Anda di halaman 1dari 1

Sejak 3 minggu SMRS, Ny.E mengeluh sesak napas yang hilang timbul.

Keluhan dirasakan semakin bertambah berat sejak 1 minggu SMRS. Sesak napas semakin terasa berat saat beraktifitas dan berkurang dengan istirahat. Klien mengatakan terkadang terbangun di malam hari dikarenakan sesak. Sesak membaik dengan posisi duduk atau tidur dengan 2-3 bantal yang ditumpuk. Keluhan disertai dengan batuk berdahak, dahak berwarna putih. Klien juga mengatakan demam saat 1 minggu SMRS. Klien juga mengatakan terdapat bengkak pada kedua tungkai. Klien juga mengeluhkan dirasakannya dada berdebar-debar saat beraktifitas. Karena keluhannya klien berobat ke dokter umum dan diberikan obat-obatan yang membuatnya banyak berkemih. Klien mempunyai riwayat batuk berdarah saat 1 bulan SMRS dan berobat ke RS Cibadak. Klien dikatakan menderita infeksi paru-paru yang mengharuskan klien konsumsi OAT tetapi klien menolak. Saat ini klien mengeluh sesak nafas. Klien juga mengeluh mual serta tidak napsu makan. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan SMRS dan klien mengalami penurunan BB 3 kg dalam 2 bulan terakhir. Pada klien ditemukan edema pada kaki dan tangan. Pada auskultasi didapatkan suara nafas ronchi +/+. Pada hasil pemeriksaan EKG didapatkan AF. Pada hasil pemeriksaan darah didapatkan : PT 17,6 ; INR 1,46 ; Hb 14,7 ; Ht 47 ; eritrosit 4,81 ; lekosit 14000; trombosit 113.000; MCV 97,9; MCH 30,6; MCHC 31,2; basofil 0; eosinofil 1; batang 2; segmen78; limfosit 10; monosit 9; kalium 3,5. Hasil pemeriksaan foto thoraks didapatkan kardiomegali tanpa bedungan paru dan suspek bronkopnemonia. Klien diberikan terapi O2 nasal, diet 1500 kkal/hari, furosemid 1x40mg, digoxin 1x0,125mg, warfarin 1x2mg, cefotaxime 3x1gr, erythromycin 4x500mg.