KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH ACEH DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS Nomor Klasifikasi Lampiran Perihal : : : : B/ 31 /II/2013

/Dit Reskrimsus BIASA Penyelidikan dan Pengawasan Gula Impor.

Banda Aceh, 19 Februari 2013.

Kepada Yth : KAPOLRESTA/PARA KAPOLRES JAJARAN POLDA ACEH di Tempat

1

Rujukan : a. Undang Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Inonedia. b. Keputusan Presiden RI Nomor : 57 Tahun 2004 tentang Penetapan Gula sebagai Barang Dalam Pengawasan. c. Kepermenindag RI Nomor : 527/MPP/Per/9/2004 tentang Ketentuan impor gula. d. Laporan Hasil Penyelidikan Dugaan Tindak Pidana Ekonomi yaitu penyalahgunaan dalam penyaluran gula impor tanggal 6 Februari 2013 yang dilakukan oleh Dit Reskrimsus Polda Aceh.

2.

Disampaikan kepada KA, bahwa Dit Reskrimsus Polda Aceh telah melakukan penyelidikan penyaluran gula impor tahun 2012 dari Thailand yang dilakukan oleh Importir PT. Mulia Pasee, PT. Matangkuli Perdana, PT. Raja Pasee, PT. Matura Utama dan CV. Galiza Jaya yang diperuntukan Provinsi Aceh sebanyak 53.932 ton atau 1.078.640 sak (50 kg/sak) melalui Pelabuhan Malahayati dan Pelabuhan Krueng Geukeueh serta dalam pendistribusianya dilakukan oleh : a. Sdr. LUKMAN ZAMZAM Komisaris PT Matura Utama / Kande Group Banda Aceh, menerima sejumlah 44.288 ton atau 885.750 sak, dan dari data laporanya per tanggal 31 Januari 2013 telah disalurkan sebanyak 34.079 ton atau 683.500 sak yang di distribusikan ke pasar Banda Aceh, Aceh Besar, Sigli, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Simeuleu dan Aceh Selatan. H. YUSUF ALI ( CV. Aceh Jaya Perkasa ) Langsa. Menerima sejumlah 9.644 ton atau 194.880 sak dan dari laporan tanggal 31 Januari 2013 telah didistribusikan sejumlah 8.819 ton atau 176.360 sak kepasaran wilayah Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Timur dan Aceh Utara.

b.

3.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas agar KA. memerintahkan Kasat Reskrim untuk menindak lanjuti penyelidikan dan pengawasan pendistribusian gula impor dari Thailand tersebut diwilayahnya masing-masing dan melakukan pengawasan supaya gula tersebut tidak keluar dari provinsi Aceh karena gula tersebut hanya untuk pemakaian di Provinsi Aceh. Demikian untuk menjadi maklum. DIREKTUR RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA ACEH TTD

4.

Tembusan : 1. Kapolda Aceh. 2. Waka Polda Aceh. 3. Irwasda Polda Aceh.

Drs. MULYANA HARDJO, MSc KOMBES POL NRP 63010788

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful