Anda di halaman 1dari 5

MEKANISME TERJADINYA PETIR

Oleh : Dr.Ir. Djoko Darwanto Gitokarsono Pembentukan Awan Bermuatan Petir merupakan gejala alam yang tidak bisa dihilangkan atau dicegah. Kejadian petir dapat melibatkan arus yang sangat besar, yang terjadi dalam waktu yang sangat singkat dengan bahaya yang diakibatkan olehnya sangat besar. Petir adalah peristiwa peluahan muatan listrik di udara, yang terjadi diantara awan dengan awan, antara pusat-pusat muatan di dalam awan tersebut, dan antara awan dengan tanah. Secara garis besar dapat dinyatakan bahwa terjadinya petir merupakan hasil dari proses pada atmosfer sehingga muatan terkumpul pada awan. Terjadinya awan merupakan konsekwensi dari ketidakstabilan atmosfer bumi. Energi sinar matahari menumbuk partikel udara dan akan memanaskan lapisan udara bagian bawah yang akan menyebabkan berkurangnya kerapatan dan atmosfer menjadi tidak stabil untuk gerakan ke atas. Hal ini disebabkan tekanan atmosfer berkurang sebanding dengan ketinggian yang akan mengakibatkan udara yang memuai akan bergerak ke atas. Gerakan lapisan udara ke atas akan menurunkan temperatur lapisan udara sehingga pada suatu ketinggian dan temperatur tertentu akan sehingga terbentuk uap air dan uap air ini terkondensasi bersama dengan partikel debu sehingga terbentuk titik-titik air yang terkumpul membentuk awan. Dalam keadaan normal pada atmosfer bumi terdapat sejumlah ion-ion positif dan negatif yang tersebar acak. Ion-ion ini terjadi karena tumbukan atom, pancaran sinar kosmis dan energi thermis. Pada keadaan cuaca cerah di udara terdapat medan listrik yang berarah tegak lurus ke bawah menuju bumi. Dengan adanya medan listrik itu, butiran air yang terdapat di udara akan terpolarisasi karena induksi. Bagian atas bermuatan negatif dan bagian bawah bermuatan positif. Dengan demikian butiran air yang terdapat di awan akibat proses kondensasi akan terpolarisasi. Di dalam awan adakalanya terjadi pergerakan arus udara ke atas membawa butir-butir air yang berat jenisnya rendah dengan kecepatan sekitar 30 sampai 40 m/detik. Karena mengalami pendinginan, butiran air ini akan membeku sehingga berat jenisnya membesar yang mengakibatkan timbulnya gerakan udara ke bawah dengan kecepatan cukup tinggi. Dalam pergerakan di dalam awan ini, pada permukaan bagian bawah butiran air timbul gaya tarik terhadap ion-ion negatif yang mempunyai mobilitas rendah, sedangkan ion-ion positif ditolak. Akibatnya pada butiran air ini terkumpul muatan negatif. Butir-butir air yang besar akan membawa muatan negatif I.

Mekanisme Sambaran Petir

berkumpul di awan bagian bawah, sedangkan butir-butir air yang lebih kecil yang bermuatan positif berkumpul di awan bagian atas.Bersamaan terjadinya pengumpulan muatan,pada awan timbul medan listrik yang intensitasnya semakin bertambah besar. Akibatnya gerakan ke bawah butir-butir air menjadi terhambat atau terhenti. Dengan terjadinya muatan pada awan bagian bawah, di permukaan bumi terinduksi muatan yang berlawanan dengan muatan pada awan bagian bawah. Akibatnya terbentuk medan listrik antara awan dengan permukaan bumi. Apabila medan listrik ini melebihi kekuatan tembus udara terjadilah pelepasan muatan. II. MEKANISME SAMBARAN PETIR Distribusi muatan di awan, pada umumnya dibagian atas ditempati oleh muatan positif, sementara itu di bagian bawah awan yang ditempati oleh muatan negatif. Sambaran akan diawali oleh kanal muatan negatif, menuju daerah yang terinduksi positif. Hal ini menyebabkan sambaran yang terjadi umunya adalah sambaran muatan negatif dari awan ke tanah. Gambar 1.1. berikut ini memperlihatkan kemungkinan distribusi muatan awan petir yang umum terjadi.

