Anda di halaman 1dari 9

STATISTIK NON PARAMETRIK KASUS DUA SAMPEL BERHUBUNGAN (RELATED SAMPLE) a.

Mc Nemar Change Test Uji McNemar digunakan jika data penelitian bertipe nominal, atau lebih khusus lagi adalah data dikotomi, yaitu data dengan isian dua kode saja, seperti Ya atau Tidak, Sukses atau Gagal, dan sebagainya. Sementara untuk data ordinal, atau multinominal (kode lebih dari dua) seperti sikap seseorang yang bisa Tidak Suka, Suka, atau Sangat Suka digunakan Uji Marginal Homogenity (perluasan dari Uji McNemar). Uji McNemar dapat digunakan untuk menguji efektivitas suatu perlakuan tertentu (rapat, editorial surat kabar, pidato kampanye, kunjungan pribadi, dll). Kasus: Selama masa kampanye presiden Amerika, telah dilangsungkan debat televisi antar dua kandidat presiden, yaitu Barrack Obama dan McCain. Seorang peneliti ingin mengetahui apakah debat kandidat presiden di televisi untuk pemilihan Amerika Tahun 2008, merupakan sarana efektif untuk mengubah preferensi pemilihan kandidat bagi para penonton televisi. Kita mengharapkan, jika kandidat (Obama dan McCain) sama efektifnya, maka akan ada perubahan yang sebanding dalam preferensi penonton untuk memilih kandidat. Namun jika salah satu kandidat lebih efektif atau persuasif dalam kampanye, maka akan ada perubahan signifikan preferensi dari satu kandidat ke kandidat yang lain. Untuk menguji efektivitas debat televisi, peneliti memilih sampel 70 orang secara random sebelum debat dimulai dan menanyakan preferensi mereka terhadap kedua kandidat presiden. Setelah debat televisi selesai, 70 orang responden tersebut ditanya lagi tentang preferensi mereka terhadap kandidat presiden. Hasil tabulasi jawaban responden dapat dilihat sbb: Tabel. Preferensi Responden terhadap kandidat presiden sebelum dan sesudah debat televisi Preferensi Sebelum Debat Televisi McCain Obama Preferensi Sesudah Debat Televisi Obama McCain 13 28 27 7

Langkah analisis: 1. Ho = Tidak terdapat perbedaan preferensi penonton televisi untuk Obama dan McCain. H1 = Terdapat perubahan preferensi penonton televisi untuk Obama dan McCain. 2. Uji statistik. Uji McNemar digunakan untuk melihat signifikansi perubahan dipilih, karena peneliti menggunakan dua sampel yang berhubungan (berpasangan). Hal ini dapat dilihat, bahwa responden yang digunakan sama, dan diuji dengan
Statistik nonparametrik/poppy nm/0811

sebelum dan sesudah debat televisi, dan menggunakan skala nominal (kategori). 3. Tingkat signifikansi. Tingkat signifikansi = 0,05, dan jumlah penonton sebelum dan sesudah menonton debat kandidat presiden = 70 orang (n = 70 orang). 4. Sampling distribution Sampling distribution 2 yang dihitung memiliki distribusi asymptotically sebagai chi-square dengan df = 1 5. Daerah penolakan Karena H1 tidak memberikan arah perbedaan, maka daerah penolakan adalah non-directional. Daerah penolakan adalah semua nilai 2 yang begitu besar dan probabilitas yang berhubungan dengan terjadinya dibawah Ho = 0,05, atau lebih kecil dari 0,05. 6. Keputusan Dari tabel di atas diketahui bahwa A = 13, yaitu jumlah penonton yang berubah preferensi dari McCain ke Obama, dan D = 7, yaitu jumlah penonton yang berubah preferensi dari Obama ke McCain. B = 28 dan C = 27 adalah jumlah penonton yang tidak berubah preferensinya.

2 =

( A D 1) 2 A+ D ( 13 7 1) 2 13 + 17 52 = 1,25 20

dengan df = 1

2 = 2 =

Hal ini menunjukkan bahwa Ho benar dan df = 1 memiliki probabilitas bahwa 2 3,84 atau p = 0,05. Karena chi-square hitung 1,25 < tabel 3.84, maka kita tidak dapat menolak Ho yang menyatakan bahwa kedua kandidat sama efektifnya dalam merubah preferensi penonton. Prosedur SPSS: 1. Buka file McNemar.xls 2. Pilih menu Statistic, Analyze, pilih submenu Non-parametric Test, lalu pilih 2 Related Samples 3. Pilih variabel Sblm sebagai variabel 1 pada Current selection, dan variabel Ssdh sebagai variabel 2. Pindahkan kedua variabel ini ke dalam kotak Test Pair(s) List 4. Pilih Test type McNemar. Sebagai default adalah Wilcoxon 5. Abaikan lainnya, pilih OK 6. Output SPSS
Statistik nonparametrik/poppy nm/0811

