda. Kalau kamu berani macem-macem sama adikku, ak u bisa bunuh kamu! kali ini Mbak Indah nampak benar-benar marah. Akhirnya kusudahi juga menggodanya melihat Mbak Indah seperti itu, apalagi pengu njung mall yang lain kadang-kadang menoleh pada kami. Kuceritakan sedikit tentan g hubunganku dengan Sarah selama ini, sampai pada acara apel pada saat itu. Kalau soal pengin ngapa-ngapain, yah, itu sih awalnya memang ada. Tapi, sekarang udah lenyap. Sarah sepertinya bukan cewek yang tepat untuk diajak ngapa-ngapain, dia mah penginnya roman-romanan aja, kataku mengakhiri penjelasanku. Kamu ini ngomongnya terlalu terus-terang ya? Nada Mbak Indah sudah mulai normal ke mbali. Ya buat apa ngomong mbulet. Bagiku sih lebih baik begitu, kataku lagi. Tapi .. kenapa tadi sama aku kamu beraninya lirak-lirik aja. Nggak berani terus-t erang mandang langsung? Aku berpikir sejenak mencerna maksud pertanyaan Mbak Indah itu. Akhirnya aku men gerti, rupanya Mbak Indah tahu kalau aku diam-diam sering memperhatikan dia. Yah .. masak jalan sama adiknya, Mbak-nya mau diembat juga, ruk kepala. kataku sambil garuk-ga

Setelah itu Sarah muncul dan dilanjutkan acara belanja di dept. store di mall it u. Selama menemani kakak beradik itu, aku mulai sering mendekati Mbak Indah jika kulihat Sarah sibuk memilih-milih pakaian. Aku mulai lancar menggoda Mbak Indah . Hampir jam 10 malam kami baru keluar dari mall. Lumayan pegal-pegal kaki ini men emani dua cewek jalan-jalan dan belanja. Sebelum keluar dari mall Mbak Indah sem pat memberiku sobekan kertas, tentu saja tanpa sepengetahuan Sarah. Baca di rumah, *** Aku lega melihat Mbak Indah datang ke counter bus PATAS AC seperti yang diberita hukannya lewat sobekan kertas. Kulirik arloji menunjukkan jam setengah 9, berart i Mbak Indah terlambat setengah jam. Sori terlambat. Mesti ngrayu Papa-Mama dulu, sebelum dikasih balik Indah langsung ngerocos sambil meletakkan hand-bag-nya di kursi di ng kebetulan kosong. Sementara aku tak berkedip memandanginya. Mbak sangat feminin dalam kulot hitam, blouse warna krem, dan kaos yang pagi-pagi, Mbak sampingku ya Indah nampak juga berwarn bisiknya.

a hitam. Tahu aku pandangi, Mbak Indah memencet hidungku sambil ngomel-ngomel ke cil, dan kami pun tertawa. Hanya sekitar sepuluh menit kami menunggu, sebelum bu s berangkat. Dalam perjalanan di bus, aku tak tahan melihat Mbak Indah yang merem sambil bers andar. Tanganku pun mulai mengelu-elus tangannya. Mbak Indah membuka mata, kemud ian bangun dari sandarannya dan mendekatkan kepalanya padaku. Gimana, Mbaknya mau di-embat juga? n ledeknya sambil berbisik.

Kan lain jurusan, aku membela diri. Adik-nya jurusan roman-romanan, Mbak-nya jurusa Aku tidak melanjutkan kata-kataku, tangan Mbak Indah sudah lebih dulu memencet hidungku. Selebihnya kami lebih banyak diam sambil tiduran selama perjalanan.

*** Yang disebut kamar kos oleh Mbak Indah ternyata sebuah faviliun. Faviliun yang d itinggali Mbak Indah kecil tapi nampak lux, didukung lingkungannya yang juga per umahan mewah. Kok bengong, ayo masuk, Mbak Indah mencubit lenganku. Peraturan di sini cuman satu, dilarang mengganggu tetangga. Jadi, cuek adalah cara paling baik. Aku langsung merebahkan tubuhku di karpet ruang depan, sementara setelah meletak kan hand-bag-nya di dekat kakiku, Mbak Indah langsung menuju kulkas yang seperti nya terus on. Nih, minum dulu, habis itu mandi, kata Mbak Indah sambil menuangkan air dingin ke dalam gelas. Kan tadi udah mandi Mbak, kataku. Ih, jorok. Males aku deket-deket orang jorok, Mbak Indah tampak cemberut. Kalau git u, aku duluan mandi, katanya sambil menyambar hand-bag dan menuju kamar. Aku liha t Mbak Indah tidak masuk kamar, tapi hanya membuka pintu dan memasukkan hand-bag -nya. Setelah itu dia berjalan ke belakang ke arah kamar mandi. Mbak, Mbak Indah berhenti dan menoleh mendengar panggilanku. reng ya? Aku mau mandi, tapi ba

Ih, maunya .. Mbak Indah menjawab sambil tersenyum. Melihat itu aku langsung bang kit dan berlari ke arah Mbak Indah. Langsung kupeluk dia dari belakang tepat di depan pintu kamar mandi. Kusibakkan rambutnya, kuciumi leher belakangnya, sambil tangan kiriku mengusap-usap pinggulnya yang masih terbungkus kulot. Terdengar d esahan Mbak Indah, sebelum dia memutar badan menghadapku. Kedua tangannya diling karkan ke leherku. Katanya mau mandi? setelah berkata itu, lagi-lagi hidungku jadi sasaran, dipencet dan ditariknya sehingga terasa agak panas. Setelah itu diangkatnya kaosku, dilep askannya sehingga aku bertelanjang dada. Kemudian tangannya langsung membuka kan cing dan retsluiting jeans-ku. Lumayan cekatan Mbak Indah melakukannya, sepertin ya sudah terbiasa. Seterusnya aku sendiri yang melakukannya sampai aku sempurna telanjang bulat di depan Mbak Indah. Ih, nakal, kata Mbak Indah sambil menyentil rudalku yang terayun-ayun akibat baru tegang separo. Sakit Mbak, Biarin, aku meringis.

kata Mbak Indah yang diteruskan dengan melepas blouse-nya kemudian kaos hi

tamnya, sehingga bagian atasnya tinggal BH warna hitam yang masih dipakainya. Ak u tak berkedip memandangi sepasang toket Mbak Indah yang masih tertutup BH, dan Mbak Indah tidak melanjutkan melepas pakainnya semua sambil tersenyum menggoda p adaku. Birahi benar-benar sudah tak bisa kutahan. Langsung kuraih dan naikkan BH-nya, s ehingga sepasang toket-nya yang besar itu terlepas. Ih, pelan-pelan. Kalau BH-ku rusak, emangnya kamu mau ganti, lagi-lagi hidungku ja di sasaran. Tapi aku sudah tidak peduli. Sambil memeluknya mulutku langsung meng ulum tokenya yang sebelah kanan. Mbak Indah tidak berhenti mendesah sambil tangannya mengusap-usap rambutku. Aku makin bersemangat saja, mulutku makin rajin menggarap toketnya sebelah kanan dan kiri bergantian. Kukulum, kumainkan dengan lidah dan kadang kugigit kecil. Akib at seranganku yang makin intens itu Mbak Indah mulai menjerit-jerit kecil di sel a-sela desahannya. Beberapa menit kulakukan aksi yang sangat dinikmati Mbak Indah itu, sebelum akhi rnya dia mendorong kepalaku agar terlepas dari toketnya. Mbak Indah kemudian mel epas BH, kulot dan CD-nya yang juga berwarna hitam. Sementara bibirnya nampak se tengah terbuka sambil mendesi lirih dan matanya sudah mulai sayu, pertanda sudah horny berat. Belum sempat mataku menikmati tubuhnya yang sudah telanjang bulat, tangan kanany a sudah menggenggam rudalku. Kemudian Mbak Indah berjalan mundur masuk kamar man di sementara rudalku ditariknya. Aku meringis menahan rasa sakit, sekaligus peng in tertawa melihat kelakuan Mbak Indah itu. Mbak Indah langsung menutup pintu kamar mandi setelah kami sampai di dalam, yang diteruskan dengan menghidupkan shower. Diteruskannya dengan menarik dan memeluk ku tepat di bawah siraman air dari shower. Dan mmmmhhhh . bibirnya sudah menyerbu bibirku dan melumatnya. Kuimbangi dengan aksi s erupa. Seterusnya, siraman air shower mengguyur kepala, bibir bertemu bibir, lid ah saling mengait, tubuh bagian depan menempel ketat dan sesekali saling mengges ek, kedua tangan mengusap-usap bagian belakang tubuh pasangan, Aaaaaahhh, nikmat l uar biasa. Tak ingat berapa lama kami melakukan aksi seperti itu, kami melanjutkannya dalam posisi duduk, tak ingat persis siapa yang mulai. Aku duduk bersandar pada dindi ng kamar mandi, kali ku luruskan, sementar Mbak Indah duduk di atas pahaku, lutu tnya menyentuh lantai kamar mandi. Kemudian kurasakan Mbak Indah melepaskan bibi rnya dari bibirku, pelahan menyusur ke bawah. Berhenti di leherku, lidahnya bera ksi menjilati leherku, berpindah-pindah. Setelah itu, dilanjutkan ke bawah lagi, berhenti di dadaku. Sebelah kanan-kiri, tengah jadi sasaran lidah dan bibirnya. Kemudian turun lagi ke bawah, ke perut, berhenti di pusar. Tangannya menggengga m rudalku, didorong sedikit ke samping dengan lembut, sementara lidahnya terus m empermainkan pusarku. Puas di situ, turun lagi, dan bijiku sekarang yang jadi sa saran. Sementara lidahnya beraksi di sana, tangan kanannya mengusap-usap kepala rudalku dengan lembut. Aku sampai berkelojotan sambil mengerang-erang menikmati aksi Mbak Indah yang seperti itu. Pelahan-lahan bibirnya merayap naik menyusuri batang rudalku, dan berhenti di ba gian kepala, sementara tangannya ganti menggenggam bagian batang. Kepala rudalku dikulumnya, dijilati, berpindah dan berputar-putar, sehingga tak satu bagianpun yang terlewat. Beberapa saat kemudian, kutekan kepala Mbak Indah ke bawah, sehi ngga bagian batanku pun masuk 2/3 ke mulutnya. Digerakkannya kepalanya naik turu n pelahan-lahan, berkali-kali. Kadang-kadang aksinya berhenti sejenak di bagian kepala, dijilati lagi, kemudian diteruskan naik turun lagi. Pertahananku nyaris

jebol, tapi aku belum mau terjadi saat itu. Kutahan kepalanya, kuangkat pelan, t api Mbak Indah seperti melawan. Hal itu terjadi beberapa kali, sampai akhirnya a ku berhasil mengangkat kepalanya dan melepas rudalku dari mulutnya. Kuangkat kepala Mbak Indah, sementara matanya terpejam. Kudekatkan, dan kukulum lembut bibirnya. Pelan-pelan kurebahkan Mbak Indah yang masih memejamkan mata sa mbil mendesis itu ke lantai kamar mandi. Kutindih sambil mulutku melahap kedua t oketnya, sementara tanganku meremasnya bergantian. Erangannya, desahannya, jeritan-jeritan kecilnya bersahut-sahutan di tengah geme ricik siraman air shower. Kuturunkan lagi mulutku, berhenti di gundukan yang dit umbuhi bulu lebat, namun tercukur dan tertata rapi. Beberapa kali kugigit pelan bulu-bulu itu, sehingga pemiliknya menggelinjang ke kanan kiri. Kemudian kupisah kan kedua pahanya yang putih,besar dan empuk itu. Kubuka lebar-lebar. Kudaratkan bibirku di bibir memeknya, kukecup pelan. Kujulurkan lidahku, kutusuk-tusukan p elan ke daging menonjol di antar belahan memek Mbak Indah. Pantat Mbak Indah mul ai bergoyang-goyang pelahan, sementara tangannya menjambak atau lebih tepatnya m eremas rambutku, karena jambakannya lembut dan tidak menyakitkan. Kumasukkan jar i tengahku ku lubang memeknya, ku keluar masukkan dengan pelan. Desisan Mbak Ind ah makin panjang, dan sempat ku lirik matanya masih terpejam. Kupercepat gerakan jariku di dalam lubang memeknya, tapi tangannya langsung meraih tanganku yang s edang beraksi itu dan menahannya. Kupelankan lagi, dan Mbak melepas tangannya da ri tanganku. Setiap kupercepat lagi, tangan Mbak Indah meraih tanganku lagi, seh ingga akhirnya aku mengerti dia hanya mau jariku bergerak pelahan di dalam memek nya. Beberapa menit kemudian, kurasakan Mbak Indah mengangkat kepalaku menjauhkan dar i memeknya. Mbak Indah membuka mata dan memberi isyarat padaku agar duduk bersan dar di dinding kamar mandi. Seterusnya merayap ke atasku, mengangkang tepat di d epanku. Tangannya meraih rudalku, diarahkan dan dimasukkan ke dalam lubang memek nya. Oooooooooooohh , Mbak Indah melenguh panjang dan matanya kembali terpejam saat rud alku masuk seluruhnya ke dalam memeknya. Mbak Indah mulai bergerak naik-turun pe lahan sambil sesekali pinggulnya membuat gerakan memutar. Aku tidak sabar mengha dapi aksi Mbak Indah yang menurutku terlalu pelahan itu, mulai kusodok-sodokkan rudalku dari bawah dengan cukup cepat. Mbak Indah menghentikan gerakannya, tanga nnya menekan dadaku cukup kuat sambil kepala menggeleng, seperti melarangku mela kukan aksi sodok itu. Hal itu terjadi beberapa kali, yang sebenarnya membuatku a gak kecewa, sampai akhirnya Mbak Indah membuka matanya, tangannya mengusap kedua mataku seperti menyuruhkan memejamkan mata. Aku menurut dan memejamkan mataku. Setelah beberapa saat aku memejamkan mata, aku mulai bisa memperhatikan dengan t elingaku apa yang dari tadi tidak kuperhatikan, aku mulai bisa merasakan apa yan g dari tadi tidak kurasakan. Desahan dan erangan Mbak Indah ternyata sangat tera tur dan serasi dengan gerakan pantatnya,sehingga suara dari mulutnya, suara alat kelamin kami yang menyatu dan suara siraman air shower seperti sebuah harmoni y ang begitu indah. Dalam keterpejaman mata itu, aku seperti melayang-layang dan s ekelilingku terasa begitu indah, seperti nama wanita yang sedang menyatu dengank u. Kenikmatan yang kurasakan pun terasa lain, bukan kenikmatan luar biasa yang m enhentak-hentak, tapi kenikmatan yang sedikit-sedikit, seperti mengalir pelahan di seluruh syarafku, dan mengendap sampai ke ulu hatiku. Beberapa menit kemudian gerakan Mbak Indah berhenti pas saat rudalku amblas selu ruhnya. Ada sekitar 5 detik dia diam saja dalam posisi seperti itu. Kemudian ked ua tangannya meraih kedua tanganku sambil melontarkan kepalanya ke belakang. Kub uka mataku, kupegang kuat-kuat kedua telapak tangannya dan kutahan agar Mbak Ind ah tidak jatuh ke belakang. Setelah itu pantatnya membuat gerakan ke kanan-kiri dan terasa menekan-nekan rudal dan pantatku.

