Anda di halaman 1dari 107

Training Center

MODUL KONSEP DASAR KABEL SERAT OPTIK

q KONSEP PERAMBATAN CAHAYA q JENIS SERAT OPTIK q STRUKTUR SERAT OPTIK q JENIS, KODE WARNA DAN PENANDAAN KABEL OPTIK q KARAKTERISTIK SERAT OPTIK q FUNGSI ELEMEN SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK

ISSUED - 4/17/2004

Training Center

KONSEP PERAMBATAN CAHAYA


Tujuan : Siswa dapat memahami prinsip pemantulan dan pembiasan cahaya. Siswa dapat memahami perambatan cahaya dalam serat optik.

ISSUED - 4/17/2004

Training Center

BESARAN BESARAN PENTING

NOTASI - NOTASI
= Panjang gelombang = wave length, T = Perioda.

c = Kecepatan cahaya dalam ruang bebas / hampa = 300.000 km/dt. = Txc atau = c/f di mana T = 1/f

ISSUED - 4/17/2004

Training Center

Refractive Index (Indeks bias)


Bila gelombang cahaya merambat melalui material, tidak dalam vacuum, maka kecepatannya lebih kecil dibandingkan dalam vacuum.

V = c/n,

atau

n = c/V

Di mana : n 1 = Refractive index atau indeks bias. V = Kecepatan rambat cahaya dalam material. Cahaya merambat dalam suatu medium dengan tiga cara : Merambat lurus. Dibiaskan. Dipantulkan.

ISSUED - 4/17/2004

Training Center
Contoh Pemantulan Penuh.
Kalau kita berada di bawah air, permukaan air kadang kala kelihatan bersinar seperti suatu cermin, dan benda yang ada di atas permukaan air tidak dapat dilihat. Hal ini karena adanya pemantulan penuh.

Gambar 1 : Ilustrasi Perambatan Cahaya


ISSUED - 4/17/2004

Training Center

PEMANTULAN DAN PEMBIASAN

REFRAKSI REFLEKSI
cahaya Sudut datang sudut refleksi r udara air cermin i

cahaya
cahaya dibelokkan pada permukaan air

ISSUED - 4/17/2004

Training Center

HUKUM Snell n1 Sin i = n2 Sin r


Garis normal

r1

r2

r3 = 90 0

n2 [ udara] n1 [air] n1 > n2


i1 < r1 i2 < r2 i3 < r3 = 90 0 ; i3 = Sudut kritis i4 = r4
ISSUED - 4/17/2004

i1 i3 i4 i2 r4

Training Center Hukum Refleksi (pemantulan) menyatakan : 1 = 2 Bila 1 = 90, maka 2 = 90, berarti cahaya yang direfleksikan segaris dengan cahaya datang.

Hubungan 1 dengan 2 dapat dinyatakan dengan hukum Snellius: n2 Sin 1 = n2 Sin 2 atau Sin 1 / 2 = Sin 2 / 1.

Cahaya yang bergerak dari materi dengan indek bias lebih besar (padat) ke materi dengan indeks bias lebih kecil (tipis) maka akan bergerak menjauhi sumbu tegak lurus (garis normal). Sudut datang lebih kecil daripada sudut bias. Cahaya yang bergerak dari materi dengan indek bias lebih kecil (tipis) ke materi dengan indeks bias lebih besar (padat) maka akan bergerak mendekati sumbu tegak lurus (garis normal). Sudut datang lebih besar daripada sudut bias.

ISSUED - 4/17/2004

Training Center

Gambar 2.a : Pemantulan dan pembiasan cahaya

ISSUED - 4/17/2004

Training Center

Gambar 2.b : Pemantulan dan pembiasan cahaya

ISSUED - 4/17/2004

10

Training Center

Besar dari cahaya yang direflesikan tergantung dari sudut datang.

Dengan mengatur 1 , maka akan diperoleh 2 = 90. Jika 2 = 90, maka cahya yang direfraksikan tidak berjalan melalui material kedua (n2), tetapi merambat melalui permukaan (batas n1 dan n2).
ISSUED - 4/17/2004

11

Training Center

Dengan memperhatikan rumus :

Sin 1 Sin 2 =

n2 n1

Jika : 2 = 90 Sin 2 = 1, sehingga : Sin 1 = n2 / n1.


Jika cahaya merambat dengan sudut datang ( 1) dan sudut bias ( 2) sebesar 90, maka 1 disebut sudut kritis ( c). Sehingga :

Sin c = n2 / n1 atau Sin-1 (n2 / n1).


Dalam keadaan ini : Tidak ada cahaya yang direfraksikan bila 1 c. Cahaya datang direflesikan saat sudut datang lebih besar dari c. Kondisi ini disebut sebagai Total Internal Reflection, yang dapat terjadi hanya saat cahaya bergerak dari material dengan n lebih besar ke material dengan n lebih kecil.
ISSUED - 4/17/2004

12

Training Center Bila cahaya memasuki salah satu ujung serat optik, Sebagian besar cahaya terkurung didalam fiber dan akan dituntun ke ujung jauh. Serat optik disebut sebagai penuntun cahaya (light guide) Cahaya tetap berada dalam serat karena dipantulkan secara total oleh permukaan sebelah dalam serat. Pantulan dalam total (Total Internal Reflection) dapat terjadi bila dipenuhi dua hal : 1. Indek bias inti (n1) lebih besar dari cladding (n2) 2. Sudut masuk cahaya harus lebih besar dari sudut kritis.

Gambar 3 : Fenomena Sudut Kritis di dalam serat optik


ISSUED - 4/17/2004

13

Training Center

Bila cahaya lewat dari daerah indkes bias lebih rendah n0 ke indeks bias lebih tinggi n1 (cahaya memasuki ujung serat) dengan sudut masuk 0, dimana 0 lebih kecil dari sudut Kritis c, sinar akan masuk / dibiaskan ke dalam daerah dengan indeks bias yang lebih tinggi, dengan sudut keluar 1 yang lebih kecil dari 0. Bila 0 > c maka terjadilah pantulan.

