P. 1
proses sedimentasi

proses sedimentasi

|Views: 49|Likes:
Dipublikasikan oleh Zul Khaedir

More info:

Published by: Zul Khaedir on Feb 26, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2013

pdf

text

original

PROSES SEDIMENTASI

Batuan yang berasal dari hasil rombakan berbagai jenis batuan adalah batuan sedimen. Batuan sedimen
ini terbentuk dengan proses pertama tentunya adalah pecahnya atau terabrasinya batuan sumber yang
kemudian hasil pecahannya tertransportasi dan mengendap di suatu area tertentu. proses-proses
tersebut telah lazim disebut sebagai proses-proses sedimentasi.
Proses sedimentasi pada batuan sedimen klastik terdiri dari 2 proses, yakni proses sedimentasi secara
mekanik dan proses sedimentasi secara kimiawi.

ƥ Proses Sedimentasi Mekanik
Proses sedimentasi secara mekanik merupakan proses dimana butir-butir sedimen tertransportasi hingga
diendapkan di suatu tempat. Proses ini dipengaruhi oleh banyak hal dari luar. Transportasi butir-butir
sedimen dapat dipengaruhi oleh air, gravitasi, angin, dan es.Dalam cairan, terdapat dua macam aliran,
yakni laminar (yang tidak menghasilkan transportasi butir-butir sedimen) dan turbulent (yang
menghasilkan transportasi dan pengendapan butir-butir sedimen).Arus turbulen ini membuat partikel
atau butiran-butiran sedimen mengendap secara suspensi, sehingga butiran-butiran yang diendapkan
merupakan butiran sedimen berbutir halus (pasir hingga lempung). Proses sedimentasi yang dipengaruhi
oleh gravitasi dibagi menjadi 4, yakni yang dipengaruhi oleh arus turbidit, grain flows, aliran sedimen
cair, dan debris flows.
Arus turbidit dipengaruhi oleh aliran air dan juga gravitasi. Ciri utama pengendpan oleh arus ini adalah
butiran lebih kasar akan berada di bagian bawah pengendapan dan semakin halus ke bagian atas
pengendapan. Grain flows biasanya terjadi saat sedimen yang memiliki kemas dan sorting yang sangat
baik jatuh pada slope di bawah gravitasi. Biasanya sedimennya membentuk reverse grading. Liquified
sediment flows merupakan hasil dari proses liquefaction. Sedangkan debris flows, volume sedimen
melebihi volume ar, dan menyebabka aliran dengan viskositas tinggi. Dengan sedikit turbulens, sorting
dari partikel mengecil dan akhirnya menghasilkan endapan dengan sorting buruk.

ƥ Proses Sedimentasi Kimiawi
Proses sedimentasi secara kimiawi terjadi saat pori-pori yang berisi fluida menembus atau mengisi pori-
pori batuan. Hal ini juga berhubungan dnegan reaksi mineral pada batuan tersebut terhadap cairan yang
masuk tersebut. Berikut ini merupakn beberapa proses kimiawi dari diagenesis batuan sedimen klastik,:

-Dissolution (pelarutan), mineral melarut dan membentuk porositas sekunder.
-Cementation (Sementasi), pengendpan mineral yang merupakan semen dari batuan, semen tersebut
diendapkan pada saat proses primer maupun sekunder.
-Authigenesis, munulnya mineral baru yang tumbuh pada pori-pori batuan
-Recrystallization, perubahan struktur Kristal, namun kompsisi mineralnya tetap sama. Mineral yang biasa
terkristalisasi adalah kalsit.
-Replacement, melarutnya satu mineral yang kemudian terdapat mineral lain yang terbentuk dan
menggantikan mineral tersebut
-compaction (kompaksi)
-bioturbation (bioturbasi), proses sedimentasi oleh hewan (makhluk hidup)



Nah... dlaam proses sedimentasi itu sendiri terdapat yang disebut denga diagenesis.
Diagenesis memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut,:
- eoldiagenesis
Tahap ini merupakan tahap awal dari pengendapan sedimen. dimana terjadi pembebanan, yang
menyebabkan adanya kompaksi pada tiap lapisan sedimennya. Pada tahap ini proses kompaksi
mendominasi
- mesodiagenesis = -earlydiagenesis
-latelydiagenesis
Taham mesogenesis ini terjadi setelah melewati tahap eoldiagenesis. Pada tahap ini, kompaksi yang
sangat kuat disertai dnegan proses burial, menyebabkan kenaikan suhu dan tekanan yang memicu
terjadinya dissolution. Pada tahap ini proses yang mendominasi adalah proses dissolution (pelarutan).
sampai dengan proses ini, dikategorikan sebagai earlydiagenesis.
Apabila setelah proses pelarutan, masih terjadi burial, maka akan terjadi sementasi di sekitar butiran-
butiran sedimen. (inilah yang disebut dnegan latelydigenesis). apabila kompaksi terus berlanjut, hingga
pada suhu 150 derajat celcius.. proses diagenesis akan berhenti dan digantikan menjadi proses
metamorfisme.

- telodiagenesis
sedangkan jika setelah tahapan mesodiagenesis terjadi pengangkatan, dalam proses pengangkatan ini,
keberadaan berbagai jenis air (air meteorik, air tanah, dll) mempengaruhi susunan komposisi kimia
batuan, sehingga memungkinkan terjadinya authigenesis (pengisian mineral baru).


http://hitamputih9.blogspot.com/2009/09/proses-sedimentasi.html
http://www.scribd.com/doc/23040810/BATUA-N-SEDIMEN

BATUAN SEDIMEN
Petrologi Batuan Bedimen
Batuan Sedimen merupakan bahan atau partikel yang terdapat di permukaan bumi (di daratan
ataupun lautan), dan boleh mengalami proses angkutan dari satu kawasan ke kawasan yang lain.
Air dan angin merupakan agen pengangkut yang utama. Sedimen ini apabila mengeras akan
menjadi batu sedimen. Kajian berkenaan dengan sedimen dan batu sedimen ini dipanggil
sedimentologi.Antara sedimen yang ada ialah lumpur, pasir, kelikir dan sebagainya. Sedimen ini
akan menjadi batu sedimen apabila mengalami proses pengerasan.
Batuan sedimen banyak sekali jenisnya dan tersebar sangat luas dengan ketebalan dari beberapa
centimeter sampai kilometer. Juga ukuran butirnya dari sangat halus sampai sangat kasar dan
beberapa proses yang penting lagi yang termasuk kedalam batuan sedimen. Dibanding dengan
batuan beku, batuan sedimen hanya merupakan tutupan kecil dari kerak bumi.Batuan sedimen
hanya merupakan 5% dari seluruh batuan-batuan yang terdapat dikerak bumi. Dari jumlah 5% ini,
batu gamping adalah 80%, batu pasir 5% dan batu lempung kira-kira 80%.
I.Pengertian Batuan Sedimen
y Pengertian umum mengenai batuan endapan/sedimen adalah batuan yang terbentuk akibat
litifikasi bahan rombakan batuan asal atau hasil reaksi kimia maupun hasil kegiatan organisme.
y Pettijohn (1975) mendefinisikan sedimentasi sebgai proses pembentukan sedimen atau
batuan sedimen yang diakibatkan oleh pengendapan dari material pembentuk atau asalnya pada
suatu tempat yang disebut dengan lingkungan pengendapan berupa sungai, muara, danau, delta,
estuaria, laut dangkal sampai laut dalam.
y Batuan sedimen adalah batuan yang terjadi karena pengendapan materi hasil erosi. Batuan
sedimen terbentuk melalui tiga cara utama: pelapukan batuan lain
(clastic); pengendapan (deposition) karena aktivitas biogenik; dan pengendapan (precipitation)
darilarutan.
y Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk akibat lithifikasi bahan rombakan asal,
maupun hasil denudasi atau hasil reaksi kimia maupun hasil kegiatan organisme.
II.Proses ± Proses Pembentukan Batuan Sedimen
1. Proses Mekanik
Proses pemebentukan batuan sedimen secara mekanik dimulai dari pelapukan mekanik/kimiawi
batuan asal (dapat berupa batuan beku, metamorf dan sedimen itu sendiri baik) lalu tererosi,
tertransportasi dan terendapkan pada cekungan pengendapan lalu mengalami proses
diagenesa yaitu proses perubahan-perubahan pada temperatur rendah yang meliputi Kompaksi,
Sementasi, Rekristalisasi, Autigenesis, dan Metasomatisme.
Proses lithifikasi adalah proses perubahan material lepas menjadi padat. Proses lithifikasi
meliputi :
y Kompaksi sedimen
Yaitu termampatnya butir sedimen satu terhadap yang lain akibat tekanan dari berat beban
diatasnya. Disini volume sedimen berkurang dan hubungan antar butir yang satu dengan yang
lain menjadi rapat.
y Sementasi
Yaitu turunnya material-material diruang antar sedimen dan secara mengikat butir-butir
sedimen satu dengan yang lain. Sementasi makin efektif bila derajat kelurusan larutan
(permeabilitas relative) pada ruang antar butir makin besar.
y Rekristalisasi
Yaitu pengkristalan kembali suatu mineral dari suatu larutan kimia yang berasal dari
pelarutan material sedimen selama diagenesa atau jauh sebelumnya.Rekristalisasi umumnya
terjadi pada pembentukan batuan karbonat.
y Autigenesis
Yaitu terbentuknya mineral baru dilingkungan diagenetik, sehingga adanya mineral tersebut
merupakan partikel baru dalam suatu sedimen. Mineral autigenik ini yang umum diketahui
sebagai berikut : karbonat, silica, klorite, illite dan lain-lain.
y Metasomatisme
Yaitu pergantian mineral sedimen oleh berbagai mineral autigenik, tanpa pengurangan volume
asal.Contoh : dolomitisasi, sehingga dapat merusak bentuk suatu batuan karbonat atau fosil.
Gambar Proses Pembentukan Batuan Sedimen Secara Mekanik
(Sumber:http://www.geofacts.co.cc)
2. Proses Kimiawi
Proses pembentukan batuan sedimen secara kimiawi yaitu diawali dengan pengangkutan
material dalam bentuk larutan, kemudian diendapkan secara kimia di tempat lain. Endapan kimia
juga berasal dari sumber air panas dan secara tiba-tiba mengalami pendinginan akan
menghasilkan endapan oval (kalsit). Ataupun terdiri dari endapan kehidupan bercangkang
mineral karbonat atau bersilika atau berfosfat dan lain-lain..
Contoh batuan yang tergolong dalam kumpulan ini ialah;
y Evaporit (halit)
y Batuan sedimen karbonat (batu kapur dan dolomit)
y Batuan sedimen bersilika (rijang)
y Endapan organik (batu arang)
3. Sedimen Organik
Proses pembentukan batuan sedimen oleh organisme. Contoh : Batubarayangh erbentuk dari
unsur-unsur organik tumbuhan yang setelah mati cepat tertimbun oleh lapisan tebal di atasnya
sehingga tak lapuk.
I.Penggolongan dan Penamaan Batuan Sedimen
1. Secara genetik ( Menurut,Pettijohn 1975 dan W.T. Huang, 1962)
Batuan sediment tebagi menjadi 2 golongan yaitu:
1. Batuan Sedimen Klastik
Batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang terbentuk dari pengendapan kembali
detritus atau pecahan batuan asal.Batuan asal dapat berupa batuan beku, metamorf dan
sedimen itu sendiri.Fragmentasi batuan asal tersebut dimulai dari pelapukan mekanis maupun
secara kimiawi, kemudian tererosi dan tertransportasi menuju suatu cekungan pengendapan.
Setelah pengendapan berlangsung, sedimen mengalami diagenesa, yakni proses perubahan-
perubahan yang berlangsung pada temperatur rendah suatu sedimen, selama dan sesudah
lithifikasi ini merupakan proses yang mengubah suatu sedimen menjadi batuan keras.
2. Batuan Sedimen Non-Klastik
Batuan sedimen yang terbentuk dari hasil reaksi kimia atau bisa juga dari hasil kegiatan
organisme. Reaksi kimia yang dimaksud adalah kristalisasi langsung atau reaksi organik
(penggaraman unsur-unsur laut, pertumbuhan kristal dari agregat kristal yang terpresipitasi dan
replacement).
1. Menurut R.P. Koesoemadinata, 1980
Ada enam golongan batuan sedimen antara lain :
1. Golongan detritus kasar
Diendapkan secara mekanis, termasuk didalamnya breksi, konglomerat dan
batupasir.Lingkungan pengendapannya adalah danau, sungai dan laut.
2. Golongan detritus halus
Diendapkan pada daerah laut dangkal sampai dalam, termasuk di dalamnya napal, batulanau,
serpih, dan batulempung.
3. Golongan karbonat
Batuan yang tersusun dari cangkang binatang yang mengandung kapur.
4. Golongan silica
Batuan ini umum tersusun dari unsur silika, termasuk didalamnya rijang dan radiolaria.
5. Golongan evaporit
Umum terbentuk di lingkungan danau atau laut tertutup dan mengandung larutan kimia pekat.
Termasuk dalam golongan ini : Gypsum, Anhidrit, batugaram, dll.
6. Golongan batubara
Terbentuk dari unsur-unsur organik tumbuhan yang setelah mati cepat tertimbun oleh lapisan
tebal di atasnya sehingga tak lapuk.