Gambar 1.1. Kemungkinan distribusi muatan awan petir yang umum terjadi. Polaritas awan tidak hanya berpengaruh pada arah sambaran, akan tetapi berpengaruh juga pada besar arus sambarannya. Peluahan muatan listrik yang terjadi antara awan dengan tanah terjadi karena adanya kuat medan listrik antara muatan awan dengan muatan induksi di permukaan tanah yang polaritasnya berlawanan. Semakin besar muatan yang terdapat di awan, semakin besar pula

Mekanisme Sambaran Petir

medan listrik yang terjadi. Apabila kuat medan ini melebihi kuat medan tembus udara, maka akan terjadi peluahan muatan dari awan ke tanah. Peristiwa peluahan muatan ini dinamakan kilat atau petir. Setiap sambaran petir diawali dengan muatan awal bercahaya lemah yang disebut dengan luahan perintis (pilot streamer). Luahan perintis ini akan menentukan arah perambatan muatan awan ke udara. Kejadian ini timbul karena tembus listrik lokal yang terjadi di dalam awan, akibat kuat medan listrik yang dibentuk oleh muatan mayoritas negatif dengan muatan minoritas positif dibagian bawah awan petir. Arus yang berhubungan dengan luahan perintis ini sangat kecil yaitu hanya mencapai beberapa ampere. Tembus lokal ini memberi kesempatan kepada muatan untuk bergerak dan bergesekan dengan uap air pada temperatur tinggi, sehingga akan meningkatkan konsentrasi muatan negatif di dalam awan. Akibatnya konsentrasi muatan tersebut menyebabkan tegangan tembus melebihi harga kritisnya sehingga terbentuk lidah muatan negatif. Lidah bermuatan negatif ini adalah merupakan gejala peluahan muatan sebagian yang dikenal dengan nama sambaran perintis (stepped leader). Langkah dari sambaran perintis selalu diikuti oleh titik-titik cahaya yang bergerak turun ke bumi dan melompat-lompat lurus, tetapi arah dari setiap lompatan langkahnya berubah-rubah, sehingga secara keseluruhan jalannya tidak lurus dan patah-patah. Selama pusat muatan di awan dapat memberikan muatan untuk mempertahankan gradien tegangan pada ujung sambaran perintis dan melebihi kekuatan tembus udara, maka sambaran perintis akan terus bergerak turun. Sebaliknya bila gradien tegangan di ujung sambaran perintis lebih kecil di kuat medan tembus udara, maka tidak terjadi lidah berikutnya dan sambaran perintis berhenti sampai disini saja dan waktu dari sambaran perintis samapai bumi kira-kira 20 mili detik. Bila perintis ini telah dekat dengan bumi, maka akan terbentuk kanal muatan positif dari bumi yang naik menyongsong turunnya sambaran perintis. Pertemuan kedua kanal ini akan menyebabkan ujung sambaran perintis terhubung singkat ke tanah, maka seketika gelombang muatan positif di bumi bergerak naik menuju ke pusat awan, bergerak lebih cepat melalui kanal yang telah terionisasi. Peristiwa ini dikenal dengan sambaran balik (return stroke). Sambaran balik ini merupakan arus utama di suatu peluahan muatan karena besarnya antara 20 - 100 kA yang bergerak dengan kecepatan 3.106 sampai 3.107 m/s dalam waktu sepersepuluh mili detik. Arus yang dihasilkan adalah berbentuk impuls dengan harga puncaknya yang dapat dicapai dalam mikro detik.

Mekanisme Sambaran Petir

Gambar 1.2 dan 1.3 di bawah ini memperlihatkan tahapan sambaran petir ke tanah serta arus impuls yang dihasilkannya, dan tahapan sambaran petir bermuatan negatif dari awan ke tanah.

Tahapan sambaran petir ke tanah serta arus impuls yang terjadi Apabila arus sambaran balik telah berhenti, dan ternyata di bagian lain dari awan masih tersedia cukup muatan untuk mengawali sambaran berikutnya, maka akan terjadi sambaran perintis kedua. Sambaran ini mengalir secara langsung dari awan ke tanah dengan kecepatan 3x108 m/s, melalui lintasan yang telah dibentuk oleh sambaran perintis pertama, tanpa mengalami percabangan. Sambaran perintis kedua ini disebut dengan pelopor panah (dart leader), yang diikuti oleh sambaran balik kedua. Sambaran pelopor tanah dan sambaran balik yang mengikutinya disebut dengan sambaran urutan (multiple stroke).

Gambar 1.2.

Mekanisme Sambaran Petir

Gambar 1.3. Tahapan sambaran petir bermuatan negatif dari awan ke tanah. dimana : a. Sambaran perintis bergerak turun menuju bumi dengan arah berubah-rubah. b. Kanal muatan positif menyambut turunnya sambaran perintis. c. Gelombang muatan positif dari bumi menuju pusat muatan di awan. d. Setelah pelepasan muatan pertama, kanal muatan positif bergerak menuju pusat muatan berikutnya. e. Pelepasan muatan antar pusat muatan di awan, diikuti oleh pelopor kedua bergerak menuju bumi. f. Terjadi sambaran balik kedua. Sambaran urutan ini umumnya terjadi pada sambaran awan tanah bermuatan negatif. Hampir 85% sambaran awan tanah adalah negatif, diikuti oleh sambaran urutan dengan jumlah sambaran ratarata 3 kali. Ciri-ciri sambaran urutan ini adalah kecuraman arus dahinya yang tinggi.

Mekanisme Sambaran Petir