Anda di halaman 1dari 6

TEORI BELAJAR

Di jaman modern sepertisekaranginibukanlahsuatuhal yang anehjika proses belajarmengajarmengalamiperkembangan yang begitupesat. Proses belajar yang duludianggapsangatmembosankandapatdirubahmenjadimenyenangkandenganadanyateknologi.S eperti proses belajar yang biasanyaharusdilakukan di sekolah, sekarangbisadilakukandenganjarakbermil-mil jauhnyatanpamengharuskanpertemuanlangsungantarapengajardanpelajarnya. Belajarsendirimenurutparaahlimemilikibeberapapengertian.Sebagaiberikut : a. Nasution Belajaradalahmenambahdanmengumpulkansejumlahpengetahuan. b. Ernest H. Hilgard Belajaradalahdapatmelakukansesuatu dilakukansebelumiabelajarataubilakelakuannyaberubahsehingga caranyamenghadapisesuatusituasidaripadasebelumitu. c. Notoatmodjo Belajaradalahusahauntukmenguasaisegalasesuatu yang bergunauntukhidup. d. AhmadiA. Belajaradalah proses perubahandalamdirimanusia. e. Oemar H. Belajaradalahbentukpertumbuhanatauperubahandalamdiriseseorang dinyatakandalamcara-caraberperilaku yang baruberkatpengalamandanlatihan. f. Cronbach Belajarsebaikbaiknyaadalahdenganmengalamidandalammengalamiitumenggunakanpancaindranya g. Winkel Belajaradalahsuatuaktivitas mental / psikis yang berlangsungdalaminteraksiaktifdenganlingkungan, yang menghasilaknperubahan perubahandalampengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dansikap-sikap.

yang lain

yang

h. NoehiNasution Belajaradalahsuatu proses yang memungkinkantimbulnyaatauberubahnyasuatutingkahlakusebagaihasilterbentuknyarespo nutama, dengansyaratbahwaperubahanataumunculnyaperilakubaruitubukandisebabkanolehadanya kematanganatauadanyaperubahansementarakarenasuatuhal i. Snelbecker Belajaradalahharusmencakuptingkahlakudaritingkat yang paling sederhanasampai yang kompleksdimana proses perubahantersebutharusbisadikontrolsendiriataudikontrololehfaktor-faktoreksternal. j. Whiterington Belajaradalahsuatu proses perubahandalamkepribadiansebagaimanadimanifestasikandalamperubahanpenguasaanpol a-polarespontingkahlaku yang barunyatadalamperubahanketrampilan, kebiasaan, kesanggupan, dansikap. Tetapidalamperkembangannya, proses belajartentutetapharusmemperhatikanteori-teoribelajar yang berfungsisebagaiupayauntukmenggambarkanbagaimanamanusiabelajar.Adapunteoriteoritersebut : a. TeoriBelajarBehaviorisme Teori behavioristic menyatakanbahwabelajaradalahperubahantingkahlakusebagaiakibatdariadanyainteraksian tara stimulus danrespon.Samahalnyadengansalahsatu hokum fisika yang membahastentangaksi-reaksi, teoriini pun menganggapbahwaapabilaadasesuatu yang dialamiolehseseorang (stimulus) maka orang tersebutakanmelakukansuatutindakan (reaksi) danmembuatdiaberpikirbahwasaathalsepertitaditejadipadadirinyadua kali makadiaharusbertindaksepertiapa. Faktor lain yang juga dianggap penting oleh aliran behaviorisme adalah faktor penguatan (reinforcement), yaitu apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) respon pun akan berkurang. Teoriinijugatidakmengakuiadanyakecerdasan, bakat, minatdanperasaanindividudalamsuatu proses belajar. Belajardianggaphanyalahsuatu proses yang melatih reflex-reflekssehinggamenjadikebiasaan yang dikuasaiseorangindividu. Munculnyateoriinitidaklepasdaribeberapatokoh, tokoh-tokohnyasebagaiberikut :

Connectionism (S-R Bond) menurut Thorndike Menurut Thorndike, belajaradalah proses interaksiantara stimulus danrespon. Beliaumelakukansuatupenelitianpadaseekorkucing yang di

barkankelaparan.Selanjutnyabeliaumemasukankucingtersebutkedalamsebuahkand ang yang pintunyatelah di kuncidengantali yang apabila di tarikmakapintuituakanterbuka. Di depanpintukandangtersebutdisediakanmakanankucing. Rasa laparkucingmerupakan motif, makanansebagai stimulus, danreaksinyaadalahkucingmampumembukapintukandangdanmendapatkanmakana nnya.Dari percobaantersebutmenghasilkanhukum-hukumbelajar, yaitu Law of Effect, Law of Readiness dan Law of Exercise. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Ivan