Aaa .. aaaaaa aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh, desahan dan jeritan kecil Mbak Indah it u disertai kepala dan tubuhnya yang bergerak ke depan. Mbak Indah menjatuhkan di ri padaku seperti menubruk, tangannya memeluk tubukku, sedang kepalanya bersanda r di bahu kiriku. Ku balas memeluknya dan kubelai-belai Mbak Indah yang baru saj a menikmati orgasmenya. Sebuah cara orgasme yang eksotik dan artistik. Setelah puas meresapi kenikmatan yang baru diraihnya, Mbak Indah mengangkat kepa la dan membuka matanya. Dia tersenyum yang diteruskan mencium bibirku dengan lem but. Belum sempat aku membalas ciumannya, Mbak Indah sudah bangkit dan bergeser ke samping. Segera kubimbing dia agar rebahan dan telentang di lantai kamar mand i. Mbak Indah mengikuti kemauanku sambil terus menatapku dengan senyum yang tida k pernah lepas dari bibirnya. Kemudian kuarahkan rudalku yang rasanya seperti em pot-empotkan ke lubang memeknya, kumasukkan seluruhnya. Setelah amblas semuanya Mbak Indah memelekku sambil berbisik pelan. Jangan di dalam ya sayang, aku belum minum obat, aku mengangguk pelan mengerti mak sudnya. Setelah itu mulai kugoyang-goyang pantatku pelan-pelan sambil kupejamkan mata. Aku ingin merasakan kembali kenikmatan yang sedikit-sedikit tapi meresap sampai ke ulu hati seperti sebelumnya. Tapi aku gagal, meski beberapa lama menco ba. Akhirnya aku membuat gerakan seperti biasa, seperti yang biasa kulakukan pad a tante Ani atau Nita. Bergerak maju mundur dari pelan dan makin lama makin cepa t. Aaaah Hoooohh, aku hampir pada puncak, dan Mbak Indah cukup cekatan. Didorongnya tu buhku sehingga rudalku terlepas dari memeknya. Rupanya dia tahu tidak mampu meng ontrol diriku dan lupa pada pesannya. Seterusnya tangannya meraih rudalku sambil setengah bangun. Dikocok-kocoknya dengan gengaman yang cukup kuat, seterusnya a ku bergeser ke depan sehingga rudalku tepat berada di atas perut Mbak Indah. Aaaaaaaah aaaaaaahhh crottt crotttt .., beberapa kali spermaku muncrat membasahi da da dan perut Mbak Indah. Aku merebahku tubuhku yang terasa lemas di samping Mbak Indah, sambil memandanginya yang asyik mengusap meratakan spermaku di tubuhnya. Hampir lupa ya? ta-kata itu. lagi-lagi hidungku jadi sasarannya waktu Mbak Indah mengucapkan ka

*** Selama di bus dalam perjalanan pulang aku memejamkan mata sambil mengingat-ingat pengalaman yang baru saja ku dapat dari Mbak Indah. Saat di kamar mandi, dan sa at mengulangi sekali lagi di kamarnya. Seorang wanita dengan gaya bersetubuh yan g begitu lembut dan penuh perasaan. Kalau sekedar mengejar kepuasan nafsu, itu gampang. Tapi aku mau lebih. Aku mau k epuasan nafsuku selaras dengan kepuasan yang terasa di jiwaku. Kepuasan yang terasa di jiwa, itulah hal yang kudapat dari Mbak Indah dan hanya dari Mbak Indah, karena kelak setelah gonta-ganti pasangan, tetap saja belum per nah kudapatkan kenikmatan seperti yang kudapatkan dari Mbak Indah. Kepuasan dan kenikmatan yang masih terasa dalam jangka waktu yang cukup lama meskipun persetu buhan berakhir. Ingat ya, jangan pernah sekali-kali kamu lakukan sama Sarah. Kalau sampai kamu la kukan, aku tidak akan pernah memaafkan kamu! Aku terbangun, rupanya dalam tidurku aku bermimpi Mbak Indah memperingatkanku tentang Sarah, adiknya. Dan bus pun su dah mulai masuk terminal.

Hubungan terlarng Hubungan terlarng

Tak terasa sudah hampir setahun lebih aku menjalani hari menyenangkan bersama mam a Susy ku tersayang. Saat itu usiaku sudah mau 17 tahun, sudah naik kelas 2 SMA. Untuk masalah pelajaran, aku termasuk dalam kategori pandai, walau jarang belaj ar tapi nilai nilaiku selalu baik, mungkin karena aku memiliki kemampuan menging at yang kuat. Meski lumayan sering bolos namun tidak menjadi masalah, karena sek olahku tidak terlalu ketat, dan juga nilaiku yang baik membuat bolosku tidak ter lalu menjadi masalah bagi sekolah. Namun untuk antisipasi mama kusuruh bertemu k epala sekolah, kusuruh mama ngebokis sedikit, mama bilang kalau aku kadang tidak masuk harap dimaklumi, karena kondisi fisikku kurang baik, jadi suka sakit tiba tiba. Dan kepala sekolahpun dapat memahami, karena yang memberikan keterangan a dalah orangtua muri sendiri. Dari segi kehidupan Sekskupun aku sudah semakin pin tar. Selain dengan mama, aku pernah melakukan hubungan Seks dengan 2 orang teman sekolahku, yang kutahu bukanlah tipe Cewek yang melakukan seks untuk bayaran. M urni karena suka sama suka saja, nggak ada paksaan atau ikatan, saling menikmati saja. Aku nggak pernah merasa harus mulai sibuk cari cewek atau pacaran, bagiku keberadaan mama sudah cukup dan jauh lebih berarti. Mama sendiri kini semakin s ukses dengan bisnisnya, Perusahaannya kini semakin berkembang dan diperhitungkan eksistensinya dalam dunia bisnis. Mama juga terlihat lebih cantik dan bahagia d engan keadaan yang kami jalani. Mama sendiri tetap sering mengingatkan aku, bahwa aku bebas mencari pacar, namun aku harus bertanggung jawab. Mama nggak mau aku main dengan pelacur. Mama juga bilang kalau mencari Cewek carilah yang membuatku nyaman dan merasa bahagia. Mam a bilang mama nggak bisa mengontrol aku setiap waktu, mama juga nggak bakal tahu kalau aku berbohong, jadi mama menasehati, kalaupun aku melakukan hubungan seks dengan siapapun nantinya yang menjadi pacarku, aku harus bersikap gentle dan be rtanggung jawab, jangan hanya mau enaknya saja, semua resiko harus diterima dan dipertanggungjawabkan. Mama akan marah kalau aku misalnya lari dari tanggung jaw ab bila menghamili orang. Mama merasa perlu mengutarakan hal ini karena mama bil ang, bohonglah kalau aku yang sudah kenal seks ini bisa melakukan pacaran tanpa harus melibatkan seks. Jadi mama merasa berkewajiban memberiku nasehat. Namun aku yang sedang merasakan bahagia dan kenikmatan hubungan dangan mamaku, t idak terlalu peduli, bahkan aku merasa tidak niat cari pacar, mama sudah cukup. Aku bilang ke mama, bahwa saat ini mama adalah mamaku dan juga istriku. Tidak pe duli mama setuju atau tidak, mama adalah juga istriku. Aku selalu berkeras akan hal itu, karena bagiku memang seperti itu, aku bahagia sama mama,dan menganggap mama adalah segalanya bagiku. Namun aku tidak pernah mau memanggil nama mamaku, Susy, bagiku panggilanku saat bercakap, saat sedang berstubuh adalah Mama. Aku m erasakan sensasi tersendiri dengan satu kata itu : Mama. Mama sendiri akhirnya m engiyakan keinginanku yang keras itu.

Iya saat ini mama juga adalah istrimu dalam kehidupanmu, namun hanya sampai kamu menemukan istri yang sebenarnya ya Jhon. Dan jangan protes lagi, atau mama akan marah.... Senang hatiku mendengarnya, mama setuju menjadi istriku. Walau hanya kami saja y ang tahu, itu sudah lebih dar cukup bagiku. Mbak ku Lisa sendiri saat itu 19 tahun dan baru saja kuliah jurusan Psikologi. S ering nggak tentu pulang ke rumah, lebih banyak di Jakarta di rumah kakek nenek ku. Mbak ku ini amat sayang padaku, juga pada mamaku. Orangnya supel banget, ter

buka. Mbak amat memanjakan aku, juga paling senang becanda sama aku. Hubungan ka mi sangat dekat dan akrab. Biasanya kalau Mbak datang, kami bertiga pergi makan keluar, terus jalan ke mall, cafe atau nonton bioskop. Tentu saja aku dan mama ha rus menahan diri dan berhati hati kalau ada Mbak, untungnya Mbak tahu kalau dari dulu kadang suka tidur di kamar mama, jadi tak akan curiga kalau aku di sana, pa ling berpikir aku masih kolokan, namun umumnya jatahku berkurang. Kalau urusan f isik, Mbakku juga cantik, berambut panjang, tinggi juga hampir 170 cm, bodinya s eksi, Toket nya juga montok gede dan panjang. Jujur saja, aku tidak terlalu memi liki niat atau hasrat melakukan ngentot pada Mbakku ini. Kalau untuk urusan seks i, iyalah, sama seperti mama, Mbak juga nggak terlalu memperhatikan pakaian bila di rumah, di depan aku juga tidak canggung untuk memakai daster atau baju tidur yang mini, juga kalau berenang tidak canggung memakai bikini. Bohong kalau aku bilang Kontol ku tidak tegang kalau sedang melihat Mbak berbikini, tapi itu kan wajar saja, aku kan lelaki normal. Tapi untuk melakukan hubungan seks, rasanya a ku nggak terlalu memikirkannya, karena aku sudah bahagia dan cenderung menyukai melakukannya dengan mama yang kuanggap sudah matang dan sedang dalam kondisi tub uh sempurna sebagai Cewek. Aku benar-benar lebih suka melakukan dengan mama. Sem ua hasratku bisa tersalurkan bersama mama. Kalau sama mama aku benar tidak bisa m engontrol hasratku, tapi kalau sama Mba Lisa, entah kenapa aku masih bisa menaha n diri sengaceng Kontol ku. Tapi kadang jalan kehidupan memang tidak dapat diteba k, akhirnya aku juga melakukannya dengan Mba Lisa . Prosesnya agak sedikit aneh dan tidak terduga olehku dan akan kukisahkan di sini. Pagi itu aku libur sekolah, biasa katanya ada rapat guru, mama sudah berangkat k e kantornya. Suntuk benar campur capek sisa menggarap mama tadi malam. Si Mbak y ang biasa nyuci kayaknya datang hari ini dan lagi nyuci di belakang, mungkin tad i sudah ketemu mama. Aku lalu sarapan sambil membaca koran olahraga. Nggak lama kemudian aku nyalain TV, nonton acara musik. Sejam kemudian si Mbak pamit pulang . Bosan juga, mau internetan malas...terus aku ingat ada kaset game consol yang belum aku coba, segera aku ke kamar, ngambil game console ku dan kasetnya, main di ruang keluarga saja deh. Lumayan juga, game tembakan jedar.. jeder.. ini bisa bikin hati senang. Tidak terasa sudah siang.

Hei...! tiba terdengar suara jeritan ceria dan tangan yang menutup mataku. Terasa ada empuk tetek menempel di bahuku. Aduh Mba Lisa ngagetin saja nih. Kok nggak sekolah Jhon ? Libur. Mbak juga tumben datang nggak kasih kabar ? Sengaja kok, Mbak lagi libur semesteran. Naik apa kemari Mba ? Tadinya sih mau bareng sama temanku, tapi mereka baru balik besok, akhirnya naik kereta api tuh. Coba telepon dulu, kan bisa Jhoni jemput di stasiun. Hehe...biar suprise ah. Mama juga nggak tahu tuh. Gimana kabar opa sama oma Mba ? Baik, kamu tuh jarang nengokin, padahal kan ke sana sebentar. Iya..iya cerewet amat. Gimana sekolahnya ? Sudah punya cewek belum ? Ih...nih orang cerewet deh, mending Mbak istirahat dulu, terus telepon mama. Oke boss... Mbak lalu mencium pipiku dan segera berdiri, lalu berjalan ke dalam, nggak lama terdengar suara yang ceriwis juga ketawa-ketiwi, rupanya Mbak lagi nelpon mama. Akupun kembali meneruskan main game. Dari dalam terdengar suara Mbakku berteriak Jhon, kata mama nanti nggak usah jemput. Mama pulang sama supir kantor. Terus na

