Anda di halaman 1dari 5

Kadaster

Rifqi Muhammad Harrys

Kata Kunci: tanah, hak, hukum Summary


A Cadastre is normally a parcel based, and up-to-date land information system containing a record of interests in land (e.g. rights, restrictions and responsibilities) (FIG, 2013). The cadastre was helpful to manage the country development. Nowadays, advances in technology have helped methods of cadastral records which were initially used paper into digital media use.

Ringkasan
Kadaster adalah sebuah sistem berbasis persil dan memiliki informasi tanah yang terbaru yang mengandung catatan tentang kepentingan sebuah tanah (hak, batas, dan kewajiban) (FIG, 2013). Kadaster banyak membantu manusia, terutama untuk pembangunan sebuah negara. Saat ini, kemajuan teknologi sangat membantu metode catatan kadaster yang awalnya menggunakan kertas, menjadi menggunakan media digital.

1 Rifqi Muhammad Harrys Kadaster

Kadaster
Rifqi Muhammad Harrys

1. DEFINISI
Menurut FIG, kadaster adalah sebuah sistem berbasis persil dan memiliki informasi tanah yang terbaru yang mengandung catatan tentang kepentingan sebuah tanah (hak, batas, dan kewajiban). Berdasarkan kongres kadaster di Granada, Spanyol, oleh Jurg Kaufmann, definisi kadaster terbagi dua. Pertama, kadaster dalam definisi tradisional adalah persil tanah, yaitu sebidang tanah dengan batas-batas yang ditetapkan, di mana hak milik perseorangan atau badan hukum berlaku. Kedua, kadaster dalam definisi modern adalah objek tanah, yaitu sebidang tanah di mana kondisi homogen ada dalam garis besarnya. Hukum objek tanah dijelaskan oleh isi hukum dari sebuah hak atau pembatasan dan batas-batas demarkasi saat berlakunya hak atau pembatasan.

2. JENIS-JENIS KADASTER
Berdasarkan kepentingannya, kadaster terdiri dari: a) Kadaster Fiskal Kadaster fiskal dapat didefinisikan sebagai inventori (daftar bidang tanah hasil inventarisasi) bidang tanah yang mendukung informasi yang diperlukan untuk melakukan penilaian masing-masing bidang tanah dan juga menentukan pajak terhadap bidang tanah tersebut (Leksono, 2013). Terdapat tiga langkah utama dalam pengoperasian kadaster fiskal. Pertama, penting dilakukan penggalian dan identifikasi semua bidang tanah yang akan dinilai. Kedua, setiap bidang tanah yang ditemukan diklasifikasikan dan dilakukan penilaian. Ketiga, pajak harus ditagihkan terhadap siapa yang bertanggung jawab terhadap properti. Orang yang bertanggung jawab melunasi pajak properti tidak harus pemilik properti yang sesungguhnya. Register fiskal mungkin merupakan sumber bukti yang mengacu pada pemilik sebenarnya oleh karena itu seharusnya terdapat hubungan antara manajemen register fiskal dengan kadaster yuridis. b) Kadaster Hukum Kadaster yang berkekuatan hukum dan berinteraksi langsung dengan masyarakat memiliki peran vital bagi pembangunan. c) Kadaster Pengaturan Kadaster mengatur di mana dan bagaimana pembangunan yang sesuai untuk suatu daerah dengan karakteristik tertentu. d) Kadaster Multi guna Kadaster Multi guna dapat memiliki 2 arti. Yang pertama adalah seluruh data ataupun informasi di bumi, untuk setiap kepentingan, akan memuat atau mengguna bagian data yang sama. Yang kedua yaitu sekumpulan data di bumi, yang dapat digunakan oleh berbagai kepentingan. Berdasarkan matranya, kadaster terdiri dari: a) Kadaster Darat b) Kadaster Laut

2 Rifqi Muhammad Harrys Kadaster

3. EVOLUSI KADASTER
a) Masa para kadaster (1626-1837) Pada masa ini, hanya dokumen yang tercatat dalam buku pendaftaran dan belum didukung dengan peta kadaster. b) Masa kadaster lama (1837-1875) Pada masa ini, pengukuran kadaster dilakukan oleh juru ukur berlisensi. c) Masa kadaster baru (1875-1961) Pelaksanaan pendaftaran tanah di sini dimaksudkan untuk menjamin kepastian hak. Pengukuran kadaster yang teliti telah mulai dilaksanakan dan diikuti dengan pembukuan hak yang telah dilaksanakan dengan tertib. d) Masa kadaster modern (1961-sekarang) Masa ini ditandai dengan pemanfaatan teknologi komputer. Hampir semua kegiatan dalam pengukuran, pemetaan, dan pendaftaran tanah yang melibatkan kegiatan pengumpulan, pengolahan, dan manajemen data menggunakan teknologi komputer. Masa ini kemudian dikenal pula sebagai Era Informasi Pertanahan atau Era Informasi Kadaster.