2. Berdasarkan ukuran kristal ( Menurut Howell dan Hirschwald)
Pengklasifikasiannya sebagai berikut :
y Makrokristalin, batuan dengan mineral yang kristal penyusunnya berukuran lebih dari
0,75mm.
y Mesokristalin, batuan dengan mineral yang kristal penyusunnya berukuran 0,2mm hingga
0,75mm.
y Mikrokristalin, batuan dengan mineral yang kristal penyusunnya berukuran 0,01mm hingga
0,2 mm.
y Kriptokristalin, batuan dengan mineral yang kristal penyusunnya berukuran lebihkecil dari
0,01 mm .
I.Struktur Batuan Sedimen
Struktur sedimen merupakan suatu kelainan dari perlapisan normal dari batuan sedimen yang
diakibatkan oleh proses pengendapan dan keadaan energi pembentukannya. Pembentukannya
dapat terjadi pada waktu pengendapan maupun segera setelah proses pengendapan (Pettijohn &
Potter, 1964; koesoemadinata, 1981). Dengan kata lain, struktur sedimen adalah kenampakan
batuan sedimen dalam dimensi yang lebih besar. Studi struktur paling baik dilakukan dilapangan
(Pettijohn, 1975).
Berdasarkan asalnya, struktur sedimen yang terbentuk dapat dikelompokkan menjadi tiga macam
yaitu :
1. Struktur sedimen primer.
Terbentuk karena proses sedimentasi, dengan demikian dapat merefleksikan mekanisasi
pengendapannya, antara lain : perlapisan, gelembur gelombang, perlapisan silang siur,
konvolut, perlapisan bersusun dan lain-lain.
2. Struktur sedimen sekunder.
Terbentuk sesudah sedimentasi, sebelum atau pada waktu diagenesa. Juga merefleksikan
keadaan lingkungan pengendapan misalnya keadaan dasar, lereng dan lingkungan
organisnya, antara lain : cetak beban, rekah kerut, jejak binatang dan lain-lain.
3. Struktur organik.
Struktur yang terbentuk oleh kegiatan organisme seperti molusca, cacing atau binatang
lainnya, antara lain : kerangka, laminasi pertumbuhan dan lain-lain.
1. Struktur Batuan Sedimen Klastik
1. Struktur Masif
Struktur kompak, consolidated, menyatu.Massif, bila menunjukkan struktur dalam, atau ketebalan
lebih dari 120 cm (Mc. Kee 7 Weir, 1953). Kenampakan pada permukaan lapisan
y Ripple mark : Bentuk permukaan yang bergelombang karena adanya arus
y Lute cast :Bentuk gerusan pada permukaan lapisan akibat aktivitas arus
y Mud cracks : Bentuk retakan pada lapisan Lumpur (mud), biasanya berbentuk polygonal.
y Rain marks : Kenampakan pada permukaan sedimen akibat tetesan air hujan.
1. Struktur Perlapisan dan Laminasi
Disebut dengan perlapisan jika tebalnya lebih dari 1 cm dan disebut laminasi jika kurang dari 1 cm.
Perlapisan dan laminasi batuan sedimen terbentuk karena adanya perubahan kondisi fisik,kimia,
dan biologi. Misalnya terjadi perubahan energi arus sehingga terjadi perubahan ukuran butir yang
diendapkan.
Macam-macam perlapisan dan laminasi :
y Perlapisan/laminasi sejajar (normal)
Dimana lapisan/laminasi batuan tersusun secara horizontal dan saling sejajar satu dengan yang
lainnya.

y Perlapisan/laminasi silang siur (Cross bedding/lamination)
Perlapisan/batuan saling potong memotong satu dengan yang lainnya.
y Graded bedding
Struktur graded bedding merupakan struktur yang khas sekali dimana butiran makin
ke atas makin halus.
1. Struktur Batuan Sedimen Non Klastik
Struktur batuan sedimen non klastik terbentuk dari proses reaksi kimia ataupun kegiatan
organik. Macam-macam struktur antara lain :
1. Fossiliferous, struktur yang ditunjukkan oleh adanya fosil atau komposisi terdiri dari
fosil.
2. Oolitik, struktur dimana suatu fragmen klastik diselubungi oleh mineral non klastik,
bersifat konsentris dengan diameter berukuran lebih kecil 2 mm.
3. Pisolitik, sama dengan oolitik tetapi ukuran diameternya > 2 mm.
4. Konkresi, kenampakan struktur ini sama dengan struktur oolitik tetapi tidak
menunjukkan adanya sifat konsentris.
5. Cone in cone, struktur oleh organisme murni dan bersifat insitu.

http://yohanesnamang.blogspot.com/2010/07/batuan-sedimen.html
BATUAN SEDIMEN
Butuun Sedlmen uduluh butuun yung pullng bunyuk terslngkup dl permukuun buml, kurung leblh 75 % durl luus
permukuun buml, sedungkun butuun beku dun metumorf hunyu terslngkup sekltur 25 % durl luus permukuun
buml. Oleh kurenu ltu, butuun sedlment mempunyul urtl yung sungut pentlng, kurenu sebuglun besur uktlvltus
munuslu terduput dl permukuun buml.Fosll duput pulu dl|umpul pudu butuu sedlment dun mempunyul urtl
pentlng dulum menentukun umur butuun dun llngkungun pengendupun.
Butuun Sedlmen uduluh butuun yung terbentuk kurenu proses dlugenesls durl muterlul butuun luln yung suduh
menguluml sedlmentusl. Sedlmentusl lnl mellputl proses pelupukun, erosl, trunsportusl, dun deposlsl. Proses
pelupukun yung ter|udl duput berupu pelupukun flslk muupun klmlu. Proses erosl dun trunsportusl dllukukun
oleh medlu ulr dun ungln. Proses deposlsl duput ter|udl |lku energl trunsport suduh tlduk mumpu mengungkut
purtlkel tersebut.
Dulum suutu proses sedlmentusl, zut-zut yung musuk ke luut berukhlr men|udl sedlmen. Dulum hul lnl zut yung
udu terllbut proses blologl dun klmlu yung ter|udl sepun|ung kedulumun luut. Sebelum mencupul dusur luut dun
men|udl sedlmen, zut tersebut meluyung-luyung dl dulum luut. Seteluh mencupul dusur luutpun, sedlmen tlduk
dlum tetupl sedlmen ukun tergunggu ketlku hewun luut dulum mencurl mukun. Sebuglun sedlmen menguluml
erosl dun tersusfensl kembull oleh urus buwuh sebelum kemudlun |utuh kembull dun tertlmbun.Ter|udl reuksl
klmlu unturu butlr-butlr mlnerul dun ulr luut sepun|ung per|ulunnyu ke dusur luut dun reuksl tetup berlungsung
penlmbunun, yultu ketlku ulr luut terperungkup dl unturu butlrun mlnerul.
A. PROSES PEMBENTUKAN BATUAN SEDIMEN
Proses pembentukun butuun sedlment dlsebut |ugu sedlmentusl. Sedlmentusl dlurtlkun dulum bunyuk urtl dun
durl bunyuk llmuwun.Suluh sutunyu uduluh Pettl|ohn. Iu mendeflnlslkun sedlmentusl sebugul proses
pembentukun sedlmen utuu butuun sedlmen yung dluklbutkun oleh pengendupun durl muterlul pembentuk
utuu usulnyu pudu suutu temput yung dlsebut dengun llngkungun pengendupun berupu sungul, muuru, dunuu,
deltu, estuurlu, luut dungkul sumpul luut dulum.