nti malam kita makan di luar. Aku hanya mengiyakan saja, masih asik sama game balapku. Nggak lama suasana kemb ali sepi, kayaknya Mbakku yang bawel itu sedang istirahat tidur. Senang sih aku dengan kedatangan Mbak, tapi itu berarti aku dan mama tidak bisa begitu bebas la gi...oh nasib berkurang deh jatahku. Karena aku juga sudah lama main game, aku p un memutuskan untuk tidur juga. Lumayan biar segar nanti kalau malam jalan sama mama dan Mba Lisa . Sorenya aku bangun, kembali teringat Mba Lisa yang baru datang, akupun memberesk an mainanku kembali ke kamar, lalu berjalan ke arah kulkas, cari makanan. Sambil mengunyah kue, kulihat di kaca belakang, Mba Lisa lagi tiduran di bangku di pin ggir kolam renang. Wah enak juga nih sore sore berenang. Aku segera berjalan ke arah kolam. Nampak Mbakku lagi bersantai dengan baju renang bikininya, namun bag ian atasnya masih ditutupi kaos. Mba, kok nggak bangunin aku ? Ngapain, kamu sih mentang mentang libur, maunya malas malasan terus. Sudah makan belum Mba ? Sudah, tadi masak spaghetti. Jahat amat, makan sendiri, nggak bagi-bagi. Mbakku hanya tertawa, aku yang sebel segera loncat ke kolam dan berenang. Segar rasanya, bolak balik dari sisi satu ke ujung lain. Puas berenang, aku naik ke at as, menuju lemari handuk, mengeringkan tubuh, lalu berjalan ke bangku lain di sa mping Mbak. Mba Lisa masih bermalasan. Akupun ikut berbaring di bangku berjemur. Matahari masih agak terik. Mataku kembali mengantuk, karena angin sepoi. Tiba Mba Lisa bangkit dan kini dalam posisi duduk, kulihat dia membuka kaosnya, nampak ke teknya yang bersih sedikit ditumbuhi bulu yang halus dan jarang. Kulihat Kutang bikininya bergoyang saat Mba Lisa mengangkat kaos. Ugh...Kontol ku langsung meng eras, kuarahkan pandangan mataku terfokus ke daerah dada Mba Lisa . Wow...nampak nya Mbak sudah tumbuh berkembang dengan baik dan menjadi Cewek yang seksi, seing atku dulu Kutang bikini Mbak nggak seketat sekarang, nampaknya tetek Mbak bertam bah besar, sudah hampir seukuran mama. Juga pinggul dan pantatnya yang tampak le bih montok dan berisi. Kontol ku mengeras sejadinya. Lagi enaknya terpesona, kuden gar suara Mbak Woiii...ngapain bengong, ngelihatin apa kamu? Nggak...mata Jhoni nggak bisa nolak rejeki kan Dasar baru gede kamu, sini, tolong dong usapin lotion ke punggung Mbak. Wah sungguh tawaran yang menggiurkan, lumayan buat menghibur adikku yang lagi me ngeras di balik celanaku ini. Sekalian jahilin Mbakku ini. Mba Lisa lalu segera tengkurap. Akupun segera memulai tugasku, Posisiku berdiri membungkuk dengan Kak i mengankang di atas pantat Mba Lisa . Segera kutuang lotion ke tanganku, akupun segera mengusapkannya ke punggung dan badan Mbakku. Sengaja aku mengusap ngusap dengan agak bertenaga sedikit, seperti memberikan pijatan. Kayaknya Mbakku meni kmatinya. Enak Jhon, rasanya nyaman, bikin pegel Mbak hilang. Sekalian deh Kakinya. Wek...maunya, memangnya tukang pijit. Segitunya, sekali kali kenapa mijitin Mbaknya. Iya deh, tapi itu tali KUTANGnya dibuka ya, biar nggak nyangkut. Ya sudah, kamu tarik sendiri. Akupun segera menarik tali Kutang bikini tersebut. Kuambil lotion kembali, senga ja aku memulai dari Kaki, kuusap lotion dan memulai memijit dari telapak Kaki, l alu betis, naik lagi ke paha, lalu tanganku sampai ke daerah CELANADALAM , senga ja aku lebarkan Kaki Mbak pelan. Nampakbelahan pantatnya yang montok. Kupijit den gan lembut kedua belahan pantatnya, jariku juga dengan perlahan dan sesekali men yentuh tanpa sengaja bagian terluar daerah Memek Mbak yang tertutup CelanaDalem. Mba Lisa juga diam saja, entah tidak tahu atau sangat menikmati pijitanku. Cuku p lama aku memijat daerah pantat Mbak. Samar aku mencium bau aroma menyenangkan y ang sudah lama kukenal, masa sih Memek Mba Lisa mulai basah. Akupun meneruskan p

ijatanku dengan khidmat. Mba Lisa berdehem sambil tertawa dan mengatakan kalau y ang harus kupijit seluruh badan, bukan pantat. Aku pun mengambil kembali lotion, kali ini aku duduki pantat Mba Lisa, lalu aku mulai memijat punggung Mba Lisa . Ku usap dan kubelai dengan lembut dan bertenaga bergantian. Saat sampai bagian t engah punggungnya, sengaja aku lebarkan jaritanganku, dan sedikit menyentuh bagia n pinggir teteknya. Nampaknya Mba Lisa benar enjoy dengan profesiku sebagai tukan g pijit, membiarkan saja semua pijatanku. Tanpa terasa Kontol ku makin mengeras dan berdenyut. Sebelum aku kebablasan akupun segera menyudahi kegiatanku. Mba, sudah ya capek nih. Yah..pijatan kamu enak lho, pegel Mbak hilang nih, bentar lagi deh. Ogah ah, capek. Memangnya bagian depan juga mau dipijit ? tanyaku belagak lugu. Yeee...itu mah Mbak bisa sendiri.Ya sudah, makasih ya adikku sayang. Mba Lisa lalu segera berbalik, tangannya memegang KUTANG bikininya, lumayan agak ke bawah sedikit sih, sehingga gunung kembarnya terlihat seperti meloncat kelua r. Makin ngaceng deh...mending ke dalam deh. Baru saja aku berjalan, kudengar su ara Mba Lisa sambil tertawa.. Jhon, benar lho pijatanmu enak, makasih ya, tapi kok tadi rasa ada benda aneh ter asa di atas pantat Mbak...ha..ha..ha. Sialan....kan aku lelaki normal, ini kan juga salah Mbak...huh. Balasku tengsin. Makanya cari pacar sana... Bawel ah...sudah deh berenang sana. Akupun segera menuju ke dalam rumah, gawat nih, Kontol ku benar benar nggak komp romi, terpaksa deh pakai cara tradisional. Segera aku masuk ke dalam, berdiri di tempat yang tidak terlihat dari arah kolam renang, namun aku bisa melihat ke sa na. Kulihat Mba Lisa sedang duduk, nampaknya sedang mengoleskan lotion pada bagi an depan tubuhnya. Celanaku segera kupelorotkan, tangan lumayan licin sisa lotio n mijit Kaki tadi, aku segera mengocok Kontol ku, kulihat Mba Lisa sedang mengol eskan lotion pada area teteknya, nampak teteknya bergoyang, tangannya masuk ke b alik Kutang nya, duh kenapa nggak diangkat sedikit saja sih pikirku. Kocokan sem akin kencang. Lalu Mba Lisa nampak melebarkan Kakinya, kini sedang mengolesi wil ayah sekitar paha dan selangkangannya. Kukocok Kontol ku makin cepat, Denyutan t erasa makin kencang...Creet...creet..ah akhirnya keluar juga, lega rasanya. Sege ra saja kubersihkan muncratanku dengan celanaku, lalu segera menuju kamar mandi. Sambil mandi aku tersenyum sendiri...sudah lama juga aku tidak onani, karena bi asanya langsung sama mama. Namun hari ini darurat, daripada bablas.... *** Tak lama kemudian mama pulang, setelah mama istirahat dan mandi, kami pun pergi jalan ke luar. Malamnya Mba Lisa minta tidur di kamar mama, biasalah sudah lama tidak ketemu, juga karena dia semangat menceritakan kegiatan barunya di dunia pe rkuliahan...puasa deh malam ini. Besoknya juga sama...duh banyak banget sih ngeg osipnya, tinggal aku merana sendiri di kamarku. Mama bukannya nggak paham dengan kondisiku, namun kami harus menjaga rahasia kami. Untunglah hari ketiga Mba Lisa merasa bahan gosipannya sudah berkurang dan memut uskan tidur di kamarnya, aku sengaja memutuskan untuk tidur di kamarku sendiri, untuk kemudian nanti masuk menyerang ke kamar mama. Sewaktu kami nonton TV malam itu, saat Mba Lisa tidak melihat, aku mengedipkan mata ke mama sebagai kode nan ti malam aku kepingin, Mamapun balas mengedip dan tersenyum. Tidak lama kemudian aku bilang sudah mengantuk, dan segera ke kamarku. Di kamar aku nyalakan laptop ku dan mulai browsing, biasa pemanasan dikit buat adikku. Lega rasanya sebentar lagi bisa bermesraan kembali dengan mamaku tersayang. Huh...tersiksa berat aku, 3 hari ini mama sibuk kerja, juga tidak bisa aku datang ke kantornya, karena sed ang rapat terus membahas proyek baru, sehingga tidak ada waktu buat nyolong melak ukan hubungan. Belum lagi Kontol ku ngaceng terus kalau lihat Mba Lisa dengan bi kininya di kolam renang tiap sore. Setengah jam kemudian aku dengar TV dimatikan , dan suara Mba Lisa mengucapkan selamat tidur ke mamaku. Sabar bentar lagi dik. ..kamu akan menemukan lubangmu....sabar. Aku meneruskan menjelajahi situs situs

porno favoritku. Satu jam kemudian aku matikan laptopku, kubuka pintu kamar pela n, mataku melihat ke arah kamar Mba Lisa, kamar kami bertiga memang terletak di l antai dua, mengendap aku ke sana, kutempelkan telingaku di pintunya, selama satu menit aku konsentrasi mendengarkan, nampaknya tidak ada suara apapun. Yakin bah wa Mba Lisa sudah tidur, aku segera menuju kamar mama, membuka pintu, nampak mam a mengenakan baju tidur mininya, sedang membaca. Mungkin karena birahi kami yang sedang dahaga, dan juga karena biasa bebas saat Mba Lisa tidak di rumah, maka a ku jadi agak sembrono saat itu, aku hanya menutup pintu sebatas tertutup, tanpa melihat apakah sudah tertutup rapat, apalagi menguncinya. Yang ada dalam otakku adalah segera bermesraan dengan mama tersayang. Mama yang melihatku masuk, segera menghentikan kegiatan membacanya, ditaruhnya b ukunya ke meja di samping ranjang. Aku segera naik ke atas tempat tidur, tanpa b asa basi aku segera mencium bibir mama dengan gairah yang membara..sementara tan ganku meremas remas tetek mama yang masih terbungkus baju tidurnya... Ma, aku kangen banget nih... Iya sayang, mama juga. Kami berciuman dan saling meraba satu sama lain, mama meremas Kontol ku yang suda h mengeras di balik celanaku. Dengan cepat aku segera membuka kaosku, lalu seger a menelanjangi mamaku, mamapun membantu aku melepaskan celanaku. Segera saja aku gumuli mamaku. Aku peluk dan ciumi bibirnya, bulu keteknya, lalu aku segera tur un ke daerah teteknya, mulutku dengan rakus segera menciumi dan menghisap puting susu mama yang besar bergantian, tanganku pun mulai meraba dan membelai rambut m emek nya yang lebat, Kuremas rambut kemaluan yang tebal dan menggairahkan itu, la lu kuusap Memeknya, jarikupun mulai dengan lincahnya mencari lubang Memek mama, s egera kutusukkan ke dalamnya. Mama nampaknya juga memahami gairahku, dan menerim a semua rasa dahagaku yang tertahan selama 3 hari ini. Tangan mama memeluk punggungku, membelainya dengan lembut, wajahnya menunjukkan ekspresi bahwa ia mau aku memuaskan semua dahagaku. Tangannya pun mulai turun ke arah pantatku, dibelainya pantatku, lalu mulai menuju ke arah Kontol ku, diraih nya kedua biji pelerku, diusap dan dimainkan dengan amat lembut. Lalu ia mulai me ngelus dan mengocok Kontol ku. Ugh...nikmat sekali rasanya, saat tangan halus ma ma mengocok Kontol ku, aku pun terus menciumi dan memainkan tetek mama, sudah ba sah tetek mama oleh ludah dan keringat. Puas dengan tetek mama, kembali kuangkat ke atas sebelah tangan mama, bulu keteknya sungguh merangsang birahiku, aku kem bali mengaeahkan lidahku ke sana, kujilati dan kuciumi sepuas hatiku, aroma Jhon gi dari mama yang rajin merawatnya menggelitik hidungku dan makin membuat Kontol ku mengeras. Puas bermain, aku segera mengarahkan Kontol ku ke tetek mama, Mama sudah paham apa yang kumau dan segera mengapit kedua teteknya, aku segera memaju mundurkan pantatku untuk menggerakkan Kontol ku yang sedang dijepit dengan nikm at di antara tetek mama yang besar itu. Puting mama yang kecoklatan nampak menge ras dan mencuat ke atas dengan mempesona. Kupilin pilin dengan jariku, membuat m ama mendesah... Lalu tanpa merubah posisi, tangan mama segera menarik dan mendorong pantatku ke depan, sehingga Kontol kupun kini berada tepat di depannya, tangan mama segera m emegang batang Kontol ku dan mulutnya mendekat, lidahnya mulai menjelajahi dan m enari nari di atas Kontol ku, Ooohhh.....rasanya tiada tara. Perlahan mulutnya m ulai menelan kepala Kontol ku, lalu batangnya, sampai ke pangkalnya, dihisap dan dikulum kulum dengan kuat namun nikmat. Kontol kupun berdenyut nikmat saat mulut nya mulai memompa Kontol ku. Pelan lalu cepat bergantian ditimpali dengan permai nan lidah yang lihai, membuatku hanya bisa mendesah menahan kenikmatan ini. Namp aknya mama benar ingin melumat habis Kontol ku dengan mulutku, saat aku hendak me nyudahi Oral Seks ini, tangannya menahannya, ya sudah aku biarkan saja, mama mak in semangat dan mengulum dan menghisap Kontol ku dengan sangat panas.