4. KOMPONEN UTAMA
Komponen utama dari kadaster adalah: a) Survey kadaster Survei kadaster biasanya dilakukan menggunakan metode survei tanah. Sebuah metode murah dan sederhana adalah dengan menggunakan tabel pesawat atau kotak kaset dan optik. Metode yang lebih canggih termasuk penggunaan pengukuran jarak peralatan elektronik atau Total Stations, yang biasanya memberikan akurasi yang lebih tinggi. Posisi pemasangan satelit menggunakan Global Positioning System (GPS) yang diperkenalkan lebih dan lebih dan menjanjikan untuk memberikan akurasi yang tinggi dengan biaya yang relatif rendah di masa depan. Survei kadaster juga dapat dilakukan dengan menggunakan foto udara. Hari ini akurasi tinggi dapat diperoleh dengan menggunakan metode fotogrametri analitis. GPS juga dapat digunakan untuk mengurangi biaya membangun pengendalian tanah. Jenis lain dari peta atau gambar seperti orthophotos atau hasil cetak foto yang diperbesar dapat digunakan untuk mengurangi biaya di daerah khusus, terutama jika pendekatan sistematis yang digunakan. b) Peta kadaster Peta kadaster menampilkan deskripsi spasial lahan bingkisan batas-batas yang mendefinisikan lokasi, bentuk dan ukuran bidang tanah dalam konteks sistem geodetik regional atau nasional posisi. Mereka juga mengandung identifikasi paket unik untuk membangun link ke informasi lahan kepemilikan. Ketika dipelihara secara real-time, peta kadaster dapat berfungsi sebagai basis untuk sistem hak milik yang dapat diandalkan. Surveyor kadaster didirikan kota-kota, banyak, akses jalan, kereta api, kanal dan plot kota. Hari ini, dengan sistem penentuan posisi global, surveyor yang menandai baru asli tanah-klaim pemukiman dan taman nasional untuk menambah batas-batas provinsi, wilayah dan internasional yang ada.

3 Rifqi Muhammad Harrys Kadaster

5. FUNGSI
Sistem kadaster merupakan hal yang wajib dimiliki suatu negara, karena memiliki fungsi yang sangat vital bagi suatu negara. Fungsi tersebut adalah membantu pembangunan nasional dari berbagai sektor. Di antaranya adalah sektor perekonomian, pertanian, konservasi alam, serta sektor sosial. Kadaster berguna sebagai catatan penggunaan lahan pada berbagai sektor tersebut yang kemudian dari catatan tersebut dikeluarkanlah pajak-pajak. Pajak-pajak tersebut selanjutnya akan masuk ke keuangan negara untuk pembangunan nasional. Fungsi tersebut muncul dari fungsi-fungsi utama kadaster yaitu sebagai catatan tentang kepentingan sebuah tanah, meliputi hak, batas, dan kewajiban bagi pemilik tanah.

6. LATARBELAKANG DIADAKANNYA KADASTER


Manusia membutuhkan tempat untuk beraktivitas. Sebelum manusia memenuhi muka bumi, mereka dapat mencari dan menempati tempat-tempat yang mereka inginkan tanpa ada yang mengganggu. Akan tetapi, saat manusia mulai memenuhi bumi dan karena sifat alami manusia yang rakus, mereka mulai menjaga tempat-tempat yang mereka tempati serta mengklaim tanah tersebut sebagai milik mereka karena merak menyadari betapa menguntungkannya tanah yang mereka tempati tersebut. Setelah halhal tersebut terjadi, terpikirkanlah ide tentang bagaimana agar tanah yang mereka miliki terjaga, baik batas-batasnya maupun hak mereka terhadapnya (tanah tersebut). Caranya adalah dengan membuat catatan pendaftaran tanah yang berisi tentang batas-batas tanah, lokasi dan alamat, serta hak-hak yang dimiliki seseorang atau badan hukum terhadap bidang tanah tersebut.

Referensi
FIG. (2013, Februari 18). FIG Statement on the Cadastre. Diambil kembali dari FIG: http://www.fig.net/commission7/reports/cadastre/statement_on_cadastre.html Kaufmann, J. (2002). Cadastre 2014 - A Vision FUture Cadastral System. 1st Congress on Cadastre in the European Union Cadastre 2014 (hal. 1-22). Granada: FIG. Leksono, B. E. (2013, Februari 21). Kadaster Fiskal. Diambil kembali dari 4shared: http://dc263.4shared.com/doc/lplOm0G8/preview.html Soedomo, A. (2010, Mei 11). Kadaster Multi Guna. Diambil kembali dari Catatan Bedoe: http://ihsannurulfauzi.files.wordpress.com/2010/05/kadaster-multi-guna.pdf Survei. (2012, Februari 10). Survei Kadastral. Diambil kembali dari Pengukuran Tanah: http://www.pengukurantanah.com/survei-kadastral.html Tamtomo. (2001, Mei 9). Pendaftaran Tanah (Kadaster). Diambil kembali dari tanahkoe.tripod.com: http://tanahkoe.tripod.com/bhumiku/id9.html

Catatan Biografi
Rifqi Muhammad Harrys lahir di sebuah kota di Indonesia bernama Cirebon pada hari Sabtu tanggal 23 Juli tahun 1994 dari pasangan suami istri Harry Saptaji dan Mulyani Rohmah. Rifqi memulai pendidikan formalnya di SDN Pabuaran 1, Bogor pada tahun 1999

4 Rifqi Muhammad Harrys Kadaster

dan pada tahun 2005 di SMPN 2 Cibinong, Bogor. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke SMAN 2 Cibinong, Bogor pada tahun 2008 dan lulus pada tahun 2011. Pada tahun 2011, ia melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung pada program studi Teknik Geodesi dan Geomatika sampai sekarang.

Kontak
Rifqi Muhammad Harrys Teknik Geodesi dan Geomatika Institut Teknologi Bandung Jalan Siliwangi Bandung Indonesia Tel +6285311214047 Email: rifqi.m.h@students.itb.ac.id rifqi.m.h@gmail.com

5 Rifqi Muhammad Harrys Kadaster