Pavlov

melakukanpercobaanterhadapseekoranjing.Anjingitudiikatdandioperasipadabagia nrahangnyasedemikianrupa, sehinggatiap-tiap air liur yang

keluardapatditampungdandiukurjumlahnya.Pavlov kemudianmenekansebuahtomboldankeluarlahsemangkukmakanan di hadapananjingpercobaan.Sebagaireaksiatasmunculnyamakanan, anjingitumengeluarkan air liur yang dapatterlihatdenganjelaspadaalatpengukur.Makanan yang keluardisebutsebagairangsangantakberkondisi (unconditional stimulus) danaiuliur yang keluarsetelahanjingmelihatmakanandisebutreflektakberkondisi (unconditioned reflek), karenasetiapanjingakanmelakukanreflek yang sama (mengeluarkan air liur) kalaumelihatrangsangan yang sama pula (makanan). Kemudiandalampercobaanselanjutnya Pavlov membunyikansebuahbelsetiap kali iahendakmengeluarkanmakan. Dengandemikiananjingakanmendengarbeldahulusebelumiamelihatmakananmuncu l di depannya. Percobaaninidilakukanberkali-kali danselamaitukeluarnya air liurselaludiamati.Mula-mula air liurhanyakeluarsetelahanjingmelihatmakanan (reflekstakterkondisi), tetapi lama kelamaanaiuliursudahkeluarpadawaktuanjingbarumendengarbel.Keluarnya air liursetelahanjingmendengarbeldisebutsebagaireflekberkondisi (conditioned reflex), karenareflekitumerupakanhasillatihan yang terusmenerusdanhanyaanjing yang sudahmendapatlatihanitusaja yang dapatmelakukannya.Bunyibelmerupakanrangsangberkondisi (conditioned stimulus). Kalaulatihanituditeruskan, makapadawaktukeluarnyaaiuliursetelahanjingmendengarbunyibelakantetapterjadi walaupuntidakadalagimakanan yang mengikutibunyibelitu. Dengan kata lain, refleksberkondisiakanbertahanwalaupunrangsangtakberkondisitidakadalagi. Padatingkat yang lebihlanjut, bunyibeldidahuluiolehsebuahlampu yang menyala, maka lama kelamaanaiuliursudahkeluarsetelahanjingmelihatnyalalampuwalaupuniatidakmen dengarbelataumelihatmakanansesudahnya. Operant Conditioning menurut B. F. Skinner Skinner membuat eksperimen sebagai berikut: dalam laboratorium, Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut Skinner box, yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan, yaitu tombol, alat memberi makanan, penampung makanan, lampu yang dapat diatur nyalanya, dan lantai yang dapat dialiri listrik. Karena dorongan lapar (hunger drive), tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. Selama tikus bergerak kesana-kemari untuk keluar dari box, tidak sengaja ia menekan tombol, makanan keluar. Secara terjadwal diberikan makanan secara

bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus, proses ini disebut shaping. Berdasarkan berbagai percobaannya pada tikus dan burung merpati, Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan (reinforcement). Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulu-respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Social Learning menurut Albert Bandura Berangkatdariteori-teori yang dikemukakanoleh Skinner danThordike, Albert mengemukakanTeoriPembelajaranSosial yang berdasarpadapandanganbahwateori-teri yang dikemukakantokoh-

tokohsebelumnyaterkesanbersifatindividu.Beliaujugamempercayaiadanya eksternal yang mempengaruhi proses belajar, seperti kognitifdansifatmeniruindividu lain.

factor factor

Teori Conditioning Watson John Watson adalahpendirialiranbehaviorisme di AmerikaSerikatPeran Watson dalambidangpendidikanjugacukuppenting.

Iamenekankanpentingnyapendidikandalamperkembangantingkahlaku. Iapercayabahwadenganmemberikankondisioningtertentudalam proses pendidikan, makaakandapatmembuatseoranganakmempunyaisifat-sifattertentu. Iabahkanmemberikanucapan yang sangatekstrimuntukmendukungpendapatnyatersebut, denganmengatakan: Berikankepadasayasepuluh orang anak,

makasayaakanjadikankesepuluhanakitusesuaidengankehendaksaya.Sumbanganut ama Watson adalahketegasanpendapatnyabahwaperilakudapatdikontroldanadahukum yang mengaturnya.Jadipsikologiadlaahilmu yang bertujuanmeramalkanperilaku. TeoriConditionng Edwin Guthrie Teoribelajar yang dikembangkan Guthrie cenderungmeniruteori yang telahbekembangsebelumnyayakniteori conditioning (thorndike, Skinner danPhaplov), namunpendekatan yang dipakaiadalah one law of learning dan one trial learning. Dalamperkembanganpenelitiannya, Guthrie bekesimpulanbahwabelajarmerupakanhasildarisebauhkontinuitasantarstruktur, stimuli danresponsbelajar.Dari segihasildari stimuli danrespon (membentuksebuahhubungan/asosiasi) yang menimbulkanpengaruhsangatkuatmunculnyasebuahrespons. Teori Systematic Behavior Clark Hull Dalam teorinya, Hull mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus dalam belajar pun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat bermacam-macam bentuknya.

b. Teori BelajarKonstruktivisme c. Teori BelajarKognitivisme d. TeoriBelajarHumanisme