Gumbur: Slklus Butuun yung Mencukup Sedlmentusl (kllk gumbur untuk leblh |elusnyu)
Proses sedlmentusl lnl berlungsung dulum 4 tuhup yultu:
1. Pelupukun (Weutherlng)
Pelupukun uduluh proses ulterusl dun frugslnusl butuun dun muterlul tunuh pudu dun/utuu dekut permukuun
buml yung dlsebubkun kurenu proses flslk, klmlu dun/utuu blologl. Husll durl pelupukun lnl merupukun usul
(source) durl butuun sedlmen dun tunuh (soll). Klrunyu pentlng untuk dlketuhul buhwu proses pelupukun ukun
menghucurkun butuun utuu buhkun melurutkun sebuglun durl mlnerul untuk kemudlun men|udl tunuh utuu
dlungkut dun dlendupkun sebugul butuun sedlmen klustlk. Sebuglun durl mlnerul mungkln lurut securu
menyeluruh dun membentuk mlnerul buru.Inlluh sebubnyu dulum studl tunuh utuu butuun klustlku mempunyul
komposlsl yung duput sungut berbedu dengun butuun usulnyu. Komposlsl tunuh tlduk hunyu terguntung pudu
butuun lnduk (usul) nyu, tetupl |ugu dlpenguruhl oleh ulum, lntensltus, dun lumu (durutlon) pelupukun dun
proses |enls pembentukun tunuh ltu sendlrl (Boggs, 1995).
A. PELAPUKAN FISIK
Pelupukun flslk uduluh proses dlmunu butuun pecuh men|udl keplngun yung leblh kecll, tetupl tunpu
menguluml perubuhun komposlsl klmlu dun mlnerul yung berurtl. Pelupukun flslk lnl duput menghusllkun
frugment/krlstul kecll sumpul blok kekur (|olnt block) yung berukurun besur.
Jenls pelupukun flslk:
ձ Stress releuse: butuun yung muncul ke permukuun buml melepuskun stress menghusllkun kekur utuu retukun
yung se|u|ur permukuun topogrufl
ձ Frost uctlon und hydro-fructurlng: pembekuun ulr dulum butuun. Proses lnl terguntung:
1.keberuduun porl dun retukun dulum butuun
2.keberuduun ulr/culrun dulum porl
3.temperutur yung turun nulk dulum |ungku wuktu tertentu.
ձ Sult weutherlng: pertumbuhun krlstul pudu butuun.
ձ Insolutlon weutherlng: uklbut pemunusun dun pendlnglnun permukuun kurenu penguruh mutuhurl
ձ Alternute wettlng und drylng: penguruh penyerupun dun pengerlngun dengun ceput.
B. PELAPUKAN KIMIA
Pelupukun klmlu membuut komposlsl klmlu dun mlnerulogl suutu butuun duput berubuh.Mlnerul dulum butuun
yung dlrusuk oleh ulr kemudlun bereuksl dengun uduru (O2 utuu CO2), menyebubkun sebugulun durl mlnerul
ltu men|udl lurutun. Seluln ltu, buglun unsur mlnerul yung luln duput bergubung dengun unsur setemput
membentuk krlstul mlnerul buru.
Keceputun pelupukun klmlu terguntung durl lkllm, komposlsl mlnerul dun ukurun butlr durl butuun yung
menguluml pelupukun. Pelupukun ukun ber|ulun ceput pudu dueruh yung lembub (humld) utuu punus durl pudu
dl dueruh kerlng utuu sungut dlngln.
Jenls pelupukun klmlu:
1. Hldrollsls uduluh reuksl unturu mlnerul slllkut dun usum (lurutun mengundung lon H+) dlmunu
memungklnkun pelurut mlnerul slllkut dun membebuskun kutlon logum dun slllku. Mlnerul lempung sepertl
kuolln, lllt dun smektlt besur kemungklnun husll durl proses pelupukun klmlu |enls lnl (Boggs, 1995).
Pelupukun |enls lnl memegung perun terpentlng dulum pelupukun klmlu.
2. Hldrusl uduluh proses penumbuhun ulr pudu suutu mlnerul sehlnggu membentuk mlnerul buru. Luwun durl
hldrusl uduluh dehldrusl, dlmunu mlnerul kehllungun ulr sehlnggu berbentuk unhydrous. Proses terukhlr lnl
sungut |urung ter|udl pudu pelupukun, kurenu pudu proses pelupukun selulu udu ulr. Contoh yung umum durl
proses lnl uduluh penumbuhun ulr pudu mlnerul hemutlt sehlnggu membentuk gutlt.
3. Oksldusl berlungsung pudu besl utuu mungun yung pudu umumnyu terbentuk pudu mlnerul slllkut sepertl
blotlt dun plroksen. Elemen luln yung muduh teroksldusl pudu proses pelupukun uduluh sulfur, contohnyu pudu
plrlt (Fe2S).
4. Reduksl ter|udl dlmunu kebutuhun okslgen (umumnyu oleh |usud hldup) leblh bunyuk durl pudu okslgen
yung tersedlu. Kondlsl sepertl lnl membuut besl menumbuh elektron durl Fe3+ men|udl Fe2+ yung leblh
muduh lurut sehlnggu leblh mobll, sedungkun Fe3+ mungkln hllung pudu slstem pelupukun dulum pelurutun.
5. Pelurutun mlnerul yung muduh lurut sepertl kulslt, dolomlt dun glpsum oleh ulr hu|un selumu pelupukun ukun
cenderung terbentuk komposlsl yung buru.
6. Perguntlun lon uduluh proses dulum pelupukun dlmunu lon dulum lurutun sepertl perguntlun Nu oleh Cu.
Umumnyu ter|udl pudu mlnerul lempung.
2. Erosl dun Trunsportusl
Seteluh butuun menguluml pelupukun, butuun-butuun tersebut ukun pecuh men|udl buglun yung leblh kecll lugl
sehlnggu muduh untuk berplnduh temput. Berplnduhnyu temput durl purtlkel-purtlkel kecll lnl dlsebut erosl.
Proses erosl lnl duput ter|udl melulul beberupu curu:
1. Aklbut grufltusl: uklbut udunyu grufltusl buml muku pecuhun butuun yung udu blsu lungsung |utuh ke
permukuun tunuh utuu menggellndlng melulul teblng sumpul ukhlrnyu terkumpul dl permukuun tunuh.
2. Aklbut ulr: ulr yung melewutl pecuhun-pecuhun kecll butuun yung udu duput mengungkut pecuhun tersebut durl
sutu temput ke temput yung luln. Suluh sutu contoh yung duput dlumutl dengun |elus uduluh perunun sungul
dulum mengungkut pecuhun-pecuhun butuun yung kecll lnl.
3. Aklbut ungln: seluln ulr, ungln pun duput mengungkut pecuhun-pecuhun butuun yung kecll ukurunnyu sepertl
hulnyu yung suut lnl ter|udl dl dueruh gurun.
4. Aklbut glusler: sungul es utuu yung serlng dlsebut glusler sepertl yung udu dl Alusku sekurung |ugu mumpu
memlnduhkun pecuhun-pecuhun butuun yung udu.
Fuktor-fuktor yung mengontrol terbentuknyu sedlmen uduluh lkllm, topogrufl, vegetusl dun |ugu susunun yung
udu durl butuun. Sedungkun fuktor yung mengontrol pengungkutun sedlment (trunsportusl) uduluh ulr, ungln,
dun |ugu guyu grufltusl. Sedlmen duput terungkut bulk oleh ulr, ungln, dun buhkun sul|u.Mekunlsme
pengungkutun sedlmen oleh ulr dun ungln sungutluh berbedu. Pertumu, kurenu berut |enls ungln relutlf leblh
kecll durl ulr muku ungln sungut susuh mengungkut sedlmen yung ukurunnyu sungut besur. Besur mukslmum
durl ukurun sedlmen yung mumpu terungkut oleh ungln umumnyu sebesur ukurun puslr. Keduu, kurenu slstem
yung udu pudu ungln bukunluh slstem yung terbutusl (conflned) sepertl luyuknyu chunnel utuu sungul muku
sedlmen cenderung tersebur dl dueruh yung sungut luus buhkun sumpul menu|u utmosfer. Sedlmen-sedlmen
yung udu terungkut sumpul dl suutu temput yung dlsebut cekungun. Dl temput tersebut sedlmen sungut besur
kemungklnun terendupkun kurenu dueruh tersebut relutlf leblh renduh durl dueruh seklturnyu dun kurenu
bentuknyu yung cekung dltumbuh uklbut guyu grufltusl durl sedlmen tersebut muku susuh sekull sedlmen
tersebut ukun bergeruk melewutl cekungun tersebut. Dengun semukln bunyuknyu sedlmen yung dlendupkun,
muku cekungun ukun menguluml penurunun dun membuut cekungun tersebut semukln dulum sehlnggu
semukln bunyuk sedlmen yung terendupkun. Penurunun cekungun sendlrl bunyuk dlsebubkun oleh
penumbuhun berut durl sedlmen yung udu dun kudung dlpenguruhl |ugu struktur yung ter|udl dl sekltur
cekungun sepertl udunyu putuhun.
Sedlmen duput dlungkut dengun emput curu:
ձ Suspenslon: lnl umumnyu ter|udl pudu sedlmen-sedlmen yung sungut kecll ukurunnyu (sepertl
lempung) sehlnggu mumpu dlungkut oleh ullrun ulr utuu ungln yung udu.
ձ Bed loud: lnl ter|udl pudu sedlmen yung relutlf leblh besur (sepertl puslr, kerlkll, kerukul, bongkuh)
sehlnggu guyu yung udu pudu ullrun yung bergeruk duput berfungsl memlnduhkun pertlkel-purtlkel yung besur
dl dusur. Pergerukun durl butlrun puslr dlmulul pudu suut kekuutun guyu ullrun meleblhl kekuutun lnertlu
butlrun puslr tersebut pudu suut dlum. Gerukun-gerukun sedlmen tersebut blsu menggelundung, menggeser,
utuu buhkun blsu mendorong sedlmen yung sutu dengun lulnnyu.
ձ Sultutlon yung dulum buhusu lutln urtlnyu meloncut, umumnyu ter|udl pudu sedlmen berukurun puslr
dlmunu ullrun fluldu yung udu mumpu menghlsup dun mengungkut sedlmen puslr sumpul ukhlrnyu kurenu
guyu grufltusl yung udu mumpu mengembullkun sedlmen puslr tersebut ke dusur.
ձ Gruflty flow : ter|udl pudu sedlmen berukurun puslr dlmunu ullrun fluldu yung udu mumpu menghlsup
dun mengungkut sedlmen puslr sumpul ukhlrnyu kurenu guyu grufltusl yung udu mumpu mengembullkun
sedlmen puslr tersebut ke dusur.
3. Deposlsl / Pengendupun
Pecuhun-pecuhun butuun yung terbuwu uklbut erosl tlduk duput terbuwu selumunyu. Sepertl hulnyu sungul
ukun bertemu luut, ungln ukun berkurung tlupunnyu, dun |ugu glusler ukun meleleh. Aklbut semuu lnl, muku
pecuhun butuun yung terbuwu ukun terendupkun. Proses lnl yung serlng dlsebut proses pengendupun. Selumu
proses pengendupun, pecuhun butuun ukun dlendupkun securu berlupls dlmunu pecuhun yung berut ukun
dlendupkun terleblh duhulu buru kemudlun dllkutl pecuhun yung leblh rlngun dun seterusnyu. Proses
pengendupun lnl ukun membentuk perluplsun pudu butuun yung serlng kltu llhut dl butuun sedlmen suut lnl.
4. Llthlflkusl
Lltlflkusl uduluh proses perubuhun muterlul sedlment men|udl butuun sedlment yung kompuk. Mlsulnyu, puslr
menguluml lltlflkusl men|udl butupuslr. Seluruh proses yung menyebubkun perubuhun pudu sedlmen selumu
terpendum dun terlltlflkusl dlsebut sebugul dlugenesls. Dlugenesls ter|udl pudu temperutur dun tekunun yung
leblh tlnggl durlpudu kondlsl selumu proses pelupukun, numun leblh renduh durlpudu proses metumorflsme.
Proses dlugenesls duput dlbedukun men|udl tlgu mucum berdusurkun proses yung mengontrolnyu, yultu proses
flslk, klmlu, dun blologl.
Proses dlugenesls sungut berperun dulum menentukun bentuk dun kurukter ukhlr butuun sedlmen yung
dlhusllkunnyu. Proses dlugenesls ukun menyebubkun perubuhun muterlul sedlmen. Perubuhun yung ter|udl
uduluh perubuhun flslk, mlnerulogl dun klmlu.
Proses dlugenesls terdlrl durl 4 tuhupun yultu:
u. Kompuksl
Pudu suut perluplsun dl butuun sedlmen terbentuk, tekunun yung udu dl perluplsun yung pullng buwuh ukun
bertumbuh uklbut pertumbuhun bebun dl utusnyu. Aklbut pertumbuhun tekunun lnl, ulr yung udu dulum luplsun-
luplsun butuun ukun tertekun sehlnggu keluur durl luplsun butuun yung udu. Proses lnl serlng
dlsebut kompuksl.
b. Sementusl
Pudu suut yung bersumuun pulu, purtlkel-purtlkel yung udu dulum luplsun mulul bersutu.Adunyu semen sepertl
lempung, slllku, utuu kulslt dlunturu purtlkel-purtlkel yung udu membuut purtlkel tersebut menyutu membentuk
butuun yung leblh kerus. Proses lnl serlng dlsebut sementusl.
Seteluh proses kompuksl dun sementusl ter|udl pudu pecuhun butuun yung udu, perluplsun sedlmen yung udu
sebelumnyu berguntl men|udl butuun sedlmen yung berlupls-lupls. Butuun sedlmen sepertl butu puslr, butu
lempung, dun butu gumplng duput dlbedukun durl butuun lulnnyu melulul udunyu perluplsun, butlrun-butlrun
sedlmen yung men|udl sutu uklbut udunyu semen, dun |ugu udunyu fosll yung lkut terendupkun suut pecuhun
butuun dun fosll menguluml proses erosl, kompuksl dun ukhlrnyu tersementuslkun bersumu-sumu.
Gumbur: Sementusl
c. Krlstullsusl
Ketlku ulr menguup, kumpulun buhun sedlment lnl ukun men|udl krlstul yung solld dun ukun mengerus men|udl
butu.
d. Reuksl Klmlu
Reuksl klmlu berlungsung securu oksldusl muupun reduksl sehlnggu udu perubuhun blloks.Contohnyu
perubuhun blloks pudu oksldusl lon blkurbonut.
B. STRUKTUR SEDIMEN DAN BEBERAPA BATUAN SEDIMEN
Durl pembuhusun mengenul butuun sedlment, kltu ukun menduput bunyuk lstlluh, terutumu tentung struktur
sedlmen dlunturunyu:
1. Rlpple Murk
Rlpple murk merupukun suluh sutu struktur sedlmen yung terbentuk uklbut uktlvltus eroslonul. Pengertlun
rlpple ltu sendlrl uduluh suutu bentukun struktur yung menun|ukkun udunyu undulusl ber|uruk terutur pudu
permukuun puslr utuu pudu permukuun perluplsun butupuslr. Perkembungun durl struktur lnl uduluh cross
lumlnutlon, yung merupukun polu struktur lumlnusl lnternul yung berkembung suut mlgrusl durl struktur rlpple.
Pembentukun struktur rlpple lnl berusul durl udunyu suutu urus, mlsulnyu urus ungln yung membuwu muterlul-
muterlul puslr sebugul muterlul trunsport kemudlun dengun mekunlsme pergerukun urus yung khus
mengendupkun muterlul trunsport tudl pudu front slde-suutu-rlpple. Intlnyu Rlpple murk berbentuk gelombung
kurenu dlsebubkun oleh urus.
Rlpple murk duput dlpergunukun dulum penentuun uruh urus dun penentuun top und bottom.