Kadang mulutnya menghisap dan mengulum biji pelerku sambil tangannya mengocok Ko ntol ku, lalu kembali mulutnya bermain dengan Kontol ku. Lama kelamaan Kontol ku semakin berdenyut kuat, rasanya mau keluar nih sebentar lagi. Ma...aku sudah mau keluar nih. Mama makin mempercepat hisapannya, dan paa timing yang tepat membuka mulutnya di depan kepala Kontol ku, sementara tangannya memegang kuat batang Kontol ku. Dil epasnya sesaat saja, Creeettt....spermaku keluar dengan perlahan ke mulutnya, La lu digenggam lagi dengan kuat, sesaat dilepas lagi...spermaku kembali menetes pe rlahan, dan mama kembali menggenggam kuat, kali ini agak lama, akhirnya mama mel epaskannya, kali ini kepala Kontol kupun memuntahkan sperma dengan jumlah agak b anyak dan kental, Mama menampungnya ke dalam mulutnya. Memandangku, kulihat mulu tnya penuh dengan spermaku, sesaat kemudian mama menelannya, lalu menjilati deng an rakusnya sisa sperma yang meleleh di sekitar Kontol ku. Sudah lama mama nggak ngerasain sperma kamu sayang. Ma tadi enak banget, mama pintar banget waktu bikin Jhoni keluar bertahap gitu, rasanya enaakkkkkk bangeet. Siapa dulu dong mamanya, nah nanti gantian kamu yang puasin mama. Mamapun mengelap mulutnya dengan tissue yang tersedia, lalu meminum air di gelas yang ada di meja samping ranjang. Walau baru keluar namun tidak butuh waktu lam a bagi Kontol ku untuk tegang kembali...Kontol ini pasti akan cepat tegang bila sudah berada dekat mamaku Susy yang telanjang dan mempesona ini. Saat itu kami benar dibakar api birahi yang menyala, sehingga tidak menyadari pin tu kamar mama sedikit terbuka, karena di luar agak gelap dan kami sedang sibuk d an panasnya, kami tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang melihat dengan ma ta terbelalak. Lisa berdiri terpaku di depan pintu, kaget dan terkejut dengan kenyataan yang di a lihat sedang terjadi di dalam kamar mamanya. Tadinya dia bermaksud ke kamar ma ma untuk meminjam buku sebagai bahan bacaan karena dia belum bisa tidur, dia mem buka dan menutup pintu kamarnya juga dengan pelan, agar tidak mengganggu adik da n mamanya. Begitupun saat hendak masuk ke kamar mamanya, ia bermaksud melakukann ya dengan pelan, agar tidak membangunkan mamanya. Namun ia heran karena pintu ka mar mamanya tidak tertutup rapat, dan saat ia mendekat terdengar suara desahan d an rintihan yang sudah ia hafal benar sebagai suara apa. Penuh keheranan dan tanda tanya ia mendorong sedikit pintu itu perlahan sekali, dan ia kaget dan terkejut mendapati adik dan mamanya yang telanjang, juga mamany a yang sedang menghisap Kontol adiknya. Mulutnya ternganga, tidak bisa mengeluar kan suara apapun, sementara Kakinya juga tidak bisa beranjak dari situ. Akhirnya ia pun melihat adegan yang sedang berlangsung di kamar mamanya. Jhoni pun segera turun ke daerah selangkangan mamanya, mamapun segera menaikkan lututnya dan membuka lebar kedua Kakinya, nampaklah Memek mama yang mempesona. S egera saja Jhoni menciumi rambut kemaluan mamanya, lalu mulai menjelajahi permuk aan Memek mamanya dengan lidahnya, dijilati semuanya. Kemudian perlahan jarinya mulai melebarkan Memek mamanya, kembali lidahnya menjilati dengan buasnya seisi Memek mamanya, lidahnya ditusuk ke lubang Memek mamanya, lalu lidahnya mulai menu ju ke arah itil mamanya, kacang enak itupun mulai dijilati dan dimainka dengan l idahnya, itil mamapun mulai membesar, makin bersemangat saja Jhoni memainkannya, mamapun mendesah penuh kenikmatan. Memek mama sendiri mengeluarkan aroma nikmat yang membuat mabuk kepayang. Jiiilaaat terusss Jhon. Ya...ya....mainin itil mamaaa, terusss yang.. Oooohhh......Aaahhhh...Awww,....!

Lisa melihat adegan yang berlangsung tersebut dengan berdebar, dari arah pintu di lihatnya adiknya sedang menjilati Memek mamanya, terlihat juga Kontol adiknya ya ng besar bergoyang, Ada sensasi dan perasaan aneh yang menjalar pada diri Lisa . Memeknya di balik celana dalam terasa berdenyut dan panas, tanpa sadar tangannya mulai meremas teteknya sendiri, memainkan putingnya, lalu tangannya bergerak ke b agian bawah baju tidur mininya, mulai mengelus celana dalamnya, perlahan lalu mak in kuat....kini tanganya pun mulai memasuki celana dalamnya, terasa rambut kemal uannya yang lebat, lalu tangannya pun mulai mengusap ngusap Memeknya, semakin lam a semakin cepat, sementara ia berusaha menahan suaranya agar tidak terdengar. La lu ia pun mulai menurunkan celana dalamnya, kini ia segera berlutut, kedua Kakin ya agak ia lebarkan, jemari tangannya segera mencari itilnya, lalu mulai menggos ok itil memek tersebut...walaupun pemandangan yang dilihatnya mengagetkan dirinya , namun ia tidak bisa menahan perasaan aneh panas yang menjalar dan menggelitik birahinya. Jarinya terus memainkan itilnya sementara matanyapun terus menatap de ngan lekat adegan adiknya yang sedang menggarap mamanya. Mama Susy terus menggelaitkan badannya, mulutnya mendesah keenakkan, sementara pi nggul dan pantatnya bergerak semakin liar...Jhoni semakin ganas saja memainkan i til mamanya, jarinya juga ikut menusuk lubang Memek mamanya, semakin lama cepat, K ontol nya sudah mengeras menikmati rintihan dan desahan kenikmatan mama. Lidahny a bergerak amat cepat menyapu dan membelai itil mamanya, desahan dan erangan mam a mulaitidak beraturan dan keras, pertanda mama sudah tiba pada pertahanan terak hirnya, benar saja, tak lama kemudian dengan tubuh mengejang dan pantat yang sed ikit terangkat, terasa Memek mama menyemburkan cairan hangat orgasmenya. Wah...libur 3 hari membuat permainan lidah kamu jadi ganas yang.. Baru saja mama selesai mengucapkan kalimatnya, Jhoni segera menarik Kaki mamanya , diangkatnya kedua Kaki mamanya, sementara ia berlutut di depan Memek mamanya. Tampak olehnya Memek mamanya yang memerah karena permainan lidah dan jarinya, se gera ia menurunkan pantatnya sedikit, lalu memajukan Kontol nya ke depan, karena Memek tersebut sudah basah, mudah saja Kontol nya menerobos lubang Memek mamany a, terasa hangat dan nikmat. Dimaju mundurkan Kontol nya dengan seirama, kedua K aki mamanya menggantung di bahunya, sementara dari pantat ke kepala tetap dalam posisi membaring, mama mengangkat kedua tangannya dan mengapitkannya di belakang kepalanya sendiri. Terlihat bulu ketek mamanya yang lebat dan mulai basah oleh keringat, makin bern afsu saja Jhoni jadinya, pompaan Kontol nya semakin cepat dan ditancakan sedalam mungkin, tetek mama bergoyang dengan cepat...plok...plok...plok...bunyi Kontol yang sedang memompa Memek mamapun terdengar jelas . Mamapun mendesah dengan nikmat. Jhoni pun mulai mengubah tekhniknya, sengaja ia memompa dengan pelan beberapa kali dulu, lalu mulai menarik Kontol nya perlahan sampai batas ujung kepala Kontol, lalu blesss...membenamkannya lagi, terus berul ang. Setiap kali akan menerobos masuk dilakukan dengan cepat dan bertenaga sehing ga langsung menancap sedalam mungkin, terasa sampai ujung liang Memek mamanya. M ama pun makin bergeliat keenakan, merasa nikmat sekali setiap kali kepala Kontol Jhoni kembali menghujam lubang Memeknya dengan kuat, sementara menghujam, Konto l tersebut membelai lembut itilnya, nikmat tiada tara. Jhoni sendiri merasakan r asa geli yang enak sekali pada kepala Kontol nya setiap menerobos masuk kembali ke lubang Memek mamanya. Tak butuh waktu lama, mama kembali mengejang dan mengal ami orgasme. Jhoni pun berhenti sebentar. Lagi dong say...kok berhenti capek yah ? Enggak..ganti posisi ya ma, aku duduk, mama di pangku, aku mau mainin tetek sama ketek mama. Boleh... Jhoni pun segera menyandarkan badannya ke kepala ranjang, Kakinya lurus di atas ranjang, mama segera duduk di atas Kontol Jhoni, posisi tubuhnya membelakangi Jh

oni, tangannya dinaikkan ke atas mengapit kepala Jhoni . Perlahan mama meregangk an Kakinya, Memeknya sudah merah karena hujaman Kontol Jhoni, lubangnya sudah me mbuka, perlahan diturunkan pantatnya, lalu Jlebbbbbb....Kontol Jhoni pun menerob os denga leluasa ke lubang kemikmatan mama tersebut, dari belakang tangan Jhoni segera meremas kedua Toket mama nya, diremasnya dengan kuat dan gemas, dimainkan dan di pilin puting tetek mama yang sudah membesar, sementara lidahnya mulai menj ilati ketek mamanya. Mama sendiri mulai menaik turunkan pinggulnya, memulai memo mpa Kontol anaknya, terlihat cairan sisa orgame mengalir turun membasahi batang Kontol anaknya. Mata Lisa terpaku melihat ke arah ranjang, kini terlihat posisi mamanya yang men ghadap ke arahnya, Jhoni yang sedang menjilati ketek mamanya dan meremas tetek be sar mama. Juga terlihat Kontol adiknya yang besar sedang bergerak naik turun mem ompa lubang Memek mama yang sudah merah karena dipompa oleh Kontol besar tersebu t dalam waktu lama. Diperhatikan wajah mamanya, Lisa belum pernah melihat ekspre si mama seperti itu, wajah mamanya terlihat penuh kebahagiaan. Kembali Lisa meli hat ke arah Kontol adiknya yang sedang menghujami Memek mama. Jemari Lisa semaki n cepat memainkan itilnya pada Memeknya yang sudah sangat basah menyaksikan adeg an seks antara Jhoni dan mama. Lisa merasakan kenikmatan menjalar di sekujur tub uhnya akibat rasa enak yang dia dapati saat memainkan itilnya. Itilnya sendiri m emang agak besar, lebih besar dari mamanya dan menonjol keluar. Semakin cepat da n tanpa henti ia memainkannya. Gairahnya juga sedang terbakar. Saat ini ia tidak dapat berpikir mengenai mengapa adik dan mamanya bisa melakukan persetubuhan ya ng harusnya tidak boleh terjadi, namun itu bisa menyusul, saat ini ia sedang sib uk memuaskan dirinya akibat menyaksikan adegan panas yang terjadi. Jhoni masih memainkan ketek dan tetek mamanya. Kontol nya kini mengeras sekerasny a, aroma ketek mama menimbulkan rangsangan tersendiri yang tidak bisa dilukiskan . Kini iapun mulai ikut menaik turunkan pantatnya, mengimbangi goyangan mamanya, semakin lama semakin cepat dan seirama seiring deru nafas kenikmatan yang terja di, kini ia menjilati leher mamanya, mama menggelinjang kegelian, lalu ia mencar i bibir mamanya, mama balas menciumnya dengan tidak kalah panas, lidah mereka be rtautan dengan cepat, saling menarik, goyangan Kontol dan Memek semakin cepat, t angan Jhoni semakin kuat meremas dan memainkan tetek mamanya yang besar, semaikn kuat ia merasakan denyutan pada Kontol nya, mama sendiri semakin menggelinjangka n tubuhnya, berbarengan dengan Jhoni menyemprotkan spermanya, mamapun memuntahka n orgasmenya yang kesekian kali. Di luar kamar Lisa pun terkulai lemas, Memeknya sudah basah kuyup, ia juga baru mengalami orgasme yang hebat, Memeknya masih berdenyut nikmat sehabis memainkan i tilnya. Matanya tetap mengawasi yang terjadi dalam kamar, nampaknya tidak ada ta nda adiknya akan keluar, dilihatnya adiknya dan mamanya terdiam lemas, masih berc iuman dengan mesra, nampak sperma menetes keluar dari lubang Memek mamanya memba sahi Kontol adiknya yang masih menancap di dalamnya. Dilihat wajah keduanya yang nampak bahagia dan puas. Lisa membiarkan dirinya berdiam diri sebentar, beristi rahat, otaknya mulai bisa berpikir jLisa h kembali, kalaupun ia tetap di sini ju ga, adegan berikutnya yang akan terjadi juga sama saja, tetap saja adegan adik d an mamanya yang bersetubuh dengan panasnya, jadi lebih baik aku kembali ke kamar . Lalu ia mengambil celana dalamnya, menyeka cairan yang tersisa di lantai denga n celana dalamnya, lalu berdiri dan melangkah ke kamarnya perlahan dan tanpa sua ra. Di dalam kamar mama, Jhoni dan mama masih tetap dalam posisi seperti tadi. Lemas dan puas. Berdiam diri memulihkan tenaga yang terkuras sehabis memuaskan dahaga yang sempat tertahan 3 hari ini. Kemudian terdengar suara mama memulai percakap an.

