Anda di halaman 1dari 33

HERPES

KELOMPOK : 4 ANNA DWI YOSEPHIN KERANS (91030080) AGUSTINA Y. TUKU RIWU (9103009018) MARIA MARTHA RUMERE (9103009022) HERLINDA B. NOY (9103009029)

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

JENIS HERPES

Ada 2 jenis herpes : 1. Herpes Simplex 2.Herpes Zoster

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

Virus Herpes Simpleks adalah virus DNA yang dapat menyebabkan infeksi akut pada kulit yang ditandai dengan adanya vesikel yang berkelompok di atas kulit yang sembab.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

HSV-Tipe I (Herpes Simplex Virus Type I)

HSV-Tipe II (Herpes Simplex Virus Type II)

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

A. Herpes Gingivostematitis. Penyebab HSV. Pada usia muda (1-3 tahun). Lesi vesikel ulseratif yang luas pada permukaan mukosa. Gingiva. Faring. Lidah. Disertai gangguan umum: Nyeri. Demam. Malaise. Sembuh dalam 2-3 minggu.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

B. Herpes Labialis Sebagai infeksi dari herpes gingival. Lesi fesikel pada darah mukosa (merupakan tanda khas). Sebagian besar didahului gangguan prodormal. Panas. Nyeri. Gatal pada daerah lesi. Dapat juga menjalar ke hidung. Sembuh dalam 6-10 minggu.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

C. Gejala Herpes simpleks pada mata: Infeksi primer kebanyakan pada usia dewasa. Lesi umunya keratojungtivitis (unilateral atau bilateral). Disertai vesikula pada palpebrae dan sekitarnya. Dapat terjadi keratitis (kebutaan).

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

D. Gejala Herpes Genetalis: Disebabkan oleh HSV. Infeksi primer lebih berat dari pada infeksi sekunder. Lesi pada daerah genetalia external pada hektero seksual dan anorektal pada mohoseks. Gangguan berupa gerombolan vesikula, ulser disertai rasa: Sakit. Gatal. Panas.
2/25/2013 F.KEP UKWMS 2012 10

Pada imun menurun (HIV), sangat sukar untuk sembuh karena terdapat lesi yang luas. Herpes anorektalis disertai gejala: Demam. Nyeri. Keluarnya secret lewat rectum. Pada pria dapat menimbulkan servisitis (sering terjadi penularan pada janin).

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

11

Penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simplex

HSV-1 1.Gingivostomatitis herpetik akut 2.Keratojungtivitis 3.Herpes Labialis HSV-2 1.Herpes Genetalis 2.Herpes neonatal

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

12

a. Tranck Test. Diperiksa adanya sel raksasa berinti banyak. b. Elisa. Pemeriksaan antigen HSV (sensitifitas 95%). c. Kultur. Paling sensitive dan spesifik.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

13

Beberapa obat antivirus telah terbukti efektif melawan infeksi HSV. Semua obat tersebut menghambat sintesis DNA virus. Oba-obat ini dapat menghambat perkembangbiakan herpesvirus. Walaupun demikian, HSV tetap bersifat laten di ganglia sensorik, dan angka kekambuhannya tidak jauh berbeda pada orang yang diobati dengan yang tidak diobati. Salah satu obat yang efektif untuk infeksi Herpes Simpleks Virus adalah Asiklofir dalam bentuk topikal, intravena, dan oral yang kesemuanya berguna untuk mengatasi infeksi primer.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

14

Gejala dapat lebih parah pada orang dengan sistem imun yang rendah Infeksi pada mata dapat menyebabkan kebutaan Dapat menyebabkan tekanan psikologis pada orang yang terinfeksi Infeksi pada genitalia dapat menyebabkan infeksi yang fatal pada bayi jika ibunya memiliki herpes saat melahirkan. Jika seorang wanita yang memiliki herpes aktif sewaktu melahirkan, disarankan melalui SC. (Genesee County Health Department, 2004).

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

15

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran herpes simpleks antara lain: Hindari berhubungan seksual dengan orang lain bila masih terdapat vesikel (Kondom tidaK dapat mencegah penularan). Hindari pinjam meminjam barang pribadi seperti handuk. Hindari pencetus terjadinya episode rekuren seperti kurang tidur, stress berlebihan.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

16

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

17

DEFINISI
Herpes zoster adalah penyakit neurodermal ditandai dengan nyeri serta empsi vesikular berkelompok unilateral pada daerah kulit yang di persarafi oleh syaraf kranialis atau spinalis (Jacob TNA, 2002).