Gumbur: Kenumpukun Rlpple Murk dl ulum (kllk gumbur untuk leblh |elusnyu)
2. Cross Beddlng
Dulum geologl, cross-beddlng cenderung mengucu pudu struktur sedlmen dl unlt horlzontul butu. Struktur
mlrlng lnl uduluh merupukun deposlto durl bedforms sepertl rluk dun buklt puslr, dun mereku menun|ukkun
buhwu llngkungun deposltlonul berlsl fluldu yung mengullr (blusunyu, ulr utuu ungln). Slngkutnyu Cross
Beddlng (Current Beddlng) duput dlurtlkun dengun perluplsun/butuun sullng potong memotong sutu dengun
yung lulnnyu.
Cross Beddlng duput dlbugl 2 bentuk yultu plunur dun wuvy cross beddlng. Plunur cross beddlng memlllkl
bentuk relutlve sepertl gurls, sedungkun wuvy cross beddlng berbentuk sepertl kurvu. Duput dlllhut pudu
gumbur:

Gumbur: Beberupu kenumpukun struktur Cross Beddlng dl ulum (kllk gumbur untuk leblh |elusnyu)
3. Gruded Beddlng
Gruded Beddlng merupukun struktur sedlmen yung terbentuk bllu butlrun butlrun dulum tubuh butuun
sedlmen berubuh securu gruduul, sumukln menghulus utuu semukln mengkusur.Pettl|ohn (1957)
menggumburkun duu tlpe pokok grudusl. Tlpe pertumu yultu tlduk terduput butlrun hulus pudu buglun
buwuh grudusl .Sedungkun tlpe keduu yultu butlrun-hulus-terduput-pudu-seluruh-grudusl-.
(Pettl|ohn,1957 )
Struktur lnl bergunu dulum penentuun top und bottom suutu butuun dlmunu pudu umumnyu pudu
grudusl normul, butlrun yung berukurun leblh besur ukun terendupkun terleblh dulu, sehlnggu buglun
bottom memlllkl ukurun butlrun yung cenderung leblh besur.
Struktur gruded beddlng merupukun struktur yung khus sekull dlmunu butlrun mukln ke utus mukln
hulus. Securu genesu, gruded beddlng oleh urus turbld |ugu ter|udl oleh seluln oleh ker|u suspensl
|ugu dlsebubkun oleh penguruh urus turbulensl.
Penggolongun Beddlng Menurut Ketebulun (Mc Kee und Welr, 1985)
Ukuran Bedding (cm) Nama Bedding