Mama puas dan nikmat sekali sayang. Jhoni juga ma, rasanya terobati deh puasa 3 hari ini. Ya...nggak apalah Jhon, kan ada Mbakmu, kita juga harus hati hati. Toh kalau Lis a sedang tidak pulang kita bisa melakukan kapan saja kita mau. Iya ma,Cuma kadang kadang Jhoni suka nggak kuat. Maklumlah kamu masih muda, masih penuh semangat dan mudah terangsang. Mama juga kan. Ah...nakal kamu. Lalu mama segera mencabut Kontol ku dari Memeknya, menjilat sisa sperma yang mas ih ada di Kontol ku, aku melao keringat di tubuhku dan mama dengan handuk yang t ersedia. Setelah itu kami berbaring dan berpelukan, saling berciuman dengan mesr a. Malam itu Jhoni kembali menggarap Memek mamanya sebanyak 2 kali lagi, sebelum kembali ke kamarnya. Sebelum masuk e dalam kamarnya, dilihatnya kamar Mba Lisa, tetap tenang tak ada suara, masih tidur pikirnya, lalu Jhoni pun masuk ke kamar nya dan tidur. Senyum puas tersungging di wajahnya. Karena kelelahan dan terlalu panas semalaman memuaskan birahi bersama mama, Jhoni kecapekan dan bolos sekola h besoknya. Lisa di kamarnya berbaring, tapi matanya tidak terpejam, masih terbayang jelas a degan yang dia saksikan tadi. Setelah tiba di kamar barulah ia bisa memikirkan s ecara jelas hal tadi. Apa yang disaksikannya tadi amat mengejutkan juga membuat dirinya marah, Bagaimana bisa mama dan Jhoni ....itu jelas terlarang, lain halny a kalau Jhoni dengan Cewek lain, mama dengan pria lain, tapi ini...mereka ibu da n anak. Jhoni juga lelaki, badannya bagus, wajahnya ganteng, usianya juga sedang kritisnya sama yang namanya seks, kalaupun ia sudah mengenal dan melakukannya, a ku bisa paham. Aku sendiri juga sudah sering melakukannya dengan pacarku. Tapi m engapa harus dengan mama, mengapa Jhon ? Dan mama kenapa kau harus melakukannya dengan Jhoni, anakmu ? Apa yang sudah terjadi selama ini..??? Kalau dilihat dari panasnya adegan tadi, wajah mereka yang bahagia juga mesranya mereka, nampaknya hal ini sudah berlangsung lama, pasti ini juga karena aku yang tidak ada di rum ah ini. Kesempatan mereka amat besar. Lalu kenapa aku tadi bisa terangsang...?? Ah persetan dengan itu, wajar saja kan , kalaupun itu bukan mama dan Jhoni tapi bila melakukan persetubuhan sepanas tad i, pastilah aku yang melihatnya akan terangang, akukan Cewek normal. Tapi bukan itu yang harus aku pusingkan. Besok saat mama kerja, aku akan minta keterangan s emuanya dari si Jhoni, hal ini nggak bisa dibiarkan berlanjut. Jhoni, Jhoni adik kecilku ini ternyata sudah menjadi lelaki yang jantan yang mengerti bagaimana m emperlakukan dan memuaskan Cewek........egh...Kontol nya juga besar dan panjang. ..gimana rasanya bila Kontol nya menyodok Memekku...Arghhh...kenapa jadi mikirin Kontol adikku, mana bisa begitu, dia kan adikku, masa aku bisa memikirkan kemal uan adikku di saat seperti ini. Sudah mendingan aku tidur dulu, percuma aku pusi ngkan sekarang, toh besok semuanya akan terjawab...... **** Pagi itu aku bangun terlambat, mama sudah berangkat kerja. Mama tidak terlalu ke tat untuk urusan sekolah, dari dulu kalau aku bolospun mama tidak marah dan mela rang, karena tahu nilai raportku selalu baik, jadi mama tidak terlalu khawatir. Masih terasa capek badanku akibat menggempur mama habis- habisan semalam. Heran, mama masih kuat saja untuk pergi kerja pagi ini, padahal kan mama yang punya Pe rusahaan, bisa santai dikit gitu....ups tapi nggak juga deh, kan mama bertanggun g jawab akan kelangsungan Perusahaan dan juga karyaJhonnya. Salut banget aku sam a mama. Aku bermalasan sebentar, tidak berapa lama aku bangun. Cuci muka dulu, la lu segera menuju meja makan, sarapan, lapar sih. Kulihat Mba Lisa sudah di sana, sudah mandi dan rapi, sedang membaca koran, kaya

knya sudah kelar sarapan, tinggal tersisa kopi instantnya yang belum habis. Kudi amkan saja, aku langsung mengambil roti dan membuka kulkas menuang susu, lalu du duk memulai sarapanku. Tidak berapa lama, aku selesai dan bengong, nggak ada keg iatan yang mendesak, jadi santai saja. Tak berapa lama Mba Lisa menutup koran da n menaruhnya di meja, lalu memandangku sekilas dan memulai percakapan. Nggak sekolah lagi Jhon.. Mba Lisa menanyakan dengan nada suara yang amat manis. Enggak..malas. Malas apa capek Jhon ? Capek kenapa Mba ? jawabku tertawa, mengira Mba Lisa sedang meledekku seperti bi asa. Capek ya capeklah Jhon ? Ah Jhoni nggak ngerti maksud Mba Lisa . Biar aku perjelas ya Jhon, maksudku kamu capek pasti kamu paham. Semalam ngapain kamu di kamar mama ? Suara Mba Lisa tiba berubah tegas dan dingin. Deg...jantungku seakan berhenti ber detak. Apa maksudnya, mungkinkah Mba Lisa tahu dan menyadari apa yang terjadi, n amun aku masih mencoba menjawab dengan santai dan ringan. Kan semalam aku tidur di kamarku, terus pas malam aku bangun kencing, mungkin ka rena kondisi mengantuk aku jadi masuk ke kamar mama. Kenapa sih, kan Mbak tahu a ku juga biasa tidur di kamar mama. Jawabku setenang dan semeyakinkan mungkin. Oh tidur. Benar hanya tidur Jhon..? Lha iyalah...Mba. Gini ya Jhon kukasih tahu, semalam aku susah tidur, jadi aku bermaksud mengambil buku di kamar mama untuk kubaca sampai ngantuk. Tapi saat aku ke sana aku lihat pintu kamar mama tidak tertutup rapat, karena nggak mau mengganggu, maka aku do rong pelan. Iya sih kamu sama mama lagi tidur. Tapi lucunya duanya bugil, dan gaya tidur kalian aneh sekali, masa sampai bergumul dengan hebatnya, sampai perlu ka mu memasukkan Kontol kamu ke Memek mama, itu namanya NgentOt Jhon, bukan tidur. Dan dari yang kulihat nampaknya kalian amat menikmatinya. dingin, tenang, sinis dan penuh hujaman sekali kata Mba Lisa . Duar..jantungku se perti ditembak pistol mendengarnya. Aku terdiam membisu. Wah...ribet nih, baru kali ini kudengar Mba Lisa mengucapka kata kotor, gimana nih ? Tak urung aku berpikir juga kalau sekarang Mbakk n kata u amat pintar mengelola kata katanya, ringan tapi kejam dan menghujam ke sasaran , hebat juga Mbak, baru kuliah psikologi sebentar, gayanya sudah pro banget...He i, hei stop bukan saatnya kagum, ada hal serius nih, Mba Lisa tahu dan melihat a pa yang terjadi semalam antara aku dan mama. Dan jelas sekali dia tidak suka dan tidak mau mentoleransi hal tersebut. Kayaknya sudah tidak bisa mengelak lagi, a ku harus terus terang dan menjelaskan semuanya supaya Mba Lisa paham. Ya sudah, Mbak sudah paham kan dengan apa yang Mbak lihat semalam ? Paham apanya, gampang amat kamu ngejawab hal itu Jhon. Ya memang segampang itu Mba, sederhana saja, aku dan mama memang melakukan hubun gan seks ! Kamu nggak punya otak ya Jhon, dia mama kamu, mana bisa kamu melakukan hal seper ti itu ? Bisa saja dan sudah terbukti kan, Mbak melihatnya sendiri kan ... Diam kamu, aku nggak peduli kalau kamu melakukannya dengan Cewek manapun yang ka mu suka. Tapi kenapa kamu harus melakukannya dengan mama ? karena kami melakukannya suka sama suka dan saling membutuhkan. Ah, kamu asal saja bicara, paling juga karena kamu yang masih muda Cuma mau memu askan nafsu bejat kamu, dan juga mama yang kegatelan..., kalian berdua sama gila nya Aku jadi emosi mendengar kata Mba Lisa barusan, segera saja aku berdiri. Jaga mulutmu Mba, jangan sekali kali kamu menghina mama, kamu nggak ngerti semua nya. Dalam satu hal kamu benar, aku nggak mau munafik, aku memang melakukan hal ini juga untuk kepuasanku. Namun Mbak harus paham, mama itu juga Cewek yang usia nya masih membutuhkan seks. Apa Mbak tahu mama itu sakit dan kecewa karena perce

raian dengan papa. Begitu sakit dan kecewanya, sehingga takut untuk menjalin hub ungan dengan lelaki lain. Hanya mencurahkan hidupnya setelah perceraian untuk me ncari nafkah dan mengurus kita, tidak peduli dengan kebutuhannya sendiri. Tapi Jhon... Diam dulu Mba, aku belum selesai bicara. Mba Lisa nggak tahu kan, mama juga butu h seks dalam hidupnya, apalagi sebagai Cewek di usianya sekarang, beda halnya ka lau mama sudah tua atau renta, mama masih muda, cantik, apa Mbak tidak bisa mema hami kalau mama memendam semua hasratnya ke dalam hatinya yang terdalam. Lalu ak u bisa mengetahui hal itu, Jujur memang aku tergoda dan amat terobsesi dengan ma ma, terserah apa penilaian Mbak. Akhirnya mama mulai bisa memuaskan kembali hasr atnya, dan mama merasa aman dan tidak takut akan sakit hati dan kecewa karena di a percaya ama aku. Kami saling menyayangi dan merasa tidak ada yang salah dengan hal ini. Jadi kuharap Mbak mau mengerti, dan satu hal yang pasti, cukup dengank u Mbak mempermasalahkan hal ini, jangan pernah Mbak mengusik mama sekalipun, aku akan marah sekali kalau Mbak melakukannya. Aku meluapkan semua emosiku. Mba Lisa langsung berdiri, diambilnya koran dan dil empar ke arahku sambil berteriak Kamu hanya mencari pembenaran saja atas perbuatan kalian. Segala macam alasan ya ng kamu katakan adalah omong kosong, dasar, kalian Cuma mencari kepuasan saja, m enggelikan sekali. Kamu dan mama sama gilanya. Dengan kesal kutarik dan kupegang lengan Mba Lisa dengan cepat dan keras, kudekatkan muMbau ke mukanya Jadi apa masalahnya. Terserah Mbak mau bilang apa, sudah pasti di manapun akan m enilai hal ini salah, tabu, tapi persetan. Kalau aku melakukannya dengan mama, i tu urusan kami, siapa yang rugi hah ? Siapa yang kami sakiti hah ? Kami punya al asan yang bisa kami terima satu sama lain. Bukan hanya untuk kepuasanku, tapi ak u juga merasa senang, karena mama juga bisa kembali bahagia dan bisa memenuhi ke butuhan seksnya tanpa perlu rasa takut dan kecewa. Mba Lisa segera menepis tanganku, dan langsung bergegas melangkah keluar, wajahn ya penuh kemarahan. Aku tidak berusaha mencegahnya. Tak lama terdengar suara mes in mobil dinyalakan dari garasi dan meninggalkan rumah, biar sajalah, paling dia menumpahkan kemarahannya sambil jalan ke luar. Daripada dia tetap di sini, yang ada kami akan terus berteriak dan berdebat. Kini aku duduk sendiri, kepalaku pu sing memikirkan pertengkaran kami barusan. Apa yang harus kulakukan, apa mama ha rus kuberitahu bahwa Mba Lisa sudah tahu hubungan kami. Ah, jangan, biar saja, t ak perlu menambah beban pikiran mama. Terserah sajalah, aku yakin Mbakku tidak a kan menanyakan hal ini ke mama, karena pada dasarnya Mbakku juga menyayangi dan mau mama bahagia, terlebih setelah perceraian. Mungkin saat ini Mba Lisa belum b isa memahami alasan yang melandasi hubungan kami, mungkin Mba Lisa hanya melihat dari segi seks dan birahinya saja, memang hakikatnya hubungan seks yang kami la kukan untuk mendapatkan kenikmatan dan kepuasan, tapi itu harus diletakkan pada sisi terpisa, ah...sudahlah, nanti pasti dia kan mengerti. Aku paham Mbakku. Lal u aku mandi dan kemudian menghabiskan waktu siang itu dengan membaca baca buku s ekolahku, iyalah biar aku tambah pintar.

Sorenya mama pulang, menanyakan ke mana Mbakku, kubilang saja, tadi keluar mungk in ke rumah temannya. Mungkin karena aku lagi pusing memikirkan masalah tadi, ak u tidak memanfaatkan ketiadaan Mba Lisa untuk menggarap mamaku. Mama masuk ke ka marnya, mungkin istirahat dan mau mandi. Sekitar jam 7 Mba Lisa pulang, wajahnya tampak biasa saja didepan mama, mengecup pipi mama dan mengucapkan salam, dan b icara seperti biasa dan tidak apa apa. Lalu masuk kamarnta, ganti baju terus man di. Nggak lama mama selesai memasak dan kami segera makan, namun Mba Lisa tampak dingin saja kepadaku. Kayaknya mama menangkap gelagat ini, dan menanyakan kepad a kami apakah kami sedang bertengkar, namun aku dan Mbak hanya berguamam singkat bahwa kami oke oke saja. Mamapun diam dan tidak bertanya lagi, biasalah namanya juga anak anak, ada kalanya suka bertengkar dan diam diaman, nanti juga baik la

gi. Malamnya aku juga tidak menggarap mamaku, aku sedang kehilangan mood, jadi t idur saja. Paginya mama berangkat kerja dan aku juga segera memacu ninjaku ke se kolah....suasana antara aku dan Mba Lisa masih dingin, tapi tak apalah yang pent ing Mba Lisa tidak menanyakan hal ini ke mama. Lisa kini sendirian di rumah. Duduk termenung di sofa, saat sendiri ini dia coba memikirkan dan mengolah semua hal yang terjadi antara mama dan adiknya. Mungkin saat sendiri dan tenang begini dia bisa memikirkannya dengan baik. Dia masih be lum bisa menerima hal ini. Saling membahagiakan apanya...kebutuhan mama apaan, m ereka bergumul dengan panasnya begitu kok, semua Cuma alasan, paling cuma memuas kan diri masing...huh dasar, lama dia memikirkan dengan kesal saat membayangkan b agaimana wajah mama dan adiknya yang penuh kepuasan dan birahi saat malam itu, t erasa agak sesak di dadanya. Tapi kemudian dia kembali memikirkan kata adiknya, dia coba kesampingkan urusan seksnya. Memang benar setelah bercerai mama tidak pernah terlihat satu kalipun berjalan a tau menjalin hubungan dengan pria manapun, semuanya dicurahkan untuk membesarkan aku dan Jhoni, untuk bekerja juga. Kalau untuk kecantikan dan menarik, Lisa pun mengakui dan juga mengagumi mamanya, mustahillah kalau ada pria yang tidak tert arik dan mencoba mendekati mamanya saat itu. Tapi nampaknya mamanya memang menol ak dan tidak pernah berusaha menjalin suatu hubunganpun. Kesampingkanlah faktor ekonomi, mama sangat mapan dan sukses, jadi mustahil mamanya menanti pria yang k aya, enggaklah enggak ini nggak masuk point yang harus kupikirkan. Dilihat dari umur mama masih belum tua, masih menarik, dan juga memang sebagai Cewek normal y ang matang pasti masih mempunyai gairah seks yang tinggi, dari sini sudah jelas, bukan masalah kecantikan atau mama merasa dirinya sudah tidak menarik. Lisa segera meluruskan duduknya, benar juga, si brengsek Jhoni ternyata bisa mem ahami hal tersebut, duh kenapa juga aku ini nggak bisa melihatnya, mungkin karen a aku jarang di rumah ini. Lama Lisa terdiam, mencoba menyimpulkan dari sudut pa ndang lain. Si Jhoni sih nggak bisa bohong, pasti dia melakukan ini karena meman g mama cantik dan seksi, terang saja dia bisa nafsu...eit tunggu dulu waktu itu kan dia bilang memang dia tergoda dan terobsesi sama mama...Lisa kembali mencoba mengingat, lalu ia ingat sebuah artikel ilmiah yang pernah dibacanya, bahwa ana k laki memang memiliki kecenderungan yang tinggi untuk mengagumi, mengidolakan d an juga berimajinasi akan ibunya. Pada satu sisi mungkin akan menjadi obsesi. Ju ga kan memang terbukti dengan adanya yang namanya sindrom Oedipus Compleks. Apalagi Jhoni dan juga aku memang sayang sekali sama mama. Ditambah usia Jhoni m emang sedang memasuki usia remaja yangrasa ingn tahunya tentang seks dan Cewek a mat tinggi. Mama yang cantik dan seksi tersebut pasti menjadi obsesinya. Apalagi memang lebih banyak hanya ada dia dan mama di rumah ini. Menarik juga melihat i ni dari sudut pandang ilmiah pikir Lisa . Kemudian faktor mama, benar dari alasan yang kupikirkan tadi, nampaknya mama mem ang tajut untuk menjalin hubungan dengan pria lain, mungkin mama takut sakit hat i dan kecewa, oh bodoh banget aku nggak menyadari mama yang memendam luka hatiny a. Akhirnya semua faktor itu bertemu dan menjadi satu, Dari sisi Jhoni memang te robsesi dengan mama dan Jhoni yang juga sedang dalam kondisi seks remajanya yang lagi tinggi-tingginya, dari sisi mama yang masih mempunyai rasa takut dan kecew a tapi juga masih memendam hasrat seks yang tinggi pula, saling bertemu, dan mam a merasa aman dan nyaman. Kalau kuingat ekspresi mama yang bahagia saat kulihat malam itu yah memang benar. Walau mungkin orang menilai salah, tapi sebaliknya b agi mereka berdua hal itu tidak menjadi masalah, karena keduanya saling membutuh kan dan melengkapi, bagi mereka tidak ada pihak yang dirugikan, seks memang untu

k dinikmati dan mencapai kenikmatan, walau alasan seks Jhoni dan alasan seks mam a berbeda namun saat berpadu akan klop, karena mama dan Jhoni saling membutuhkan , saling melengkapi, juga melakukannya karena mereka berdua merasa bahagia dan n yaman, makanya terasa menggelora dan indah bagi mereka berdua. Lisa pun tersenyum, nampaknya kini dia bisa berdamai dengan pikirannya dan mulai bisa menerima kondisi yang ada secara logis. Kini ia sudah membulatkan pikiran dan hatinya untuk menerima dan memahami hubungan yang terjadi antara mama dan Jh oni . Lisa menyayangi keduanya, dan mau mereka bahagia. Hmmm dasar si Jhoni tern yata dia nggak asal ngomong ya, salahku juga saat itu emosi, mungkin terlalu kag et dan terlalu melihat hal ini dari sisi pandang umum tanpa mencoba memahami ala san Jhoni dan mama. Nanti aku perlu minta maaf sama si Jhoni . Sekarang sudah be res masalah ini....lalu Lisa tersenyum nakal, tapi sekarang saatnya aku memikirk an bagian tubuh si Jhoni yang menarik itu, susah dilupakan sejak aku melihatnya, gimana rasanya Memekku bila disodok perMbaasnya yang besar itu....... Siangnya Jhoni pulang, didapati rumah sepi, namun mobil ada di garasi, lalu ia m elihat ke kamar Mbaknya, nampak Mbaknya sedang tidur pulas, Wooowww...Mbaknya ti dur memakai baju tidur santai yang tipis, nampak Kutang dan CelanaDalem yang mem bayang jelas di baliknya. Sudah biasa Jhoni melihat mama dan Mbaknya mengenakan baju tidur atau daster tipis dan mini. Dasar Mba Lisa, asal banget sih. Lalu ia berjalan ke kamarnya, ganti baju, dan ke kamar mandi bersih. Sesaat ia menuju ke meja makan, dilihat ada spagheti di sana, dan selembar kertas bertuliskan Makan Yang Banyak Yah..Adikku Sayang, Hmmm pasti Mba Lisa, mungkin ia sudah nggak mara h tapi masih sungkan bicara. Mudah ia sudah mengerti. Ia pun segera melahapnya. K elar makan Jhoni pun menyalakan TV dan menonton acara musik. Dia sengaja tidak m au membangunkan Mbaknya, mungkin Mbak capek. Sejam kemudian terdengar suara Mbak nya memanggil dari kamar. Jhoni pun segera mematikan TV dan masuk ke kamar Mbaknya, dilihatnya Mba Lisa se dang duduk di tempat tidur, lalu menyuruhku duduk di sampingnya. Tonjolan tetek besar yang montok yang terbungkus Kutang nya terpampang jelas di balik baju tidu r tipis. Samar terlihat putingnya. Jhon kamu sudah pulang ? Sini sebentar dong, Mba Lisa mau ngomong penting sama k amu. Iya Mba sudah pulang dari tadi, makasih ya sudah dimasakin, mau ngomong apa ? Tentang masalah kemarin..., deg Jhoni agak menegang, siap mendengar Mbaknya. Memang kenapa Mba ? Mau marah lagi ? Duh kamu...dengar dulu dong Mbak bicara... Iya...iya...silahkan Mbak bicara Mbak sudah berpikir, memang awalnya Mbak kaget dan shock, mungkin karena dalam k eadaan marah dan emosi, Mbak tidak bisa menerima penjelasan kamu, namun setelah agak tenang Mbak bisa memikirkan semuanya satu persatu. Alasan kamu bisa Mbak te rima dan pahami. Mbak melihat hal ini juga dari segi kebahagiaan mama, memang Mb ak harus akui mama memang kini nampak jauh berbahagia dan lebih ceria wajahnya. Jadi teruskanlah saja hubungan itu...Mbak akan bersikap seakan tidak tahu saja d i depan mama. Maafkan Mbak kemarin emosi dan marah sama kamu. Mba Lisa lalu mendekat dan mencium pipiku, kemudian kembali duduk. Aku yang dari tadi diam mendengarkan, terus terang rada terkejut dengan cepatnya Mba Lisa mem ahami hal ini, dan tidak bisa memikirkan banyak hal lagi, segera menjawab.. Jhoni juga minta maaf kemarin marah juga ke Mbak. Mba, makasih yah Mbak sudah me mahami, sungguh Jhoni dan mama bahagia dengan hubungan yang sedang kami lakukan ini. Kalau kagak ada lagi yang mau dibicarakan, Jhoni mau nonton TV lagi yah... Hei..siapa bilang sudah selesai, Mbak bilang Mbak setuju dan memahami, tapi Mbak belum kelar menyampaikan semuanya. Mba Lisa mulai lagi kembali ke gaya bawel bi n ceriwisnya. Lho masih ada lagi, apaan sih ?

Seperti kata Mbak, untuk permasalahan sudah beres, dipahami dan dimengerti oleh Mbak, tapi ada bagian tubuhku yang belum beres....itu jadi syarat mutlak dariku biar semua beres Nggak ngerti aku, sudah ngomong yang jelas saja deh...sok misterius amat sih Mba k..! Oke...Mbak kasih tahu ya, Memek Mbak belum beres nih....jadi kamu juga harus bik in Mbak dan Memeknya bahagia dan puas seperti yang kamu lakukan ke mama...ayo en totin aku ! Apa...!!!!!! kaget benar aku mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Mbakku Nggak...nggak...No Way Mba. Lagian kenapa harus begitu syaratnya ? Hei dasar bandit cilik, apa kamu pikir Mbak kagak kepikiran melihat Kontol kamu yang besar dan panjang itu. Biar gimanapun aku Cewek, pasti terangsang melihat p anasnya pergumulan kalian semalam. Kalau mama saja sampai merasa nikmat begitu, Mbak juga mau dong...!!! Tapi itu kan lain lagian mana mungkin..aku aku .?? suaraku terbata bata. Sama mama saja kamu bisa, kenapa denganku tidak Jhon...?? Eng...eng...anu...aa...ya pokoknya nggak bisa Mba. Mama lain sama Mbak.. Lain apanya, mama punya tetek besar juga punya Memek yang bisa dimasuki, aku jug a sama kan.. Apa Mbak kurang menarik buat kamu dibanding mama,Jhon...??? Mba Lisa lalu berdiri dan melepas baju tidurnya secara perlahan dengan gerakan s angat erotis. Kini berdiri dengan posisi sangat mengundang, hanya mengenakan Kut ang dan Celana Dalem yang ketat saja. Teteknya yang juga besar serasa sesak dala m Kutang berendanya, Nampak samar puting susunya, lalu kulihat Celana Dalem nya, nampak tebal sekali, dari sela sela terlihat beberapa helai rambut kemaluan men yembul keluar dari pinggiran Celana Dalem nya. Glek...aku meneguk ludahku, Konto l ku spontan mengeras. Wah bablas deh....kalau ceritanya sudah kayak gini, apa b oleh buat. Aku kan lelaki normal, di depanku berdiri seorang Cewek cantik dengan tubuh montok dan menggiurkan, walau sulit namun aku sudah mencoba semaksimal mu ngkin menolaknya, tapi dia terus menantang dan meminta untuk di Entot, nggak luc u banget kalau aku mundur. Well, Que Sera Sera, yang harus terjadi terjadilah... .nggak bisa mundur lagi...nggak bisa nolak lagi... Segera saja aku kutarik Mba Lisa ke arahku, kududukkan ke pangkuanku, mula aku me ncium ringan bibirnya, tanganku dengan lincah meremas teteknya yang masih dibalut Kutang, rasanya agak lebih keras dari tetek mama, namun sama enak diremas kok. S esekali tanganku menyusup ke balik KUTANGnya, memilin puting susunya yang besar d an tegang. Tanganku yang satu lagi mulai menari mengelus permukaan Celana dalem n ya, terasa penuh dan tebal. Kuusap wilayah pangkal pahanya, ketika tanganku masuk ke dalam celana dalam nya terasa rambut kemaluan yang lebat pula...wah sesuai s eleraku, dan ketika jariku menyentuh Memeknya, kurasakan tonjolan yang agak besa r...ho..ho itil Mba Lisa rupanya berukuran agak besar dan terletak agak keluar, segera saja kumainkan itil tersebut dengan jariku, ciuman Mba Lisa pun mulai mem anas. Tangan Mba Lisa pun tak tinggal diam mengurut Kontol ku yang masih ada di balik c elana, cukup lama kami berposisi seperti ini, Memek Mba Lisa sudah terasa basah. Lalu kusuruh Mba Lisa berdiri menghadapku, kulepaskan Kutangnya, nampak indah s ekali tetek besarnya menggelantung, Di tengahnya terdapat puting susu yang besar dan keras berwarna kemerahan dikelilingi lingkaran kecoklatan yang rada luas di sekelilingnya. Aku terpaku terpesona, lalu tanganku membuka Celana Dalam nya, a lamak...lebatnya jembut kemaluan Mba Lisa, namun yang mempesona adalah beda deng an rambut kemaluan mama yang berwarna hitam pekat, rambut kemaluan Mba Lisa berw arna hitam agak kecoklatan kontras dengan belahan Memeknya yang berwarna merah j ambu, kulihat itilnya memang agak besar dan menonjol keluar, bakalan enak untuk dimainin sama kidahku. Aku diam beberapa saat mengagumi keindahan tubuh Mba Lisa .

Kurasakan Kontol ku sudah keras sekali, sesak banget di balik celana, meronta mi nta dibebaskan, segera saja kubuka kaosku dan celanaku, Swiiinggg...Kontol kupun mengacung dengan perkasa dan anggun, klihat mata Mba Lisa terbelalak melihatnya dan menelan ludahnya, segera saja kutarik tangannya dan kubaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sebelum memulainya aku menanyakannya sebentar.. Mba Lisa ...ummm maaf ya, tapi Mbak sudah pernah begituan sebelumnya ? Tanyaku c anggung. Aduh Jhon...Jhon, kalau aku belum pernah, mana berani aku nantangin kamu dan Kon tol mu itu. Ada saja kamu, oh iya kamu nanti nggak usah takut, keluarin saja di d alam, aku minum pil KB secara rutin kok. Tidak terlalu kaget sebenarnya aku, mengetahui Mba Lisa sudah tidak Perawan lagi , dengan siapa yah dia melakukannya....Hoi..hoi stop dong mikirnya, situasi enak begini kok masih mikir terus...ayo balik lagi ke rejeki yang sudah pasrah di de panmu. Aku segera memulai permainan ini, Mba Lisa terlntang dengan pasrahnya, kali ini aku mulai dari wilayah Memeknya, karena aku penasaran banget sama itil Mba Lisa yang menojol besar itu. Mula mula kuciumi perutnya, lalu menjilati rambut kemalu annya yang berwarna agak kecoklatan, tak lama aku arahkan mulut dan lidahku ke b awah sedikit, terdiam sebentar menatap keindahan Memek Mba Lisa yang tebal dan k emerahan, kusapukan lidahku dengan rakus pada permukaan Memeknya, kusodok lubang Memeknya dengan ujung lidahku, puas, aku mulai menuju itilnya yang membuatku pen asaran, kali ini kumainkan dulu dengan menjepit dan mengelusnya dengan jari telun juk dan jempolku, nampak badannya bergetar penuh kenikmatan, lidahku mulai berak si, kujilat ke kiri kanan, atas bawah, sekali kugigit dengan lembut dan penuh ras a gemas, kuemut perlahan dengan mulutku, nampak sekali Mba Lisa merasa serrrr ser rrr an saat itilnya kumainkan, sengaja aku lama bermain dengan itilnya, karena t erus terang saja aku menyuka bentuknya yang menonjol keluar dan besar itu, amat pas dan enak dimainkan oleh lidahku....Tidak berapa lama, Memek Mba Lisa tampak basah sekali dan desahan serta geliat badannya semakin liar, nampaknya orgsmenya sudah dekat, kupercepat jilatan lidahku pada iilnya, dan dengan satu desahan ni kmat yang sangat erotis terdengar, Mba Lisa merayakan orgasme perdananya dari di riku. Terasa hangat dan agak asin di mulutku. Akupun segera menaikkan badanku, kali ini aku lahap tetek besarnya yang montok i tu dengan buas, lidahku dengan professionalnya memainkan puting susunya, tangan Mba Lisa pun kini tidak mau tinggal diam, ia mulai meraih Kontol ku,diremas rema s lebut sambil dikocok kocok, ugh...lembut sekali tangan Mba Lisa . Makin ganas saja aku melumat teteknya. Jhon....sabar dikit dong, jangan nafsu gitu ah, aku kewalahan nih. Habis tubuh Mbak amatlah berbahaya...bagi jiwa dan Kontol ku, terlalu nafsuin. Huh...dasar, sempat sempatnya merayu, sini dekatin Kontol kamu. Tanpa pakai lama segera kudekatkan Kontol ku ke arah mulutnya, Mba Lisa diam sej enak, mengagumi sepenuh hati, lalu lidahnya mulai bergerak, mula mula hanya menj ilati secara perlahan kepala Kontol ku, tangannya mengelus dan meremas lembut bi ji Pelir ku. Lalu lidahnya makin bergerak cepat menjilat batng Kontol ku, memain kan dan menggelitik titik titik sensitif di Kontol ku dengan lidahnya, perlahan tapi pasti mulutnya mulai mengulum Kontol ku, dihisap dan diemut emutnya. Memang kalau aku bandingkan, untuk urusan Oral, mama lebih hebat, Mba Lisa masih kalah jam terbang, aku tidak mau bilang tidak ahli, tapi kalah jam terbang, karena ka lau jam terbangnya sudah tinggi, pasti bisa seenak Oralnya mama. Namun permainan lidah Mba Lisa jauh lebih enak dari mama, lidahnya bergerak teru s tanpa henti, dan benar benar mampu menggelitik Kontol ku dengan nikmat. Aku han

