Anda di halaman 1dari 25

Anatomi

Uterus berbentuk seperti buah advokat atau buah

peer yang sedikit gepeng kea rah muka belakang, ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga. Dindingnya terdiri atas otot-otot polos. Ukuran panjang uterus adalah 7 7,5 cm, lebar di atas 5, 25 cm, tebal 2,5 cm dan tebel dinding uterus adalah 1,25 cm. Bentuk dan ukuran uterus sangat berbeda-beda, tergantung pada usia dan pernah melahirkan anak atau belumnya. Terletak di rongga pelvis antara kandung kemih dan rectum.

Definisi
Mioma

uteri adalah tumor jinak miometrium uterus dengan konsistensi padat kenyal, batas jelas, mempunyai pseudo kapsul, tidak nyeri, bisa soliter atau multipel. Tumor ini juga dikenal dengan istilah fibromioma uteri, leiomioma uteri, atau uterine fibroid. Mioma uteri bukanlah suatu keganasan dan tidak juga berhubungan dengan keganasan.

Epidemiologi
Mioma uteri belum pernah dilaporkan terjadi

sebelum menarke, setelah menopause hanya kira-kira 10% mioma yang masih bertumbuh. Insiden mioma uteri sekitar 20 30% dari seluruh wanita. Di Indonesia mioma uteri ditemukan pada 2,39 11,7% Tumor ini paling sering ditemukan pada wanita umur 35 45 tahun (kurang lebih 25%) dan jarang pada wanita 20 tahun dan wanita post menopause.

Etiologi
Umur

Paritas
Faktor ras dan genetik Fungsi Ovarium

Patofisiologi
Mioma merupakan monoclonal dengan tiap tumor merupakan hasil dari penggandaan satu sel otot. Berasal dari totipotential primitive cell atau immautre cell nest dalam miometrium, yang berproliferasi akibat rangsangan terus menerus oleh hormon estrogen, sehingga terbentuk tumor yang terdiri dari jaringan otot, fibrous dan banyak pembuluh darah.

Klasifikasi Mioma Uteri


Klasifikasi mioma dapat berdasarkan lokasi dan lapisan uterus yang terkena. Lokasi Cerivical (2,6%), umumnya tumbuh ke arah vagina menyebabkan infeksi. Isthmica (7,2%), lebih sering menyebabkan nyeri dan gangguan traktus urinarius. Corporal (91%), merupakan lokasi paling lazim, dan seringkali tanpa gejala.

Lapisan Uterus Sarang mioma di uterus dapat berasal dari serviks uteri (1-3%) dan selebihnya adalah dari korpus uteri. Menurut tempatnya di uterus dan menurut arah pertumbuhannya, maka mioma uteri dibagi 4 jenis antara lain: 1. Mioma submukosa 2. Mioma intramural 3. Mioma subserosa 4. Mioma intraligamenter

Gejala Klinis
Perdarahan abnormal

Rasa nyeri
Gejala dan tanda penekanan Infertilitas dan abortus

Penegakan diagnosis
Anamnesis

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis banding
- Tumor abdomen dibagian bawah atau panggul ialah mioma subserosum dan kehamilan. - Mioma submukosum harus dibedakan dengan inversion uteri. - Mioma intramural harus dibedakan dengan adenomiosis, koriokarsinoma, karsinoma korporis uteri, atau suatu sarcoma uteri.

Penatalaksanaan
Tidak semua mioma uteri memerlukan pengobatan bedah. Penanganan mioma uteri tergantung pada umur, status fertilitas, paritas, lokasi dan ukuran tumor. Secara umum, penanganan mioma uteri terbagi atas penanganan konservatif dan operatif.

Komplikasi
Atrofi

Degenerasi Hialin
Degenerasi Kistik Degenarasi Membatu

Degenarasi Merah
Degenarasi Lemah

Mioma Uteri dan Kehamilan


Pengaruh mioma uteri pada kehamilan adalah : Kemungkinan abortus lebih besar karena distorsi kavum uteri khususnya pada mioma submukosum. Dapat menyebabkan kelainan letak janin Dapat menyebabkan plasenta previa dan plasenta akreta Dapat menyebabkan HPP akibat inersia maupun atonia uteri akibat gangguan mekanik dalam fungsi miometrium

Dapat menganggu proses involusi uterus dalam

masa nifas Jika letaknya dekat pada serviks, dapat menghalangi kemajuan persalinan dan menghalangi jalan lahir. Mioma membesar terutama pada bulan-bulan pertama karena pengaruh estrogen yang meningkat

CONT..

Dapat terjadi degenerasi merah pada

waktu hamil maupun masa nifas seperti telah diutarakan sebelumnya, yang kadang-kadang memerlukan pembedahan segera guna mengangkat sarang mioma. Meskipun jarang, mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi dengan gejala dan tanda sindrom akut abdomen.

Cont..

Terapi mioma dengan kehamilan adalah konservatif

karena miomektomi pada kehamilan sangat berbahaya disebabkan kemungkinan perdarahan hebat dan dapat juga menimbulkan abortus. Operasi terpaksa jika lakukan kalau ada penyulit-penyulit yang menimbulkan gejala akut atau karena mioma sangat besar. Jika mioma menghalangi jalan lahir, dilakukan SC (Sectio Caesarea) disusul histerektomi tapi kalau akan dilakukan miomektomi lebih baik ditunda sampai sesudah masa nifas.

Cont..

Prognosis
Histerektomi dengan mengangkat seluruh mioma adalah kuratif. Miomektomi yang ekstensif dan secara signifikan melibatkan miometrium atau menembus endometrium, maka diharuskan SC pada persalinan berikutnya. Mioma yang kambuh kembali setelah miomektomi terjadi pada 15-40% pasien dan 2/3-nya memerlukan tindakan lebih lanjut.

TERIMA KASIH