Sebelumnya, cara membaca file McNemar.xls; a. Jumlah responden yang berubah dari -1 ke 1 = 13 b. Jumlah responden yang berubah dari 1 ke -1 = 7 c. Jumlah responden yang tidak berubah dari -1 ke -1 = 28 d. Jumlah responden yang tidak berubah dari 1 ke 1 = 27

sblm & ssdh ssdh sblm -1 1 -1 28 7 Test Statistics(b) sblm & ssdh 75 ,263(a) a Binomial distribution used. b McNemar Test N Exact Sig. (2-tailed) 1 13 27

Membaca hasil: 1. Responden yang tidak berubah preferensinya dari McCain ke McCain ada 28 orang, responden yang tidak berubah preferensinya dari Obama ke Obama ada 27 orang. Sementara jumlah responden yang mengalami perubahan preferensi setelah debat TV dari McCain ke Obama ada 13 orang. Dan yang berubah preferensi dari Obama ke McCain ada 7 orang. 2. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai probabiltas sebesar 0,263. Ini berarti jauh dari = 0,05, dapat disimpulkan bahwa kita tidak dapat menolak Ho, atau berarti kedua kandidat memiliki efektifitas yang sama dalam mempengaruhi penonton. Latihan: Untuk memilih seorang supervisor yang baru, yang akan memimpin para pekerja pembuat Roti, maka kepada 14 wakil pekerja diberi kesempatan untuk menilai calon supervisor yang bernama Amir. Penilaiannya ada ada dua pilihan, yaitu Suka atau Tidak Suka. Hasilnya diperoleh 6 orang Suka untuk memilih Amir, dan 8 orang pekerja yang Tidak Suka. Kemudian Manajer SDM memberi kesempatan kepada Amir untuk berdialog kepada keempat belas wakil pekerja tadi, termasuk rencana-rencananya seandainya ia didukung menjadi supervisor. Setelah terjadi dialog dan komunikasi, Manajer SDM sekali lagi meminta kepada empat belas orang sama memberikan penilaian kembali terhadap Amir. Hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Nama Pekerja

Sebelum

Sesudah

Statistik nonparametrik/poppy nm/0811

Dialog

Susi Suka Rudi Suka Budi Suka Roni Suka Sani Suka Santi Suka Tuti Tidak Suka Yati Tidak Suka Riki Tidak Suka Diki Tidak Suka Viki Tidak Suka Eli Tidak Suka Lili Tidak Suka Lani Tidak Suka Penjelasan Data: Input berupa kode: 1 = Suka, dan 2 = Tidak Suka Data baris pertama: Pekerja bernama Susi sebelum dialog merasa suka dengan Amir, namun setelah dialog menjadi tidak suka terhadap Amir. Demikian seterusnya untuk data yang lain. Lakukan pengujian Mc Nemar dan buat interpretasinya.

Dialog Tidak Suka Tidak Suka Suka Suka Tidak Suka Tidak Suka Suka Suka Suka Tidak Suka Suka Suka Suka Suka

b. Sign Test Uji sign digunakan untuk melihat arah perbedaan antara pengukuran, dan tidak menggunakan data kuantitatif. Asumsi yang digunakan adalah variabel yang sedang diuji memiliki distribusi kontinyu. Uji ini tidak mengasumsikan bentuk dari distribusi perbedaan dan semua subyek tidak harus diambil dari populasi yang sama. Pasangan yang berbeda bisa berasal dari populasi yang berbeda dilihat dari umur, kelamin, intelegensia, dst. Syarat yang diperlukan bahwa setiap pasang eksperimen telah memenuhi matching dilihat dari variabel luar (extraneous) yang relevan. Kasus: Seorang peneliti ingin melihat proses pengambilan keputusan untuk membeli rumah oleh pasangan suami isteri. Setiap pasangan diminta untuk mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan apakah suami atau isteri yang melakukan keputusan untuk membeli rumah?. Jawaban kuesioner berdasarkan skala dari dominasi suami sampai dominasi isteri dalam menentukan keputusan membeli rumah.