>100 very thick bedded
30-100 thick bedded
10-30 medium bedded
3,0-10 thin bedded
1,0-3,0 very thin bedded
0,3-1,0 thick laminated
<0,3 thin laminated
4. Loud Cust
Loud Cust merupukun lekukun yung tlmbul pudu permukuun luplsun uklbut bebun yung udu dlutusnyu utuu
duput dlurtlkun sebuuh ketldukteruturun dl dusur sebuuh luplsun utusnyu, blusunyu butu puslr, sedung yung
men|udl luplsun dusur blusunyu shule utuu tunuh llut.
5. Convolute Beddlng
Merupukun llukun pudu butuun sedlmen uklbut proses deformusl. Struktur lnl merupukun
struktur yung pullng tlduk terstruktur dlkurenukun energl gelombung yung boluk-bullk dun
tlduk menentu sehlnggu menghusllkun ulur sedlmentusl yung susuh dl predlksl.
Durl no.1-5 dlutus merupukun contoh-contoh struktur sedlment, sedungkun no. 6-10 dlbuwuh
lnl merupukun contoh butuun sedlmen dun fungslnyu.
6. Butuburu (Coul)
Termusuk kedulum |enls butuun sedlmen butuburu. Butu buru merupukun butuun sedlmen
nonklustlk yung tersusun utus senyuwu kurbon, butu buru dlbentuk durl tumbuhun purbu yung
menguluml dekomposls dun terkubur dulum luplsun sedlmen selumu |utuun tuhun lumunyu
dulum perlode curbonlferous (260 գ 350 |utu tuhun lulu) semukln bunyuk luplsun yung
terbentuk, muku luplsun lnl ukun tertlmbun oleh luplsun dlutusnyu dun menguluml
penlngkutun suhu dun berut dun buhun orgunlc yung udu, seteluh |utuun tuhun, kondlsl flslk
lnl menyebubkun butu buru terbentuk durl kurbon, hydrogen, okslgen, sulfur, nltrogen, dun mlnerul unorgunlk
luln durl tumbuhun. Butu buru yung terbentuk pudu suutu luplsun dlsebut իseumsլ. Untuk butuburu dlbedukun
berdusurkun kundungun unsure kurbon,okslgen, ulr dun tlngkut perkembungunnyu. Contohnyu peut, llgnlt,
bltumlnous coul, unthruclte.
Beberupu |enls butu buru :
y Peut : Pudut dun sebuglun terdlrl durl husll pengurulun muterlul orgunlk. Mengundung 50 %
y Llgnlte : Berwurnu coklut utuu ubu-ubu, rupuh dun kebunyukun tlduk murnl, muslh memperllhutkun potongun-
potongun tumbuhun/kuyu. Mengundung 80% kurbon







y Bltumlnous : Hltum dengun beberupu kumpulun. Beberupu kumpulun berslnur sedungkun yung luln tlduk.
Kumpulun-kumpulun lnl menun|ukkun beberupu mucum muterlul tumbuhun dulum proses yung berbedu-bedu
yung duput dlllhut dengun mlkroskop. Mengundung 90% kurbon.
y Anthruclte : Fuse tertlnggl dulum butu buru. Mengundung 95% kurbon
(u) (b) (c)
Gumbur: (u) Llgnlte, (b) Bltumlnous, (c) Anthruclte
Fungsl utumu butuburu luluh untuk buhun buker dun untuk kokus.
7. Butu Gumplng (Llmestone)
Butu gumplng merupukun butuun sedlmen kurbonut yung terduput dl ulum.Umumnyu terdlrl durl kulslt,
beberupu mempunyul lmpurltles utuu vurlusl bugus buhkun keduunyu dulum penumpukkunnyu.Beberupu
buugumplng yung berbentuk butlrun hulus mungkln terbentuk securu preslpltusl klmlu dengun butuun bunyuk
utu sedlklt orgunlsme kecll, beberupu sedlmen pudu dusur luut kemungklnun terslngkup dl luplsun uwul pudu
formusl butugumplng ukurun hulus.Tumpuk luur buhun tumbung butu gumplng berwurnu putlh, putlh
kekunlngun, ubu-ubu hlnggu hltum.Berdusurkun determlnusl buhun tumbung butu gumplng merupukun suluh
sutu buhun gullun lndustrl yung potenslnyu sungut besur. Cudungun butu gumplng dl seluruh Indoneslu
dlperklrukun leblh durl 28 mllyur ton yung tersebur humplr dlseluruh wlluyuh Indoneslu, suluh sutu lokusl
deposltnyu yung cukup besur uduluh dl Tuslkmuluyu buglun Selutun.
Fungsl butu gumplng luluh sebugl berlkut:
NO BIDANG PEMANFAATAN
1. Pertanian
- Mengurangi derajat keasaman (pH) tanah.
- Meningkatkan ketersediaan kandungan N, P, Ca,
Mg, Na dan KTK tanah.
- Mengurangi kandungan Alumunium.
- Memperbaiki struktur fisik tanah.
2. Kontruksi
- Podasi bangunan rumah, jalan dan jambatan.
- Sebagai campuran dalam adukan pasangan bata/plester.









- Pembutan semen trass atau semen merah.
3. Industri
- Industri keramik, berfungsi menurunkan suhu leleh.
- Industri kaca digunakan sebagai bahan tambahan.
- Pembuatan bata silika dengan kandungan CaO 90%.
- Pembuatan karbid dengan kandungan kapur tohor (60% ),
kokas (40 %) antrasit, petrolium coke (carbon black).
- Untuk pelaburan dan pemurnian baja sebagai
imbuh pada tanur tinggi.
- Bahan pemutih dalam industri kertas, pulp dan karet
- Pembuatan soda abu
- Proses pengendapan biji logam non-ferrous.
- Proses penjernihan nira tebu dan menaikan pH nira.
4. Lingkungan
- Digunakan dalam pengolahan air bersih
- Penetralisir air yang mengandung CO2
Gumbur: Butu Gumplng
8. Butu Rl|ung (Fllntstone)
R|ung utuu butu upl (Buhusu Inggrls: fllnt utuu fllntstone) uduluh butuun endupun slllkut krlptokrlstullndengun
permukuun llcln (glussy). Dlsebut իbutu uplլ kurenu |lku dludu dengun bu|u utuu butu luln ukun memerclkkun
bungu upl yung duput membukur buhun kerlng.
R|ung blusunyu berwurnu kelubu tuu, blru, hltum, utuu coklut tuu.Rl|ung terutumu dltemukun dulum
bentuk nodul pudu butuun endupun sepertl kupur utuu gumplng. Se|uk Zumun Butu, rl|ung bunyuk
dlpergunukun untuk membuut sen|utu dun perulutun sepertl pedung, mutu unuk punuh, plsuu, kupuk, dll.
Poses pembentukun rl|ung belum |elus utuu dlsepukutl, tupl securu umum dlunggup buhwu butuun lnl terbentuk
sebugul husll perubuhun klmluwl pudu pembentukun butuun endupun terkompresl, pudu proses dlugenesls.
Adu teorl yung menyebutkun buhwu buhun serupu gelutln yung menglsl ronggu pudu sedlmen, mlsulnyu
lubung yung dlgull oleh molluscu, yung kemudlun ukun berubuh men|udl slllkut. Teorl lnl duput men|eluskun
bentuk kompleks yung dltemukun pudu rl|ung.
9. Butu Puslr (Sundstone)
Sundstone utuu butu puslr terbentuk durl sementusl durl butlrun-butlrun puslr yung terbuwu oleh ullrun sungul,
ungln, dun ombuk dun ukhlrnyu terukumulusl pudu suutu temput.Butu puslr termusuk dulum butuun sedlment
klustlk. Ukurun butlrun durl butu puslr lnl 1/16 hlnggu 2 mlllmeter.Komposlsl butuunnyu bervurlusl, tersusun
terutumu durl kuursu, feldspur utuu pecuhun durl butuun, mlsulnyu busult, rlollt, subuk, sertu sedlklt klorlt dun
bl|lh besl.Butu puslr umumnyu dlgolongkun men|udl tlgu krlterlu, yultu Ouurtz Sundstone, Arkose, dun
Gruywucke.
y OUARTZ SANDSTONE
Ouurtz sundstone uduluh butu puslr yung 90% butlrunnyu tersusun durl kuursu.Butlrun kuursu dulum butu puslr
lnl memlllkl pemlluhun yung bulk dun ukurun butlrun yung bulut kurenu terungkut hlnggu |uruk yung
|uuh.Sebuglun besur |enls butu puslr lnl dltemukun pudu puntul dun gumuk puslr.
Gumbur: Ouurtz Snudstone
y ARKOSE
Arkose uduluh butu puslr yung memlllkl 25% utuu leblh kundungun feldspur.Sedlmen yung men|udl usul mulu
durl Arkose lnl blusunyu hunyu menguluml sedlklt perubuhun securu klmlu. Sebuglun urkose |ugu memlllkl
sedlklt butlrun-butlrun yung berslfut course kurenu |uruk pengungkutun yung relutlf pendek.
Gumbur: Arkose
y GRAYWACKE
Gruywucke uduluh suluh sutu tlpe durl butu puslr yung 15% utuu leblh komposlslnyu uduluh mutrlx yung
terbuut durl lempung, sehlnggu menghusllkun sortusl yung |elek dun butuun men|udl berwurnu ubu-ubu gelup
utuu kehl|uuun.
Gumbur: Gruywucke Sundstone
Munfuut butu puslr dlunturunyu luluh sebugl berlkut:
y Industrl gelus kucu: Butu puslr kuurts mengundung senyuwu slllku yung merupukun oksldu pembentuk gelus.
y Industrl Semen: Sebugul pengontrol kundungun slllku dulum semen yung ukun dlhusllkun.
y Industrl Kerumlk: Buhun buku pembuutun tegel mosulk/ emull.
y Industrl gerlndu: Sebugul pengumplus.
y Industrl pengecutun logum: Buhun buku puslr cetuk dun sebugul buhun penghllung kurut dulum lndustrl logum.
10. Shule
Shule uduluh butuun sedlmen yung memlllkl tekstur yung hulus dengun ukurun butlr 1/16 hlnggu 1/256
mlllmeter.Komposlsl mlnerulnyu umumnyu tersusun durl mlnerul-mlnerul lempung, kuursu, opul, kulsedon,
klorlt, dun bl|lh besl.Shule dlbedukun men|udl duu tlpe butuun, yultu butu lunuu dun butu lempung utuu
serplh.Butu lunuu memlllkl butlrun yung berukurun unuru butu puslr dun butu serplh, sedungkun butu lempung
memlllkl chlrl khus muduh membeluh dun bllu dlpunusl men|udl plustls.
Shule dlgunukun dulum semen dun butu butu, beton, dun pembungunun |ulun, dun produk kerumlk.
Beberupu shule memlllkl mlnyuk dl dulumnyu dun duput dlgunukun untuk buhun bukur. Sekurung lnl, terlulu
bunyuk bluyu untuk menduputkun mlnyuk keluur durl serplh, sehlnggu tlduk dlgunukun lugl curu sepertl ltu.
Beberupu shule yung tertlmbun |utuun tuhun lumunyu |ugu mengundung fossll.Oleh kurenu ltu shule berfungsl
dulum pencurlun fossll.
DAFTAR PUSTAKA
Pettl|ohn, F.J. (1975): Sedlmentury rocks. 3rd Ed. Hurper & Row, New York.
Wllllums, Llndu (2004): Eurth Sclence. McGruw Hlll Compunles, lnc, New York.
Anonlm (1999): Petroleum Geology. Buker Hughes INTEO, Houston (USA).
Tucker, M.E. (1981): Sedlmentury Petrology. Bluckwell Sclentlflc Publlcutlons.
Sklnner, Brlun. 1979. Rocks und Rock Mlneruls. Cunudu: John Wlley und Sons.
Unlverslty of Tulune գ http://www.tulune.edu
http://udhnr.blogspot.com/2009/02/butuun-sedlmen.html
Austrullun Museum - http://www.umonllne.net.uu/geosclence/
http://rugeugulnst.multlply.com/|ournul/ltem/33/Tentung_Sedlmen
http://geology.com/rocks/
http://geologlkltu.blogspot.com/2008/12/rlpple-murk.html
http://wuhyuuncol.wordpress.com/2008/06/21/slklus-butuun/
http://udonllebzcool.wordpress.com/2009/05/
http://www.sonlcplutform.com/?keyword=butuun-sedlmen
http://untzon.wordpress.com/puge/94/
http://efun117.wordpress.com/
http://www.regentsprep.org/Regents/eurthscl/unlts/weutherlng/deposltlon.cfm
http://buru-komp.blogspot.com/2008/06/butuun-sedlment.html
http://flrduus.unhulu.uc.ld/
http://febrylrfunsyuh.wordpress.com/2009/08/14/petrologl-butuun-sedlmen/
http://doddys.wordpress.com/2008/02/19/rock-cycle-slklus-butuun/
http://fhm13fas.wordpress.com/2010/08/14/batuan-sedimen/

Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Deskripsi Batuan Sedimen
4.1 Warna
Secara umum warna pada batuan sedimen akan dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu :
a) Warna mineral pembentukkan batuan sedimen
Contoh jika mineral pembentukkan batuan sedimen didominasi oleh kwarsa maka batuan
akan berwarna putih.
b) Warna massa dasar/matrik atau warna semen.
c) Warna material yang menyelubungi (coating material).
Contoh batupasir kwarsa yang diselubungi oleh glaukonit akan berwarna hijau.
d) Derajat kehalusan butir penyusunnya.
Pada batuan dengan komposisi yang sama jika makin halus ukuran butir maka warnanya
cenderung akan lebih gelap.
Warna batuan juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pengendapan, jika kondisi
lingkungannya reduksi maka warna batuan menjadi lebih gelap dibandingkan pada
lingkungan oksidasi.Batuan sedimen yang banyak kandungan material organic (organic
matter) mempunyai warna yang lebih gelap.

4.2 Tekstur
Tekstur batuan sediment adalah segala kenampakan yang menyangkut butir sedimen
sepertiukuran butir, bentuk butir dan orientasi. Tewkstur batuan sedimen mempunyai arti
penting karena mencerminkan proses yang telah dialamin batuan tersebut terutama proses
transportasi dan pengendapannya, tekstur juga dapat digunakan untuk menginterpetasi
lingkungan pengendapan batuan sediment. Secara umum batuan sedimen dibedakan
menjadi dua, yaitu tekstur klastik dan non klastik.
a) Tekstur klastik
Unsur dari tekstur klastik fragmen, massa dasar (matrik) dan semen.
‡ Fragmen : Batuan yang ukurannya lebih besar daripada pasir.
‡ Matrik : Butiran yang berukuran lebih kecil daripada fragmen dan diendapkan bersama-
sama dengan fragmen.
‡ Semen : Material halus yang menjadi pengikat, semen diendapkan setelah fragmen dan
matrik. Semen umumnya berupa silica, kalsit, sulfat atau oksida besi.
Besar butir kristal dibedakan menjadi : >5 mm = kasar
1-5 mm = sedang
<1 mm = halus
Jika kristalnya sangat halus sehingga tidak dapat dibedakan disebut mikrokristalin.
b) Tekstur nonklastik
Tekstur yan terjadi merupakan hasil pengendapan melalui reaksi kimia. Tekstur kristalin
berkembang akibat agregat kristal ± kristal yang saling mengunci. Kristal ± kristalnya dapat
kecil menengah atau besar ±besar bahkan campuran berbagai ukuran sebagai halnya
batuan beku porfiritik. Kristal ± kristalnya memperlihatkan bentuk ± bentuk tertentu misalnya
berdimensi sama, berserat atau scaly. Dan tidak mudah untuk membedakan mana yang
terbentuk oleh reaksi kimia organik dan mana yang di endapkan melalui reaksi akibat
organisme.

4.3 Ukuran Butir
Ukuran butir yang digunakan adalah skala Wenworth (1922), yaitu :
skala Wenworth (1922)

Besar butir dipengaruhi oleh :
1. Jenis Pelapukan
2. Jenis Transportasi
3. Waktu/jarak transport
4.Resistensi
5.4 Bentuk Butir
1. Tingkat kebundaran butir (roundness)
Tingkat kebundaran butir dipengaruhi oleh komposisi butir, ukuran butir, jenis proses
transportasi dan jarak transport (Boggs,1987. Butiran dari mineral yang resisten seperti
kwarsa dan zircon akan berbentuk kurang bundar dibandingkan butiran dari mineral kurang
resisten seperti feldspar dan pyroxene. Butiran berukuran lebih besar daripada yang
berukuran pasir. Jarak transport akan mempengaruhi tingkat kebundaran butir dari jenis
butir yang sama, makin jauh jarak transport butiran akan makin bundar. Pembagian
kebundaran :
a) Well rounded (membundar baik)
Semua permukaan konveks, hamper equidimensional, sferoidal.
b) Rounded (membundar)
Pada umumnya permukaan-permukaan bundar, ujung-ujung dan tepi butiran bundar.
c) Subrounded (membundar tanggung)
Permukaan umumnya datar dengan ujung-ujung yang membundar.
d) Subangular (menyudut tanggung)
Permukaan pada umumnya datar dengan ujung-ujung tajam.
e) Angular (menyudut)
Permukaan konkaf dengan ujungnya yang tajam.
(Endarto:2005)
2. Sortasi (Pemilahan)
Pemilahan adalah keseragaman dariukuran besar butir penyusun batuan sediment, artinya
bila semakin seragam ukurannya dan besar butirnya maka, pemilahan semakin baik.
Pemilahan yaitu kesergaman butir didalam batuan sedimen klastik.bebrapa istilah yang
biasa dipergunakan dalam pemilahan batuan, yaitu :
‡ Sortasi baik : bila besar butir merata atau sama besar
‡ Sortasi buruk : bila besar butir tidak merata, terdapat matrik dan fragmen.
3. Kemas (Fabric)
Didalam batuan sedimen klastik dikenal dua macam kemas, yaitu :
‡ Kemas terbuka : bila butiran tidak saling bersentuhan (mengambang dalam matrik).
‡ Kemas tertutup : butiran saling bersentuhan satu sama lain
4.5 Struktur
Struktur sedimen merupakan suatu kelainan dari perlapisan normal batuan sedimen yang
diakibatkan oleh proses pengendapan dan energi pembentuknya. Pembentukkannya dapat
terjadi pada waktu pengendapan maupun segera setelah proses pengendapan.
(Pettijohn & Potter, 1964 ; Koesomadinata , 1981)
Pada batuan sedimen dikenal dua macam struktur, yaitu :
‡ Syngenetik : terbentuk bersamaan dengan terjadinya batuan sedimen, disebut juga
sebagai struktur primer.
‡ Epigenetik : terbentuk setelah batuan tersebut terbentuk seperti kekar, sesar, dan lipatan.
Macam-macam struktur primer adalah sebagai berikut :
‡ Karena proses fisik
1. Struktur eksternal
Terlihat pada kenampakan morfologi dan bentuk batuan sedimen secara keseluruhan di
lapangan.Contoh : lembaran (sheet), lensa, membaji (wedge), prisma tabular.
2. Struktur internal
Struktur ini terlihat pada bagian dalam batuan sedimen, macam struktur internal :
a) Perlapisan dan Laminasi
Disebut dengan perlapisan jika tebalnya lebih dari 1 cm dan disebut laminasi jika kurang
dari 1 cm.perlapisan dan laminasi batuan sedimen terbentuk karena adanya perubahan
kondisi fisik,kimia, dan biologi. Misalnya terjadi perubahan energi arus sehingga terjadi
perubahan ukuran butir yang diendapkan.
Macam-macam perlapisan dan laminasi :
‡ Perlapisan/laminasi sejajar (normal)
Dimana lapisan/laminasi batuan tersusun secara horizontal dan saling sejajar satu dengan
yang lainnya.
‡ Perlapisan/laminasi silang siur (Cross bedding/lamination)
Perlapisan/batuan saling potong memotong satu dengan yang lainnya.
‡ Graded bedding
Struktur graded bedding merupakan struktur yang khas sekali dimana butiran makin ke atas
makin halus. Graded bedding sangat penting sekali artinya dalam penelitian untuk
menentukan yang mana atas (up) dan yang bawah (bottom) dimana yang halus merupakan
bagian atasnya sedangkan bagian yang kasar adalah bawahnya. Graded bedding yang
disebabkan oleh arus turbid,dimana fraksi halus didapatkan di bagian atas juga tersebar di
seluruh batuan tersebut. Secara genesa graded bedding oleh arus turbid juga terjadi oleh
selain oleh kerja suspensi juga disebabkan oleh pengaruh arus turbulensi.
b) Masif
Struktur kompak, consolidated, menyatu
1. Kenampakan pada permukaan lapisan
‡ Ripple mark
Bentuk permukaan yang bergelombang karena adanya arus
‡ Flute cast
Bentuk gerusan pada permukaan lapisan akibat aktivitas arus
‡ Mud cracks
Bentuk retakan pada lapisan Lumpur (mud), biasanya berbentuk polygonal.
‡ Rain marks
Kenampakan pada permukaan sedimen akibat tetesan air hujan.
4. Struktur yang terjadi karena deformasi
- Load cast
Lekukan pada permukaan lapisan akibat gaya tekan dari beban di atasnya.
- Convolute structure
Liukan pada batuan sedimen akibat proses deformasi.
- Sandstone dike and sill
Karena deformasi pasir dapat terinjeksi pada lapisan sediment diatasnya.
- Karena proses biologi
1. Jejak (tracks and trail)
Track : jejak berupa tsapak organisme
Trail : jejak berupa seretan bagian tubuh organisme
1. Galian (burrow)
Adalah lubang atau bahan galian hasil aktivitas organisme
1. Cetakan (cast and mold)
Mold : cetakan bagian tubuh organisme
Cast : cetakan dari mold
Struktur batuan sedimen juga dapat digunakan untukmenentukan bagian atas suatu batuan
sedimen. Penentuan bagian atas dari batuan sedimen sangat penting artinya dalam
menentukan urutan batuan sediment tersebut.
4.6 Komposisi
Batuan sediment berdasarkan komposisinya dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok,
yaitu :
1. Batuan sediment detritus/klastik
Dapat dibedakan menjadi :
‡ Detritus halus : batulempung, batulanau.
‡ Detritus sedang : batupasir (greywock, feldspathic)
‡ Detritus kasar : breksi dan konglomerat.
Komposisi batuan ini pada umumnya adalah kwarsa, feldspar, mika,mineral lempung,dsb.
2. Batuan sedimen evaporit
Batuan sedimen ini terbentuk dari proses evaporasi. Contoh batuannya adalah gips,
anhydrite, batu garam.
3. Batuan sedimen batubara
Batuan ini terbentuk dari material organic yang berasal dari tumbuhan. Untuk batubara
dibedakan berdasarkan kandungan unsure karbon,oksigen, air dan tingkat
perkembangannya. Contohnya lignit, bituminous coal, anthracite.
4. Batuan sedimen silica
Batuan sedimen silica ini terbentukoleh proses organic dan kimiawi. Contohnya adalah
rijang (chert), radiolarian dan tanah diatomae.
5. Batuan sedimen karbonat
Batuan ini terbentuk baik oleh proses mekanis, kimiawi, organic. Contoh batuan karbonat
adalah framestone, boundstone, packstone, wackstone dan sebagainya.
http://ariefgeo.blogspot.com/2010/11/deskripsi-batuan-sedimen.html

