Anda di halaman 1dari 18

dr.

Ridha Rahim

Seorang pasien anak laki-laki berumur 1 tahun 6 bulan datang ke IGD RSUD dr. H Yuliddin Away pada tanggal 25 November 2012 dengan :

1.

Diagnosis : luka bakar grade II 22,5%

Gambaran Klinis :

Luka bakar sejak jam sebelum masuk RS. Luka bakar terdapat pada wajah, leher, dada, bahu kiri,

lengan kiri, bahu kanan, lengan kanan akibat tersiram air panas. kejadian.

Pasien tetap sadar setelah Sesak nafas tidak ada. BAB dan BAK biasa.

2. Riwayat Pengobatan : pasien belum mendapatkan obat untuk luka bakar ini

3. Riwayat Kesehatan/ Penyakit : tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya. Riwayat penyembuhan luka sebelumnya cepat.
4. Riwayat Keluarga : tidak ada anggota keluarga yang sakit sama dengan pasien

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Nadi Nafas Suhu BB Mata Kulit : Sedang : CMC : 150 x/ menit : 21 x/menit : 36,9 C : 9 kg : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik : Teraba hangat, turgor baik

THT
Leher

: Tidak ada kelainan


: Tidak ada pembesaran KGB

Dada Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Jantung Inspeksi : iktus tidak terlihat Palpasi : iktus teraba LMCS RIC V Perkusi :Auskultasi: bunyi jantung murni, irama teratur, bising (-) Abdomen Inspeksi : Perut tidak tampak membuncit Palpasi : Supel, hati dan lien tidak teraba, cubitan kulit kembali cepat Perkusi : Timpani Auskultasi : Bising usus (+) normal Anggota gerak : Akral hangat, refilling kapiler baik : simetris kiri dan kanan : fremitus kiri sama dengan kanan : sonor : vesikuler, wheezing (-), ronkhi (-)

Status lokalis :

Regio Fasialis dan colli


I : hiperemis (+), bullae (+) belum dipecahkan, luas 7,5%

Regio brachii anterior dan antebrachii anterior dextra


I : hiperemis (+), bullae (+) belum dipecahkan, luas 5%

Regio brachii anterior dan antebrachii anterior sinistra


I : hiperemis (+), bullae (+) sudah dipecahkan, luas 5%

Regio pectoralis :
I : hiperemis (+), bullae (+) sudah dipecahkan, luas 5%

Laboratorium

Hb

: 15,8 gr%

Leukosit

: 11.700/mm

Hematokrit : 44 % Trombosit
: 160.000/mm

Diagnosis : luka bakar grade II 22,5 % Pengobatan :

Pada pasien ini diperlukan pemantauan yang intensif


IVFD RL 51 tts/mnt, selanjutnya 25tts/mnt Inj gentamicin 13,5mg/12jam (iv) allergy test Inj novalgin amp/6jam Inj ranitidine 1/5 amp/8 jam

Debridement luka + burnazin zalf

Pendidikan : Memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang kondisi pasien, dan penanganan pertama pada luka bakar Konsultasi : Konsultasi dilakukan dengan bagian bedah dan anak

Penyebab

luka

bakar

selain

terbakar

api

langsung atau tidak langsung (tersiram air


panas), juga pajanan suhu tinggi dari matahari, listrik, maupun bahan kimia. Pada pasien, luka

bakar disebabkan oleh tersiram air panas.

Assestment :

Luka bakar biasanya dinyatakan dengan derajat yang ditentukan oleh kedalaman luka bakar.

Pasien diklasifikasikan pada luka bakar derajat dua karena ditemukan kulit melepuh, gelembung gelembung berisi cairan jernih kental. Luka dirasakan sangat nyeri. Pada luka bakar derajat dua mencapai kedalaman dermis, masih ada elemen epitel sehat yang tersisa.
Dengan adanya sisa sel epitel ini, luka dapat sembuh sendiri dalam dua sampai tiga minggu.

Luas luka bakar dinyatakan dalam persen terhadap luas seluruh tubuh. Salah satu cara yaitu dengan membagi tubuh seseorang yang terkena luka bakar menjadi beberapa area Pada pasien luas luka bakar lebih kurang 22,5%

Terapi Prinsip penanganan utama adalah mendinginkan daerah yang terbakar dengan air,

mencegah infeksi dan memberi kesempatan sisasisa sel epitel untuk berproliferasi, dan menutup permukaan luka.
Luka dapat dirawat secara tertutup maupun terbuka.

* Perawatan lokal mengoleskan luka dengan antiseptic dan


membiarkannya terbuka untuk perwatan terbuka atau menutupnya dengan pembalut steril untuk perawatan tertutup.

* Selanjutnya diberi pencegahan tetanus berupa ATS. * Analgesik diberikan bila penderita kesakitan. * Sebelum infuse diberikan, luas dan dalamnya luka bakar harus
ditentukan secara teliti. Cara yang paling banyak digunakan
adalah menggunakan rumus baxter, yaitu % x BB x 4ml

* Separuh dari jumlah cairan diberikan dalam 8 jam pertama,


sisanya diberikan dalam 16 jam.

* Pada pasien ini dilakukan debridement luka, penghisapan

bullae, dan pembuangan jaringan nekrotik. Pada luka yang telah dibersihkan dioleskan burnazyn zalf.

* Jika menggunakan rumus baxter kebutuhan cairan pasien adalah


810 ml dalam 24 jam, 405 ml harus habis dalam 8 jam I (51 tts/mnt), dan sisanya habis dalam 16 jam ( 25tts/mnt).

* Pemberian obat-obatan pada pasien meliputi pemberian

antibiotic gentamicin injeksi 13,5 mgr/12jam iv. Untuk mengetahui diuresis, dilakukan pemasangan kateter. Pada pasien seharusnya juga diberikan ATS.