P. 1
tugas planologi

tugas planologi

|Views: 5|Likes:
Dipublikasikan oleh Annur M Mslm

More info:

Published by: Annur M Mslm on Feb 26, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2015

pdf

text

original

Nama : BAGINDA SYAH ALI Jurusan/program : management resort & leisure (fpips) / s1 Mata kulia : Planologi NIM : 0901658

Peran sebagai : Arsitektur

JALAN BRAGA

Kawasan yang dimulai dari Jalan Asia Afrika (persis di sisi bangunan Gedung Merdeka) sampai dengan rel kereta api menjelang Jalan Wastukencana ini adalah saksi bisu zaman keemasan arsitektur di Indonesia. Bangunan-bangunan di Braga sampai kini menjadi semacam etalase berbagai gaya arsitektur. Mulai dari klasik-romantik, art deco, Indo-Europeanen, neo klasik, gaya campuran, sampai gaya arsitektur modern. Meski tak sepenuh sesuai dengan aslinya, keindahan arsitektur itu masih bisa kita saksikan di berbagai bangunan di kawasan Braga. Misalnya Gedung Landmark,bekas toko buku Van Dorp dan gedung bioskop Majestic. Ketiga bangunan itu adalah hasil rancangan arsitek Wolff Schoemaker yang dibangun pada 1922. Arsitektur bangunan-bangunan itu menampilkan perpaduan antara arsitektur Barat dan Timur. Dulunya, Braga hanyalah sebuah jalan tanah yang berlumpur pada musim hujan dan berdebu

pada musim kemarau. Hanya pedati yang ditarik kerbau yang melewati jalan itu untuk mengangkut hasil bumi ke koffie pakhuis. Karena itu jalan tersebut dijuluki Karrenweg atau Pedatiweg.

Kondisi Braga saat ini cenderung turun. Banyak perubahan dari Braga yang tidak lagi sesuai dengan kondisi yang dulu. Keunikan dan ciri khas dari Braga semakin lama semakin menipis. Salah satu contoh terlihat dari pemakaian batu Andesit sebagai pengganti aspal di Jalan raya Braga ternyata bukan menambah unik atau mengindahkan Braga. Namun, semakin memperburuk keadaan. Hal ini jelas sangat terlihat di jalan tersebut, banyak batu-batu yang sudah pecah akibat tidak kuat terhadap beban yang berat. “Padahal biaya penggantian aspal menjadi batu tersebut mencapai 1,8 M “ujar petugas kebersihan yang saya tanyakan. Penggantian aspal menjadi batu Andesit ternyata menjadi program kerja dari Pemkot Bandung tanpa persetujuan orang-orang atau pedagang yang tinggal di sekitar Braga. “Mungkin Braga sebentar lagi dijual oleh mereka,” Bagaimana tidak? Perubahan yang terjadi di Braga ternyata tidak hanya dirasakan oleh penduduk Bandung, tetapi wisatawan asing pun merasakannya. “Mereka bingung ketika melihat Braga dengan kondisi saat ini. Wisatawan asing yang datang ke daerah Braga pun cenderung menurun dari tahun ke tahun akibat perubahan Braga yang dianggap tidak lagi semenarik dan seunik dulu. Kehidupan perekonomian Braga pun semakin jauh menurun akibat banyaknya saingan mall yang melimpah ruah di Bandung. Orang-orang merasa berbelanja di mall lebih nyaman. Akibatnya, sekarang apabila malam datang, Braga menjadi sepi dan terkesan seperti kota mati.Pemanfaatan Braga saat ini hanya sekadar berfoto-foto dan tetap tidak seramai dulu. Namun seiring perjalanan zaman, fungsi bangunan di kawasan Braga itu pun disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Selain toko buku dan restoran, kawasan Braga pun tumbuh sebagai kawasan bisnis. Di Jalan Braga kini ada Braga Citiwalk dengan hotel/apartemen di dalamnya.

Menurut dari beberapa referensi yang sya tau, Pencarian jati diri arsitektur Indonesia yang juga dilakukan oleh beberapa arsitek bangsa Belanda menghasilkan gaya paduan antara gaya tradisional Indonesia dengan kemajuan teknik konstruksi barat.ujar riky ramadhan yang saya wawancarai Gaya ini disebut Indo Europeeschen Arsitektuur Stij. Hasil dari pencarian jati diri ini berbeda pada setiap arsitek, sesuai dengan wawasan dari arsitek itu sendiri. Dan masih banyak lagi oleh kita sebagai khusus nya masyarakat bandung dan pemda sekitar untuk membenahi dan memperhatikan bentuk arsitektur yang sudah rusak untuk di perbaiki kelestarian nya. - Terima kasih

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->