ya mampu mendesah dan meremas rambutnya saja. Lidahnya menyapu seluru Kontol ku d engan sangat agresif. Matanya terus menatap mataku saat melakukan oral, membuat makin nafsu saja pada diriku. Tidak berapa lama Mba Lisa sudah nggak tahan untuk merasakan Memeknya dimasuki sama Kontol ku. Dia segera memposisikan pinggulnya di atas Kontol ku wajahnya menghadap ke arahku yang sedang berbaring. Perlahan di turunkan pinggulnya, lubang Memeknya dia lebarkan dengan menariknya sedikit deng an jarinya, kepala Kontol kupun mulai memasuki lubangnya, agak sulit sedikit, kar ena lubangnya masih agak sempit, setelah berusaha dengan telaten, Kontol ku mula i masuk, pelan tapi pasti, kulihat badannya agak bergetar saat akhirnya Kontol k u benar sudah masuk seluruhnya ke dalam lubang Memeknya.

Kegilaan di Lift Kampus Kegilaan di Lift Kampus Pengalamanku yang satu ini terjadi ketika masih kuliah semester empat, kira-kira empat tahun yang lalu. Waktu itu aku harus mengambil sebuah mata kuliah umum ya ng belum kuambil, yaitu kewiraan. Kebetulan waktu itu aku kebagian kelas dengan fakultas sipil, agak jauh dari gedung fakultasku, di sana mahasiswanya mayoritas cowok pribumi, ceweknya cuma enam orang termasuk aku. Tak heran aku sering menj adi pusat perhatian cowok-cowok di sana, beberapa bahkan sering curi-curi pandan g mengintip tubuhku kalau aku sedang memakai pakaian yang menggoda, aku sih suda h terbiasa dengan tatapan-tatapan liar seperti ini, terlebih lagi aku juga cende rung eksibisionis, jadi aku sih cuek-cuek aja. Hari itu mata kuliah yang bersangkutan ada kuliah tambahan karena dosennya beber apa kali tidak masuk akibat sibuk dengan kuliah S3-nya. Kuliah diadakan pada jam lima sore. Seperti biasa kalau kuliah tambahan pada jam-jam seperti ini waktuny a lebih cepat, satu jam saja sudah bubar. Namun bagaimanapun saat itu langit sud ah gelap hingga di kampus hampir tidak ada lagi mahasiswa yang nongkrong. Keluar dari kelas aku terlebih dulu ke toilet yang hanya berjarak empat ruangan dari kelas ini untuk buang air kecil sejenak, serem juga nih sendirian di WC kam pus malam-malam begini, tapi aku segera menepis segala bayangan menakutkan itu. Setelah cuci tangan aku buru-buru keluar menuju lift (di tingkat lima). Ketika m enunggu lift aku terkejut karena ada yang menyapa dari belakang. Ternyata mereka adalah tiga orang mahasiswa yang juga sekelas denganku tadi, yang tadi menyapak u aku tahu orangnya karena pernah duduk di sebelahku dan mengobrol sewaktu kulia h, namanya Adi, tubuhnya kurus tinggi dan berambut jabrik, mukanya jauh dari tam pan dengan bibir tebal dan mata besar. Sedangkan yang dua lagi aku tidak ingat n amanya, cuma tahu tampang, belakangan aku tahu yang rambutnya gondrong dikuncir itu namanya Syaiful dan satunya lagi yang mukanya mirip Arab itu namanya Rois, t ubuhnya lebih berisi dan kekar dibandingkan Adi dan Syaiful yang lebih mirip pem akai narkoba. Kok baru turun sekarang Ci? sapa Adi berbasa-basi. Abis dari WC, lu orang juga ngapain dulu? jawabku. Biasalah, ngerokok dulu bentar jawabnya. Lift terbuka dan kami masuk bersama, mereka berdiri mengelilingiku seperti menge pungku hingga jantungku jadi deg-degan merasakan mata mereka memperhatikan tubuh ku yang terbungkus rok putih dari bahan katun yang menggantung di atas lutut ser ta kaos pink dengan aksen putih tanpa lengan. Walau demikian, terus terang gaira hku terpicu juga dengan suasana di ruangan kecil dan dengan dikelilingi para pri a seperti ini hingga rasa panas mulai menjalari tubuhku. Langsung pulang Ci? tanya Syaiful yang berdiri di sebelah kiriku. Hemm jawabku singkat dengan anggukan kepala. Jadi udah gak ada kegiatan apa-apa lagi dong setelah ini? si Adi menimpali. Ya gitulah, paling nonton di rumah jawabku lagi. Wah kebetulan.. Kalo gitu lu ada waktu sebentar buat kita dong! sahut Syaiful. Eh.. Buat apa? tanyaku lagi. Sebelum ada jawaban, aku telah dikagetkan oleh sepasang tangan yang memelukku da

ri belakang dan seperti sudah diberi aba-aba, Rois yang berdiri dekat tombol lif t menekan sebuah tombol sehingga lift yang sedang menuju tingkat dua itu terhent i. Tas jinjingku sampai terlepas dari tanganku karena terkejut. Heh.. Ngapain lu orang? ujarku panik dengan sedikit rontaan. Hehehe.. Ayolah Ci, having fun dikit kenapa? Stress kan, kuliah seharian gini! uca p Adi yang mendekapku dengan nafas menderu. Iya Ci, di sipil kan gersang cewek nih, jarang ada cewek kaya lo gini, lu bantu h ibur kita dong timpal Rois. Srr.. Sesosok tangan menggerayang masuk ke dalam rok miniku. Aku tersentak ketik a tangan itu menjamah pangkal pahaku lalu mulai menggosok-gosoknya dari luar. Eengghh.. Kurang ajar! ujarku lemah. Aku sendiri sebenarnya menginginkannya, namun aku tetap berpura-pura jual mahal untuk menaikkan derajatku di depan mereka. Mereka menyeringai mesum menikmati ekpresi wajahku yang telah terangsang. Rambut ku yang dikuncir memudahkan Adi menciumi leher, telinga dan tengkukku dengan gan as sehingga birahiku naik dengan cepat. Rois yang tadinya cuma meremasi dadaku d ari luar kini mulai menyingkap kaosku lalu cup bra-ku yang kanan dia turunkan, m aka menyembullah payudara kananku yang nampak lebih mencuat karena masih disangg a bra. Diletakkannya telapak tangannya di sana dan meremasnya pelan, kemudian ke palanya mulai merunduk dan lidahnya kurasakan menyentuh putingku. Sambil menyusu, tangannya aktif mengelusi paha mulusku. Tanpa kusadari, celana d alamku kini telah merosot hingga ke lutut, pantat dan kemaluanku terbuka sudah. Jari-jari Syaiful sudah memasuki vaginaku dan menggelitik bagian dalamnya. Tubuh ku menggelinjang dan mendesah saat jarinya menemukan klitorisku dan menggesek-ge sekkan jarinya pada daging kecil itu. Aku merasakan sensasi geli yang luar biasa sehingga pahaku merapat mengapit tang an Syaiful. Rasa geli itu juga kurasakan pada telingaku yang sedang dijilati Adi , hembusan nafasnya membuat bulu kudukku merinding. Tangannya menjalar ke dadaku dan mengeluarkan payudaraku yang satu lagi. Diremasinya payudara itu dan puting nya dipilin-pilin, kadang dipencet atau digesek-gesekkan dengan jarinya hingga m enyebabkan benda itu semakin membengkak. Tubuhku serasa lemas tak berdaya, pasra h membiarkan mereka menjarah tubuhku. Melihatku semakin pasrah, mereka semakin menjadi-jadi. Kini Rois memagut bibirku , bibir tebal itu menyedot-nyedot bibirku yang mungil, lidahnya masuk ke mulutku dan menjilati rongga di dalamnya, kubalas dengan menggerakkan lidahku sehingga lidah kami saling jilat, saling hisap, sementara tangannya sudah meremas bongkah an pantatku, kadang jari-jarinya menekan anusku. Tonjolan keras di balik celana Adi terasa menekan pantatku. Secara refleks aku menggerakkan tanganku ke belakan g dan meraba-raba tonjolan yang masih terbungkus celana itu. Payudara kananku yang sudah ditinggalkan Rois jadi basah dan meninggalkan bekas gigitan kini beralih ke tangan Adi, dia kelihatan senang sekali memainkan puting ku yang sensitif, setiap kali dia pencet benda itu dengan agak keras tubuhku men ggelinjang disertai desahan. Si Syaiful malah sudah membuka celananya dan mengel uarkan penisnya yang sudah tegang. Masih sambil berciuman, kugerakkan mataku mem perhatikan miliknya yang panjang dan berwarna gelap tapi diameternya tidak besar , ya sesuailah dengan badannya yang kerempeng itu. Diraihnya tanganku yang sedang meraba selangkangan Adi ke penisnya, kugenggam be nda itu dan kurasakan getarannya, satu genggamanku tidak cukup menyelubungi bend a itu, jadi ukurannya kira-kira dua genggaman tanganku. Ini aja Ci, burung gua kedinginan nih, tolong hangatin dong! pintanya. Ahh.. Eemmhh! desahku sambil mengambil udara begitu Rois melepas cumbuannya. Gua juga mau dong, udah gak tahan nih! ujar Rois sambil membuka celananya. Wow, sepertinya dia memang ada darah Arab, soalnya ukurannya bisa dibilang menak jubkan, panjang sih tidak beda jauh dari Syaiful tapi yang ini lebih berurat dan lebar, dengan ujungnya yang disunat hingga menyerupai helm tentara. Jantungku j adi tambah berdegup membayangkan akan ditusuk olehnya, berani taruhan punya si A di juga pasti kalah darinya. Adi melepaskan dekapannya padaku untuk membuka celana, saat itu Rois menekan bah uku dan memintaku berlutut. Aku pun berlutut karena kakiku memang sudah lemas, k edua penis tersebut bagaikan pistol yang ditodongkan padaku, tidak.. bukan dua, sekarang malah tiga, karena Adi juga sudah mengeluarkan miliknya. Benar kan, mil

ik Rois memang paling besar di antara ketiganya, disusul Adi yang lebih berisi d aripada Syaiful. Mereka bertiga berdiri mengelilingiku dengan senjata yang menga rah ke wajahku. Ayo Ci, jilat, siapa dulu yang mau lu servis Yang gua aja dulu Ci, dijamin gue banget! Ini aja dulu Ci, gua punya lebih gede, pasti puas deh! Demikian mereka saling menawarkan penisnya untuk mendapat servis dariku seperti sedang kampanye saja, mereka menepuk-nepuk miliknya pada wajah, hidung, dan bibi rku sampai aku kewalahan menentukan pilihan. Aduh.. Iya-iya sabar dong, semua pasti kebagian.. Kalo gini terus gua juga bingun g dong! kataku sewot sambil menepis senjata mereka dari mukaku. Wah.. Marah nih, ya udah kita biarin Citra yang milih aja, demokratis kan? kata Sy aiful. Setelah kutimbang-timbang, tangan kiriku meraih penis Syaiful dan yang kanan mer aih milik Rois lalu memasukkannya pelan-pelan ke mulut. Weh.. Sialan lu, gua cuma kebagian tangannya aja! gerutu Syaiful pada Rois yang ha nya ditanggapinya dengan nyengir tanda kemenangan. Wah gua kok gak diservis Ci, gimana sih! Adi protes karena merasa diabaikan olehku . Sebenarnya bukan mengabaikan, tapi aku harus memakai tangan kananku untuk menunt un penis Rois ke mulutku, setelah itu barulah kugerakkan tanganku meraih penis A di untuk menenangkannya. Kini tiga penis kukocok sekaligus, dua dengan tangan, s atu dengan mulut. Lima belas menit lewat sudah, aku ganti mengoral Adi dan Rois kini menerima tang anku. Tak lama kemudian, Syaiful yang ingin mendapat kenikmatan lebih dalam mele paskan kocokanku dan pindah berlutut di belakangku. Kaitan bra-ku dibukanya sehi ngga bra tanpa tali pundak itu terlepas, begitu juga celana dalam hitamku yang m asih tersangkut di kaki ditariknya lepas. Lima menit kemudian tangannya menggera yangi payudara dan vaginaku sambil menjilati leherku dengan lidahnya yang panas dan kasar. Pantatku dia angkat sedikit sampai agak menungging. Kemudian aku menggeliat ketika kurasakan hangat pada liang vaginaku. Penis Syaif ul telah menyentuh vaginaku yang basah, dia tidak memasukkan semuanya, cuma seba gian dari kepalanya saja yang digeseknya pada bibir vaginaku sehingga menimbulka n sensasi geli saat kepalanya menyentuh klitorisku. Uhh.. Nakal yah lu! kataku sambil menengok ke belakang. Aahh..! jeritku kecil karena selesai berkata demikian Syaiful mendorong pinggulnya ke depan sampai penis itu amblas dalam vaginaku. Dengan tangan mencengkeram payudaraku, dia mulai menggenjot tubuhku, penisnya be rgesekan dengan dinding vaginaku yang bergerinjal-gerinjal. Aku tidak bisa tidak mengerang setiap kali dia menyodokku. Hei Ci, yang gua jangan ditinggalin nih sahut Adi seraya menjejalkan penisnya ke m ulutku sekaligus meredam eranganku. Aku semakin bersemangat mengoral penis Adi sambil menikmati sodokan-sodokan Syai ful, penis itu kuhisap kuat, sesekali lidahku menjilati helm nya. Jurusku ini membu at Adi blingsatan tak karuan sampai dia menekan-nekan kepalaku ke selangkanganny a. Kocokanku terhadap Rois juga semakin dahsyat hingga desahan ketiga pria ini m emenuhi ruangan lift. Teknik oralku dengan cepat mengirim Adi ke puncak, penisnya seperti membengkak d an berdenyut-denyut, dia mengerang dan meremas rambutku.. Oohh.. Anjing.. Ngecret nih gua!! Muncratlah cairan kental itu di mulutku yang langsung kujilati dengan rakusnya. Keluarnya banyak sekali sehingga aku harus buru-buru menelannya agar tidak tumpa h. Setelah lepas dari mulutku pun aku masih menjilati sisa sperma pada batangnya . Rois memintaku agar menurunkan frekuensi kocokanku. Gak usah buru-buru.. demikian katanya. Cepetan Ful, kita juga mau ngerasain memeknya, kebelet nih! kata Rois pada Syaiful . Sabar jek.. Uuhh.. Nanggung dikit lagi.. Eemmhh! jawab Syaiful dengan terengah-eng ah.