Gambar 4 : Pembiasan pada suatu interface

ISSUED - 4/17/2004

14

Training Center

Hukum Snellius : no Sin 0 = n1 Sin 1 n0 = 1 0 = Sudut masuk luar Sinar memasuki inti pada titik A dengan sudut bias 1, dipantulkan pada titik dengan sudut ABC 1 = 90 -

ISSUED - 4/17/2004

15

Training Center

Sin 1 = Sin (90 - ) = Cos n1 Sin 0 = Cos n2 Bila cahaya masuk dengan sudut sedemikian sehingga sudut masuk dalam lebih kecil dari sudut kritis c, maka cahaya akan merambat keujung jauh. Bila > c maka cahaya yang masuk fiber dibiaskan keluar dan hilang.
Nilai maksimum kritis untuk sudut masuk luar 0 adalah :

Teorema Pythagoras yang menghubungkan cos c dengan sin c :

Cos c =

2 n1 - n 2 2 n1

Nilai maksimum dari sudut luar, untuk mana cahaya akan merambat didalam serat :

0 ( maks )

n2 - n2 2 = Sin -1 1 n0
ISSUED - 4/17/2004


16

Sudut ini dinamakan sudut penerimaan atau setengah sudut kerucut penerimaan.

Training Center

Dengan memutar sudut penerimaan didapat kerucut penerimaan.

Kerucut penerimaan yang diperoleh dengan memutar sudut penerimaan terhadap sumbu serat

Setiap cahaya yang diarahkan ke ujung serat di dalam kerucut akan diterima dan diteruskan ke ujung jauh.

ISSUED - 4/17/2004

17

Training Center

Kerucut penerimaan disebut sebagai celah numerik (Numerical Aperture = NA)

NA = Sin c (maks)
Jika n0 = 1, maka :

2 n1 - n 2 2 = n0

2 NA = Sin c (maks) = n1 - n 2 2

ISSUED - 4/17/2004

18

Training Center

Dibiaskan
Arc Sin.NA

Core [n1] Clading [n2]

Merambat lurus

Dipantulkan

n1 n2 NA = n0
2

NA= Numerical Aparture n1 = Indeks bias core n2 = Indeks bias cladding n0 = Indeks bias pelepasan

Kerucut penerimaan = arc Sin NA

ISSUED - 4/17/2004

19

Training Center

ISSUED - 4/17/2004

20

Training Center

JENIS SERAT OPTIK: < Step index multimode < Graded index multimode < Step index singlemode

ISSUED - 4/17/2004

21

Training Center

Mode Perambatan Cahaya : Cahaya dapat merambat dalam serat optik melalui sejumlah lintasan yang berbeda. Lintasan cahaya yang berbeda-beda ini disebut mode dari suatu serat optik. Ukuran diameter core menentukan jumlah mode yang ada dalam suatu serat optik. Serat optik yang memiliki lebih dari satu mode disebut serat optik multimode. Serat optik yang hanya satu mode saja disebut serat optik single mode, serat optik single mode memiliki ukuran core yang lebih kecil.

ISSUED - 4/17/2004

22

Training Center

Prinsip perambatan cahaya dalam serat optik


3 coating cladding core 2 1

1 2 3

Sinar merambat lurus sepanjang sumbu serat tanpa mengalami refleksi/refraksi Sinar mengalami refleksi total karena memiliki sudut datang yang lebih besar dari sudut kritis dan akan merambat sepanjang serat melalui pantulan-pantulan. Sinar akan mengalami refraksi dan tidak akan dirambatkan sepanjang serat karena memiliki sudut datang yang lebih kecil dari sudut kritis

ISSUED - 4/17/2004

23

Training Center

Step Index Multimode


Profil indeks bias 50 m 125 m

n2 n1

Indeks bias core konstan. Ukuran core besar (50m) dan dilapisi cladding yang sangat tipis. Penyambungan kabel lebih mudah karena memiliki core yang besar. terjadi dispersi. Hanya digunakan untuk jarak pendek dan transmisi data bit rate rendah.

ISSUED - 4/17/2004

24

Training Center

Serat optik grade index multimode

50 m

125 m

profil index bias

A A A

Core terdiri dari sejumlah lapisan gelas yang memiliki indeks bias yang berbeda, indeks bias tertinggi terdapat pada pusat core dan berangsur-angsur turun sampai ke batas core-cladding, Cahaya merambat karena difraksi yang terjadi pada core sehigga rambatan cahaya sejajar dengan sumbu serat, Dispersi minimum, Harganya lebih mahal dari serat optik SI karena proses pembuatannya lebih sulit.
ISSUED - 4/17/2004

25

Training Center

PROPAGASI CAHAYA MULTI MODE GRADED INDEX

Masing-masing kecepatan berbeda tetapi sampainya bareng

ISSUED - 4/17/2004

26

Training Center

Serat optik step index single mode

9 m profil indeks bias

125 m

Serat optik SI monomode memiliki diameter core yang sangat kecil dibandingkan ukuran claddingnya. Cahaya hanya merambat dalam satu mode saja yaitu sejajar dengan sumbu serat optik. Digunakan untuk transmisi data dengan bit rate tinggi.

ISSUED - 4/17/2004

27

Training Center

Rambatan pulsa pada serat optik

LIGHT SOURCE

CLADDING

OUTPUT PULSE

INPUT PULSE (LASER) Serat Optik jenis Single Mode SINGLE MODE CORE

ISSUED - 4/17/2004

28

Training Center

STRUKTUR SERAT OPTIK


TUJUAN :
Siswa dapat memahami : Konstruksi Serat Optik. Macam-macam Serat Optik.

ISSUED - 4/17/2004

29

Training Center

Susunan Serat Optik

core cladding coating

Struktur Dasar Serat Optik Core (Inti) Cladding (lapisan) Coating (jaket)
Core (inti) : berfungsi untuk menentukan cahaya merambat dari satu ujung ke ujung lainnya.

Gambar 1: Struktur Dasar Serat Optik

Cladding (lapisan) : berfungsi sebagai cermin, yakni memantulkan cahaya agar dapat merambat ke ujung lainnya. Coating (jaket) : berfungsi sebagai pelindung mekanis sebagai pengkodean warna. Indek bias (n) Core selalu lebih besar daripada indek bias Cladding (Nc > Nd)
ISSUED - 4/17/2004

30

Training Center

KETERANGAN :
Core Terbuat dari bahan kuarsa dengan kualitas sangat tinggi Merupakan bagian utama dari serat optik karena perambatan cahaya sebenarnya terjadi pada bagian ini. Memiliki diameter 10 mm ~ 50 mm. ukuran core sangat mempengaruhi karakteristik serat optik. Cladding Terbuat dari bahan gelas dengan indeks bias lebih kecil dari core Merupakan selubung dari core Hubungan indeks bias antara core dan cladding akan mempengaruhi perambatan cahaya pada core (mempengaruhi besarnya sudut kritis). Coating Terbuat dari bahan plastik. Berfungsi untuk melindungi serat optik dari kerusakan.

ISSUED - 4/17/2004

31

Training Center

Macam Serat Optik menurut susunannya : a. Single core b. Ribbon

core cladding coating

Single Core

Ribbon

ISSUED - 4/17/2004

32

Training Center

Keuntungan Serat Optik :


Band width lebar. Informasi yang dikirim dalam satu saat lebih banyak. Redaman kecil. Jarak jangkau pengiriman tanpa repeater lebih jauh. Kebal terhadap induksi. Tidak terpengaruh oleh kilat, transmisi radio. Keamanan rahasia informasi lebih baik. Penyadapan informasi dengan induksi atau hubungan sederhana tidak dapat dilakukan. Aman dari bahaya listrik. Tidak ada bahaya sengatan listrik, kebocoran ke tanah / ground atau hubung singkat. Penambahan kanal / kapasitas terpasan lebih mudah Tidak ada cakap silang (Crosstalk). Tidak berkarat. Lebih ekonomis. Tahan temperatur tinggi. Konsumsi daya rendah.

ISSUED - 4/17/2004

33

Training Center

Kerugian Serat Optik : Tidak menyalurkan energi listrik, sehingga diperlukan catuan listrik dari luar untuk mencatu sistem repeater, transmistter & receiver. Perangkat sambung relatif lebih sulit, karena terbuat dari gelas silica, memerlukan penanganan yang lebih hati-hati. Perangkat terminasi lebih mahal. Perbaikan lebih sulit

ISSUED - 4/17/2004

34

Training Center

JENIS, KODE WARNA DAN PENANDAAN KABEL OPTIK


TUJUAN :
Siswa dapat memahami : Jenis Kabel Optik Spesifikasi Kabel optik Kode warna Serat

ISSUED - 4/17/2004

35

Training Center

KABEL SERAT OPTIK


Berbeda dengan kabel metalik, kabel serat optik ukurannya kecil, + 3 cm, dan lebih ringan sehingga instalasi kabel serat optik dapat dilakukan melalui beberapa span secara sekaligus. Panjang kabel serat optik dalam satu haspel biasanya mencapai 2 s/d 4 km. Pada saat ini, untuk mengatasi keterbatasan kapasitas kabel tembaga, maka pembangunan junction menggunakan kabel serat optik jenis single mode. Ada dua jenis kabel optik, yaitu : 1. PIPA LONGGAR (Loose Tube). Serat optik ditempatkan di dalam pipa longgar (loose tube) yang terbuat dari bahan PBTP (Polybutylene Terepthalete) dan berisi jelly. Saat ini sebuah kabel optik maksimum mempunyai kapasitas 8 loose tube, di mana setiap loose tube berisi 12 serat optik. 2. ALUR (Slot) Serat optik ditempatkan pada alur (slot) di dalam silinder yang terbuat dari bahan PE (Polyethyiene). Pada saat di Jepang telah dibuat kabel jenis slot dengan kapasitas 1.000 serat dan 3.000 serat.
ISSUED - 4/17/2004

36

Training Center

Diameter dan berat kabel optik jenis slot ( di Jepang) : Cable type Diameter (mm) Weight (kg)

400-fiber cable 600-fiber cable 800-fiber cable 1.000-fiber cable

24 (25) 24 (25) 30 (31) 30 (31)

0.57 (0.65) 0.57 (0.65) 0.85 (1.02) 0.85 (1.02)

ISSUED - 4/17/2004

37

Training Center

Penampang Kabel Optik Jenis Loose Tube

ISSUED - 4/17/2004

38

Training Center

Penampang Kabel Optik Jenis Slot

ISSUED - 4/17/2004

39

Training Center

KONSTRUKSI KABEL OPTIK

Sesuai dengan konstruksinya kabel optik terdiri dari : a. Kabel duct b. Kabel tanah c. Kabel atas tanah d. Kabel rumah

ISSUED - 4/17/2004

40

Training Center

Konstruksi Dasar Kabel Optik Duct

ISSUED - 4/17/2004

41

Training Center

Konstruksi Dasar Kabel Optik Bawah Tanah


ISSUED - 4/17/2004

42

Training Center

Konstruksi dasar Kabel Optik Atas


ISSUED - 4/17/2004

43

Training Center

SINGLE FIBRE DESIGN

Konstruksi Dasar Kabel Rumah (2 s/d 6 fiber)


ISSUED - 4/17/2004

44

Training Center

Konstruksi Dasar Kabel Rumah (8 s/d 12 fiber)


ISSUED - 4/17/2004

45

Training Center

Fungsi dan bagian-bagian kabel optik jenis loose tube :


a. Loose tube, berbentuk tabung longgar yang terbuat dari bahan PBTP (Polybuty leneterepthalete) yang berisi thixotropic gel dan serat optik ditempatkan didalamnya. Konstruksi loose tube yang berbentuk longgar tersebut mempunyai tujuan agar serat optik dapat bebas bergerak, tidak langsung mengalami tekanan atau gesekan yang dapat merusak serat pada saat instalasi kabel optik. Thixotropic gel adalah bahan semacam jelly yang berfungsi melindungi serat dari pengaruh mekanis dan juga untuk menahan air. Sebuah loose tube dapat bersisi 2 sampai dengan 12 serat optik. Sebuah kabel optik dapat bersisi 6 sampai dengan 8 loose tube. b. HDPE Sheath atau High Density Polyethylene Sheath yaitu bahan sejenis polyethylene keras yang digunakan sebagai kulit kabel optik berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi serat optik dari pengaruh mekanis pada saat instalasi.

ISSUED - 4/17/2004

46

Training Center

c.

Alumunium tape atau lapisan alumunium ditempatkan diantara kulit kabel dan water blocking berfungsi sebagai konduktivitas elektris dan melindungi kabel dari pengaruh mekanis.

d. Flooding gel adalah bahan campuran petroleum, synthetic dan silicon yang mempunyai sifat anti air. Flooding gel merupakan bahan pengisi yang digunakan pada kabel optik agar kabel menjadi padat. e. PE Sheath adalah bahan polyethylene yang menutupi bagian central strength member. f. Central strength member adalah bagian penguat yang terletak ditengahtengah kabel optik. f Central Strength Member dapat merupakan: pilinan kawat baja, atau Solid Steel Core atau Glass Reinforced Plastic. Central Strength member mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi yang diperlukan pada saat instalasi. g. Peripheral Strain Elements terbuat dari bahan polyramid yang merupakan elemen pelengkap optik yang diperlukan untuk menambah kekuatan kabel optik. Polyramid mempunyai kekuatan tarik tinggi.

ISSUED - 4/17/2004

47

Training Center

Fungsi dan bagian-bagian kabel optik jenis slot:


a. Kulit kabel, terbuat dari bahan sejenis polyethylene keras, berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi serat optik dari pengaruh mekanis saat instalasi. Aluran (slot) terbuat dari bahan polyethylene berfungsi untuk menempatkan sejumlah serat. Untuk kabel optik jenis slot dengan kapasitas 1000 serat, diperlukan 13 aluran (slot) dan 1slot berisi 10 fiber ribbons. 1 fiber ribon berisi 8 serat. Central strength member adalah bagianpenguat yang terletak ditengahtengah kabel optik. Central strength member terbuat dari pilinan kawat baja yang mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi yang diperlukan pada saat instalasi.

b.

c.

ISSUED - 4/17/2004

48

Training Center

SPESIFIKASI KABEL OPTIK


Karakteristik Mekanis :
1. Fibre Bending (tekukan Serat) Tekukan serat yang berlebihan bertambahnya optical loss. (terlalu kecil) dapat mengakibatkan

2.

Cable Bending (tekukan Kabel) Tekukan kabel pada saat instalasi harus di jaga agar tidak terlalu kecil, karena hal ini dapat memerusak serat sehingga menambah optical loss. Tensile Strength Tensile strength yang berlebihan dapat merusakan kabel atau serat. Crush Crush atau tekanan yang berlebihan dapat mengakibatkan serat retak / patah, sehingga dapat menaikkan optical loss Impact Impact adalah beban dengan berat tertentu yang dijatuhkan dan mengenai kabel optik. Berat beban yang berlebihan dapat mengakibatkan serat retak / patah, sehingga dapat menaikkan optical loss. Cable Torsion Torsi yang diberian kepada kabel dapat merusak selubung kabel dan serat
ISSUED - 4/17/2004

3. 4.

5.

6.

49

Training Center

Spesifikasi kabel optik.


Jumlah loose tube Jumlah serat per loose tube Diameter luar/dalam Loose tube (mm) 2.2 x 1.4 2.2 x 1.4 2.5 x 1.5 3.5 x 2.5 2.2 x 1.4 2.5 x 1.5 3.5 x 2.5 Diameter luar kabel (mm) Jumlah serat

6 6 6 6 8 8 8

2 4 6 12 4 6 12

13 13 13.5 16 15 16 17.5

4-12 4-24 6-36 12-72 24 24-48 24-96

ISSUED - 4/17/2004

50

Training Center

Jumlah fiber pada 6 Loose tube


Loose tubes Number 3 4 (Hijau) (Coklat) Quad/Filler Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler 2 2 Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler 4 Quad/Filler Quad/Filler 6 Quad/Filler Quad/Filler 12 12 2 Filler 2 Filler 2 4 2 2 Filler 6 4 Filler 4 6 12 6 Filler 12 12 12

Fiber count 4 4 6 6 8 8 10 12 12 12 16 18 24 24 24 36 36 48 60 72

1 (Biru) 2 4 2 6 2 4 2 2 4 6 4 6 4 6 12 6 12 12 12 12

2 (Oranye ) Filler Filler 2 Filler 2 Filler 2 2 4 Filler 4 6 4 6 Filler 6 12 12 12 12

5 (Abu-abu) Filler Filler Filler Filler 2 Filler 2 2 4 Filler 4 6 4 6 Filler 6 12 12 12 12

6 (Putih) Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler 2 Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler 4 Quad/Filler Quad/Filler 6 Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler 12