II.B. Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Deskripsi Batuan Sedimen
II.B.1 Warna
Secara umum warna pada batuan sedimen akan dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu :
a) Warna mineral pembentukkan batuan sedimen
Contoh jika mineral pembentukkan batuan sedimen didominasi oleh kwarsa maka batuan akan
berwarna putih.
b) Warna massa dasar/matrik atau warna semen.
c) Warna material yang menyelubungi (coating material).
Contoh batupasir kwarsa yang diselubungi oleh glaukonit akan berwarna hijau.
d) Derajat kehalusan butir penyusunnya.
Pada batuan dengan komposisi yang sama jika makin halus ukuran butir maka warnanya cenderung akan
lebih gelap.
Warna batuan juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pengendapan, jika kondisi lingkungannya
reduksi maka warna batuan menjadi lebih gelap dibandingkan pada lingkungan oksidasi.Batuan sedimen
yang banyak kandungan material organic (organic matter) mempunyai warna yang lebih gelap.
II.B.2 Tekstur
Tekstur batuan sediment adalah segala kenampakan yang menyangkut butir sedimen sepertiukuran
butir, bentuk butir dan orientasi. Tewkstur batuan sedimen mempunyai arti penting karena
mencerminkan proses yang telah dialamin batuan tersebut terutama proses transportasi dan
pengendapannya, tekstur juga dapat digunakan untuk menginterpetasi lingkungan pengendapan batuan
sediment. Secara umum batuan sedimen dibedakan menjadi dua, yaitu tekstur klastik dan non klastik.
a) Tekstur klastik
Unsur dari tekstur klastik fragmen, massa dasar (matrik) dan semen.
y Fragmen : Batuan yang ukurannya lebih besar daripada pasir.
y Matrik : Butiran yang berukuran lebih kecil daripada fragmen dan diendapkan bersama-sama
dengan fragmen.
y Semen : Material halus yang menjadi pengikat, semen diendapkan setelah fragmen dan matrik.
Semen umumnya berupa silica, kalsit, sulfat atau oksida besi.
Besar butir kristal dibedakan menjadi : >5 mm = kasar
1-5 mm = sedang
<1 mm = halus
Jika kristalnya sangat halus sehingga tidak dapat dibedakan disebutmikrokristalin.
Ukuran Butir
Ukuran butir yang digunakan adalah skala Wenworth (1922), yaitu :
Ukuran Butir (mm) Nama Butir Nama Batuan
> 256 Bongkah (Boulder) Breksi : jika fragmen
64-256 Berangkal (Couble) berbentuk runcing
4-64 Kerakal (Pebble) Konglomerat : jika membulat
2-4 Kerikil (Gravel) fragmen berbentuk
membulat
1-2 Pasir Sangat Kasar(Very Coarse
Sand)
1/2-1 Pasir Kasar (Coarse Sand)

1/4-1/2 Pasir Sedang (Fine Sand) Batupasir
1/8-1/4 Pasir halus (Medium Sand)
1/16-1/8 Pasir Sangat Halus( Very Fine
Sand)