Genjotan Syaiful semakin kencang, nafasnya pun semakin memburu menandakan bahwa dia akan orgasme. Kami mengatur tempo genjotan agar bisa keluar bersama. Uhh.. Uhh.. Udah mau Ci, boleh di dalam gak? tanyanya. Jangan.. gue lagi subur.. Ah.. Aahh!! desahku bersamaan dengan klimaks yang menerp a. Hei, jangan sembarangan buang peju, ntar gua mana bisa jilatin memeknya! tegur Adi . Syaiful menyusul tak sampai semenit kemudian dengan meremas kencang payudaraku h ingga membuatku merintih, kemudian dia mencabut penisnya dan menumpahkan isinya ke punggungku. Ok, next please Syaiful mempersilakan giliran berikut. Adi langsung menyambut tubuhku dan memapahku berdiri. Disandarkannya punggungku pada dinding lift lalu dia mencium bibirku dengan lembut sambil tangannya menelu suri lekuk-lekuk tubuhku, kami ber-french kiss dengan panasnya. Serangan Adi mul ai turun ke payudaraku, tapi cuma dia kulum sebentar, lalu dia turun lagi hingga berjongkok di depan vaginaku. Gesper dan resleting rokku dia lucuti hingga rok itu merosot jatuh. Dia menatap dan mengendusi vaginaku yang tertutup rambut leba t itu, tangan kanannya mulai mengelusi kemaluanku sambil mengangkat paha kiriku ke bahunya. Jari-jarinya mengorek liang vaginaku hingga mengenai klitoris dan Gspotku. Sshh.. Di.. Oohh.. Aahh!! desisku sambil meremas rambutnya ketika lidahnya mulai m enyentuh bibir vaginaku. Aku mengigit-gigit bibir menikmati jilatan Adi pada vaginaku, lidahnya bergerakgerak seperti ular di dalam vaginaku, daging kecil sensitifku juga tidak luput d ari sapuan lidah itu, kadang diselingi dengan hisapan. Hal ini membuat tubuhku m enggeliat-geliat, mataku terpejam menghayati permainan ini. Tiba-tiba kurasakan sebuah gigitan pelan pada puting kiriku, mataku membuka dan menemukan kepala Sya iful sudah menempel di sana sedang mengenyot payudaraku. Rois berdiri di sebelah kananku sambil meremas payudaraku yang satunya. Ci, toked lu gede banget sih, ukuran BH-nya berapa nih? tanyanya. Eenngghh.. Gua 34B.. Mmhh! jawabku sambil mendesah. Udah ada pacar lo Ci? tanyanya lagi. Aku hanya menggeleng dengan badan makin menggeliat karena saat itu lidah Adi den gan liar menyentil-nyentil klitorisku. Sensasi ini ditambah lagi dengan Rois yan g menyapukan lidahnya yang tebal ke leher jenjangku dan mengelusi pantatku. Sebe lum sempat mencapai klimaks, Adi berhenti menjilat vaginaku. Dia mulai berdiri d an menyuruh kedua temannya menyingkir dulu. Minggir dulu jek.. Gua mo nyoblos nih! Walah.. Nih toked jadi bau jigong lu gini Ful! omelnya pada Syaiful yang hanya ditanggapi dengan seringainya yang mirip kud a nyengir. Paha kiriku diangkat hingga pinggang, lalu dia menempelkan kepala penisnya pada bibir vaginaku dan mendorongnya masuk perlahan-lahan. Ooh.. Di.. Aahh.. Ahh! desahku dengan memeluk erat tubuhnya saat dia melakukan pen etrasi. Aakkhh.. Yahud banget memek lu Ci.. Seret-seret basah! Kemudian Adi mulai memompa tubuhku, rasanya sungguh sulit dilukiskan. Penis koko h itu menyodok-nyodokku dengan brutal sampai tubuhku terlonjak-lonjak, keringat yang bercucuran di tubuhku membasahi dinding lift di belakangku. Eranganku kadan g teredam oleh lumatan bibirnya terhadapku. Senjatanya keluar-masuk berkali-kali hingga membuat mataku merem-melek merasakan sodokan yang nikmat itu. Aku pun ik ut maju mundur merespons serangannya. Saat itu kedua temannya hanya menonton sam bil memegangi senjata masing-masing, mereka juga menyoraki Adi yang sedang mengg enjotku seolah memberi semangat. Sementara dia berpacu di antara kedua pahaku, aku mulai merasakan klimaks yang a kan kembali menerpa. Tubuhku bergetar hebat, pelukanku terhadapnya juga semakin erat. Akhirnya keluarlah desahan panjang dari mulutku bersamaan dengan melelehny a cairan kewanitaanku lebih banyak daripada sebelumnya. Namun dia masih berseman gat menggenjotku, bahkan bertambah kencang dan bertenaga, nafasnya yang menderuderu menerpa wajahku.

Uuhh.. Uuh.. Ci.. Yeeahh.. Hampir! geramnya di dekat wajahku. Tubuhnya berkelojotan diiringi desahan panjang, kemudian ditariknya penisnya lep as dari vaginaku dan menyemprotlah isinya di perutku. Dia pun lalu ambruk ke dep anku sambil memagut bibirku mesra. Karena Adi melepaskan pegangannya terhadapku, pelan-pelan tubuhku merosot hingga terduduk bagai tak bertulang, begitu pun den gannya yang bersandar di lift dengan nafas ngos-ngosan. Aku meminta Syaiful meng ambilkan tissue dari tasku, aku lalu menyeka keringat di keningku juga ceceran s perma pada perutku sambil menjilat jari-jariku untuk mendapatkan ceceran sperma itu. Hingga kini pakaian yang masih tersisa di tubuhku cuma sepatu dan kaos yang telah tergulung ke atas. Tenggang waktu ke babak berikutnya kurang dari lima menit, Rois setelah meminta ijin dahulu, memegangi kedua pergelangan kakiku dan membentangkannya. Ditatapnya sebentar lubang merah merekah di tengah bulu-bulu hitam itu, kedua temannya jug a ikut memandangi daerah itu. Ayo dong.. Pada liatin apa sih, malu ah! kataku dengan memalingkan muka karena mer asa risi dipelototi bagian ituku, namun sesungguhnya aku malah menikmati menjadi objek seks mereka. Hehehe.. Malu apa mau nih! ujar Syaiful yang berjongkok di sebelahku sambil mencub it putingku. Lu udah gak virgin sejak kapan Ci? Kok memeknya masih OK? tanya Rois sambil menata p liang itu lebih dekat. Enam belas, waktu SMA dulu jawabku. Kami ngobrol-ngobrol sejenak diselingi senda gurau hingga akhirnya aku meminta l agi karena gairahku sudah kembali, ini dipercepat oleh tangan-tangan mereka yang selalu merangsang titik-titik sensitifku. Rois menarikku sedikit ke depan mende katkan penisnya pada vaginaku lalu mengarahkan benda itu pada sasarannya. Uuh.. Vaginaku benar-benar terasa sesak dan penuh dijejali oleh penisnya yang perkasa itu. Cairan vaginaku melicinkan jalan masuk baginya. Aa.. aadduhh, pelan-pelan dong! aku mendesah lirih sewaktu Rois mendorong agak kas ar. Sambil menggeram-geram, dia memasukkan penisnya sedikit demi sedikit hingga terbenam seluruhnya dalam vaginaku. Eengghh.. Ketat abis, memek Cina emang sipp! ceracaunya. Dia menggenjot tubuhku dengan liar, semakin tinggi tempo permainannya, semakin a ku dibuatnya kesetanan. Sementara Syaiful sedang asyik bertukar ludah denganku, lidahku saling jilat dengan lidahnya yang ditindik, tanganku menggenggam penisny a dan mengocoknya. Sebuah tangan meraih payudaraku dan meremasnya lembut, ternya ta si Adi yang berlutut di sebelahku. Bersihin dong Ci, masih ada sisa tadi! pintanya dengan menyodorkan penisnya ke mul utku saat mulut Syaiful berpindah ke leherku. Serta merta kuraih penis itu, hhmm, masih lengket-lengket bekas persenggamaan ba rusan, kupakai lidahku menyapu batangnya, setelah beberapa jilatan baru kumasukk an ke mulut, aku dapat melihat ekspresi kenikmatan pada wajahnya akibat teknik o ralku. Tak lama kemudian, Syaiful berkelojotan dan bergumam tak jelas, sepertinya dia a kan klimaks. Melihat reaksinya kupercepat kocokanku hingga akhirnya cret.. cret. . Spermanya berhamburan mendarat di sekitar dada dan perutku, tanganku juga jadi belepotan cairan seperti susu kental itu. Saat itu aku masih menikmati sodokan Rois sambil mengulum penis Adi. Kemudian Adi mengajak berganti posisi, aku dimintanya berposisi doggy, Rois dari belakang kembali menusuk vaginaku dan dari depanku Adi menjejalkan penisnya ke mulutku. Kulumanku membuat Adi berkelojotan sambil meremas-remas rambutku sampai ikat rambutku terlepas dan terurailah rambutku yang sebahu itu. Penis itu berge rak keluar-masuk semakin cepat karena vaginaku juga sudah basah sekali. Tidak sampai sepuluh menit kemudian muncratlah sperma Adi memenuhi mulutku, kare na saat itu genjotan Rois bertambah ganas, hisapanku sedikit buyar sehingga cair an itu tumpah sebagian meleleh di pinggir bibirku. Setelah Adi melepas penisnya, aku bisa lebih fokus melayani Rois, aku ikut menggoyang pinggulku sehingga sodo kannya lebih dalam. Bunyi plok-plok-plok terdengar dari hentakan selangkangan Rois dengan pantatku. Mu lutku terus mengeluarkan desahan-desahan nikmat, sampai beberapa menit kemudian

tubuhku mengejang hebat yang menandakan orgasmeku. Kepalaku menengadah dan matak u membeliak-beliak, sungguh fantastis kenikmatan yang diberikan olehnya. Kontrak si otot-otot kemaluanku sewaktu orgasme membuatnya merasa nikmat juga karena oto t-otot itu semakin menghimpit penisnya, hal ini menyebabkan goyangannya semakin liar dan mempercepat orgasmenya. Dia mendengus-dengus berkelojotan lalu tanganny a menarik rambutku sambil mencabut penisnya. Aduh-duh, sakit.. Mau ngapain sih? rintihku. Dia tarik rambutku hingga aku berlutut dan disuruhnya aku membuka mulut. Di depa n wajahku dia kocok penisnya yang langsung menyemburkan lahar putih. Semprotan i tu membasahi wajahku sekaligus memenuhi mulutku. Gila, banyak amat sih, sampai basah gini gua! kataku sambil menjilati penisnya mel akukan cleaning service. Setelah menuntaskan hasrat, Rois melepaskanku dan mundur terhuyung-huyung sampai bersandar di pintu lift dimana tubuhnya merosot turun hingga terduduk lemas. De ngan sisa-sisa tenaga aku menyeret tubuhku ke tembok lift agar bisa duduk bersan dar. Suasana di dalam lift jadi panas dan pengap setelah terjadi pergulatan seru barusan. Aku mengatur kembali nafasku yang putus-putus sambil menjilati sperma yang masih belepotan di sekitar mulut, aku bisa merasakan lendir hangat yang mas ih mengalir di selangkanganku. Adi sudah memakai kembali celananya tapi masih terduduk lemas, dia mengeluarkan sebotol aqua dari tas lusuhnya, Syaiful sedang berjongkok sambil menghisap rokok , dia belum memakai celananya sehingga batang kemaluannya yang mulai layu itu da pat terlihat olehku, Rois masih ngos-ngosan dan meminta Adi membagi minumannya. Setelah minum beberapa teguk, Rois menawarkan botol itu padaku yang juga langsun g kuraih dan kuminum. Kuteteskan beberapa tetes air pada tissue untuk melap waja hku yang belepotan. Kami ngobrol-ngobrol ringan dan bertukar nomor HP sambil memulihkan tenaga. Aku mulai memunguti pakaianku yang tercecer. Setelah berpakaian lengkap dan mengucir kembali rambutku, kami bersiap-siap pulang. Adi menekan tombol lift dan lift ke mbali meluncur ke bawah. Lantai dasar sudah sepi dan gelap, jam sudah hampir men unjukkan pukul tujuh. Lega rasanya bisa menghirup udara segar lagi setelah kelua r gedung ini, kami pun berpisah di depan gedung sipil, mereka keluar lewat gerba ng samping dan aku ke tempat parkir. Dalam perjalanan pulang, aku tersenyum-senyum sendiri sambil mendengar alunan mu sik dari CD-player di mobilku, masih terngiang-ngiang di kepalaku kegilaan yang baru saja terjadi di lift kampus.