ISSUED - 4/17/2004

51

Training Center

Jumlah fiber pada 8 loose tube


Loose tubes Number 3 4 5 (Hijau) (Coklat) (Abu-abu) 4 6 Filler 6 Filler 6 12 Filler 12 12 12 Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler 6 Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler 12 12 4 6 12 6 12 6 12 12 12 12 12

1 Fiber Count (Biru) 24 24 24 36 36 48 48 60 72 84 96 4 6 12 6 12 6 12 12 12 12 12

2 (Oranye) 4 Filler Filler 6 12 6 Filler 12 12 12 12

6 (Putih) 4 Filler Filler 6 Filler 6 Filler 12 12 12 12

7 (Merah) 4 6 Filler 6 12 6 12 12 12 12 12

8 (Hitam) Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler 6 Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler Quad/Filler 12

ISSUED - 4/17/2004

52

Training Center

Copper Conductor

Placement of copper quads Six loose tubes design Position One quad 6 Two quad 3 and 6 Eight loose tubes design One quad Two quad Position 8 4 and 8

ISSUED - 4/17/2004

53

Training Center

Kode warna serat

1 Biru

2 Oranye

3 Hijau

4 Coklat

5 6 Abu-abu Putih

7 Merah

8 Hitam

9 Kuning

10 Ungu

11 Pink

12 Turquoise

ISSUED - 4/17/2004

54

Training Center

Kode warna tabung

No. Tabung 1 2 3 4 5 6 7 8

Warna Biru Oranye Hijau Coklat Abu-abu Putih Merah Hitam

ISSUED - 4/17/2004

55

Training Center

Diketahui Kabel Optik mempunyai 8 tabung, tiap-tiap tabung berisi 12 serat. Tentukan warna tabung dan serat untuk serat nomor : 12, 21, 32, 43, 54, 65, 76, 80

No. Serat 12 21 32 43 54 65 76 80

Warna tabung

Warna serat

ISSUED - 4/17/2004

56

Training Center

Tanda Pengenal Kabel Optik


Kabel Optik harus diberi tanda pengenal yang tidak mudah hilang yang tertera pada kulit kabel di sepanjang kabel. Adapun tanda pengenal tersebut meliputi : - Nama pabrik pembuat - Tahun pembuatan * Tipe serat optik : - SM = Single Mode - GI = Graded Indeks - SI = Step Index * Pemakaian kabel optik : - D = Duct - A = Aerial - B = Buried - S = Submarine - I = Indoor

ISSUED - 4/17/2004

57

Training Center

* Jenis kabel optik : - LT = Loose tube - SC = Slotted core - TB = Tight Buffered * Struktur penguat : - SS = Solid Steel Core - WS = Standred Wire Steel - GRP = Glass Reinforced Plastik Panjang tanda pengenal kabel termasuk nama pabrik dan tahun pembuatan adalah satu meter. Contoh: SM-D-LT SS 6-3X2 2Q

Length mark

Length mark

ISSUED - 4/17/2004

58

Training Center

SMD-LT SS6-3T 2Q, adalah tanda pengenal kabel optik single mode untuk pemakaian duct dengan jenis loose tube, struktur penguatnya Solid State Core, jumlah serat adalah 6 dengan 3 buah loose tube dan juga mempunyai 2 quad kabel tembaga

* The fibre strain at the rated tensile strength must not exceed 50% of its proof stress strain
ISSUED - 4/17/2004

59

Training Center

Cable Mechanical Characteristics

No. 1

2 3 4 1

2 3 4

Property Six loose tubes cable design Tensile strength* 2.2 mm OD 2.5 mm OD 3.5 mm OD Crush resistance Exitension Max. weight Eight loose tubes cable design Tensile strength* 2.2 mm OD 2.5 mm OD 3.5 mm OD Crush resistance Exitension Max. weight

Value

Unit N

min. 2300 min. 2700 min. 2700 4.5 0.5 420

KN/100 mm % Kg/km N

min. 2300 min. 2700 min. 2700 4.5 0.5 480

KN/100 mm % Kg/km

ISSUED - 4/17/2004

60

Training Center Typical Mechanical Test Requirement


No. 1 2 Property Cable Bending Tensile Strength a. Six Loose Tube Turn 20 Test parameter Diameter Load 20 x OD 2.2 mm OD 2.5 mm OD 3.5 mm OD 2.2 mm OD 2.5 mm OD 3.5 mm OD 2500 N 2900 N 2900 N 10 Minutes b. Eigth Loose Tube 2900 N 3100 N 3100 N 4500 N when crushed between two flat platens of 100 mm long. 3 kg dropped from a height of 1 m 0.1 dB/km Max. Attenuation 0.1 dB/km

Duration 40 seconds

3 4

Torsion Crush

10 -

10 minutes -

0.1 dB/km 0.1 dB/km at 1550 nm

Impact

0.1 dB/km

Note : The cable shall also be able to withstand a long term residual tension of 1000 N and the fibre strain shall be close to 0.0%.

ISSUED - 4/17/2004

61

Training Center

Fibre Bending

Number 1 2 3

Characteristic Additional loss Radius Number of turn

Value < 0.1 30 mm 100

ISSUED - 4/17/2004

62

Training Center

KARAKTERISTIK SERAT OPTIK


a. 1310 nm Optimized Fibre and Cable Characteristics

Rec. ITU-T G.652


Table I.A Typical Fibre Construction

Number 1 2 3 4 5

Characteristic Value Single mode Fibre type Mode Field diameter 9.3 0.5 m (1310 nm) Mode field concentricity error Not exceed 1 m Cladding diameter 125 2 m Cladding non circularity < 2%

ISSUED - 4/17/2004

63

Training Center

Table II.A Typical Optical Fibre Cable Characteristics

Number 1 2 3 4 5 6 7 8

Characteristic Maximum Attenuation at 1310 nm Maximum Attenuation at 1550 nm Maximum chromatic dispersion at 1310 nm Maximum chromatic dispersion at 1550 nm Min. Bending radius at full tensile strength Maximum cut-off wavelength at 1310 nm ( cc ) Zero Dispersion Wavelength ( 0) Slope at Zero Dispersion Wavelength (S0)

Value 0.4 dB/Km 0.3 dB/Km* 3.5 ps/ (nm.km) 20 ps/ (nm.km) 20 x cable OD 1270 nm 1300 - 1324 nm 0.093 ps/ (nm km)

Note (*): For some applications, the maximum attenuation at 1550 nm region could be as small as 0.25 dB/km.