1/256-1/16 Lanau Batulanau
<1/256 Lempung Batulempung
Besar butir dipengaruhi oleh :
1. Jenis Pelapukan
2. Jenis Transportasi
3. Waktu/jarak transport
4. Resistensi
Bentuk Butir
y Tingkat kebundaran butir (roundness)
Tingkat kebundaran butir dipengaruhi oleh komposisi butir, ukuran butir, jenis proses transportasi dan
jarak transport (Boggs,1987. Butiran dari mineral yang resisten seperti kwarsa dan zircon akan
berbentuk kurang bundar dibandingkan butiran dari mineral kurang resisten seperti feldspar dan
pyroxene. Butiran berukuran lebih besar daripada yang berukuran pasir. Jarak transport akan
mempengaruhi tingkat kebundaran butir dari jenis butir yang sama, makin jauh jarak transport butiran
akan makin bundar. Pembagian kebundaran :
a) Well rounded (membundar baik)
Semua permukaan konveks, hamper equidimensional, sferoidal.
b) Rounded (membundar)
Pada umumnya permukaan-permukaan bundar, ujung-ujung dan tepi butiran bundar.
c) Subrounded (membundar tanggung)
Permukaan umumnya datar dengan ujung-ujung yang membundar.
d) Subangular (menyudut tanggung)
Permukaan pada umumnya datar dengan ujung-ujung tajam.
e) Angular (menyudut)
Permukaan konkaf dengan ujungnya yang tajam.
(Endarto:2005)
y Sortasi (Pemilahan)
Pemilahan adalah keseragaman dariukuran besar butir penyusun batuan sediment, artinya bila semakin
seragam ukurannya dan besar butirnya maka, pemilahan semakin baik.
Pemilahan yaitu kesergaman butir didalam batuan sedimen klastik.bebrapa istilah yang biasa
dipergunakan dalam pemilahan batuan, yaitu :
y Sortasi baik : bila besar butir merata atau sama besar
y Sortasi buruk : bila besar butir tidak merata, terdapat matrik dan fragmen.
y Kemas (Fabric)
Didalam batuan sedimen klastik dikenal dua macam kemas, yaitu :
y Kemas terbuka : bila butiran tidak saling bersentuhan (mengambang dalam matrik).
y Kemas tertutup : butiran saling bersentuhan satu sama lain
II.C.3 Struktur
Struktur sedimen merupakan suatu kelainan dari perlapisan normal batuan sedimen yang diakibatkan
oleh proses pengendapan dan energi pembentuknya. Pembentukkannya dapat terjadi pada waktu
pengendapan maupun segera setelah proses pengendapan.
(Pettijohn & Potter, 1964 ; Koesomadinata , 1981)
Pada batuan sedimen dikenal dua macam struktur, yaitu :
y Syngenetik : terbentuk bersamaan dengan terjadinya batuan sedimen, disebut juga sebagai
struktur primer.
y Epigenetik : terbentuk setelah batuan tersebut terbentuk seperti kekar, sesar, dan lipatan.
Macam-macam struktur primer adalah sebagai berikut :
y Karena proses fisik
1. Struktur eksternal
Terlihat pada kenampakan morfologi dan bentuk batuan sedimen secara keseluruhan di
lapangan.Contoh : lembaran (sheet), lensa, membaji (wedge), prisma tabular.
1. Struktur internal
Struktur ini terlihat pada bagian dalam batuan sedimen, macam struktur internal :
a) Perlapisan dan Laminasi
Disebut dengan perlapisan jika tebalnya lebih dari 1 cm dan disebut laminasi jika kurang dari 1
cm.perlapisan dan laminasi batuan sedimen terbentuk karena adanya perubahan kondisi fisik,kimia,
dan biologi. Misalnya terjadi perubahan energi arus sehingga terjadi perubahan ukuran butir yang
diendapkan.
Macam-macam perlapisan dan laminasi :
y Perlapisan/laminasi sejajar (normal)
Dimana lapisan/laminasi batuan tersusun secara horizontal dan saling sejajar satu dengan yang lainnya.
y Perlapisan/laminasi silang siur (Cross bedding/lamination)
Perlapisan/batuan saling potong memotong satu dengan yang lainnya.
y Graded bedding
Struktur graded bedding merupakan struktur yang khas sekali dimana butiran makin ke atas makin
halus. Graded bedding sangat penting sekali artinya dalam penelitian untuk menentukan yang mana
atas (up) dan yang bawah (bottom) dimana yang halus merupakan bagian atasnya sedangkan bagian
yang kasar adalah bawahnya. Graded bedding yang disebabkan oleh arus turbid,dimana fraksi halus
didapatkan di bagian atas juga tersebar di seluruh batuan tersebut. Secara genesa graded bedding oleh
arus turbid juga terjadi oleh selain oleh kerja suspensi juga disebabkan oleh pengaruh arus turbulensi.
Penggolongan Bedding Menurut Ketebalan (Mc Kee and Weir, 1985)
Ukuran Bedding (cm) Nama Bedding
>100 very thick bedded
30-100 thick bedded
10-30 medium bedded
3,0-10 thin bedded
1,0-3,0 very thin bedded
0,3-1,0 thick laminated
<0,3 thin laminated
b) Masif
Struktur kompak, consolidated, menyatu
1. Kenampakan pada permukaan lapisan
y Ripple mark
Bentuk permukaan yang bergelombang karena adanya arus
y Flute cast
Bentuk gerusan pada permukaan lapisan akibat aktivitas arus
y Mud cracks
Bentuk retakan pada lapisan Lumpur (mud), biasanya berbentuk polygonal.
y Rain marks
Kenampakan pada permukaan sedimen akibat tetesan air hujan.
4. Struktur yang terjadi karena deformasi
- Load cast
Lekukan pada permukaan lapisan akibat gaya tekan dari beban di atasnya.
- Convolute structure
Liukan pada batuan sedimen akibat proses deformasi.
- Sandstone dike and sill
Karena deformasi pasir dapat terinjeksi pada lapisan sediment diatasnya.
- Karena proses biologi
1. Jejak (tracks and trail)
Track : jejak berupa tsapak organisme
Trail : jejak berupa seretan bagian tubuh organisme
1. Galian (burrow)
Adalah lubang atau bahan galian hasil aktivitas organisme
1. Cetakan (cast and mold)
Mold : cetakan bagian tubuh organisme
Cast : cetakan dari mold
Struktur batuan sedimen juga dapat digunakan untukmenentukan bagian atas suatu batuan
sedimen.Penentuan bagian atas dari batuan sedimen sangat penting artinya dalam menentukan urutan
batuan sediment tersebut.
II.B.4 Komposisi
Batuan sediment berdasarkan komposisinya dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu :
1. Batuan sediment detritus/klastik
Dapat dibedakan menjadi :
y Detritus halus : batulempung, batulanau.
y Detritus sedang : batupasir (greywock, feldspathic)
y Detritus kasar : breksi dan konglomerat.
Komposisi batuan ini pada umumnya adalah kwarsa, feldspar, mika,mineral lempung,dsb.
1. Batuan sedimen evaporit
Batuan sedimen ini terbentuk dari proses evaporasi. Contoh batuannya adalah gips, anhydrite, batu
garam.
1. batuan sedimen batubara
Batuan ini terbentuk dari material organic yang berasal dari tumbuhan. Untuk batubara dibedakan
berdasarkan kandungan unsure karbon,oksigen, air dan tingkat perkembangannya. Contohnya lignit,
bituminous coal, anthracite.
1. Batuan sedimen silica
Batuan sedimen silica ini terbentukoleh proses organic dan kimiawi. Contohnya adalah rijang (chert),
radiolarian dan tanah diatomae.
1. Batuan sedimen karbonat
Batuan ini terbentuk baik oleh proses mekanis, kimiawi, organic. Contoh batuan karbonat adalah
framestone, boundstone, packstone, wackstone dan sebagainya.
II.C. Klasifikasi Batuan Sedimen
II.C.1 Klasifikasi Batuan Sedimen Klastik
Klasifikasi batuan sedimen klastik yang umum digunakan adalah berdasarkan ukuran butirnya (menurut
ukuran butir dari Wenworth), namun akan lebih baik lagi ditambahin mengenai hal-hal lain yang dapat
memperjelas keterangan mengenai batuan sedimen yang dimaksud seperti komposisi dan strukturalnya.
Misalnya batupasir silang siur, batulempung kerikil, batupasir kwarsa.
Ada klasifikasi lain yang juga dapat digunakan yaitu end members classification,klasifikasi ini dibuat
berdasarkan komposisi atau ukuran butir. Penyusun batuan sedimen yang sudah ditentukan lebih
dahulu.
Batupasir kwarsa
y Komposisi didominasi oleh pasir kwarsa dengan demikian berarti transportasinya lebih jauh.
y Sedikit mengandung chert (rijang)
y Semennya adalh karbonat dan silica.
y Kemungkinan mengandung fosil kecil sekali (fosil karbonat), jika ada kemungkinan karena
semennya karbonat (gamping)
y Warnanya agak gelap terang, karena kwarsa berwarna putih.
Greywocke
y Istilah pertama digunakan di pegunungan Harz (Jerman)
y Merupakan fragmen batuan (rock fragmen)
y Berumur : devon-karbon atas, juga tersingkap di Skotlandia yang berumur Paleozoikum bawah.
y Dengan adanya rock fragmen ini menyatakan bahwa sedimentasi tak normal (pendek), terjadi di
daerah tektonik (dekat continental). Oleh karena pada daerah yang mantap, maka ia akan
bersosiasi dengan lava bantal (di laut), batuan erupsi dan rijang (chert) (di darat). Rijang
mencerminkan laut dalam,kemungkinan juga terdapat di continental slope besar sekali, yang
disebut arus turbbidit.
y Warnanya gelap
y Pemilahannya jelek, karena transportasi pendek.
y Bentuk agakmenyudut, karena transportasi jelek.
y Karena arus turbidit maka struktur yang jelas yaitu graded-bedding
y Pengendapan syngenetis (bersama-sama dengan proses genetika)
Arkone
y Yang dominan adalah feldspar
y Oleh karena yang dominant adalah feldspar maka ia tak tahan lapuk atau tidak stabil
y Ini menunjukkan bahwa batuan ini terjadi pada keadaan transportasi pendek, kesempatan untuk
melapuk kecil, iklim erring,relief tajam (pada daerah yang berelief tajam)
y Warnanya terang kemerah-merahan
y Sorting jelek, karena transportasi pendek
y Kebulatan komponen, agak menyudut, karena transportasi pendek.
Konglomerat
Batuan klastik yang mempunyai fragmen batuan dan matrik,dengan batuan fragmen membundar ²
sangat membundar, kerikil, kerakal, dan bongkah dapat terdiri bermacam batuan tetapi, kebanyakan
biasanya kaya akan mineral kwarsa. Biasanya ruang antara kerikil dengan pasir tersementasi dengan
silica, lempung, limonite atau kalsit.
Breccia (breksi)
Adalah jenis batuan sedimen klastik yang menyerupai konglomerat, tetapi kebanyakan fragmen
batuannya berbentuk angular sampai meruncing-runcing, ukuran umumnya berkisar dari kerakal sampai
berangkal, sering diantara fragmen ini dijumpai ukuran yang lebih kecil yang disebut matrik, fragmen
dan matrikpenyusun breksi ini terikat dengan semen yang berupa material karbonatan atau lempungan,
dari bentuk fragmen yang meruncing, dapat ditafsirkan bahwa breksi ini diendapkan dengan
sumbernya, sehingga tidak terpengaruh suara fisik oleh jarak transportasi hingga ingin mencapai
cekungan sedimen ukuran material penyusun breksi lebih besar dari 2 mm.
Batupasir
Batuan sediment klastik yang terdiri dari semen berukuran pasir, massa pasir ini umumnya adalah
mineral silika, feldspar atau pasir karbonat, sedang material pengikat atau semen berupabesi oksida,
silika lempung atau kalsium karbonat. Dengan adanya perubahan yang besar dalam ukuran butirnya,
maka dapt dibedakan ukurannya dari batupasir kasar sampai batulanau.Pada beberapa batuan,
dijumpai ukuran butir yang beragam; jadi dapat dikatakan batupasir konglomerat atau batulanau
pasiran.Warna pada batupasir, terbentuk sebagian besar oleh variasi butirnya.
Arkose
Adalah jenis dari batupasir dengan jumlah butiran feldspar yang lebih banyak. Kalau komposisi batuan
ini terdiri dari kwarsa dan feldspar dapat diikatakan granit, jadi kemungkinan adanya kesalahan
tentang arkose sangat kecil. Pada arkose butirnya tidak saling mengunci, butiran membulat dan
dipisahkan dengan material semen dengan butiran yang halus.
Batulempung (dapat disebut serpih)
Adalah batuan sediment klastik yang terbentuk dari hasil pengompakan lempung dan lanau, ukuran
butirnya halus sehingga batuannya terlihat homogen.Batulempung adalah halus dan umumnya terasa
lembut, tetapi beberapa pasir halus atau lanau kasar mungkin membuat terasa griity.
Batulempung umumnya dijumpai pelapisan sedimen. Batuan yang komposisinya sama tetapi mempunyai
ketebalan dan lapisan yang berbentuk blok dapat disebut batulumpur, warna dari batulempung dan
batulumpur antara ungu, hijau,merah,dan cokelat. Beberapalapisan yang banyak mengndung karbon
berwarna hitam.
Batugamping
Yang mungkin saja termasuk kedalam batuan sediment klastik atau kimiawi, umumnya terdiri dari
kalsit,beberapa mempunyai imparities atau variasi bagus bahkan keduanya dalam penampakkannya.
Beberapa betugamping yang berbentuk butiran halus mungkin terbentuk secara presipitasi kimia
dengan batuan banyak atu sedikit organisme kecil, beberapa sedimen pada dasar laut kemungkinan
tersingkap di lapisan awal pada formasi batugamping ukuran halus.
Dolostone
Seperti batugamping, juga merupakan batuan sedimen klastik ataun kimiawi yang umumnya tersusun
oleh mineral dolomite, CuMg(CO
3
)
2
. dolomite kelihatan seperti kalsit,oleh karena itu mengapa dolomite
dapat dikatakan sebagai batugamping.
(Diktat Praktikum Petrologi : 2007)
http://febryirfansyah.wordpress.com/2009/08/14/petrologi-batuan-sedimen/

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->