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

18

ETIOLOGI

Reaktivasi virus varisela zoster

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

19

MACAM-MACAM HERPES ZOSTER


Herpes zoster generalisata Adalah herpes yang unilateral dan segmental ditambah dengan penyebaran secara generalisata berupa vesikel soliter dan terdapat umbilikasi. Herpes zoster oftalmikus Adalah herpes zoster yang didalamnya terjadi infeksi cabang pertama nervus trigeminus yang menimbulkan kelainan pada mata serta cabang ke 2 dan ke 3 yang menyebabkan kelainan kulit pada daerah persyarafan.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

20

PATOFISIOLOGI

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

21

MANIFESTASI KLINIS
Kulit
Herpes zoster dikarakteristik oleh sakit dan sensasi lokal kulit lain
(seperti terbakar, geli, dan gatal), sakit kepala, tidak enak badan dan (paling sering) demam, biasanya muncul ruam zoster (23 hari). Ruam menyebar ke seluruh kulit yang terkena, berkembang menjadi papula, vesikel (3-5 hari) dan tahap krusta (7-10 hari), memerlukan 2-4 minggu untuk sembuh. Lesi baru berlanjut muncul untuk beberapa hari. Kelainan kulit hanya setempat dan hanya mengenai sebelah bagian tubuh saja.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

22

Rongga Mulut
Pada mukosa rongga mulut, vesikel hanya terdapat pada satu dari divisi nervus trigeminus. Vesikel unilateral tersebut dikelompokkan dengan area sekitar eritema, akhiran yang kasar pada midline (Gambar 2). Vesikel bernanah dan bentuk pustula selama 3 sampai 4 hari.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

23

Jika cabang kedua (nervus maksilaris) terlibat maka lokasi yang dikenai adalah palatum, bibir dan mukosa bibir atas. Jika cabang ketiga (nervus mandibula) terlibat, lokasi yang dikenai adalah lidah, mukosa pipi, bibir dan mukosa bibir bawah.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

24

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Kultur virus Deteksi antigen Uji serologi PCR (polymerase chain reaction) Tzanck Smear Direct Fluorescent Assay (DFA) Biopsi Kulit
F.KEP UKWMS 2012 25

2/25/2013

PENATALAKSANAAN

Perawatan dan penatalaksanaan herpes zoster dapat dilakukan dengan farmakologi atau non-farmakologi

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

26

FARMAKOLOGIS
A. Topikal 1. Analgetik Topikal Kompres Kompres terbuka dengan solusio Burowi dan losio Calamin (Caladryl) dapat digunakan pada lesi akut untuk mengurangi nyeri dan pruritus. Kompres dengan solusio Burowi (aluminium asetat 5%) dilakukan 4-6 kali/hari selama 30-60 menit. Kompres dingin atau cold pack juga sering digunakan. Antiinflamasi nonsteroid (AINS) Berbagai AINS topical seperti bubuk aspirin dalam kloroform atau etil eter, krim indometasin dan diklofenak banyak dipakai

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

27

2. Anestesi Lokal

Pemberian anestetik lokal pada berbagai lokasi sepanjang jaras saraf


yang terlibat dalam HZ telah banyak dilakukan untuk memperbaiki nyeri, misalnya infiltrasi lokal subkutan, blok saraf perifer, ruang paravertebral

atau epidural, dan blok simpatis. Infiltrasi lokal subkutan umumnya


menggunakan bupivakain 0,125-0,25% dan triamsinolon 0,2 % dengan volume yang digunakan dapat mencapai hingga 50 ml. Infiltrasi dilakukan

didaerah yang paling nyeri, dan dapat diulang tiap 2-3 hari hingga nyeri
hilang.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

28

B. Sistemik 1. Agen antivirus Agen antivirus terbukti menurunkan durasi lesi herpes zoster (HZ) dan keparahan nyeri herpes akut , terlebih bila diberikan sebelum 72 jam awitan lesi. Dari 3 antiviral oral yang disetujui oleh Food and Drug Administration(FDA) untuk terapi HZ, famsiklovir dan valasiklovir hidroklorida lebih efektif daripada asiklovir. Antivirus famsiklovir 3 x 500 mg atau valasiklovir 3 x 1000 mg atau asiklovir 5 x 800 mg diberikan sebelum 72 jam awitan lesi selama 7 hari.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

29

2. Analgetik Pasien dengan nyeri herpes akut ringan menunjukkan respons yang baik dengan AINS (asetosal, piroksikam, ibuprofen, diklofenak) atau analgetik non opioid (asetaminofen, tramadol, asam mefenamik).

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

30

NON-FARMAKOLOGIS
Instruksikan pasien agar tetap menjaga ruam dalam keadaan bersih dan kering untuk meminimalkan resiko infeksi bakteri, melaporkan setiap perubahan suhu badan, dan menggunakan pembalut steril basah untuk mengurangi ketidaknyamanan.

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

31

Memberikan Health Education pada pasien jika timbul vesikel: Jaga ruam agar tetap utuh (tertutup) Jangan menyentuh atau menggaruk ruam Sering mencuci tangan untuk mencegah penyebaran virus. Sampai ruam anda menimbulkan kerak, hindari kontak dengan: Ibu hamil yang tidak mendapat vaksin chikenpox atau varicella Prematur atau BBLR (Bayi Berat lahir Rendah) Orang dengan imunocompromised (seperti menerima obat imunosupresan atau khemoterapi, menerima transplantasi organ, dan orang dengan infeksi HIV). (CDC, 10 Januari 2011)

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

32

2/25/2013

F.KEP UKWMS 2012

33