ISSUED - 4/17/2004

64

Training Center

b. Dispersion Shifted Fibre and Cable Characteristics


Table I.B Typical Fibre Construction

Number 1 2 3 4 5

Characteristic Value Fibre type Single mode Mode Field diameter 7.0 - 8.3 0.5 m (1550 nm) Mode field concentricity error Not exceed 1 m Cladding diameter 125 2 m Cladding non circularity < 2%
Table II.B Typical Optical Fibre Cable Characteristics

Number 1 2 3 4 5 6

Characteristic Maximum Attenuation at 1310 nm Maximum Attenuation at 1550 nm Maximum chromatic dispersion at 1550 nm Min. Bending radius at full tensile strength Zero Dispersion Wavelength ( 0) Slope at Zero Dispersion Wavelength (S0)
ISSUED - 4/17/2004

Value 0.4 dB/Km 0.25 dB/Km* 3.5 ps/ (nm.km) 20 x cable OD 1550 15 nm 0.085 ps/ (nm km)
65

Training Center

c. 1550 nm Optimized Fibre and Cable Characteristics

Table I.C Typical Fibre Construction


Number 1 2 3 4 5 Characteristic Value Single mode Fibre type Mode Field diameter 9.3 0.5 m (1310 nm) Mode field concentricity error Not exceed 1 m Cladding diameter 125 2 m Cladding non circularity < 2%

ISSUED - 4/17/2004

66

Training Center

Table II.C Typical Optical Fibre Cable Characteristics

Number 1 2 3 4 5 6 7

Characteristic Maximum Attenuation at 1310 nm Maximum Attenuation at 1550 nm Maximum chromatic dispersion at 1310 nm Maximum chromatic dispersion at 1550 nm Min. Bending radius at full tensile strength Maximum cut-off wavelength at 1550 nm region ( cc) Maximum Dispersion-slope at 1550 nm

Value 0.4 dB/Km 0.2 dB/Km* 3.5 ps/ (nm.km) 20 ps/ (nm.km) 20 x cable OD 1530 nm 0.06 ps/(nmkm)

ISSUED - 4/17/2004

67

Training Center

Karakteristik Kabel Optik Multimode

No. 1 2 3 4 5 6

Karakteristik Redaman maksimum pada 850 nm Redaman maksimum pada 1310 nm Modal distorsion bandwidth (pada kemiringan -3 dB optik) pada 850 nm Modal distorsion bandwidth (pada kemiringan -3 dB optik) pada 1310 nm Dispersi chromatic pada 850 nm Dispersi chromatic pada 1310 nm

Nilai 4 dB/km 2 dB/km > 200 MHz.km > 200 MHz.km 120 ps/(nm.km) 6 ps/(nm.km)

ISSUED - 4/17/2004

68

Training Center

Persyaratan yang dibutuhkan oleh serat optik adalah :


a. b. Tidak putus saat gaya rentang (tensile force) bekerja pada serat optik. Tidak mengalami perubahan kulaitas perambatan cahaya akibat tekanan darisamping seperti misalnya microbending. Serat optik ditempatkan secara khusus didalam kabel optik. Pada sambungan serat optik harus diberi penguat.

c. d.

ISSUED - 4/17/2004

69

Training Center

RUGI RUGI SERAT OPTIK


Secara garis besar rugi-rugi yang terjadi diakibatkan oleh :

> Faktor intrinsik (dari serat itu sendiri). > Terjadi karena kabel optik yang diinstalasi. Rugi-rugi karena serat optik :
>Penghamburan (scaterring loss) Rayleigh scattering Microbending Core size variation Mode coupling >Penyerapan (absorption loss)

Rugi-rugi karena instalasi :


Rugi-rugi penyambungan Fresnel reflection Bengkokan (macro bending)

ISSUED - 4/17/2004

70

Training Center

RUGI-RUGI PENGHAMBURAN
Back Scattering Loss

Disebabkan karena adanya facet facet yang memantulkan dan membiaskan cahaya. Rayleigh scattering terjadi pada seluruh serat Penghamburan dapat disebabkan karena : ' Micro bending ' Variasi ukuran inti / core ' Mode coupling effects

ISSUED - 4/17/2004

71

Training Center

Rugi-rugi karena micro bending

RugiRugi-rugi Penghamburan

Scattering by large obstructions

ISSUED - 4/17/2004

72

Training Center RugiRugi-rugi Penghamburan

Rugi-rugi karena mode coupling Terjadi bila sudut sebuah mode yang direfleksikan berubah karena perubahan diameter inti, pada kasus ini beberapa mode menyatu (couple) Mode coupling juga terjadi pada sambungan serat (connection & splices) bila ujung fibber disatukan

ISSUED - 4/17/2004

73

Training Center RugiRugi-rugi Penghamburan

Rugi-rugi karena variasi ukuran inti

ISSUED - 4/17/2004

74

Training Center RugiRugi-rugi Penghamburan

Rugi-rugi penyebaran Rayleigh pada fiber-fiber silika.