Statistik nonparametrik/poppy nm/0811

Untuk setiap pasangan suami isteri, perbedaan antara rating mereka ditentukan dengan memberikan kode + (atau 1) jika suami yang memiliki pengaruh dominan dalam keputusan membeli rumah. Sementara perbedaan akan diberi kode (atau 0) kalau terjadi sebaliknya. Perbedaan akan diberi kode 0 (atau tanpa kode) jika pasangan suami isteri tidak memiliki kesesuaian terhadap tingkat pengaruh dalam mengambil keputusan. Langkah analisis: 1. Ho = suami isteri setuju dengan tingkat pengaruh masing-masing terhadap salah satu aspek dalam keputusan membeli rumah. H1 = suami menyatakan bahwa mereka harus mempunyai pengaruh lebih dalam memutuskan membeli rumah dibandingkan dengan isterinya. 2. Uji statistik. Skala pengukuran yang digunakan dalam studi ini adalah skala order (urutan). Informasi dalam pengukuran akan tetap dipertahankan jika perbedaan dua ratihng dari setiap pasangan suami isteri dinyatakan dalam tanda + atau (1 atau 0). Setiap pasangan suami isteri dalam studi ini adalah matched pair. Uji sign sesuai dengan data seperti dinyatakan di atas. 3. Tingkat signifikansi. Tingkat signifikansi = 0,05, dan N adalah jumlah pasangan suami isteri = 17. 4. Sampling distribution Probabilitas terjadinya nilai sebesar x dapat diperoleh dengan distribusi binomial untuk p = q = . 5. Daerah penolakan Karena H1 meprediksi arah perbedaan, maka daerah penolakan adalah nondirectional (one tailed). Daerah penolakan adalah semua nilai x (dimana x = jumlah +, oleh karena prediksi H1 perbedaan positif akan dominan) untuk probabilitas satu sisi terjadinya jika H0 benar adalah sama atau kurang dari 0,05. 6. Keputusan Judgement pengaruh setiap pasangan suami isteri diukur dengan tujuh skala penilaian. Pada skala ini rating 1 menunjukkan bahwa isteri harus mempunyai otoritas penuh untuk mengambil keputusan, sedangkan rating 7 menunjukkan judgement bahwa suami harus mempunyai otoritas penuh untuk mengambil keputusan, dan nilai tengah menunjukkan tingkat pengaruh tengah. Tabel dibawah ini memberikan rating pengaruh untuk setiap suami (S) dan isteri (I) di antara 17 pasangan suami isteri. Tabel tsb menunjukkan bahwa ada tiga pasangan suami isteri yang mempunyai perbedaan yang berlawanan dengan prediksinya dan diberi kode (atau 0), dan tiga pasangan lainnya tidak mempunyai kesesuaian dalam mengambil keputusan dan diberi kode 0, sedang jumlah sampel dikurangi dengan tiga pasangan ini menjadi N = 17 3 = 14. Sisa pasangan suami isteri menunjukkan perbedaan yang sesuai dengan prediksi. Pada tabel tsb, x = jumlah tanda positif = 11, dan N adalah jumlah pasangan (matched pairs) = 14.
Statistik nonparametrik/poppy nm/0811

Dari tabel, untuk N = 14, probabilitas x 11, dengan pengujian satu sisi sebesar 0,029. Karena probabilitas ini dibawa = 0,05, maka kita menolak Ho dan menerima H1, yang menyatakan bahwa suami percaya bahwa mereka harus memiliki pengaruh yang lebih besar dalam keputusan membeli rumah daripada isterinya.
Pasangan A B C D E F G H I J K L M N O P Q Suami 5 4 6 6 3 2 5 3 1 4 5 4 4 7 5 5 5 Isteri 3 3 4 5 3 3 2 3 2 3 2 2 5 2 5 3 1 Arah perbedaan Xs > Xi Xs > Xi Xs > Xi Xs > Xi Xs = Xi Xs < Xi Xs > Xi Xs = Xi Xs < Xi Xs > Xi Xs > Xi Xs > Xi Xs < Xi Xs > Xi Xs = Xi Xs > Xi Xs > Xi Tanda + + + + 0 + 0 + + + + 0 + +

Prosedur SPSS: 1. Buka file Sign2.xls 2. Pilih menu Statisctic, Analyze, pilih submenu Nonparametric Test, 2-related samples 3. Isikan Current Selection Variable 1 = suami, dan Variable 2 = isteri. Isikan pasangan suami isteri pada kotak Test Pair (s) List 4. Pilih Test Type: Sign 5. Abaikan yang lain, dan klik Ok 6. Tampilan Output SPSS:

Frequencies N

Statistik nonparametrik/poppy nm/0811

isteri suami

Negative Differences(a) Positive Differences(b) Ties(c) Total

11 3 3 17

a isteri < suami b isteri > suami c isteri = suami

Test Statistics(b) isteri - suami ,057(a) a Binomial distribution used. b Sign Test Exact Sig. (2-tailed)