ISSUED - 4/17/2004

75

Training Center

RUGI-RUGI PENYERAPAN
Absorbtion Loss

Terutama disebabkan karena adanya molekul-molekul air dalam inti gelas.


OH -

ISSUED - 4/17/2004

76

Training Center

RUGI-RUGI KARENA INSTALASI

Rugi-rugi penyambungan. Penyambungan dengan : > Busur api > Mekanis > Konektor

ISSUED - 4/17/2004

77

Training Center RugiRugi-rugi karena instalasi

Rugi-rugi karena macro bending

Rambatan sinar dalam sebuah fiber yang dibengkokkan

ISSUED - 4/17/2004

78

Training Center RugiRugi-rugi Penghamburan

Rugi-rugi karena variasi ukuran inti dalam serat

Radiation loss caused by diameter changes

ISSUED - 4/17/2004

79

Training Center RugiRugi-rugi Penghamburan

Rugi-rugi karena micro bending

ISSUED - 4/17/2004

80

Training Center

Rugi-rugi Optik

Coupling loss with emitting element

Pressure from the side (Lateral pressure) Splicing loss Rayleigh scattering

Daya kirim
Absorbtion loss Fresnel reflection
Scattering due to structure disuniformity Micro bending loss Fresnel reflection

Daya tr

Coupling loss with receiving element

Radiation loss due to bends

ISSUED - 4/17/2004

81

Training Center

PANTULAN FRESNEL

&

Terjadi bila cahaya melewati antara dua buah material dengan indeks bias yang berbeda. & Cahaya yang jatuh tegak lurus pada sebuah permukaan tidak dapat seluruhnya, melampaui permukaan tersebut, sebagian cahaya akan direfleksikan.

ISSUED - 4/17/2004

82

Training Center

Karakteristik Redaman Optik Mewakili Serat Optik Silika


100 (1.24 um) 50 (0.94 um) (1.38 um) Absorbtion due to OH ion 5 1978 1977

Optical loss (dB/Km)

1
1st window

Ray leig hs catt erin g

1984
loss

1979

Infrared absorption

0.5

Ultr a abs violet orp tion loss

2nd window

3rd window

0.1 0.8 1.0 1.2 1.4 1.6

Light wavelength (um)

ISSUED - 4/17/2004

83

Training Center

DISPERSI !Dispersi dapat didefinisikan sebagai lebar pulsa cahaya output yang dihasilkan oleh sebuah pulsa input ideal dengan lebar mendekati nol. !Dalam praktis: Dispersi = t, pulsa input = tp1 pulsa output = tp2 didefinisikan sebagai :

t = [tp22 - tp12]
Dispersi diukur dalam waktu : B nano detik (10-9), atau B pico detik (10-12)

ISSUED - 4/17/2004

84

Training Center

Pulsa cahaya yang dilirim diinginkan diterima dalam keadaan utuh.


A
T

Dispersi

Fiber Optik
T

Bila loss terlalu besar sehingga A kecil dan tidak dapat dideteksi, perlu pengulang (repeater)

Transmitter

Repeater

Receiver

!Pulsa-pulsa yang melebar dapat menyatu dengan pulsa yang terdahulu dan berikutnya. !Pulsa-pulsa dapat dipisahkan dengan menjauhkan satu dari yang lain pada pemancar, mengurangi laju bit maksimum !Pada laju bit yang tinggi, panjang maksimum yang semula dibatasi oleh pengaruh dispersi.
ISSUED - 4/17/2004

85

Training Center Dispersi

Pulsa cahaya yang dilirim ke dalam serat optik akan mengalami pelebaran.

ISSUED - 4/17/2004

86

Training Center Dispersi

DISPERSI ANTAR MODE (Intermodel Dispersion)

!Terjadi karena banyaknya mode dalam sebuah serat !Waktu tempuh masingmasing mode berbeda !Pulsa yang diterima adalah penjumlahan dari pulsa-pulsa mode, dimana masing-masing diperlambat dengan waktu yang berbeda. !Keterlambatan total yang terpendek adalah yang merambat lurus. !Dispersi ini sangat berpengaruh pada serat multi mode.
87

ISSUED - 4/17/2004

Training Center Dispersi

DISPERSI BAHAN (chromatic Dispersion)

Disebabkan karena cahaya yang masuk kedalam serat terdiri dari beberapa panjang gelombang. Dispersi ini berhubungan lebar spektrum panjang gelombang Dispersi ini umumnya diberikan dalam bentuk : ps/km.nm Pada serat optik single mode, dispersi ini yang berpengaruh.

ISSUED - 4/17/2004

88

Training Center

FUNGSI ELEMEN SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK

ISSUED - 4/17/2004

89

Training Center

Pada komunikasi serat optik sinyal yang digunakan dalam bentuk sinyal digital, sedangkan penyaluran sinyal melalui serat optik dalam bentuk pulsa cahaya. Pulsa cahaya didapat dari memodulasi sinyal informasi dalam bentuk digital dalam suatu komponen Sumber Optik, proses ini terjadi pada arah kirim. Sedangkan pada arah terima melalui Detektor Optik, pulsa cahaya diubah kembali dalam bentuk sinyal digital.

ISSUED - 4/17/2004

90

Training Center

Transmisi Fungsinya untuk menyalurkan informasi (suara, gambar, data) antar titik yang terdapat pada jaringan telekomunikasi.

Transmisi

Transmisi

Terminal

Terminal

Sentral

Sentral

ISSUED - 4/17/2004

91

Training Center

Sistem Transmisi

Menurut jenisnya : Fisik (kabel, optik) Non Fisik

Menurut aplikasinya : Jaringan akses Junction (MEA) Trunk

ISSUED - 4/17/2004

92

Training Center

KOMPOSISI DASAR SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK

(. :.

light source optical fiber

repeater optical fiber


o/e e/o

detector

(. :.

E/O

O/E

TV Konversi sinyal electric optic Type : L E D LASER Media transmisi sinyal optik Type : Multimode Singlemode Konversi sinyal optic elec optic Media transmisi sinyal optik Type : Multimode Singlemode Konversi sinyal optic electric Type : P I N APD

TV

LED : Light Emitting Diode LASER : Light Amplification by Stimulation Emission of Radiation PIN : Positive Intrinsic Negative APD : Avalanche Photo Diode

ISSUED - 4/17/2004

93

Training Center

SUMBER OPTIK * Sumber optik pada sistim transmisi serat optik berfungsi sebagai pengubah besaran sinyal listrik / elektris menjadi sinyal cahaya (E/O converter). * Tedapat dua jenis sumber optik yaitu LED dan diode laser. Pemilihan dari sumber cahaya yang akan digunakan bergantung pada bit rate data yang akan ditransmisikan dan pertimbangan ekonomi (harga dari sumber optik).

ISSUED - 4/17/2004

94

Training Center

LED (Light Emitting Diode) * * * * LED merupakan diode semikonduktor yang memancarkan cahaya karena mekanisme emisi spontan. Terdapat dua jenis LED yaitu Surface Emitting LED dan Edge Emitting LED, edge emitting led memiliki efisiensi coupling ke serat yang lebih tinggi. LED mengubah besaran arus menjadi besaran intensitas cahaya dan karakteristik arus/daya pancar optik memiliki fungsi yang linear. Cahaya yang dipancarkan LED bersifat tidak koheren yang akan menyebabkan dispersi chromatic sehingga LED hanya cocok untuk transmisi data dengan bit rate rendah sampai sedang. Daya keluaran optik LED adalah -33 dBm s/d -10 dBm. LED memiliki lebar spektral (spectral width) 30-50 nm pada panjang gelombang 850 nm dan 50-150 nm pada panjang gelombang 1300 nm.

* *

ISSUED - 4/17/2004

95

Training Center

Pola Pancaran Daya LED

ISSUED - 4/17/2004

96

Training Center

Proses Modulasi pada LED * Modulasi yang diterapkan pada LED adalah modulasi intensitas. * Pulsa-pulsa listrik (diwakili dengan kondisi ada arus/tidak ada arus) secara langsung diubah menjadi pulsa-pulsa optik/ cahaya (diwakili dengan ada/ tidaknya pancaran cahaya).

ISSUED - 4/17/2004

97

Training Center

Diode LASER (Light Amplification by Stimulated Emmission of Radiation) * Diode laser merupakan diode semikonduktor yang memancarkan cahaya karena mekanisme pancaran/ emisi terstimulasi (stimulated emmision). Cahaya yang dipancarkan oleh diode laser bersifat koheren. Diode laser memiliki lebar spektral yang lebih sempit (s/d 1 nm) jika dibandingkan dengan LED sehingga dispersi chromatic dapat ditekan. Diode laser diterapkan untuk transmisi data dengan bit rate tinggi. Daya keluaran optik dari diode laser adalah -12 s/d + 3 dBm. Karakteristik arus kemudi daya optik diode laser tidak linear. Kinerja (keluaran daya optik, panjang gelombang, umur) dari diode laser sangat dipengaruhi oleh temperatur operasi.

* * * * * *

ISSUED - 4/17/2004

98

Training Center

Karakteristik I/P0 dan Spektral LED

ISSUED - 4/17/2004

99

Training Center

Karakteristik Diode Laser

Narrow band laser = 0,25 nm

Narrow laser = 4 nm

Karakteristik I/Po

Karakteristik Spektral

ISSUED - 4/17/2004

100

Training Center

Pola Pancaran Daya Diode Laser

ISSUED - 4/17/2004

101

Training Center

Proses Modulasi Diode Laser

* Pada umumnya modulasi yang diterapkan diode laser adalah modulasi intensitas. * Karena diode laser memiliki karakteristik I-Po yang tidak linear maka perlu ditambahkan arus pra-tegangan searah (DC) agar diode bekerja pada daerah linear (daerah operasi laser).

ISSUED - 4/17/2004

102

Training Center

Detektor Optik / Photodetector * * * Photodetector berfungsi mengubah variasi intensitas optik/ cahaya menjadi variasi arus listrik. Karena perangkat ini berada di ujung depan dari penerima optik maka photodetector harus memiliki kinerja yang tinggi. Persyaratan kinerja yang harus dipenuhi oleh photo diode meliputi : - Memiliki sensitivitas tinggi, - Memiliki lebar-bidang atau kecepatan response/ tanggapan yang cukup untuk mengakomodasi bit rate data yang diterima, - Hanya memberikan noise tambahan minimum - Tidak peka terhadap perubahan suhu.

ISSUED - 4/17/2004

103

Training Center

Pada sistim transmisi serat optik digunakan dua jenis photodetector yaitu : - Diode PIN/ FET (Positive Intrinsic Negative/ Field Effect Transistor) - APD (Avalanche Photo-Diode). Photodiode dioperasikan pada prategangan balik. Cahaya yang diterima akan diubah menjadi arus listrik, pada tahanan RL arus tersebut diubah menjadi besaran tegangan. Perbandingan arus yang dihasilkan photodetector terhadap daya optical yang diterima disebut Sensitivitas optik dan dinyatakan dalam satuan A/W. Sensitivitas suatu photodetector sangat bergantung pada panjang gelombang operasi dan bahan photodetector.

* *

ISSUED - 4/17/2004

104

Training Center

Rangkaian Photo Dioda

ISSUED - 4/17/2004

105

Training Center

Karakteristik Spektral Photodetector

Panjang gelombang cut off Bahan Photodetector

ISSUED - 4/17/2004

106

Training Center

Training Center

SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK

Karakteristik Photo Dioda

ISSUED - 4/17/2004

107