Membaca Hasil: 1. Jumlah perbedaan negatif ada 3, dan jumlah perbedaan positif ada 11, dan ada 3 yang tidak memberikan perbedaan (disebut ties). 2. Nilai probabilitas uji Sign adalah 0,057 untuk uji dua sisi. Karena uji kita adalah one tailed, maka 0,057 dibagi 2 = 0,029. 3. Karena nilai probabilitas 0,029 < (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa kita menolak Ho, dan menerima H1. 4. Artinya, suami percaya bahwa mereka harus memiliki pengaruh yang lebih besar dalam keputusan membeli rumah daripada isterinya. c. Wilcoxon Signed Rank Test Pengujian dua sampel berhubungan pada dasarnya ingin menguji apakah dua sampel yang berpasangan satu dengan yang lain berasal dari populasi yang sama. Yang dimaksud dengan berpasangan atau berhubungan adalah subyek yang diukur sama, namun diberi dua macam perlakuan. Sebagai contoh, 15 orang akan diukur berat badannya sebelum mereka diberi obat pelangsing, dan setelah diberi obat pelangsing. Dalam hal ini, mereka mendapt dua macam perlakuan, yaitu perlakuan pertama sebelum diberi obat, kemudian diberi obat, dan bersama-sama diukur hasilnya setelah meminum obat. Jika data bertipe interval atau rasio, serta data berdistribusi normal, maka dilakukan uji parametrik untuk dua sampel berhubungan, seperti uji t paired. Namun, jika salah satu syarat tidak terpenuhi, sbb: a. Data bertipe nominal atau ordinal. b. Data bertipe interval atau rasio, namun tidak berdistribusi normal Maka uji t paired harus diganti menjadi uji statistik non parametrik, yang khusus digunakan untuk dua sampel berhubungan, dalam hal ini adalah Wilcoxon. Kasus: Pengembangan software pengolah kata baru telah diluncurkan oleh sebuah perusahaan komputer. Seorang manajer sebuah perusahaan ingin mengetahui apakah
Statistik nonparametrik/poppy nm/0811

penggunaan software pengolah kata tsb akan memberikan kinerja pengetikan yang berbeda dengan menggunakan software yang sekarang dipakai oleh perusahaan. Untuk itu, dipilih sejumlah 29 pegawai secara random dan dilakukan penghitungan jumlah kata per menit pengetikan dengan software lama dan baru. Berikut tabelnya;

Pegawai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Lama 43 91 33 54 45 55 65 90 53 70 76 87 32 99 87

Baru 49 92 32 54 65 90 64 85 56 70 74 87 64 104 87

Pegawai 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Lama 80 88 23 75 54 43 23 56 56 70 76 45 76 54

Baru 77 88 32 90 51 49 90 78 57 70 78 60 80 54

Langkah Analisis: 1. Ho = Tidak ada perbedaan kinerja pengetikan dengan menggunakan software baru dan lama. H1 = Terdapat perbedaan kinerja pengetikan dengan menggunakan software baru dan lama. 2. Uji Statistik. Uji Wilcoxon sign rank, karena ingin melihat perbedaan skor antara dua sampel yang berhubungan. 3. Tingkat signifikansi. Tingkat signifikansi yang dipilih adalah = 0,01 dan jumlah sampel (N) = 29 4. Sampling distribution. Dibawah Ho nilai z hitung akan berdistribusi normal dengan mean nol dan variance satu. 5. Daerah penolakan. Karena tidak ada arah perbedaan yang diprediksikan, ada daerah penolakan dengan uji dua sisi. 6. Keputusan. Skor perbedaan dapat diperoleh sbb. Dengan nilai probabilitas yang dihasilkan jauh dibawah nilai = 0,01, maka kita dapat menolak Ho dan menerima H1. Prosedur SPSS: 1. Buka file Wilcox2.xl
Statistik nonparametrik/poppy nm/0811

2. Pilih menu Statistic, Analyze, dan Non Parametric Test, lalu pilih 2 related sampel. 3. Pada kotak Current Selection isikan pada Variabel 1 = Skor Lama, dan pada Variabel 2 = Skor Baru. Pindahkan kedua variabel ini ke kotak Test Pair(s) List. Lalu pilih Test Type Wilcoxon. 4. Abaikan yang lain, dan klik OK.
Ranks N Baru - Lama Negative Ranks Positive Ranks Ties Total a Baru < Lama b Baru > Lama c Baru = Lama Test Statistics(b) Baru - Lama -2,877(a) ,004 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Z Asymp. Sig. (2-tailed) 6(a) 16(b) 7(c) 29 Mean Rank 6,33 13,44 Sum of Ranks 38,00 215,00

Membaca hasil: 1. Tampilan output SPSS memberikan nilai rata-rata untuk negatif rank = 13,44 dengan jumlah ranking negatif = 215. 2. Untuk ranking positif memberikan nilai rata-rata 6,33 dengan jumlah ranking positif = 38. 3. Nilai z hitung = -2,877 dengan tingkat probabilitas dua sisi = 0,004. Karena nilai probabilitasnya jauh dibawah = 0,01, maka kita dapat menolak Ho dan menerima H1.

Statistik nonparametrik/poppy nm/0811